Sukses Mengembangkan Bisnis dari Hobi

0
212
Bisnis dari hobi (dok hipwee.com)

 

 Banyak orang ingin berbisnis, tetapi bingung atau tidak tahu, bisnis seperti apa yang akan ditekuni. Jangan khawatir, bingung itu tanda otak sedang bekerja. Berikut ini, adalah panduan untuk mencari solusi dan keluar dari kebingungan.

Kali ini, saya ingin berbagi dengan Anda, bagaimana memulai bisnis dari hobi Anda. Sekadar contoh, Darwis Triadi lebih memilih profesi sebagai fotografer daripada pilot, sekalipun beliau punya ijazah penerbang. Aseng, sukses jadi promotor tinju profesional karena hobi berkelahi sejak duduk di sekolah menengah. Secara pribadi, saya menekuni profesi sebagai penulis atau menjadi pembicara publik karena hobi, daripada menekuni bidang ilmu ketika saya kuliah, peternakan.

Salah satu alasan, mengapa hobi bisa menjadi titik awal berbisnis, adalah karena untuk mengerjakan hobi, kita sering kali melupakan biaya, rasa lelah atau bahkan kehilangan waktu.  Artinya, untuk rasa senang melakukan hobi, banyak orang bersedia membayar dengan apapun, termasuk waktu dan biaya. Kehilangan waktu, tidak terlalu dipedulikan.  Kerugian materi, nyaris terlupakan.

Mengapa? Karena hampir semua bisnis perlu waktu cukup panjang untuk mendapatkan keuntungan.  Hampir tidak ada satu bisnis pun yang bisa langsung dapat untung (apalagi dalam jumlah besar) di saat–saat awal. Jadi, kalau Anda sudah mulai berbisnis lalu merugi, apa yang akan Anda lakukan? Rugi bersifat sementara jika Anda tidak berhenti tapi rugi jadi bersifat permanen jika Anda berhenti.

Ternyata, seperti itulah karakteristik hampir semua bisnis. Pada saat awal dijalankan, yang biasa didapat oleh para pelakunya adalah penghasilan yang negatif dan aktivitas yang terkesan membuang–buang waktu. Sebagai ilustrasi, ketika pertama kali buka warung bakmi, pekerjaan saya dan karyawan lainnya adalah menunggu orang nyasar atau mengusir lalat, bukan melayani pembeli!  Dan itu terus kami jalani dengan senang hati, selama hampir tiga bulan.

Ketika memulai aktivitas menulis, saya harus menulis dan menulis. Tulisan dikirim ke berbagai media, dan kemudian dikembalikan. Entah berapa banyak kertas yang terbuang ’percuma’? Berapa banyak biaya prangko yang sudah saya keluarkan? Entah berapa banyak tulisan yang kembali ke kotak pos di rumah saya? Sampai akhirnya, suatu saat ada tulisan yang dimuat di media. Dan bola salju itu semakin membesar, sampai tulisan saya dibukukan. Kalau tidak salah hitung, sudah 95 tulisan saya yang dibukukan. Masih ada ratusan lagi tulisan-tulisan lepas yang tersebar di berbagai media cetak.

Apa yang harus Anda lakukan agar hobi Anda bisa jadi tambang emas?

  1. Kalau Anda ingin hobi jadi bisnis, maka Anda harus bersedia melakukan hobi itu berulang-ulang, kapan saja, di mana saja, tidak peduli hari kerja atau hari libur, tidak peduli cuaca, tidak peduli hari sedang senang atau susah. Hobi sebagai rekreasi biasanya Anda lakukan ketika sedang senggang, tapi hobi sebagai bisnis harus menjadi aktivitas keseharian Anda.
  2. Carilah peluang bisnisnya dan temukan sumber uangnya. Misalnya Anda hobi sepakbola, Anda bisa berjualan peralatan olahraga, membuka café sepakbola, menggelar turnamen sepakbola, atau membuat aneka suvenir berbau sepakbola. Kalau hobi musik, Anda bisa jadi penjual tiketnya, bisa buka toko online yang jualan tiket konser. Komisinya besar lho! Atau mungkin Anda hobi pelihara kucing.  Nah, daripada hanya memelihara yang menghabiskan banyak dana untuk konsumsi sang kucing, kenapa tidak membiakkan aneka kucing hias?  Ingat, harga kucing hias bisa mencapai jutaan rupiah per ekor! Kalau hobi bikin kue, kenapa hanya dinikmati sendiri? Buat kuenya, nikmati sebagian kecilnya, dan jual sisanya. Kan lebih enak?  Hobi dapat, uang dapat.
  3. Semua aktivitas, pada dasarnya punya potensi untuk dibisniskan, tumbuh besar dan berkembang, jika ditekuni terus-menerus dengan visi menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tentu saja selalu ada proses yang harus dilalui, agar sebuah bisnis yang baru dimulai, bisa bergerak maju dan semakin besar.  Kalau ada banyak bisnis yang layu sebelum berkembang, itu bukan karena bisnisnya yang tidak punya potensi, tetapi karena pelakunya berhenti pada waktu yang salah. Jangan berhenti ketika Anda masih rugi!

Lakukan hobi Anda, dapatkan sensasi kesenangannya dan biarkan orang lain yang membayarnya!

 

Oleh: Zainal Abidin

Pengusaha, Pelatih Wirausaha dan Penulis Buku

www.zainalabidin.net

www.sekolahmonyet.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.