Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 797

Bisnis Digital Printing untuk Indoor dan Outdoor Bisa Untung 25%

 

Sejak kecil Tontje memang hobi membuat desain dengan komputer dan ia juga sangat tertarik pada perpaduan warna yang bisa dihasilkan oleh mesin digital printing. Hal itulah yang mendorong Tontje untuk membuka usaha digital printing dengan brand Digi Colours dibawah bendera PT. Digital Prima Internusa. Di awal usaha Tontje mengeluarkan modal awal sebesar Rp 250 juta.

Produk dan Harga

Di awal usaha PT Digital Grafika Internusa hanya memproduksi beberapa produk digital printing saja, seperti baliho, stiker, billboard, umbul–umbul, dan aneka banner. Harga produknya  antara lain baliho dijual Rp 35-50 ribu per m2, stiker Rp 85-175 ribu per m2, backdrop mulai dari Rp 3,2 juta, dan banner Rp 50 ribu per m2.

Seiring dengan perkembangan usaha dan teknologi, yang diikuti dengan kebutuhan permintaan pasar akan digital printing, Tontje mulai menambah varian produknya seperti acrylic timbul, rotary light box, branding sticker dan event/promotion table. Selain menawarkan jasa cetak digital printing, Tontje juga menawarkan jasa lainnya, yaitu membuat kartu nama, brosur, dan company profile.

Tak dipungkiri lagi bahwa dewasa ini usaha digital printing banyak dilirik oleh para pengusaha. Menurut Tontje prospek usaha digital printing masih sangat bagus karena semua usaha membutuhkan promosi, mulai dari usaha kaki lima hingga kalangan pengusaha kelas atas.

Tontje menambahkan bahwa persaingan usaha digital printing sangat ketat karena banyaknya pelaku usaha digital printing. Oleh sebab itulah ia terus berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan dengan cara memberikan servis yang terbaik kepada para konsumen.

Servis yang dimaksud adalah dengan memberikan jasa konsultasi kepada konsumen sebelum mereka mulai mencetak produk digital printing. Jika ada masalah, misalnya resolusi gambar kurang besar yang akan menyebabkan pecahnya gambar ketika dicetak, maka Tontje akan berusaha memberikan jalan keluar terbaik untuk konsumennya tersebut.

Pemasaran

Di awal usahanya, Tontje hanya mengandalkan promosi oleh konsumen yang pernah menggunakan jasanya ke orang lain, dan ini sangat efektif. Kini, seiring perkembangan teknologi, Tontje juga menggunakan jasa layanan internet dengan web (www.digicolours.com. Selain itu, dengan adanya servis jasa konsultasi yang diberikan kepada konsumen juga sangat membantu pemasaran. Servis tersebut membuat konsumen kembali ke Tontje lagi saat akan mencetak produk digital printing lainnya.

Untuk menarik konsumen, Tontje juga sering memberikan discount atau bonus kepada konsumennya.  Misalnya  jika konsumen mencetak spanduk minimal 100 m, maka harganya akan turun menjadi Rp 11 ribu/m. Namun, jika pemesanan hanya  di bawah 100 m, maka harganya Rp 13 ribu/m.

Dalam usahanya, Tontje menyasar kalangan menengah ke atas. Beberapa perusahaan besar yang telah menjadi kliennya  antara lain Pluit Junction, Polytron, LG, Panasonic, Bank bca. Bank BRI, Bank BNI, Bank Danamon, Panin Bank, Bank BTN, MNC Life, JNE, Indosat, Samsung, Yamaha, Bank Niaga, Castrol dan Ray White. Ia menambahkan kliennya banyak yang berasal dari agensi iklan (advertising).

Kini, setelah 2 tahun mendirikan usaha digital printing, Tontje mampu meraup omset hingga Rp 200 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 25%.

Tangani 6–8 Event, EO Anak dan Keluarga Raup Omset Rp 150 Juta

0

 

Ketika  mengawali usahanya pada tahun 2002, Alfi tidak mengeluarkan modal sepeser pun. Modal yang ia miliki  hanya berupa proposal pengajuan untuk mengadakan event  di mal ITC Kuningan Jakarta Selatan. Kebetulan saat itu mal ITC Kuningan masih sepi karena belum lama dibuka.

Untuk menarik pengunjung datang, pihak mal ingin mengadakan event anak-anak dan keluarga. Setelah mengetahui informasi dari pihak mal Alfi langsung mengajukan proposal pengadaan event sebagai EO. Tak disangka, pihak mal pun menyetujui dan langsung memberikan modal pengadaan acara.

Dari sanalah Alfi mulai mengembangkan usaha ini karena keuntungan yang didapat terus diputar untuk mencari klien lain dan lagi-lagi ia pun selalu mendapat modal dari klien yang menggunakan jasanya. Bahkan klien yang pernah melakukan kerja sama dengan Alfi tidak hanya sekali dua kali, tetapi sampai beberapa kali sehingga menjadi langganan tetap.

Dalam menjalankan usaha event organizer dengan nama Cyber Art Studio untuk mengadakan acara anak dan keluarga ini, Alfi tidak membutuhkan tenaga kerja tetap dalam jumlah banyak, sehingga bisa menekan biaya operasional berupa gaji karyawan. Bahkan sejak awal usaha ia hanya memiliki tiga orang karyawan tetap. Selebihnya ia menarik karyawan freelance yang digaji lebih kecil dibandingkan karyawan tetap.

Menurut Alfi usaha di bidang event organizer untuk anak-anak cukup bagus prospeknya. Selama industri/perusahaan terus berkembang, maka usaha ini menurut Alfi akan terus maju, mengingat perusahaan pasti sering mengadakan event termasuk untuk anak-anak dan keluarga, mulai dari event pelatihan kreativitas, ulang tahun, lomba, acara launching dan promosi. Dari segi persaingan, menurut Alfi usaha seperti ini belum terlalu ketat. Meskipun usaha event organizer sudah cukup banyak, namun masih sedikit event organizer yang menawarkan kegiatan kreatif untuk keluarga dan anak-anak seperti miliknya.

