Rabu, Mei 20, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog

Dari Coffee Shop sampai Minimarket, Peluang Titip Jual Produk kini Makin Luas!

0

Banyak orang ingin mulai usaha, tapi langsung mundur karena merasa harus punya toko sendiri dulu. Padahal sekarang ada banyak cara jualan tanpa harus sewa tempat mahal. Salah satunya lewat sistem titip jual produk atau yang sering disebut “numpang rak” di toko orang lain.

Model bisnis seperti ini makin populer, terutama di kalangan UMKM makanan, minuman, fashion, sampai produk handmade. Karena dengan sistem titip jual produk, pelaku usaha bisa mulai menjual barang tanpa harus keluar biaya besar untuk membuka toko fisik sendiri.

Menariknya, konsep ini sebenarnya sudah lama dipakai di dunia retail. Bedanya, sekarang peluangnya makin luas karena banyak coffee shop, minimarket lokal, toko oleh-oleh, sampai supermarket kecil mulai membuka ruang untuk produk UMKM.

Menurut data dari Kemenkop UKM Republik Indonesia (Sekarang Kementerian UMKM), jumlah UMKM di Indonesia sudah mencapai lebih dari 65 juta unit usaha. Persaingan makin besar, jadi banyak pelaku usaha mulai mencari cara distribusi yang lebih hemat dan fleksibel.

Karena itu, sistem titip jual produk mulai dianggap sebagai solusi realistis untuk bisnis yang ingin berkembang tanpa langsung terbebani biaya operasional besar.

Bisnis Bisa Jalan Tanpa Harus Punya Toko Sendiri

Dulu banyak orang menganggap toko fisik adalah simbol bisnis yang “serius”. Padahal sekarang pola belanja masyarakat sudah berubah.

Orang lebih fokus pada produk yang menarik dan mudah ditemukan, bukan sekadar siapa pemilik tokonya.

Makanya, banyak brand kecil sekarang memilih masuk ke toko yang sudah punya pelanggan tetap dibanding memaksakan buka tempat sendiri.

Contohnya cukup banyak:

  • Frozen food lokal dititip di minimarket sekitar perumahan
  • Dessert box masuk ke coffee shop
  • Produk fashion lokal dijual di concept store
  • Snack UMKM masuk toko oleh-oleh
  • Produk handmade dipajang di gift shop atau toko dekorasi

Model seperti ini membuat pelaku usaha bisa fokus ke produksi dan kualitas barang tanpa terlalu pusing memikirkan biaya sewa tempat.

Bahkan menurut laporan dari Statista, biaya operasional retail fisik terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir, terutama untuk sewa lokasi dan tenaga kerja.

Karena itu, banyak bisnis kecil mulai mencari model distribusi yang lebih ringan.

Hal yang Harus Diperhatikan Sebelum Titip Jual Produk

Walaupun terlihat sederhana, sistem ini tetap perlu perhitungan yang jelas. Karena kalau asal menitip barang tanpa strategi, produk justru bisa tidak bergerak.

Beberapa hal yang biasanya penting diperhatikan antara lain:

  1. Pilih toko yang target pasarnya sesuai dengan produk
  2. Pastikan sistem pembayaran dan pembagian keuntungan jelas
  3. Cek posisi display produk di rak
  4. Hitung margin keuntungan setelah dipotong fee toko
  5. Pastikan stok selalu terpantau
  6. Buat kemasan yang menarik dan mudah dilihat

Ini penting karena dalam sistem titip jual produk, persaingan di rak cukup ketat. Produk harus bisa menarik perhatian pelanggan dalam waktu singkat.

Seperti yang sering dibahas di Berempat, banyak bisnis kecil sebenarnya punya produk bagus, tapi kalah karena distribusi dan strategi display yang kurang diperhatikan.

Sistem Konsinyasi Bisa Jadi Jalan Awal untuk Bisnis Bertumbuh

Banyak brand besar sebenarnya juga memulai distribusi dari skala kecil. Mereka masuk ke toko-toko lokal dulu sebelum akhirnya punya outlet sendiri.

Sistem konsinyasi atau titip jual membantu bisnis memahami pasar tanpa risiko terlalu besar.
Kalau produk ternyata kurang diminati, kerugian masih lebih kecil dibanding langsung buka toko fisik sendiri.

Sebaliknya, kalau penjualan bagus, bisnis bisa memperluas distribusi ke lebih banyak lokasi.
Menurut data dari OECD, fleksibilitas distribusi menjadi salah satu faktor penting dalam pertumbuhan UMKM modern, terutama di tengah perubahan perilaku konsumen.

Karena sekarang, bisnis bukan cuma soal punya tempat jualan sendiri, tapi soal bagaimana produk bisa lebih mudah ditemukan pelanggan.

Kenaikan Harga Pangan Jelang Idul Adha Mulai Terasa, Cabai Rawit Tembus Rp82 Ribu

Menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, isu Kenaikan harga pangan kembali menjadi perhatian masyarakat. Sejumlah komoditas pokok di pasar tradisional tercatat mengalami lonjakan harga dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi tersebut dirasakan langsung para pedagang maupun konsumen yang mulai meningkatkan aktivitas belanja menjelang hari besar keagamaan.

Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah mulai terlihat sejak dua minggu sebelum Idul Adha. Beberapa bahan pangan seperti cabai rawit merah, bawang, hingga daging sapi mengalami pergerakan harga yang cukup signifikan di berbagai wilayah.

Sekretaris Jenderal IKAPPI Reynaldi Sarijowan menjelaskan, cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas dengan lonjakan paling tinggi. Di sejumlah pasar tradisional, harga cabai rawit merah bahkan sempat menembus angka Rp82 ribu per kilogram.

Selain cabai, harga cabai merah besar juga bergerak naik di kisaran Rp61 ribu per kilogram, sementara cabai merah keriting berada di angka Rp57 ribu per kilogram. Kondisi ini membuat Kenaikan harga pangan semakin dirasakan masyarakat, terutama pelaku usaha kuliner dan rumah tangga.

