Ternak Anakan Kambing Boer Siap Jual Umur 5 Bulan

2
5397
Ternak kambing (dok andalasfarm.com)

 

Sempat bergelut di berbagai bisnis mulai dari warnet, ternak lele, berjualan nugget kelinci sampai usaha keperluan Idul Adha ternyata belum membuat Tonny Mariza Hariyanto puas. Menurutnya usaha-usaha tersebut kurang “greget” dan ada yang bersifat musiman meski produknya cukup laku. Lantas ia mencari inspirasi usaha yang dirasa lebih mendatangkan untung besar.  Pemuda kelahiran Surabaya, 18 Maret 1990 ini lalu berkeliling di kota Malang, dan saat itu ia melihat Kambing Boer harga jualnya tinggi di pasaran. Sontak ia pun langsung tertarik, apalagi persentase dagingnya lebih banyak dibanding kambing lokal biasa seperti jenis Kambing Jawa.

Kambing Boer memiliki ciri-ciri tanduk memisah, postur badan pendek besar, pertumbuhan cepat, warna dasar bulu putih dan bulu lehernya cokelat, karkas dagingnya banyak, kandungan lemak dan airnya sedikit, cita rasa dagingnya lebih gurih ketimbang Kambing Jawa dan tekstur dagingnya tidak alot/keras (seperti Kambing Jawa Muda).

Persentase karkasnya sekitar 80-90%, sedangkan kambing lokal hanya 50%. Pertumbuhannya juga cepat dengan pertambahan bobot 5-7 kg per bulan meski hanya diberi pakan rumput. Berbeda dengan kambing jawa yang hanya 1-2 kg per bulan. Selain mudah dipelihara, Kambing Boer tidak mudah stres dan tidak berisik. “Jadi tidak seperti Kambing Jawa yang selalu mengembik sangat berisik,” terang Tonny.

Pada Oktober 2013, sambil tetap menjalankan bisnis musiman keperluan Idul Adha, Tonny mencari penjual Kambing Boer asli. Sebelumnya, ia pun gigih mencari informasi mengenai Kambing Boer, seperti cara perawatan dan perbanyakan ke BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) dan Universitas Brawijaya, Malang.

Tonny lalu membeli lima ekor Kambing Boer dari salah seorang peternak di Malang. Ia mengaku, modal yang dikeluarkan untuk mengawali usaha ternak Kambing Boer ini sekitar Rp 40 juta. Modal itu digunakan untuk membuat kandang Kambing Boer sebagai tempat breeding dengan luas sekitar 200 m yang berisi 50 ekor Kambing Boer dewasa (jika kambing lokal kapasitasnya 100 ekor).

Menurut Tonny, prospek usaha ternak Kambing Boer sangat bagus ke depan. “Lihat saja, Kambing Boer ini sudah siap potong sejak umur 5-6 bulan, sedangkan Kambing Jawa butuh waktu satu tahun sampai siap potong,” ungkap alumni SMA Negeri 28 Jakarta ini. Saat umur 5-6 bulan, berat Kambing Boer sudah mencapai 25-30 kg.

Menurut Tonny, karena karkas dagingnya banyak, Kambing Boer bisa berpeluang menggantikan Kambing Jawa dan kambing lokal. Apalagi jumlah Kambing Boer di Indonesia masih sedikit. “Pelaku usaha ini masih sedikit padahal konsumennya cukup besar,”  terang Tonny.

Harga Tinggi

Tonny menjual anakan Kambing Boer F1 seharga Rp 60 ribu/kg. Harga anakan kambing ini cukup stabil bahkan cenderung naik. Adapun anakan yang sudah siap jual dan potong mulai umur 4-6 bulan dengan bobot rata-rata 25-35 kg.  Anakan yang dijual berasal dari hasil silangan Kambing Boer dan Kambing Jawa dengan varian jenis Boer warna putih-coklat dan putih-hitam.

“Itulah kelebihan usaha saya, saya menjual Kambing Boer dengan warna putih-hitam dan putih-cokelat. Jadi nggak kalah dengan yang ada di luar negeri. Sebab Kambing Boer asli yang kebanyakan dikenal di Indonesia umumnya berwarna putih polos dan putih-cokelat,” tutur Tonny.

Kambing Boer pejantan bisa setiap bulan kawin, sedangkan Kambing Boer betina hanya setahun dua kali kawin dengan masa mengandung selama 5 bulan. Sekali beranak, satu ekor betina bisa menghasilkan anakan sampai 4 ekor. Selain dengan Kambing Boer Betina, Kambing Boer pejantan juga bisa dikawinkan dengan kambing jenis lain (kambing lokal).

Selain menjual anakan Kambing Boer, Tonny juga menjual sperma Kambing Boer untuk Inseminasi Buatan (IB) seharga Rp 50 ribu/straw (isi 300 cc). Jadi bagi pemula bisa terbantu dan tidak perlu pusing memikirkan dana besar untuk pengadaan Kambing Boer jantan asli. Cukup memiliki betina dari jenis kambing apa saja, nantinya bisa dikawin suntik (IB) dengan sperma dari Kambing Boer jantan asli.

Pemasaran

Sejak awal usaha, Tonny tidak mengadakan promosi khusus. Promosi hanya berjalan dari mulut ke mulut terutama sejak adanya permintaan pertama dari kalangan pengusaha kuliner. Saat memenuhi permintaan pembeli pertama kali, ia menerangkan lebih dulu kelebihan Kambing Boer lalu memberikan contoh sebanyak 10 ekor. Karena telah terbukti apa yang dijelaskan Tonny, membuat si pembeli memesan lebih banyak secara rutin tiap bulan dan mempromosikan kambing milik Tonny dari mulut ke mulut. Sejak saat itu kambingnya menjadi incaran banyak rumah makan.

“Sayang, saya baru bisa memenuhi pesanan beberapa rumah makan di Jawa Timur. Tetapi bulan depan saya bisa melayani pesanan rumah makan di Cibubur, Jakarta Timur dan Rumah Makan Sate Maranggi. Dan bulan Mei-Juni ini, saya juga akan mengirim pesanan sebanyak 300 ekor ke Sulawesi dan NTT,” ucap Tonny bangga. Hingga kini ia juga tetap melayani pembeli perorangan, sebab tidak memberlakukan minimal order.

Pemesanan bisa datang langsung ke lokasi usahanya atau memesan melalui telepon. Pembayaran secara transfer dengan ongkos kirim tentunya ditanggung pemesan. Kambing bisa diantar atau diambil sendiri oleh pemesan. Dari hasil usahanya yang masih terbilang baru, Tonny bisa meraih omset sekitar Rp 20 juta per bulan dengan keuntungan bersih 60%.

“Dari usaha ini saya bahkan sudah balik modal bulan Februari dan kini tinggal menikmati untung,” aku Tonny. Ke depan, ia berencana menambah jumlah ternak Kambing Boer dengan membeli lahan di Bogor dan membuka rumah makan dengan sajian menu daging Kambing Boer sendiri.

 

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.