Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 798

Jual 5.000 Ekor Kambing/Domba Saat Idul Adha

 

Keinginan menjalankan usaha yang dapat dilakukan banyak orang menginspirasi Muryatno Al Baro bersama Andri Fajria terjun menjadi penjual kambing dan domba untuk kebutuhan korban pada saat Lebaran Idul Adha. Kesempatan ini pun tak dilewatkan keduanya dengan membeli beberapa ekor kambing, menyewa tempat dan membangun kandang kambing sederhana di Poris Palawad Tengerang, Banten dengan modal patungan sekitar Rp 15 juta.

Jemput Bola

Tak ingin sama dengan pedagang hewan kurban umumnya yang membuka lapak di pinggir jalan, Al Baro melakukan strategi pemasaran yang cukup mujarab. Pria yang terbiasa usaha sejak kuliah dan pernah mendirikan lembaga inkubator bisnis serta menjabat sebagai ketua Jaringan Usaha Koperasi Daerah (JUKDA) Kota Tangerang ini melayangkan proposal penjualan kambing dan domba untuk keperluan kurban ke berbagai instansi pemerintahan, organisasi serta menyebarkan brosur ke berbagai kompleks perumahan.

Dengan jaminan kambing yang dijual telah memiliki sertifikat bebas penyakit dari Dinas Kesehatan Kota, membuat jualan pria yang masih belajar di TSTIE YP. Karya Kota Tangerang ini cukup laris manis.

Melihat penjualan hewan kurban cukup diterima masyarakat dan menjanjikan untung besar, maka Al Baro menseriusi usaha dengan mendirikan badan hukum CV Harmonia Adil Mandiri yang kemudian berganti nama menjadi PT Harmonia Saga Makmur (HSM) di tahun 2008.

Namun agar usahanya tak sekadar musiman, tapi dapat berjalan hingga pasca-Lebaran Idul Adha, Al Baro yang saat ini hanya menjalankan usaha bersama Andri Fajria kembali sebarkan brosur, memasang banner mini di pohon-pohon dan proposal yang berisi menyediakan kambing dan domba untuk Aqiqah (tradisi memotong kambing/domba sebagai rasa syukur atas kelahiran anak) ke Rumah Sakit bersalin, bidan, hingga memberikan member voucher diskon aqiqah sebagai cenderamata perkawinan dan persalinan. Hasilnya juga cukup menggembirakan. Layanan aqiqah ini kemudian dikenal dengan Aqiqah Center (Raja Kambing Jabodetabek).

Berkembang Pesat

Lambat laun usaha yang awalnya hanya penjualan, mulai merambah ke pengembangbiakan kambing hingga tak semua kambing/domba yang dijual dibeli dari peternak di sekitar Jabodetabek. Kini HSM yang awalnya hanya memiliki kandang di atas lahan seluas sekitar 400 m2 dengan jumlah ternak 400 ekor di Poris Palawa, Tangerang itu, kini menempati lahan seluas 7.000 m2 dengan jumlah ternak yang dibudidaya 500 ekor di Balaraja, Tangerang, Banten dan 5.000 m2 di Parung, Bogor, Jawa Barat dengan jumlah ternak 400 ekor. Bukan hanya itu, jumlah karyawan pun bertambah dari hanya 4 orang kini HSM mempekerjakan 19 orang karyawan baik di kandang, marketing, maupun administrasi.

Hal ini tak lepas dari tingginya permintaan kambing/domba untuk aqiqah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek). Saat ini tiap bulan HSM bisa menjual 200 ekor kambing/domba untuk keperluan aqiqah, serta memasok kebutuhan pedagang daging kambing/domba di beberapa pasar tradisional seperti Tanah Abang (Pasar Inspres, Pasar Blok F, Pasar Jati), Pasar Cengkareng, Pasar Anyar, Pasar Serpong dan lainnya yang membutuhkan 100 ekor tiap hari. Bahkan beberapa waktu lalu, HSM pernah mendapat permintaan ekspor kambing ke Malaysia melalui PT Widodo Makmur sebanyak 200 ekor tiap minggu.

“Karena permintaan tinggi, makanya kita masih ambil kambing/domba dari peternak di berbagai daerah yang sudah jadi langganan yang kita sebut Mitra yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Baik yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia maupun di luar itu.

Para Mitra membeli ke HSM dengan harga 18 ribu/kg untuk kambing biasa, domba lokal Rp 24-26 ribu/kg, domba Garut Rp 30-35 ribu/kg dan kambing Jawa Rp 30-35 ribu/kg. Ada pula kerja sama HSM dan Mitra di mana bersifat sewa kandang, atau kandang milik Mitra namun bibit dari HSM, atau pihak HSM memberikan bibit dan dipelihara untuk digemukkan untuk kemudian dijual kembali ke HSM.

Layanan Lengkap

Kriteria hewan berumur di atas 1,5 tahun untuk kurban berat minimal 20 kg dengan harga mulai dari Rp 850 ribu hingga Rp 1,65 juta dan 16 kg untuk aqiqah dengan harga Rp 550-950 ribu. Sedangkan untuk dijual ke pedagang di pasar tradisional mulai dari umur 7 hingga 12 bulan dengan berat 17 kg.

Nah untuk kambing/domba hidup dijual berdasarkan berat badannya. Harga jual kambing/domba Rp 40 ribu/kg bobot hidup dan domba Garut Rp 45 ribu/kg bobot hidup. Sedangkan kambing/domba berupa yang sudah berbentuk karkas (hewan yang sudah dipotong tanpa kepala, kaki  dan isi perut)  dijual ke pedagang di pasar tradisional Rp 52 ribu/kg.

“Paket olahan daging aqiqah ini sangat membantu pasangan muda yang ingin melaksanakan aqiqah namun tak ingin repot cara mengolahnya. Pokoknya konsumen tinggal terima beres dan membagikan daging aqiqah dalam nasi kotak. Kita pun bisa menyesuaikan menu makanan sesuai dengan selera konsumen, apakah menu Sunda, Betawi, Jawa, atau Padang dan lainnya,” tutur pria ramah ini.

Meningkat 25 Kali Lipat

Yang paling menarik dari usaha penjualan kambing dan domba dimulai setelah Lebaran Idul Fitri hingga menjelang Lebaran Idul Adha. Al Baro mengaku menjelang Idul Adha permintaan bisa melonjak hingga 25 kali lipat. Sebagai gambaran jika tiap bulan ia bisa menjual 200 ekor domba kambing/domba, jelang Idul Adha bisa sampai 2.500-5.000 ekor/bulan. Jadi dalam sebulan HSM mendatangkan omset sekitar Rp 128 juta dengan keuntungan 25% pada bulan biasanya. Sedangkan saat Idul Adha omsetnya bisa menjadi Rp 2,8 miliar.

Al Baro mengatakan kunci sukses penjualan kambing/domba baik untuk kurban, aqiqah maupun untuk penjualan ke pedagang di pasar tradisional adalah mengajukan proposal ke berbagai instansi pemerintahan, perusahaan besar, organisasi, kompleks perumahan, Rumah Sakit Bersalin, hingga memasang banner di pohon pinggir jalan dan memberikan voucher aqiqah.

Perusahaan dan instansi seperti PT Medco Energi, PT Lativi Media, Ikatan Alumni ITB, PT Yuasa, KODIM Kota Tangerang, Anggota DPRD Kota Tangerang, PT. Telkom, RS Hermina, RS Sari Asih dan RS Insani, Ir. M. Hatta Radjasa,  dan masih banyak lagi pernah menjadi konsumen HSM.

Pemesanan bisa dilakukan dari jauh-jauh hari atau minimal 3 hari sebelum hari pemotongan. Pembayaran bisa dilakukan secara transfer ke pusat (kantor pemasaran di daerah Poris, Tangerang, Banten). Pengantaran Aqiqah Jabodetabek tidak dikenakan ongkos, sedangkan untuk luar daerah ongkos kirim ditanggung konsumen.

