Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 796

Tahap-Tahap Mewaralabakan Usaha

0

 

Membuka usaha waralaba memang tidak sesederhana membuka usaha biasa. Membuka usaha dengan sistem waralaba harus tunduk pada peraturan yang telah ditetapkan oleh negara. Dan untuk itu setidaknya ada beberapa hal yang Anda harus persiapkan sejak awal sebelum mewaralabakan usaha bimbel Anda tersebut. Berikut hal-hal yang perlu Anda ketahui sebelum mewaralabakan usaha:

Merek Dagang Sudah Didaftarkan

Usaha waralaba adalah usaha yang mendasarkan pada pemanfaatan nilai ekonomi dari Hak Milik Intelektual yang dimiliki Pewaralaba (pemilik merek). Oleh karena itu, jika Anda ingin mewaralabakan usaha yang telah Anda jalankan harus dipersiapkan pertama kali adalah Pendaftaran Merek ke Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual di Kementerian Hukum & HAM. Pendaftaran ini dapat Anda lakukan melalui empat cara yaitu:

  • Mendaftarkan langsung di Kementrian Hukum & HAM Jakarta.
  • Mendaftarkan di Kanwil Kementrian Hukum & HAM Jawa Barat.
  • Mendaftarkan melalui bantuan Dinas Perindustrian, Perdagangan & Koperasi Kabupaten.
  • Mendaftarkan melalui Konsultan HKI yang ada di wilayah Anda.

Selama ini saya menggunakan konsultan HKI aman-aman saja, biayanya juga murah, hanya ditambah sekitar Rp 500.000-an sebagai fee konsultan. Keuntungan menggunakan konsultan HKI, kita dibantu mengurus segala sesuatunya, sehingga tidak perlu memikirkan rumitnya birokrasi. Sangat ekonomis.

Merek dagang yang dapat dipergunakan untuk usaha waralaba adalah merek dagang yang sudah didaftarkan atau sedang dalam proses pendaftaran. Jadi, jika Anda sudah menerima surat resmi dari Kementrian Hukum & HAM tentang bukti penerimaan pendaftaran merek, maka merek tersebut sudah dapat digunakan untuk menjalankan usaha waralaba. Dalam kontrak usaha waralaba yang ditawarkan dapat ditulis nomor agenda pendaftarannya.

Usaha Sudah Untung dan Bertumbuh

Hal kedua yang tidak kalah pentingnya adalah keuntungan yang bertumbuh. Pada Rubrik Konsultasi sebelumnya sudah diuraikan bahwa sebuah usaha waralaba adalah duplikasi bisnis dan keuntungannya. Jadi, tidak mungkin sebuah usaha waralaba itu duplikasi bisnis & kerugiannya. Anda harus membuat laporan keuangan selama minimal tiga tahun berturut-turut dan dari laporan keuangan tersebut dapat disimpulkan bahwa usaha Anda tumbuh (keuntungannya bertumbuh).

Keuntungan bertumbuh inilah yang akan dicetak dalam prospektus bisnis dan ditawarkan kepada calon Terwaralaba (pembeli merek). Dijamin, Terwaralaba manapun sangat tertarik. Terwaralaba tidak tertarik dengan lezatnya menu restoran Anda atau menariknya desain tempat usaha. Otak Terwaralaba itu selalu bertanya, kapan modalnya kembali? Jadi, penuhilah rasa keingintahuan mereka tersebut.

Mudah Diduplikasi, Tetapi Tidak Mudah Ditiru

Supaya usaha Anda dapat di waralabakan, sebuah bisnis harus mudah diduplikasikan, artinya cara kerjanya mudah diaplikasikan oleh para karyawan. Jangan salah paham bahwa mudah diduplikasi itu berarti mudah ditiru. Justru syarat berikutnya adalah produk atau manajemen usaha Anda harus memiliki ciri khas sehingga sulit ditiru oleh kompetitor.

Susun Prospektus Bisnis dan Kontrak Franchise

Setelah persiapan 1-3 selesai, Anda harus membuat prospektus bisnis (jangan sekali-sekali membuat brosur)! Terwaralaba bukan konsumen. Brosur itu hanya untuk konsumen, Terwaralaba berhak mengetahui prospektus bisnis yang Anda tawarkan. Prospektus bisnis adalah proposal usaha yang dibukukan yang isinya mengenai jenis usaha, produk (macam produk yang dijual), manajemen (siapa pengelolanya), keuntungan bertumbuh yang tercetak selama ini, potensi pasar yang tersedia & siap dikerjasamakan, serta sistem kerja sama yang Anda tawarkan.

Memiliki Tim Supporting Managemen

Satu hal yang sering dilupakan Pewaralaba adalah kemampuan mereka dalam memberikan bantuan manajerial kepada para calon Terwaralabanya. Padahal bantuan manajerial ini adalah salah satu syarat yang harus dipenuhi calon Pewaralaba.

Saran saya, Anda harus memiliki tim inti di kantor pusat. Tim inti inilah yang akan memberikan supporting managemen kepada Terwaralaba jika diperlukan sewaktu-waktu. Tim inti ini terdiri atas lima orang, yakni: ahli produk, ahli pemasaran, ahli keuangan, ahli SDM dan ahli operasional bisnis. Masing-masing memiliki fungsi yang sangat vital.

Ahli produk mengurus segala keluhan tentang produk, ahli pemasaran mengurus segala keluhan dalam bidang pemasaran, ahli keuangan mengurus segala hambatan dalam bidang keuangan, ahli SDM membantu menyelenggarakan rekrutmen, seleksi, penempatan, evaluasi sampai pemberhentian karyawan dan ahli operasional membantu Anda mengurus segala tetek bengek operasional sehari-hari mulai dari lampu, listrik mati sampai urusan survei lapangan bahkan pembukaan/penutupan usaha jika diperlukan.

