Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 795

Grab re-Launching Grab for Business

Perusahaan transportasi online Grab kembali meluncurkan layanan khusus bisnis Gran for Business. Pasca diluncurkan pertama kali di tahun 2016, ada sekitar 5.000 mitra perusahaan.

Layanan Grab for Business mamberikan  solusi digital untuk pengelolaan transportasi yang fleksibel, transparan, dan aman bagi kalangan bisnis.

“Alasan Grab for Work bertransformasi menjadi Grab for Business adalah karena adanya pembaruan inovasi layanan bagi mitra bisnisnya,” kata Excutive Director Grab Indonesia Ongki Kurniawan pada konferensi pers di Jakarta, Rabu (22/05/2019).

Grab for Business didukung oleh jaringan dan cakupan armada yang luas, layanan pelanggan khusus, serta layanan voucher digital GrabGifts.

Grab mengklaim, layanan khusus bisnis tersebut dapat mendorong efisiensi hingga 30% dan produktivitas karyawan hingga 50%.

 

Percepatan Pertumbuhan Bisnis Dengan Memperluas Relasi

 

Dalam proses mengembangkan bisnis, sering kali kita menghadapi berbagai macam masalah yang sulit untuk dihadapi dan tidak menemukan solusi yang tepat untuk menyelesaikannya.

Namun kadang ketika masalah yang rumit itu sulit kita hadapi, solusi muncul dari orang lain yang kadang sering kita tidak duga.

Itu karena memang manusia adalah makhluk sosial yang saling tolong menolong dan berinteraksi antara satu dengan lainnya.

Jadi jangalah kita berpikir dengan kemampuan yang kita miliki akan dapat menyelesaikan masalah yang ada dibisnis kita.

Bahkan orang-orang besar juga tidak akan sukses tanpa bantuan dari orang lain. Contohnya adalah orang nomor satu terkaya didunia yaitu Bill Gates.

Seorang Bill Gates pun membutuhkan orang lain seperti Paul Allen untuk membantunya mengembangkan Microsoft sampai sebesar ini.

Untuk itulah, malam ini kami dari team entrepreneurID akan berbagai nasehat mengenai pentingnya membangun relasi atau networking untuk mengembangkan bisnis yang kita sedang jalani.

Relasi artinya adalah hubungan atau interaksi dengan orang lain. Relasi sangatlah penting dalam bisnis karena terkadang kita membutuhkan keahlian orang lain yang bisa mendukung bisnis yang kita miliki.

Jika kita bisnis sendiri tanpa orang lain, maka pertumbuhan bisnis kita sangatlah lambat dikarenakan kemampuan dan waktu yang kita miliki sangatlah terbatas.

Di bawah ini adalah cara untuk membangun relasi untuk mengembangkan bisnis kita.

_*Yang Pertama, Mengikuti Event Bisnis*_
Yang pertama adalah mengikuti event-event bisnis. Bisa berupa seminar, diskusi panel maupun training-traning bisnis lainnya.

Dalam event tersebut akan dihadiri oleh orang-orang yang mempunyai latar belakang dan kemampuan yang berbeda-beda namun mempunyai visi yang sama yaitu berbisnis.

Dengan menghadiri event-event bisnis tersebut, kita akan mendapatkan kenalan-kenalan yang tidak pernah kita jumpai sebelumnya.

Kita akan bertemu orang-orang yang mungkin bisnisnya diatas kita secara pengalaman maupun pendapatan dan akan berbagai mengenai perjalanan bisnis mereka ke kita.

_*Yang Kedua, Bergabung Dengan Komunitas Profesional*_
Selanjutnya adalah bergabung dengan komunitas bisnis profesional.

Selain dapat berkomunikasi dengan intens kepada para pebisnis lainnya, kita akan mendapatkan energi tambahan karena berada dilingkungan orang-orang yang juga berbisnis dan mempunyai masalah yang hampir sama..

Jika kita berjuang dalam bisnis sendirian maka ketika ada sesuatu yang salah tidak ada yang akan mengingatkan, dan jika ketika kita sedang berada dititik bawah dalam bisnis tidak ada yang akan menguatkan kita.

