Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 794

Sugacube, Pionir 3D Figure di Indonesia

0

 

Jika biasanya kita melihat action figure dalam bentuk para superhero, bagaimana jadinya jika anda yang menjadi object action figure tersebut?. Ide tersebut yang melatar belakangi berdirinya Sugacube 3D Studio. “Waktu kecil saya dan kakak saya suka mengoleksi action figure superhero. Dari situ kita berkhayal bagaimana rasanya kalau kita sendiri yang menjadi action figure tersebut? Ide masa kecil tersebut akhirnya bisa saya wujudkan lewat Sugacube,” ujar Harry Liong, Pemilik Sugacube.

Dikatakan pria yang akrab disapa Harry ini sebelumnya sudah melakukan research sejak 2013. Dalam melakukan research Harry mengaku dibantu seorang rekan yang kebetulan seorang engineer dari Spanyol yang memang menjadi Negara asal industri 3D scanning dan 3D printing. “Namun itu hanya teori saya sedangkan untuk setting teknologinya benar-benar secara otodidak,” ujarnya.

Setelah mendapatkan metode yang tepat dan efisien, akhirnya Harry memberanikan diri membuka Sugacube pada April 2014 di Bandung, Jawa Barat. Disinggung soal modal awal Hary mengaku harus merogoh kocek sebesar Rp 3 miliar hanya untuk peralatan yang harus di impor dari Amerika. Menurut Harry di Indonesia sendiri belum ada usaha sejenis, dan di dunia sendiri Sugacube merupakan yang ke 6 di usaha ini.

“Di Indonesia sendiri pelaku usahanya belum banyak. Sebelum Sugacube baru ada 1 pelaku usaha 3D printing, namun teknik yang mereka gunakan berbeda dengan saya, selain itu produk yang ditawarkan juga berbeda sehingga segmentasi pasarnya juga berbeda,” ujarnya.

Benar saja, karena masih tergolong baru, Sugacube langsung dibanjiri pelanggan khususnya yang berasal dari Jakarta. “Justru masyarakat Bandung masih skeptis, dan bertanya-tanya aduh ini apa ya?,” ujarnya. Melihat mayoritas pelanggannya dari Jakarta, maka November 2014 Harry memutuskan untuk hijrah ke Jakarta, sedangkan di Bandung hanya tempat produksinya saja.

3D Figure

Dikatakan Harry teknologi 3D printing memang sudah ada di Indonesia sejak 2007, namun saat itu lebih ke prototype sebuah benda seperti botol, atau rumah. Maka berbeda dengan Sugacube menawarkan kepada pelanggan 3D figure dirinya sendiri yang dapat digunakan sebagai pajangan, dekorasi wedding cake, atau untuk mengabadikan sebuah momen.

Untuk dapat menghasilkan 3D figure Harry harus melewati 2 tahap yaitu 3D scanning dan 3D printing. 3D scanning adalah proses men-scan object (pelanggan,-red) dengan menggunakan 75 kamera agar mendapatkan hasil dimensi yang akurat. Harry mengaku sengaja menggunakan 75 kamera demi memberikan kenyamanan bagi pelanggan.

Bukan tanpa alasan Harry memilih metode 3D scanning dengan menggunakan 75 kamera pasalnya metode scanning lainnya seperti Qnex misalnya, maka objek tidak boleh bergerak dalam 2-3 menit, jika bergerak sedikit saja maka proses scan akan gagal. Sedangkan proses 3D scanning yang dilakukan Harry hanya butuh 1-3 detik saja. “Tentu itu akan sangat sulit dan tidak nyaman bagi pelanggan jika harus diam tidak bergerak dalam beberapa menit, bagi saya juga sangat tidak efisien,” ujarnya.

Gambar yang dihasilkan dari 3D scaning proses selanjutnya direndering (digabungkan) menjadi satu dan di-match untuk mendapatkan bentuk yang sesuai dengan objek yang difoto. Setelah mendapatkan bentuk yang dinginkan proses selanjutnya adalah 3D Printing dengan menggunakan bahan sandstone yang diimpor langsung dari Amerika. “Terakhir kita kita semprotkan cairan khusus agar warnanya lebih keluar,” terangnya.

SugaCube mampu membuat 3D figure dengan tingkat kemiripan hingga 90% dari aslinya, apa yang dipakai pada saat 3D scanning maka itu yang akan di cetak. SugaCube menawarkan 5 skala yang ditawarkan mulai dari paling kecil dengan skala 1:20 hingga paling besar dengan skala 1:5.

Mengingat teknologi yang digunakan masih terbilang baru dan bahan baku yang harus impor, maka harga yang ditawarkan tidak bisa dibilang murah. Harga yang ditawarkan SugaCube berkisar antara Rp 700 ribu hingga Rp 30 juta tergantung skala dan banyaknya bahan baku yang digunakan. “Belum lama ini saya mengerjakan pesanan 3D figure pesanan khusus berupa kepala saja dengan skala 1:1,” ujarnya.

Dari harga tersebut Harry mengaku mendapatkan margin keuntungan sebesar 150% dari biaya produksi atau sekitar 60% dari harga yang ditawar. Menurutnya margin keuntungan tersebut sudah termasuk risiko jika proses pembuatan 3D figure mengalami kegagalan. “Prosesnya selama 2 minggu, dan kalau gagal kita malah akan rugi karena harus mengulang lagi dari awal,” ujarnya.

Pemasaran

Untuk pemasaran Harry mengatakan karena yang dijual SugaCube adalah momen, maka Harry banyak melakukan kerjasama dengan EO maupun corporate, misalnya kita bisa bikin wedding topper cake. Belum lama ini SugaCube bekerja sama dalam peluncuran Starwars. “Beberapa kita suruh orang yang memakai costume tokoh dalam Starwars untuk melepas topengnya dan kita beri penghargaan kepada mereka,” ujarnya.

Selain itu Harry juga menjalin kerjasama dengan corporate yang ingin mengadakan gala dinner dan memberi penghargaan pada seseorang. Untuk event gala dinner Harry mengaku mampu melakukan setup cukup dengan 20 kamera dan scan setengah badan. Selain EO dan corporate, ada juga perorangan yang sengaja datang ke SugaCube untuk mengabadikan momen mereka. “Misalnya ada yang ingin dibuatkan patung saat sedang hamil atau wisuda,” tambahnya.

Kedepannya karena banyaknya permintaan, Harry berencana untuk membuka cabang SugaCube di kota-kota lain seperti Surabaya dan Makasar. Harry juga mengaku tertarik untuk mengembangkan usahanya lewat sistem franchise. “Sudah banyak permintaan khususnya dari musium-musium,” terangnya.

Kendala dan Promosi

Dikatakan Harry, yang menjadi kendala selama menjalani usaha SugaCube adalah mahalnya harga bahan baku, imbasnya harga jual juga menjadi mahal. Padahal menurutnya banyak permintaan dari kalangan menengah yang ingin mengabadikan moment mereka, namun dengan harga yang terjangkau.

Solusinya Harry mencoba menawarkan setengah badan dengan skala yang lebih kecil. “Sampai saat ini saya juga tetap mencari bahan baku yang lebih murah agar dapat terjangkau oleh masyarakat Indonesia,” ujarnya. Kendala lainnya adalah pelanggan masih harus datang langsung ke SugaCube untuk di-scanning, namun Harry mengaku tengah mengembangkan bagaimana caranya bisa scan hanya melalui foto saja sehingga pelanggan di daerah tidak perlu datang ke Jakarta.

Harry sadar usahanya masih seumur jagung dan masih tahap branding dan butuh banyak promosi. Harry mengaku masih mengandalkan media sosial Intagram sebagai media promosi, serta mengikuti sejumlah pameran. Meski begitu Harry optimis prospek usahanya mengingat di Singapore dan Australia juga tengah booming 3D figure. “Bahkan di Spanyol sendiri orang yang ingin membuat 3D figure harus antri 3 bulan,” pungkasnya. Fazri

 

Membuat Produk yang Handal

0

 

Setiap konsumen pasti menghendaki, uang yang telah dikeluarkannya sebanding dengan apa yang didapatnya. Bila sebaliknya, maka konsumen akan kecewa dan itu artinya kegagalan usaha tinggal menunggu hari saja.