Jika Anda berhasil mempersiapkan semua hal tersebut, dijamin usaha Anda sehat dan siap diwaralabakan. Semoga berhasil!

 

oleh: Suryono Ekotama,

Konsultan Legal Korporat & Manajemen Franchise pada Ekotama Consulting,

Penulis buku-buku bisnis franchise

E-mail : ekotama@hotmail.com

Website: www.ekotama.com, www.bukuwaralaba.com.

 

Bangkit dari Kegagalan Usaha

0

 

Tahun 2006 saat masih berstatus karyawan sebuah perusahaan penjualan lap mobil berbahan kulit (semacam kanebo), Abduh ingin sekali memiliki usaha sendiri. Perusahaan tempatnya bekerja yang mulai goyah ketika itu kian membulatkan tekadnya. Setelah mencari informasi kanan dan kiri akhirnya Abduh menemukan sebuah jalan yaitu bergabung dengan komunitas Entrepreneur University (EU).

Di lembaga itu pula Abduh bertemu dengan Badroni Yuzirman, pendiri komunitas Tangan Di Atas. Suatu saat Roni mempertemukan Abduh dengan Haji Alay, seorang tokoh bisnis terkenal yang sukses sebagai saudagar di Tanah Abang di sebuah acara talk show tentang usaha kecil.

Haji Alay menantang Abduh untuk membuka usaha sendiri jika memang berniat usaha. Tak tanggung-tanggung Haji Alay memberikan kios miliknya di Mangga Dua cuma-cuma tanpa uang sewa. Abduh hanya diminta untuk mengeluarkan uang service charge Rp 1 juta per bulan. Ia tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut.

Abduh mengundurkan diri sebagai karyawan dan fokus mengurus kios di Mangga Dua. Di kawasan tersebut ia membuka kios batik. Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. “Untuk bayar service charge saja saya tidak sanggup ketika itu,” katanya.

Alhasil Abduh hanya bertahan setahun. Dari 10 orang yang mendapat kesempatan emas, hanya ia yang paling terpuruk. Sembilan orang teman lainnya masih lebih baik nasibnya. “Saya banyak utang karena barang-barang berupa batik diambil dari adik ipar,” kenangnya.

Dalam keadaan berutang, Abduh bingung menentukan langkah selanjutnya. Ia merasa hidup harus terus berjalan dan tetap memutar otak agar keluar dari masalah. Jalan keluar akhirnya muncul juga. Abduh terinspirasi sukses Roni yang lebih dahulu melakukan usaha berbasis online. Roni dikenal sebagai pemilik Manet Vision sebuah usaha penjualan busana muslim secara online. Abduh ingin ikut jejak tersebut.

Abduh menyewa sebuah kios kecil yang letaknya masih di Kompleks Perumahan Bojong Menteng, Bekasi, tempat tinggalnya. Dari situ ia mulai menentukan langkah untuk bangkit dari kegagalan. Kios kecil yang ia sewa hanya difungsikan sebagai tempat penyimpanan batik dan barang kerajinan.

Lagi-lagi ia terbentur kendala karena untuk berbisnis online harus mampu mendesain web sendiri. Ia sendiri nol pengetahuan dalam bidang internet. Namun selalu saja ada jalan berkat bantuan seorang teman, akhirnya ia berhasil memiliki web sendiri. “Uang jasa desain web utang dulu kepada teman,” kata Abduh.

Bisnis online tersebut diberi nama Anin Rumah Batik dan bukan Rumah Batik Anin. Abduh memiliki alasan sendiri karena lewat brand tersebut ia berencana membangun bisnis. Misalnya Anin Café atau Anin Furniture. Melalui situs tersebut ia menawarkan produk busana batik pria dan wanita. Lalu produk kerajinan serta furnitur. “Produk saya beda dengan lainnya karena bersifat terbatas, desainnya tidak akan sama satu dengan yang lainnya,” kata Abduh bangga.

Semula Abduh memasang slogan Always Limited Edition yang artinya adalah Selalu Edisi Terbatas. Belakangan ia alihkan ke bahasa Indonesia menjadi Selalu Edisi Terbatas. Kata Abduh, dari literatur yang pernah ia baca, tidak ada bangsa besar di dunia yang membanggakan bahasa dari negera orang. Selalu bangga dengan bahasa sendiri.

“Secara tidak langsung bahasa itu mempengaruhi alam bawah sadar kita bahwa kita sesungguhnya menjadi bangsa inferior karena lebih suka memakai bahasa lain dibandingkan dengan bahasa negara sendiri,” paparnya.

Mulai Bangkit

Abduh mengaku dari kios kecil tersebut mulai bangkit. Apalagi kios itu berada di depan sebuah Sekolah Dasar. Seringkali kiosnya menjadi tempat berkumpul ibu-ibu yang sedang menemani anaknya sekolah. Para ibu itu sering melihat-lihat busana batik di kiosnya.

“Saya tidak pernah menawarkan barang dagangan tetapi hanya menyilakan saja kalau ingin memakai tempat untuk kumpul-kumpul,” ujarnya. Tak dinyana, justru ibu-ibu itu sering membeli busana batik yang ada di kiosnya.

Tidak hanya itu, koleksi busana batik yang terdapat di Anin Rumah Batik pun lama dikenal masyarakat. Dari batik tulis, batik cap hingga batik printing tersedia di web tersebut. Produk batik paling mahal di website miliknya Rp 160 ribu. Sedangkan paling murah Rp 60 ribu. Yang paling mahal tersebut adalah batik hand made karena dikerjakan secara manual mulai dari pewarnaan hingga desain.

Situsnya pun dikenal secara luas. Terbukti Kantor Akuntan Publik terkenal Deloitte and Tomatsu (DTT) yang ada di Jakarta memesan 400 kotak sovenir berdesain batik tulis. Begitu pula manajemen Ritz Carlton meminta agar membuat merchandise yang bisa dijual di hotel internasional tersebut.