Namun berbeda jika kita berbisnis dengan berjamaah atau berkelompok dalam satu komunitas, ketika kita ada satu kendala maka teman-teman kita dalam satu komunitas yang sama akan mencoba membantu meringankan masalah kita.

_*Ketiga, Aktif Sosial Media*_
Berinteraksi dalam sosial media dapat membantu memperluas relasi yang kita miliki.

Interaksi sosial media dapat dilakukan dengan mudah karena setiap orang di zaman sekarang hampir semuanya memiliki sosial media.

Melakukan komunikasi dalam sosial media dengan cara dapat follow akun-akun bisnis maupun orang orang-orang yang sudah sukses dalam bisnisnya.

Membangun interaksi disosial media sedikit berbeda dengan komunikasi langsung karena ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti izin untuk berkenalan, tidak memutus komunikasi secara sepihak sampai dengan menyampaikan dengan jelas maksud dan tujuan dalam berinteraksi.

Oke itulah beberapa hal penting mengenai pentingnya relasi dalam membangun bisnis juga tips-tips membangun relasi bisnis.

Ketika relasi sudah terbangun maka silahturahmi akan muncul.

Menjaga silahturahmi selain dapat membantu bisnis kita juga dapat memperluas rezeki kita.

Tetap semangat dalam menjalani bisnisnya dan tetap selalu menjaga silahturahmi yang sudah berjalan.

Oleh: Tim entrepreneurID

Utang Luar Negeri Naik Jadi 5600 T

0
Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia kembali meningkat. Jika ULN pada kuartal kedua 2019 sebesar Rp 5.485 triliun (asumsi 1 dolar AS = Rp 14.000), Maka diawal kuartal III 2019 utang menjadi 5.600 triliun.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Onny Widjanarko mengatakan ULN tersebut terdiri dari utang pemerintah dan bank sentral.

Penambahan ULN pemerintah yang meningkat sejalan dengan persepsi positif investor asing terhadap kondisi perekonomian Indonesia

Onny menilai struktur ULN Indonesia tetap sehat. Kondisi tersebut tercermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada akhir kuartal II 2019 sebesar 36,8 persen, membaik dibandingkan dengan rasio pada triwulan sebelumnya.

ULN pemerintah diprioritaskan untuk membiayai pembangunan, dengan porsi terbesar pada beberapa sektor produktif yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, yaitu sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial, sektor konstruksi, sektor jasa pendidikan, sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib, serta sektor jasa keuangan dan asuransi.

Pentingnya Sertifikasi Halal dalam Usaha Makanan

0

 

Bicara mengenai hubungan antara sertifikasi halal dengan usaha makanan di tanah air yang mayoritas  penduduknya beragama Islam merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan. Karena memang sertifikasi halal ini merupakan suatu bukti bahwa makanan yang dijual aman dan tidak mengandung bahan-bahayang dilarang oleh agama Islam. Dengan mengantongi sertifikat halal, konsumen muslim tentu akan lebih yakin dalam mengonsumsi produk tersebut.

Sertifikat halal di Indonesia dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia untuk menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syari’at Islam. Sertifikat halal adalah syarat untuk mendapatkan izin pencantuman label halal pada kemasan produk dari instansi pemerintah yang berwenang. Waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan sertifikasi ini mulai dari pendaftaran hingga sertifikat disahkan ialah 30-40 hari. Sertifikasi halal berlaku selama dua tahun, dan selama masa berlaku sertifikasi halal, LPPOM MUI (Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika, Majelis Ulama Indonesia) sesekali akan melakukan inspeksi mendadak.

Yang harus dipenuhi untuk mendapatkan sertifikasi halal bagi industri pengolahan dan restoran ialah tidak menggunakan bahan yang mengandung babi dan produk turunannya, tidak menggunakan bahan yang mengandung khamr (alkohol, narkoba dll) dan produk turunannya, semua bahan asal hewan harus berasal dari hewan halal yang disembelih menurut tata cara syariat Islam yang dibuktikan dengan sertifikat halal, kecuali hewan yang hidup di air. Produk juga tidak boleh mengandung bahan-bahan lain yang diharamkan atau tergolong najis seperti bangkai, darah, khamr, bahan-bahan yang berasal dari organ manusia, kotoran dan lain sebagainya.

