Kewalahan Penuhi Permintaan Anak Ayam Serama

0
2284
Ayam serama (dok agronet.co.id)

 

Melihat temannya memiliki Ayam Serama, Arman Sitorus tertarik ingin memilikinya juga. Menurut pria yang akrab disapa Arman, Ayam Serama cukup unik, tubuhnya lebih kecil dari ayam Kate, bobotnya maksimal hanya 500 gr. Sehingga tak heran jika disebut ayam terkecil di dunia (ayam mini).

Posturnya juga sangat bagus yakni kepalanya seperti mengarah ke belakang mengejar ekor dan sayap lurus ke belakang. Serama juga suka berpose sehingga bisa dijadikan ayam kontes.

“Bahkan ada ukuran Serama dewasa yang hanya sekepal tangan manusia. Ayam dikatakan dewasa jika mencapai umur 6-7 bulan. Uniknya semakin kecil ukuran Ayam Serama dewasa, maka harga jualnya bisa semakin melambung alias semakin mahal sampai Rp 125-150 juta/ekor,” papar Arman.

Arman memulai usaha sejak 3 tahun lalu tepatnya tahun 2008, dengan membeli sepasang anak ayam jantan dan betina seharga Rp 1,2 juta dari Komunitas Ayam Serama yaitu PASIR (Penggemar Ayam Serama Indonesia Raya) yang beralamat di Jalan Sosial No.3 Jatiwaringin, Pondok Gede, Bekasi.

“Meski tadinya hanya sebatas hobi, namun karena ayam hias jenis ini bisa bertelur dan diperbanyak, maka saya mulai menjalankan bisnis penjualan Ayam Serama dan menambah investasi setahun lalu hingga Rp 60 juta untuk menambah jumlah ayam,” ungkap pria kelahiran Deli Serdang, 27 Juni 1973 ini.

Hanya Jual Anakan

Usaha Arman semakin berkembang dengan bertambahnya lokasi pemeliharaan. Awalnya ia beternak Ayam Serama di lokasi rumahnya di Klender, Jakarta Timur tepatnya di balkon atau loteng rumahnya berukuran 3 x 5 m. Setahun lalu lokasi usahanya bertambah di Cibubur, Jakarta Timur yang juga berada di loteng rumahnya dengan ukuran 4 x 6 m.

Saat ini jumlah total indukan Ayam Serama yang dimiliki Arman sebanyak 180 ekor. Namun ia sengaja hanya menjual anak Ayam Serama  agar induk berkualitas bagus yang dimiliki tidak habis. Apalagi Arman merasa masih kewalahan untuk memenuhi permintaan anak Ayam Serama yang terus berdatangan.

Adapun harga jual anak Ayam Serama umur 1 bulan Rp 300 ribu/ekor dan umur 2 bulan Rp 600 ribu. Di bawah bendera Carent Farm, Arman juga beternak Ayam Ketawa (ayam asli Sidrap, Sulawesi Selatan) yang dijual dengan harga anak Ayam Ketawa Rp 300 ribu/ekor usia 1 bulan dan usia 2 bulan lebih murah dibandingkan  harga jual anak Ayam Serama, yaitu Rp 400 ribu/ekor.

Ada dua tipe Ayam Serama, yakni tipe apel jika bentuk tubuhnya terlihat membulat dan tipe slim atau ramping. Untuk mengikuti kontes, Ayam Serama dikelompokkan berdasarkan tipe, barulah ditimbang untuk menentukan grade. Grade A berbobot 350-400 gr/ekor, Grade B berbobot 400-500 gr/ekor dan Grade C berbobot 500 gr ke atas.

Ayam Serama dewasa yang telah memenangkan kontes biasanya bisa dijual dengan harga yang sangat tinggi. Harga normalnya Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta/pasang yaitu jantan dan betina, tapi Ayam  Serama dewasa yang menang kontes harganya per ekor sampai Rp 125 juta. “Harga itu sangat fantastis, sebab harga jual tersebut tidak dinilai dari biaya produksi melainkan nilai keindahan dan kepuasan dari penampilan ayam,” ungkap Arman.

Untuk memenangkan kontes, di samping mengandalkan postur tubuh aslinya, Ayam Serama bisa disempurnakan bentuk tubuhnya, dengan beberapa cara. Agar tubuhnya tetap kecil biasanya ayam diberi pakan berupa milet (pakan burung), agar tubuhnya melengkung serta berdiri tegap dengan sempurna bisa dilakukan pemijatan tubuh sejak umur di atas 1 bulan. Untuk membentuk badan ayam tegap dan gagah, ayam dimasukkan dalam kandang press dari bahan kayu dengan jeruji bagian depan dibuat seperti angklung berukuran 10 x 30 cm.

Agar bulunya mengkilap ayam perlu dimandikan seminggu sekali dan dijemur sinar matahari tiap hari. Selain itu juga perlu diberi minyak ikan setelah proses penjemuran di bawah sinar matahari. Satu kapsul minyak ikan bisa langsung ditelan 1 ekor ayam.

Untuk menghasilkan anak Ayam Serama berkualitas bagus diperlukan indukan yang bagus pula. Biasanya Arman membeli indukan Ayam Serama yang menjadi juara kontes. Indukan tersebut  dibeli dari rekannya di komunitas PASIR dan APASI (Asosiasi Penggemar Ayam Serama Indonesia). Harga indukan berkisar Rp 2,5 juta sampai Rp 5 juta tiap pasang.

Pakan Ayam Serama berupa pakan jadi campuran biji-bijian mulai dari milet, kacang hijau, beras merah, jagung dan lain-lain merek Rial, seharga Rp 15-20 ribu/kg. Ayam Serama juga membutuhkan vitamin (Ciamik, Vita Plex) seharga Rp 7500/pack, vaksin ND-AI dan minyak ikan Rp 25 ribu/500 butir.

Pemasaran. Demi kemudahan pemasaran dan agar ayamnya cepat dikenal, Arman bergabung dengan komunitas pecinta Ayam Serama, hingga ikut pameran besar seperti Flona di Lapangan Banteng dan Jakarta Agro Expo. Pemasangan iklan di media cetak juga dilakukan dalam rangka promosi.

Arman juga kerap mengikuti kontes Ayam Serama, seperti di acara Bekasi Cup dalam rangka HUT Kota Bekasi, Ayam Seramanya meraih penghargaan sebagai Ayam Serama terbaik dalam Latihan Bersama Ayam Serama, juara dalam lomba Ayam Serama Nasional memperebutkan Piala Dinas Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta, dan masih banyak lagi. Dengan cara ini usaha ayamnya menjadi lebih cepat dikenal dan dipercaya menghasilkan anakan yang bagus dari indukan yang kerap mengikuti kontes.

Ayam Serama milik Arman juga kerap dipesan konsumen dari berbagai daerah, yakni Jabodetabek, Cikarang, Bandung, Madiun, Lampung, dan Pekanbaru baik kalangan hobiis atau pedagang. Dalam penjualan Arman tidak menerapkan sistem diskon.

Menurut Arman yang kerap menjadi risiko usahanya adalah kondisi angin yang sangat kencang yang bisa menyebabkan anak Ayam Serama mati karena terserang udara dingin.  Karena itu dalam pemeliharaan sebaiknya kandang Ayam Serama ditutup kain.

Dalam sebulan bisa dihasilkan anak Ayam Serama sebanyak 50 ekor dan anak Ayam Ketawa sebanyak 75 ekor. Sehingga Arman bisa meraih omset sekitar Rp 37 juta dengan keuntungan 72% di mana Ayam Serama menyumbang pemasukan sekitar 40%.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.