Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 793

Bermodal Rp 800 Ribu, Pemuda Ini Sukses Kembangkan Momo Milk

 

Menjadi seorang pengusaha sukses merupakan idaman setiap orang. Betapa tidak, dengan penghasilan yang menggiurkan dan juga banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk keluarga, kerabat maupun teman-teman merupakan suatu hal yang mengasyikan.

Sadar dengan hal tersebut, membuat rela meninggalkan cita-citanya menjadi seorang doktor untuk terjun menjadi seorang pengusaha. Pilihan pria yang akrab disapa Haidhar ini, tercetus ketika ia melihat orang tua dari salah seorang temannya yang seorang pengusaha sukses banyak memiliki waktu untuk keluarga. “Dibandingkan dengan orang tua Saya yang bekerja dari pagi hingga sore sehingga waktu untuk keluarga menjadi sedikit,” ujarnya.

Mencoba Berbagai Usaha

Demi untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pengusaha, Haidhar yang waktu itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3 mulai mencoba terjun untuk membangun sebuah usaha kuliner Jepang  dengan konsep gerobak pada tahun 2007.

Namun karena tidak memiliki pengalaman, usaha yang dirintis dengan modal Rp 4 juta dari pinjaman ibundanya tersebut tidak bertahan lama. Diakui Haidhar, kegagalan tersebut terjadi karena selain dilakukan di tengah kesibukannya menghadapi Ujian juga sistem manajemen yang masih berantakan.

“Tapi Alhamdulillah Saya mendapatkan banyak pengalaman tentang membangun sebuah usaha,” jelasnya.

Setelah gagal di usaha perdana, Haidhar mencoba untuk membangun usaha kembali tepatnya pada pertengahan tahun 2008. Dan pada saat itu usaha yang diliriknya adalah usaha penjualan aksesori gadget BlackBerry. Namun alih-alih sukses di usaha ini, Haidhar kembali mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha.

“Karena sibuk kuliah Saya mempercayakan pada karyawan, namun ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan dan itu membuat usaha tersebut berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.

Meski sudah mengalami dua kali kegagalan dalam menjalankan usaha, tidak membuat Haidhar jera dalam mewujudkan impiannya. Karena itu, Haidhar mencoba untuk kembali membangun sebuah usaha. Dan kali ini usaha makanan ringan creps menjadi pilihannya. Karena diawali dengan perencanaan yang matang membuat usaha creps yang dijalankan mulai memperlihatkan hasil yang lumayan.

Namun keberuntungan ternyata belum berpihak pada pemuda yang saat ini masih merampungkah kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. Usaha yang dijalankan pada tahun 2008 ini masih terkendala pada tempat yang masih harus berpindah.

“Awalnya buka di depan SMA 1, Bogor. Tapi karena gak boleh berjualan disitu maka kita pindah daerah IPB, namun tetap saja mengalami kebangkrutan” tambahnya.

Sukses Di Usaha Cafe SUSU

Kegagalan dalam beberapa usaha sebelumnya tidak membuat Haidhar patah semangat bahkan, hal tersebut malah membuat pemuda kelahiran 12 Januari 1990 ini semakin penasaran dan tertantang untuk menjalankan usaha. Melihat masih jarangnya pelaku usaha susu di masyarakat dan bahan baku yang mudah di dapat membuat Haidhar memutuskan untuk menjalankan usaha susu aneka rasa dengan nama Momo Milk.

Dalam menjalankan usahanya kali ini, Haidhar mendapatkan keberuntungan seperti dalam hal tempat usaha. Untuk dapat berjualan di pusat perbelanjaan Yogya Bogor Junction ternyata Haidhar tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Karena memang pihak pengelola memberikan syarat bagi hasil 20% dari omset per bulan sebagai biaya sewanya. “Tanpa berfikir panjang Saya langsung mengajukan proposal dan akhirnya di terima oleh pihak pengelola,” ungkap Haidhar.

Diakui Haidhar, pada awal menjalankan usaha cafe susunya ia hanya mengeluarkan modal Rp 800 ribu yang digunakan untuk membeli bahan baku susu, gelas dan juga sendok. Sedangkan untuk peralatan lainnya di siapkan oleh pihak pengelola tempat usaha. Tanpa di duga usaha susu yang dijalankan Haidhar di terima oleh pasar dan terus mengalami perkembangan.

Produk

Susu yang ditawarkan Momo Milk berbeda dari susu kebanyakan, karena memang susu murni yang digunakan diolah pada suhu rendah dan dengan waktu yang lama sehingga dapat membunuh semua bakteri namun tidak menghilangkan kandungan nutrisi yang dikandung di dalam susu.

Selain itu, yang membuat Momo Milk banyak diminati konsumen yang kebanyakan anak muda adalah pada varian rasa yang ditawarkan seperti rasa melon, anggur, cokelat, vanilla dan lain sebagainya serta disajikan dengan menggunakan tempat-tempat yang unik seperti botol, gelas besar, toples beling kecil dan yang lainnya.

Adapun untuk harga yang ditawarkan Haidhar mengaku range harga produk susu di Momo Milk berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu, Seperti misalnya Rp 14 ribu untuk chocolate milkshake, Rp 14 ribu untuk stowberry, Rp 16 ribu untuk momo green tea milkshake, Rp 18 ribu untuk momo matcha milkshake, dan berbagai jenis rasa susu lainnya. Selain menawarkan berbagai macam minuman serba susu, Momo Milk juga  menawarkan berbagai makanan seperti classic cordon bleu white rice Rp 23 ribu, mie ayam jamur bakso Rp 15 ribu dan berbagai makanan lainnya.

Kemajuan yang dicapai Momo Milk dalam 3 tahun bisa dibilang sangat menakjubkan dengan memiliki 3 cabang yang terletak di beberapa daerah seperi kampus IPB, Yogya Bogor Junction, Taman Kencana Bogor, Pajajaran dan Taman Yasmin. Dari ketiga lokasi tersebut dalam satu hari Momo Milk bisa menghabiskan 150 liter hingga 200 liter susu segar, dan omset yang di dapat dalam satu bulan bisa mencapai Rp 250 juta. “Yang tadinya di bantu oleh 1 orang karyawan, sekarang Saya sudah memiliki 40 karyawan,” jelasnya.

Kesuksesan yang diraih Haidhar saat ini ternyata belum membuat pemuda penyuka kuliner ini puas dan ia terus melakukan berbagai terobosan untuk membesarkan usahanya.  Haidhar pun memiliki rencana untuk membuka sebuah resto yang menyajikan berbagai menu khas nusantara.

Waralaba Refleksi Bisa Untung Hingga 50%

 

Meningkatnya kesadaran masyarakat kembali pada pengobatan alami mendorong suburnya klinik/rumah pengobatan alternatif pijat refleksi. Hal ini didasari dengan mulai terkikisnya kepercayaan masyarakat akan penyembuhan dengan cara medis. Selain biaya pengobatan yang cukup mahal, pengobatan medis juga kerap menimbulkan efek samping yang kurang baik akibat mengkonsumsi obat-obatan.