Abduh mengaku tidak tahu mengapa pembeli internasional tersebut bisa menemukan situsnya. Ia hanya bisa menduga karena sering meng-update website-nya lalu sering pula meng-upload tulisan di web tersebut. Akhirnya jika pengguna internet googling tentang batik situs miliknya ada di halaman muka. Untuk memperluas jangkuan marketing online-nya, Abduh sudah terdaftar di situs e-bay, sebuah situs perdagangan online paling bergengsi di dunia yang dikelola di Amerika.

Menurutnya tidak semua pemilik usaha online bisa diterima di situs tersebut. Apalagi bila rekam jejaknya buruk. Lewat situs  e-bay pula, Abduh mendapatkan pembeli dari Amerika yang memesan produk kerajinan yang disebut Rehal (tatakan tempat Al-Quran saat orang sedang membaca Al-quran).

Abduh mengaku bisa bangkit kembali dari kegagalan karena bergaul dengan pihak yang tepat. Menurutnya ia banyak mendapat semangat dari komunitas TDA yang terus membimbingnya agar tetap semangat. “Selain itu yang penting niat karena selama ada niat pasti ada jalan,” ujarnya.

Dual Hal yanga Harus Dicermati

Sementara menurut Ippho Santoso, Seorang Motivator, terdapat dua hal yang harus dicermati jika ingin bangkit lagi dari kegagalan usaha. Motivator yang sering mengusung tagline “The Creater Marketer” tersebut memandang keyakinan sebagai hal penting atau langkah pertama bila ingin bangkit lagi. “Untuk bangkit lagi harus mempunyai keyakinan dahulu sebelum menerapkan teknik dan strategi untuk menjalankan suatu usaha,” katanya.

Langkah kedua, lanjut Ippho adalah mengetahui akar masalah ketika usaha sedang terpuruk. Ippho menguraikan beberapa langkah lanjutan yang harus dilakukan yaitu agar usaha kembali bangkit harus bisa menciptakan kondisi lingkungan usaha yang kondusif. Lalu bergaul dengan orang-orang bisnis, banyak membaca buku tentang usaha. Kalau belum cukup juga, perlu berpartner untuk menambah modal atau meminjam modal dari bank.

Ippho berpendapat setiap usaha selalu ada fase naik dan turun. Artinya suatu saat usaha yang dijalankan akan menemui kendala atau sebaliknya membuahkan hasil. Namun menurutnya kegagalan merupakan pengalaman pahit yang bisa menjadi bekal bangkit kembali disertai sebuah keyakinan bahwa usaha yang digeluti akan kembali bangkit.

Mengenal Prosedur Pembiayaan Usaha Melalui BPR Syariah

0

 

Cerita pengusaha kecil dan menengah kekurangan modal usaha sepertinya sudah sering terdengar. Urusan seperti itu sudah menjadi persoalan klasik yang melekat pada diri para wirausahawan kecil. Jalan untuk memperbesar skala usaha dengan cara mengucurkan modal tambahan pun menjadi seolah-olah tertutup karena lembaga pembiayaan seperti bank biasanya mengajukan syarat agunan/jaminan jika ingin mendapat kredit. Sedangkan usaha kecil biasanya memang tidak memiliki agunan yang dapat dijaminkan kepada bank agar memperoleh kredit. Persoalan seperti ini seolah sudah seperti lingkaran setan bagi usahawan kecil dan menengah.

Jika memang bank sulit ditembus untuk mendapat kredit tidak ada salahnya bila melirik Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai sumber pembiayaan. Seperti lembaga keuangan lainnya, BPRS pun patuh punya aturan main. Meski demikian,  menurut Direktur Operasional BPRS Cempaka Desmanizar Yusrah, BPRS tetap memiliki keunggulan dibandingkan dengan bank konvensional. Setidaknya dari mata rantai birokrasi dalam penentuan pemberian kredit.

“Untuk menetapkan kebijakan kredit kepada kalangan usaha kecil dan menengah hanya sampai dua level keputusan,” kata Desmanizar Yusrah atau  yang akrab disapa Desi ini.

Penetapan kredit kepada debitor di BPRS cukup dari marketing ke jenjang setingkat di atasnya yaitu Komite Pembiayaan. Pada level komite tersebut, kredit sudah bisa diberikan kepada debitor. Sedangkan di bank konvensional pemberian kredit di kantor cabang bisa diberikan sepanjang tidak melewati jumlah yang ditetapkan. Kalau jumlah kreditnya lebih besar harus mendapat persetujuan atasan kepala cabang. Bila lebih besar lagi harus mendapat persetujuan kantor pusat.

Mengenai prosedur pengajuan kredit, menurut Desi secara umum sangat mudah. Hanya saja ia mengingatkan usaha yang dapat dibiayai memang layak untuk diberi tambahan modal.

Menurut Desi kendala permodalan usaha kecil dan menengah  selama ini adalah modalnya sering terpakai. Artinya antara keuangan usaha dan uang untuk keperluan sehari-hari tidak dipisahkan. Kejadian seperti ini sering melanda para pelaku usaha kecil dan menengah. Oleh karena itu, bagi pengusaha kecil harus belajar untuk memisahkan keuangan pribadi dan usaha.

Menurut Desi, selama ini tak sedikit pelaku usaha kecil dan menengah yang malas berhubungan dengan bankt. Alasannya karena urusan dengan bank rumit dan berbelit-belit serta repot. Padahal, kata Desi, berurusan dengan BPRS tidak seperti yang digambarkan banyak orang.

Kalau memang serius ingin mendapatkan kucuran pembiayaan dari BPRS, maka yang harus dilakukan adalah menyiapkan dokumen yang diperlukan. Dokumen-dokumen yang diperlukan untuk mengajukan kredit ke BPRS antara lain, surat izin usaha,  jika usahanya  berada  di lokasi yang  tidak tetap. Namun bila usaha tersebut berupa toko atau warung, surat izin tidak perlu tetapi hanya sebatas surat keterangan. Berbeda bila usaha tersebut sudah memiliki badan usaha seperti CV. Pemilik CV menyertakan dokumen terkait CV miliknya tersebut.

