Jumat, Agustus 28, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog

Arisan Bodong Makin Marak, Kenali Modusnya Sebelum Uang Terlanjur Hilang!

0

Arisan Bodong bisa terlihat seperti kegiatan keuangan yang sederhana: sejumlah orang berkumpul, menyetor uang secara rutin, lalu setiap anggota mendapatkan giliran menerima dana. Masalahnya muncul ketika sistem tersebut sengaja dibuat untuk mengambil uang peserta tanpa mekanisme yang jelas.

Bagi kami di Berempat.com, memahami mekanisme dan mengenali tanda-tanda arisan yang mencurigakan menjadi langkah penting sebelum memutuskan untuk ikut. Tawaran keuntungan yang terlihat menggiurkan sebaiknya tidak langsung dipercaya tanpa mengecek bagaimana sistem tersebut sebenarnya berjalan.

Arisan sebenarnya merupakan kegiatan yang sudah lama dikenal masyarakat. Peserta biasanya menyetorkan sejumlah uang secara berkala dan dana yang terkumpul diberikan kepada anggota sesuai kesepakatan. Dalam praktiknya, sistem seperti ini sangat bergantung pada kepercayaan dan transparansi.

Ketika unsur tersebut hilang, risikonya berubah.

Pelaku bisa menggunakan nama arisan untuk menarik setoran dari banyak orang, menjanjikan pencairan dalam waktu singkat, lalu menghilang setelah dana terkumpul. Modusnya juga dapat memanfaatkan media sosial, grup percakapan, atau jaringan pertemanan sehingga tawaran terlihat lebih meyakinkan.

Skala persoalan aktivitas keuangan ilegal di Indonesia juga tidak bisa dianggap kecil. OJK mencatat bahwa sejak 2017 hingga 30 Juli 2026, Satgas PASTI telah menghentikan 15.226 entitas keuangan ilegal, terdiri dari 2.122 investasi ilegal, 12.824 pinjaman online ilegal, 278 gadai ilegal, dan 2 aktivitas keuangan ilegal lainnya. Angka tersebut memang mencakup berbagai aktivitas ilegal, bukan khusus arisan, tetapi menunjukkan bahwa masyarakat memang perlu berhati-hati terhadap tawaran keuangan yang tidak jelas.

Apa yang Dimaksud Arisan Bodong?

Istilah Arisan Bodong umumnya digunakan untuk menyebut arisan palsu atau arisan yang dijalankan dengan praktik penipuan. Bentuknya bisa beragam sehingga tidak selalu mudah dikenali sejak awal.

Pada arisan konvensional, peserta mengetahui siapa pengelolanya, bagaimana mekanisme pengundian atau penentuan penerima, berapa setoran yang harus dibayar, dan kapan masing-masing peserta memperoleh haknya.

Sementara itu, dalam arisan bermasalah, informasi tersebut bisa dibuat samar.

Ada pula skema yang menawarkan keuntungan di luar konsep arisan biasa. Peserta diminta menyetor uang dengan janji mendapatkan jumlah lebih besar dalam waktu tertentu. Ketika keuntungan yang ditawarkan semakin tidak masuk akal, kewaspadaan seharusnya semakin tinggi.

Arisan yang benar-benar berjalan berdasarkan giliran anggota tentu berbeda dengan aktivitas yang menggunakan istilah arisan sebagai kedok untuk mengumpulkan dana.

Modus Arisan Bodong yang Perlu Diwaspadai

Pelaku biasanya tidak datang dengan penawaran yang terlihat mencurigakan. Justru sebaliknya, mereka dapat membuat tawaran terlihat sangat menarik.

Beberapa pola yang patut diperhatikan antara lain:

1. Menawarkan keuntungan tidak masuk akal

Misalnya peserta menyetor sejumlah uang dan dijanjikan menerima berkali-kali lipat dalam waktu sangat singkat. Jika hasil yang ditawarkan jauh melampaui mekanisme arisan normal, jangan langsung menganggapnya sebagai peluang.

2. Menggunakan sistem perekrutan anggota

Peserta lama diminta mengajak orang baru untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Jika sumber pembayaran lebih banyak bergantung pada masuknya anggota baru daripada aktivitas arisan yang jelas, risikonya perlu diperhatikan.

3. Memanfaatkan testimoni keberhasilan

Pelaku dapat menampilkan tangkapan layar transfer, testimoni peserta, atau foto penerima dana untuk membangun kepercayaan.

Masalahnya, bukti seperti itu belum tentu menunjukkan keseluruhan kondisi.

4. Menggunakan batas waktu

Calon peserta didorong segera menyetor karena kuota disebut hampir penuh atau pendaftaran akan ditutup dalam beberapa jam.

Teknik seperti ini membuat orang mengambil keputusan sebelum melakukan pemeriksaan.

5. Mengandalkan hubungan personal

Tawaran bisa datang dari teman, saudara, rekan kerja, atau seseorang yang dikenal di lingkungan sekitar. Kedekatan tersebut membuat calon peserta cenderung lebih percaya.

Padahal, siapa yang menawarkan bukan jaminan bahwa sistemnya aman.

Ciri-Ciri Arisan yang Patut Dicurigai Bodong

Sebelum menyetor uang, ada beberapa tanda yang sebaiknya diperiksa.

  • Pengelola tidak transparan mengenai identitas dan mekanisme arisan.
  • Aturan berubah-ubah setelah peserta mulai menyetor.
  • Pencairan selalu ditunda dengan berbagai alasan.
  • Peserta baru terus dikejar untuk bergabung.
  • Keuntungan dijanjikan terlalu tinggi.
  • Tidak ada catatan transaksi yang jelas.
  • Pengelola sulit dihubungi ketika peserta meminta informasi.
  • Peserta diminta mentransfer uang ke rekening pribadi tanpa penjelasan yang memadai.
  • Ada tekanan untuk segera melakukan pembayaran.
  • Testimoni lebih ditonjolkan daripada mekanisme bisnisnya.

Satu tanda saja belum tentu membuktikan bahwa sebuah arisan adalah penipuan. Namun, semakin banyak tanda tersebut muncul bersamaan, semakin besar alasan untuk menunda pembayaran sampai informasi dapat diverifikasi.

Jangan Terkecoh karena Sudah Ada Peserta yang Menerima Uang

Ini salah satu bagian yang sering membuat skema semacam ini sulit dikenali.

Misalnya seseorang bergabung dan melihat beberapa peserta sebelumnya memang sudah mendapatkan uang. Ia kemudian menganggap sistem tersebut pasti aman.

Padahal, pembayaran kepada peserta awal tidak otomatis membuktikan bahwa seluruh sistem berjalan sehat.

Dalam skema penipuan tertentu, pembayaran awal justru bisa digunakan untuk membangun reputasi. Setelah kepercayaan terbentuk dan jumlah peserta bertambah, nominal dana yang masuk semakin besar.

Karena itu, pertanyaan yang perlu diajukan bukan hanya “Siapa yang sudah mendapatkan uang?”, tetapi juga:

  • Dari mana dana pembayaran tersebut berasal?
  • Bagaimana mekanisme arisannya?
  • Berapa jumlah peserta?
  • Bagaimana urutan pencairannya?
  • Siapa yang mengelola dana?
  • Apakah seluruh transaksi tercatat?
  • Apa yang terjadi jika peserta berhenti membayar?