Aneka Layanan

Tidak seperti EO lainnya yang hanya fokus pada satu bidang saja, seperti misalnya EO untuk wedding atau pertunjukan musik, Cyber Art Studio justru menawarkan berbagai layanan jasa dalam penyelenggaraan sebuah event, yakni bidang Art Workshop (terdiri atas melukis di berbagai media, keramik, batik dan craft), Entertainment (terdiri atas Story Telling, Acrobatic, Magic Baloon, MC, Face Painting/Tatto Temporary dan layanan lukis karikatur), Contest Organizer (terdiri atas lomba mewarnai, gambar, tari tradisional, modern dance, lomba menyanyi dan lainnya), penjualan Mainan dan Alat Musik Tradisional (seperti congklak, gasing, yoyo, jimbe, bekel dan lainnya), Party Organizer (seperti pesta ulang tahun dan family gathering) dan Toys & Games Rental (seperti bounching, kolam bola, dart game, fishing game, mini golf, dan lainnya).

Tarif termurah berupa event melukis di atas kaos seharga Rp 60 ribu/kaos, sedangkan termahal berupa melukis sepatu Rp 130 ribu/pasang. Total tarif untuk satu event tergantung jumlah peserta dikalikan dengan tarif per produk yang ditawarkan. Kegiatan yang paling banyak diminta klien adalah melukis kreatif, seperti di atas kaos, payung, kaleng, celengan, kap lampu, kelom dan keramik. Menurut wanita yang hobi berenang ini, tarif yang ditawarkannya menyasar kelas menengah atas.

Sebagai EO, Cyber Art Studio cukup membuat konsep dan menyediakan peralatan. Jadi tidak harus memiliki semua yang dibutuhkan dalam acara. Alfi cukup mencari rekanan dalam pengadaan acara. Misalnya dalam penjualan mainan dan alat musik tradisional, Alfi hanya sebagai distributor dari produk mainan dan alat musik tradisional yang dibuat para pengrajin daerah, dan ia menyediakan produk itu ketika ada permintaan saja. Begitu juga dalam event Toys & Games Rental, ia hanya sebagai perantara antara klien dengan pemilik mainan. Nantinya melalui order yang didapat, ia mendapat komisi 20%.

Pemasaran

Dari awal usaha sampai tiga tahun lalu Alfi rajin menawarkan jasanya ke perusahaan, sekolah, industri makanan, bank dengan membuat proposal secara door to door. Hal itu dilakukan untuk membangun brand terlebih dahulu. Selain cara itu, Alfi juga membuat website sejak 5 tahun lalu dan mengikuti pameran untuk anak-anak, seperti Inacraft, Bobo Fair, Mom’s and Baby. Ia juga mengadakan event bagi media (misalnya media cetak), sehingga Cyber Art ikut serta dipromosikan. Kini Cyber Art Studio telah memiliki banyak klien, mulai dari perumahan, properti, mal, perusahaan makanan, obat, asuransi, bank dll.

Untuk pemesanan, klien cukup menelepon. Selanjutnya bisa mengadakan pertemuan atau cukup ditelepon kembali oleh Cyber Art. Misalnya klien ditanya ingin mengadakan kegiatan apa, jumlah target peserta, umur peserta. Jika melukis di atas kaos, misalnya tim Cyber akan menanyakan ukurannya, tema acaranya, apakah ingin ada pencantuman nama perusahaan itu atau tidak. Barulah setelah melakukan pembicaraan tersebut, Alfi mengajukan anggaran. Setelah deal, klien diberlakukan DP 50% sejak 2 minggu sebelum event.

“Tapi kalau klien perusahaan besar yang telah langganan biasanya tidak pakai DP, hanya saja term payment sampai 40 hari setelah acara,” ungkap Alfi. Ia sengaja tidak memberi batasan apapun kepada klien, karena pesanan apapun yang datang merupakan rejeki baginya.

Dalam sebulan setidaknya ada 6-8 event yang dikerjakan Cyber Art Studio, sehingga dari usaha ini Alfi bisa mendapat omset dengan kisaran Rp 60-150 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 30-40%. Biasanya pada momen liburan anak, omsetnya selalu di atas Rp 100 juta/bulan karena orderan menjadi lebih ramai.

 

Produsen Aksesoris Eksklusif untuk Kelas Menengah Atas

0

 

Bagi sebagian besar kaum hawa, aksesoris merupakan outfit penunjang fashion yang wajib dimiliki. Dengan kreasi memadukan manik-manik dan kain menjadi aksesoris seperti gelang, anting, dan kalung yang eye catching dan tampak berkelas, Andi Yulianti mampu meraup omset puluhan juta tiap bulan  dengan keuntungan bersih 40%.

Wanita cantik yang akrab disapa Uli ini merintis usaha aksesoris yang diberinya label House of Jealouxy pasca tayangan Youtube mengenai cara membuat aksesoris  ia pun langsung tertarik mempraktikkannya dengan bahan kain yang diambil dari  pakaiannya yang sudah tidak terpakai.

Sadar bahwa aksesoris buatannya mempunyai nilai jual dan menarik perhatian orang, Uli pun menitipkan aksesorisnya di salah satu toko yang khusus mendisplay produk lokal dari desainer-desainer muda Indonesia bernama Happy Go Lucky, di kota Bandung. Bersamaan dengan itu, Uli diterima kerja di salah satu oil company ternama sehingga ia menjalankan bisnis aksesorisnya secara sampingan.

Lebih lanjut Uli mengatakan bahwa dengan berbisnis sendiri ia lebih mendapatkan soul dan tantangan baru dalam hidup. “Dengan fokus di bisnis aku mendapatkan soul tersendiri, selalu dapat opportunity baru, kejutan-kejutan baru. Dan puji Tuhan setelah aku fokus, revenue House of Jealuxy ini meningkat,” kata Uli.

Menilik prospek usahanya, Uli mengatakan bahwa peluang bisnis aksesoris ini akan sangat besar ke depan, mengingat fungsi aksesoris sebagai pelengkap fashion akan terus berkembang seiring perkembangan mode fashion itu sendiri.