Dampaknya klinik atau tempat yang menyediakan pengobatan alternatif seperti pijat refleksi, bekam, akupunktur, akupresure, totok, pijat tradisional hingga pijat dari mancanegara menjadi pilihan mencari penyembuhan. Fakta lain, banyak pasien yang menderita penyakit kronis sembuh setelah diterapi dengan pengobatan alternatif seperti stroke, diabetes, darah tinggi, hingga dapat melangsingkan, membuat tubuh bugar dan wajah terlihat segar. Dengan demikian tak salah rasanya banyak pelaku usaha di bidang kesehatan dan pengobatan alternatif optimis prospek usaha ini sangat menjanjikan beberapa tahun ke depan.

Hal ini sama persis dengan apa yang dikatakan Gus Minging, pelaku besar usaha pijat reflexology. Menurutnya klinik/rumah pijat refleksi semakin dipilih masyarakat karena menawarkan sesuatu yang alami dibanding klinik pengobatan medis. Mulai dari teknik pengobatan yang digunakan seperti teknik pijat yang makin bervariasi hingga bahan-bahan yang digunakan. Namun tetap saja usaha pijat refleksi yang dijalankan harus memiliki izin resmi dari Dinas Kesehatan dan berada dibawah naungan PAKSI (Persatuan Akupunturis Seluruh Indonesia) atau IKNI (Ikatan Naturopalis Indonesia).

Fenomena tersebut ditangkap oleh banyak pelaku usaha klinik pijat refleksi. Saat ini banyak pelaku usaha pijat tradisional yang kini dikombinasi dengan pijat mancanegara. Bahkan tak jarang pelaku usaha refleksi yang menggunakan bahan pijat selain minyak sebagai bahan utamanya. Dikatakan Gus, langkah tersebut terbilang tepat lantaran pijat mancanegara lebih komplit, apalagi jika menggunakan bahan herbal membuat usaha ini terus diminati masyarakat.

“Persaingan di usaha klinik pijat sudah sangat ketat, dan bila kita tidak bisa mengikuti perkembangan pasar maka cepat atau lambat akan ditinggalkan pelanggan,” ujar Gus mengingatkan.

Keunggulan dan Keunikan

Bagi Anda sebagai pemula dalam dunia usaha tak perlu khawatir dan bingung, karena saat ini banyak pilihan usaha klinik pijat refleksi yang menawarkan peluang kerja sama dengan sistem waralaba atau kemitraan. Tentunya hal tersebut akan memudahkan Anda dalam menjalankan usaha tanpa harus memiliki pengalaman di bidang kesehatan. Sebut saja klinik Beijings Reflexology sebagai spesialis pijat Beijing, China.

Sesuai namanya, klinik pijat refleksi yang digawangi Andi Budiawan ini menawarkan teknik pijat khas Beijing. Seperti yang diketahui, teknik pijat dari negeri tirai bambu ini sudah dikenal sejak lama seperti Akupuntur, Tui Na, Qigong, Fheng Shui, Thai Chi Chuan dan Yin Yang. Dalam praktik pengobatannya, Beijing Reflexology menggunakan beberapa tahap diagnosa mulai dari mengamati, menanyakan, mendengar dan menyentuh.

Jasa pengobatannya terdiri dari pijat refleksi (tangan, kaki dan tubuh), totok aura, ear candle therapy, acupressure serta bekam (kop untuk mengeluarkan angin dan darah kotor). Demi memanjakan pelanggan, ruang treatment ditata rapi dengan kursi refleksi yang bisa diatur sandarannya dan dilengkapi TV cable, musik relaksasi, dan aromatherapy. Andi juga menyediakan tenaga terapis perempuan dan laki-laki.

“Tapi untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, terapis perempuan khusus untuk pasien perempuan saja, sementara terapis laki-laki bisa untuk pasien perempuan dan laki-laki,” jelasnya.

Mau yang lebih unik dan menarik lagi? Simak saja keunggulan dari teknik pijat/totok di klinik Nirwana Reflexy milik Asri Hartani. Dengan menggunakan teknik pijat Tui Na, Asri mengkombinasi teknik pijat/totoknya dengan teh murbei dan kepompong. Teknik pijat Tui Na dilakukan dengan menekan titik-titik akupunktur yang ada di tubuh terutama pada bagian telapak kaki dan tangan.

Refleksi Tui Na ini bisa memberikan penyembuhan pada beberapa penyakit seperti sakit pinggang, sakit kepala, minus di mata, hipertensi dan berbagai penyakit lainnya. Dengan menyatukan teknik Tui Na dan teh murbei akan menambah khasiat misalnya menghilangkan gatal-gatal, membersihkan kotoran dan lemak pada mata, membuat seluruh tubuh menjadi segar serta mengeluarkan racun dalam tubuh.

Tak hanya itu, Asri juga menawarkan pijat dan totok wajah dengan menggunakan kepompong. Menurut para ahli kesehatan, kepompong dipercaya mengandung protein dan asam amino yang berkhasiat untuk mengangkat kotoran seperti komedo dan lainnya. Ada juga totok aura dan totok pelangsing perut dengan menggunakan teknik Tui Na yang mampu mengecilkan perut mulai dari 1 cm per treatment.

“Di sini kita tidak memakai obat-obatan yang diminum, cukup dengan mengoptimalkan Tui Na dan juga ramuan minyak herbal,”  tambahnya.

Menyoal harga, saat ini harga jasa pijat refleksi di klinik manapun terbilang cukup terjangkau dengan kisaran harga yang bervariasi mulai dari puluhan ribu sampai ratusan ribu per treatment. Dalam hal ini, Andi (Pemilik Beijing Reflexology) mematoknya dengan harga Rp 25-50 ribu selama 30-90 menit.  Sementara Asri (Pemilik Nirwana Reflexy memberikan harga pijat dan totok yang variatif mulai dari Rp 25 ribu sampai Rp 250 ribu.

Investasi

Banyak yang menyangka untuk mendirikan usaha klinik pengobatan butuh modal yang lumayan besar mengingat pelayanan yang diberikan juga menjadi nilai penting dalam mendatangkan customer. Namun tidak demikian dengan tawaran kerja sama kilinik/rumah pengobatan refleksi. Investasi yang ditawarkan pun terbilang cukup terjangkau mulai dari puluhan juta seperti Nirwana Reflexy yakni sebesar Rp 30 juta, dan Beijings Reflexology sebesar Rp 35 – 100 juta.

Selain itu, Anda tak perlu khawatir, karena kebanyakan Pewaralaba berani menjanjikan Anda mampu balik modal cepat atau selambat-lambatnya sampai 15 bulan dengan keuntungan bersih mencapai 40 – 60% dari omset. Seperti yang dijanjikan Pewaralaba Beijing Reflexology yang menjanjikan Terwaralaba dapat balik modal dalam waktu 6-15 bulan dengan keuntungan bersih sebesar Rp 6,5 juta/bulan. Belum lagi Nirwana Reflexy yang begitu optimis Terwaralaba mampu balik modal hanya dalam tiga bulan dengan keuntungan bersih hingga 69,5% dari omset.

Amirul Moh. Nur, pengamat waralaba dari Perhimpunan Waralaba mengingatkan calon Terwaralaba (pembeli merek waralaba/Mitra) untuk selalu jeli memilih Pewaralaba, terutama jangan tergiur iming-iming balik modal cepat seperti yang dijanjikan. Pasalnya banyak pemain pemula yang terlalu terburu-buru mewaralabakan usahanya, sebelum populer dan terbukti hasilnya. Amirul juga mengatakan usaha jasa kesehatan allternatif ini memerlukan waktu untuk mengedukasi pasar tentu saja agenda promosi jadi prioritas utama.