Selain itu semua tempat penyimpanan, tempat penjualan, pengolahan, tempat pengelolaan dan alat transportasi untuk produk halal tidak boleh digunakan untuk babi atau barang tidak halal lainnya. Penggunaan fasilitas produksi untuk produk halal dan tidak halal secara bergantian tidak diperbolehkan.

Untuk rumah potong hewan, harus mempekerjakan jagal yang beragama Islam dan terlatih dalam proses penyembelihan sesuai dengan syariat Islam (memiliki sertifikat penyembelihan), lokasi penyembelihan jauh dari tempat peternakan dan penyembelihan babi, serta menerapkan standar pelaksanaan penyembelihan sesuai dengan syariat Islam.

Produsen yang menginginkan sertifikat halal mendaftarkan ke sekretariat LPPOM MUI dengan ketentuan  sebagai berikut:

  • Untuk Industri Pengolahan, produsen harus mendaftarkan seluruh produk yang diproduksi di lokasi yang sama dan/atau yang memiliki merek/brand yang sama, produsen harus mendaftarkan seluruh lokasi produksi termasuk maklon dan pabrik pengemasan, ketentuan untuk tempat maklon harus dilakukan di perusahaan yang sudah mempunyai produk bersertifikat halal atau yang bersedia disertifikasi halal.
  • Usaha restoran dan katering harus mendaftarkan seluruh menu yang dijual termasuk produk-produk titipan, kue ulang tahun serta menu musiman, dan juga harus mendaftarkan seluruh gerai, dapur serta gudang.
  • Untuk rumah potong hewan harus mendaftarkan seluruh tempat penyembelihan yang berada dalam satu perusahaan yang sama.

Ada tujuh langkah untuk memperoleh sertifikasi halal:

  • Pertama mendatangi langsung kantor sekretariat Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan dan Kosmetika (LPPOM MUI) terdekat, untuk melakukan pendaftaran dan pembelian formulir.
  • Kedua, mendaftar dan mengisi form pendaftaran serta melengkapi dokumen-dokumen seperti data perusahaan, jenis dan nama produk, bahan-bahan yang digunakan, serta mempersiapkan sistem jaminan halal. Form yang telah diisi beserta dokumen pendukung diserahkan ke kantor sekertariat LPPOM MUI terdekat.
  • Ketiga, pada saat pelaksanaan audit ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh perusahaan atau yang mengajukan permohonan pembuatan sertifikasi halal seperti honor auditor, transportasi dari dan menuju pabrik, akomodasi (penginapan dan makan).
  • Keempat, pembahasan laporan hasil audit dalam rapat auditor LPPOM MUI dan analisa laboratorium bila diperlukan.
  • Kelima, rapat penentuan halal produk dalam sidang komisi fatwa MUI berdasarkan laporan temuan hasil audit.
  • Keenam, membayar biaya sertifikasi halal.
  • Dan yang terakhir sertifikasi halal dikeluarkan oleh MUI setelah di tetapkan status kehalalannya oleh komisi Fatwa MUI.

Demikian kami sampaikan, semoga bermanfaat untuk usaha yang Anda jalankan dan usahanya semakin sukses.

 

Diasuh oleh : K.A. Endin

Anggota Dewan Pembina LPPOM MUI

Gedung Majelis Ulama Indonesia

Jl. Proklamasi No. 51 Menteng Jakarta Pusat

 

 

 

Rumah Elit Seharga Rp 4,4 Miliar Di Bekasi Ini Laris Manis

0

 

Menyikapi semakin ketatnya persaingan bisnis di industri properti menguatkan kolaborasi PT Premier Qualitas Indonesia dengan PT Biwel Sukses Bersama membangun bisnis dengan bendera PT Qodau Sukses Propertindo. Dengan menghadirkan properti residensial dengan segmentasi kelas atas, perusahaan ini sukses meluncurkan rumah elit tipe Eloise di perumahan Premier Estate 2  Jatiwarna, Bekasi.