Jika yang mengajukan kredit adalah pribadi perlu menyertakan dokumen berupa fotocopy KTP, Kartu Keluarga termasuk Surat Nikah. Dokumen yang terkait legalitas usaha milik perorangan tersebut juga harus disertakan seperti SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan). Kalau sebagai pedagang di sebuah pasar, maka harus menyertakan pula Surat Izin Penggunaan Kios. Kata Desi, bila lokasi kios ada di rumah tidak perlu dokumen semacam itu.

Terakhir adalah fotocopy dokumen benda yang menjadi jaminan berupa aset seperti tanah atau kendaraan. Kalau yang menjadi agunan adalah tanah maka fotocopy akta jual beli yang disertakan. Bila kendaraan, berupa fotocopy BPKB.

Lebih lanjut Desi mengatakan, tidak semua pengajuan kredit harus disertai agunan. Pinjaman maksimal Rp 2 juta tidak perlu menyertakan jaminan. Menurutnya BPRS Cempaka sudah banyak memberikan kredit maksimal Rp 2 juta tersebut. “Tapi prioritas untuk orang-orang yang tinggalnya berdekatan dengan kantor BPRS Cempaka,” jelasnya.

Bagaimanapun menurut Desi, pihaknya harus meminta jaminan dari pihak yang ingin mendapatkan kredit lebih besar dari Rp 3 juta. Sebab uang untuk memberikan kredit berasal dari nasabah yang menyimpan uangnya di BPRS Cempaka. “Kalau kredit tersebut macet nanti dinilai tidak amanah,” katanya. Jaminan tersebut jumlahnya setara dengan kredit yang didapat.

Selain kredit maksimal Rp 2 juta, ada pula kredit tanpa agunan yaitu  bila kredit tersebut diajukan secara kolektif. Misalnya beberapa orang guru di sebuah sekolah berkelompok lalu mengajukan kredit kepada BPRS. Namun jumlah maksimal kredit yang didapat hanya Rp 10 juta.

Jaminan bisa berupa ijazah, bukan berupa aset. Usaha yang sudah berjalan setahun sudah dapat mendapatkan fasilitas kredit tetapi tidak bisa menjadi agunan kredit. Pasalnya meskipun usaha tersebut kelihatan sehat tetap penuh ketidakpastian dan oleh karena itu tidak dapat menjadi agunan kredit.

Segala jenis usaha, tambah Desi, bisa mendapatkan fasilitas kredit dari BPRS  sepanjang usaha tersebut legal dan tidak melanggar hukum. Jumlah kredit yang didapat bisa sampai dengan Rp 200 juta dengan jangka pengembalian kredit 1 tahun dan maksimal 3 tahun.

Jenis-jenis pembiayaan yang bisa diperoleh dari BPRS secara umum adalah skema Murabahah atau yang disebut akad jual beli antara nasabah dengan BPRS. Skema pembiayaan seperti ini yang paling banyak diajukan oleh nasabah. Berikutnya adalah skema Izarah atau akad perjanjian sewa menyewa.

Dan terakhir adalah skema Musyarakah atau kongsi antara BPRS dengan pelaku usaha. Karena BPRS tidak mengenal bunga kredit, maka yang terjadi adalah akad (kesepakatan) antara BPRS dan nasabah tentang nisbah bagi hasil. Persentase besaran nisbah tergantung kesepakatan akad. ersentase besaran nisbah tergantung kesepakatan akad.

Kiat Mencermati Berbagai Tawaran Menjadi Agen

0

Kiat Mencermati Berbagai Tawaran Menjadi Agen

Sebelum memutuskan untuk menjalankan bisnis tawaran keagenan yang banyak di media sosial hingga WhatsApp Group, ada beberapa hal yang harus diperhatikan:

  1. Lakukan survei terlebih dahulu di lingkungan/tempat yang akan dijadikan tempat usaha untuk mendapatkan informasi siapa target market Anda (kepadatan penduduk, usia rata-rata, minat masyarakat secara mayoritas dll), berapa besar potensinya, berapa besar daya belinya. Hal ini penting untuk menentukan harga jual berapa yang terjangkau oleh masyarakat di sekitar, model seperti apa yang kira-kira diminati dan dengan cara apa memasarkannya.
  2. Bila survei sudah dilakukan akan bisa menentukan dengan siapa Anda akan bekerja sama dan lihat bentuk kerja samanya seperti apa, antara lain:
    • Apakah produknya sesuai dengan minat masyarakat sekitar
    • Apakah harganya terjangkau?
    • Bagaimana sistem pembayarannya?
    • Apakah memungkinkan untuk penukaran warna, ukuran dll?
    • Bagaimana perlakuan terhadap barang yang lama tidak bisa terjual? Bisa ditukar atau tidak?
    • Apa saja support yang didapat? Katalog, program-program promosi dll.
    • Apakah ada jaminan kontinuitas pengiriman dan bagaimana prosedur pemesanan (berapa lama, apakah ada minimum pemesanan dll)
    • Apakah ada perjanjian kerja sama?

Demikian dari saya semoga bisa membantu, selamat berbisnis!

 

Oleh: Evi Diah, Divisi Pengembangan Usaha Perhimpunan WALI

 

 Harga Tanah di Kalimantan Merangkak Naik, Investor Tetap Waspada

0

 

Rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan member efek pada meningkatnya harga tanah di Kalimantan. Seperti jargon di bisnis properti umumnya, harga naik setiap Senin. Hal itu pula yang saat ini terjadi di seputar Kalimantan utamanya kawasan segitiga emas Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Harga naik setiap minggu juga diungkap makelar tanah di Kalteng. Jika sebelum Agustus harga tanah seluas 400 meter dijual Rp 30-35 juta, pada minggu pertama Agustus harga naik menjadi Rp 49 juta. Dengan demikian dalam waktu singkat harga tanah naik lebih dari 40%. Maklum lokasi itu konon akan menjadi lokasi ibukota baru.