Tak hanya komoditas hortikultura, harga bawang merah dan bawang putih juga mengalami kenaikan. Bawang merah tercatat berada di kisaran Rp56 ribu per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp43 ribu per kilogram.

Harga Cabai dan Daging Jadi Sorotan Pasar

Di sektor protein hewani, harga daging sapi sempat menyentuh Rp150 ribu per kilogram. Sementara ayam ras dijual sekitar Rp45 ribu per kilogram dan telur ayam masih bertahan di level Rp28 ribu per kilogram.

Fenomena Kenaikan harga pangan juga terjadi pada minyak goreng curah maupun Minyakita. Di wilayah Jabodetabek, harga Minyakita disebut berada di kisaran Rp19 ribu hingga Rp20 ribu per liter. Sedangkan minyak goreng curah tercatat menembus Rp21.200 per liter.

Meski demikian, beberapa komoditas seperti beras masih relatif stabil dibandingkan bahan pangan lainnya. Stabilitas harga beras sedikit membantu menahan tekanan pengeluaran rumah tangga di tengah kenaikan kebutuhan menjelang Idul Adha.

Sementara itu, data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia juga menunjukkan tren serupa. Berdasarkan pemantauan terbaru, harga cabai rawit merah secara nasional masih berada di level tinggi, yakni sekitar Rp72.500 per kilogram.

Harga telur ayam ras di tingkat pedagang eceran nasional juga masih cukup tinggi di angka Rp30.300 per kilogram. Adapun bawang merah tercatat dijual Rp47.350 per kilogram dan bawang putih berada di kisaran Rp37.900 per kilogram.

Pemerintah Pantau Stabilitas Pasokan Pangan

Kondisi tersebut membuat Kenaikan harga pangan menjadi salah satu isu utama yang terus dipantau pemerintah. Fluktuasi harga bahan pokok dinilai dapat memengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat, terutama ketika kebutuhan konsumsi meningkat menjelang hari raya.

Pengamat pasar menilai tingginya harga cabai rawit merah dipengaruhi beberapa faktor, mulai dari cuaca yang kurang mendukung, gangguan distribusi, hingga terbatasnya pasokan dari sentra produksi. Komoditas hortikultura memang dikenal memiliki pergerakan harga yang cepat berubah tergantung kondisi lapangan.

Di sisi lain, pemerintah bersama Bank Indonesia terus melakukan pemantauan terhadap distribusi pangan nasional agar pasokan tetap terjaga. Langkah stabilisasi diharapkan mampu menekan lonjakan harga yang lebih tinggi menjelang puncak kebutuhan Idul Adha.

Pedagang pasar berharap kondisi harga segera kembali normal agar aktivitas jual beli tidak terganggu. Sebab, ketika harga terlalu tinggi, daya beli masyarakat biasanya ikut melemah dan berdampak pada omzet penjualan di pasar tradisional.

Berapa Gaji Pensiunan PNS Golongan I hingga IV? Ini Penjelasan Lengkapnya!

0
Perbincangan mengenai Berapa Gaji Pensiunan PNS kembali ramai menjelang akhir Mei 2026. Banyak pensiunan maupun keluarga aparatur sipil negara mulai mencari informasi terbaru terkait nominal pensiun yang diterima setiap bulan, termasuk tunjangan tambahan dan mekanisme pencairannya. Pemerintah sendiri memastikan tidak ada perubahan besaran pembayaran pensiun tahun ini karena masih mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 8 Tahun 2024.

Dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa nominal pensiun ditentukan berdasarkan golongan dan jabatan terakhir sebelum pegawai memasuki masa purnatugas. Karena itu, pembahasan soal Berapa Gaji Pensiunan PNS bisa berbeda antara satu penerima dengan penerima lainnya.

Pemerintah menegaskan bahwa hak pensiun tetap diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian ASN selama bertugas. Skema tersebut juga menjadi bagian dari jaminan kesejahteraan bagi para pensiunan agar tetap memiliki penghasilan rutin setelah tidak lagi aktif bekerja.

Besaran pensiun paling rendah berada pada golongan I atau kategori juru. Untuk kelompok ini, nominal pensiun berkisar mulai Rp1,7 juta hingga lebih dari Rp2,2 juta per bulan. Sementara golongan II menerima pensiun dengan rentang hingga Rp3,2 juta.

Adapun golongan III yang umumnya ditempati kalangan penata memperoleh pensiun maksimal sekitar Rp4 juta. Nilai tertinggi berada di golongan IV atau pembina yang mencapai lebih dari Rp4,9 juta setiap bulan.

Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS

Informasi mengenai Berapa Gaji Pensiunan PNS juga tidak bisa dilepaskan dari berbagai tunjangan tambahan yang masih diberikan pemerintah. Selain gaji pokok, para pensiunan tetap memperoleh sejumlah komponen pendukung untuk membantu kebutuhan sehari-hari.

Tunjangan keluarga menjadi salah satu komponen yang masih diterima. Suami atau istri memperoleh tambahan sebesar 10 persen dari gaji pokok, sedangkan tunjangan anak diberikan sebesar 2 persen untuk masing-masing anak sesuai ketentuan yang berlaku.

Tak hanya itu, pemerintah juga tetap menyalurkan tunjangan pangan berupa bantuan beras sebanyak 10 kilogram setiap bulan. Para pensiunan juga memperoleh THR dan gaji ke-13 yang dicairkan pada periode tertentu setiap tahun.

Banyak masyarakat kembali mencari informasi Berapa Gaji Pensiunan PNS karena pencairan gaji ke-13 tahun ini diperkirakan berlangsung mulai Juni 2026. Tambahan pendapatan tersebut dinilai cukup membantu untuk memenuhi kebutuhan pendidikan keluarga maupun biaya harian.

Pencairan dana pensiun dilakukan melalui PT Taspen dan sejumlah bank mitra. Selain itu, pemerintah juga menyediakan beberapa kanal layanan agar para pensiunan lebih mudah menerima haknya.