Pengangkutan kambing/domba dari Mitra atau Agen bisa menggunakan truk kapasitas 75 ekor, di mana hewan dimasukkan ke kotak kayu, sehingga 1 mobil bisa dibuat 3 tingkat kotak. Tiap tingkat diisi 25 ekor kambing/domba. Pada jarak dekat tentu hewan tak perlu diberi pakan. Sedangkan jika jaraknya cukup jauh perlu diberikan rumput dan air minum.

Ke depan, HSM akan membangun rumah makan kambing dan domba juga akan mengembangkan penjualan susu kambing hingga agrowisata peternakan kambing dan domba.

 

Bisnis Karpet Tembus Pasar Asia Beromset Ratusan Juta

0

 

Kesuksesan dalam membangun usaha karpet yang dijalankan Ary Widian saat ini berawal dari ketidak sengajaan. Karena sebelum menjalankan usaha karpet, pria yang akrab disapa Ary ini pernah menjalankan beberapa usaha namun semua berhenti di tegah jalan.

Seperti diungkapkan Ary, awal ia merintis usaha ialah ketika ia menjalankan usaha penjualan komputer di tengah kesibukannya bekerja di sebuah perusahaan telekomunikasi. Namun usaha yang dimulainya pada tahun 2008 tersebut tidak bertahan lama. Dan setahun berselang, Ary kembali mencoba untuk menjalankan usaha yang menurutnya memiliki prospek yang sangat menjanjikan

“Tahun 2009 saya mencoba usaha  kayu dan lagi-lagi usaha tersebut berhenti di tengah jalan,” jelasnya.

Kegagalan dalam menjalankan dua usaha sebelumnya tidak membuat Ary kapok untuk mencoba menjalankan usaha lain. Dan seperti diungkapkan Ary, ketika ia sedang memasang jaringan di salah satu pelanggannya ia bertemu dengan seorang pengusaha karpet asal Pakistan. Dari perkenalan tersebut Ary mulai belajar tentang seluk beluk usaha karpet yang ternyata banyak diminati konsumen.

“Dari pertemuan tersebut  saya ditawarkan untuk memasarkan produk karpet ini sehingga saya memutuskan untuk resign dari pekerjaan saya,” jelasnya.

Dari pengalamannya memasarkan karpet selama lebih kurang 7 bulan tersebut, Ary mendapatkan pelajaran yang berarti dan dari situ Ary mengetahui bahwa memasarkan karpet tidaklah sulit karena produk ini banyak diminati.

“Melihat prospek yang cerah di usaha karpet membuat saya tertarik untuk menekuni usaha karpet,” jelas pria kelahiran Pekanbaru, Riau ini. Namun diakui Ari, ia tidak mau menjalankan usaha karpet yang bisa, karena itu Ari memutuskan untuk menjalankan karpet modifikasi yang bisa melayani pembuatan karpet dari konsumen.

Dalam memulai usaha pembuatan karpetnya tersebut, Ary tidak mengeluarkan modal yang besar karena ia di bantu oleh temannya yang juga menjalankan usaha karpet modifikasi. Modal yang dikeluarkan pria yang merintis usaha karpetnya sejak 2010 ini sebesar Rp 10 juta, dan modal tersebut ia gunakan untuk membeli bahan baku dan juga peralatan membuat karpet.

Pada awalnya Ary tidak mengetahui sama sekali proses pembuatan karpet ini, namun demi untuk memuluskan usahanya Ary rela belajar membuat karpet pada salah seorang pegawai pabrik karpet kenalannya.

“Setiap sore atau setelah pulang kerja pegawai pabrik tersebut menyempatkan untuk mengajari saya membuat karpet selama kurang lebih 6 bulan,” terangnya.

Karpet Modifikasi

Dengan ilmu membuat karpet yang dimilikinya, Ary mencoba untuk membuat karpet yang berbeda dari yang sudah ada di pasaran dan karena perbedaan itulah Ary menyebut produk karpetnya sebagai karpet modifikasi. Karpet modifikasi yang dibuat Ary kebanyakan adalah karpet pesanan konsumen (custom).

Karena karpet yang dibuatnya adalah custom, maka Ary pun menerima berbagai bentuk karpet yang diingkan oleh konsumen mulai dari ukuran hingga bentuk. Namun apabila pemesan masih belum mempunyai desain sendiri maka pihak Ary akan membantu mendesainkannya hingga desain yang dibuatnya sesuai keinginan pemesan dan apabila hasil desainnya masih belum sesuai dengan pemesan maka Ary pun akan merevisi kembali hasil desainnya hingga benar-benar sesuai dengan yang diinginkan konsumen.

Dari berbagai bentuk karpet yang dibuat Ary, karpet dengan model minimalis seperti yang bergambar Spongebob dengan menggunakan nama pemesan dan gambar logo bola adalah jenis karpet yang paling banyak diminati. Harga jual karpet custom-nya, Ary mematok harga yang bervariasi tergantung besar kecilnya ukuran dan kesulitan dalam membuat bentuk yang diinginkan. Harga karpet custom berkisar Rp 700 ribu sampai Rp 1,2 juta untuk yang berbahan akrilik dan Rp 800 ribu sampai Rp 1,3 juta untuk karpet yang berbahan wool.

Ditipu Ratusan Juta

Perjalanan usaha karpet yang dirintis Ary memang tidak semulus yang diharapkan. Karena terlalu bersemangat menjalankan usaha dan permintaan karpet yang terus mengalir membuat Ary tidak mensortir pelanggan dengan baik. Karena itu pada satu tahun usahanya berjalan, Ary sudah mendapatkan cobaan yang berat. Ketika itu ia mengalami penipuan hingga Rp 400 juta dan bagi pelaku usaha pemula seperti dirinya kerugian tersebut sangatlah besar. Kejadian itu sempat membuat Ary patah semangat dan urung melanjutkan usahanya.

Namun kesedihan yang dialami Ary tidak bertahan lama, semangat usaha Ary kembali muncul berkat dukungan para sahabat dan orang terdekatnya. Dan satu hal yang membuat Ary kembali bersemangat ialah ketika ia masih didatangi oleh pengurus panti asuhan tempat di mana Ary biasa menyisihkan penghasilannya untuk berbagi dengan sesama.

“Waktu itu pengurus panti asuhan yang tidak tahu kondisi saya, datang untuk meminta sumbangan bulanan, dan dari situ saya berfikir untuk kembali bangkit karena masih ada orang-orang yang memerlukan bantuan kita,” jelas pria yang memiliki hobi otomotif dan musik ini.

Dengan sisa-sisa uang yang dimilikinya, Ary mencoba untuk membangun usahanya kembali dan mulai menghubungi konsumen yang biasa memesan karpet kepadanya. Setelah kegagalan yang di alaminya tersebut, membuat Ary lebih selektif dalam memilih konsumen agar kesalahan yang pernah dialaminya tidak terulang.

Kini dengan semakin banyaknya pesanan karpet, membuat usaha karpet modifikasi yang dijalankan Ary terus berkembang. Dengan dibantu 20 orang karyawan dalam sebulan Ary bisa membuat sekitar 400 karpet pesanan konsumen dengan omset hingga Rp 280 juta.

Pemasaran dan Kendala

Dalam memasarkan produknya, Ary mencoba untuk menawarkan langsung pada para pelanggannya atau orang-orang yang ia kenal mulai dari konsumen perorangan hingga hotel bintang lima. Demi memperluas jaringan pemasaran karpetnya, Ary memanfaatkan media internet.

Benar saja, dengan batuan dunia maya yang bisa dijangkau oleh masyarakat di seluruh dunia membuat karpet buatan Ary bukan hanya menjadi idola di negerinya sendiri, saat ini beberapa negara seperti China, Vietnam hingga Singapura menjadi negara tujuan ekspor karpet modifikasi ini.