“Perlu extra hati-hati, jangan sampai tergiur janji muluk tentang balik modal yang cepat. Apalagi kalau namanya belum populer, bahkan tak terdengar,” jelasnya.

Pemasaran

Dalam menjalankan bisnis, kenyamanan dan pelayanan dari terapisnya patut diperhatikan. Pasalnya, kendala yang umum dihadapi dalam usaha klinik pijat refleksi adalah sulitnya mencari terapis yang handal dan terampil. Kenyamanan dari teknik pijat yang diberikan sangat menentukan kepuasan pelanggan. Untuk itu sebaiknya para terapis dibekali pengetahuan teknik pijat bersertifikat.

“Setiap pelanggan itu keluhannya berbeda, sebaiknya para terapis wajib memperdalam pengetahuan mengenai dunia medis pengobatan alternatif, jika tidak demikian maka usaha tersebut dijamin hanya bertahan sebentar saja,” terang Gus Minging, Pewaralaba Nakamura Reflexology ini.

Faktor lain yang menentukan suksesnya usaha ini yakni lokasi tempat usaha. Dalam hal ini, Yadi Budi Setiawan, selaku Pengamat Marketing menjelaskan saat ini pasar modern (ITC) bisa jadi pilihan Anda untuk melakoni bisnis ini. Pasalnya ITC memiliki konsep yang lebih heterogen dan konsumen yang datang ke sana adalah orang-orang dari segala kalangan. Selain lokasi ini bersih dan aman, harga sewa pun sangat terjangkau.

Lokasi favorit lain yang strategis untuk bisnis ini adalah kawasan padat penduduk, area apartemen dan perkantoran. “Kawasan ini bisa dijadikan lahan basah untuk usaha jasa kesehatan reflexology. Biasanya masyarakat sekarang selalu ingin memanjakan tubuhnya dengan melakukan pijat refleksi setelah lelah dengan pekerjaan, penat dengan hingar-bingar jalanan dan lainnya,”. Jelas Yadi memberikan saran.

Nah, bagi Anda yang ingin menjajal usaha di bidang klinik/rumah pijat refleksi tak ada salahnya mencoba, asalkan Anda berani menentukan pijat khas mana yang akan Anda geluti. Tentunya soal modal tidak akan menjadi masalah, karena bisa disesuaikan dengan budget yang Anda miliki. Selamat mencoba!

Usaha Pembenihan Gurami dalam Galon

0

 

Kebanyakan dari kita tentu sudah mengenal ikan Gurami dengan baik, apalagi jenis ikan ini tergolong ikan yang di gemari berbagai lapisan masyarakat di negeri ini baik dalam bentuk hidup sebagai hiasan di aquarium maupun olahan. Harga ikan Gurami yang di atas rata-rata ikan air tawar lainnya ternyata tidak mempengaruhi permintaan ikan dengan nama latin Osphronemus goramy ini di masyarakat. Melihat hal tersebut, tidak heran bila banyak pembudi daya ikan memilih ikan Gurami sebagai komoditi andalan mereka.

Bagi sebagian orang membudidayakan ikan Gurami membutuhkan lahan yang luas dan modal yang besar. Namun hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena di lahan yang terbatas seperti pekarangan rumah kita juga bisa melakukan pembudidayaan ikan Gurami yang pastinya bisa memberikan penghasilan tambahan bagi keluarga.

Ada beberapa segmen dalam usaha guami yaitu pembibitan mulai dari telur, ukuran gabah, ukuran jempol, hingga ukuran 4 jari dan juga segmen pembesaran. Dari setiap segment tersebut tentunya memiliki beberapa kelebihan baik dari segi permodalan serta target pasarnya.  Jika Anda memiliki modal kecil dan juga lahan yang terbatas seperti yang dialami bapak Eko Susilo, pembenihan adalah solusinya. Sedangkan jika memiliki modal yang besar segmen pembesaran hingga konsumsi bisa menjadi pilihan.

Proses pembenihan ikan Gurami bisa dilakukan dalam media terbatas seperti misalnya kolam di halaman rumah, akuarium dan juga teknik pembenihan yang juga sangat efektif yaitu dengan media galon air. Sepintas pembenihan dengan media galon memang terlihat aneh dan mungkin juga banyak yang tidak percaya. Namun hal tersebut sudah Saya jalankan dan hasilnya bisa dibilang sangat memuaskan.

Kelebihan

Ada beberapa kelebihan yang bisa di rasakan dengan teknik pembenihan dalam galon. Yang pertama pembudi daya dapat langsung menggamati pertumbuhan ikan dan dapat mengontrolnya dengan lebih mudah lantaran permukaan galon yang transparan, dapat menurunkan tingkat kematian benih hingga 20%, dapat menekan modal kerja dan biaya operasional, media budi daya tidak terkena air hujan yang dapat mengubah kondisi suhu, pH, dan jumlah air secara mendadak sehingga nafsu makan ikan dapat dijaga dan kemungkinan dapat mencegah berkembang biaknya bakteri, dan keuntungan yang lain ialah mudah membersihkan kotoran yang ada di dalam media galon itu sendiri.

Proses pembuatan

Peralatan yang dibutuhkan dalam pembudidayaan Gurami dalam galon ini antara lain galon air mineral dengan kapasitas 19 liter, paralon, selang air, bak air, pompa air, pengatur suhu dan kadar air, dan yang terakhir rak galon yang dapat dibuat menggunakan besi. Untuk proses pembuatannya terbagi dalam tiga tahap, pertama memotong bagian dasar galon yang akan digunakan untuk pembenihan.

Jika sudah galon disusun secara bertingkat pada rak besi yang tersedia dengan letak posisi kerucut ada pada bagian bawah, adapun jumlah galon paling banyak biasanya 10 galon dan paling sedikit 3 galon air dan banyak air yang akan di masukan yaitu ¾ bagian galon dengan kapasitas galon ukuran 19 liter.

Tahap kedua, pembuatan bak penampungan air, yaitu sediakan dua buah bak penampungan yang terbagi sebagai media filterisasi dan pembagian air. Jika sudah langkah selanjutnya adalah letakkan bak tersebut dengan tata letak bak yang berfungi sebagai filterisasi di letakkan sejajar dengan galon-galon pembenihan, sedangkan bak pembagian air ditaruh pada posisi tidak sejajar atau lebih tinggi dari posisi galon, hal ini dimaksudkan agar air yang telah melalui proses filterisasi dapat masuk ke bak penampungan air.

Tahap yang ketiga pemasangan paralon, pemasangan paralon dilakukan pada masing-masing bagian kerucut galon hingga terhubung ke bak filter, hal ini bertujuan untuk mengalirkan air yang berada dalam galon menuju bak filter, yang kemudian air tersebut akan diangkut ke dalam bak pembagian air dan kembali di alirkan ke masing-masing galon. Perputaran air seperti ini akan berlangsung secara terus menerus dan lebih efisien karena air yang digunakan benar-benar maksimal tanpa menggantinya dengan air yang baru.

Ketiga tahap tersebut memang agak sulit, namun percayalah jika ada kemauan dan mau menggali lebih dalam, Anda pasti bisa membuatnya sendiri. Bila masih terasa sulit dalam merangkai media galon kami menyediakan satu paket rangkaian media galon siap pakai dengan harganya Rp 3 juta.