Pertanyaan sederhana tersebut dapat membantu melihat apakah sistemnya benar-benar masuk akal.

Cara Mengecek Sebelum Ikut Arisan

Tidak perlu memiliki pengetahuan finansial yang mendalam untuk melakukan pemeriksaan awal.

Pertama, minta aturan tertulis.
Jangan hanya mengandalkan penjelasan melalui chat. Pastikan jumlah setoran, jadwal pembayaran, mekanisme pencairan, dan kewajiban peserta dapat dipahami.

Kedua, kenali pengelolanya.
Cari tahu identitas pihak yang mengatur arisan dan bagaimana dana peserta dikelola.

Ketiga, hitung sendiri.
Jika jumlah uang yang dikumpulkan tidak masuk akal dibandingkan dengan dana yang dijanjikan kembali, itu merupakan sinyal penting.

Keempat, jangan terpengaruh testimoni saja.
Testimoni merupakan informasi tambahan, bukan bukti bahwa suatu kegiatan bebas risiko.

Kelima, jangan buru-buru transfer.
Tekanan untuk segera menyetor justru seharusnya menjadi alasan untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Arisan Online Memerlukan Kewaspadaan Ekstra

Perkembangan media sosial membuat kegiatan arisan dapat dilakukan tanpa pertemuan tatap muka. Peserta cukup masuk grup, menerima nomor rekening, kemudian melakukan transfer.

Praktis, tetapi juga meningkatkan risiko.

Identitas seseorang di internet belum tentu mudah diverifikasi. Foto profil, nama akun, jumlah anggota grup, maupun tangkapan layar pembayaran dapat dibuat untuk membangun kesan terpercaya.

Oleh karena itu, jangan menganggap grup yang memiliki ratusan anggota otomatis aman.

OJK juga mencatat bahwa penanganan penipuan keuangan menjadi persoalan besar. Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), yang diluncurkan pada November 2024, menerima lebih dari 411 ribu laporan penipuan hingga 23 Desember 2025. Data tersebut mencakup berbagai jenis penipuan transaksi keuangan dan bukan khusus arisan.

Angka tersebut memperlihatkan betapa pentingnya kehati-hatian sebelum melakukan transfer kepada pihak yang belum benar-benar dikenal.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Terlanjur Mengikuti Arisan Bodong?

Jangan menunggu terlalu lama jika mulai muncul indikasi penipuan.

Beberapa langkah yang dapat dilakukan:

  1. Simpan seluruh bukti transaksi.
  2. Screenshot percakapan dan informasi grup.
  3. Catat rekening atau nomor telepon yang digunakan.
  4. Jangan menghapus komunikasi dengan pengelola.
  5. Segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran jika terjadi transaksi mencurigakan.
  6. Laporkan dugaan penipuan kepada pihak berwenang.
  7. Gunakan kanal pengaduan resmi OJK/IASC sesuai jenis kasusnya.

Kecepatan pelaporan penting dalam kasus penipuan transaksi keuangan. OJK melaporkan bahwa hingga 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan dengan total kerugian yang dilaporkan mencapai Rp7,8 triliun. Dari rekening yang dilaporkan, 106.222 rekening telah diblokir pada periode tersebut.

Tentu, pemblokiran rekening tidak berarti dana korban otomatis kembali. Namun, pelaporan cepat dapat membantu proses penanganan dan upaya pemblokiran dana yang masih tersedia.

Tumbuh Hampir 90 Persen, Transaksi Video Commerce Jadi Andalan Baru UMKM

0

Pemerintah melihat Transaksi Video Commerce sebagai salah satu peluang besar untuk memperluas pasar produk lokal sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital Indonesia. Pertumbuhan perdagangan berbasis konten video dinilai dapat membuka akses yang lebih luas bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk menjangkau konsumen di berbagai daerah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah terus mendorong kolaborasi antara pelaku e-commerce, asosiasi industri, dan UMKM. Upaya tersebut diperlukan agar produk buatan dalam negeri memiliki ruang yang semakin besar di pasar domestik sekaligus berpeluang menembus pasar global.

“Pada tahun 2026, Harbolnas memasuki tahun ke-14, event ini tidak hanya sebagai ajang diskon tahunan, tetapi juga sebagai gerakan nasional untuk memperkuat produk dalam negeri, meningkatkan inklusi digital, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” kata Airlangga dalam Kick Off Road to Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2026 di Jakarta, Kamis (27/8).

Harbolnas 2026 akan berlangsung pada 10-16 Desember mendatang. Pemerintah menargetkan nilai transaksi selama ajang tersebut dapat mencapai Rp40 triliun, naik dari realisasi tahun sebelumnya sebesar Rp36,4 triliun. Kenaikan transaksi diharapkan ikut menopang konsumsi masyarakat dan pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV.

Transaksi Video Commerce Jadi Penggerak Ekonomi Digital

Potensi ekonomi digital Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas masyarakat di platform digital. Nilai ekonomi digital nasional diproyeksikan mendekati USD100 miliar. Indonesia juga disebut menjadi pasar video commerce terbesar di Asia Tenggara.

Jumlah penjual yang memanfaatkan model perdagangan tersebut telah mencapai sekitar 800.000. Sementara itu, Transaksi Video Commerce tumbuh hampir 90 persen menjadi 2,6 miliar transaksi. Pertumbuhan tersebut didukung basis pengguna media sosial aktif yang telah melampaui 180 juta orang.

Pemerintah menilai perkembangan ini membuka peluang besar bagi UMKM, terutama pelaku usaha yang menjual produk kreatif dan artisan. Format video memungkinkan pelaku usaha memperkenalkan produk secara lebih interaktif sehingga calon pembeli dapat memperoleh gambaran barang sebelum melakukan transaksi.

Airlangga juga mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan daya saing produk lokal. Salah satunya melalui pengembangan algoritma rekomendasi yang mampu menyesuaikan penawaran dengan karakteristik dan minat konsumen.

UMKM Didorong Tembus Pasar Global

Selain memperkuat perdagangan domestik, pemerintah menyiapkan integrasi platform digital dengan pasar ekspor. Implementasi Digital Economic Framework Agreement (DEFA) ASEAN dinilai dapat memperluas potensi pasar ekonomi digital kawasan hingga USD2 triliun, dengan Indonesia berpotensi menyumbang sekitar USD600 miliar.

Dukungan sistem pembayaran juga terus diperluas melalui QR Cross-Border atau QRIS antarnegara ASEAN. Sistem tersebut memberikan kemudahan transaksi bagi pelaku usaha yang menyasar konsumen dari negara lain.

Dengan perkembangan tersebut, Transaksi Video Commerce diharapkan tidak berhenti sebagai tren perdagangan digital. Pemerintah ingin pertumbuhan tersebut memberikan dampak langsung terhadap UMKM melalui peningkatan penjualan, perluasan pasar, serta kesempatan masuk ke rantai perdagangan internasional.