Banyak produk hanya menonjolkan harga yang murah, bentuk yang menarik, hingga kegunaan yang banyak, namun melupakan inti dari produk itu sendiri. Sebuah produk baru bisa dikatakan produk yang baik bila mampu menjalankan fungsi utamanya. Sebagai contoh, sebuah handphone fungsi utamanya adalah untuk berkomunikasi (menelepon atau SMS). Jadi akan menjadi tidak ada artinya meskipun harganya mahal, warnanya dan modelnya bagus, model terbaru, dst, namun untuk menelepon sering putus, baterainya cepat habis, atau layarnya terlalu sensitif, dan seterusnya.

Sebagai sebuah produk, fungsi utama ini harus dipastikan dulu, baru memperhatikan masalah lainnya, seperti kemasannya, warnanya, bentuknya, harganya, dan lain-lain. Dengan demikian, bila ingin bertahan lama dan berkembang, setiap usaha wajib memiliki produk yang ‘baik’, tidak hanya harga yang terjangkau saja, namun juga harus handal.

Dalam bahasa sederhana, produk handal dapat diartikan sebagai produk yang berkualitas, produk yang sesuai harapan konsumen. Untuk lebih mudahnya, berikut ini beberapa ciri atau tanda-tanda sebuah produk handal atau tidak:

Pertama. Produk tersebut memiliki umur ekonomis yang cukup lama. Semakin lama umur atau usia penggunaannya akan semakin baik bagi konsumen. Sebagai contoh, kalau konsumen membeli roti tawar, maka semakin lama (tanpa upaya negatif, tentunya) roti tersebut bisa bertahan dan dapat dimakan, semakin handal roti tersebut.

Kalau konsumen membeli sepatu, maka dengan harga yang dibayarkan, semakin lama sepatu tersebut bisa bertahan dan dapat digunakan, semakin handal sepatu tersebut. Bahkan pada beberapa contoh, produk tersebut semakin handal, karena mampu bertahan lebih lama dari usia atau umur ekonomis wajarnya.

Misalkan, dengan membeli sepatu dengan harga Rp 50.000 seorang konsumen cukup tahu diri bahwa sepatu tersebut bisa bertahan 3 bulan saja sudah bersyukur, namun ternyata sudah 6 bulan lebih sepatu tersebut masih layak digunakan, maka produk tersebut sudah sangat memenuhi kriteria handal yang pertama.

Kedua. Ciri yang kedua sebuah produk yang handal adalah, apabila produk tersebut mengalami kerusakan mudah diperbaiki. Mudah di sini, bisa berarti mudah dicari komponen yang rusaknya, karena banyak dijumpai di berbagai toko yang ada, maupun mudah dalam memperbaikinya, baik diperbaiki sendiri maupun banyak tempat yang bisa memperbaikinya.

Sebagai contoh, sebuah produk kursi yang rusak karena bautnya patah, konsumen dengan mudah membeli baut pengganti di banyak toko serta dapat memperbaikinya sendiri, atau kalaupun minta tolong orang, dengan mudah menemukan orang atau bengkel yang bisa memperbaiki kursi tersebut. Sebaliknya produk yang tidak handal adalah produk yang sparepart–nya sulit dicari,  kalau rusak sulit diperbaiki dan kadang-kadang harus menunggu waktu yang lama untuk memperbaikinya.

Ketiga. Kerusakan salah satu komponen tidak akan berpengaruh banyak pada fungsi utama produk tersebut. Seperti kita ketahui seringkali sebuah produk terdiri atas berbagai komponen.

Sebagai contoh produk inovatif ‘sandal boneka’. Produk tersebut dikatakan handal apabila misalnya karena suatu sebab hiasan bonekanya lepas atau rusak, sandal tersebut tetap bisa dan pantas digunakan. Jangan sampai hanya karena itu, sandal tersebut menjadi tidak bisa digunakan atau menjadi memalukan bila digunakan.

Keempat. Mudah digunakan dan mudah dirawat. Ciri selanjutnya adalah bahwa produk yang handal harus mudah digunakan, mulai dengan pemasangan yang mudah, maupun petunjuk penggunaan yang mudah dipahami, sehingga konsumen tidak membutuhkan waktu yang lama untuk bisa menikmati manfaat produk tersebut.

Di samping itu, produk tersebut harus memberi kemudahan bagi konsumen untuk merawatnya. Sebagai contoh produk ‘Baju’ yang baik adalah baju yang tidak hanya mudah dipakai namun juga harus mudah dirawat, dengan perawatan pada umumnya. Semakin sulit dipakai dan semakin sulit perawatannya (mencuci dan menyimpannya, misalnya), semakin tidak handal produk tersebut, karena menimbulkan masalah tambahan bagi konsumen.

Kelima. Ramah lingkungan. Saat ini dengan terus menurunnya kualitas lingkungan di sekitar kita, semakin menuntut produk yang ramah lingkungan, tidak hanya bahan baku yang digunakan saja yang harus ramah lingkungan, namun masa penggunaan dan sampah yang dihasilkannya pun harus ramah lingkungan, syukur-syukur tidak menghasilkan sampah, dengan kata lain semua komponen dapat dikonsumsi oleh konsumen.

Demikianlah beberapa hal berkaitan dengan ‘baik’–nya sebuah produk, produk yang handal memang tidak akan menjamin 100% akan laku atau berhasil di pasar. Namun, paling tidak dengan memiliki produk yang handal, sebuah unit usaha akan lebih mudah mendapat apresiasi dan pujian dari konsumen, karena konsumen mendapat produk yang sesuai atau bahkan melebihi harapannya. Semoga pelaku usaha mendapat manfaat dari tulisan singkat ini.

 

Oleh: Aris Budi Setyawan,

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

Raup Ratusan Juta dari Peyek Kepiting

0

 

Peyek, siapa yang tidak mengenal kudapan tradisional satu ini. Pasalnya Peyek sangat mudah ditemui hampir disetiap daerah di Indonesia. Namun siapa sangka jika cemilan yang sudah sangat merakyat ini mampu mendatangkan pundi-pundi keuntungan hingga ratusan juta lewat tangan kreatif Filsa Budi Ambia yang menciptakan varian Peyek Kepiting dengan merek dagang Kampoeng Timoer.

Dikatakan Filsa ide untuk membuat peyek kepiting lantaran melihat Balikpapan yang terkenal akan hasil lautnya terutama kepiting untuk di ekspor ke luar negeri. Sayang tidak semua kepiting lolos quality control untuk di ekspor seperti jumlah capit dan kaki yang kurang. Hal tersebut tentu membingungkan para peternak kepiting mau dijual kemana kepiting rijek tersebut. “Dari situ saya berpikir untuk mengolah kepiting rijek tersebut menjadi olahan kepiting kering berupa cemilan yang tahan lama,” ujarnya.

Untuk mendirikan Kampoeng Timoer pada 2013 Filsa mengaku harus merelakan cincin kawin yang dijual seharga Rp 100 ribu sebagai modal untuk memproduksi Peyek Kepiting Kampoeng Timoer. Uang tersebut Filsa gunakan untuk membeli bahan baku tepung bumbu dan daging kepiting, sedangkan untuk produksi Filsa memanfaatkan peralatan masak yang ada dirumah dan menghasilkan 20 pcs Peyek Kepiting. “Saat itu saya benar-benar tidak punya modal lagi,” terangnya.

Oleh Filsa Peyek Kepiting tersebut di-packing semenarik mungkin dan dijual ke teman-temannya. Diluar dugaan, Peyek Kepiting buatannya banyak disukai oleh teman-temannya, dan pesanan mulai banyak berdatangan. Kini Filsa mengaku mampu memproduksi sekitar 1000pcs Peyek Kepiting Kampoeng Timoer  dalam sehari dengan omset mencapai ratusan juta per bulan.

Banyak Varian Rasa

Jika biasanya Peyek diberikan isian berupa kacang, ikan teri, atau udang, maka lain halnya dengan Kampoeng Timoer yang menawarkan Peyek Kepiting. Sebagai orang asli Purwokerto, tentu tidak sulit bagi Filsa untuk mempelajari cara membuat peyek. Meski begitu Filsa mengaku butuh waktu 3 bulan untuk uji coba resep sampai mendapatkan komposisi yang pas.