Pembenihan Gurami

Seteleh media galon siap, maka langkah selanjutknya ialah melakukan pembenihan ikan Gurami. Diawali dengan pemilihan telur Gurami yang akan di taruh dalam galon. Untuk bisa mendapatkan telur ini bisa di lakukan pemijahan sendiri atau membeli di peternak ikan Gurami.

Bersihkan telur Gurami dan lakukan penyortiran dengan membuat telur yang busuk atau gagal yang biasanya memiliki ciri warna kuning keputihan dan kusam. Setelah bersih kumpulkan telur untuk kemudian di masukan ke dalam galon dengan jumlah maksimal telur yang di masukan ke dalam galon adalah 1000 telur.

Setelah di taruh pada galon biasanya setelah 3 hari telur sudah mulai bergerak dengan ciri berputar-putar dan kemudian disusul dengan tumbuhnya ekor. Pada hari ketujuh larva sudah berbentuk seperti ikan kecil dengan ditandai warna kuning di bagian perutnya. Bagian kuning ini berfungi sebagi sumber makanan cadangan, dengan memiliki cadangan tersebut maka pada saat itu larva tidak memerlukan makanan tambahan.

Makanan cadangan tersebut biasanya akan habis pada hari keenam dan kedelapan, kondisi itu ditandai dengan hilangnya warna kuning pada perut larva. Pada saat itu sebaiknya Anda menyiapkan makanan untuk larva karena jika agar terhindar dari kematian. Adapun jenis pakan yang cocok untuk larva di antaranya plankton, artemia, dan kutu air.

Lama masa pembenihan sampai seukuran gabah memakan waktu paling lama 2 bulan dan benih seukuran tersebut sudah siap jual. Namun jika ingin membesarkannya maka benih dapat dibesarkan pada proses selanjutnya yang biasanya pada media kolom terpal hingga kolam semen.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembenihan Gurami, yang pertama pengaturan suhu. Pada masa pembenihan, suhu menjadi salah satu faktor penting karena suhu yang stabil sangat diperlukan dalam pertumbuhan benih ikan Gurami. Temperature suhu yang baik untuk pertumbuhan benih yaitu 27° – 30°C. Kedua adaaha pH meter, kestabilan pH air juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan benih Gurami dan pH air yang baik untuk pembenihan antar 6-8.

Kiat dan trik Usaha

Sejumlah literature mengenai bisnis Gurami, baik secara teknis budi daya, pangsa pasar, maupun manajemen bisnis ikan konsumsi sangat diperlukan pembudi daya guna menambah wawasan sebelum terjun ke usaha ini. Hal ini akan menjadi dasar pengetahuan pembudi daya selam proses pemeliharaan ikan Gurami.

Selain literature, untuk menekuni usaha ini Anda bisa pula mengikuti pelatihan-pelatihan yang diadakan berkaitan dengan budi daya Gurami ini. Salah satunya dengan melihat dan terjun langsung ke usaha yang dilakukan peternak lainnya, hal ini dapat dilakukan dengan cara observasi langsung ke kolam-kolam peternak/petani.

 

Oleh: Dr. Ir. Elang Ilik Martawijaya, MM

Penemu Pembenihan Gurami di dalam Galon

Sempur Kaler No 71, Bogor, Jawa Barat

Email. elangilik@gmail.com

Email. Ginanjarpratama22@gmail.com

Kiat Sukses Kembangkan Usaha Konveksi

0

 

 Jika memang usaha atau bisnis yang dijalankan selama ini sudah bisa berjalan dengan baik, langkah selanjutnya adalah mengembangkan usaha. Karena di luar sana banyak sekali yang memiliki sebuah usaha namun tidak pernah bisa berkembang dan hanya “jalan di tempat” saja.

Saya ingin mengajak Anda menerapkan prinsip-prinsip bisnis para pengusaha sukses yaitu “Bisnis Boleh dimulai dari Kecil, namun pemikiran dan cita-cita terhadap Bisnis tersebut haruslah Besar”. Misalnya saat ini memulai bisnis dengan cara kaki lima atau bahkan sekadar di area “DPR” alias Di bawah Pohon Rindang.

Sehubungan dengan keinginan untuk membuka butik, Anda bisa melihat kebutuhan lingkungan sekitar tempat lokasi usaha.  Anda bisa melakukan survei pasarnya terlebih dahulu. Misalnya sudah memiliki tempat di suatu daerah.

Katakanlah daerah A. Nah, di daerah A tersebut Anda survei apakah masyarakat sekitar tempat tersebut tergolong masyarakat yang gemar berbelanja di butik? Apakah mereka memiliki daya beli yang memadai untuk membeli pakaian di butik? Dan, apakan mereka peduli dengan mode-mode pakaian?

Kalau ternyata hasil survei menyatakan bahwa lingkungan di tempat lokasi Anda membuka usaha tersebut daya belinya rendah, tidak peduli dengan mode, tidak terpengaruh dengan “gaya hidup” dan secara ekonomi masih mengejar kebutuhan pokok hidup, maka membuka butik di tempat tersebut saya rasa tidaklah cocok.

Yang cocok justru menjual pakaian murah dengan harga grosir, atau menjual baju kiloan, baju bekas layak pakai dan sejenisnya. Jadi saran saya jangan memaksakan diri untuk membuka usaha yang tidak dibutuhkan oleh pasar.

Alangkah lebih baiknya jika Anda mengembangkan usaha jahitan tersebut menjadi usaha konveksi, jadi memproduksi aneka pakaian seperti seragam olahraga, seragam karyawan, bendera, umbul-umbul dan lain sebagainya. Anda bisa mulai mencari channel di kantor-kantor dan sekolah-sekolah. Anda juga sebaiknya mulai memanfaatkan media cetak untuk mengiklankan produk dan jasa Anda.

Membuat daftar nama yang bisa dihubungi untuk ditawari order  pekerjaan konveksi Anda bisa dimulai dari SD tempat Anda dan istri Anda sekolah dulu, kemudian ke SMP, SMA dan seterusnya. Sebagai alumnus tentu kehadiran Anda di sebuah sekolah akan mendapatkan sambutan yang hangat. Kepala sekolah dan guru-guru pasti akan bangga melihat alumnusnya sudah menjadi pengusaha. Kedekatan emosional ini yang bisa Anda manfaatkan untuk  mendapatkan pesanan.

Menurut saya ini cara yang paling effektif untuk dilakukan. Jika usaha konveksi ini sudah maju dan sudah mendapatkan order tetap dan cash flow usaha sudah berjalan dan berputar terus setiap hari, Anda boleh saja kemudian membuka sebuah butik. Menurut saya membuka sebuah butik itu bukan semata-mata mengejar pendapatan finansial, namun lebih menjurus ke sebuah gaya hidup dan para pembelinya pun orang-orang  yang mengejar kebutuhan “gaya hidup” bukan kebutuhan pokok.

Jika usaha untuk memenuhi kebutuhan pokok sudah tercapai, tidak ada salahnya Anda suatu saat juga membuka usaha yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan “gaya hidup“. Memang di bisnis butik perputaran uang tidak sekencang di bisnis ritel, namun bisnis butik sangat efektif sebagai sarana untuk bergaul dengan kalangan yang lebih luas, mencari partner bisnis baru dan memungkinkan Anda untuk “naik kelas” sebagai seorang pengusaha yang lebih diakui masyarakat. Selamat berbisnis dan semoga sukses.