Setelah Lima Tahun Bersama Vincent, Desta Keluar dari Vindes

0

Kabar Desta Keluar dari Vindes menjadi perhatian publik setelah Deddy Mahendra Desta mengumumkan keputusannya untuk meninggalkan Vindes Corp, perusahaan media digital yang dibangunnya bersama Vincent Rompies. Keputusan tersebut disampaikan Desta melalui akun Instagram pribadinya pada Rabu (26/8/2026).

Desta mengatakan keputusan untuk mundur telah dipikirkan secara matang. Setelah sekitar lima tahun menjalani perjalanan bersama Vindes, ia memilih mengambil langkah baru yang menurutnya menjadi keputusan terbaik bagi seluruh pihak.

“Saya izin pamit dari Vindes Corp yah teman-teman. Keputusan ini sudah melalui banyak pertimbangan dan pada akhirnya diambil dengan harapan menjadi yang terbaik untuk semua pihak,” tulis Desta dalam unggahannya.

Dalam pernyataan tersebut, Desta juga meminta masyarakat tidak mengaitkan kepergiannya dengan berbagai spekulasi yang tidak memiliki dasar. Ia menegaskan hubungannya dengan Vincent tetap berjalan baik meski dirinya tak lagi berada di dalam perusahaan.

Desta bahkan menyampaikan pesan khusus kepada Vincent. Menurutnya, hubungan persahabatan dan rasa saling menghargai di antara keduanya tidak berubah setelah keputusan tersebut.

“TIdak ada yang berubah dalam hal saling menghargai, saling mendukung, dan mendoakan yang terbaik untuk satu sama lain,” ujarnya.

Vindes Corp Masuk Babak Baru

Desta dan Vincent mendirikan Vindes Corp pada 2021. Dalam perjalanannya, perusahaan tersebut berkembang sebagai rumah kreatif yang menggarap berbagai konten, mulai dari hiburan, olahraga, hingga proyek digital lainnya.

Bagi Desta, lima tahun bersama Vindes menjadi salah satu bagian penting dalam kehidupannya. Meski memutuskan keluar, ia memastikan kepergiannya tidak berarti berakhirnya hubungan dengan Vincent maupun keluarga besar Vindes.

Tak lama setelah pengumuman tersebut, Vindes Corp memberikan tanggapan melalui akun Instagram resminya. Perusahaan menyebut keputusan Desta sebagai bagian dari babak baru dan memastikan kegiatan Vindes tetap berjalan.

“Vindes Corp melangkah ke babak baru. Sebuah perjalanan yang akan terus berlanjut,” tulis manajemen Vindes.

Perusahaan juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Desta sejak Vindes pertama kali dibangun. Waktu, tenaga, dan dedikasi yang diberikan Desta disebut menjadi bagian dari perjalanan perusahaan selama lima tahun terakhir.

Posisi Desta di Dalam Perusahaan Vindes

Desta yang keluar dari Vindes menjadi perubahan cukup besar mengingat selama ini ia dan Vincent merupakan dua figur utama di balik perusahaan tersebut.

Dalam struktur organisasi yang pernah diperkenalkan Vindes pada Client Gathering Februari 2024, Desta tercatat sebagai Komisaris, sementara Vincent menduduki posisi Direktur Utama. Awan Prasetyo juga pernah menyebut dirinya sebagai Co-Founder & CEO yang menangani operasional harian perusahaan bersama tim.

Vindes sendiri awalnya lahir dari inisiatif Desta dan Vincent sebelum kemudian menjalankan bisnis melalui PT Vakansi Dedikasi Semesta. Profil perusahaan di LinkedIn menyebut Vindes sebagai media yang dibangun oleh keduanya dan berstatus sebagai perseroan tertutup.

Hingga pengumuman tersebut disampaikan, belum terdapat informasi terverifikasi mengenai alasan spesifik di balik keputusan Desta untuk mundur ataupun adanya investor eksternal yang menjadi pemodal Vindes.

Masih Muda Bukan Alasan Menunda Dana Pensiun, Ini yang Sering Terjadi

0

Menunda Dana Pensiun merupakan kebiasaan yang cukup mudah terjadi ketika seseorang merasa masa pensiun masih sangat jauh. Usia masih muda, penghasilan masih aktif, kebutuhan sehari-hari terus bertambah, dan ada banyak target yang dianggap lebih mendesak. Akibatnya, persiapan untuk kehidupan setelah berhenti bekerja sering ditempatkan paling belakang.

Kalau dilihat dari sudut pandang Berempat.com, kebiasaan menyiapkan dana pensiun yang terus tertunda tidak selalu berarti seseorang mengabaikan masa depannya. Ada banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari kondisi keuangan saat ini, kebutuhan keluarga yang lebih mendesak, cara seseorang memandang masa depan, hingga belum memahami pilihan instrumen untuk mempersiapkan pensiun.

Padahal, waktu merupakan salah satu komponen penting dalam perencanaan pensiun. Semakin panjang periode menabung dan berinvestasi, semakin banyak waktu yang tersedia untuk membangun dana secara bertahap.

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa persoalan ini memang masih menjadi tantangan. Dalam Peta Jalan Pengembangan dan Penguatan Dana Pensiun Indonesia 2024–2028, OJK mencatat tingkat densitas industri dana pensiun pada akhir 2023 baru mencapai 18,94% dari 147,7 juta angkatan kerja. Artinya, kepesertaan program dana pensiun masih memiliki ruang yang sangat besar untuk diperluas.

OJK juga mencatat hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan 2022. Tingkat literasi dana pensiun berada di 30,5%, sedangkan tingkat inklusinya hanya 5,42%.

Angka tersebut memberikan gambaran bahwa memahami konsep dana pensiun dan benar-benar memiliki produk atau program pensiun merupakan dua hal yang berbeda.

Merasa Pensiun Masih Terlalu Jauh

Alasan paling sederhana adalah persepsi terhadap waktu.

Seseorang yang berusia 25 atau 30 tahun mungkin merasa usia pensiun masih puluhan tahun lagi. Karena itu, dana pensiun terasa seperti kebutuhan yang belum mendesak.

Masalahnya, keputusan finansial jangka panjang justru membutuhkan waktu.

Misalnya seseorang baru mulai menyisihkan uang pada usia 45 tahun. Waktu yang tersedia tentu jauh lebih pendek dibandingkan seseorang yang mulai pada usia 25 tahun.

Bukan berarti orang yang terlambat memulai tidak memiliki kesempatan. Hanya saja, kebutuhan menabung bulanannya bisa menjadi lebih besar karena periode persiapannya lebih singkat.

Menunda selama satu atau dua tahun mungkin terlihat kecil. Jika kebiasaan tersebut berlangsung selama belasan tahun, dampaknya bisa berbeda.

Penghasilan Sekarang Terasa Lebih Penting

Ketika pendapatan bulanan masih terbatas, kebutuhan yang terlihat di depan mata biasanya menang.

Ada biaya rumah tangga, cicilan, pendidikan anak, kendaraan, biaya kesehatan, hingga kebutuhan membantu orang tua. Dana pensiun yang manfaatnya baru terasa bertahun-tahun kemudian akhirnya kalah prioritas.

Kondisi tersebut cukup masuk akal.

Namun, masalah muncul ketika dana pensiun selalu ditempatkan setelah semua kebutuhan lain selesai. Jika menunggu sampai memiliki “uang sisa”, belum tentu uang tersebut benar-benar tersedia.