Dengan mengusung konsep luxury modern house dengan tagline-nya The Elegance of Tropical Nature, hunian dengan luas bangunan 233 m2 dan luas tanah 216 m2 itu dipasarkan seharga Rp 4,4 miliar diterima pasar dengan baik.

Mengusung kelegaan dalam rumah, tipe Eloise ini dilengkapi 2 kamar tidur utama dan 2 kamar tidur anak, balkon yang besar, dan ruang keluarga yang luas. Kemudian juga dilengkapi dengan dry kitchen dan wet kitchen, serta service area yang terpisah dari ruang utama.

Premier Estate 2 seluas 9 hektar berlokasi strategis, dekat dengan 2 tol yaitu JORR dan Lingkar Dalam. Memiliki fasilitas yang lengkap, seperti club house, children playground, green area, ground utilities, fiber optic connection, 24 hours security dan dikelola oleh professional estate. “Akan dibangun juga danau dengan luasan kurang lebih 1 hektar,” kata President Director PT Qodau Sukses Propertindo Benoit Giroux

Ada sebanyak 185 unit dari 277 hunian di Premier Estate 2 terjual sejak dipasarkan pada April 2018 lalu. PT Qodau Sukses Propertindo yakin, sisa 92 unit lagi akan ludes pada akhir tahun ini karena tingginya minat masyarakat Bekasi maupun Jakarta. Rumah tipe Eloise mulai dibangun pada September 2019 dan serah terima seluruhnya pada 2021 mendatang

Tragis! Pasca Peternak Bangkrut, Pemerintah Buka Keran Impor Ayam

0

 

Masih segar dalam ingatan betapa menderitanya para peternak menjelang dan pasca lebaran lalu. Panen ayam yang over suplay itu pun dihargai murah. Hanya Rp 5000/kg. Padahal biaya produksi saja mencapai Rp 17-18 ribu/kg.

Kesal tak ada respons dari pemerintah mengatasi kasus tersebut, peternak pun memilih membagikan ayam siap potong pada masyarakat. Ini bentuk protes yang tak juga ditanggapi pemerintah. Banyak peternak harus menelan pil pahit kerugian hingga ancaman kebangkrutan atas peristiwa ini

Hanya berselang 2 bulan pemerintah kembali akan membuka keran impor ayam. Kebijakan ini harus diambil pemerintah usai kekalahan saat menjalani dispute settlement (penyelesaian sengketa) melawan Brasil terkait importasi ayam di World Trade Organization atau WTO.

Keran impor ini dibuka sejalan dengan rekomendasi dari WTO terhadap kebijakan Pemerintah Indonesia.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan meskipun keran impor ayam, yang penting dibuka, kalau ada pengusaha yang mau dan kalau ada yang berani mengajukan, dipersilahkan.

Menurut Direktur Perundingan APEC dan Organisasi Internasional Kementerian Perdagangan Antonius Yudi Triantoro, impor ayam harus memenuhi syarat yakni memiliki sertifikat kesehatan.

Kriteria lain terkait standar pemotongan hewan pangan yang akan diimpor. Pemeriksaan itu akan dilakukan lewat Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan otoritas negara pengimpor.

Pemerintah Diminta Beri Insentif pada Investasi Berorientasi Ekspor

0

 

Investasi yang orientasinya ke pasar dalam negeri berbeda dengan investasi untuk ekspor dan bagian dari global chain.  Investasi yang yang orientasinya ke pasar dalam negeri membawa beban terhadap neraca berjalan yang sudah sangat parah,  terutama pendapatan primer yang terus mengalami defisit paling besar pada dekade ini.