Menyikapi harga tanah yang naik gila-gilaan ini di peringatkan Frans Martinus  Ketua DPD REI Kalteng. Menurutnya jangan cepat tergersa membeli tanah yang dikerek makelar sehingga calon pembeli membeli tanah lebih cepat. Bagi REI yang dominasi membangun rumah subsidi, terkereknya harga tanah membuat masalah sendiri, karena semakin tak terjangkau untuk membangun rumah rakyat itu.

Sekadar mengingatkan sebelum pemerintah jelas menentukan lokasi Ibu Kota akan dipindahkan, harus tetap waspada. Maklum, rencana pemindahan ibukota juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan pengembang properti besar pun banyak yang pusing pasca membeli tanah di Jonggol, Jawa Barat, namun  rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Jonggol pun tak kunjung terealiasasi hingga ini.

Khusus di Kalteng, ada kawasan segitigas emas di sana yang memang cocok untuk mendukung Ibu Kota baru karena infrastruktur sudah memadai. Yaitu Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya. Presiden Jokowi sendiri belum mengumumkan lokasi persis ibu kota baru, apakah di Kalteng, atau Kaltim

Jadi Juragan Martabak Manis Bermula dari BBC

0

 

Ada tiga tipe orang penyuka martabak manis. Pertama, mereka yang sudah membuat martabak sendiri, karenanya mereka rajin mencari resep martabak jempolan dan berani bereksperimen di dapurnya. Kedua, mereka yang merasa cukup membeli saja martabak manis kesukaannya. Apalagi saat ini ada ribuan kedai dan gerai penjaja martabak manis yang menawarkan berbagai keunikan dan kekhasan rasanya sendiri-sendiri. Ketiga, mereka yang justru lebih suka berbisnis martabak manis dan meraup rupiah dari berjualan penganan lezat ini.

Pemandangan antrean pembeli di gerai-gerai penjaja martabak manis yang berada di berbagai mal atau ruko jelas menggoda siapapun yang berniat berwirausaha di bidang ini. Apalagi sejak beberapa tahun belakangan ini makin banyak ditawarkan franchise usaha martabak. Maklumlah, martabak manis bukanlah makanan musiman, rasanya sudah dikenal dan disukai hampir semua kalangan masyarakat. Tak usah pusing lagi menciptakan pangsa pasar. Buktinya kedai-kedai martabak sudah ada dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.

Konon, martabak manis atau juga dikenali dengan nama “Terang Bulan”, “Kue Bulan”, atau “Kue Bangka” adalah kue khas masyarakat keturunan Haka (Khek) Bangka. Nama aslinya Hok Lo Pan atau Fu Lao Pan, arti harafiahnya adalah Kue Orang Suku Hoklo. Entah bagaimana ceritanya dinamai seperti itu sebab sejatinya martabak manis awalnya adalah murni kreativitas warga imigran Hakka di Bangka. Rasanya gurih, manis, dan juicy, sangat cocok dengan lidah orang Indonesia. Apalagi kue ini sangat mudah dibuat.

Panasi loyang di atas kompor, masukkan adonan yang terbuat dari tepung terigu berprotein tinggi, gula, telur, garam, dan air. Diamkan sejenak hingga tampak matang,  olesi dengan mentega, taburi dengan coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau keju parut, lalu dilumuri susu kental manis. Lantas lipat dan potong-potong sesuai keinginan. Bahkan kini martabak manis banyak dijajakan dengan beragam rasa dan isian. Misalnya pisang, stroberi, blueberry, dan sebagainya. Konon, dulu aslinya Hok Lo Pan hanya berisi wijen.

Sebenarnya, seberapa menguntungkan bisnis martabak manis? Perlukah membeli hak franchise yang harganya puluhan atau ratusan juta rupiah agar bisa maju berbisnis martabak manis? Mengapa tidak langsung saja bertanya dan belajar ke para ahlinya di Bogasari Baking Center (BBC)? “Menjual martabak manis itu profit marginnya bisa di atas 50 persen. Modal usahanya pun jauh lebih murah daripada membuat sebuah bakeri atau usaha kuliner lainnya,” jelas Suhaely Ali, baker senior yang juga Operational Assistant Manager BBC Jakarta.

Lebih lanjut, menurut Suhaely Ali, bila berlatih di BBC, Anda bukan saja diajari rahasia membuat martabak yang lezat itu, tapi juga soal bagaimana mengembangkan bisnis martabak manis yang hendak Anda bangun. Mulai dari bagaimana terus mengembangkan inovasi resep untuk menggaet pelanggan, hitung-hitungan untung rugi dagang, hingga kiat-kiat manajemen usaha kuliner lainnya.

“Selepas kursus pun silakan menghubungi kami untuk berdiskusi soal masalah yang dihadapi saat berdagang dengan para instruktur yang ada di sini, atau kepada tak kurang dari 25 ribu alumni BBC yang tersebar di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Tunggu apa lagi? Hubungi segera Bogasari Baking Center terdekat di kota Anda. Tempat pelatihan pengolahan makanan berbasis terigu yang telah berdiri sejak 1981 ini punya 22 cabang di 17 kota. “Biaya kursus yang dikenakan bagi peserta antara Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung durasi hari dan pilihan tema pelatihan dan lokasi BBC. Tiap hari kursus diadakan dari pukul 8.30 sampai 16.00,” jelas Uluan D. Manurung, SME Relations & BBC Development Manager.

“Kami segera tunggu kehadiran Anda di BBC terdekat, dan bergabung bersama keluarga besar ribuan alumni kami yang telah berhasil menjadi pengusaha-pengusaha kuliner terkemuka di Indonesia,” pungkas Uluan.