Menurut Ary kendala yang paling dirasakan dalam menjalankan usaha karpet yang dijalankannya terletak pada sulitnya mendapatkan bahan baku karpet yang kebanyakan adalah bahan baku yang impor dari New zerland dan Australia. Namun begitu, hal tersebut tidak terlalu dipikirkannya karena Ary yakin dengan terus fokus pada usaha yang dijalankannya saat ini semua kendala yang menghadang akan bisa dilewatinya.

Ternak Anakan Kambing Boer Siap Jual Umur 5 Bulan

0

Sempat bergelut di berbagai bisnis mulai dari warnet, ternak lele, berjualan nugget kelinci sampai usaha keperluan Idul Adha ternyata belum membuat Tonny Mariza Hariyanto puas. Menurutnya usaha-usaha tersebut kurang “greget” dan ada yang bersifat musiman meski produknya cukup laku. Lantas ia mencari inspirasi usaha yang dirasa lebih mendatangkan untung besar.  Pemuda kelahiran Surabaya, 18 Maret 1990 ini lalu berkeliling di kota Malang, dan saat itu ia melihat harga Kambing Boerawa nilai  jualnya tinggi di pasaran. Sontak ia pun langsung tertarik, apalagi persentase dagingnya lebih banyak dibanding kambing lokal biasa seperti jenis Kambing Jawa.

Kambing Boerawa memiliki ciri-ciri tanduk memisah, postur badan pendek besar, pertumbuhan cepat, warna dasar bulu putih dan bulu lehernya cokelat, karkas dagingnya banyak, kandungan lemak dan airnya sedikit, cita rasa dagingnya lebih gurih ketimbang Kambing Jawa dan tekstur dagingnya tidak alot/keras (seperti Kambing Jawa Muda).

Persentase karkasnya sekitar 80-90%, sedangkan kambing lokal hanya 50%. Pertumbuhannya juga cepat dengan pertambahan bobot 5-7 kg per bulan meski hanya diberi pakan rumput. Berbeda dengan kambing jawa yang hanya 1-2 kg per bulan. Selain mudah dipelihara, Kambing Boerawa tidak mudah stres dan tidak berisik. “Jadi tidak seperti Kambing Jawa yang selalu mengembik sangat berisik,” terang Tonny.

Pada Oktober 2013, sambil tetap menjalankan bisnis musiman keperluan Idul Adha, Tonny mencari penjual Kambing Boerawa asli. Sebelumnya, ia pun gigih mencari informasi mengenai Kambing Boerawa, seperti cara perawatan dan perbanyakan ke BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) dan Universitas Brawijaya, Malang.

Tonny lalu membeli lima ekor Kambing Boerawa dari salah seorang peternak di Malang. Ia mengaku, modal yang dikeluarkan untuk mengawali usaha ternak Kambing Boerawa ini sekitar Rp 40 juta. Modal itu digunakan untuk membuat kandang Kambing Boerawa sebagai tempat breeding dengan luas sekitar 200 m yang berisi 50 ekor Kambing Boerawa dewasa (jika kambing lokal kapasitasnya 100 ekor).

Menurut Tonny, prospek usaha ternak Kambing Boerawa sangat bagus ke depan. “Lihat saja, Kambing Boerawa ini sudah siap potong sejak umur 5-6 bulan, sedangkan Kambing Jawa butuh waktu satu tahun sampai siap potong,” ungkap alumni SMA Negeri 28 Jakarta ini. Saat umur 5-6 bulan, berat Kambing Boerawa sudah mencapai 25-30 kg.

Menurut Tonny, karena karkas dagingnya banyak, Kambing Boerawa bisa berpeluang menggantikan Kambing Jawa dan kambing lokal. Apalagi jumlah Kambing Boerawa di Indonesia masih sedikit. “Pelaku usaha ini masih sedikit padahal konsumennya cukup besar,”  terang Tonny.

Harga Tinggi

Tonny juga menjual anakannya. Harga Kambing Boerawa F1 berkisar Rp 60 ribu/kg. Harga kambing Boerawa ini cukup stabil bahkan cenderung naik. Adapun anakan yang sudah siap jual dan potong mulai umur 4-6 bulan dengan bobot rata-rata 25-35 kg.  Anakan yang dijual berasal dari hasil silangan Kambing Boerawa dan Kambing Jawa dengan varian jenis Boer warna putih-coklat dan putih-hitam.

“Itulah kelebihan usaha saya, saya menjual Kambing Boerawa dengan warna putih-hitam dan putih-cokelat. Jadi nggak kalah dengan yang ada di luar negeri. Sebab Kambing Boerawa asli yang kebanyakan dikenal di Indonesia umumnya berwarna putih polos dan putih-cokelat,” tutur Tonny.

Kambing Boerawa pejantan bisa setiap bulan kawin, sedangkan Kambing Boerawa betina hanya setahun dua kali kawin dengan masa mengandung selama 5 bulan. Sekali beranak, satu ekor betina bisa menghasilkan anakan sampai 4 ekor. Selain dengan Kambing Boerawa Betina, Kambing Boerawa pejantan juga bisa dikawinkan dengan kambing jenis lain (kambing lokal).

Selain menjual anakan Kambing Boerawa, Tonny juga menjual sperma Kambing Boerawa untuk Inseminasi Buatan (IB) seharga Rp 50 ribu/straw (isi 300 cc). Jadi bagi pemula bisa terbantu dan tidak perlu pusing memikirkan dana besar untuk pengadaan Kambing Boerawa jantan asli. Cukup memiliki betina dari jenis kambing apa saja, nantinya bisa dikawin suntik (IB) dengan sperma dari Kambing Boerawa jantan asli.

Pemasaran

Sejak awal usaha, Tonny tidak mengadakan promosi khusus. Promosi hanya berjalan dari mulut ke mulut terutama sejak adanya permintaan pertama dari kalangan pengusaha kuliner. Saat memenuhi permintaan pembeli pertama kali, ia menerangkan lebih dulu kelebihan Kambing Boerawa lalu memberikan contoh sebanyak 10 ekor. Karena telah terbukti apa yang dijelaskan Tonny, membuat si pembeli memesan lebih banyak secara rutin tiap bulan dan mempromosikan kambing milik Tonny dari mulut ke mulut. Sejak saat itu kambingnya menjadi incaran banyak rumah makan.

“Sayang, saya baru bisa memenuhi pesanan beberapa rumah makan di Jawa Timur. Tetapi bulan depan saya bisa melayani pesanan rumah makan di Cibubur, Jakarta Timur dan Rumah Makan Sate Maranggi. Dan bulan Mei-Juni ini, saya juga akan mengirim pesanan sebanyak 300 ekor ke Sulawesi dan NTT,” ucap Tonny bangga. Hingga kini ia juga tetap melayani pembeli perorangan, sebab tidak memberlakukan minimal order.

Pemesanan bisa datang langsung ke lokasi usahanya atau memesan melalui telepon. Pembayaran secara transfer dengan ongkos kirim tentunya ditanggung pemesan. Kambing bisa diantar atau diambil sendiri oleh pemesan. Dari hasil usahanya yang masih terbilang baru, Tonny bisa meraih omset sekitar Rp 20 juta per bulan dengan keuntungan bersih 60%.

“Dari usaha ini saya bahkan sudah balik modal bulan Februari dan kini tinggal menikmati untung,” aku Tonny. Ke depan, ia berencana menambah jumlah ternak Kambing Boerawa dengan membeli lahan di Bogor dan membuka rumah makan dengan sajian menu daging Kambing Boerawa sendiri.

 

Prospek dan Strategi Pemasaran Usaha Jasa Service Tas

 

Menjahit merupakan salah satu keahlian yang sangat dibutuhkan dalam dunia usaha. Karena banyak sekali usaha terutama di bidang fesyen yang membutuhkan keahlian tersebut. Namun bagi Anda yang lebih memilih menjalankan usaha, dengan keahlian menjahit ini Anda bisa mencoba beberapa bidang usaha seperti usaha penjahitan baju atau barang-barang fesyen lainnya, atau juga Anda bisa menjalankan berbagai usaha service atau perbaikan barang fesyen seperti celana, sepatu dan juga tas.