 

Oleh: Ariyanto M.B.

Konsultan & Perencana Bisnis

Direktur Flash 999 Groups

Tumbuhkan Rasa Nasionalisme, League Luncurkan Produk Berkonsep Pride of Indonesia

0

 

Pada perayaan hari kemerdekaan Indonesia yang ke 74 kemarin, produsen pakaian olahraga League meluncurkan produk yang dapat menumbuhkan rasa nasionalisme. Dengan mengusung konsep ‘Pride of Indonesia’ League mengenalkan produk teranyarnya di Main Atrium Pondok Indah Mall 2, Jakarta, Sabtu (17/08/2019).

Syationo Syahruddin Abas selaku General Manager, Sales Operation League mengatakan, Pride of Indonesia dari League merupakan hasil kolaborasi desainer muda Indonesia yang tergabung di League dangan Talenta Muda Indonesia, diantaranya dengan Indonesia Sneaker Team (IST), komunitas Westbike Messenger, salah satu vokalis band Pee Wee Gaskins, Dochi Sadega, hingga pembalap muda Moto2, Dimas Ekky Pratama.

League turut mengundang para atlet yang bekerjasama, demi memeriahkan panggung fashion show yang digelar oleh brand tersebut. Mulai dari pelari nasional hingga anak muda bernama Athallah Lantang, pemain Yoyo yang telah menorehkan banyak prestasi di tingkat nasional.

Tak sampai disitu, apparel asal Jakarta juga menghadirkan produk-produk hasil kolaborasi dengan berbagai komunitas, atlet hingga influencer ternama di Indonesia. Dalam kolaborasinya, League sebagai apparel ingin menunjukkan jika anak muda Indonesia memiliki ide kreatif untuk menghasilkan suatu desain produk yang menawan.

League mempunyai empat produk baru sneakers hasil kolaborasi dengan berbagai desainer talenta muda Indonesia. DimGas, sepatu hasil kolaborasi dengan pembalap muda Indonesia di Moto2. Lalu, ada Swave CMWC Westbike Series, sepatu hasil desain dengan komunitas sepeda kurir. Yang paling ditunggu-tunggu ialah Sadega Runner, merupakan sepatu hasil kolaborasi dengan Dochi Sadega, vokalis dari band ‘Pee Wee Gaskins’.

Pasar Bumbu Seasoning (Perasa) Makin Mengkilat

0

 

Prospek usaha bumbu instan baik yang bubuk maupun basah (pasta) memiliki prospek yang sama-sama menjanjikan. Perbedaannya hanya pada segmentasi yang dituju dan lama tidaknya daya simpan kedua jenis bumbu tersebut. Bumbu bubuk instan  antara lain seperti:  bumbu ayam fried chicken , bumbu nasi goreng, bumbu sayur asem,  juga bumbu tabur perasa (seasoning) yang banyak dibutuhkan UKM  makanan ringan misalnya untuk jenis makanan ringan snack maupun chiki skala rumahan. Sedangkan bumbu pasta  (basah) biasanya digunakan sebagai bumbu rendang, bumbu kari, bumbu opor yang sangat banyak dibutuhkan pelaku usaha catering, restoran, dan rumah makan.

Menurut Pengamat Kuliner Enita Sriyana, dilihat dari sisi daya simpan, tentu bumbu bubuk kering memiliki masa kadaluarsa lebih panjang daripada bumbu pasta yang banyak mengandung air. Jika bumbu pasta tidak diproses dengan higienis, dikemas dengan plastik atau aluminium foil dan divacum, maka bumbu bisa cepat rusak. Namun, pasar pengguna bumbu pasta biasanya memesan bumbu dalam jumlah besar yang dilakukan secara kontinu.

“Bumbu bubuk tak perlu pengawet selama bumbu yang dihasilkan benar-benar kering. Sedangkan bumbu pasta, bisa menggunakan bahan pengawet alami seperti garam dan gula atau bahan anti gumpal dan monosodium benzoat (bahan pengawet yang food grade, -red),” ujar Enita.

Menurut Yanti Isa, direktur PT Magfood Pangan Inovasi, tak banyak perusahaan yang menyediakan bumbu instan yang menyasar kelas UKM, padahal sebagian besar pelaku usaha di Indonesia adalah UKM.

“Yang banyak dan dikenal di kita adalah produsen besar yang membuat bumbu instan yang dikemas dengan kemasan bagus dan dijual di supermarket dan menyasar konsumen pengguna langsung (ibu rumah tangga, –red). Sedangkan yang menyasar usaha seperti pabrik keripik, bakso, siomay skala rumahan belum banyak, Padahal satu tukang keripik singkong saja bisa pesan bumbu tabur perasa (seasoning) 1-2 ton tiap bulan. Jadi prospek usahanya masih sangat bagus dan menjanjikan,” beber Yanti salah satu peraih Ernest & Young Entrepreneur Wining Women 2010.

Modal

Melihat belum banyaknya perusahaan bumbu instan dan seasoning, Edi Susanto, Direktur Natura Prima, tak segan mengeluarkan modal Rp 1 miliar dua tahun lalu untuk invetasi pada usaha bumbu instant dan seasoning. Modal  tersebut digunakan d untuk membangun pabrik dan membeli mesin-mesin serta penyediaan bahan baku yang sebagian masih diimpor.

Namun bila Anda ingin berusaha  di bidang bumbu jadi untuk skala rumahan dengan modal yang tidak begitu besar,  Anda bisa meniru usaha bumbu rempah yang mengusung bendera  Rempah Spice. Usaha Rempah Spice   dirintis tahun 2000, modal awal yang digunakan hanya sebesar Rp 10 juta itupun sudah termasuk sewa tempat Rp 5 juta. Bahkan berdasarkan hitungan usaha skala rumahan, usaha bumbu instan sudah bisa dimulai dengan modal  hanya sekitar Rp 650 ribu untuk satu jenis bumbu seperti bumbu nasi goreng dengan peralatan masak sederhana.

Dikatakan Yanti, yang  harus diperhatikan dalam usaha ini adalah penggunaan bahan baku harus bagus, peralatan dan prosesnya harus higienis serta pengemasannya juga  harus baik. “Karena ini usaha makanan kita nggak boleh sembarangan akan kualitas produk. Jika ingin usaha berlanjut produsen bumbu instan harus memiliki lab dan tempat produksi yang bebas kontaminasi, agar produk yang dihasilkan aman dikonsumsi,” tambahnya.

Nah, agar dapat menghasilkan bumbu instan yang aman dan berkualitas sebaiknya produsen bumbu instan mengantongi  Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP – IRT) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan sertifikat halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Harga jual bumbu instan dan bumbu seasoning  sendiri  saat  ini mulai dari Rp 2,5-3 ribu per 30 gram untuk bumbu bubuk nasi goreng, bumbu pasta balado Rp 54 ribu/kg dan Rp 32 ribu/kg untuk bumbu seasoning rasa barbeque serta Rp 55 ribu untuk bumbu seasoning ayam lada hitam. Harga di tingkat  produsen  sendiri bervariasi, namun biasanya semakin banyak jumlah bumbu yang dibeli  konsumen harganya bisa lebih murah. Misal saja untuk seasoning rasa keju manis yang dijual Rp 46,5 ribu/kg harganya akan turun menjadi Rp 42,5 ribu untuk pembelian 10 kg dan Rp 37,5 ribu untuk pembelian 20 kg.