“Aku rasa bisnis ini akan tetap menjadi peluang yang besar. Karena aksesoris  mencerminkan show who you are, wanita akan selalu membutuhkannya untuk melengkapi penampilan. Modalnya pun terbilang kecil, dan bisa dilakukan siapa pun juga. Dari segi keuntungan yang didapat aksesoris menyumbang keuntungan yang besar dibanding produk fashion lainnya. Asalkan kita punya passion, inovatif dan selalu curious terhadap perkembangan mode yang ada,” papar Uli.

Dalam koleksi Liberation ini Uli menggunakan bahan baku manik-manik (beads) berbahan beludru berbentuk bulatan kecil yang colorful. Beads beludru tersebut kemudian dikombinasikan dengan bahan lain seperti besi, rantai, kawat, dan lainnya membentuk aksesoris seperti gelang, anting, dan kalung yang eye catching. Koleksi aksesorisnya tersebut diberi nama-nama Goddess atau Dewi-dewi Tibet seperti Drolma, Ekajati, Prajna, Lasya, Dakini, dan lainnya. Harga yang ditetapkan untuk koleksi bertema Liberation ini antara lain untuk kalung berkisar Rp 330 – 480 ribu/pcs, gelang dan anting dari Rp 120 – 280 ribu/pcs.

Aksesoris House of Jealouxy lainnya yang tak kalah menarik adalah kalung dari  kombinasi bahan kain dan rantai yang bisa digunakan multifungsi sebagai ikat pinggang. Harga untuk aksesoris ini Rp 240 ribu/pcs. Selain itu produk aksesoris lain yang terbilang laris diserbu konsumen wanita adalah headband atau bandana yang terbuat dari kain yang di dalamnya berisi satu utas kawat sepanjang ± 50 cm atau disebut pula dengan wire headband sebagai aksesoris untuk rambut, seharga Rp 50 ribu/pcs. “Wire headband ini cenderung paling laku, karena selain desainnya simple, di Indonesia sendiri belum ada aksesoris seperti ini,” tutur Uli.

Pemasaran

Display produk di toko Happy Go Lucky, Bandung merupakan awal mula pemasaran produk House of Jealouxy, kemudian sekitar tahun 2010 Uli memperoleh tawaran untuk bergabung menjadi salah satu tenant di salah satu mal premium di Jakarta, yakni Level One, East Mall, Grand Indonesia.

Dalam memasarkan produknya, Uli memang terbilang sangat hati-hati, pasalnya ia tak ingin membuat image produknya pasaran, tapi terlihat eksklusif. Karena itu ia lebih memilih memasarkan produknya di mal-mal premium seperti Department Store Debenhams, Lippo Mall Kemang Village, jalur indie store seperti di Monospace, Plaza EX dan Happy Go Lucky, Bandung. Sistem kerja sama yang dilakukan Uli adalah sistem konsinyasi. Namun sayang, ia enggan menyebutkan persentase fee dari sistem konsinyasi tersebut.

Selain aktif memasarkan aksesoris via offline store, Uli pun gencar melakukan pemasaran via online dengan memanfaatkan jejaring sosial Facebook, Twitter, maupun blog. Dari pemasaran online, ia memperoleh konsumen dari berbagai penjuru Nusantara. Untuk sistem pengiriman barangnya, ia menggunakan jasa ekspedisi khusus dengan ongkos kirim ditanggung pembeli.

Uli juga rutin mengikuti beberapa pameran atau bazaar skala regional maupun nasional, seperti Brightspot Market. Untuk lebih memanjakan konsumen, Uli rutin memberikan diskon khusus hingga 50% untuk setiap produknya.

Untuk menunjang tampilan halaman jejaring sosial maupun website yang menarik dan eksklusif, Uli tak tanggung-tanggung membuat sesi pemotretan khusus produk-produknya yang dipamerkan di berbagai media promosi. Sesi pemotretan ini biasanya melibatkan jasa fotografer, model dan fashion stylist profesional.

“Biasanya setiap mengeluarkan koleksi terbaru, aku selalu mengadakan sesi pemotretan khusus tersebut. Koleksi terbaru itu sendiri sebenarnya nggak tentu, biasanya tiap 3-4 bulan sekali dan untuk 1 model aksesoris aku buat limited, hanya 3-4 warna saja, dan 1 warna hanya 1 pcs,” terang Uli.

Strategi promosi Uli lainnya adalah bersinergi dengan media massa, baik cetak maupun televisi. Ia kerap mendapatkan tawaran dari beberapa majalah wanita terkenal seperti Elle Indonesia Magazine untuk memotret produk House of Jealouxy. Ia pun tak luput diminta untuk syuting mengisi program televisi, menjadi pembicara, bahkan diminta khusus oleh fashion stylist artis Indonesia, seperti Astrid Tiar dan beberapa artis lainnya untuk dibuatkan aksesoris ataupun dalam peminjaman produk.

“Aku sangat welcome dengan media, mau tujuannya meliput atau mengajak kerja sama peminjaman produk. Buat aku expose media sebagai promosi House of Jealouxy juga. Terkadang akupun diminta untuk membantu sesama teman desainer lain yang akan mengadakan fashion show, dan aku diminta membuat aksesoris untuk melengkapi koleksi pakaian yang akan dipakainya,” ungkapnya.

Dengan mengusung konsep desain yang terbilang out off the box dan limited, serta ditunjang oleh promosi dari internet maupun media massa, maka tak heran omset House of Jealouxy baik via offline store maupun online sekitar Rp 30 juta per bulan, dengan keuntungan bersih sekitar 40%.

 

Lima Langkah Mengelola Risiko Usaha

0

Agar suatu usaha dapat berjalan maka pelaku usaha harus mengetahui cara mengelola risiko usaha dengan baik. Karena itu ada Lima cara mengelola risiko tersebut, yaitu identifikasi (buat daftar) setiap risiko yang bisa terjadi, lakukan analisis dan ranking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya, tentukan upaya-upaya untuk mengatasinya sesuai dengan urutan yang ada, lakukan upaya tersebut sesuai pilihan skenario yang telah dibuat, dan lakukan evaluasi.