Dari ketiga barang fesyen tersebut, tas merupakan barang fesyen yang memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Bila dilihat dari trennya, saat ini tas  merupakan barang fesyen yang banyak diminati pasar. Hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya variasi tas mulai dari bentuk dan juga bahan yang beredar di pasaran.

Dengan harga tas baru yang sangat tinggi, maka banyak dari para pencinta tas yang lebih memilih mereparasi/service tas mereka. Dan hal tersebut merupakan peluang tersendiri bagi para pelaku service tas ini. Untuk merintis usaha service tas bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar, sekitar Rp 5 juta. Dengan modal tersebut, bisa digunakan untuk membeli berbagai keperluan usaha seperti yang mesin jahit dan berbagai bahan baku jahit lainnya seperti benang, resleting dan lain-lain.

Sevice Tas. Biasanya, tas-tas yang diservis/diperbaiki adalah tas bermerek yang dijual dengan harga mahal atau tas yang sudah tidak ada lagi di pasaran. Beberapa merek tas tersebut antara lain seperti Prada, Luis Vuitton, Gucci, Fendi, pollo hingga Cristian Dior.

Dilihat dari kerusakannya, sebenarnya kerusakan tas yang diservis tidak terlalu sulit untuk diperbaiki seperti misalnya kerusakan pada resleting, ataupun bagian kulit tas yang sobek, cantolan tali rusak dan lain sebagainya. Yang disebabkan oleh beberapa hal seperti menahan beban yang terlalu berat ataupun terburu-buru dalam membuka resleting.

Harga untuk reparasi tas ini sangat bervariasi tergantung tingkat kerusakan dan juga bahan baku penggantinya. Seperti halnya servis kepala resleting seharga Rp 35 ribu – Rp 45 ribu, service rel reseleting seharga Rp 50 ribu – Rp 125 ribu, service ganti tali gandengan Rp 50 ribu – Rp 150 ribu dan sebagainya.

Bahan Baku dan Peralatan

Seperti telah diketahui, bahwa untuk menjalankan usaha ini memerlukan keahlian dalam menjahit bukan hanya bahan tipis namun juga bahan-bahan yang tebal seperti kulit dan lain sebagainya. Beberapa bahan yang dibutuhkan untuk usaha reparasi ini antara lain adalah benang nylon, zipper/resleting aneka warna serta ukuran, Velcro, lem, busa dan juga bahan kulit bila dibutuhkan. Sedangkan peralatan yang diperlukan adalah mesin jahit, seset, gunting, pisau tajam, palu, obeng, dispenser lem dan lain-lain.

Bahan-bahan tersebut dapat dibeli di beberapa toko yang memang khusus menjual perlengkapan accesoris tas. Seperti contohnya Toko Asia Garment, Lantai G Los F  No. 97–98, Tanah Abang Blok A, Jakarta Pusat. Toko Setia Jaya, Lantai Basement ALB 1 AKS No 111-112 Pasar Jatinegera, Jakarta Timur.

Harga bahan baku yang digunakan pun tidaklah mahal jika kita membeli di pusat grosir. Untuk bahan resleting tas Rp  25 ribu/lusin, Daun resleting ukuran no. 5 Rp 27 ribu /Kg, daun resleting ukuran no. 3 Rp 21 ribu/Kg, Resleting meteran Rp 20 ribu /meter dan sebagainya

Proses service

Dalam melakukan service tas ini tidaklah sulit hanya membutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam menjahit dengan rapi serta menyusun kembali seperti susunan model tas yang akan direparasi. Seperti contohnya mereparasi resleting tas yang rusak, langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah menganti daun resleting dengan cara membuka reselting yang rusak secara perlahan-lahan kemudian ambil reselting baru. Lalu jahit reseleting baru pada jalur reselting yang lama dan tas pun siap digunakan kembali.

Mereparasi tas berbeda dengan reparasi aksesori fesyen lainnya, karena diperlukan pengetahuan tentang tas itu sendiri. Dan juga garena kulit tas bisa dibilang sangat tebal sehingga tidak semua jarum jahit bisa menembusnya maka di perlukan jarum yang besar.

Prospek dan Pemasaran

Usaha jasa reparasi tas memiliki prospek yang bagus ke depan, karena selain pangsa pasarnya yang luas, kuntungan bersih yang didapat pun lumayan besar yaitu sekitar 40% omset yang didapat.

Terutama bila membuka usaha ini di tempat yang banyak dilewati oleh kaum wanita terutama ataupun di pusat perbelanjaan serta di kampus-kampus. Namun yang perlu dicatat, untuk menjalankan usaha ini diperlukan lokasi yang tidak perlu luas namun memberikan ruang tunggu untuk para konsumen dan ruang tunggu tersebut nyaman digunakan.

Memasarkan usaha jasa reparasi tas ini dapat dilakukan dengan berbagai cara yaitu dengan menyebarkan brosur dan juga kartu nama di dekat toko, ataupun bisa menggunakan media internet dengan menyebarkan informasinya di jejaring sosial.

Kendala

Masalah klasik yang sering muncul pada usaha ini adalah bahan baku dari bagian tas yang sulit didapat di pasaran dan juga tenaga kerja yang memiliki keahlian menjahit dengan baik. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan memberikan bahan baku alternatif yang memiliki kualitas yang sama dengan bahan baku aslinya.

 

Oleh: E Darmadi,

Pemilik SSB Service Tas

Mall Kalibata, Basemet (deket parkir Mobil) Jakarta Selatan

Web: http://ssbkalibata.blogspot.com/

Twitter: @ssbkalibata

Limited, NavaPark Tawarkan Perkantoran Multi Bisnis

0

 

Join venture Sinarmas Land dan Hongkong Land lewat bendera PT Bumi Parama Wisesa baru baru ini meluncurkan properti komersial Northpoint di kawasan NavaPark, BSD City, Tangerang Selatan, Banten.

Northpoint berada NavaPark, beradi jantung utama BSD City. NavaPark didesain dengan ruang terbuka dan area hijau yang dapat digunakan sebagai aktivitas luar ruang luar & tempat rekreasi sehingga memiliki udara bersih bernuansa alam.

“Northpoint mengadopsi konsep perkantoran multi-business dalam satu area yang merupakan kawasan bisnis NavaPark. Termotivasi tren saling bekerja sama atau kolaborasi di antara sesama entrepreneur atau business owner,” jelas Wanto Ngali, DepartmenT Head Sales & Marketing NavaPark

Satu unit perkantoran bisa diisi oleh berbagai jenis aktivitas bisnis. Mulai dari perkantoran, kafe, salon, toko buku, ruang pamer, pertemuan komunitas, ajang diskusi atau event, hingga aktivitas yang menawarkan pengalaman berbeda dengan semangat kolaborasi. Setiap lantai dapat dioperasikan secara mandiri dan memiliki lobby lift sendiri. Selain itu, disediakan parkir di tiga area, ground, basement, dan private parking.

Menurut Wanto, fenomena yang sekarang sedang ngetren kan anak-anak muda atau eksekutif muda inginnya yuk kita collab, atau ayo kerja sama. Ini kami sediakan sarananya. Tak heran sejak diperkenalkan pada awal Juli, untuk tahap pertama sebanyak 26 unit,  sampai saat ini sudah dipesan 85%.

Yang menarik properti komersil ini dibangun terbatas hanya 46 unit berukuran luas tanah 150 m2 (10×15) dengan luas bangunan 660 m2 (4+1 lantai) dan 720 (5+1). Adapun harga dibandrol mulai dari Rp15,8 miliar hingga Rp17,7 miliar.

 

 

Strategi Menarik Pelanggan Toko Bahan Bangunan

 

Menjalankan bisnis ritel seperti salah satunya ritel bahan bangunan yang Anda jalankan memang harus selalu bisa mengikuti perkembangan yang ada, dunia usaha dan kebutuhan konsumen. Bisnis tersebut merupakan aktivitas bisnis yang terkait dengan penjualan dan pemberian layanan kepada konsumen untuk produk yang sifatnya personal seperti kebutuhan pribadi maupun keluarga.