Bukan hanya itu, harga dan rasa bisa disesuaikan dengan keinginan. Seperti yang diterapkan Magfood yang bisa membuatkan bumbu secara customized (sesuai pesanan). ”Dengan penggunaan bumbu sebanyak 3-5% untuk bumbu seasoning dan 10% untuk bumbu perasa ikan, sapi atau ayam di nugget 10% maka kita bisa tentukan komposisi bahan yang disesuaikan dengan harga jual konsumen kita yang sebagian besar UKM,” tambah Yanti.

Sementara itu, untuk bumbu seasoning rasa super pedas dan warna yang ngejreng sangat diminati pelaku usaha UKM makanan ringan yang  menjual produk makanan dengan segmen kelas bawah, sedangkan  seasoning rasa barbeque, rumput laut dan keju dengan warna yang tidak mencolok dipilih pedagang makanan ringan yang menyasar kelas menengah. Bumbu seasoning kombinasi rasa seperti keju manis pedas dan bumbu rendang, dan nasi goring, saat ini paling banyak dibeli perusahaan UKM makanan ringan.

Dengan makin berkembangnya usaha makanan ringan yang kini banyak diterjuni para pelaku usaha UKM atau rumahan, maka perkembangan bumbu instan, terutama bumbu perasa atau seasoning makin mengkilat. Dan bila Anda ingin terjun dalm bidang usaha bumbu seasoning, maka ada baiknya  terlebih dahulu Anda bisa mengajak kerjasama perusahan-perusahana makanan kecil, dimana nantinya Anda akan menjadi supplier  atau pemasok untuk bumbu perasanya.

Pemasaran

Menurut Yuliana Agung, pengamat marketing dari Centre for Customer Service & Loyalty (CCSL) usaha bumbu instan sangat cocok dipasarkan B to B (Business to business) seperti dipasarkan pada restoran, catering, pedagang di pasar dan pelaku usaha kecil rumahan seperti snack kemasan untuk anak-anak.

Yuliana menambahkan meski dijual secara B to B namun penggunaan merek dagang (branding) tetap diperlukan, apalagi jika ingin menyasar konsumen langsung seperti perusahaan besar bumbu instan yang produknya banyak masuk mal. Sementara itu untuk meningkatkan penjualan gunakan kemasan yang atraktif seperti warna merah lengkap dengan gambar hasil masakanyaa, serta cantumkan cara penggunaannya secara detail.

Melihat dari data dari Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (GAPMI) bahwa 30% pelaku usaha di Indonesia bergerak di bidang makanan dan 65% tersebar di Pulau Jawa, 22-24% di Sumatera dan sisanya terbabar di Indonesia Timur, menunjukkan bahwa usaha bumbu instan juga berpeluang dikembangkan di daerah. Tri Wibowo Susilo, Wakil Ketua GAPMI mengatakan pemasaran masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, namun karena pengguna bumbu instan juga pelaku usaha UKM yang banyak tersebar di daerah pinggiran kota dan daerah.

Nah, agar usaha cepat dikenal, promosi melalui pameran dianggap sangat tepat untuk memperkenalkan produk seperti yang dilakukan produsen bumbu instan merek Rempah Spice dan Gerak Tani yang produknya banyak dibawa keluar negeri melalui ajang pameran. Sementara itu, cara lain yang juga cukup ampuh seperti yang dilakukan Teger Beremamanta, Pemilik PD. Terbang yang memperkenalkan produknya dengan cara memberikan sampel produk pada calon pelanggannya.

Kendala dan Risiko

Adapun kendala yang kerap dihadapi pelaku usaha bumbu instan adalah harga bahan baku cepat naik seperti cabai yang tergantung musim atau bumbu yang masih harus diimpor sepeprti oregano, garlic (bawang putih) dan MSG (monosodium glutamate) yang  tentu saja  harganya tergantung Dolar.

Selain itu, tidak standarnya bahan baku yang diperoleh juga dikeluhkan pelaku usaha. Untuk itu pelaku usaha sebaiknya memiliki 3-4 supplier bahan baku untuk mengatasi kendala tersebut. Sedangkan risiko bumbu instan  kadaluarsa sebelum masa waktunya  bisa terjadi, jika bahan baku, proses produksi dan pengemasannya kurang higienis.

Dari beberapa palaku usaha yang ditemui, persentase keuntungan yang diperoleh peaku usaha bumbu instan  mulai dari 20% hingga 50%. Namun produsen yang lebih banyak memproduksi bumbu seasoning dan bumbu bubuk instan memiliki keuntungan yang jauh lebih besar seperti yang dialami oleh perusahaan bumbu  Rempah Spice yang fokus pada produksi bumbu bubuk. Sedangkan omset dan keuntungan yang besar diperoleh Natura Prima, produsen seasoning dan bumbu instan yang mencapai omset Rp 1 miliar  dengan tingkat keuntungan sebesar 300 juta (30% dari omset).

Kiat Membuat dan Memasarkan Produk Fashion Animasi

 

 Bicara mengani produk fashion tidak akan ada habisnya. Pasalnya setiap saat pelaku usaha fashion terus melakukan pengembangan pada produk agar tetap diminati konsumen. Untuk produk fashion dengan desain animasi lucu ini memang sengaja dibuat karena peminat animasi bukan hanya anak-anak melainkan juga kalangan orangtua maupun dewasa.

Modal awal yang digunakan untuk memulai usaha ini bisa dibilang tidak ada (nol rupiah), karena sewaktu memulai usaha masih menggunakan sistem PO dengan sistem tersebut saya hanya ‘menjual’ gambar dari pakaian yang akan di produksi. Disebarkan melalui intenet, ataupun lingkungan teman kuliah. Dan menariknya dari sistem ini, uang pemesanan yang digunakan untuk memproduksi barang selalu dibayar di muka.

Produk Fashion

Beberapa produk yang dibuat sangat beragam mulai dari T-shirt, hoodie, trucker hat, caps, snapback, dan berbagai produk fashion lainnya. Harga yang ditawarkan sangat beragam tergantung dari jenis produk dan juga desain yang diinginkan. Seperti misalnya Rp 90 ribu untuk produk T-shirt hingga Rp 350 ribu untuk produk denim pants, untuk produk yang best seller yaitu hoodie karakter dan tas karakter Hellmo dengan kisaran harga dari Rp 200 hingga Rp 250 ribu per pcs.

Sesuai dengan temanya yaitu produk fashion dengan desain karakter maka setiap bentuk produk yang di buat memiliki karakter tersendiri sehingga konsumen yang membeli lebih merasa bahwa karakter yang mereka pilih adalah bentuk apresiasi yang mereka inginkan. Kebanyakan karakter yang ditampilkan adalah karakter yang sudah tidak asing lagi di masyarakat seperti Hellmo. Angribird, Panda dan lain sebagainya. Selain itu, setiap produk yang di buat memiliki edisi tersendiri sehingga tidak akan sama.

Selain bentuk karakter yang menjadi keunggulan lain dalam produk ini adalah kualitas produk dan juga bahan baku yang digunakan. Bahan baku yang di pergunakan cukup banyak seperti Cotton Combed 30s, 40s, Cotton Fleece, Velboa, Leather, dan lainnya. dan bahan baku tersebut di dapatkan dari daerah Bandung, Jawa barat yang juga disebut sebagai pusat fashion Tanah Air.