Menurut Filsa sebenarnya komposisi bumbu Kampoeng Timoer hampir sama dengan Peyek Kacang yang dijual di pasar-pasar tradisional di Pulau Jawa. Hanya saja Filsa memperkuat lagi bumbunya sehingga rasanya menjadi lebih enak. Untuk isian Filsa menggunakan daging kepiting rajungan yang dikukus terlebih dulu sebelum diambil bagian dagingnya saja. “Sedangkan kulitnya saya kirim ke Jawa sebagai pakan ternak,” ujarnya.

Tidak seperti Peyek pada umumnya yang memiliki ukurann besar-besar, Filsa sengaja menyesuaikan ukurannya menjadi seukuran snack agar dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun. Selain itu Filsa juga menggunakan kemasan dari karton dan alumunium foil food grade, yang menjadikan Peyek Kepiting Kampoeng Timoer mampu bertahan hingga 5 bulan.

“Biasanya kepiting diolah menjadi makanan berat yang masa kadarluarsanya singkat. Jika kita bisa memproduksi olahan kepiting yang tahan lama tentu peluangnya akan sanggat besar sekali,” terangnya.

Kampoeng Timoer menawarkan peyek kepiting dengan berbagai varian rasa Kepiting Original, Kepiting Lada Hitam, dan Kepiting Pedas dengan 2 macam ukuran yaitu kemasan 40 gram dan 85 gram. Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau yaitu mulai dari Rp 15-27 ribu/pcs tergantung pilihan rasa dan ukuran yang diinginkan.

Pernah Bangkrut

Sebelum sukses mengembangkan Kampoeng Timoer seperti sekarang ini, Filsa pernah mengalami kebangkrutan di dunia usaha, tidak hanya sekali melainkan berkali-kali. Usaha peyek sendiri bukan barang baru bagi Filsa, pasalnya Filsa sempat menjual peyek kacang namun kurang mendapat respons dari masyarakat.

Sebelumnya Filsa juga pernah menggeluti usaha kuliner dengan membuka usaha ayam goreng, sayang usahanya tersebut tidak seperti yang diharapkan sehingga harus berujung pada kebangkrutan. Setelah usaha ayam goreng, Filsa sempat mencoba peruntungannya di usaha masrtabak mini yang lagi-lagi harus bangkrut.

Bahkan Filsa juga pernah menjadi korban penipuan investasi bodong sebesar Rp 125 juta serta meninggalkan hutang yang cukup banyak. Pada saat itu Filsa mengaku telah memiliki seorang anak.”Anak saya menangis minta susu, disitulah titik balik saya sadar. Akhirnya saya jual cincin kawin saya untuk membeli susu dan kebutuhan hidup lainnya, sisa uang Rp 100 ribu saya gunakan untuk usaha peyek kepiting,” kisahnya.

 

Mengatur Keungan dengan Baik Dapat Memajukan Usaha

 

Mungkin saat ini Anda sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk memulai usaha Anda yang pertama. Semua rencana sudah Anda buat matang-matang dan tibalah waktunya untuk Anda memulai usaha. Satu hal yang paling krusial adalah…sudahkah Anda mempersiapkan rencana keuangan Anda?

Hati-hati lho, ini termasuk hal yang cukup sensitif dalam sebuah perencanaan usaha. Anda harus mengerti apa-apa saja hak dan kewajiban Anda dalam mengatur keuangan dari sebuah usaha.

Yang paling utama yang harus Anda lakukan sejak awal adalah memisahkan dengan segera pembukuan untuk perusahaan dengan keluarga. Apa yang Anda dapatkan dalam usaha Anda tidak serta merta bisa begitu saja digunakan sebagai bagian dari rumah tangga Anda.

Mengapa? Karena apa yang Anda hasilkan dalam usaha Anda bukanlah penghasilan Anda yang serupa dengan pengganti gaji ketika Anda masih memiliki kantor. Sama sekali tidak sama. Keuntungan yang Anda dapatkan dalam menjalankan sebuah usaha bukanlah sama dengan gaji Anda.

Bedakan pengeluaran usaha dengan pengeluaran rumah tangga Anda. Oleh karena itu, sejak awal Anda sudah harus memperhitungkan bagaimana Anda bisa menghidupi keluarga Anda dengan melakukan usaha. Entah itu Anda mendapatkan komisi maupun Anda langsung mendapatkan gaji. Akan tetapi semua itu tergantung dari keadaan ekonomi masing-masing pelaku usaha.

Idealnya, ketika Anda melakukan usaha Anda sudah harus mampu mempersiapkan uang cadangan hidup sebesar 3 x penghasilan bulanan Anda, kalau Anda masih single, atau 6 x kalau Anda berkeluarga tanpa anak dan 12 x kalau Anda berkeluarga dengan anak lebih dari dua. Itu hanyalah gambaran yang saya sederhanakan dalam mempersiapkan usaha Anda. Mengapa demikian?

Dalam berusaha Anda harus mampu mencadangkan biaya-biaya pengeluaran untuk usaha Anda manakala usaha Anda berjalan di luar rencana Anda. Sekali lagi saya tegaskan bahwa dalam melakukan usaha itu penuh dengan ketidakpastian. Maksud saya, Anda boleh saja berencana yang baik dan matang akan tetapi sebagai pengusaha pemula, Anda tidak akan pernah bisa mengendalikan pasar atau market.

Sebagai pengusaha Anda dituntut untuk fleksibel mengikuti pergerakan pasar baik secara makro maupun mikro. Ini bukan berarti Anda tidak punya prinsip lho melainkan bagaimana Anda mengatur strategi dan taktik bukan hanya untuk bertahan melainkan melaju pesat dalam menjalankan usaha Anda ke tujuan yang tepat sesuai dengan ketetapan Anda sewaktu Anda membangun usaha pada awalnya.

Nah, ketika Anda melakukan hal-hal tersebut, dibutuhkan stamina yang prima karena yang dibutuhkan adalah daya tahan Anda. Seringkali daya tahan tersebut adalah tergantung pada bagaimana cadangan-cadangan sumber daya baik keuangan maupun kemampuan manajemen Anda.

Saran saya, memulai usaha secara part time ketika Anda masih bekerja merupakan sebuah keputusan yang bijaksana, sehingga Anda bisa mempersiapkan usaha Anda untuk bisa memberikan pada Anda bagian yang sesuai dengan minimal 2x pendapatan Anda sebelum Anda memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan Anda dan menjalankan usaha secara full time.

Berikut ini adalah langkah-langkah keuangan yang dapat saya sarankan untuk Anda lakukan dalam menjalankan usaha:

  1. Selalu mencatat semua pemasukan dan pengeluaran Anda sejak awal Anda melakukan usaha. Terkadang memang sedikit membuat repot Anda. Percaya bahwa hal ini hanya akan membuat Anda menjadi lebih baik dalam menjalankan usaha. Dengan belajar untuk memperhatikan segala sesuatunya lebih detil, Anda akan mampu melihat pos mana-mana saja yang efektif serta mana yang kurang efisien sehingga Anda bisa menghindarkan diri dari bencana-bencana mengerikan dalam sebuah usaha.
  2. Selalu berdisiplin diri untuk membuat budget terhadap segala sesuatu dan tegas terhadap budget Dengan membuat batasan-batasan anggaran yang diperlukan Anda mampu mengetahui batasan kemampuan keuangan perusahaan Anda dalam menjalankan usaha. Pastikan bahwa anggaran atau budget tersebut sesuai dengan porsi dan kepentingan masing-masing. Susun prioritas aktivitas dalam usaha Anda sejak dari awal berdasarkan pengaruhnya terhadap usaha Anda. Misalnya, untuk awal usaha biasanya budget marketing akan cukup tinggi sehingga jangan sampai Anda meletakkan budget marketing pada porsi yang salah dan mengakibatkan kurangnya pengenalan (awareness) pasar terhadap usaha Anda.
  3. Selalu menyisihkan sebagian dari profit atau keuntungan yang Anda dapatkan dari usaha Anda sebagai Dana Darurat, terutama kalau Anda sudah memiliki pegawai. Sekali lagi usaha itu penuh risiko dan ketidakpastian. Oleh karena itu, dana cadangan diperlukan untuk menghindari Anda tidak dapat membayarkan gaji pegawai Anda serta kewajiban Anda pada debitur Anda. Berapa banyaknya? Minimal sisihkan 20% dari profit untuk angka amannya.
  4. Terakhir, ingat untuk menyisihkan profit Anda juga untuk tujuan sosial. Hal ini juga merupakan antisipasi untuk panjangnya nafas dari usaha Anda. Bukan percaya pada supernatural melainkan merendahkan hati dan menerima dengan ikhlas bahwa tanpa campur tangan Pencipta kita tak akan bisa sukses.