Untuk bisa berhasil dalam menjalankan bisnis ini, pelaku bisnis harus dapat menawarkan produk yang tepat, dengan harga, waktu, tempat dan pelayanan yang tepat pula. Oleh karena itu penting, pelaku bisnis harus paham terhadap karakteristik target pasar serta konsumen yang akan dilayani serta harus tahu  apa yang diinginkan oleh konsumen.

Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh pelaku bisnis supaya pelanggan tetap membeli produk di tempat Anda, antara lain:

Buat strategi bisnis yang berorientasi pada keunggulan produk. Caranya jual produk-produk yang berkualitas dan yang lagi dicari oleh pelanggan namun tidak dimiliki oleh kompetitor lainnya.

Ciptakan proses bisnis yang efektif dan efisien sehingga bisa menekan biaya operasional, serta mampu menjual  produk yang lebih kompetitif dibanding kompetitor. Pelayanan menjadi faktor penting dalam semua jenis usaha termasuk terhadap usaha yang Anda jalankan. Pelanggan adalah raja, sebagai raja ia harus dilayani dengan baik.

Kebanyakan orang Indonesia, keputusan untuk membeli suatu barang/produk bukan hanya semata karena harga namun juga sangat dipengaruhi oleh faktor pelayanan, baik pelayanan mulai dari pelanggan masuk, memilih barang sampai keluar bahkan lebih bagus jika sampai ke layanan purna jual. Pelaku bisnis harus mampu menyediakan layanan dan fasilitas yang memadai didukung oleh SDM yang ramah, bersahabat dan mempunyai  product knowledge yang bagus sehingga ketika ada pelanggan yang bertanya tentang produk-produk yang dijual mereka bisa menjelaskan dengan baik.

Buat strategi yang berorientasi terhadap keakraban dengan pelanggan. Strategi ini bicara mengenai bagaimana menjalin hubungan yang akrab dengan semua pelanggan sehingga mereka bisa menjadi mitra/relasi yang bisa diajak kerja sama yang berkelanjutan.

Misal saja memanfaatkan fasilitas jejaring social yang saat ini sudah tidak asing lagi dimasyarakat seperti Facebook, Twitter merupakan langkah yang bisa dilakukan sehingga bisa menjadi wadah bagi para pelanggan untuk dapat bertukar pikiran dan berbagai hal baik menyangkut produk yang dijual, pelayanan serta fasilitas yang tersedia ataupun yang lain.

Membuat program loyalty. Buatlah program loyalty yang unik dan menarik bagi konsumen. Program loyalty ini dilakukan untuk mengikat mereka pada konsumen dengan cara seperti membuat kartu anggota, kartu diskon yang bisa  memberikan kemudahan-kemudahan serta diskon yang spesial bagi para pelanggan setia.

Mengikuti perkembangan teknologi yang akan berperan besar untuk suksesnya bisnis yang Anda jalankan di masa yang akan datang. Untuk mengantisipasi permintaan masyarakat yang tinggi terhadap kebutuhan dan  pelayanan yang cepat perlu dipersiapkan sejak dini fasilitas yang sesuai dengan perkembangan teknologi seperti teknologi di bidang inventory, transaksi serta teknologi  yang bisa membantu hubungan dengan pelanggan.

Demikian beberapa strategi yang dapat Anda jalankan, semoga bisa membantu dan bermanfaat bagi semuanya. Terima kasih.

 

Oleh: Yoyo Subagyo

Konsultan Bisnis

Email: yoyo@sienconsultant.com

Bisnis Kinclong Ekspor Handicraft

 

Pasar ekspor menjadi dambaan bagi setiap pelaku usaha, tak terkecuali produsen handicraft. Apalagi produk handicraft asal Indonesia sangat disukai pasar luar negeri. Tak heran menurut Titik Farida, pengajar peserta Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor (PPEI), Gedung PPEI Jl. Letjen S. Parman 112 Grogol Jakarta ekspor kerajinan tangan (handicraft) mengalami peningkatan sebesar 10% tiap tahunnya. Hal ini menunjukkan bahwa ekspor kerajinan tangan memiliki prospek yang bagus dan perlu ditingkatkan lagi.

Saat ini, pangsa pasar ekspor handicraft yang mudah digarap adalah negara Malaysia dan Timur Tengah. Hal ini disebabkan Malaysia dan Timur Tengah memiliki corak budaya yang mendekati budaya Indonesia yaitu budaya Melayu dengan handicraft bernuansa religius. Produk-produk ekspor ke negara tersebut lebih ke arah produk souvenir seperti kaligrafi ukir dan cetak, tirai, sarung bantal, miniatur otomotif, serta produk dari kain perca dan dedaunan kering dan anyaman-anyaman. Demikian juga dengan pajangan berukir khas Melayu dan bergaya Timur Tengah.

Selain Malaysia dan Timur Tengah, negara-negara yang potensial sebagai tujuan pangsa ekspor kerajinan tangan adalah Jepang, Belanda. Italia, Prancis, Tunisia, Australia dan beberapa negara Eropa lainnya. Hal ini karena budaya penduduk negara tersebut dikenal sangat konsumtif, memiliki standar hidup yang tinggi dan pendapatan perkapita masyarakatnya juga tinggi.

Sebelum melakukan ekspor, eksportir harus mempelajari dan tahu betul karakter tipologi suatu negara yang akan dituju. Antara negara satu dengan negara lainnya memiliki kesukaan produk yang berbeda. Hal ini perlu diperhatikan oleh eksportir agar produk yang diekspornya betul-betul tepat sasaran. “Pemahaman budaya berbisnis dalam memasuki pasar internasional sangatlah penting supaya ekspor suatu produk berhasil. Misalnya mengenal selera pasarnya dan musim yang ada di negara tersebut,” jelas Titik Farida.

Produk kerajinan tangan yang masih tren diminati pasar ekspor terutama berbahan baku ramah lingkungan. Misalnya dari eceng gondok, tempurung kelapa, mendong, bambu, kayu dan beberapa bahan baku lainnya. Selain bahan baku yang ramah lingkungan, perlu diperhatikan pula asal bahan baku dari produk yang menggunakan bahan kayu. Produk tersebut harus berasal dari jenis pohon yang cepat tumbuh dan bukan pohon langka serta tidak merusak lingkungan alam. Misalnya, bahan baku dari kayu Sonokeling, Sengon dan Bambu yang di habitatnya masih banyak dan mudah tumbuh.

Produk kerajinan kayu dengan bahan baku berbasis pemulihan fungsi lingkungan alam juga menjadi incaran para pembeli di luar negeri. Sedangkan produk kerajinan yang memberikan kontribusi terhadap pemanasan global justru tidak lagi diminati buyer di luar negeri.

Prosedur Ekspor

Bagi eksportir yang ingin melakukan ekspor produk handicraft sebaiknya  melengkapi beberapa persyaratan, dari syarat administrasi seperti ijin usaha dan kelengkapan dokumen ekspor. Seperti Badan Usaha, TDP (Tanda Daftar Perusahaan), SIUP,  NPWP, PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang) di kantor Bea Cukai, sedangkan COO (Certificate of Origin) dan SM (Sertifikat Mutu) di Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan.

Untuk sistem pembayaran, sebaiknya eksportir lebih berhati-hati dalam kontrak awal kerja sama. Untuk sistem pembayaran tempo, sebaiknya menggunakan sistem pembayaran berjangka atau kredit, baik dengan Letter of Credit (L/C) atau tanpa L/C, dengan Document Against Payment (D/P), atau Document Against Acceptance (D/A), dan konsinyasi yang tergantung kontrak kerja sama yang dilakukan.