Bagi penerima pensiun yang ingin mengambil dana secara langsung, pencairan dapat dilakukan melalui kantor pos dengan membawa KTP, kartu Taspen, kartu keluarga, serta surat keputusan pensiun. Alternatif lain juga tersedia lewat minimarket seperti Alfamart dan Indomaret menggunakan aplikasi POSPAY.

Sementara bagi pensiunan yang sakit atau memiliki keterbatasan mobilitas, Pos Indonesia menyediakan layanan home visit. Petugas akan mengantarkan dana pensiun langsung ke rumah penerima.

Ide Bisnis dari Rutinitas yang Banyak Orang Baru Sadari Sekarang!

Banyak orang sering merasa tidak punya bakat bisnis karena mengira usaha harus dimulai dari ide besar atau modal besar. Padahal sekarang, banyak ide bisnis dari rutinitas justru muncul dari aktivitas yang dilakukan setiap hari tanpa disadari. Hal-hal sederhana seperti memasak, bermain media sosial, sampai hobi merapikan rumah ternyata bisa berkembang jadi sumber penghasilan kalau dikelola dengan tepat.

Menariknya, tren ini makin terlihat di era digital. Orang tidak lagi hanya membeli produk, tapi juga membeli pengalaman, hiburan, sampai hal-hal yang terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karena itu, ide bisnis dari rutinitas mulai jadi peluang yang realistis, terutama untuk yang ingin mulai usaha tanpa tekanan modal besar di awal.

Menurut data dari DataReportal, pengguna internet Indonesia sudah mencapai lebih dari 220 juta orang pada 2025. Sementara penggunaan media sosial rata-rata lebih dari 3 jam per hari. Ini membuat aktivitas harian masyarakat semakin mudah diubah menjadi konten, jasa, atau produk yang punya nilai jual.

Yang menarik, sebagian besar peluang ini awalnya bukan direncanakan sebagai bisnis. Banyak yang berkembang justru karena konsisten melakukan sesuatu yang memang sudah jadi kebiasaan sehari-hari.

7 Aktivitas Harian yang Bisa Disulap Jadi Sumber Cuan

Konsep ide bisnis dari rutinitas sebenarnya bukan sekadar tren motivasi di internet. Banyak orang memang sudah membuktikan bahwa aktivitas sederhana bisa berkembang jadi pemasukan tambahan bahkan usaha utama.

Berikut beberapa contohnya:

1. Memasak di Rumah

Aktivitas ini jadi salah satu peluang paling realistis. Mulai dari lauk rumahan, dessert box, sampai frozen food sekarang punya pasar besar karena banyak orang mencari makanan praktis.

Menurut laporan dari Statista, pasar frozen food dan makanan praktis terus meningkat seiring perubahan gaya hidup masyarakat urban.

2. Main Media Sosial

Banyak orang sekarang menghasilkan uang dari affiliate, paid promote, sampai jasa admin media sosial hanya dari kebiasaan aktif scrolling dan membuat konten.

3. Foto dan Video Harian

Skill sederhana mengambil foto produk atau video pendek sekarang sangat dibutuhkan UMKM untuk promosi digital.

Bahkan konten yang terlihat natural sering punya engagement lebih tinggi dibanding video yang terlalu formal.

4. Menulis Caption atau Cerita

Kalau terbiasa menulis panjang di media sosial, kemampuan itu bisa berkembang jadi jasa copywriting, penulis artikel, atau script content creator.

5. Hobi Belanja dan Review Barang

Review jujur sekarang punya pengaruh besar terhadap keputusan pembelian. Banyak brand lebih tertarik bekerja sama dengan micro influencer yang audiensnya aktif.

6. Merapikan Rumah atau Dekorasi

Konten before-after kamar, meja kerja, atau dapur sekarang cukup ramai di TikTok dan Instagram. Dari sini bisa berkembang jadi jasa dekorasi sederhana atau konten affiliate produk rumah tangga.

7. Nongkrong atau Cari Tempat Baru

Aktivitas yang terlihat santai ini ternyata bisa jadi konten review tempat makan, coffee shop, atau hidden gem yang sekarang cukup diminati audiens media sosial.

Kenapa Rutinitas Sekarang Punya Nilai Jual?

Dulu aktivitas harian mungkin hanya dianggap konsumsi pribadi. Tapi sekarang internet membuat kebiasaan sehari-hari bisa dilihat, dibagikan, lalu menghasilkan nilai ekonomi.

Menurut laporan dari HubSpot, audiens digital sekarang cenderung lebih menyukai konten yang terasa autentik dan dekat dengan kehidupan nyata dibanding konten yang terlalu dibuat-buat.

Itulah kenapa banyak ide bisnis dari rutinitas justru berkembang lebih cepat. Orang merasa lebih mudah terhubung dengan sesuatu yang realistis dan relatable.

Selain itu, bisnis berbasis rutinitas biasanya juga terasa lebih ringan dijalankan karena memang berasal dari aktivitas yang sudah familiar setiap hari.

Tidak Harus Langsung Besar, yang Penting Konsisten

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat ingin mulai usaha adalah terlalu sibuk mencari ide yang terlihat “wah”. Padahal peluang kadang justru ada di aktivitas yang sudah dilakukan terus-menerus.

Di era digital seperti sekarang, rutinitas sederhana bisa berubah jadi aset kalau dikemas dengan tepat. Karena itu, memahami ide bisnis dari rutinitas bisa jadi langkah awal yang lebih realistis dibanding memaksakan bisnis yang sebenarnya tidak sesuai keseharian sendiri.

Banyak usaha besar juga dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan konsisten. Jadi kadang, peluang bisnis terbaik bukan datang dari sesuatu yang jauh, tapi dari aktivitas sederhana yang selama ini sudah ada di depan mata.