“Investasi yang hanya mengeksploitasi pasar dalam negeri membahayakan neraca berjalan nasional dalam jangka pendek maupun panjang.  Seharusnya kebijakan investasi membedakan jenis investasi yang produktif untuk ekspor dan daya saing pasar global dan investasi yang hanya mengeksploitasi pasar dalam negeri.” kata Ekonom Senior INDEF, Didik J. Rachbini,

Apalagi, neraca berjalan kita sudah sangat berat. Sumber defisit neraca tersebut tidak lain adalah neraca jasa dan sekarang lebih berat dengan neraca pendapatan primer.  Jika arus model asing dipenuhi oleh investasi yang mengeksploitasi hanya pasar dalam negeri, maka dampaknya berat terhadap neraca berjalan, terhadap nilai tukar rupiah, terhadap ekonomi sektor luar negeri dan perekonomian secara keseluruhan rapuh.

Bahkan, kata Didik, defisit pendapatan primer sudah mencapai USD 30,4 miliar, yang didominasi oleh defisit pendapatan investasi dimana modal keluar yurisdiksi ekonomi Indonesia paling tidak sampai USD 29 miliar.

Investasi berkualitas rendah apabila hanya untuk eksploitasi pasar dalam negeri. Hal ini juga bisa berdampak negatif menyedot modal keluar. Untuk itu, menurut Didik, pemerintah harus mendorong dan memberikan insentif terhadap investasi yang produktif berorientasi ekspor dan berdaya saing sehingga berdampak positif terhadap devisa dan memperkuat ekonomi sektor luar negeri.

Selain menekan defisit jasa dan pendapatan primer, neraca berjalan hanya dapat diperbaiki jika neraca perdagangan mengalami surplus besar seperti pada periode 1980-an sampai 1990-an.  Didik menilai kebijakan pemerintah saat ini kalah jauh dengan kebijakan pada  masa Orde Baru. “Saat Orde Baru ekspor tumbuh bukan hanya dua digit tetapi di atas 20 persen. Neraca perdagangan harus diperbaiki dengan menekan strategi ekspor yang kuat seperti sebelumnya, juga menahan impor agar neraca perdagangan tidak sakit,” tambahnya

Bisnis Pakaian Anak-anak Casual Lebih Menguntungkan

0

 

Perkembangan usaha garmen yang kian beragam memungkinkan usaha pakaian anak menjadi salah satu pilihan usaha yang sangat prospektif. Apalagi jika usaha pakaian anak ini dikembangkan dengan sistem keagenan. Produk pun akan cepat laku di pasaran karena jangkauan yang luas dengan adanya Agen-Agen yang berada di luar daerah. Selain itu,  perkembangan usaha pakaian anak juga lebih cepat dibanding pakaian orang dewasa karena anak-anak masih mengalami perkembangan sampai usia 12 tahun.

Karena usaha garmen sangat potensial sekali, maka memungkinkan persaingan yang sangat ketat. Untuk itu, produsen harus menunjukkan karakter produk maupun konsistensi produk yang dihasilkan. Tentunya harga yang murah sangat mempengaruhi tingginya permintaan pasar, sehingga dapat dikatakan usaha pakaian anak ini bukanlah usaha yang musiman.

“Usaha pakaian anak casual lebih banyak dicari, karena anak-anak lebih sering ganti baju untuk main sehari-hari,” jelas Achmad Sofiyulloh, pengamat fesyen dari APPMI (Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia).

Namun, bukan berarti balik modal dalam usaha busana muslim dapat dikatakan cepat, karena sangat bergantung pada target market-nya. Jadi, pelaku usaha harus pandai membaca pasar, jika sesuai dengan momen yang tepat tentu balik modal akan cepat. Apalagi jika menghadapi hari raya, industri pakaian anak akan mengalami peningkatan hingga dua kali lipat. Untuk produsen, Achmad Sofiyulloh menyarankan agar mempersiapkan produksi dengan menyiapkan stok bahan dan model yang simpel untuk pakaian anak. Baiknya menggunakan bahan-bahan kaos yang nyaman bagi anak.