 

Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

 

Bertabur Diskon di HUT Kemerdekaan RI Ke-74

0

 

Merayakan HUT Kemerdekaan RI Ke-74 sejumlah paritel memberikan berbagai tawaran menarik. Mulai dari beli satu gratis 1, diskon 45%, diskon 74% dan masih banyak lainnya.

Bukan hanya makanan dan minuman yang menawarkan potongan harga, produk fashion, furniture, hotel hingga biro perjalanan tiket penerbangan juga ikut memberikan penawaran yang menggoda.

Dari sekian promo yang banyak ditawarkan merchant melalui instagram, berikut beberapa yang bisa Anda sebut diskonnya di hari kemerdekaan ini:

Richeese Factory
Richeese menawarkan promo spesial kemerdekaan untuk pembelian 2 paket Combo Duo Fire Chicken dengan harga Rp74 ribu. Promo ini berlaku dari 15-16 Agustus 2019 pukul 11.00-17.00 di seluruh outlet.

Haagen Dazs
Haagen Dazs memberikan diskon 17+8+45 persen untuk minimal pembelian 6 item. Promo ini berlaku dari 16-17 Agustus 2019.

McDonald’s
Setiap pembelian drive thru Paket Hemat Large di gerai McD, Anda akan mendapatkan gratis Paket Hemat Burger Sambal Ijo ukuran medium. Bila bertransaksi minimal Rp90 ribu juga bisa mendapatkan aksesoris berupa bantal, pouch, atau Teh Botol Sosro ukuran 1 liter. Promo ini berlaku dari tanggal 15-17 Agustus 2019, dari jam 14.00-17.00 WIB.

Burger King
Burger King memberikan diskon 50 persen untuk pembelian menu Mozzarella King Rasher XL menjadi Rp25 ribu. Beli 1 Gratis 1 untuk menu Cheeseburger XL dari harga Rp80 ribu menjadi Rp40 ribu. Promo ini berlaku 12-17 Agustus 2019 di semua outlet BK di pulau Jawa. Promo lainnya yaitu King’s Chicken seharga Rp20 ribuan berlaku sampai 31 Agustus 2019.

Waroeng Steak & Shake
Bila mengunjungi gerai ini tanggal 17-18 Agustus 2019 pukul 14.00-17.00, Anda dapat menikmati promo Chicko+Iced Tea hanya seharga Rp17 ribu di seluruh outlet.

Baskin Robbins
Diskon 50+24 persen setiap pembelian produk fresh pack menggunakan Kartu Kredit Bank Mega. Promo berlaku dari tanggal 15-18 Agustus 2019.

Sports Station
Berburu berbagai peralatan dan perlengkapan olahraga di Sports Station juga bakal memberikan diskon seru. Di sini Anda bakal mendapat diskon 50 persen untuk pembelian kedua.

H&M
Memperingati hari Kemerdekaan RI, H&M memberikan harga promo untuk beberapa produk busana tertentu. Harganya mendapat potongan harga Rp74 ribu. Promo berlaku dari tanggal 1-22 Agustus 2019.

Bridges Eyewear
Diskon kemerdekaan juga bisa dimanfaatkan untuk membeli kacamata. Harga kacamata dan sunglasses yang awalnya berharga Rp600 ribu kini didiskon sampai harga Rp299 ribu.

Paul & Frank
Label sepatu dengan motif lucu Paul & Frank juga memberikan diskon kemerdekaan RI sebanyak 45 persen di tanggal 17-18 Agustus 2019.

Sabun Berbentuk Kue Semakin Diminati

 

Ide usaha bisa datang dari mana saja dan tanpa diduga-duga, seperti yang dialami Irene Valianty Hartono yang mendapatkan ide berbisnis setelah mendengar cerita sang suami ketika berlibur ke Bangkok, Thailand serta menemukan sebuah toko sabun yang menjual sabun dalam berbagai bentuk aksesori dan kue. Dari cerita tersebut, wanita yang akrab disapa Irene ini terinspirasi untuk membuat produk serupa di tanah air, dan berdasarkan survei pribadinya, produk sabun berbentuk kreatif ini masih jarang pelakunya.

Meskipun melihat peluang usaha ini sangat besar, Irene tidak mau terburu-buru membangun usaha. Karena ingin fokus mendalaminya, ia pun mencari tahu terlebih dahulu tentang seluk beluk usaha sabun. Pencarian tersebut ia mulai dari bahan yang akan digunakan, proses pembuatan hingga modal yang akan dikeluarkan.

Untuk bahan Irene lebih memilih menggunakan bahan-bahan alami seperti olive oil, coconout oil, palm oil dan lain-lain, alasannya karena pangsa pasar terhadap barang yang berbahan alami saat ini sangat menjanjikan dan banyak dilirik orang. Hal tersebut tidak lepas dari kesadaran ramah lingkungan sudah menjadi gaya hidup bagi sebagian orang.

Sedangkan keahlian cara membuat Irene belajar pada saudaranya yang memiliki usaha sabun cair kurang lebih selama lima bulan. Dan akhirnya pada November 2012 ia memulai usaha membuat sabun kreatif dengan modal sebesar Rp 5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli bahan-bahan baku sabun dan peralatan. “Kecilnya modal tersebut lantaran proses pengerjaan dilakukan secara handmade dan dilakukan di rumah,” ungkap Irene.

Sabun Bentuk Kue

Keunikan sabun yang dibuat Irene terletak pada desain yang mirip dengan beberapa jenis kudapan, seperti cupcake, layer cake, dan cokelat berbentuk hati. Sabun bentuk cupcake terlihat tak ada bedanya dengan cupcake asli yang bisa dimakan, yakni berbentuk kue bolu yang ditempatkan di wadah cup kertas dan diberi topping hiasan warna-warni. Sedangkan sabun bentuk layercake desainnya seperti kue bolu yang dipotong persegi panjang dengan perpaduan tiga warna. Dan sabun berbentuk hati, terlihat layaknya cokelat bentuk hati dengan perpaduan dua warna ataupun satu warna saja.

Dari segi harga, sabun aneka bentuk buatan Irene ini tergolong relatif murah, terlebih bila dilihat dari segi penggunaan bahan alami serta tahapan dalam membuat. Sabun bentuk cupcake ukuran besar Irene menjualnya dengan harga Rp 39 ribu per satuan, dan ukuran kecil seharga Rp 21.900 ribu per satuan. Sedangkan sabun bentuk layer cake Rp 33.900, dan cokelat bentuk hati Rp 21.900 per satuan.

Dari empat jenis sabun yang ditawarkan tersebut, menurut Irene, sejak awal usaha, bentuk sabun yang paling banyak diminati konsumen adalah cupcake soap. Alasannya terletak pada bentuk yang unik menyerupai bentuk cupcake asli membuat sabun ini banyak diburu untuk dijadikan sebagai pajangan atau souvenir/gift. Sedangkan jika dilihat dari segi fungsinya, sabun yang paling banyak diminati adalah sabun berbentuk layer cake, lantaran sabun ini berbentuk persegi panjang seperti bentuk sabun pada umumnya.

Gunakan Bahan Alami

Meski terlihat hanya sebagai pajangan, namun sabun kreatif yang ditawarkan Irene ini bisa digunakan layaknya sabun biasa. Hal ini dikarenakan dalam pembuatan sabun kreatif ini menggunakan bahan baku alami yang sangat aman bagi kulit. Bahan-bahan alami tersebut meliputi olive oil atau minyak zaitun yang kaya manfaat. “Zaitun mempunyai kandungan kadar Vitamin E yang sangat tinggi. Vitamin E berfungsi baik untuk merawat kulit kita,” tutur Irene.