Pendekatan yang lebih realistis adalah memasukkan persiapan pensiun sebagai salah satu pos keuangan sejak awal.

Tidak harus langsung besar.

Yang penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan dana secara konsisten dan kemudian meningkatkan jumlahnya seiring pertumbuhan penghasilan.

Takut Tidak Bisa Menikmati Uang Sekarang

Ada pula alasan psikologis yang lebih sederhana: seseorang ingin menikmati hasil kerja saat masih muda.

Menabung terlalu banyak untuk masa depan dapat dianggap mengurangi kesempatan menikmati kehidupan sekarang.

Ini bukan persoalan benar atau salah. Perencanaan keuangan memang perlu mempertimbangkan kualitas hidup saat ini.

Yang menjadi masalah adalah ketika seluruh pendapatan digunakan untuk konsumsi tanpa menyisakan ruang bagi kebutuhan jangka panjang.

Keseimbangan bisa dibangun dengan membagi pendapatan ke beberapa tujuan:

  • Kebutuhan sehari-hari.
  • Dana darurat.
  • Perlindungan seperti asuransi yang sesuai kebutuhan.
  • Tujuan jangka menengah.
  • Dana pensiun.
  • Hiburan dan gaya hidup.

Dengan pembagian tersebut, persiapan masa depan tidak harus berarti menghentikan seluruh pengeluaran untuk menikmati kehidupan sekarang.

Tidak Tahu Berapa Dana yang Sebenarnya Dibutuhkan

Sebagian orang Menunda Dana Pensiun karena tidak tahu harus mengumpulkan berapa.

Target yang terlalu abstrak memang sulit membuat seseorang bergerak.

“Harus punya dana pensiun” terdengar bagus, tetapi belum memberikan gambaran konkret.

Coba ubah menjadi pertanyaan yang lebih spesifik:

Berapa biaya hidup yang dibutuhkan setiap bulan setelah pensiun?

Misalnya pengeluaran saat ini Rp8 juta per bulan. Setelah pensiun, sebagian biaya mungkin hilang, tetapi biaya lain seperti kesehatan bisa meningkat.

Karena itu, perhitungan tidak cukup hanya menggunakan pengeluaran saat ini. Perlu dipikirkan juga:

  • Usia ketika berhenti bekerja.
  • Perkiraan usia harapan hidup.
  • Biaya hidup setelah pensiun.
  • Inflasi.
  • Aset yang sudah dimiliki.
  • Pendapatan pasif yang mungkin tersedia.
  • Program pensiun dari perusahaan.
  • Investasi atau tabungan yang dimiliki.

BPS mencatat umur harapan hidup bayi yang lahir di Indonesia pada 2024 mencapai 74,15 tahun. Angka ini merupakan indikator populasi, bukan ramalan usia seseorang secara individual, tetapi tetap menunjukkan bahwa masa hidup setelah usia pensiun dapat berlangsung selama bertahun-tahun.

Artinya, dana pensiun tidak hanya perlu cukup untuk beberapa tahun setelah berhenti bekerja.

Terlalu Mengandalkan Pensiun dari Perusahaan

Karyawan terkadang merasa persiapan pensiun sudah otomatis beres karena perusahaan menyediakan program pensiun atau jaminan sosial.

Program tersebut memang dapat menjadi bagian penting dari persiapan. Namun, kebutuhan setiap orang berbeda.

Seseorang yang memiliki cicilan rumah, tanggungan keluarga, atau gaya hidup tertentu mungkin membutuhkan sumber dana tambahan setelah tidak lagi menerima gaji aktif.

Karena itu, penting untuk mengetahui dengan jelas:

  • Apakah perusahaan memiliki program pensiun?
  • Berapa iuran yang dibayarkan?
  • Berapa lama kepesertaan?
  • Bagaimana manfaatnya dihitung?
  • Kapan manfaat dapat diterima?
  • Apakah ada sumber dana pensiun lain?

Dengan memahami jawabannya, seseorang bisa mengetahui apakah masih ada kekurangan yang perlu dipersiapkan secara mandiri.

Menunda Dana Pensiun karena Merasa Belum Punya Uang

Ini adalah alasan yang sangat umum.

Ketika penghasilan pas-pasan, menyisihkan uang untuk kebutuhan 20 atau 30 tahun mendatang memang terasa sulit.

Namun, menunggu sampai penghasilan “cukup” juga bisa menjadi jebakan. Penghasilan meningkat, tetapi kebutuhan biasanya ikut berkembang.

Karena itu, jumlah awal tidak harus spektakuler.

Misalnya seseorang mulai menyisihkan Rp300 ribu per bulan. Jumlah tersebut memang belum tentu cukup untuk memenuhi seluruh kebutuhan pensiun. Tetapi kebiasaan tersebut menciptakan titik awal.

Ketika pendapatan meningkat, kontribusi dapat dinaikkan menjadi Rp500 ribu, Rp1 juta, atau lebih sesuai kemampuan.

Yang penting adalah targetnya berkembang bersama kondisi keuangan.

Cara Berhenti Menunda Dana Pensiun

Tidak perlu langsung membuat strategi yang rumit. Beberapa langkah berikut bisa menjadi awal:

1. Tentukan usia target pensiun

Tentukan perkiraan kapan ingin berhenti dari pekerjaan utama. Target tersebut dapat dievaluasi seiring waktu.

2. Hitung kebutuhan hidup

Buat perkiraan pengeluaran bulanan setelah pensiun dengan memasukkan kebutuhan pokok, kesehatan, tempat tinggal, dan aktivitas lainnya.

3. Inventarisasi aset

Catat tabungan, investasi, properti, program pensiun perusahaan, maupun sumber pendapatan pasif lainnya.

4. Mulai dari nominal yang realistis

Jangan membuat target terlalu besar sampai akhirnya tidak mampu konsisten.

5. Naikkan kontribusi secara berkala

Ketika mendapatkan kenaikan gaji, bonus, atau penghasilan tambahan, sebagian dapat dialokasikan untuk meningkatkan dana pensiun.

6. Evaluasi setiap tahun

Target pensiun bukan angka yang dibuat sekali lalu dilupakan. Kondisi penghasilan, keluarga, inflasi, dan tujuan hidup dapat berubah.

Pensiun Bukan Berarti Berhenti Menghasilkan Uang

Persiapan pensiun juga tidak selalu berarti seseorang harus berhenti memperoleh penghasilan sepenuhnya.

Sebagian orang mungkin tetap ingin bekerja paruh waktu, menjalankan bisnis kecil, menjadi konsultan, menyewakan aset, atau memperoleh penghasilan dari investasi.

Namun, sebaiknya pilihan tersebut menjadi opsi, bukan satu-satunya jalan untuk bertahan hidup.

Inilah alasan pentingnya membangun sumber daya finansial sebelum masa kerja berakhir.

Dana pensiun memberikan ruang untuk menentukan pilihan dengan lebih leluasa. Seseorang bisa tetap bekerja karena memang ingin bekerja, bukan semata-mata karena tidak memiliki alternatif.