Sukses Usaha Jasa Pre-Wedding Bermodal Kamera

0


 Bakat dan kecintaan seseorang pada hobinya merupakan dua anugrah Tuhan yang sangat disyukuri Ali Umar. Betapa tidak, dengan bakat dan kecintaannya di bidang fotografi ia mampu membangun dua usaha di bidang fotografi yang mendatangkan pundi-pundi rupaih yang cukup besar tiap bulannya.

Ali mengatakan tak pernah menyangka dirinya akan menekuni usaha yang jadi hobinya sejak lama. “Sudah lama saya suka foto. Saya suka akan keindahan karunia Ilahi,” jelasnya.

Bersama teman-temannya sesama penyuka foto, Andi bergabung dengan komunitas-komunitas fotografi. Dari sana ia banyak bertemu fotografer yang jauh lebih senior. Seringnya berkumpul dan berbagi informasi, Ali tergerak mendirikan komunitas fotografi di daerah Depok, Jawa Barat yang ia beri nama depokkamera.com

Seringnya bertemu dengan sesama menggemar foto, Ali sering diajak teman-temannya untuk membantu usaha foto wedding dan pre-wedding. Dari sana ia melihat jika dari hobinya itu bisa menghasilkan rupiah yang cukup besar jika diseriusi. “Jadi waktu itu ada teman yang sudah punya usaha jasa wedding ngajak saya ikut setiap ada job foto wedding. Ya saya ikut aja,”ungkapnya.

Modal Kamera

Dari situ Ali mengakui ketagihan. Maklum, selain mengasyikkan bisa memfoto pengentin yang sedang berbahagia, ia pun bisa mendapat uang yang cukup besar. Beberapa kali mengikuti job wedding dan pre-wedding, Ali yang telah memiliki kamera sendiri memutuskan untuk membuka usaha wedding dan pre-wedding di tahun 2010 yang diberi nama alienco.com. “Modal saat itu cuma kamera yang sudah saya miliknya seharga Rp 5 juta,” jelasnya.

Dengan membuka usaha wedding dan pre-wedding, Ali merasakan nikmatnya menekuni usaha yang sangat ia cintai. Namun, dibalik kesenangannya menjalankan usaha tersebut, Ali harus mengorbankan waktu hari liburnya bersama keluarga demi menjalankan roda usahanya.

“Kebanyakan orang nikah di hari Sabtu dan Minggu. Padahal itu hari libu dan keluarga kumpul. Tapi karena sudah jadi pilihan ya saya korbankan waktu keluarga yang saya ganti di hari lainnya,” ungkapnya.

Dalam menjalankan usaha ini Ali juga melibatkan istri sehingga istrinya tahu ritma pekerjaan Ali yang lebih banyak bekerja di hari libur. “Kebetulan istri saya jadi pegawai saya, jadi dia tahu dan merasakan bagaimana kesibukan saya,” ungkapnya

Selain soal waktu, Ali mengatakan ada saja klien yang begitu banyak mengomentari hasil jepretannya, padahal sebelum sesi foto dimulai sudah didiskusikan konspe dan angle yang akan diambil.

“Ada saja klien yang pengen ini dan itu, atau nggak sreg dengan hasil foto padahal itu permintaan dia. Tapi ya kita ikuti saja,” jelasnya tertawa.

Pengembangan Usaha

Tak puas dengan satu usaha, Ali mengambangkan sayap bisnisnya dengan membuka penyewaan dan jual-beli peralatan kamera. Usaha keduanya ini diakui Ali berawal dari ketidak sengajaan yang menurutnya jalan Tuhan.

“Awalnya karena saya suka gobta-ganti alat seperti lampu, tele, dan lainnya ternyata suka susah cari tempat rentalnya. Atau saya mau beli lampu baru kadang susah cari yang jualnya, maka saya kepikiran untuk buka usaha penjualan dan rental peralatan kamera dengan nama yang sama dengan komunitas fotografi yang saya dirikan yakni depokkamera.com,” jelasnya.

Di depokkamera.com selain melayani penyewaan juga melayani jual beli peralatan kamera. Karena itu bagi yang ingin menjual peralatan kamera atau membelinya bisa menghubungi Ali yang juga pendiri komunitas pecinta fotografi di Kota Depok itu. Yang membuat ali tertarik di bisnis jual beli alat-alat kamera ini adalah harga jual barang yang dijual di depokkamera.com lebih tinggi dari harga beli yang ia peroleh dari teman-temannya di komunitas fotofgrafi Kota Depok.

“Dari situ saya ketagihan cari peralatan kamera teman-teman komunitas yang mau di jual untuk kemudian saya jual lagi,” ungkapnya sambil tertawa.

Rasa ketigahan itu diakui Ali kian berlanjut hingga akhirnya Ali memberanikan diri untuk mencari distributor peralatan kamera untuk di ajaknya kerja sama dalam hal penjualan asesoris dan peralatan kamera. Bak gayung bersambut, niat Ali pun direspon baik seorang distributor di Jakarta dan di Bogor yang hingga saat ini jadi suplier alat-alat kamera yang dijual di kameradepok.com.

Dari kerja sama itu Ali mengakui tak perlu lagi pusing-pusing mencari orang yang mau menjual peralatan dan asesoris kamera melainkan cukup menghubungi maka barang siap dikirim.

“Bahkan karena jumlah konsumen terus bertambah, saya pun tak sungkan menstok barang. Kalau dulu kalau ada pesanan baru saya order,” Tuturnya.

Selain jual beli alat-alat kamera, usaha penyewaan/rental alat-alat kamera yang telah dimilikinya dalam jumlah banyak pun tak pernah sepi pelanggan. Tak heran ia pun mendapatkan keuntungan besar dari penyewaan alat-alat kamera. Namun ada syarat yang harus dipenuhi konsumen yang akan meminjam alat-alat dari Ali. “Harus ninggalin kartu tanda pengenal dan membayar uang muka 50% dari biaya sewa,” jelasnya.