Rupiah Melemah Tajam, Purbaya Yakin Kondisi Rupiah Segera Pulih

0

Kondisi Rupiah kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah nilai tukar mata uang Garuda bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat pada perdagangan awal pekan. Meski demikian, pemerintah menegaskan situasi saat ini tidak dapat disamakan dengan krisis moneter 1998 karena fondasi ekonomi nasional dinilai masih berada dalam kondisi kuat dan stabil.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pelemahan rupiah yang terjadi belakangan lebih dipengaruhi sentimen global dan dinamika pasar keuangan jangka pendek. Menurutnya, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir karena kondisi ekonomi Indonesia saat ini jauh berbeda dibandingkan masa krisis lebih dari dua dekade lalu.

Purbaya menjelaskan, pada 1997 hingga 1998 Indonesia mengalami tekanan berlapis mulai dari resesi ekonomi, ketidakstabilan politik, hingga runtuhnya kepercayaan pasar. Situasi tersebut berbeda dengan saat ini karena pertumbuhan ekonomi nasional masih terjaga dan aktivitas ekonomi domestik tetap bergerak positif.

“Kondisi Rupiah saat ini memang sedang menghadapi tekanan, tetapi fundamental ekonomi Indonesia masih kuat. Kita masih punya ruang untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujar Purbaya usai menghadiri acara penyerahan pesawat di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, pemerintah masih memiliki berbagai instrumen kebijakan untuk menjaga stabilitas pasar keuangan, termasuk melalui penguatan pasar obligasi dan koordinasi bersama Bank Indonesia.

Pemerintah Intervensi Pasar Obligasi

Di tengah pelemahan nilai tukar dan tekanan terhadap pasar saham, pemerintah mulai melakukan langkah intervensi di pasar obligasi negara. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kepercayaan investor sekaligus menahan potensi aksi jual besar-besaran yang bisa memperburuk situasi pasar.

Menurut Purbaya, pemerintah akan meningkatkan volume pembelian obligasi agar pergerakan pasar surat utang tetap terkendali. Kebijakan ini diambil untuk mengurangi risiko capital loss yang dapat dialami investor ketika harga obligasi mengalami penurunan tajam.

Selain itu, pemerintah juga menilai Kondisi Rupiah masih cukup aman karena didukung pertumbuhan ekonomi nasional yang tetap berada di jalur positif. Faktor tersebut diyakini menjadi pembeda utama dibandingkan situasi saat Indonesia mengalami krisis ekonomi pada 1998.

Di sisi lain, pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang sempat menyentuh level 6.628 juga dinilai hanya dipicu sentimen pasar jangka pendek. Pemerintah meminta investor domestik tidak panik menghadapi koreksi yang terjadi di pasar modal.

Purbaya bahkan mengajak investor untuk tetap tenang dan melihat peluang investasi di tengah tekanan pasar saat ini. Ia optimistis kondisi pasar akan kembali stabil dalam waktu relatif singkat.

“Kondisi Rupiah dan pasar saham saat ini masih bisa dikendalikan. Koreksi yang terjadi lebih bersifat teknikal dan dipengaruhi sentimen global,” katanya.

Berdasarkan data perdagangan Senin pagi, rupiah tercatat melemah 33 poin atau sekitar 0,19 persen menjadi Rp17.630 per dolar AS. Angka tersebut lebih rendah dibanding posisi penutupan sebelumnya yang berada di level Rp17.597 per dolar AS.

Rencana Naikkan Biaya Layanan Disorot, Marketplace Diminta Tak Sepihak!

0

Dalam isu rencana marketplace yang ingin Naikkan Biaya Layanan, pemerintah mulai mengambil langkah tegas demi menjaga keseimbangan ekosistem perdagangan digital. Menteri UMKM Maman Abdurrahman memastikan platform e-commerce tidak diperkenankan melakukan kenaikan biaya tambahan secara sepihak, terutama jika berpotensi memberatkan pelaku usaha mikro dan kecil yang bergantung pada penjualan daring.

Pernyataan tersebut disampaikan Maman setelah pemerintah memanggil sejumlah perusahaan marketplace untuk membahas polemik biaya layanan yang belakangan dikeluhkan banyak pelaku UMKM. Menurut dia, keputusan marketplace untuk Naikkan Biaya Layanan tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa komunikasi dan sosialisasi yang jelas kepada para penjual.

“Kami sudah sampaikan secara tegas, sementara ini tidak boleh ada kenaikan biaya apa pun,” ujar Maman dalam kegiatan Akad Massal KUR 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dan Bursa Wirausaha Unggulan.

Pemerintah menilai langkah marketplace yang ingin Naikkan Biaya Layanan secara mendadak berpotensi mengganggu stabilitas usaha mikro yang saat ini masih berupaya memulihkan daya saing di tengah ketatnya persaingan digital. Karena itu, Kementerian UMKM meminta seluruh platform menjaga komitmen kerja sama yang sebelumnya telah disepakati bersama para penjual.

Maman menjelaskan, dalam kontrak kerja sama tahunan antara marketplace dan UMKM terdapat prinsip kepastian usaha. Artinya, apabila sudah ada kesepakatan biaya dalam periode tertentu, maka platform tidak bisa serta-merta mengubah skema komisi maupun biaya tambahan di tengah jalan.

Menurutnya, apabila perusahaan marketplace merasa perlu melakukan penyesuaian tarif atau ingin Naikkan Biaya Layanan, maka harus ada proses komunikasi yang transparan dan dilakukan jauh hari sebelumnya. Pemerintah meminta adanya masa sosialisasi minimal dua hingga tiga bulan agar pelaku UMKM memiliki waktu untuk menyesuaikan strategi usaha mereka.

Upaya untuk Lindungi UMKM dari Marketplace yang Ingin Naikkan Biaya Layanan

Persoalan biaya layanan memang menjadi sorotan dalam beberapa bulan terakhir. Banyak pelaku usaha mikro mengeluhkan margin keuntungan mereka semakin tergerus akibat potongan platform yang terus meningkat. Di sisi lain, marketplace juga beralasan bahwa biaya operasional dan pengembangan layanan digital membutuhkan penyesuaian pendapatan perusahaan.

