Jual 5.000 Ekor Kambing/Domba Saat Idul Adha

0
328
Ternak kambing (dok jitunews.om)

 

Keinginan menjalankan usaha yang dapat dilakukan banyak orang menginspirasi Muryatno Al Baro bersama Andri Fajria terjun menjadi penjual kambing dan domba untuk kebutuhan korban pada saat Lebaran Idul Adha. Kesempatan ini pun tak dilewatkan keduanya dengan membeli beberapa ekor kambing, menyewa tempat dan membangun kandang kambing sederhana di Poris Palawad Tengerang, Banten dengan modal patungan sekitar Rp 15 juta.

Jemput Bola

Tak ingin sama dengan pedagang hewan kurban umumnya yang membuka lapak di pinggir jalan, Al Baro melakukan strategi pemasaran yang cukup mujarab. Pria yang terbiasa usaha sejak kuliah dan pernah mendirikan lembaga inkubator bisnis serta menjabat sebagai ketua Jaringan Usaha Koperasi Daerah (JUKDA) Kota Tangerang ini melayangkan proposal penjualan kambing dan domba untuk keperluan kurban ke berbagai instansi pemerintahan, organisasi serta menyebarkan brosur ke berbagai kompleks perumahan.

Dengan jaminan kambing yang dijual telah memiliki sertifikat bebas penyakit dari Dinas Kesehatan Kota, membuat jualan pria yang masih belajar di TSTIE YP. Karya Kota Tangerang ini cukup laris manis.

Melihat penjualan hewan kurban cukup diterima masyarakat dan menjanjikan untung besar, maka Al Baro menseriusi usaha dengan mendirikan badan hukum CV Harmonia Adil Mandiri yang kemudian berganti nama menjadi PT Harmonia Saga Makmur (HSM) di tahun 2008.

Namun agar usahanya tak sekadar musiman, tapi dapat berjalan hingga pasca-Lebaran Idul Adha, Al Baro yang saat ini hanya menjalankan usaha bersama Andri Fajria kembali sebarkan brosur, memasang banner mini di pohon-pohon dan proposal yang berisi menyediakan kambing dan domba untuk Aqiqah (tradisi memotong kambing/domba sebagai rasa syukur atas kelahiran anak) ke Rumah Sakit bersalin, bidan, hingga memberikan member voucher diskon aqiqah sebagai cenderamata perkawinan dan persalinan. Hasilnya juga cukup menggembirakan. Layanan aqiqah ini kemudian dikenal dengan Aqiqah Center (Raja Kambing Jabodetabek).

Berkembang Pesat

Lambat laun usaha yang awalnya hanya penjualan, mulai merambah ke pengembangbiakan kambing hingga tak semua kambing/domba yang dijual dibeli dari peternak di sekitar Jabodetabek. Kini HSM yang awalnya hanya memiliki kandang di atas lahan seluas sekitar 400 m2 dengan jumlah ternak 400 ekor di Poris Palawa, Tangerang itu, kini menempati lahan seluas 7.000 m2 dengan jumlah ternak yang dibudidaya 500 ekor di Balaraja, Tangerang, Banten dan 5.000 m2 di Parung, Bogor, Jawa Barat dengan jumlah ternak 400 ekor. Bukan hanya itu, jumlah karyawan pun bertambah dari hanya 4 orang kini HSM mempekerjakan 19 orang karyawan baik di kandang, marketing, maupun administrasi.

Hal ini tak lepas dari tingginya permintaan kambing/domba untuk aqiqah di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Tangerang (Jabodetabek). Saat ini tiap bulan HSM bisa menjual 200 ekor kambing/domba untuk keperluan aqiqah, serta memasok kebutuhan pedagang daging kambing/domba di beberapa pasar tradisional seperti Tanah Abang (Pasar Inspres, Pasar Blok F, Pasar Jati), Pasar Cengkareng, Pasar Anyar, Pasar Serpong dan lainnya yang membutuhkan 100 ekor tiap hari. Bahkan beberapa waktu lalu, HSM pernah mendapat permintaan ekspor kambing ke Malaysia melalui PT Widodo Makmur sebanyak 200 ekor tiap minggu.

“Karena permintaan tinggi, makanya kita masih ambil kambing/domba dari peternak di berbagai daerah yang sudah jadi langganan yang kita sebut Mitra yang jumlahnya sudah mencapai ratusan. Baik yang tergabung dalam Himpunan Peternak Domba dan Kambing Indonesia maupun di luar itu.