Identifikasi Risiko

Pelaku usaha perlu mengidentifikasi dan membuat daftar risiko apa saja yang akan dihadapi dan bisa merugikan usaha. Sebagai contoh sebuah usaha sepatu, dapat membuat daftar risiko usaha sebagai berikut:

  1. Risiko bahan baku (kulit) yang tidak selalu tersedia
  2. Risiko karena selera konsumen yang selalu berubah
  3. Risiko kenaikan harga bahan baku lainnya, dan seterusnya

Yang perlu dipahami dalam tahap ini adalah, bahwa setiap pelaku usaha memiliki risiko yang bisa saja sama dengan usaha yang lain (risiko kenaikan harga misalnya), namun juga bisa berbeda antara satu jenis usaha dengan jenis usaha lainnya. Sebagai contoh jenis risiko yang dihadapi usaha sepatu akan berbeda dengan risiko usaha dari usaha bakso.

Analisis dan Urutkan Risiko

Menganalisis dan mengurutkan risiko-risiko dalam daftar yang sudah dibuat, mulai dari yang paling penting (karena paling berbahaya atau karena potensi ruginya paling besar) sampai jenis risiko yang tidak terlalu penting. Sebagai contoh, bagi pengusaha sepatu di atas, perubahan selera konsumen adalah risiko yang paling harus diperhatikan, baru menyusul risiko karena sulitnya bahan baku dan seterusnya.

Yang perlu diperhatikan dalam tahap ini adalah, bahwa risiko yang penting bagi seorang pengusaha belum tentu penting juga untuk pengusaha yang sama. Sebagai contoh di atas, bagi seorang pengusaha sepatu yang sangat kreatif, perubahan selera konsumen bukanlah masalah baginya, justru kelangkaan bahan baku yang perlu harus diwaspadai.

Langkah Mengatasi Risiko

Setelah tahu mana risiko yang prioritas dan mana risiko yang kurang prioritas, maka langkah selanjutnya adalah memutuskan dan menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi risiko tersebut. Dalam contoh di atas, risiko karena adanya perubahan selera konsumen harus di atas dengan diversifikasi dan ide-ide kreatif untuk produk sepatu yang diproduksi, kesulitan bahan baku diatasi dengan memperbanyak sumber pemasok, dan persediaan yang cukup dan seterusnya.

Beberapa tips yang dapat dilakukan adalah:

  1. Kalau risiko tersebut sering terjadi dan bila terjadi dampaknya besar, lebih baik hindari saja melakukan usaha tersebut, karena potensi ruginya menjadi sangat besar.
  2. Kalau risiko tersebut jarang terjadi namun sekali terjadi dampaknya besar, lebih baik diasuransikan. Misalnya adanya pencurian.
  3. Kalau risiko tersebut sering terjadi namun dampaknya kecil, lakukan langkah pencegahan saja. Misalnya terjadinya hujan di tengah–tengah jam operasional usaha.
  4. Kalau risiko tersebut jarang terjadi dan dampaknya juga kecil, hadapi saja risiko tersebut. Kehabisan persediaan plastik pembungkus misalnya.

Action

Lakukan apa yang sudah direncanakan dan dipilih untuk mengatasi berbagai risiko yang ada tersebut. Percuma saja, ketiga langkah di atas sudah baik dan tepat namun tidak dilaksanakan. Bila ini terjadi maka potensi mengalami kerugian tetap akan terjadi.

Evaluasi

Bila sudah dilaksanakan berbagai upaya untuk mengelola dan mengurangi risiko usaha, maka evaluasi harus selalu dilakukan untuk melihat dan mengetahui apakah pilihan upaya untuk mengatasi berbagai risiko yang ada sudah efektif atau belum. Benarkah potensi kerugian sudah bisa dikurangi, masih tetap saja, atau bahkan malah menjadi semakin besar? Sebagai contoh, benarkah diversifikasi produk dan memunculkan ide-ide kreatif mampu menurunkan risiko karena perubahan selera konsumen?

Bila risiko kerugian mulai berkurang berarti tindakan yang dipilih pada langkah ketiga tadi sudah tepat, perlu dipertahankan dan ditingkatkan. Bila risiko kerugian masih sama saja, maka tindakan mungkin perlu diubah dengan cara pengelolaan risiko yang lain atau dikombinasikan dengan yang lain. Bila risiko kerugian malah menjadi semakin besar, maka pilihan tindakan yang diambil kurang tepat, atau muncul risiko baru yang menyebabkan potensi kerugian justru semakin besar.

Langkah berikutnya adalah kembali lagi langkah pertama, membuat daftar baru risiko usaha. Mengapa harus membuat daftar baru risiko secara rutin? Karena, bisa saja dengan pengelolaan risiko sebelumnya, jumlah risiko usaha menjadi berkurang, masih tetap sama, atau bahkan menjadi lebih banyak. Banyak faktor yang menyebabkan hal ini bisa terjadi. Perubahan lingkungan usaha, baik dalam perusahaan sendiri, lingkungan sekitar dan lingkungan yang lebih luas sangat mempengaruhi banyak sedikitnya, besar kecilnya, berbahaya tidaknya risiko usaha yang akan dihadapi oleh setiap pelaku usaha.

Demikianlah, para pelaku usaha sekalian, sekilas mengenai risiko usaha dan cara mengelolanya. Sekali lagi risiko usaha tidak bisa dihilangkan sama sekali, yang bisa dilakukan hanyalah mengurangi dan memperkecil risiko usaha tersebut. Semoga berhasil.

Oleh: Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

Variasi Olahan Daging Kambing

0

 

Idul Adha tak lama lagi segera tiba. Tak ada salahnya Anda mulai merancang menu yang akan disuguhkan bagi keluarga tercinta. Yuk, kita mulai mempraktikkan olahan berbagai masakan dari daging kambing! Selamat Mencoba! —

Kambing Bakar

Bahan :

Daging kambing muda yang sudah direbus

Bahan Bumbu :

Kunyit

Ketumbar halus

Jinten halus

Bawang putih

Garam

Penyedap rasa

Minyak goreng

Cara Membuat :

  1. Campur semua bumbu, tumis sampai harum.
  2. Masukkan daging kambing ke dalam bumbu.
  3. Bakar daging kambing sampai matang.