Letter of Credit (L/C) dalam kegiatan ekspor-impor merupakan cara pembayaran yang cukup aman untuk ditempuh. Pasalnya cara pembayaran ini melibatkan pihak ketiga yang disebut dengan correspondent bank di antara eksportir dan importir. Ini dapat menghindari hal-hal yang kurang diinginkan seperti pengiriman ekspor tanpa dilakukan pembayaran.

Pemasaran

Bagi eksportir pemula, yang belum memiliki izin-izin usaha atau dokumen tersebut, sebaiknya bergabung dengan asosiasi seperti ASEPHI (Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia), dan bisa pula  mengikuti  kursus di PPEI (Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia). Selain mengetahui persyaratan mengenai ekspor, juga bisa mendapatkan link buyer.  Selain itu bisa mengikuti pameran handicraft berskala  nasional dan internasional, serta membuat website mengenai produk yang akan dipasarkan.

Eksportir biasanya memasok produk handicrfat dari para pengrajin  di daerah, namun bagi para pengrajin yang sudah mengetahui prosedur ekspor biasanya  akan melakukan proses ekspor sendiri. Salah satu pengrajin yang menyuplai produknya ke eksportir adalah Sukatno, produsen kerajinan bambu di Desa Wonoanti, Kecamatan Gandusari, Trenggalek dengan nama “Bambu Indah.” Produk handicraftnya dari anyaman bambu sudah diekspor ke Amerika, antara lain kotak snack, rantang, tudung saji, tempat tisu, tempat parsel, dan keranjang dengan harga sekitar Rp 2.500-Rp 20 ribu.

Dalam memasok pesanan tergantung permintaan  eksportir, dan sebelumnya  eksportir memberikan DP dulu sekitar 25%, sisanya sebesar 25% dibayar ketika produk sudah hampir selesai dibuat, lalu  dilunasi ketika produk  sudah selesai dibuat dan siap dikirim. Dari harga jual handicraft tersebut, Sukatno meraup keuntungan bersih sekitar 30-35%. Keuntungan dari ekspor produk handicraft yang bisa diraup  eksportir  berkisar 200-400%. Berikut beberapa profil  eksportir yang  juga memproduksi  handicraft, profil eksportir yang bekerja sama dengan para pengrajin, serta direktori eksportir dan buyer handicraft.

Kewalahan Penuhi Permintaan Anak Ayam Serama

0

Melihat temannya memiliki Ayam Serama, Arman Sitorus tertarik ingin memilikinya juga. Menurut pria yang akrab disapa Arman, Ayam Serama cukup unik, tubuhnya lebih kecil dari ayam Kate, bobotnya maksimal hanya 500 gr. Sehingga tak heran jika disebut ayam terkecil di dunia (ayam mini).

Posturnya juga sangat bagus yakni kepalanya seperti mengarah ke belakang mengejar ekor dan sayap lurus ke belakang. Ayam Serama juga suka berpose sehingga bisa dijadikan ayam kontes.

“Bahkan ada ukuran Serama dewasa yang hanya sekepal tangan manusia. Ayam Serama dikatakan dewasa jika mencapai umur 6-7 bulan. Uniknya semakin kecil ukuran Serama dewasa, maka harga jualnya bisa semakin melambung alias semakin mahal sampai Rp 125-150 juta/ekor,” papar Arman.

Arman memulai usaha sejak 3 tahun lalu tepatnya tahun 2008, dengan membeli sepasang anak ayam jantan dan betina seharga Rp 1,2 juta dari Komunitas Serama yaitu PASIR (Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya) yang beralamat di Jalan Sosial No.3 Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

“Meski tadinya hanya sebatas hobi, namun karena ayam hias jenis ini bisa bertelur dan diperbanyak, maka saya mulai menjalankan bisnis penjualan Serama dan menambah investasi setahun lalu hingga Rp 60 juta untuk menambah jumlah ayam,” ungkap pria kelahiran Deli Serdang, 27 Juni 1973 ini.

Hanya Jual Anakan

Usaha Arman semakin berkembang dengan bertambahnya lokasi pemeliharaan. Awalnya ia beternak Serama di lokasi rumahnya di Klender, Jakarta Timur tepatnya di balkon atau loteng rumahnya berukuran 3 x 5 m. Setahun lalu lokasi usahanya bertambah di Cibubur, Jakarta Timur yang juga berada di loteng rumahnya dengan ukuran 4 x 6 m.

Saat ini jumlah total indukan Serama yang dimiliki Arman sebanyak 180 ekor. Namun ia sengaja hanya menjual anak Ayam Serama  agar induk berkualitas bagus yang dimiliki tidak habis. Apalagi Arman merasa masih kewalahan untuk memenuhi permintaan anak Ayam Serama yang terus berdatangan.

Adapun harga jual anak Serama umur 1 bulan Rp 300 ribu/ekor dan umur 2 bulan Rp 600 ribu. Di bawah bendera Carent Farm, Arman juga beternak Ayam Ketawa (ayam asli Sidrap, Sulawesi Selatan) yang dijual dengan harga anak Ayam Ketawa Rp 300 ribu/ekor usia 1 bulan dan usia 2 bulan lebih murah dibandingkan  harga jual anak Ayam Serama, yaitu Rp 400 ribu/ekor.

Ada dua tipe Ayam Serama, yakni tipe apel jika bentuk tubuhnya terlihat membulat dan tipe slim atau ramping. Untuk mengikuti kontes, Serama dikelompokkan berdasarkan tipe, barulah ditimbang untuk menentukan grade. Grade A berbobot 350-400 gr/ekor, Grade B berbobot 400-500 gr/ekor dan Grade C berbobot 500 gr ke atas.

Ayam Serama dewasa yang telah memenangkan kontes biasanya bisa dijual dengan harga yang sangat tinggi. Harga normalnya Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta/pasang yaitu jantan dan betina, tapi Serama dewasa yang menang kontes harganya per ekor sampai Rp 125 juta. “Harga itu sangat fantastis, sebab harga jual tersebut tidak dinilai dari biaya produksi melainkan nilai keindahan dan kepuasan dari penampilan ayam,” ungkap Arman.

Untuk memenangkan kontes, di samping mengandalkan postur tubuh aslinya, Serama bisa disempurnakan bentuk tubuhnya, dengan beberapa cara. Agar tubuhnya tetap kecil biasanya ayam diberi pakan berupa milet (pakan burung), agar tubuhnya melengkung serta berdiri tegap dengan sempurna bisa dilakukan pemijatan tubuh sejak umur di atas 1 bulan. Untuk membentuk badan ayam tegap dan gagah, ayam dimasukkan dalam kandang press dari bahan kayu dengan jeruji bagian depan dibuat seperti angklung berukuran 10 x 30 cm.

Agar bulunya mengkilap ayam perlu dimandikan seminggu sekali dan dijemur sinar matahari tiap hari. Selain itu juga perlu diberi minyak ikan setelah proses penjemuran di bawah sinar matahari. Satu kapsul minyak ikan bisa langsung ditelan 1 ekor ayam.

Untuk menghasilkan anak Serama berkualitas bagus diperlukan indukan yang bagus pula. Biasanya Arman membeli indukan Serama yang menjadi juara kontes. Indukan tersebut  dibeli dari rekannya di komunitas PASIR dan APASI (Asosiasi Penggemar Ayam Serama Indonesia). Harga indukan berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta tiap pasang.

Pakan Serama berupa pakan jadi campuran biji-bijian mulai dari milet, kacang hijau, beras merah, jagung dan lain-lain merek Rial, seharga Rp 15-20 ribu/kg. Serama juga membutuhkan vitamin (Ciamik, Vita Plex) seharga Rp 7500/pack, vaksin ND-AI dan minyak ikan Rp 25 ribu/500 butir.

Pemasaran. Demi kemudahan pemasaran dan agar ayamnya cepat dikenal, Arman bergabung dengan komunitas pecinta Serama, hingga ikut pameran besar seperti Flona di Lapangan Banteng dan Jakarta Agro Expo. Pemasangan iklan di media cetak juga dilakukan dalam rangka promosi.