Selain minyak zaitun bahan alami lain yang digunakan Irene di antaranya coconout oil (minyak kelapa alami), palm oil (minyak kelapa sawit), sodium hydroxid, castor oil, coco butter. Sebagai pewangi ia menggunakan fragrance oil dan pewarna menggunakan bahan alami dan bahan buatan seperti dari cocoa powder.

Pembuatan

Setiap bulan Irene menggelontorkan uang Rp 7 juta yang digunakan untuk membeli bahan baku, yakni 20 liter olive oil Rp 80 ribu/liter, 20 liter coconout oil Rp 30 ribu/liter, 20 liter palm oil Rp  13.500/liter, 5 kg sodium hydroxid Rp 13 ribu/kg, 5 kg cocoa butter Rp 150 ribu/kg, 20 liter castor oil Rp 50 ribu/liter, 4 pack isi 900 gram cocoa powder Rp 10 ribu/pack, 1 liter fragrance oil Rp 400 ribu/liter. Semua bahan baku tersebut ia beli di beberapa toko bahan kima yang ada di bilangan Jakarta Barat.

Sedangkan peralatan, Irene hanya menggunakan timbangan digital, stick blender, mixer, gelas ukur, cetakan, hingga alat pemotong/pisau pemotong. Dalam memproduksi aneka sabun kreatif, Irene melakukannya sendiri, karena ia merasa masih bisa membuat ratusan sabun setiap bulan tanpa dibantu orang lain.

Bagi Irene, membuat sabun kreatif yang sempurna tidak mudah. Untuk itu ia pun harus berusaha dan belajar selam lima bulan untuk mendapatkan kreasi sabun sesuai harapannya. “Selama belajar saya selalu menemui kendala serta sering melakukan trial and error. Namun setelah banyak belajar dan menakar perbandingan bahan baku, akhirnya saya menemukan resep pembuatan sabun yang baik,” jelasnya. Selain itu, proses pembuatan sabun ini memerlukan waktu yang cukup lama.

Misalnya untuk membuat 50 buah sabun bentuk cupcake dengan berat masing-masing 110 gram, Irene memerlukan 165 gram air, 180 ml olive oil, 160 gram coconout oil, 160 ml palm oil, 75 gram sodium hydroxid, 75 gram cocoa butter, 5 gram cocoa powder, 20 gram castor oil, 20 gram fragrance oil. Setelah semua adonan tercampur, adonan dibagi dua bagian untuk bagian pertama berwarna cokelat dan bagian kedua diberi bahan pewarna alami yang digunakan sebagai topping dari cupcake.

Adonan bewarna cokelat dimasukkan ke dalam cetakan cupcake berbentuk setengah lingkaran. Yang kemudian pada bagian atasnya diberi topping yang mirip es krim cone berbentuk spiral. Untuk mendapatkan bentuk seperti itu biasanya menggunakan alat semprot yang biasa diapakai pada pembuatan kue. Kemudian barulah didiamkan selama 24 jam atau satu hari penuh, hingga sabun mengeras.

Setelah itu sabun dikeluarkan dari cetakan. Proses ini memang sedikit susah dan diperlukan kesabaran, karena bila tidak akan membuat sabun pecah atau rusak. Tidak sampai di situ, sabun pun harus didiamkan pada suhu ruangan selama empat minggu untuk menguapkan kandungan air di dalamnya, hal ini dilkakukan agar tekstur sabun mengeras dengan sempurna.

Bila sudah sampai pada waktunya, sabun sudah bisa digunakan ataupun dijual dengan daya tahan selama 6 bulan dalam suhu ruangan atau tidak terkena sinar matahari langsung. Agar lebih menarik, biasanya sabun dikemas dalam wadah atau plastic mika dengan hiasan pita-pita.

Titip Jual ke Salon dan Klinik Kecantikan

Pada awal menjalankan usaha, Irene memperkenalkan sabun kreatif buatannya ke teman-teman dekat dan kerabatnya terlebih dahulu. Setelah dirasa responsnya cukup bagus, ia memutuskan untuk menyasar pasar yang lebih besar dan spesifik, yakni salon-salon dan klinik kecantikan dengan cara menitip jual. “Cara titip jual ini sangat efektif karena lewat salon dan klinik kecantikan inilah sabunnya banyak dikenal orang. Apalagi dengan modelnya yang unik dan menarik, sudah pasti membuat orang-orang membelinya,” terang Irene.

Selain itu Irene juga mempromosikan usahanya melalui internet, mulai dari website pribadi hingga jejaring sosial, hingga Blackberry Massanger. Dan, untuk menambah konsumen, Irene berniat memperluas jaringan dengan membuka sistem reseller. Saat ini memang dalam tahap pematangan sistem, dan persyaratan menjadi Reseller cukup mudah yaitu hanya dengan membeli produk minimal sebanyak 25 buah maka seseorang sudah bisa menjadi Reseller dan akan mendapatkan potongan harga.

Saat ini pemasaran sabun kreatif dengan brand House of Benedica milik Irene ini sudah mencakup wilayah Jabodetabek. Meski demikian peluang untuk menjadi Reseller masih terbuka lebar, mengingat usaha sabun ini memiliki prospek yang cerah. Setiap bulan Irene mampu menjual 750 pcs sabun dan menghasilkan omset hingga Rp 23 juta dengan laba bersih mencapai 70%.

Prospek dan Kendala

Menurut Irene usaha sabun kreatif prospeknya yang sangat cerah dan menjanjikan, bahkan ia memperkirakan usaha ini akan terus berkembang. Hal tersebut tidak lepas dari jarangnya pelaku usaha sementara permintaan terus meningkat, apalagi kebutuhan akan produk souvenir atau gift selalu ada, baik pesanan perorangan maupun perusahaan.

Dari segi persaingan, menurut Irene tidak menjadi masalah karena masing-masing pelaku usaha biasanya memiliki ciri khas tersendiri. Bahkan persaingan dianggap sebagai sesuatu yang bisa memacu daya kreativitas sehingga akan selalu menghadirkan sabun-sabun dengan desain atau bentuk yang unik dan berbeda dari yang lain.

Adapun kendala dalam menjalankan usaha ini adalah menemukan sumber daya yang terampil karena proses pembuatan sabun ini tidaklah mudah. Tidak hanya itu, masalah lain yang acap kali dihadapi Irene adalah minimnya pengetahuan konsumen terhadap sabun buatannya.

“Terkadang banyak orang yang tidak tahu apa manfaat dari sabun buatan saya, bahkan dikira hanya sebagai pajangan, padahal cukup aman bila digunakan selayaknya sabun biasa,” jelasnya. Hal tersebut membuat Irene membutuhkan waktu untuk mengedukasi para konsumen tentang produk sabun tersebut.

Sukses Mengembangkan Bisnis dari Hobi

0

 

 Banyak orang ingin berbisnis, tetapi bingung atau tidak tahu, bisnis seperti apa yang akan ditekuni. Jangan khawatir, bingung itu tanda otak sedang bekerja. Berikut ini, adalah panduan untuk mencari solusi dan keluar dari kebingungan.

Kali ini, saya ingin berbagi dengan Anda, bagaimana memulai bisnis dari hobi Anda. Sekadar contoh, Darwis Triadi lebih memilih profesi sebagai fotografer daripada pilot, sekalipun beliau punya ijazah penerbang. Aseng, sukses jadi promotor tinju profesional karena hobi berkelahi sejak duduk di sekolah menengah. Secara pribadi, saya menekuni profesi sebagai penulis atau menjadi pembicara publik karena hobi, daripada menekuni bidang ilmu ketika saya kuliah, peternakan.

Salah satu alasan, mengapa hobi bisa menjadi titik awal berbisnis, adalah karena untuk mengerjakan hobi, kita sering kali melupakan biaya, rasa lelah atau bahkan kehilangan waktu.  Artinya, untuk rasa senang melakukan hobi, banyak orang bersedia membayar dengan apapun, termasuk waktu dan biaya. Kehilangan waktu, tidak terlalu dipedulikan.  Kerugian materi, nyaris terlupakan.