Standardisasi Diperketat, Industri AMDK Didorong Tingkatkan Daya Saing

0

Pemerintah terus memperkuat penerapan standardisasi untuk menjaga kualitas produk sekaligus meningkatkan daya saing Industri AMDK di dalam negeri. Kebijakan tersebut dilakukan melalui pemberlakuan Standar Nasional Indonesia (SNI) secara wajib bagi produk Air Minum Dalam Kemasan (AMDK), sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024.

Aturan tersebut menjadi perhatian bagi pelaku usaha karena sertifikasi SNI berkaitan langsung dengan persyaratan mutu, keamanan, dan keselamatan produk yang beredar di masyarakat. Kementerian Perindustrian juga mendorong pelaku Industri AMDK segera memastikan pemenuhan ketentuan sesuai regulasi terbaru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan standardisasi memiliki posisi penting dalam pembangunan industri. Menurut dia, keberadaan SNI membantu negara memastikan produk yang beredar memenuhi aspek keselamatan, kesehatan, dan keamanan bagi konsumen.

“SNI pada dasarnya merupakan sebuah instrumen negara di mana negara harus bisa memastikan semua produk yang masuk ke Indonesia terjamin aspek 3K, yaitu keselamatan, kesehatan, dan keamanan,” ujar Agus.

Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 tentang Pemberlakuan SNI untuk AMDK Secara Wajib telah diundangkan pada 18 Oktober 2024. Regulasi tersebut kemudian efektif berlaku pada 18 April 2025 setelah melewati masa transisi selama enam bulan.

Pelaku Industri AMDK Dapatkan Pendampingan

Untuk membantu pelaku usaha memenuhi aturan tersebut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Ambon menyediakan layanan konsultasi, pengujian, serta pendampingan sertifikasi SNI bagi pelaku Industri AMDK di Maluku dan wilayah sekitarnya.

Layanan tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi perusahaan dalam memahami persyaratan teknis sekaligus menjalankan proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga memberikan masa penyesuaian bagi perusahaan yang telah memiliki Sertifikat Produk Penggunaan Tanda SNI (SPPT SNI) sebelum aturan baru diterapkan. Sertifikat lama tetap dapat digunakan, tetapi harus disesuaikan dengan ketentuan Permenperin 62/2024 paling lambat 18 Oktober 2026.

Batas waktu tersebut menjadi penting karena masa penyesuaian selama 18 bulan akan berakhir pada Oktober tahun ini. Pelaku usaha perlu memastikan seluruh persyaratan telah dipenuhi sebelum tenggat tersebut.

Standardisasi Didorong Perkuat Daya Saing

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari mengatakan pihaknya melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai daerah terus memberikan pendampingan kepada industri.

Pendampingan mencakup pemahaman regulasi, proses sertifikasi, hingga tata cara pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Langkah tersebut sekaligus ditujukan untuk meningkatkan kepatuhan perusahaan terhadap kebijakan industri.

Menurut Emmy, pelaporan melalui SIINas juga berperan dalam memperkuat basis data industri nasional. Data tersebut nantinya dapat digunakan pemerintah sebagai bahan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

Penerapan SNI wajib diharapkan menciptakan persaingan usaha yang lebih sehat karena seluruh pelaku Industri AMDK memiliki standar yang harus dipenuhi. Dengan mutu produk yang lebih konsisten dan jaminan keamanan yang lebih baik, industri nasional diharapkan semakin mampu bersaing di pasar domestik maupun internasional.

Daftar Cicilan KUR BRI Lengkap, Pinjaman Rp25 Juta hingga Rp100 Juta

0

Cicilan KUR BRI menjadi salah satu hal yang perlu diperhitungkan pelaku UMKM sebelum mengajukan pembiayaan. Kredit Usaha Rakyat (KUR) sendiri merupakan program pembiayaan bersubsidi pemerintah yang dapat dimanfaatkan untuk menambah modal kerja maupun mendukung investasi usaha.

Salah satu bank penyalur KUR adalah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Besaran pembiayaan yang tersedia disesuaikan dengan kebutuhan usaha dan kemampuan debitur dalam memenuhi kewajiban pembayaran.

Pilihan tenor juga memengaruhi besaran angsuran setiap bulan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, nominal cicilan bulanan menjadi lebih ringan, meski debitur harus mempertimbangkan keseluruhan kewajiban selama masa kredit.

Berdasarkan rincian yang tersedia dari BRI, pembiayaan mulai Rp25 juta hingga Rp100 juta memiliki pilihan tenor antara 12 bulan sampai 60 bulan.

Rincian Cicilan KUR BRI Rp25 Juta-Rp60 Juta

Untuk pinjaman Rp25 juta, angsuran selama 12 bulan tercatat Rp2.163.169 per bulan. Jika memilih tenor 24 bulan, cicilannya menjadi Rp1.119.314, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp495.030 per bulan.

Pada pinjaman Rp30 juta, angsuran 12 bulan mencapai Rp2.595.802 per bulan. Cicilan turun menjadi Rp1.343.177 untuk tenor 24 bulan dan Rp594.036 jika menggunakan tenor 60 bulan.

Sementara itu, pinjaman Rp40 juta memiliki cicilan Rp3.461.070 per bulan untuk tenor 12 bulan. Angsuran menjadi Rp1.790.903 pada tenor 24 bulan dan Rp792.048 untuk jangka waktu 60 bulan.

Untuk pembiayaan Rp50 juta, cicilan 12 bulan tercatat Rp4.326.337 per bulan. Debitur dengan tenor 36 bulan membayar sekitar Rp1.543.855 per bulan, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp990.060.

Pinjaman Rp60 juta memiliki angsuran Rp5.191.605 per bulan untuk tenor 12 bulan. Jika mengambil tenor 24 bulan, cicilan menjadi Rp2.686.355, sementara tenor 60 bulan mencapai Rp1.188.072.

Cicilan KUR BRI Rp70 Juta-Rp100 Juta

Untuk pinjaman Rp70 juta, cicilan 12 bulan mencapai Rp6.056.872 per bulan. Angsuran turun menjadi Rp3.134.081 pada tenor 24 bulan dan Rp1.386.084 untuk tenor 60 bulan.

Pinjaman Rp80 juta memiliki cicilan Rp6.922.140 per bulan untuk tenor 12 bulan. Pada tenor 36 bulan, angsuran menjadi Rp2.470.168, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp1.548.096.

Adapun pembiayaan Rp90 juta memiliki cicilan Rp7.787.407 per bulan untuk tenor 12 bulan. Angsuran pada tenor 24 bulan mencapai Rp4.029.532 dan turun menjadi Rp1.782.108 untuk tenor 60 bulan.

Untuk pinjaman terbesar dalam daftar tersebut, yakni Rp100 juta, cicilan selama 12 bulan mencapai Rp8.652.675 per bulan. Jika memilih tenor 36 bulan, angsuran menjadi Rp3.087.710, sedangkan tenor 60 bulan sebesar Rp1.980.120.

Besaran Cicilan KUR BRI tersebut dapat menjadi gambaran awal bagi pelaku usaha dalam menyesuaikan jumlah pinjaman dengan kemampuan keuangan. Sebelum mengajukan pembiayaan, calon debitur tetap perlu memperhitungkan arus kas usaha dan kewajiban pembayaran agar kredit tidak mengganggu operasional bisnis.