 

Kari Kambing

Bahan :

Daging kambing yang sudah direbus

5 buah kentang, potong dadu

3 buah wortel, potong bulat

2 ons buncis, potong sepanjang 3 cm

3 buah bawang bombay, iris halus

4 buah tomat, blender hingga halus

Minyak dan margarin secukupnya

4 sdm tomato pasta

2 sdm bawang putih halus

1,5 liter air

Bahan Bumbu :

1 sdm ketumbar dan jinten halus

½  sdm bumbu kari

¼ sdm lada hitam dan pala halus

6 butir kapulaga dan cengkeh

1 ruas jari kayu manis

Garam dan penyedap rasa secukupnya

Cara Membuat :

  1. Tumis bawang bombay dengan minyak dan margarin, tunggu hingga kecoklatan. Kemudian masukkan bawang putih, tumis hingga harum.
  2. Masukkan bumbu kecuali garam dan penyedap rasa, aduk lagi.
  3. Tuangkan tomat blender, aduk rata. Tambahkan tomato pasta. Aduk kembali hingga rata.
  4. Tuangkan air sebanyak 1,5 liter, tunggu hingga mendidih.
  5. Beri garam dan penyedap rasa sesuai selera, aduk hingga rata.
  6. Masukkan kentang, wortel, dan buncis. Diamkan sekitar 25 menit.

Resep A-B dari :

Al-Safeer Restaurant

Jl. Raya Raden Saleh No.15 Jakarta Pusat

 

Sate Kambing Muda

Bahan :

Daging kambing muda, potong-potong

Bahan Bumbu* :

Susu kambing

Minyak dari lemak kambing

Bahan Sambal :

Cabe rawit

Kecap manis

Bawang merah

Tomat

Cara Membuat :

  1. Bakar daging kambing hingga setengah matang.
  2. Campur rata bumbu kemudian oleskan pada daging kambing setengah matang hingga rata, bakar kembali.
  3. Hidangkan dengan nasi atau ketupat dan sambal kecap.

*Campuran susu kambing dan minyak dari lemak kambing berfungsi untuk menghilangkan bau prengus pada daging kambing.

 

Sop Kambing Muda

Bahan :

Daging kambing muda rebus, potong sesuai selera

Kubis

Wortel, potong bulat

Kentang, potong dadu

Tomat

Seledri, iris halus

Bawang goreng

Bahan Bumbu :

Lada putih

Bawang putih

Biji pala

Kemiri

Cara Membuat :

  1. Rebus daging kambing hingga empuk. Tambahkan wortel, kentang, kubis, tomat, dan seledri.
  2. Haluskan semua bumbu, tumis hingga harum.
  3. Campurkan bumbu ke dalam rebusan daging kambing.
  4. Tambahkan garam dan penyedap rasa.
  5. Hidangkan bersama taburan bawang goreng di atasnya.

Resep C-D dari :

Sate Kambing Muda “Mas Cungkring”

Jl. Pejaten Raya No.16 C Pasar Minggu, Jakarta Selatan

 

 

Pebisnis Lobster ini Jadi Langganan Hotel Berbintang dan Restoran Besar

0

 

Fahdiansyah adalah satu di antara sekian banyak pengusaha yang jeli dalam melihat peluang bisnis yang diawali dari hobi. Berkat hobi di bidang perikanan, Sarjana Teknik dari ITI Serpong Banten ini akhirnya menjadi pelaku pembibit sekaligus pembesar lobster air tawar.

Modal awal yang harus ia keluarkan untuk memulai usaha pembibitan lobster air tawar pada tahun 2005 adalah Rp 5 juta. Modal tersebut digunakan untuk membeli indukan lobster air tawar Walkamin dari Pasar Pramuka Jakarta Timur, seharga Rp 4 juta yang berisi 30-40 ekor indukan.

Modal awalnya juga digunakan untuk membeli seperangkat aquarium (ukuran 100x50x25 cm) dan alat pendukung lainnya seperti aerator, pipa, dan selang. Lokasi usaha pembenihan  bibit lobster air tawar dilakukan oleh Fahdiansyah di pekarangan rumahnya, sedangkan pembesaran lobster ia lakukan di 6 kolam seluas masing-masing 100 m2 yang ia sewa di daerah Ciampea-Bogor sebesar Rp 100 ribu per bulan/kolam.

Dalam satu kolam tanah seluas 100 m² bisa disebar benih untuk pembesaran sebanyak 1.000 ekor. Kolam yang ia sewa sudah berbentuk kolam yang memang dibuat untuk memelihara ikan atau lobster air tawar. Fahdiansyah hanya mengeluarkan biaya Rp 200 ribu untuk melakukan renovasi kolam pada awal usahanya. Pengetahuan mengenai teknik pembenihan dan pembesaran lobster air tawar ini ia peroleh secara otodidak, melalui majalah dan acara televisi yang mengulas lobster.

Indukan dan Alat

Untuk pembenihan, hanya pada awal usahanya Fahdiansyah membeli induk lobster air tawar Walkamin di Pasar Pramuka Jakarta Timur. Selanjutnya Fahdiansyah menggunakan induk lobster yang ia produksi sendiri.

Pembenihan lobster air tawar bisa dilakukan di dalam aquarium, bak fiber, atau kolam semen. Peralatan yang biasanya digunakan untuk pembenihan di dalam akuarium cukup berupa potongan pipa ukuran 5-10 cm dan jaring. Sementara itu, untuk pembenihan di bak fiber dan kolam semen biasanya selain potongan pipa dan jaring, juga menggunakan genteng dan batu roster (batu yang mempunyai celah atau lubang di permukaannya). Batu roster, genteng, jaring, dan potongan pipa biasanya digunakan oleh lobster sebagai tempat persembunyian. Jika tidak ada tempat bersembunyi, maka lobster akan menyerang satu dengan yang lainnya.

Selain peralatan tersebut, dibutuhkan juga blower atau pompa air atau aerator sebagai alat pengatur ketersediaan oksigen. Blower/aerator itu dipasang di luar kolam, kemudian gelembung udaranya disalurkan dengan pipa paralon yang dipasang di tempat tertentu mengelilingi kolam. Untuk aquarium ukuran 100x50x25 cm, biasanya hanya dibutuhkan satu titik udara dan untuk kolam semen ukuran 2×2 m, biasanya dibutuhkan 6-8 titik udara di sekitar kolam.