Arman juga kerap mengikuti kontes Ayam Serama, seperti di acara Bekasi Cup dalam rangka HUT Kota Bekasi, Ayam Seramanya meraih penghargaan sebagai Serama terbaik dalam Latihan Bersama Ayam Serama, juara dalam lomba Ayam Serama Nasional memperebutkan Piala Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, dan masih banyak lagi. Dengan cara ini usaha ayamnya menjadi lebih cepat dikenal dan dipercaya menghasilkan anakan yang bagus dari indukan yang kerap mengikuti kontes.

Serama milik Arman juga kerap dipesan konsumen dari berbagai daerah, yakni Jabodetabek, Cikarang, Bandung, Madiun, Lampung, dan Pekanbaru baik kalangan hobiis atau pedagang. Dalam penjualan Arman tidak menerapkan sistem diskon.

Menurut Arman yang kerap menjadi risiko usahanya adalah kondisi angin yang sangat kencang yang bisa menyebabkan anak Serama mati karena terserang udara dingin.  Karena itu dalam pemeliharaan sebaiknya kandang Serama ditutup kain.

Dalam sebulan bisa dihasilkan anak Serama sebanyak 50 ekor dan anak Ayam Ketawa sebanyak 75 ekor. Sehingga Arman bisa meraih omset sekitar Rp 37 juta dengan keuntungan 72% di mana Ayam Serama menyumbang pemasukan sekitar 40%.

Kiat Menghadapi ‘Permainan’ Harga

0

 

Bisnis udang dan ikan laut Anda di Merauke sebenarnya masalahnya berkaitan dengan perilaku pengepul atau pembeli yang berupaya menekan harga. Pada dasarnya, ini kondisi yang jamak terjadi di bisnis. Pembeli tentu mengharapkan bisa mendapat harga serendah mungkin dari penjual. Untuk bisa menekan harga, banyak strategi yang bisa dijalankan. Salah satunya dengan menggiring penjual ke informasi yang pembeli berikan.

Dalam ilmu negosiasi atau tawar menawar, ada banyak teknik yang bisa dilakukan guna menekan penjual. Taktik memberi “informasi” yang tidak benar kadang dilakukan. Untuk itu yang perlu Anda lakukan adalah mengecek kebenaran informasi dari penjual. Udang dan ikan termasuk komoditi hasil laut. Ini berarti harga yang terjadi di pasar biasanya hampir sama dan dipublikasikan.

Anda bisa mengecek informasi harga melalui internet, surat kabar bisnis, atau pemberitaan siaran radio yang membahas niaga, atau bertanya langsung dengan relasi yang berkecimpung di bisnis hasil laut yang ada di Jawa. Informasi tentang benar tidaknya harga sedang turun atau benar tidaknya pasokan sedang melimpah juga bisa diketahui dari Dinas yang terkait.

Cara termudah dan termurah tentu saja menggunakan internet dengan memakai mesin pencari di internet seperti  www.google.com. Cobalah Anda ketik kata-kata kunci seperti “harga ikan laut” di Google. Anda akan mendapati berbagai berita yang mengupas tentang harga dan pasokan ikan laut. Demikian juga kata-kata kunci ini bisa Anda ganti dengan yang lebih relevan dan spesifik misal “harga ikan laut di Jawa”, dan sebagainya.

Tujuan kita mencari harga ini supaya kita memiliki informasi yang benar, sehingga jika pembeli mengatakan harga sedang turun kita tahu benar tidaknya informasi itu (kecuali kalau memang halnya demikian). Selanjutnya, kita sampaikan ke pembeli, kalau kita juga mempunyai informasi dan mengatakan yang sebenarnya. Dengan kita memiliki informasi yang benar tentu pembeli tidak bisa memainkan harga seenaknya.

Cara kedua adalah melakukan negosiasi harga dengan pembeli ini. Anda perlu memperkuat posisi tawar Anda. Misalnya dengan menunjukkan kualitas ikan atau udang yang lebih bagus, kontinuitas pasokan yang selalu lancar, dsb. Tujuannya supaya pembeli lebih tergantung ke Anda sehingga takut kalau Anda memutuskan tidak memasok lagi.

Kalau dimungkinkan, lakukan kontrak harga di depan. Artinya Anda dan pembeli membuat semacam perjanjian beberapa bulan ke depan menyangkut harga, waktu pembayaran, pengiriman, dsb. Dengan adanya kontrak maka harga Anda akan susah dipermainkan pembeli.

Terakhir yang perlu juga Anda lakukan adalah meluaskan pasar. Anda perlu mencari pengepul baru sehingga tidak tergantung pada pengepul atau pembeli saat ini. Kalau kita memiliki banyak pembeli maka posisi tawar kita menjadi lebih kuat. Kalau satu pembeli menekan harga kita bisa tawarkan ke pembeli lain. Demikian solusi yang ditawarkan semoga bisa memecahkan masalah Anda

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

www.istijanto.com

Untung Besar dari Buah Naga Hitam dan Super Red Organik

0

 

Tanaman buah naga berasal dari Meksiko, Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Tanaman yang dikenal juga dengan nama kaktus madu ini memiliki bentuk yang sangat eksotik, yakni tanamannya memanjang/menjalar dengan buah bersisik seperti sosok naga dalam cerita legenda. Buah ini pun cukup harum dan rasanya manis. Kini, beragam jenis buah naga  terus meramaikan pasar buah lokal di Indonesia.

Buah naga yang saat ini dibudidayakan di Indonesia ada empat jenis, yaitu buah berkulit merah dengan warna daging putih (Hylocerous undatus), kulit merah berdaging merah (Hylocerous polyrhizus), kulit merah berdaging super merah/Super Red (Hylocerous costaricensis) dan kulit kuning daging putih (Hylocerous megalanthus).

Dari keempat jenis buah naga tersebut yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia adalah buah naga Super Red atau juga dikenal dengan sebutan buah naga daging ungu. Super Red ini masih terbilang baru dan paling diminati masyarakat. Kepekatan warna merahnya yang cenderung ungu menunjukkan buah ini kaya akan betakaroten (provitamin A), zat besi, Vitamin B, C dan zat gizi lainnya.

Satu lagi yang kini mulai banyak dicari adalah buah naga dengan daging buah berwarna hitam. Varietas baru yang sedang naik pamor ini dikembangkan pertama kali oleh Prof. DR. AP Kusumaningrat, PhD, yang juga menjadi Dosen Kewirausahaan di Universitas Nusantara PGRI Kediri, Jawa Timur.

“Saya ingin menciptakan buah naga yang nggak biasa. Berbagai macam cara sudah saya coba, dan terakhir saya berhasil menciptakan buah naga berdaging hitam yang ternyata dari rasa dan manfaatnya jauh lebih tinggi dibanding jenis yang sudah umum,” ujar professor yang biasa disapa Mas Demang ini.

Mas Demang  melakukan eksperimen untuk menemukan varietas baru ini cukup memakan waktu lumayan lama, yaitu sekitar lima tahunan.

Dengan  perlakuan tertentu, warna daging buah naga bisa berubah, seperti yang terjadi pada buah naga hitam. Menurut Mas Demang, buah naga hitam sebenarnya adalah jenis buah naga daging merah. Namun, akibat penggunaan pupuk khusus yaitu pupuk natural hitam (campuran kotoran sapi, ampas jamu, cengkok cengkeh atau cengkeh sisa dari pabrik rokok, dolomit, dan abu sekam) warna dagingnya bisa menjadi hitam. Fermentasi cengkok cengkeh atau cengkeh sisa pabrik rokok inilah yang membuat daging buah didominasi warna hitam. Orang pun menyebutnya buah naga daging hitam.

Banyak manfaat yang bisa diambil jika rajin mengonsumsi buah naga, yakni menurunkan kolesterol, menyeimbangkan kadar gula darah, menurunkan demam berdarah, pencegah kanker, pelindung kesehatan mulut, mencegah kanker usus, menguatkan fungsi ginjal, tulang dan daya kerja otak, meningkatkan ketajaman mata, mencegah pendarahan dan obat keputihan, mengobati sembelit, hipertensi dan memperhalus kulit wajah.