Bisnis Dari Limbah Barang Mulai dari Nol, Apa Saja yang Bisa Dijual?

0

Bisnis Dari Limbah Barang mulai menarik perhatian karena semakin banyak orang melihat barang bekas dari sisi yang berbeda. Kardus, botol plastik, kain sisa produksi, kayu bekas, minyak jelantah, sampai perangkat elektronik lama sering kali berakhir sebagai barang yang tidak terpakai. Padahal, sebagian di antaranya masih memiliki nilai ekonomi jika dikumpulkan, dipilah, diperbaiki, atau diolah kembali.

Di Berempat.com, kami melihat peluang tersebut sebagai bagian dari cara baru membangun usaha dengan memanfaatkan sumber daya yang sudah tersedia. Peluangnya tidak selalu berbentuk bisnis daur ulang dalam skala besar. Ada juga usaha kecil yang dimulai dari mengumpulkan barang bekas di lingkungan sekitar, kemudian menjualnya kembali atau mengubahnya menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi.

Potensinya juga cukup besar jika melihat volume sampah yang dihasilkan di Indonesia. Berdasarkan data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN), timbulan sampah dari 317 kabupaten/kota yang melaporkan data pada 2024 mencapai sekitar 34,21 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, sekitar 20,44 juta ton atau 59,74% tercatat terkelola, sedangkan sekitar 13,77 juta ton atau 40,26% belum terkelola.

Angka tersebut tidak berarti seluruh sampah bisa langsung dijadikan produk bisnis. Namun, volumenya menunjukkan adanya sumber daya dalam jumlah besar yang berpotensi masuk kembali ke rantai ekonomi.

Kardus Bekas Bisa Menjadi Sumber Pendapatan

Kardus merupakan salah satu jenis limbah yang cukup mudah ditemukan. Pertumbuhan perdagangan online membuat penggunaan kardus untuk mengirim barang juga semakin umum.

Barang yang dianggap tidak berguna oleh satu orang bisa saja dibutuhkan oleh orang lain. Kardus yang masih kokoh, bersih, dan ukurannya sesuai dapat dikumpulkan kemudian dijual kembali.

Beberapa peluang yang bisa dikembangkan dari kardus antara lain:

  • Menjual kardus bekas kepada pelaku UMKM.
  • Menyediakan kardus berdasarkan ukuran tertentu.
  • Membuat paket kemasan untuk penjual online.
  • Mengolah kardus menjadi organizer.
  • Membuat dekorasi atau kerajinan.
  • Menyalurkan kardus yang sudah tidak layak ke pengepul atau industri daur ulang.

Model bisnis ini dapat dimulai dari lingkungan sekitar. Misalnya, bekerja sama dengan toko, gudang, minimarket, atau penjual online untuk mengambil kardus yang sudah tidak digunakan.

Nilai tambah semakin besar ketika kardus tidak hanya dijual berdasarkan berat, tetapi sudah dipilah berdasarkan ukuran dan kondisinya.

Kain Sisa Konveksi Bisa Masuk ke Pasar Fashion

Potongan kain yang tersisa dari proses produksi sering kali terlalu kecil untuk digunakan kembali dalam produk utama. Namun, ukurannya bisa cocok untuk membuat produk dengan bentuk lebih kecil.

Misalnya:

  • Pouch.
  • Dompet kecil.
  • Scrunchie.
  • Tote bag.
  • Sarung bantal.
  • Aksesori rambut.
  • Boneka kain.
  • Produk patchwork.

Salah satu keuntungan model ini adalah sumber bahan bakunya bisa diperoleh dari konveksi atau penjahit.

Pelaku Bisnis Dari Limbah Barang dapat menjalin kerja sama dengan beberapa tempat produksi sekaligus. Sisa kain yang sebelumnya dianggap tidak bernilai dikumpulkan, kemudian dipilah berdasarkan warna, jenis bahan, dan ukuran.

Setelah itu, material dapat dijadikan produk baru.

Konsep tersebut juga bisa dikembangkan sebagai produk upcycling. Cerita mengenai bahan bekas yang diubah menjadi barang baru dapat menjadi bagian dari strategi pemasaran, terutama jika menyasar konsumen yang tertarik dengan produk ramah lingkungan.

Botol Plastik Punya Banyak Jalur Pemanfaatan

Botol plastik merupakan material lain yang mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Cara memanfaatkannya juga cukup beragam.

Pelaku usaha dapat memilih model yang paling sesuai dengan modal dan kemampuan.

Model pertama adalah pengumpulan. Botol dikumpulkan dari rumah tangga, tempat usaha, restoran, atau lingkungan sekitar untuk kemudian dijual kepada pengepul atau bank sampah.

Model kedua adalah pengolahan. Botol tertentu dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan atau produk kreatif.

Model ketiga adalah pemilahan material. Botol dipisahkan berdasarkan jenis plastiknya sebelum masuk ke rantai daur ulang.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa bisnis limbah tidak selalu harus membuat produk jadi. Menjadi pengumpul dan pemasok material terpilah juga bisa menjadi model usaha.

Kayu Bekas Bisa Diubah Menjadi Produk Furnitur

Kayu bekas dari palet, peti, proyek konstruksi, atau furnitur lama juga memiliki potensi ekonomi.

Material yang masih kuat dapat dibersihkan, dipotong, diamplas, dan diolah menjadi berbagai produk.

Contohnya:

  • Rak dinding.
  • Meja kecil.
  • Kursi.
  • Papan dekorasi.
  • Rak tanaman.
  • Meja kopi.
  • Papan nama.
  • Dekorasi interior.

Di sini, nilai bisnis muncul dari kemampuan mengubah material murah menjadi barang yang memiliki fungsi dan desain.

Namun, kondisi kayu harus diperiksa terlebih dahulu. Paku, jamur, bahan pelapis tertentu, atau kerusakan struktur perlu diperhatikan sebelum material digunakan kembali.

Minyak Jelantah Juga Bisa Dikumpulkan

Minyak jelantah sering dianggap sebagai sisa rumah tangga yang tidak memiliki nilai. Padahal, terdapat pasar untuk minyak jelantah yang dikumpulkan dan disalurkan kepada pihak pengolah yang sesuai.

Salah satu model usaha yang bisa dikembangkan adalah layanan pengumpulan minyak jelantah.

Caranya bisa dimulai dengan menyediakan wadah kepada rumah makan, katering, warung, atau rumah tangga. Setelah jumlahnya terkumpul, minyak tersebut disalurkan kepada pengelola atau pengolah yang memang membutuhkan bahan tersebut.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  • Pastikan minyak tidak dicampur dengan limbah lain.
  • Gunakan wadah yang aman dan tertutup.
  • Buat jadwal pengambilan secara rutin.
  • Hitung biaya transportasi.
  • Cari pembeli sebelum memperbesar volume pengumpulan.
  • Jangan menjual kembali minyak jelantah untuk konsumsi manusia.

Model seperti ini menarik karena pelaku usaha dapat membangun jaringan pemasok secara bertahap.