Mengapa? Karena hampir semua bisnis perlu waktu cukup panjang untuk mendapatkan keuntungan.  Hampir tidak ada satu bisnis pun yang bisa langsung dapat untung (apalagi dalam jumlah besar) di saat–saat awal. Jadi, kalau Anda sudah mulai berbisnis lalu merugi, apa yang akan Anda lakukan? Rugi bersifat sementara jika Anda tidak berhenti tapi rugi jadi bersifat permanen jika Anda berhenti.

Ternyata, seperti itulah karakteristik hampir semua bisnis. Pada saat awal dijalankan, yang biasa didapat oleh para pelakunya adalah penghasilan yang negatif dan aktivitas yang terkesan membuang–buang waktu. Sebagai ilustrasi, ketika pertama kali buka warung bakmi, pekerjaan saya dan karyawan lainnya adalah menunggu orang nyasar atau mengusir lalat, bukan melayani pembeli!  Dan itu terus kami jalani dengan senang hati, selama hampir tiga bulan.

Ketika memulai aktivitas menulis, saya harus menulis dan menulis. Tulisan dikirim ke berbagai media, dan kemudian dikembalikan. Entah berapa banyak kertas yang terbuang ’percuma’? Berapa banyak biaya prangko yang sudah saya keluarkan? Entah berapa banyak tulisan yang kembali ke kotak pos di rumah saya? Sampai akhirnya, suatu saat ada tulisan yang dimuat di media. Dan bola salju itu semakin membesar, sampai tulisan saya dibukukan. Kalau tidak salah hitung, sudah 95 tulisan saya yang dibukukan. Masih ada ratusan lagi tulisan-tulisan lepas yang tersebar di berbagai media cetak.

Apa yang harus Anda lakukan agar hobi Anda bisa jadi tambang emas?

  1. Kalau Anda ingin hobi jadi bisnis, maka Anda harus bersedia melakukan hobi itu berulang-ulang, kapan saja, di mana saja, tidak peduli hari kerja atau hari libur, tidak peduli cuaca, tidak peduli hari sedang senang atau susah. Hobi sebagai rekreasi biasanya Anda lakukan ketika sedang senggang, tapi hobi sebagai bisnis harus menjadi aktivitas keseharian Anda.
  2. Carilah peluang bisnisnya dan temukan sumber uangnya. Misalnya Anda hobi sepakbola, Anda bisa berjualan peralatan olahraga, membuka café sepakbola, menggelar turnamen sepakbola, atau membuat aneka suvenir berbau sepakbola. Kalau hobi musik, Anda bisa jadi penjual tiketnya, bisa buka toko online yang jualan tiket konser. Komisinya besar lho! Atau mungkin Anda hobi pelihara kucing.  Nah, daripada hanya memelihara yang menghabiskan banyak dana untuk konsumsi sang kucing, kenapa tidak membiakkan aneka kucing hias?  Ingat, harga kucing hias bisa mencapai jutaan rupiah per ekor! Kalau hobi bikin kue, kenapa hanya dinikmati sendiri? Buat kuenya, nikmati sebagian kecilnya, dan jual sisanya. Kan lebih enak?  Hobi dapat, uang dapat.
  3. Semua aktivitas, pada dasarnya punya potensi untuk dibisniskan, tumbuh besar dan berkembang, jika ditekuni terus-menerus dengan visi menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tentu saja selalu ada proses yang harus dilalui, agar sebuah bisnis yang baru dimulai, bisa bergerak maju dan semakin besar.  Kalau ada banyak bisnis yang layu sebelum berkembang, itu bukan karena bisnisnya yang tidak punya potensi, tetapi karena pelakunya berhenti pada waktu yang salah. Jangan berhenti ketika Anda masih rugi!

Lakukan hobi Anda, dapatkan sensasi kesenangannya dan biarkan orang lain yang membayarnya!

 

Oleh: Zainal Abidin

Pengusaha, Pelatih Wirausaha dan Penulis Buku

www.zainalabidin.net

www.sekolahmonyet.com

Mengintip Bisnis Pembuatan Krim Wajah Berbahan Alami

Sebelum menjalankan usaha krim wajah ini sebaiknya kita mengetahui tentang krim pemutih wajah yang aman meski secara garis besar. Krim wajah sendiri menurut Ditjen POM, merupakan bentuk sediaan setengah padat mengandung satu atau lebih bahan obat terlarut atau terdispersi dalam bahan dasar yang sesuai dan krim ini biasa  dimaksudkan untuk pemakaian luar.

Karena berhubungan langsung dengan kulit maka dalam pembuatan krim pemutih wajah yang aman harus diperlukan ke hati-hatian dan bahan yang digunakan adalah bahan-bahan alami yang tidak berbahaya untuk kulit namun memberikan khasiat yang diinginkan.

Dalam membuat produk krim kulit ini modal utama yang dibutuhkan adalah pengetahuan tentang bahan-bahan pembuatan krim dan juga komposisi dalam meraciknya. Sedangkan untuk modal dananya sendiri, tergantung dari produksi awal, seperti yang dulu yang alami modal yang dibutuhkan hanya sebesar Rp 200-Rp 500 ribu untuk membuat krim wajah. Dari situ, bila memiliki dana lebih sebaiknya langsung mendaftarkan pada pihak terkait seperti MUI untuk sertifikasi halal dan juga BPOM untuk sertifikasi keamanan bahan yang digunakan.

Krim Wajah

Produk krim pemutih wajah yang aman dan berbahan alami yang saya buat sangat beragam, mulai dari krim tabir surya, krim malam, krim pencerah, cabe krim dan lain sebagainya. Untuk krim pencerah berbada-beda tergantung dengan karakteristik kulit pengguna. Begitu juga dengan krim wajah jerawat yang di bedakan berdasarkan pada jenis jerawat yang menyerang.

Harga produk krim tersebut beraneka ragam seperti misalnya small package include (day cream + sunblock, night cream) Rp 150 ribu, standart package include (day cream + sunblock, night cream, aroma teraphy facial shower) Rp 200 ribu, lalu ada facial shower 60ml Rp 180 ribu. Full package (day cream + sunblock, night cream, aroma teraphy facial shower, cleanser, toner) seharga Rp 320 ribu, dan lainnya.

Dibandingkan dengan produk lainnya, tentunya produk krim ini memiliki beberapa keunggulan seperti menggunakan bahan-bahan alami yang tidak mengganggu kesehatan kulit, di buat masih menggunakan sistem tradisional (handmade) namun tetap steril, dan berbagai keunggulan produk lainnya.

Karena produk yang saya buat menggunakan bahan-bahan alami sehingga untuk proses reaksi terhadap kulit tidak mungkin instan (secara cepat) namun diperlukan beberapa tahap dan waktu sehingga membutuhkan waktu yang agak lama sekitar 2 hingga 3 minggu tergantung dengan jenis kulit pengguna dan pemakaian sendiri sebaiknya dilakukan rutin setiap hari.

Dari semua produk saya yang paling best seller yaitu acne cream yang fungsi mencegah, membersihkan jerawat, membersihkan komedo serta mengikis komedo secara halus. Agar lebih memberikan pelayanan kepada para konsumen, selain menjual produk juga ditawarkan proses konsultasi kepada konsumen yang menggunakan produk sehingga bila ada keluhan dan sebagainya bisa segera diatasi.

Proses Pembuatan Krim Wajah

Karena keamanan merupakan prioritas utama dalam usaha ini, maka untuk pembelian bahan baku tidak dilakukan di sembarang tempat. Karena untuk memperoleh bahan baku ini bisa dibilang sangat sulit maka untuk mendapatkannya harus bekerja sama dengan orang yang memiliki akses seperti dokter maupun apoteker seperti yang saya lakukan.

Dalam proses pembuatan krim kulit ini tidaklah sulit karena proses secara garis besar hanyalah mencampurkan berbagai bahan baku menjadi satu hingga merata dengan menggunakan blender ataupun alat pencampur lainnya. Namun yang perlu di pahami oleh pelaku usaha ialah khasiat dari berbagai bahan campuran yang digunakan. Karena pada produk krim yang saya buat menggunakan bahan alami dari berbagai sari tumbuhan maka di perlukan pengetahuan tentang khasiat bahan alami tersebut.