Keuntungan Berlipat

Dari kedua usaha Ali yakni wedding dan pre-wedding serta jual beli dan rental alat-alat kamera, Ali pun mendapatkan omset yang cukup besar. Tak kurang dari Rp 80 juta omset tiap bulan mampu dikantongi Ali dari kedua usahanya itu. Setelah dikurangi biaya operasional, perawatan alat dan gaji karywan maka keuntungan bersih yang bisa diperoleh sebesart 60%.

Ali mengatakan usaha wedding dan pre-wedding memang lebih besar mendatangkan profit. Namun prosesnya cukup panjang. “Perlua waktu sekitar 1 bulan mulai dari meeting, pre-wedding, wedding dan proses cetak setelah wedding. Kalau mau simpel sih yang jual alat. Kita cuma beli alat dan jual lagi, Cuma perlu modal. Kalau wedding cuma perlu waktu dan keahlian,” jelasnya.

Utamakan Kualitas.

Sama dengan usaha lainnya, Ali mengatakan untuk usaha di bidang fotografi ini juga sangat mengutamakan kualitas seperti hasil foto dan video dengan kaulitas terbaik dan sesuai dengan permintaan klien. Begitu juga dengan rental alat. Sudah tentu alat-alat yang akan disewakan selalu terjaga kaulitas sehingga tidak mengecewakan konsumen. “Karena ini usaha kualitas dan kuantitas ini harus sangat terjaga, kalau tidak habislah kita,” ungkapnya.

Dalam memasarkan usahanya, Ali sangat terbantu dengan adanya komunitas fotografi dan jejaring sosial. Ia juga selalu mempostiong hasil karya fotonya di website di depokkamera.com sehingga calon klien bisa melihat hasil karyanya.

Dipenghujung perbincangannya , Pria yang pernah bekerja di Bank ternama ini mengatakan lebih menikmati menjadi pengusaha daripada menjadi pekerja. “Penghasilannya lebih gede daripada kerja di Bank. Selain dapet duit, hobi kita pun tersalurkan,” jelasnya tersenyum

Membuat Pelanggan Resto Tetap Loyal

0

 

Pasang surut dalam menjalankan usaha adalah hal biasa. Hampir kebanyakan pelaku usaha mengalami hal tersebut, karena memang persaingan usaha adalah salah satu bumbu atau ujian yang harus Anda rasakan. Dan bila Anda dapat melewatinya maka bisa dipastikan usaha Anda akan terus berkembang, sehingga Anda dapat menduplikasikan usaha Anda dalam bentuk waralaba kepada masyarakat.

Untuk menghindari hal tersebut, Anda tidak usaha menghadapinya dengan panik sehingga mengambil langkah yang keliru, karena hal tersebut bisa saja membuat usaha Anda menjadi lebih terpuruk dari apa yang Anda alami saat ini. Bila Anda telah mengetahui penyebab berkurangnya pelanggan Anda, yaitu disebabkan oleh Anda pelaku usaha lain di sekitar tempat Anda membuka usaha, maka langkah-langkah berikut bisa Anda lakukan.

Yang pertama adalah membuat suatu pembeda pada usaha yang Anda jalankan saat ini. Artinya usaha Anda harus memiliki keunikan tersendiri dibandingkan usaha sejenis atau pesaing Anda, dalam hal ini tentu saja pelaku usaha nasi bebek. Namun unik saja belum cukup, Anda juga harus punya keunggulan dan kelebihan dibandingkan pesaing Anda yang membuat produk atau pelayanan yang Anda berikan berada satu langkah di depan para pesaing.

Dengan begitu pelanggan akan mudah membedakan produk nasi bebek yang Anda tawarkan dengan nasi bebek pesaing Anda, sebab jika tidak jangan harap konsumen Anda akan lolay pada Anda. Perbedaan disini bisa Anda lakukan pada beberapa unsur seperti halnya pada rasa karena memang usaha kuliner yang menjadi patokannya adalah rasa, serta pada pelayanan dan juga hal lainnya.

Anda juga bisa melakukan langkah lain yaitu dengan memberikan penawaran menarik kepada pelanggan, misalnya dengan memberikan discount, membuat menu paket, Atau mungkin voucher makan gratis apabila konsumen kerap makan di tempat Anda. Berikan 3 hal ini secara bergantian kepada pelanggan Anda. Langkah ini bisa dikatakan efektif karena kultur masyarakat Indonesia, Sangat senang dengan berbagai penawaran menarik yang menguntungkan mereka.

Dan yang juga tidak boleh dilupakan adalah pelayanan yang Anda berikan. Karena memang pelayanan yang baik dan juga pelayan yang murah senyum serta ramah merupakan salah satu daya tarik yang bisa Anda lakukan. Anggap konsumen yang kerap datang ke tempat Anda adalah keluarga, karena dengan sikap itulah akan membuat konsumen menjadi nyaman untuk datang menikmati hidangan nasi bebek yang Anda tawarkan.

Yang terakhir yang juga tidak boleh Anda lupakan ialah menjaga selalu kebersihan tempat usaha Anda, karena juga akan berpengaruh terhadap penilaian pelanggan terhadap makanan yang disajikan. Ada beberapa pelanggan usaha kuliner yang menilai dari kebersihan tempat usaha, bila mereka melihat tempat makan kotor ataupun tidak bersih maka akan berpengaruh kepada selera makan dan mereka tidak akan kembali lagi.