Prospek dan Persaingan

Prospek agribisnis buah naga masih sangat bagus terkait banyaknya buah naga impor di pasaran Indonesia dari berbagai negara. Artinya, permintaan akan buah naga semakin tinggi, seiring dengan semakin tingginya kepedulian masyarakat terhadap kesehatan, sehingga peluang untuk membudidaya buah naga semakin besar.

Bayangkan saja, dari data ABNI, saat ini buah naga impor yang ada di pasar lokal mencapai 85%. Buah naga di supermarket lebih banyak berasal dari Vietnam, Thailand dan China dengan harga  yang lebih murah,  atau selisihnya sekitar Rp 5-6 ribu dibandingkan harga buah naga lokal.

“Masyarakat hanya tahu buah naga supermarket dijual dengan harga murah. Padahal harga tersebut menunjukkan bahwa kualitas buah impor lebih rendah dari hasil kebun lokal,” ungkap Gunung Soetopo.

Ditambahkan Gunung, buah naga impor rasanya kurang manis, warna buah pun kurang cerah, jauh di bawah kualitas buah naga lokal.

Guna mengembangkan usaha  budidaya buah naga,  pemerintah  saat ini membantu dengan mengadakan pelatihan-pelatihan usaha budidaya, kapasitas breeding (pembibitan) dan memfasilitasi pengadaan pameran pertanian.

Agar tidak terus menerus mengimpor bibit, pemerintah bekerja sama dengan para breeder untuk menghasilkan bibit yang baik. Misalnya bibit buah naga dari Sabila Farm milik M Gunung Soetopo yang telah disahkan pemerintah (Menteri Pertanian) sebagai varietas lokal dengan nama Sabila Putih dan Sabila Merah.

Menurut Agus Rhoma, pemilik Keboen Nogo, bibit yang baru dibeli bisa langsung ditanam dengan catatan sudah berakar. Saat ini harga bibit di pasaran mencapai Rp 10-50 ribu/batang dengan tinggi 30 cm sampai 2 m. Dari 1 pohon indukan berumur 3 tahun ke atas, bisa dilakukan perbanyakan untuk menghasilkan bibit dengan cara stek.

Satu pohon bisa menghasilkan 10 batang bibit setiap 4-6 bulan sekali. Kriteria bibit yang bagus, antara lain sehat, bebas dari bekas serangan jamur dan bakteri, sudah berakar serabut, batang gemuk dengan diameter sekitar 7 cm dan berwarna hijau tua.

Syarat Iklim

Menurut Sri Kuntarsih, kelebihan tanaman buah naga yakni ketahanan simpan yang cukup lama meski tanpa perlakuan pascapanen. Kulitnya yang tebal merupakan “selimut” atau pelindung daging buah dari benturan, air, udara atau apapun penyebab kontaminasi atau kebusukan buah.

Budidaya buah naga termasuk mudah dan minim perawatan. Bahkan tanaman buah naga Super Red bisa ditanam secara tabulampot. Seperti yang dilakukan perusahaan perkebunan, Indian Hill Farm yang juga menjual tanaman buah naga sebagai tabulampot (tanaman buah dalam pot) dan parcel. Penampilan bunga yang cantik dan buah yang menarik (berkulit merah dengan ujung jumbai/sisik warna hijau), membuat ttanaman buah naga  Super Red  bisa dimanfaatkan  juga sebagai tanaman hias.

Saat ini sentra penanaman buah naga tersebar di daerah Jawa Barat  adalah Bogor, Sukabumi,  dan Sumedang. Sentara di Jawa Tengah  ada di Pati, Kendal, Sukoharjo, dan  Kulonprogo. Untuk  Jawa Timur  ada dua tempat Pasuruan, dan  Jember.  Sedangkan  untuk wilayah Sumatera, sentranya ada di Karimun Kepulauan Riau, Kota Pekanbaru, Kota Batam,  dan Padang Pariaman. Selaian itu sentara buah naga juga ada di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Sulawesi Selatan.

Teknik budidaya tanaman buah naga sendiri,  kini diarahkan ke tren organik, sebab selama ini buah naga masih ditanam secara anorganik. Dengan cara organik bisa dihasilkan buah dengan kualitas yang lebih baik, salah satunya tahan simpan di suhu ruang biasa sampai 10 hari, sedangkan jika dalam refrigerator/kulkas sampai 1 bulan.

Buah yang dihasilkan juga sehat tanpa residu bahan kimia yang berbahaya bagi tubuh dan lingkungan sekitar. Biaya produksi menjadi lebih rendah, karena bisa menggunakan pupuk organik (sisa tanaman dan kotoran hewan) yang banyak ditemukan dan mudah didapatkan dari lingkungan sekitar.

Pemasaran

Data dari Direktorat Budidaya Tanaman Buah Kementrian Pertanian menunjukkan, standar mutu buah naga yang sering dijual di pasaran  adalah  grade Super, grade A dan grade B. Grade Super, bobot buah biasanya di atas 700 gr, tingkat kemanisan minimal 11°brix dengan penampilan buah dan kulitnya yang normal tanpa cacat.

Grade A, ukuran buah 500-700 gr dengan tingkat kemanisan dan penampilan yang sama dengan grade Super. Sedangkan grade B, ukuran buah hanya 350-500 gr dengan tingkat kemanisan dan penampilan buah yang sama dengan grade lainnya.

Grade buah yang bisa masuk supermarket adalah grade Super dan grade A, sedangkan grade B biasanya dipasok ke pasar tradisional atau toko buah. Buah naga dari kebun petani ada yang langsung dijual ke supermarket atau terlebih dahulu melalui supplier, baru ke pasar tradisional atau toko buah.

Dijelaskan, M. Gunung Soetopo, buah yang dipetik dari kebun untuk dijual umumnya sudah matang 100%, karena buah naga merupakan jenis buah non-klimakterik (buah yang harus mengalami pemeraman/penyimpanan setelah dipetik  untuk mencpai kematangan).

Berdasarkan data Asosiasi Buah Naga Indonesia, harga di tingkat konsumen untuk beberapa buah naga di pasaran seperti  buah naga daging putih lokal harganya  Rp 15-20 ribu/kg, buah naga daging putih impor Rp 10-14 ribu/kg, buah naga daging merah lokal Rp 25-70 ribu/kg, buah naga daging merah impor Rp 20 ribu/kg. Selisih harga dari kebun, di tingkat pengumpul, dan di supermarket biasanya sekitar Rp 4 ribu/kg.

Diingatkan Gunung Soetopo, kendala utama dalam usaha budidaya buah naga, antara lain masih terus membanjirnya buah naga impor. Untuk itu pelaku usaha sudah berusaha menggenjot produksi dan pihak ABNI (Asosiasi Buah Naga Indonesia) harus lebih vokal meminta agar pemerintah mengurangi impor buah naga.

Kendala lain berupa cuaca yang tidak menentu dan perubahan cuaca ekstrem bisa mengganggu pola tanam petani. Untuk itu perlu ditanam varietas yang tetap produktif pada kondisi cuaca apapun, misalnya Super Red.

Paling Untung

Harga buah naga organik di pasaran lebih tinggi dibandingkan buah naga anorganik, dengan selisih Rp 5-10 ribu/kg. Dengan biaya produksi yang cukup rendah karena pemeliharan mudah, membuat keuntungan yang didapat dari pembudidayaan buah naga secara organik cukup besar.

Dari pengalaman pembudidaya buah naga organik jenis Super Red dan  buah naga hitam, keuntungan paling besar  diperoleh pada budidaya buah naga hitam seperti yang dilakukan  Mas Demang, pemilik Wana Natural Farm,  dimana tingkat keuntungan sampai  83%. Sementara Sinatra Hardjadinata, pemilik Indian Hill Farm yang membudidaya Super Red meraup keuntungan 60%, sedangkan jenis yang lain di bawah itu.