Barang Elektronik Rusak Jangan Langsung Dianggap Tidak Bernilai

Telepon genggam lama, komputer, printer, kabel, adaptor, dan perangkat elektronik lainnya dapat masuk dalam kategori limbah elektronik atau e-waste ketika sudah tidak digunakan.

Material tersebut membutuhkan penanganan yang lebih hati-hati dibandingkan kardus atau kain. Karena itu, peluang bisnisnya juga membutuhkan pengetahuan yang lebih spesifik.

Ada beberapa model yang bisa dipertimbangkan:

  1. Mengumpulkan e-waste untuk disalurkan kepada pengelola yang memiliki fasilitas pengolahan.
  2. Membeli perangkat rusak untuk dipilah berdasarkan kondisi dan komponennya.
  3. Refurbish, yaitu memperbaiki perangkat yang masih memiliki nilai guna kemudian menjualnya kembali.
  4. Menjual komponen tertentu kepada teknisi atau pihak yang membutuhkan.

Model refurbish memiliki potensi nilai tambah lebih tinggi karena produk tidak berhenti sebagai barang bekas. Setelah diperbaiki dan diuji, perangkat bisa kembali digunakan.

Namun, aspek keamanan data juga perlu diperhatikan ketika menangani perangkat milik orang lain.

Cara Memulai Bisnis Dari Limbah Barang

Tidak perlu langsung mengumpulkan berbagai jenis limbah. Justru lebih baik memilih satu jenis material yang paling mudah ditemukan.

Beberapa langkah awal yang dapat dilakukan:

1. Tentukan material yang tersedia

Cari barang yang banyak ditemukan di lingkungan sekitar. Misalnya kardus jika tinggal di area dengan banyak toko online, atau kain jika berada dekat sentra konveksi.

2. Temukan sumber bahan baku

Jalin kerja sama dengan toko, restoran, konveksi, gudang, rumah tangga, atau tempat usaha lain.

3. Cari calon pembeli

Ini bagian yang sering dilewatkan. Jangan mengumpulkan material dalam jumlah besar sebelum mengetahui siapa yang akan membeli.

4. Hitung biaya operasional

Material gratis bukan berarti bisnisnya tanpa biaya. Ada ongkos transportasi, tenaga kerja, penyortiran, tempat penyimpanan, dan pengolahan.

5. Tentukan nilai tambah

Pilih apakah material akan dijual kembali, dipilah, diperbaiki, atau diubah menjadi produk baru.

6. Uji dalam skala kecil

Mulailah dengan volume yang bisa dikendalikan. Jika pasar mulai terbentuk, barulah kapasitas diperbesar.

Jangan Hanya Melihat Barangnya, Lihat Rantai Bisnisnya

Peluang Bisnis Dari Limbah Barang tidak otomatis menguntungkan hanya karena bahan bakunya murah atau bahkan gratis.

Ada beberapa pertanyaan yang perlu dijawab sebelum memulai:

  • Apakah bahan bakunya tersedia secara rutin?
  • Berapa biaya untuk mengumpulkannya?
  • Berapa lama proses sortir?
  • Apakah membutuhkan tempat penyimpanan besar?
  • Apakah material memiliki kualitas yang konsisten?
  • Siapa pembelinya?
  • Berapa harga jual realistis?
  • Berapa margin setelah seluruh biaya dihitung?

Hal ini penting karena bisnis limbah sangat berkaitan dengan volume dan efisiensi.

Jika biaya mengambil barang lebih mahal daripada nilai jualnya, model tersebut sulit berkembang. Sebaliknya, jika sumber material dekat, pasokannya stabil, dan pembelinya jelas, peluangnya menjadi jauh lebih menarik.

Bank Sampah Menunjukkan Adanya Ekosistem Ekonomi

Pengelolaan limbah juga tidak selalu berdiri sendiri. Di Indonesia terdapat ekosistem bank sampah yang menjadi salah satu bagian dari pengelolaan sampah berbasis prinsip reduce, reuse, recycle (3R).

Sistem Informasi Manajemen Bank Sampah (SIMBA) milik Kementerian Lingkungan Hidup menyediakan data mengenai berbagai aktivitas bank sampah, termasuk jumlah sampah yang dikumpulkan dan dikelola, jumlah nasabah, hingga omzet.

Artinya, aktivitas mengumpulkan barang bekas dapat terhubung dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Ada pengumpul, pemilah, pengolah, produsen, hingga konsumen akhir.

Pelaku usaha baru bisa masuk pada salah satu bagian tersebut sesuai kemampuan.

Indonesia-India Bidik Rantai Pasok Indo-Pasifik Lewat Industri Semikonduktor

0

Indonesia dan India membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor manufaktur dan teknologi, termasuk Industri semikonduktor yang dinilai semakin penting bagi penguatan rantai pasok kawasan Indo-Pasifik. Kedua negara memiliki pasar domestik besar serta basis manufaktur yang dapat saling melengkapi untuk mendorong investasi, hilirisasi, dan pengembangan teknologi.

Peluang tersebut dibahas dalam pertemuan bilateral Wakil Menteri Perindustrian RI Faisol Riza dengan Menteri Negara Perindustrian dan Perdagangan India Jitin Prasada. Pertemuan berlangsung di sela agenda 10th BRICS Industry Ministers’ Meeting di Jaipur, India.

Faisol mengatakan hubungan industri Indonesia dan India memiliki ruang yang besar untuk dikembangkan menjadi kerja sama yang lebih konkret. Menurutnya, kesamaan kepentingan dalam memperkuat manufaktur dan pasar domestik dapat menjadi modal untuk membangun kemitraan yang saling menguntungkan.

“Kami berharap pertemuan ini dapat semakin mempererat hubungan kedua negara sekaligus membuka peluang kolaborasi industri yang lebih konkret, implementatif, dan saling menguntungkan,” ujar Faisol.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan hubungan bilateral setelah kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke India dalam peringatan Republic Day 2025 dan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi ke Indonesia pada Juli 2026.

Perdagangan dan Akses Pasar Jadi Perhatian

Hubungan ekonomi kedua negara terus berkembang. Pada 2025, nilai perdagangan Indonesia dan India tercatat mencapai USD23,16 miliar. Indonesia membukukan ekspor sebesar USD18,32 miliar, sementara impor dari India mencapai USD4,84 miliar.

Meski demikian, ekspor produk industri pengolahan nonmigas Indonesia ke India mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Karena itu, perluasan akses pasar bagi produk manufaktur Indonesia menjadi salah satu perhatian dalam pembahasan bilateral.

Pemerintah India menyambut usulan kerja sama Indonesia pada sejumlah sektor strategis, antara lain industri hijau, semikonduktor, dan agroindustri. India juga menyampaikan sejumlah perhatian terkait kebijakan pembatasan kuota impor beberapa produknya ke Indonesia.

Industri Semikonduktor Didorong Jadi Motor Kolaborasi

Indonesia turut mendorong penguatan kerja sama Industri semikonduktor karena sektor ini memiliki peran penting dalam berbagai industri bernilai tambah tinggi. Semikonduktor menjadi komponen utama dalam elektronika, otomotif, telekomunikasi, energi, hingga perangkat berbasis teknologi digital.

Kolaborasi kedua negara juga dapat diarahkan pada pengembangan teknologi manufaktur modern. Penerapan otomatisasi, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta smart manufacturing dinilai mampu meningkatkan efisiensi sekaligus produktivitas industri.