Dalam satu bulan, Fahdiansyah bisa menghabiskan sekitar Rp 1,8 juta untuk membeli pakan lobster berupa Cacing Sutra dengan harga Rp 10 ribu per liter dan pelet merek Pokphand seharga Rp 230 ribu per karung isi 25 kg. Pakan untuk lobster tersebut biasanya dibeli oleh Fahdiansyah di toko perikanan di daerah Grogol Jakarta Barat.

Untuk mencegah penyakit yang sering menyerang benih lobster seperti parasit, Fahdiansyah cukup dengan memberikan makanan yang sesuai, menjaga kualitas air yang baik, serta oksigen yang cukup di dalam air. Peralatan pemeliharaan seperti blower, pH meter, dan termometer biasanya ia beli di toko langganannya di daerah Grogol atau toko perikanan setempat.

Untuk menjalankan usahanya, Fahdiansyah dibantu oleh dua orang karyawan yang ia gaji Rp 500 ribu per bulan. Karyawan Fahdiansyah ditugaskan untuk menjaga kebersihan di sekitar kolam, mengganti air kolam sebulan sekali, dan memberi makan lobster jika Fahdiansyah berhalangan.

Promosi dan Pemasaran

Fahdiansyah mengenalkan lobsternya melalui internet dan memasang iklan di majalah atau Koran. Untuk benih dan indukan, Fahdiansyah memasarkan ke pembenih dan pembesaran lobster air tawar. Sedangkan untuk lobster komsumsi, ia menawarkan ke hotel atau rumah makan.

Usaha keras Fahdiansyah kini berbuah manis, banyak hotel besar di Jakarta dan Balikpapan Kalimantan sudah menjadi pelanggan setia untuk lobster konsumsinya. Sementara itu, pemasaran benih lobster air tawarnya telah dikenal hingga ke daerah Bogor dan sekitarnya.

“Saya yakin, suatu saat nanti lobster air tawar akan menggantikan posisi lobster air laut,” ungkap Fahdiansyah.

Hal ini terbukti dengan meningkatnya jumlah pesanan, baik untuk benih maupun konsumsi. Fahdiansyah juga menambahkan bahwa peluang bisnis untuk pembenihan dan pembesaran lobster air tawar masih terbuka.

Untuk pemesanan benih, biasanya pelanggan datang langsung ke lokasi usaha Fahdiansyah di daerah Islamic-Karawaci Tangerang Banten, dank arena lokasinya inilah maka ia menamakan usahanya dengan nama Islamic Lobster Center (ILC). J

ika konsumen berada di tempat yang jauh, maka bibit akan dipilihkan oleh Fahdiansyah dengan minimal pemesanan 100 ekor benih. Pembelian di atas 1.000 benih, harga bisa dinego menjadi Rp 1.300 per ekor. Pembayaran biasanya secara cash atau transfer untuk konsumen yang berada di luar pulau. Untuk penjualan lobster siap konsumsi dan indukan tidak dikenakan minimal pemesanan.

Kendala Usaha

Kendala yang dihadapi oleh Fahdiansyah sama seperti kebanyakan pengusaha lainnya, yaitu masalah pemasaran. “Jika ingin membenihkan atau membesarkan lobster air tawar, maka carilah banyak teman. Kita tidak bisa “bermain” sendiri jika ingin sukses karena pada dasarnya semua bisnis pasti membutuhkan banyak mitra,” tambah Fahdiansyah. Dalam menghadapi persaingan, Fahdiansyah justru ingin menjalin hubungan yang baik dengan mereka. Hal ini akan bermanfaat dalam pemasaran lobster.

Dalam sebulan Fahdiansyah bisa menjual 3-4 ribu ekor bibit lobster air tawar, 120 kg lobster siap konsumsi usia 6-7 bulan dengan jumlah yang bervariasi per kilogramnya (4-15 ekor), dan 5-7 set induk. Sehingga omset per bulannya mencapai Rp 27,5 juta dengan keuntungan bersih sekitar 81%. Sedangkan balik modal diperoleh setelah 9 bulan usahanya berjalan.

Bisnis Pembuatan Website Untungnya hingga 75%

0

 

Berawal dari ketertarikannya akan dunia internet semasa duduk di bangku kuliah, menginspirasi Herwindo P. Munawar untuk membuat website kreasi sendiri. Namun hal tersebut tidaklah mudah karena ia tidak memiliki latar belakang di bidang teknologi informasi.

“Pada mulanya saya belajar mengolah gambar atau foto melalui Photoshop, saya belajar sendiri melalui buku, forum tanya jawab di internet, hingga sumber-sumber tutorial online yang sangat banyak disediakan di internet,” kenang alumnus Jurusan Ekonomi Universitas Trisakti Jakarta ini.

Setelah ilmu yang didapat Herwindo dirasa cukup, pria usia 32 tahun ini mulai beralih membuka usaha jasa pembuatan website. Modal awal yang ia butuhkan untuk memulai usaha jasa pembuatan website sebesar Rp 11 juta.

Jasa Pembuatan Website

Ada tiga jenis paket jasa pembuatan website yang ditawarkan oleh Herwindo yaitu Silver Fune, Bronze Fune, dan Gold Fune. Paket Website Silver Fune biasanya ditujukan untuk kalangan personal yang terdiri dari dua desain halaman web, dilengkapi dengan fitur-fitur interaktif, 5 halaman, 10 bagian dari halaman, 10 kolom, garansi satu tahun, termasuk dua kali revisi, pelayanan untuk program pencarian untuk di Google. Website ini sudah termasuk domain dan hosting dasar untuk satu tahun dan harga yang ditawarkan Rp 9 juta. Namun untuk kalangan personal harga yang ia tawarkan tidak terpatok pada price list karena masih bisa dinego sesuai dengan keinginan klien, untuk harga Rp 9 juta bisa dinego sampai Rp 2 juta.

Paket Website Bronze Fune terdiri dari dua desain halaman web, 2 kali revisi, 10 halaman, 15 bagian dari halaman, 15 kolom, gambar bergerak halaman depan, program mesin pencari web, event atau berita, registrasi anggota atau pengunjung, download area, jejak pengunjung, pelatihan content management system untuk administrator CMS (Content Management System), program pencarian di Google, garansi satu tahun, hosting dasar untuk satu tahun dan pendaftaran nama domain. Paket ini ditawarkan seharga Rp 14 juta, dan lebih ditujukan bagi kalangan profesional/perusahaan.