Promosi yang gencar juga harus dilakukan seperti memberikan diskon kepada Distributor atau Agen, iklan di media cetak khusus anak, door to door (jemput bola), dan media online. Penjualan secara online bisa sangat efektif karena jangkauannya yang luas. Tak ketinggalan, promosi melalui iklan di media cetak seperti majalah anak-anak agar sesuai dengan target pasar.

Oleh: Achmad Sofiyulloh, Pengamat Fashion dari APPMI

Konsep “3 N” dalam Memulai Sebuah Usaha

0

 

Selain masalah modal, alasan yang sering muncul dan menghambat seseorang untuk berwirausaha adalah tidak tahu usaha apa yang harus dipilih dan harus memulai dari mana. Sebelum memulai usaha, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan untuk membekali diri.

Hal yang pertama adalah Doa. Apapun agama dan kepercayaan Anda, kekuatan doa sudah banyak dibuktikan orang-orang sukses di dunia. Doa dan keyakinan, akan membuat pikiran lebih tenang, positif, serta alam bawah sadar memacu kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Setelah Doa, calon pengusaha yang sukses harus menyusun jurnal aktivitas harian yang merefleksikan ke impian membangun usaha yang sudah diputuskan. Jika kesulitan memutuskan usaha apa yang tepat dan bagaimana memulainya, Anda bisa melakukan tahapan “3N” yaitu Niteni, Niru dan Nambahin, dalam bahasa Jawa yang artinya mengamati, meniru dan menambahkan. Konsep 3N ala Jawa ini juga dikenal dengan istilah ATM (amati, tiru dan modifikasi).

Niteni/Mengamati

Anda bisa mempelajarai bagaimana prospek sebuah usaha bisa dilakukan melalui sebuah pengamatan. Kemudian jika ada passion atau minat yang kuat pada jenis usaha tertentu, proses pengamatan bisa lebih mendalam dilakukan. Misalnya, Anda tertarik pada usaha Bakso, tentu harus dipejari berbagai hal mengenai usaha ini, mulai dari cara membuat bakso, meracik kuah bakso, berapa besar biaya membuat gerobak dan membeli barang modal lainnya, mencari informasi sumber bahan baku yang baik dengan harga yang kompetitif, bagaiamana menentukan lokasi usaha, bagaimana menghitung harga pokok satu mangkuk bakso dan menentukan harga jualnya. Serta berbagai aspek lain terkait usaha tersebut, agar ada pemahaman menyeluruh mengenai usaha yang akan dijalani tersebut.

Niru/Meniru

Tahapan Niru adalah proses melakukan duplikasi, dari proses Niteni hal-hal yang dipelajari harus dicoba dipraktikkan. Selain itu semua informasi yang kita dapat dari proses mengamati harus  dituangkan ke dalam proses membuat sebuah perencanaan usaha yang jelas. Hal yang harus direncanakan dengan jelas adalah:

  • Konsep yang baru dan kreatif tentang warung baksonya.
  • Berapa investasi total dari satu warung Bakso yang akan dibuat?
  • Berapa gaji yang diberikan untuk operator yang menjalankan?
  • Berapa besar harga jual dan harga pokok Bakso per mangkuk?
  • Di mana tempat usaha yang dipilih?
  • Berapa target penjualan yang harus dicapai?
  • Berapa biaya operasional harian yang harus dikeluarkan?

Semua informasi ini harus sudah tersaji didalam perencanaan usaha yang dibuat, sehingga kita mengetahui berapa penjualan yang harus dicapai untuk BEP atau mencapai keuntungan yang diharapkan.

Nambahin/Memodifikasi

Tahapan ketiga adalah proses melakukan modifikasi  atau menambahkan sebuah kreativitas baru untuk menentukan unique selling point dari usaha tersebut. Misalnya, menciptakan sesuatu yang baru, bentuknya berbeda, isinya berbeda, atau pada kuahnya diberi tambahan sesuatu yang membuat lebih istimewa dan sebagainya.

Sehingga kreativitas yang baru ini mampu mengundang para penggila Bakso khususnya. Jangan lupa, jika temuan kreativitas ini sesuatu yang baru dan belum ditemukan oleh orang lain segera patenkan temuan tersebut agar tidak dicontek begitu saja oleh pihak lain.