Pembuatan

Untuk membuat berbagai produk fashion ini, saya mendapatkan ide dari banyak hal seperti misalnya dari mainan, komik, kartun, atau apapun yang saya lihat atau alami. Proses pembuatan pada dasarnya tidak jauh beda dengan proses pembuatan jaket atau hoodie lainnya, hanya ada sedikit penambahan aplikasi mata, telinga dan mulut. Semua karakter ini berawal dari karakter 2D yang kemudian dituangkan ke dalam berbagai produk fashion.

Dalam tahap pembuatan ini khususnya untuk produk hoodie maupun jaket, sebaiknya dipersiapkan dahulu bahan baku serta alat bantu yang dibutuhkan. Setelah semua produk siap langkah berikutnya adalah pembuatan pola di atas bahan, kemudian di potong sesuai dengan pola yang telah dibuat mulai dari bagian tangan, badan, hingga penutup kepala. Setelah itu jahit sesuai dengan gambar yang diinginkan, jangan lupa pemasangan aplikasi mata, kuping dan mulut.

Bila sudah di jahit lengkap dengan bagian-bagiannya, maka bisa dilanjutkan dengan menambahkan sablon atau gambar di bagian depan dan belakang, jangan lupa lakukan pengecekan apakah jaket yang diinginkan telah sesuai dengan keinginan.

Promosi

Dalam memperkenalkan produk fashion ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya ialah dengan melakukan kerja sama pada beberapa toko fashion dengan sistem yang di sepakati bersama. Selain itu juga bisa dilakukan dengan mempromosikan ke teman, saudara dan juga melalui media online serta jejaring sosial yang bisa menjangkau daerah yang luas. Dengan berbagai sistem pasaran yang dilakukan tidak heran bila produk fashion karakter ini banyak diminati pasar dan telah mendapatkan konsumen di seluruh Indonesia.

Prospek dari usaha ini sangatlah menantang karena cukup banyaknya pesaing yang menggeluti usaha ini. Tapi nilai positifnya, hal tersebut menjadikan sebuah dorongan agar kita terus berkreasi dengan berbagai desain yang dibuat. Untuk kendalanya sendiri, ada pada penjahit atau juga pengrajin. Karena tidak semua penjahit mampu menjahit produk ini dengan baik. Solusi yang bisa dilakukan untuk mendapatkan penjahit berkualitas ialah dengan banyak mencari dan melatih penjahit-penjahit baru.

 

oleh : Lukki Herdian (Rukki), pemilik Hellmo Artwear

Perum Oesman Singawinata, Blok D XI No. 5-6 Purwakarta, Jawa Barat

website            : www.rukkirackat.weebly.com / hellmo-artwear

email                : rukkirackat@yahoo.com / hellmo_official@yahoo.com

twitter             : @rukkirackat / @hellmo_artwear

facebook         : Hellmo Artwear / Rukki Rackat

Jadi Jutawan dari Usaha Konsultan Digital Marketing

0

 

 Ide usaha bisa datang dari mana saja, terkadang pengalaman bekerja juga bisa di jadikan inspirasi dalam merintis sebuah usaha. Adalah Erlangga Negara yang memutuskan untuk menjalankan usaha jasa penjualan online seperti bidang usaha yang dijalankan perusahaan tempatnya bekerja. Pengalaman bekerja di sebuah perusahaan penjualan online selama dua tahun sudah cukup bagi pemuda yang akrab disapa Angga ini untuk mengetahui seluk beluk usaha di bidang online.

Bila dilihat dari latar belakang pendidikan, bisa dibilang Angga yang menyelesaikan pendidikan SI pada bidang Hukum ini, sama sekali tidak ada hubungannya dengan bidang IT yang menjadi bidang usahanya saat ini. Namun dengan keinginan untuk terus belajar membuat Angga berlahan-lahan memiliki pemahaman pada bidang tersebut.

Pada awal menjalankan usaha, Angga melakukannya secara kecil-kecilan dan dilakukan di sela-sela kesibukannya bekerja. Hal pertama yang ia lakukan dalam menjalankan usaha online ialah dengan memasarkan produk peralatan masak frying pan yang di pasarkan di website gratis multiplay.com. Dengan pemasaran yang gencar membuat produk yang ditawarkan Angga banyak di cari dan ia pun kebanjiran pesanan untuk produk frying pannya.

“Awalnya Saya menjualkan frying pan dan ternyata respons dari masyarakat sangat bagus,” jelasnya.

Melihat respons yang sangat menjanjikan dan juga menyadari pengguna internet yang semakin hari semakin meningkat sehingga dapat mempengaruhi perkembangan bisnisnya, membuat Angga mencoba untuk serius dalam menekuni usahanya. Karena itu, Angga yang tadinya hanya memanfaatkan pemasaran melalui situs tidak berbayar, mulai membuat domain sendiri dengan nama www.pusatretail.com.

“Setelah berjalan 5 bulan usaha, Saya memutuskan untuk lebih serius dan membuat domain sendiri di dunia maya,” ujarnya.

Dalam membangun usaha yang dirintisnya sejak 2012 ini, Angga mengaku mengeluarkan modal yang tidak terlalu besar yaitu sekitar Rp 500 ribu. Modal tersebut di gunaannya untuk biaya jasa pembuatan website sebesar Rp 300 ribu, hosting Rp 100 ribu dan domain Rp 100 ribu.

Setelah memiliki domain sendiri, Angga mulai memberanikan diri untuk mengajak beberapa pelaku usaha atau vendor untuk memasarkan produk mereka di domain miliknya. Dan vendor awal yang menjadi konsumennya adalah perusahaan di bidang fesyen  dan perlengkapan olahraga. “Pada awalnya vendor tersebut belum begitu terkenal, namun berkat gencarnya pemasaran di dunia maya membuat perusahaan tersebut mendapatkan banyak pesanan,” ungkapnya.

Digital Marketing

Dengan semakin menggeliatnya usaha digital marketing yang ia jalankan, membuat Angga memutuskan untuk total menjalankan usaha dan berhenti dari tempatnya bekerja. Sejalan dengan semakin banyaknya permintaan untuk marketing online maka Angga mulai mengganti websitenya dengan yang lebih baik dengan nama www.marketinginternet.co.id

Dalam menjalankan usaha jasa Konsultan Digital Marketing, Angga mencoba memberikan berbagai pelayanan dan konsumen dapat berkonsultasi seputar bidang digital marketing. Beberapa pelayanan yang ditawarkan misalnya bagaimana menggunakan sosial media yang benar dan mampu mempengaruhi penjualan serta cara berpromosi yang benar melalui digital marketing.

Untuk penggunaan jasa yang ditawarkan oleh Angga ada dua sistem pembayaran yaitu sistem bagi hasil dari pendapatan dan sistem kontrak. Untuk sistem kontrak, penawaran yang diberikan oleh Angga adalah per 6 bulan dan per tahun. Untuk kontrak 6 bulan angga mematok harga Rp 95 juta, dan untuk per satu tahun Rp 185 juta.

Dalam proses pembayarannya bias dilakukan per tiga bulan. Sedangkan untuk bagi hasil sendiri, Angga menetapkan pembagian hasil sebesar 50% dari keuntungan bersih mitra setiap bulan. “Dana yang dibayarkan tersebut sudah termasuk biaya pembuatan website, pengelolaan website, promosi manajemen digital marketing dan lain sebagainya.