Sedangkan untuk paket Website Gold Fune terdiri dari desain web 2 halaman, 2 kali revisi, 15 halaman, 20 bagian dari halaman, 20 proses gambar, gambar bergerak pada halaman depan, program mesin pencari web, pemutar musik,  event atau berita, registrasi anggota atau pengunjung, laporan berkala, download area, forum, jejak pengunjung, pelatihan content management system untuk administrator CMS (Content Management System), program pencarian di Google, garansi 1 tahun, hosting dasar untuk 1 tahun, pendaftaran nama domain, 4 jam pelatihan, dan foto produk yang ditawarkan seharga Rp 17 juta dan ditujukan bagi kalangan online shop/e-commerce.

Diakui Herwindo jasa pembuatan web yang paling banyak dipesan ialah dari kalangan perusahaan. ”Kini bagi perusahaan-perusahaan, internet dapat dijadikan layanan penghubung dengan customer, cukup dengan mendaftarkan nama perusahaan di salah satu hosting pilihan, maka masyarakat akan mengenal lebih jauh tentang produk-produk unggulan yang akan dipasarkan nantinya,” tuturnya.

Promosi dan Pemasaran

Untuk mengenalkan jasa website ke konsumen Herwindo melakukan promosi melalui situs jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Selain itu, ia juga berpromosi dengan membuat website untuk menawarkan jasanya yakni  www.funethic.com yang diiklankannya secara gratis di internet. Ia juga menggunakan cara agar website-nya dapat menduduki peringkat atas ketika terjadi pencarian yang dilakukan oleh pengunjung website berdasarkan keyword atau kata kunci, atau dikenal dengan cara SEO (search engine optimization).

Herwindo lebih menyasar segmen market kalangan perusahaan karena menurutnya perusahaan memiliki kebutuhan website yang kompleks dan membutuhkan jasa untuk maintenance website itu sendiri mengingat perusahaan cenderung tidak mau direpotkan untuk urusan ini. Saat ini ia telah menangani pembuatan website beberapa perusahaan besar di antaranya RS. Jantung Bina Waluya, Manna Line International, Asmiha dan Koperki, Mitra Rajasa, WWF Indonesia, Samsung, dan Qiandra. Klien tersebut didapatkan melalui Facebook, forum pertemanan, iklan secara gratis, menyebarkan brosur, dan yang utama ialah pemasaran dari mulut ke mulut.

Kendala

Ketika ada order dari klien yang belum menyiapkan content planning atau konsep materi, hal tersebut merupakan kendala yang sering dialami oleh Herwindo.

“Kalau content planning-nya sudah siap dan sudah detil saya membuatnya juga enak dan saya tinggal mendesain dan membuatnya lebih indah karena konsep dasarnya sudah ada, sehingga saya memberi pengertian ke klien konsumen karena mereka tahunya desain itu ya setting. Kecuali untuk klien kalangan perusahaan besar, mereka tahu banget kalau desain itu berarti mengkreasi sesuatu, tapi itu bukan berarti saya tidak menerima klien perorangan,” ujar Herwindo.

Dalam sebulan Herwindo bisa membuat 2 website untuk kalangan perusahaan yaitu untuk Paket Website Bronze Fune seharga Rp 14 juta, dan 1 website untuk kalangan personal yang harganya bisa dinego sampai Rp 2 juta, sehingga omset yang dapat diraihnya per bulan  bisa mencapai Rp 30 juta dengan keuntungan bersih hingga 75%.

Ps Pagi Mangga Dua dan Asemka, Pusat Kulakan ATK Terlengkap

0

 

Alat tulis kantor (ATK)  selalu menjadi kebutuhan banyak orang. Menjelang tahun ajaran baru biasanya permintaan alat tulis ini   meningkat. Tertarik untuk usaha alat tulis kantor ini? Pasar Pagi Mangga Dua dan Asemka Jakarta Utara pusat grosir alat tulis kantor terlengkap.

Mencoba usaha berjualan alat tulis kantor atau ATK menjelang tahun ajaran baru seperti sekarang ini merupakan salah satu alternatif tepat bagi Anda yang ingin menambah penghasilan. Berbagai pasar di Jakarta bisa menjadi salah satu referensi Anda, seperti Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Asemka Jakarta Utara.

Di kedua pasar ini berbagai kebutuhan alat tulis kantor banyak ditawarkan, seperti pena, buku tulis, penggaris, dan amplop. Para pedagang biasanya melayani pembelian secara grosiran, namun juga melayani pembelian partai kecil seperti dalam satuan kotak atau pak.

Misalnya, di Pasar Asemka, salah satu toko yang menjual alat tulis kantor, letaknya di bawah fly over Asemka, selalu dipenuhi oleh ibu-ibu atau remaja yang mencari kebutuhan sekolah dengan harga yang lebih murah berkisar Rp 2 hingga Rp 3 ribu dibanding harga warung atau toko di luar kedua pasar tersebut.

Sementara harga grosiran di Pasar Pagi Mangga Dua dan Pasar Pagi Asemka, selisihnya antara Rp 3 hingga 5 ribu lebih murah, untuk pembelian dalam jumlah lusinan. Sistem pembayaran yang ditetapkan adalah cash.

Beberapa pedagang mengakui permintaan barang biasanya meningkat pada saat liburan memasuki tahun ajaran baru sekolah atau perkuliahan. Buku-buku tulis menjadi salah satu yang paling banyak dibeli. Pada umumnya buku-buku tulis untuk anak Sekolah Dasar dan Menengah Pertama, lebih disukai yang bergambar kartun seperti Hello Kitty, tokoh super hero, atau Barbie.

Kiat Mendapat Modal Pinjaman dari Bank

0

 

Menjalankan usaha pasti memiliki pasang surut, apapun usahanya. Bagi Anda yang tengah mencari solusi atas permasalahan keuangan perusahaan, salah satunya meminjam uang dari bank. Hanya ada satu cara agar perbankan bisa membantu permodalan yang Anda butuhkan, yaitu mengikuti semua prosedur dan persyaratan yang mereka minta. Pada dasarnya persyaratan dari bank terbagi menjadi 3 hal.