Jika masih belum memiliki cukup modal, sebenarnya pada proses Niteni, cara yang paling baik adalah mengamati dan mempelajari dengan cara terjun langsung ke usaha tersebut. Misalnya dengan terlebih dulu bekerja menjadi karyawan. Banyak sekali pelaku usaha yang berani memulai usaha karena telah menguasai benar bidang yang digeluti, karena sebelumnya pernah berkecimpung dalam bidang tersebut, meskipun hanya sebagai karyawan.

Dengan cara itu, Anda bisa mengetahui langsung seluk-beluk usaha tersebut, membuka jaringan, sekaligus mengumpulkan tambahan modal usaha. Jadi, tak ada alasan untuk tidak segera mulai berwirausaha.

 

Oleh :  Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

( Amanah Coaching Clinik Indonesia)

http://www.be-acoach.com

Ironi, Utang Meroket, Pertumbuhan Ekonomi Kian Menukik

0

 

Pengamat Ekonomi Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI ) Salamuddin Daeng mengatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo hanya berada di kisaran angka 4,75 % sampai 5,2 persen. Parahnya lagi, pada periode kedua kepimpinannya, pertumbuhan ekonomi diprediksi akan semakin jeblok.

Menurutnya hal ini sangan ironi. Ditengan pertumbuhan ekonomi yang semaki turun, utang luar negeri pemerintah dan otoritas moneter meningkat cepat mencapai USD 190,465 miliar atau bertambah meningkat 47 %. “Ini adalah peningkatan yang samgat besar. Belum lagi jika ditambah utang swasta, menurut Bank Indonesia hingga Q1 2019 senilai USD  197,127 miliar atau meningkat sebesar 20 %,” jelasnya.

Salamudin menambahkan yang tidak kalah besar adalah peningkatan Surat utang negara (SUN). Jika pada tahun 2014 senilai Rp. 1,101,648 miliar meningkat menjadi Rp. 2,131,895 miliar pada Juni 2019 atau bertambah sebesar Rp. 1,030,247 miliar atau meningkat 94 %.

“Ini luar biasa!  Selanjutnyaa surat berharga syariah Negara (SBSN) pada tahun 2014 senilai Rp. 143,901 miliar meningkat menjadi Rp. 460,468 miliar pada juni 2019 atau bertambah sebesar Rp. 316,567 miliar atau sebesar 220%,” paparnya.

Sementara itu, mantan Menko perekonomian Rizal Ramli memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun ini hanya akan berada di level 4,5 persen. “Saya ingin mengatakan bahwa ekonomi Indonesia akan ‘nyungsep’ paling hanya 4,5 persen,” katanya, Senin (12/8).

Perkiraan ini artinya ekonomi dalam negeri akan melambat dibanding 2018 yang masih tumbuh 5,17 persen. Rizal mengatakan proyeksi pertumbuhan 4,5 persen melihat mayoritas indikator makro ekonomi Indonesia terlihat negatif. Salah satunya, transaksi berjalan (current account deficit/CAD) yang semakin defisit.

Defisit transaksi berjalan yang melebar menurut Rizal juga tak lepas dari ekspor yang terus menurun. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Juni 2019 anjlok 20,54 persen dibanding bulan sebelumnya yakni US$14,83 miliar. Sementara secara tahunan, ekspor turun 8,98 persen.

“Pemerintah malah fokus sama pajak-pajak kecil seperti ke pengusaha pempek misalnya, pecel. Harusnya kurangi pajak untuk pedagang menengah ke bawah agar kalau krisis ada bantalannya,” ujarnya Di sisi lain, pemerintah juga menawarkan bunga obligasi yang tinggi dibandingkan dengan Vietnam, Thailand, dan Filipina. Padahal, peringkat utang ketiga negara itu lebih rendah dibandingkan dengan Indonesia,”  pungkasnya.

Seperti diketahui, di awal masa pemimpinan Jokowi 5 tahun lalu mengatakan jika ekonomi akan meroket.