Dengan berbagai kelebihan yang diberikan tidak heran bila usaha jasa konsultan digital marketing yang dijalankan Angga mendapatkan respons positif dari para kliennya. Kesuksesan yang diperoleh Angga dalam menjalankan usahanya yang baru berumur sekitar satu tahun ini dapat dilihat dari omset usaha yang sudah mencapai sekitar Rp 170 juta per bulannya.

Pernah Tertipu

Meski bisa dibilang saat ini Angga sudah memperoleh kesuksesan namun ternyata perjalanan untuk mencapai hal tersebut tidaklah mudah. Hal itu bisa dilihat dari pengalaman beberapa kali sepat tertipu oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab baik pada saat mau memulai membuat domain sendiri maupun setelahnya.

Seperti dikatakan Angga, pada saat membuat domain pertama ia di bohongi oleh orang yang dipercaya membuat domain website usahanya. Setelah uang dibayarkan, domain yang di pesan tidak dibuat dan orang yang bersangkutan tidak diketahui keberadaannya

Selain tertipu pada pembuatan domain, Angga juga pernah dibohongi oleh seseorang yang di percaya membuat modul untuk website usahanya. “Hal tersebut sama seperti pada saat membuat domain, ketika uang sudah di bayarkan orangnya menghilang dan tidak bisa di hubungi,” ungkapnya.

Meski dalam menjalankan usahanya Angga banyak mengalami pengalaman pahit, namun berkat kesabaran dan semangat dalam menjalankan usaha, kini Angga telah bisa menikmati hasil kerja kerasnya. Selain telah mengantongi omset hingga ratusan juta, kali ini pemuda lulusan S2 Marketing ini sudah memiliki 5 orang karyawan yang membantu usahanya.

Prospek Menjanjikan

Karena usaha yang dijalankan Angga berhubungan internet, maka tidak heran jika usaha yang dijalankannya semakin hari semakin berkembang. Apalagi dengan jangkauan pemasaran melalui internet yang sangat luas membuat sistem pemasaran ini banyak diminati pelaku usaha dalam mempromosikan usaha mereka.

Kiat Mengatasi Pembayaran Macet

0

 

Manjalani usaha bimbingan belajar yang kerap berhadapan dengan pembayaran yang macet, Anda bisa tetap menjalankan sistem dan mekanisme yang dilakukan selama ini. Selain itu Anda bisa membuat mekanisme pembayaran yang bekerja sama dengan pihak perbankan.

Misalnya pembayaran dilakukan via bank dengan cara autodebet. Atau yang sederhana, kita menyediakan beberapa rekening bank sehingga memudahkan konsumen untuk membayar via rekening bank yang dimilikinya. Cara ini dimaksudkan karena terkadang ada konsumen yang malas transfer antarbank atau tidak mau kena biaya tambahan transfer.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan sistem manual, maksudnya dengan cara menggunakan kasir. Kasir ini lebih baik buka di waktu di mana ramai konsumen (peserta bimbingan belajar) atau biasanya sore. Kasir diharapkan tidak hanya buka mengikuti jam buka kantor atau hanya sampai jam 4 saja karena seringkali tempat kursus atau bimbel (bimbingan belajar) ramai di sore dan malam hari. Kasir juga akan lebih baik jika dilengkapi dengan EDC (alat baca kartu kredit/debet) sehingga bisa memudahkan konsumen untuk membayar non-tunai.

Hal kedua yang terkait adalah mengenai perilaku konsumen itu sendiri. Walaupun sistem sudah dibuat dengan baik, tapi jika perilaku konsumen tidak mendukung, masalah penagihan ini akan tetap ada. Perilaku konsumen yang malas, tidak disiplin, dan lupa akan pembayaran selalu ada di setiap usaha.

Dibuatnya sistem adalah untuk mengantisipasi perilaku negatif konsumen seperti itu. Konsumen yang malas kita mempermudah dengan penyediaan pilihan rekening, mesin EDC, dan lainnya. Konsumen yang lupa dan tidak disiplin perlu terus-menerus diingatkan dengan ditelepon setiap beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran bimbel.

Perlu diingat bahwa perilaku konsumen akan lebih negatif jika pelayanan juga dipandang negatif. Konsumen yang tidak puas atau merasa kecewa cenderung lebih lambat lagi dalam menyelesaikan pembayaran. Akan tetapi yang menjadi dilema adalah konsumen yang puas belum tentu akan lebih baik dalam membayar.

Hal ini bisa ditangani dengan cara peraturan yang “menghukum” konsumen yang terlambat bayar. Selain cara itu, bisa juga dengan dibuatnya aturan yang memberikan reward bagi yang lancar dalam pembayaran atau membayar lebih cepat dari jatuh tempo pembayaran.

Reward tersebut dapat berupa pemberian discount atau cash back untuk pembayaran sebelum tanggal tertentu. Harga bayar bimbel dengan lunas tanpa cicilan lebih murah dari bayar cicil. Atau bisa juga diadakan undian dengan memberikan kupon undian hanya bagi konsumen yang sudah membayar uang bimbel.

 

Diasuh oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email   : gozali@perencanakeuangan.com

Dukung Penggunaan Transportasi Massal, Intiland Bangun Tempat Parkir Dekat Stasiun MRT

 

Visi Kota Jakarta mengembangkan Ibu Kota yang terbiasa menggunakan transportasi massal mendorong PT Intiland Development Tbk membangun fasilitas parkir mobil dan motor untuk public di dekat stasiun MRT yang diberi nama Park and Ride.

Untuk pertama, Park and Ride dibangun dan diresmikan di kawasan mixed use South Quarter, Jakarta Selatan. Peluncuran ini ditandai dengan penandatanganan kerja sama antara PT MRT Jakarta dan PT Intiland Development Tbk sekaligus pengoperasian fasilitas Park & Ride.

Lokasi kawasan ini sangat strategis karena berada di koridor utama TB Simatupang dan berada di antara Stasium MRT Fatmawati dan Stasiun MRT Lebak Bulus Grab. Lokasi Park and Ride ini mudah dijangkau hanya berjarak sekitar 700 meter dari dari Stasiun MRT Fatmawati dan sekitar satu kilometer dari Stasiun Lebak Bulus Grab. Selain di South Quarter, berikutnya segera dibuka di sekitar area Lebak Bulus, Jakarta Selatan.

Direktur Pengembangan Bisnis PT Intiland Development Tbk, Permadi Indra Yoga, mengatakan, PT MRT Jakarta dan manajemen Intiland berpendapat penyediaan fasilitas Park and Ride memudahkan masyarakat mencari area parkir terdekat dengan stasiun-stasiun MRT Jakarta.

Setidaknya mengalokasikan lahan seluas 3.500 m2 untuk area parkir yang mampu menampung sebanyak 75 mobil dan sekitar 30 unit sepeda motor. Tersedia juga layanan bis TransJakarta yang akan mengantar para penumpang dari halte Park and Ride menuju stasiun MRT terdekat.

Adapuin tarif parkir yang berlaku reguler, tarif parkir di Park and Ride jauh lebih murah, yakni hanya senilai Rp5.000 per hari untuk mobil dan Rp2.000 per hari untuk sepeda motor.