Nah, mudah-mudahkan dengan menerapkan beberapa langkah yang saya sampaikan ini pelanggan Anda yang tadinya berpindah ke tempat lain bisa kembali kepada Anda serta membuat mereka menjadi loyal dengan produk atau menu yang Anda tawarkan. Selamat mencoba, Sukses untuk Anda. Terima kasih

 

oleh: Bambang Wahyu Purnomo,

Pengamat Bisnis Waralaba

Email: b_wahyu_purnomo@yahoo.com

Trik Mengembangkan Usaha PAUD

0

 

Usaha lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat ini memang sedang booming dan sangat menjanjikan karena hampir semua orang membutuhkan. Namun demikian karena banyak kompetitor di bidang usaha ini, maka pengelolaan yang benar dengan dukungan dan strategi marketing yang terintegrasi adalah kunci suksesnya. Ada beberapa hal yang perlu bapak jalankan, diantaranya

Membuat kurikulum yang menarik. Karena yang menjadi target Anda adalah anak usia dibawah lima tahun, maka kurikulum memegang peranan yang sangat penting. Orangtua murid pasti akan bertanya tentang apa saja yang akan didapat oleh anaknya di sekolah. Jadi kurikulum yang Anda tawarkan harus menarik dan bisa meyakinkan orangtua murid. Ceritakanlah bahwa kurikulum yang Anda gunakan telah terbukti mampu membuat anak dapat belajar secara lebih cepat dan tidak membosankan bagi anak.

Anda harus mengkomunikasikan dengan Jelas apa yang Anda inginkan. Front-liner yang bertugas untuk menjelaskan program di sekolah Anda harus benar-benar memiliki product knowledge yang sangat baik dan mempunyai cara menjelaskan yang mudah dipahami oleh orang yang meminta informasi. Saat bertemu dengan front-liner inilah, orangtua murid biasanya akan memutuskan untuk bergabung atau tidak.

Buat suasan tempat belajar menjadi lebih Rapi, Bersih, Menarik dan Aman. Pastikan semua ruangan yang Anda miliki dalam keadaan rapi, bersih, dan menarik. Calon orangtua murid biasanya akan melihat semua fasilitas dan ruangan sebelum memutuskan untuk menyekolahkan anaknya. Tatalah semua ruangan dengan nuansa yang benar-benar disukai anak. Pastikan juga bahwa semua peralatan belajar dalam keadaan baik dan layak digunakan. Untuk menciptakan rasa aman kepada orangtua murid, Anda dapat membuat sistem satu pintu untuk akses keluar dan masuk.

Sediakan kelas khusus trial. Berikan kesempatan kepada semua orangtua murid untuk bisa mengikuti kelas percobaan bersama anaknya sebelum mereka memutuskan untuk bergabung. Di sinilah kesempatan Anda untuk merebut hati orangtua murid. Buatlah anak mereka merasa nyaman dan senang. Untuk itu, Anda harus menyiapkan materi trial yang menarik dan pengajar yang berpengalaman.

Buat sistem marketing yang terintegrasi. Agar semakin banyak orang yang mengenal sekolah Anda, maka proses komunikasi secara Above The Line/ ATL dan Below The Line/ BTL tetap harus dilakukan secara teratur ke target market. Anda harus memilih koran / majalah / media yang tepat sasaran agar dapat menghemat biaya marketing. Pilihlah media yang pas dan waktu beriklan yang tepat. Satu hal penting, ketika Anda sedang beriklan di media apapun, pastikan semua karyawan tahu isi/content iklan dan mengerti maksudnya – agar mereka semua bisa menjawab dan menjelaskan ketika ada yang bertanya.

Berikan service excellence

kepada para siswa dan orang tua mereka. Senantiasa berikan pelayanan terbaik kepada semua orang yang datang ke sekolah Anda. Dengan memberikan pelayanan yang berkesan maka orang akan punya pikiran positif dan pada akhirnya mempercayakan pendidikan anak-anaknya di sekolah Anda.

Mengkomunikasikan secara teratur tentang kondisi anak di sekolah dan memberikan masukan kepada orangtua murid agar anaknya dapat lebih berkembang adalah cara terbaik untuk membina hubungan yang lebih dalam. Ingat! Jika mereka puas dengan pelayanan Anda maka mereka akan menjadi marketer yang baik dan ini juga berarti sekolah Anda akan semakin dikenal. Dengan demikian mencari murid bukan lagi hal yang sulit dan usaha Anda akan terus berjalan dan menjadi berkat bagi semua orang.

 

Selamat mencoba dan sukses untuk Anda.

 

oleh: Cahyo Adinugroho

Pengamat Marketing

Mobil Listrik Dikembangkan, Industri Penunjang Dalam Negeri Bergeliat

0

Mobil listrik nasional sepertinya akan menjadi nyata dalam waktu dekat. Hal ini ditandai dengan telah ditandatanganinya Peraturan Presiden (Perpres) mengenai Mobil Listrik pada Senin (12/8) pagi oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dengan demikian, Jokowi berharap, industri otomotif mau segera merancang dan membangun industri mobil listrik di Indonesia.

Menurut Jokowi, 60% mobil listrik itu kuncinya ada di baterainya dan bahan untuk membuat baterai, kobalt, mangan dan lain-lainya itu ada di negara ini.

“Sehingga strategis bisnis negara ini bisa kita rancang agar nanti kita bisa mendahului membangun industri mobil listrik yang murah, yang kompetitif karena bahan-bahan ada di sini,” kata Presiden Jokowi menjawab wartawan usai meresmikan Gedung Baru Sekretariat ASEAN, di Jl. Sisingamaraja, Jakarta, Kamis (8/8) pagi.

Jokowi bilang membangun sebuah industri seperti ini (mobil listrik, red) tidak mungkin setahun, dua tahun, tiga tahun. Ia menambahkan bahwa pasti akan dan juga harus melihat pasar, melihat pembeli, karena mobil listrik sekarang ini hampir 40 persen harganya lebih mahal dari mobil yang biasa.

Namun Presiden berharap, dengan ditemukannya bahan-bahan baterai yang ada di Indonesia, mungkin harganya bisa ditekan lebih murah, syukur bisa sama. “Nah, itu baru mobil listrik akan berseliweran di seluruh kota di Indonesia,” ujarnya.