Para Mitra membeli ke HSM dengan harga 18 ribu/kg untuk kambing biasa, domba lokal Rp 24-26 ribu/kg, domba Garut Rp 30-35 ribu/kg dan kambing Jawa Rp 30-35 ribu/kg. Ada pula kerja sama HSM dan Mitra di mana bersifat sewa kandang, atau kandang milik Mitra namun bibit dari HSM, atau pihak HSM memberikan bibit dan dipelihara untuk digemukkan untuk kemudian dijual kembali ke HSM.

Layanan Lengkap

Kriteria hewan berumur di atas 1,5 tahun untuk kurban berat minimal 20 kg dengan harga mulai dari Rp 850 ribu hingga Rp 1,65 juta dan 16 kg untuk aqiqah dengan harga Rp 550-950 ribu. Sedangkan untuk dijual ke pedagang di pasar tradisional mulai dari umur 7 hingga 12 bulan dengan berat 17 kg.

Nah untuk kambing/domba hidup dijual berdasarkan berat badannya. Harga jual kambing/domba Rp 40 ribu/kg bobot hidup dan domba Garut Rp 45 ribu/kg bobot hidup. Sedangkan kambing/domba berupa yang sudah berbentuk karkas (hewan yang sudah dipotong tanpa kepala, kaki  dan isi perut)  dijual ke pedagang di pasar tradisional Rp 52 ribu/kg.

“Paket olahan daging aqiqah ini sangat membantu pasangan muda yang ingin melaksanakan aqiqah namun tak ingin repot cara mengolahnya. Pokoknya konsumen tinggal terima beres dan membagikan daging aqiqah dalam nasi kotak. Kita pun bisa menyesuaikan menu makanan sesuai dengan selera konsumen, apakah menu Sunda, Betawi, Jawa, atau Padang dan lainnya,” tutur pria ramah ini.

Meningkat 25 Kali Lipat

Yang paling menarik dari usaha penjualan kambing dan domba dimulai setelah Lebaran Idul Fitri hingga menjelang Lebaran Idul Adha. Al Baro mengaku menjelang Idul Adha permintaan bisa melonjak hingga 25 kali lipat. Sebagai gambaran jika tiap bulan ia bisa menjual 200 ekor domba kambing/domba, jelang Idul Adha bisa sampai 2.500-5.000 ekor/bulan. Jadi dalam sebulan HSM mendatangkan omset sekitar Rp 128 juta dengan keuntungan 25% pada bulan biasanya. Sedangkan saat Idul Adha omsetnya bisa menjadi Rp 2,8 miliar.

Al Baro mengatakan kunci sukses penjualan kambing/domba baik untuk kurban, aqiqah maupun untuk penjualan ke pedagang di pasar tradisional adalah mengajukan proposal ke berbagai instansi pemerintahan, perusahaan besar, organisasi, kompleks perumahan, Rumah Sakit Bersalin, hingga memasang banner di pohon pinggir jalan dan memberikan voucher aqiqah.

Perusahaan dan instansi seperti PT Medco Energi, PT Lativi Media, Ikatan Alumni ITB, PT Yuasa, KODIM Kota Tangerang, Anggota DPRD Kota Tangerang, PT. Telkom, RS Hermina, RS Sari Asih dan RS Insani, Ir. M. Hatta Radjasa,  dan masih banyak lagi pernah menjadi konsumen HSM.

Pemesanan bisa dilakukan dari jauh-jauh hari atau minimal 3 hari sebelum hari pemotongan. Pembayaran bisa dilakukan secara transfer ke pusat (kantor pemasaran di daerah Poris, Tangerang, Banten). Pengantaran Aqiqah Jabodetabek tidak dikenakan ongkos, sedangkan untuk luar daerah ongkos kirim ditanggung konsumen.

Pengangkutan kambing/domba dari Mitra atau Agen bisa menggunakan truk kapasitas 75 ekor, di mana hewan dimasukkan ke kotak kayu, sehingga 1 mobil bisa dibuat 3 tingkat kotak. Tiap tingkat diisi 25 ekor kambing/domba. Pada jarak dekat tentu hewan tak perlu diberi pakan. Sedangkan jika jaraknya cukup jauh perlu diberikan rumput dan air minum.

Ke depan, HSM akan membangun rumah makan kambing dan domba juga akan mengembangkan penjualan susu kambing hingga agrowisata peternakan kambing dan domba.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.