Selain itu, pengembangan data center menjadi bagian penting dalam agenda transformasi digital. Infrastruktur tersebut dibutuhkan untuk menopang pemanfaatan teknologi berbasis data sekaligus memperkuat daya saing pelaku industri.

Dengan posisi Indonesia sebagai anggota penuh BRICS, ruang kerja sama dengan India semakin terbuka. Pengembangan Industri semikonduktor dan sektor teknologi lainnya diharapkan dapat menjadi pijakan bagi terbentuknya rantai pasok yang lebih kuat sekaligus memperluas peluang investasi dan transfer teknologi kedua negara.

Pemblokiran Rekening Bank Mandiri Jadi Sorotan, OJK Turun Tangan

0

Pemblokiran Rekening Bank Mandiri milik koordinator Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Supriyono atau Mas Botok, tengah didalami oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulator memastikan penundaan transaksi rekening perbankan memiliki dasar hukum dan pada prinsipnya bersifat sementara.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae menjelaskan, mekanisme penundaan transaksi telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Ketentuan tersebut juga diperkuat melalui Pasal 47 POJK Nomor 8 Tahun 2023.

Menurut Dian, bank sebagai penyedia jasa keuangan dapat melakukan penundaan transaksi apabila memperoleh perintah atau permintaan dari pihak yang berwenang, seperti Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), penyidik, penuntut umum, maupun hakim.

Penundaan transaksi tersebut memiliki batas waktu sesuai ketentuan, yakni paling lama lima hari kerja sejak tindakan penundaan dilakukan.

Bank Mandiri Klaim Bertindak Sesuai Prosedur

Persoalan ini mencuat setelah rekening Supriyono diketahui diblokir pada 22 Agustus 2026. Rekening tersebut sebelumnya digunakan untuk menghimpun dana pribadi dan donasi masyarakat yang ditujukan untuk mendukung rencana aksi AMPB di depan Gedung DPR RI pada 27 Agustus.

Supriyono menyebut dana yang terkumpul melalui rekening tersebut mencapai sekitar Rp80,9 juta. Ia kemudian mempertanyakan tindakan pemblokiran karena dilakukan ketika persiapan keberangkatan massa dan kebutuhan logistik aksi tengah berlangsung.

Mandiri sebelumnya telah memberikan penjelasan melalui akun Threads resminya. Bank menyatakan tindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas permintaan aparat penegak hukum dan dilakukan berdasarkan prosedur serta ketentuan yang berlaku.

Bank Mandiri juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip tata kelola perusahaan yang baik, kepatuhan, dan kehati-hatian dalam menjalankan kegiatan perbankan.

OJK Pantau Proses dan Kemungkinan Pemulihan Akses

Dian mengatakan OJK kini berkoordinasi dengan manajemen Bank Mandiri untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai kasus tersebut. Regulator akan mengambil langkah pengawasan apabila hasil pendalaman menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku.

OJK juga meminta pihak bank terus berkoordinasi dengan pemangku kepentingan selama proses penundaan berlangsung. Pemulihan akses rekening akan dilakukan apabila tahapan yang diperlukan telah selesai dan tidak ditemukan alasan hukum untuk mempertahankan penundaan.

Menurut Dian, tindakan penundaan transaksi yang dilakukan sesuai aturan merupakan bagian dari upaya menjaga kepercayaan terhadap sistem perbankan. Jika tidak ditemukan unsur pelanggaran pidana, akses terhadap rekening pada prinsipnya dapat dibuka kembali.

OJK mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir terhadap keamanan dana yang tersimpan di perbankan. Simpanan nasabah tetap memperoleh perlindungan sesuai ketentuan perbankan dan dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dengan demikian, Pemblokiran Rekening Bank Mandiri tersebut masih berada dalam proses pendalaman regulator. OJK akan melihat kesesuaian tindakan bank dengan dasar hukum serta perkembangan proses yang dilakukan aparat terkait.

Pinjol untuk UMKM Kian Berperan, Pembiayaan Capai Rp35,12 Triliun

0

Pembiayaan Pinjol untuk UMKM terus menunjukkan pertumbuhan di tengah kebutuhan pelaku usaha terhadap akses modal yang lebih cepat dan fleksibel. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pembiayaan industri pinjaman daring atau fintech lending kepada sektor UMKM mencapai Rp35,12 triliun hingga Juni 2026, tumbuh 23,25 persen secara tahunan.

Nilai tersebut setara dengan 33,41 persen dari total pembiayaan industri pinjaman daring yang pada periode sama mencapai Rp105,14 triliun. Sementara itu, tingkat risiko kredit bermasalah secara agregat yang diukur melalui TWP90 tercatat sebesar 4,26 persen.

Kepala Eksekutif Pengawas PVML OJK Agusman mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin pentingnya industri pinjaman daring dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi pelaku UMKM.

“Industri Pinjaman daring memiliki posisi yang semakin penting dalam menyediakan alternatif pendanaan bagi UMKM,” ujar Agusman dalam acara Fintech Lending Days di Denpasar, Bali, Jumat.

Menurut Agusman, peningkatan pembiayaan UMKM melalui industri pinjaman daring sejalan dengan kebijakan OJK untuk memperluas akses pembiayaan yang berkualitas. Pemerintah dan regulator juga terus mendorong agar pertumbuhan industri memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pinjol Dinilai Punya Peran Strategis

Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai industri pinjaman daring memiliki kontribusi besar terhadap pembiayaan UMKM. Menurutnya, dukungan terhadap sektor usaha kecil perlu terus diperkuat karena UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam perekonomian nasional.

Misbakhun mendorong agar industri Pinjol mendapat ruang untuk berkembang melalui dukungan regulasi, kepastian hukum, serta ekosistem usaha yang sehat.

Ia menilai momentum pertumbuhan pembiayaan saat ini dapat dimanfaatkan untuk memperbesar peran industri fintech lending dalam mendukung pelaku usaha yang membutuhkan akses permodalan.

Dorong Pembiayaan Produktif dan Berkelanjutan

Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar mengatakan pertumbuhan industri Pindar/pinjol harus berjalan beriringan dengan penguatan tata kelola. Menurutnya, ekspansi bisnis perlu tetap memperhatikan aspek kesehatan industri dan perlindungan konsumen.

Entjik menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, investor, perbankan, serta berbagai pihak dalam ekosistem keuangan digital. Kolaborasi tersebut diperlukan agar industri dapat berkembang secara sehat dan berkelanjutan.

Sementara itu, Gubernur Bali Wayan Koster menilai porsi pembiayaan produktif perlu terus diperbesar. Pinjol untuk UMKM diharapkan semakin diarahkan untuk mendukung kegiatan usaha yang mampu menciptakan nilai tambah dan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Dengan pertumbuhan pembiayaan yang mencapai Rp35,12 triliun, Pinjol untuk UMKM kini menjadi salah satu alternatif pendanaan yang semakin diperhitungkan. Tantangannya adalah memastikan pertumbuhan tersebut tetap diikuti kualitas pembiayaan, pengelolaan risiko, dan dukungan ekosistem yang memadai.