Yang pertama kali harus dilakukan dalam membuat krim wajah ini adalah mempersiapkan peralatan pencampur serta bahan baku seperti basic cream yang bisa di dapat di apotik, kosmetik pendukung berdasarkan pada jenis krim yang dibuat, sari buah dan tumbuhan asli serta berbagai bahan baku lainnya. Pastikan semua peralatan dan juga tempat pembuatan dalam keadaan steril.

Setelah bahan baku dan peralatan siap, langkah berikutnya adalah mencampurkan basic cream, kosmetik pendukung, sari buah-buahan yang berfungsi sebagai penyembuh problem kulit seperti lemon extract, gamat extract, fragrance, pure honey, zinc okside, dan sebagainya. Untuk takarannya sendiri basic cream 25%, Kosmetik 25% dan sari buah serta tumbuhan 50%. Karena konsep dalam pembuatan krim ini alami maka komposisi sari buah dan tumbuhan lebih banyak dibandingkan dengan bahan lain.

Bila semua bahan tersebut telah tercampur dengan merata, maka bisa dilanjutkan dengan memasukkan krim tersebut ke wadah yang telah di siapkan. Dalam memasukkan krim ini ke dalam wadah harus benar-benar di tutup rapat agar krim di dalamnya tidak terlalu banyak tercampur udara dan tetap steril.

Promosi

Dalam memasarkan produk krim ini tidaklah sulit, asalkan produk krim yang digunakan berkhasiat dan aman untuk kulit maka krim tersebut akan banyak dicari orang. Untuk itu, sebelum dilempar kepada pasar, sebaiknya krim ini digunakan pada kulit kita sendiri (produsen). Selain untuk melihat khasiat dan keamanan juga secara tidak langsung merupakan suatu bentuk promosi.

Bila krim tersebut berkhasiat dan aman digunakan, maka bisa di pastikan akan banyak kerabat maupun kenalan yang bertanya-tanya dan akan menggunakannya. Dari sana juga secara tidak langsung akan terus menyebar dari informasi para penggunanya.

Pangsa pasar usaha ini sangat luas, dan bukan hanya para wanita. Banyak pria yang sangat memperdulikan penampilan merupakan pasar potensial usaha ini, bahkan beberapa publik figur yang sangat menjaga penampilan lebih menggunakan produk krim wajah yang saya buat dibandingkan dengan krim wajah yang sudah memiliki nama dan dikenal masyarakat luas.

Selain menggunakan cara konvensional, dalam memasarkan produk ini bisa dilakukan dengan memanfaatkan media internet seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Dengan berbagai sistem pemasaran yang digunakan, maka produk krim ini bukan hanya di kenal di dalam negeri namun juga sudah di pasarkan hingga keluar negeri seperti Singapura.

Prospek dan Kendala

Karena penampilan dan kesehatan kulit merupakan hal yang sangat diprioritaskan sekarang ini, maka akan banyak peminat untuk produk krim kecantikan ini. Hal tersebut dapat terlihat dari permintaan produk kecantikan yang saya buat, dalam satu bulan bisa mencapai 500 pot (tempat krim), dengan hitungan per minggunya 100 sampai 150 pot dengan omset sebesar Rp 8 juta.

Sedangkan untuk kendalanya sendiri, ialah dalam hal penanganan terhadap konsumen, karena permintaan yang terlalu besar sedangkan usaha ini masih di jalankan dalam skala kecil maka hal tersebut agak sedikit menghambat pelayanan kepada para konsumen.

 

Oleh: Dien Diana Afrianti, Pemilik Beauty Addiet

Komp. Jati Waringin, Antilop, JL. Tampak Siringan 2 Blok C17 No. 206

Pondok Gede, Jati cempaka, Bekasi

Instagram        : fourskinroutine.com

Email               : fourskinroutine@gmail.com

Dindin_44@yahoo.com

Twitter                        : @fourskinroutine

@diendiana

Facebook         : Dien Diana Afrianti

Bisnis Cake Decoration Makin Prospektif

0

 

Birthday Cake, jadi salah satu item yang “wajib” ada ketika merayakan ulang tahun si kecil. Saat anak sudah menginjak usia 2-3 tahun, mereka umumnya telah memiliki tokoh serial atau kartun favorit. Lalu, demi memanjakan buah hati di hari istimewannya, tak jarang banyak orang tua yang menghadirkan Birthday Cake dengan bentuk yang mirip idola si anak tersebut. Sebut saja tokoh animasi dalam film Frozen, Monster High atau Barbie.

Proses pembuatan yang membutuhkan keterampilan khusus membuat sebagian besar orang tua akhirnya memesan Birthday Cake di toko kue, gerai bakery atau usaha kue rumahan. kreasi cake decoration yang ditawarkan juga sangat beragam, bahkan bisa disesuaikan dengan request konsumen. seperti tokoh kartun, bentuk flora atau fauna hingga karakter tertentu.

Ragam Cake Decoration

Selain diperuntukkan untuk merayakan hari ulang tahun, cake decoration juga biasa dihadirkan pada hari spesial seperti pernikahan, kelulusan, kenaikkan jabatan atau hari raya seperti Idul Fitri dan Natal.

Pada perkembangannya, hiasan yang digunakan dalam pembuatan cake decoration juga sangat variatif dan bisa disesuaikan dengan tema. Seperti tema lebaran yang menampilkan hiasan berupa ketupat atau bedug, tema Natal yang memajang pohon natal atau Sinter class, hingga tema kartun seperti Barbie, Smurf, Monster High atau Doraemon yang jadi tokoh favorit anak-anak.

Salah satu pelaku usaha yang cukup suskes menjalani bisnis cake decoration adalah Hesti Merina, pemilik Culinary Corner di Ragunan, Jakarta Selatan. Wanita berhijab ini bahkan hanya merambah pasar online dengan membuat cake decoration by order dan sesuai request konsumen.

Culinary Corner melayani beragam cake decoration yang basic cake hingga hiasannya juga bisa disesuaikan dengan permintaan konsumen. Untuk basic cake atau cake dasar yang digunakan ada pilihan berupa Vanilla Cake, Brownies, Butter Cake, Rainbow Cake, Ombre Cake, Redvelvet hingga Cupcake.

Untuk filling tersedia pilihan seperti chocolate ganace, selai atau butter cream. Sedangkan untuk hiasan bisa menggunakan butter cream, fondant dan edible. “Hiasan dari fondant bisa pilih bentuk figurin atau 3D (tiga dimensi) yang bentuknya lebih terlihat nyata,” tambah Hesti.

Untuk cake decoration dengan hiasan butter cream ditawarkan mulai dari Rp 600 ribu dan hiasan fondant 3D mulai dari Rp 750 ribu. “Karena bentuk hiasan cake decoration yang kami buat bisa disesuaikan dengan request konsumen maka harga maksimalnya ditentukan berdasarkan tingkat kesulitan hiasan,” kata wanita berkulit putih ini.

Harga yang dipatok Hesti juga bisa disesuaikan dengan budget konsumen. Misalnya untuk cake decoration 3D bentuk Barbie, bagian gaun barbie yang akan ditutup fondant bisa dimanipulasi dengan menggunakan karton. “Aslinya, gaun Barbie yang menggelembung biasa dibuat dari cake yang dipotong dan dibentuk mengerucut lalu bagian atasnya ditancapkan bagian dada dan kepala Barbie. Tapi bila minim budget bisa diganti dengan gabus atau karton lalu ditutup fondant,” terang Hesti.

Teknik yang disebut dengan istilah dummy cake tersebut juga ditawarkan oleh Woen Bintoro dan istrinya Haris Inggadewi. pemilik usaha Pelangi Cake di Serpong, Tangerang – Banten. Dijelaskan Woen Bintoro atau akrab disapa Bin, dummy cake biasanya digunakan dalam pembuatan cake bersusun yang lebih dari tiga rangka, seperti Wedding Cake. Selain bisa meminimalisir budget yang dibebankan pada konsumen, dummy cake membuat cake bersusun menjadi lebih kokoh dan tidak khawatir tumbang.