Pertama, berkaitan dengan identitas Anda dan usaha Anda. Identitas pribadi rasanya tidak ada masalah, sedangkan identitas perusahaan dalam arti akta pendirian CV maupun PT, serta berbagai kelengkapannya. Jika Anda belum memiliki badan usaha, saya sangat sarankan agar mulai dibuat dari sekarang. Apalagi dengan adanya proyek sebesar itu.

Kedua, berkaitan dengan kondisi keuangan usaha Anda. Hal ini dibuktikan dengan pembukuan atau laporan keuangan serta rekening koran Anda di bank. Persyaratan ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana kondisi pengelolaan keuangan usaha Anda. Jika pembukuan ini belum ada, biasanya bank bisa membantu selama ada catatan pendukung. Memiliki tenaga pembukuan sendiri juga tidak ada salahnya untuk kerapian keuangan Anda.

Ketiga, berkaitan dengan pembiayaan yang Anda perlukan. Dalam hal ini modal untuk membiayai proyek pembangunan rumah, yang dibuktikan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dari developer. Tentu saja SPK ini harus ada, karena ini menjadi dasar Anda dalam mengerjakan proyek. Jika ini tidak ada, jangan mau mengerjakan proyeknya karena dokumen ini juga yang menjadi dasar penagihan Anda pada developer.

Walaupun tidak untuk proyek ini, ketiga data di atas harus selalu Anda siapkan untuk proyek-proyek berikutnya. Sedangkan untuk proyek ini bisa Anda cari alternatif dari investor perorangan. Bisa dari investor pasif yang hanya modal uang, toko bangunan untuk suplai barang baku, atau mandor tukang yang bisa jadi “outsource” tenaga kerja beserta gajinya. Atau Anda bisa bekerjasama dengan sesama kontraktor yang memiliki sumber daya untuk mengerjakan proyek ini namun tidak memiliki SPK-nya.

Selain itu, Anda juga bisa analisis kembali kebutuhan modal yang diperlukan agar bisa ditekan sekecil mungkin. Coba buat proyeksi arus kas dari proyek ini, kapan Anda harus keluar uang, dan kapan menerima pembayaran dari pemberi kerja. Dengan membuat proyeksi arus kas yang tepat, Anda bisa membuat rencana kerja yang lebih efisien dan juga menekan jumlah modal yang diperlukan.

 

Diasuh oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email   : gozali@perencanakeuangan.com

 

 

Sajikan Nasi Kebuli dan Pindang Kuning Iga Kambing Saat Idul Adha

0

 

Memperingati hari raya Idul Adha kami menghadirkan aneka kreasi olahan daging kambing yang nikmat dan bebas prengus. Mulai dari Nasi Kebuli 2 Warna, Tumis Daging Kambing dan Pindang Kuning Iga Kambing sebagai menu rumahan Anda. Selamat mencoba.

Nasi Kebuli 2 Warna

Bahan
1 lt beras, cuci bersih
1 lt santan

½ kg daging kambing, potong dadu

1 sdt pengempuk daging Alsutan

1 buah jeruk nipis

5 buah cabai hijau besar, haluskan, rebus

Bumbu
1 sdt ketumbar, haluskan

1 sdt jinten, haluskan
1 sdt merica, haluskan
1 batang kayu manis
5 biji cengkeh
2 ruas laos, memarkan

2 ruas jahe, memarkan
2 lembar daun salam
2 batang serai, memarkan
2 lembar daun jeruk

5 buah kapulaga

2 sdm butter

Biji pala secukupnya

Garam secukupnya

Cara Membuat

  1. Lumuri daging kambing dengan bahan pengempuk dan jeruk nipis, aduk rata dan  diamkan selama 10 menit. Bagi menjadi dua bagian, sisihkan
  2. Cuci bersih beras lalu tiriskan. Tambahkan beras dengan semua bumbu, aduk rata. Bagi beras menjadi 2 bagian, satu bagian ditambahkan santan,  cabai hijua dan daging kambing. Dan sisanya hanya ditambahkan santan dan daging kambing
  3. Aron masing-masing bagian dalam wadah terpisah hingga santan menyusut. Tambahkan masing-masing aron dengan butter, aduk rata.
  4. Kukus masing-masing beras aron hingga matang serta tanak selama 30 menit, angkat dan sajikan selagi hangat

Untuk 10 porsi

 

Tumis Daging Kambing

Bahan
½ kg daging kambing, potong dadu
2 siung bawang putih, memarkan
1 buah bawang bombay

1 buah paprika merah

1 buah paprika kuning

1 ruas jari jahe, memarkan

1 sdm kecap manis Cap Bango

1 sdt pengempuk daging Alsutan
Minyak goreng secukupnya
Garam secukupnya

Cara Membuat

  1. Lumuri daging kambing dengan bahan pengempuk dan jeruk nipis, aduk rata dan  diamkan selama 10 menit
  2. Tumis bawang bombai dan jahe hingga harum, kemudian tambahkan garam dan daging, tumis hingga daging berubah warna. Tuangkan air, aduk rata
  3. Masak daging di atas api kecil hingga empuk dan air hampir habis. Masukkan paprika, masak hingga air habis, angkat
  4. Tumis Daging Kambing siap disajikan

Untuk 3 porsi

 

Pindang Kuning Iga Kambing

Bahan

½ kg iga daging kambing

3 lembar daun salam

1 ruas jari lengkuas, memarkan

1 ruas jari jahe, memarkan

1 butir asam kandis

6 siung bawang merah, haluskan

3 siung bawang putih, haluskan

½ sdt lada bubuk

1 liter air

Garam secukupnya

Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat

  1. Tumis bawang merah, bawang putih, garam dan lada hingga harum. Tambahkan lengkuas, daun salam dan jahe, tumis kembali hingga harum.
  2. Masukkan iga daging kambing, tumis hingga berubah warna. Tambahkan air dan asam, masak hingga lunak dan air tersisa setengahnya.
  3. Sajikan Pindang Kuning Iga Kambing, hangat

Untuk 1 porsi