Meski demikian, pemerintah menilai kebijakan untuk Naikkan Biaya Layanan harus mempertimbangkan kondisi pelaku UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi digital nasional. Terlebih saat ini semakin banyak usaha kecil yang bergantung pada marketplace untuk menjangkau konsumen lebih luas.

Kementerian UMKM juga menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berpihak kepada penjual, tetapi juga ingin menjaga keberlangsungan industri marketplace sebagai bagian penting dari ekosistem ekonomi digital Indonesia. Karena itu, pendekatan yang diambil bukan semata pembatasan, melainkan membangun aturan main yang sehat dan berkeadilan.

Saat ini, Kementerian UMKM bersama kementerian terkait masih melakukan sinkronisasi regulasi guna menyiapkan payung hukum yang lebih jelas antara platform digital dan pelaku usaha. Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan hubungan bisnis yang lebih seimbang di masa mendatang.

Maman menegaskan bahwa ekosistem digital tidak akan berjalan baik jika salah satu pihak merasa dirugikan. Pemerintah pun berupaya memastikan agar pertumbuhan marketplace tetap berjalan tanpa mengorbankan keberlangsungan usaha kecil.

Menurutnya, arahan Presiden juga menempatkan perlindungan UMKM sebagai prioritas utama. Karena itu, pemerintah akan terus memantau kebijakan marketplace, termasuk jika ada perusahaan yang tetap memaksakan keputusan untuk Naikkan Biaya Layanan tanpa kesepakatan bersama.

Keuangan Konsinyasi Sering Diremehkan, Padahal Dampaknya Besar untuk Bisnis!

0

Banyak pelaku usaha kecil masih sering mencampur semua uang yang masuk ke dalam satu “keranjang” yang sama. Padahal dalam praktik bisnis, tidak semua uang yang masuk otomatis jadi milik usaha. Di sinilah pentingnya memahami keuangan konsinyasi, terutama untuk bisnis yang menjual barang titipan atau sistem bagi hasil.

Masalahnya, banyak bisnis merasa omzetnya besar karena uang yang masuk terlihat ramai setiap hari. Padahal sebagian dari uang itu sebenarnya hanya titipan yang nantinya harus disetorkan kembali ke supplier atau pemilik barang. Kalau tidak dipisahkan sejak awal, kondisi seperti ini bisa membuat pemilik usaha salah menghitung keuntungan dan cash flow.

Karena itu, memahami cara mengatur keuangan konsinyasi jadi sangat penting, terutama di era bisnis modern yang banyak menggunakan sistem reseller, titip jual, atau kerja sama produk UMKM.

Menurut data dari Sage, salah satu masalah paling umum pada bisnis kecil adalah pencampuran dana operasional dengan dana pihak lain. Hal seperti ini sering membuat laporan keuangan terlihat sehat padahal kondisi sebenarnya tidak sebaik itu.

Sekilas memang terlihat sederhana. Uang masuk, barang terjual, lalu bisnis berjalan. Tapi tanpa pencatatan yang benar, kebingungan biasanya mulai muncul saat harus menghitung laba bersih atau membayar supplier.

Tidak Semua Uang yang Masuk Bisa Langsung Dipakai

Ini bagian yang paling sering membuat pelaku usaha salah langkah.

Misalnya, sebuah toko menerima barang titipan makanan dari supplier lokal dengan sistem konsinyasi. Harga jual produk Rp20 ribu, sementara pemilik toko mendapat keuntungan Rp5 ribu per produk.

Artinya, dari uang Rp20 ribu yang diterima, hanya Rp5 ribu yang benar-benar menjadi hak bisnis. Sisanya harus dikembalikan ke pemilik barang.

Tapi banyak bisnis langsung menganggap seluruh uang penjualan sebagai pemasukan usaha. Akibatnya, uang yang sebenarnya bukan milik bisnis ikut terpakai untuk operasional lain.

Di sinilah pentingnya pengelolaan keuangan konsinyasi yang rapi. Karena kalau uang titipan sudah tercampur, bisnis bisa kesulitan saat waktunya setor hasil penjualan.

Menurut laporan dari QuickBooks, pencampuran dana menjadi salah satu penyebab utama UMKM kesulitan membaca kondisi cash flow secara akurat.

Padahal kesalahan kecil seperti ini bisa berdampak panjang.

Bedakan Jenis Keuangan Titipan, Konsinyasi, dan Keuntungan Bersih

Supaya lebih mudah dipahami, ada tiga hal yang sebaiknya dipisahkan dalam bisnis:

  • Uang titipan
    Uang yang hanya “melewati” bisnis dan nantinya harus diberikan ke pihak lain
  • Uang konsinyasi
    Hasil penjualan barang titipan yang masih perlu dibagi sesuai kesepakatan
  • Uang milik bisnis sendiri
    Keuntungan bersih yang benar-benar menjadi hak usaha setelah semua kewajiban dibayar

Kalau semuanya tercampur, bisnis akan sulit tahu berapa keuntungan sebenarnya.

Masalah seperti ini sering terjadi di toko oleh-oleh, bisnis fashion, produk UMKM, sampai toko online yang menerima sistem titip jual.

Awalnya mungkin masih terasa aman. Tapi ketika jumlah transaksi mulai besar, kesalahan pencatatan bisa makin berbahaya.

Bisnis Bisa Terlihat Untung Padahal Cash Flow Bermasalah

Salah satu efek paling berbahaya dari pencampuran uang adalah ilusi keuntungan.

Bisnis merasa uangnya banyak karena rekening terus terisi. Padahal sebagian besar sebenarnya bukan milik usaha.

Akibatnya, pemilik bisnis mulai menggunakan uang tersebut untuk stok baru, operasional, bahkan kebutuhan pribadi. Saat supplier menagih pembayaran, bisnis baru sadar kalau uangnya sudah tidak cukup.

Menurut data dari OECD, pengelolaan cash flow menjadi salah satu tantangan terbesar UMKM, terutama pada bisnis dengan sistem distribusi dan kerja sama penjualan.

Karena itu, memahami alur uang jauh lebih penting dibanding sekadar melihat omzet harian.