”Biasanya kami menggabungkan dummy dengan cake asli. Yakni bagian bawah menggunakan sterofoam dan bagian puncaknya dengan menggunakan cake asli, agar keseluruhan Wedding Cake terlihat asli,” tegas Bin.

Cake Decoration Enak

Di pasaran, tampilan cake decoration yang cantik terkadang menyilaukan mata konsumen, sehingga tertarik untuk membeli. Faktanya, banyak pelaku usaha cake decoration yang sekedar membentuk cake decoration yang unik namun melupakan citarasanya. Padahal, rasa cake decoration yang tidak enak bukan hanya akan mengecewakan tapi juga membuat konsumen enggan membeli kembali.

Untuk itu, dibutuhkan singkronisasi antara tampilan dan citarasa cake decoration, guna memperpanjang dan mengembangkan usaha yang dijalani. Menurut Fatmah Bahalwan, konsultan kuliner dan pemilik Natural Cooking Club, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan cake decoration, dimulai dari pemilihan base cake.

Pada tahap awal ini, cake yang dipilih tergantung pada hiasana yang akan digunakan. Untuk hiasan dari butter cream, fresh cream, cream cheese, atau chocolate ganache yang ringan pada dasarnya bisa menggunakan jenis cake apa saja. Seperti Sponge Cake, Butter Cake, Fruit Cake atau English Cake. Namun, bila membutuhkan proses carving seperti pada aplikasi fondant, maka harus dipilih cake bertekstur kokoh seperti butter cake, agar cake tidak tumbang setelah dihias.

Lebih lanjut dijelaskan Fatmah, bahan baku yang digunakan dalam pembuatan cake juga harus diperhatikan. Sangat dianjurkan memilih bahan baku berkualitas baik dan segar. Mulai dari telur, tepung terigu kemasan, butter atau margarin hingga pelengkap lainnya seperti pewarna. Untuk itu, sedapat mungkin sebaiknya gunakan bahan baku berkualitas yang masih segar. Misalnya saat akan membuat Chocolate Sponge Cake, sangat disarankan menggunakan cokelat bubuk atau cokelat batang yang dilelehkan. Jangan mengganti keduanya dengan pewarna atau pasta, karena takaran yang dibutuhkan terlalu banyak sehingga bisa memengaruhi rasa.

Selain base cake, citarasa hiasan yang digunakan juga harus diperhatikan. Bila menggunakan hiasa dari butter cream, maka untuk membuatnya harus menggunakan bahan baku yang juga berkualitas baik. Pilih shortening atau mentega putih yang melting point-nya rendah, seperti mentega putih Australia. Namun, bila menggunakan mentega putih lokal yang melting point-nya cukup tinggi, maka harus dinetralisir dengan menambahkan soft cream agar rasa butter cream tidak mengendal di mulut. Sebagai pemanis, setelah mentega putih dan soft cream dikocok hingga lembut bisa ditambahkan gula cair, susu kental manis atau gula halus, tergantung selera.

Dalam dunia pastry dikenal tiga consentrate butter cream, yakni butter cream bertekstur kokoh yang bisa digunakan untuk membuat hiasan seperti bunga mawar, butter cream yang agak lembut untuk membentuk bordir atau motif keong pada tepi cake, dan butter cream yang lembut untuk meng-cover cake. Ketiganya dibedakan atas takaran cairan seperti gula cair atau susu kental manis, dan lamanya proses pengocokan. Semakin banyak jumlah cairan dan lama mengocok makan butter cream yang dihasilkan semakin lembut.

Untuk hiasan dari fondant, Anda bisa memanfaatkan fondant instan yang sudah banyak beredar di pasaran. Saat akan digunakan, fondant harus diuleni hingga agak lentur kemudian dipipihkan atau dibentuk sesuai kreasi. Ketika akan diaplikasikan sebagai cover di atas cake, maka terlebih dahulu cake harus dipoles dengan butter cream, selai atau chocolate ganache supaya lebih merekat.

Dijelaskan oleh Fatmah, bahan pewarna yang ditambahkan kedalam butter cream bisa menggunakan jenis oil base agar lebih mudah tercampur. Bila mendapati butter cream yang pecah karena takaran bahan pewarna yang terlalu banyak, maka setiap akan digunakan butter cream harus diaduk terlebih dahulu.

Sedangkan untuk fondant, sebaiknya dipilih pewarna dari jenis gel. Karena bila berbentuk cair maka tekstur fondant bisa terlalu lembek. Saat akan membuat fondant dengan warna yang cukup pekat, maka sebaiknya fondant diwarnai 2-3 hari sebelum pemakaian. Kemudian dibungkus dengan plastik atau wadah kedap udara. Bila dibiarkan terlalu lama dalam udara bebas maka fondant akan mengeras dan rusak.

”Jangan menyimpan fondant di dalam lemari es karena embunnya akan membuat fondant basah dantidak bisa dibentuk,” tambah Fatmah

Startegi Marketing

Menurut pengamat marketing Bambang Wahyu Purnomo, untuk merintis usaha cake decoration Anda bisa memulainya dari skala rumahan agar modal yang dikeluarkan tidak terlalu tinggi. Memanfaatkan peralatan rumah tangga yang umumnya sudah ada seperti kompor, mixer dan oven juga bisa membantu meminimalisir pengeluaran awal. Bisnis cake decoration skala rumahan membutuhkan modal awal yang lebih kecil dibanding skala toko atau bakery, dengan kisaran sebesar Rp 10 juta.

Untuk pemasarannya, Bambang menyarankan untuk merambah pasar online yang saat ini juga tengah menjadi trend. Selain lebih murah meriah, pasar online dengan memanfaatkan jejaring sosial seperti Facebook atau Instagaram juga mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

”Pelaku usaha juga bisa mengikuti pameran atau menyebarkan flayer. Namun perlu diingat, bisnis cake decoration ini segmentasinya lebih ke kalangan menengah ke atas. Jadi, pameran yang diikuti atau kawasan tempat menyebar flayer juga harus mendekati area menengah ke atas. Seperti perumahan komplek elit atau sekolah bertaraf internasional. Selain itu, Anda juga bisa bekerja sama dengan hotel atau restoran yang biasa digunakan untuk tempat merayakan ulang tahun,” papar Bambang.

Prospek Usaha

Dari beberapa pelaku usaha cake decoration, sebagian besar merasa yakin kalau prospek usaha ini ke depan makin bagus, dengan rata-rata keuntungan bersih antara 25-30% dari omset.

Peluang pasar yang ada juga masih terbuka lebar. Karena pelaku usahanya masih sedikit terutama untuk skala rumahan karena masih didominasi pelaku usaha skala bakery. Jadi, jika Anda tertarik berkecimpung di usaha kuliner, bisnis cake decoration bisa menjadi pilihan.

Defisit Perdagangan Indonesia Makin Lebar

0

Defisit perdagangan nonmigas Indonesia dengan China mencapai US$11,05 miliar. Angka ini meningkat dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar US$10,33 miliar.

Impor nonmigas dari China Rp24,73 miliar atau 29,08 persen dari total impor Indonesia, namun ekspor Indonesia ke China hanya US$13,68 miliar atau 15,53 persen dari total ekspor.

Menurut Kepala BPS Suhariyanto pemerintah dan pihak terkait perlu mewaspadai perlambatan ekonomi di negara tujuan dan membenahi masalah internal karena defisit perdagangan Indonesia dengan China lebih dalam pada Januari-Juli 2019.

Selain dengan China, Indonesia juga mengalami defisit perdagangan dengan Thailand US$2,2 miliar. Angka itu lebih rendah dari periode yang sama tahun lalu US$2,9 miliar.

Tak hanya itu, defisit juga terjadi pada perdagangan Indonesia dan Australia sebesar US$1,4 miliar, dari periode yang sama 2018 US$1,6 miliar

Suhariyanto menilai hasil perundingan antara AS dan China akan mengganggu volume dan nilai perdagangan internasional, meskipun ia tak dapat menjelaskan lebih rinci tantangan yang dimaksud.