Tips Praktis Meningkatkan Penjualan dengan IoT dalam Alur Kerja Sehari-Hari

0

Banyak pemilik bisnis merasa sudah bekerja keras, tapi penjualan dan produktivitas rasanya jalan di tempat. Tim sudah lembur, mesin sudah digerakkan maksimal, promosi sudah dicoba di berbagai kanal, namun hasilnya belum sebanding dengan usaha. Di tengah situasi ini, meningkatkan penjualan dengan IoT menjadi salah satu pendekatan yang mulai banyak dilirik karena bisa membantu bisnis bergerak lebih cepat dan rapi. Tantangannya, banyak yang masih bertanya-tanya seberapa jauh teknologi ini benar-benar bisa membantu penjualan dan produktivitas, bukan hanya urusan teknis di lapangan.

Meningkatkan Penjualan dengan IoT dalam Alur Kerja Sehari-Hari

Inti dari IoT adalah menjadikan proses di lapangan lebih terlihat dan bisa diukur. Sensor dan sistem yang terhubung membuat mesin, perangkat, dan titik penting dalam operasional mengirim data secara otomatis. Data tersebut kemudian dikumpulkan dalam satu tampilan yang bisa dibaca oleh pemilik dan manajer. Dari sinilah awal perubahan dimulai, karena keputusan bisnis tidak lagi diambil berdasarkan dugaan, tetapi berdasarkan apa yang benar-benar terjadi di lantai produksi, gudang, dan jaringan distribusi.

Di area produksi, misalnya, pemantauan mesin secara real-time membuat kapasitas dan kondisi alat kerja menjadi lebih jelas. Tim bisa melihat berapa output aktual, lini mana yang sering terhambat, dan kapan performa mesin mulai turun. Informasi ini membantu manajemen memastikan bahwa produk yang dijual memang bisa diproduksi tepat waktu dan dengan kualitas yang stabil. Ketika kemampuan produksi lebih terukur, tim penjualan bisa memberikan janji ke pelanggan dengan lebih percaya diri dan meminimalkan risiko keterlambatan pengiriman. Hal ini secara langsung berdampak pada tingkat kepercayaan pelanggan dan peluang repeat order.

Di sisi lain, pemantauan stok dan pergerakan barang melalui sensor dan sistem yang terintegrasi membantu menghindari situasi klasik kehabisan barang di saat permintaan sedang tinggi. Stok di gudang pusat, cabang, maupun titik distribusi dapat dilihat dari satu layar. Ketika persediaan mulai menipis, tim bisa bergerak lebih cepat untuk melakukan pengisian ulang. Dengan proses ini, potensi kehilangan peluang penjualan karena ketiadaan stok dapat dikurangi secara signifikan.

Di Indonesia, pola kerja seperti ini mulai banyak diterapkan dengan bantuan penyedia solusi IoT industri seperti Miraswift. Sistem yang dikembangkan Miraswift dirancang agar bisa dipasang di mesin dan panel yang sudah ada, lalu mengalirkan data produksi dan energi ke dashboard web maupun aplikasi di smartphone, sehingga pemilik bisnis dapat memantau kapasitas dan kondisi mesin sebelum menyusun target penjualan yang lebih agresif.

Di Area Mana IoT Paling Terasa Dampaknya?

Untuk memudahkan pemilik usaha melihat gambaran manfaatnya, beberapa area berikut biasanya menjadi titik awal implementasi:

  • Produksi yang lebih terukur

Pemantauan mesin dan lini produksi secara real-time membantu menghindari kemacetan yang tidak perlu. Data output per jam, kondisi mesin, dan pola gangguan menjadi dasar untuk mengatur ritme kerja, membagi beban antar mesin, dan menyusun jadwal perawatan yang lebih tepat.

  • Stok dan distribusi yang lebih rapi

Pemantauan stok di berbagai lokasi membuat tim tidak lagi menebak-nebak ketersediaan barang. Restock bisa dilakukan lebih terencana, dan pergerakan barang dari gudang ke cabang dapat diikuti secara digital, sehingga mengurangi risiko stok hilang atau tidak tercatat.

  • Tim sales yang bekerja dengan data

Ketika sistem di belakang sudah terhubung, tim sales dapat mengakses informasi stok, histori pembelian, dan status pengiriman langsung dari aplikasi yang mereka gunakan. Hal ini mendukung percakapan yang lebih konkret dengan pelanggan dan membantu mereka menawarkan produk yang paling sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

  • Manajemen yang punya pandangan menyeluruh

Laporan tidak lagi harus disusun manual dari berbagai file dan pesan. Data produksi, stok, dan penjualan dapat dilihat dalam satu tampilan. Manajemen dapat melihat tren dan mengambil keputusan strategi dengan lebih cepat, misalnya menambah kapasitas di produk tertentu atau mendorong penjualan di area yang potensinya masih besar.

IoT sebagai Jembatan antara Operasional dan Strategi Bisnis

Ketika teknologi IoT terpasang dan data mulai mengalir dengan konsisten, perubahan tidak hanya terjadi di tataran teknis, tetapi juga di cara bisnis mengambil keputusan. Operasional yang tadinya penuh kejutan pelan-pelan menjadi lebih bisa diprediksi. Tim produksi bekerja dengan target yang lebih jelas, tim gudang tidak lagi kebingungan soal angka stok, dan tim sales bisa bergerak berdasarkan informasi terbaru, bukan laporan mingguan yang sudah terlambat.

Di titik ini, IoT berperan sebagai jembatan antara kerja harian dan strategi jangka panjang. Informasi yang terkumpul membantu pemilik dan manajer melihat pola permintaan, memahami kapasitas riil produksi, dan mengidentifikasi area yang paling layak diprioritaskan untuk pengembangan. Upaya meningkatkan produktivitas tidak lagi hanya soal penambahan jam kerja, tetapi juga penyusunan ulang alur yang lebih efisien. Upaya meningkatkan penjualan dengan IoT kini tidak lagi hanya soal promosi, tetapi juga memastikan bahwa setiap janji ke pelanggan didukung oleh kesiapan operasional yang kuat.

Pendekatan tersebut juga yang diusung Miraswift ketika mendampingi pabrik dan UMKM dalam mengadopsi IoT. Implementasi dimulai dari pemetaan proses, lalu pemasangan sensor di titik-titik kritis seperti mesin produksi dan panel listrik, hingga penyajian data dalam satu dashboard yang mudah dibaca. Dari sana, manajemen bisa memantau output, downtime, dan konsumsi energi secara real-time, lalu menjadikannya dasar untuk menambah kapasitas produksi, mengendalikan biaya, dan menyusun target penjualan yang lebih realistis namun tetap agresif.

Bagi bisnis yang sedang tumbuh, pendekatan seperti ini memberi fondasi yang lebih kokoh. Pertumbuhan penjualan tidak membuat operasional langsung kewalahan, karena kapasitas dan proses di belakang sudah dibangun dengan dukungan data. Di situ, pemanfaatan IoT tidak lagi terlihat sebagai proyek teknologi semata, tetapi sebagai bagian dari cara perusahaan mengelola usaha sehari-hari.

Harga Antam Terbaru Minggu Ini Stabil, Simak Daftar Lengkap Pecahan Emas

0

Harga Antam Terbaru kembali menjadi perhatian pelaku investasi logam mulia setelah PT Aneka Tambang (Antam) mempertahankan harga emas batangan pada perdagangan Minggu, 17 Mei 2026. Tidak adanya perubahan harga dinilai menunjukkan pasar emas domestik masih bergerak stabil di tengah dinamika ekonomi global dan pergerakan harga emas internasional.

Mengacu pada data resmi Logam Mulia, Harga Antam Terbaru untuk emas batangan ukuran 1 gram masih dipatok di level Rp2,769 juta per gram. Nilai tersebut sama seperti perdagangan sehari sebelumnya sehingga belum menunjukkan adanya penguatan maupun pelemahan harga di pasar domestik.

Selain harga jual, Antam juga mempertahankan nilai buyback atau harga jual kembali emas batangan. Pada perdagangan hari ini, harga buyback tercatat berada di level Rp2,576 juta per gram. Stabilnya harga buyback menunjukkan pasar masih cenderung menunggu sentimen baru sebelum terjadi perubahan harga yang lebih signifikan.

Pergerakan Harga Antam Terbaru sendiri kerap menjadi acuan masyarakat dalam mengambil keputusan investasi, terutama bagi investor ritel yang memanfaatkan emas sebagai instrumen lindung nilai atau safe haven. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, emas masih dianggap sebagai aset yang relatif aman untuk menjaga nilai kekayaan.

Stabilnya harga emas Antam hari ini juga dipengaruhi oleh kondisi pasar global yang belum mengalami gejolak besar dalam beberapa hari terakhir. Investor masih mencermati arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta perkembangan geopolitik yang dapat memengaruhi harga emas dunia.

Kondisi Harga Emas Antam Terbaru yang Dipengaruhi Oleh Kondisi Ekonomi Global

Di sisi lain, minat masyarakat terhadap logam mulia tetap cukup tinggi. Banyak investor memilih membeli emas secara bertahap untuk jangka panjang, terutama ketika harga berada dalam fase konsolidasi seperti saat ini. Kondisi tersebut membuat Harga Antam Terbaru tetap menjadi salah satu informasi ekonomi yang paling banyak dicari setiap harinya.

Dalam transaksi emas batangan, masyarakat juga perlu memperhatikan ketentuan perpajakan yang berlaku. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nominal di atas Rp10 juta dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22.

Besaran pajak yang dikenakan mencapai 1,5 persen bagi pemilik Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dan 3 persen untuk non-NPWP. Potongan tersebut langsung dipungut dari total nilai buyback yang diterima penjual.

Sementara untuk pembelian emas batangan, konsumen juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen bagi pembeli tanpa NPWP. Setiap transaksi pembelian akan disertai bukti potong pajak resmi dari Antam.

Berikut daftar Harga Antam Terbaru berdasarkan pecahan emas batangan di Butik Logam Mulia:

  • Emas 0,5 gram: Rp1,434 juta
  • Emas 1 gram: Rp2,769 juta
  • Emas 2 gram: Rp5,478 juta
  • Emas 3 gram: Rp8,192 juta
  • Emas 5 gram: Rp13,620 juta
  • Emas 10 gram: Rp27,185 juta
  • Emas 25 gram: Rp67,837 juta
  • Emas 50 gram: Rp138,095 juta
  • Emas 100 gram: Rp271,112 juta
  • Emas 250 gram: Rp677,515 juta
  • Emas 500 gram: Rp1,354 miliar
  • Emas 1.000 gram: Rp2,709 miliar

Pelaku pasar memperkirakan harga emas masih berpotensi bergerak fluktuatif dalam beberapa waktu ke depan. Faktor nilai tukar rupiah, kebijakan bank sentral global, hingga tensi geopolitik internasional akan tetap menjadi penentu arah pergerakan emas, termasuk Harga Antam Terbaru di pasar domestik.

Mau Hemat? Begini Cara Menjaga Anggaran Renovasi Rumah

Biar anggaran proyek tetap waras, pemilik rumah perlu tahu dulu kesalahan apa saja yang paling sering bikin biaya melar. Kali ini kami akan membahas lima kesalahan umum yang sering terjadi saat menyusun dan menjalankan Anggaran Renovasi Rumah, lalu memberi cara praktis untuk menghindarinya, termasuk lewat pemilihan material yang lebih efisien seperti penggunaan produk dari Top Mortar.

1. Tidak Punya Rencana dan Anggaran Renovasi Rumah yang Jelas

Kesalahan pertama adalah mulai renovasi tanpa rencana yang cukup detail. Banyak pemilik rumah hanya pegang angka kasar di kepala, tanpa breakdown pekerjaan dan material. Akibatnya, setiap perubahan kecil di lapangan terasa “sedikit”, tetapi ketika dijumlahkan, Anggaran Renovasi Rumah sudah naik jauh dari rencana awal.

Solusinya, susun dulu daftar pekerjaan per bagian, misalnya struktur tambahan, dinding, lantai, plafon, kamar mandi, dan sebagainya. Setelah itu, buat estimasi biaya tiap bagian, termasuk upah tukang dan cadangan dana. Semakin rinci perencanaan di awal, semakin mudah mengontrol setiap pengeluaran yang muncul di tengah jalan.

2. Meremehkan Biaya Tak Terduga dalam Anggaran Renovasi Rumah

Banyak orang menyusun Anggaran Renovasi Rumah hanya berdasar harga material dan upah tukang saat itu, tanpa menyiapkan ruang untuk biaya tak terduga. Padahal, di lapangan sering muncul hal yang tidak terencana, seperti kerusakan tersembunyi, penyesuaian desain, atau kenaikan harga material.

Untuk menghindari anggaran yang terasa tiba tiba membengkak, sisihkan cadangan dana sekitar 5 sampai 10 persen dari total anggaran. Cadangan ini tidak harus langsung dipakai, tetapi disiapkan jika sewaktu waktu ada pekerjaan tambahan yang benar benar penting. Dengan cara ini, proyek lebih aman berjalan tanpa perlu berhenti hanya karena dana agak tersendat.

3. Salah Pilih Material, Anggaran Renovasi Rumah Jadi Boros

Kesalahan berikutnya adalah memilih material hanya berdasarkan harga termurah tanpa mempertimbangkan kualitas dan performa jangka panjang. Contohnya, plester atau acian yang mudah retak, keramik yang mudah terkelupas, atau perekat bata yang sulit dikerjakan sehingga banyak yang terbuang. Di awal terlihat hemat, tetapi dalam beberapa waktu, biaya perbaikan justru membuat Anggaran Renovasi Rumah jauh lebih besar.

Di bagian dinding dan lantai, penggunaan produk Top Mortar Plesteran dari produsen yang berpengalaman seperti Top Mortar bisa menjadi solusi. Mortar instan sudah diformulasikan dengan komposisi yang stabil, sehingga daya rekat dan kekuatannya lebih terkontrol. Pekerjaan pasangan bata, plester, acian, hingga pemasangan keramik menjadi lebih cepat dan rapi. Hal ini mengurangi risiko pemborosan material serta pekerjaan ulang yang menyedot anggaran.

Di tengah perkembangan industri Mortar Indonesia, memilih brand yang jelas kualitas dan dukungan teknisnya membantu renovasi berjalan lebih mulus. Top Mortar, misalnya, menyediakan perekat bata ringan, plester, acian plesteran, dan perekat keramik yang sudah banyak dipakai kontraktor untuk proyek maupun renovasi.

4. Kurang Kontrol di Lapangan, Anggaran Renovasi Rumah Pelan Pelan Naik

Kesalahan umum lain adalah tidak rutin memantau progres pekerjaan dan pemakaian material. Tanpa kontrol yang cukup, penggunaan semen, mortar, pasir, atau keramik bisa melebihi perkiraan. Kadang bukan karena disalahgunakan, tetapi karena metode kerja yang kurang efisien, pencampuran manual yang boros, atau pekerjaan yang harus diulang.

Cara menghindarinya adalah dengan membuat catatan pemakaian material per minggu dan membandingkannya dengan rencana awal. Selain itu, gunakan material yang praktis dan konsisten, seperti mortar instan Top Mortar yang cukup dicampur air sesuai takaran. Dengan begitu, tukang tidak perlu menebak nebak komposisi campuran, sehingga pemakaian lebih terukur dan kualitas hasil kerja lebih stabil.

5. Terlalu Banyak Perubahan Desain di Tengah Jalan

Perubahan desain yang terjadi berulang kali saat renovasi berjalan adalah salah satu faktor terbesar pembengkakan Anggaran Renovasi Rumah. Misalnya, posisi dinding diubah, tipe keramik diganti, atau plafon dimodifikasi setelah rangka terpasang. Setiap perubahan seperti ini biasanya membutuhkan tambahan material dan tenaga, bahkan kadang harus membongkar pekerjaan yang sudah selesai.

Supaya hal ini tidak berulang, usahakan mematangkan desain sejak awal. Diskusikan kebutuhan, tampilan yang diinginkan, dan batasan anggaran dengan perencana atau kontraktor sebelum pekerjaan dimulai. Jika memang perlu ada perubahan, kumpulkan dulu beberapa penyesuaian lalu ajukan sekaligus, bukan sedikit sedikit setiap minggu. Pola ini membantu menjaga alur kerja tukang tetap efisien dan meminimalkan pemborosan anggaran.

Menjadikan Anggaran Renovasi Rumah Lebih Terkendali

Mau Hemat? Begini Cara Menjaga Anggaran Renovasi Rumah
Mau Hemat? Begini Cara Menjaga Anggaran Renovasi Rumah

Menghindari lima kesalahan di atas akan sangat membantu menjaga Anggaran Renovasi Rumah tetap realistis dan terkendali. Kuncinya ada pada perencanaan di awal, kontrol yang konsisten di lapangan, serta pemilihan material yang mendukung pekerjaan lebih rapi dan efisien. Produk dari Top Mortar, misalnya, hadir sebagai salah satu contoh material modern yang tidak hanya memudahkan tukang, tetapi juga membantu pemilik rumah menekan biaya jangka panjang melalui kualitas pekerjaan yang lebih stabil.

Dengan pendekatan seperti ini, renovasi rumah tidak perlu lagi identik dengan anggaran yang tiba tiba melesat jauh dari rencana. Rumah bisa diperbaiki dan ditingkatkan kenyamanannya tanpa mengorbankan kesehatan finansial. Langkah langkah teknis yang terlihat sederhana, seperti memilih mortar yang tepat dan disiplin mencatat pemakaian material, justru sering menjadi pembeda antara renovasi yang rapi dan renovasi yang penuh drama biaya.