Rabu, Juli 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 2

Usaha Tanpa Modal Besar Bukan Mimpi, Skill Bisa Jadi Aset Utama!

0

Banyak orang menunda impian berbisnis karena merasa belum memiliki modal yang cukup. Padahal, usaha tanpa modal besar bukan lagi sekadar konsep, melainkan strategi yang sudah banyak diterapkan oleh pelaku UMKM maupun pekerja lepas. Di era digital, keterampilan dan waktu luang justru bisa menjadi aset utama untuk menghasilkan pendapatan. Ketika bisnis mulai berkembang dan memiliki arus kas yang stabil, kebutuhan akan modal untuk membeli stok barang atau memperluas usaha dapat dipenuhi secara bertahap.

Peluang tersebut semakin terbuka seiring berkembangnya ekonomi digital di Indonesia. Berdasarkan laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2024, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$90 miliar pada 2024, menjadikannya yang terbesar di Asia Tenggara. Kondisi ini menciptakan pasar yang luas bagi masyarakat yang ingin menawarkan jasa maupun produk secara daring tanpa harus memiliki toko fisik sejak awal.

Banyak pelaku usaha sukses memulai bisnis dari kemampuan yang mereka miliki. Ada yang menawarkan jasa desain grafis, menjadi penulis lepas, membuka kelas daring, hingga membantu pelaku UMKM mengelola media sosial. Mereka tidak mengeluarkan modal besar untuk membeli barang, tetapi memanfaatkan keahlian yang sudah dimiliki.

Skill Lebih Berharga daripada Modal di Tahap Awal

Ketika baru memulai bisnis, banyak orang terlalu fokus menghitung berapa uang yang harus disiapkan. Padahal, pertanyaan yang lebih penting adalah kemampuan apa yang bisa ditawarkan kepada calon pelanggan.

Saat seseorang memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar, peluang mendapatkan penghasilan akan terbuka lebih cepat. Modal yang diperlukan pun relatif kecil karena sebagian besar pekerjaan hanya membutuhkan laptop, ponsel, dan koneksi internet.

Beberapa contoh usaha tanpa modal besar yang bisa dimulai dari skill antara lain:

  • Menjadi penulis lepas untuk media online, blog perusahaan, atau kebutuhan SEO.
  • Membuka jasa desain grafis untuk logo, konten media sosial, atau materi promosi.
  • Menawarkan jasa admin media sosial bagi UMKM yang belum memiliki tim digital.
  • Menjadi editor video atau konten pendek yang saat ini banyak dibutuhkan pelaku bisnis.
  • Mengajar secara online sesuai bidang keahlian, mulai dari bahasa asing hingga keterampilan teknis.
  • Menjadi konsultan atau mentor berdasarkan pengalaman kerja yang dimiliki.

Model bisnis seperti ini memiliki risiko yang lebih rendah karena tidak membutuhkan stok barang. Pendapatan yang diperoleh juga dapat langsung dialokasikan sebagai modal untuk mengembangkan usaha di kemudian hari.

Bangun Penghasilan, Baru Kembangkan Bisnis Secara Bertahap

Memulai bisnis berbasis jasa bukan berarti harus berhenti di sana. Banyak pengusaha justru menjadikan layanan sebagai langkah awal sebelum menjual produk.

Sebagai contoh, seorang desainer grafis dapat memanfaatkan penghasilannya untuk membuat template premium yang dijual secara digital. Penulis lepas dapat mengembangkan kelas menulis atau menerbitkan buku elektronik. Begitu pula seorang fotografer yang akhirnya membuka toko perlengkapan fotografi setelah memiliki pelanggan tetap.

Strategi ini membuat perkembangan bisnis terasa lebih aman. Pemilik usaha tidak perlu langsung mengeluarkan dana besar untuk membeli stok atau menyewa tempat usaha. Mereka dapat menggunakan keuntungan yang sudah diperoleh sebagai sumber pendanaan berikutnya.

Laporan Kementerian Koperasi dan UKM juga menunjukkan digitalisasi terus mendorong pertumbuhan UMKM di Indonesia. Hingga beberapa tahun terakhir, lebih dari 26 juta UMKM telah masuk ke ekosistem digital. Angka tersebut memperlihatkan bahwa semakin banyak pelaku usaha memanfaatkan internet untuk menjangkau pelanggan tanpa harus membuka toko konvensional.

Selain itu, platform media sosial dan marketplace juga memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk menguji pasar lebih dulu. Jika permintaan mulai meningkat, barulah mereka mempertimbangkan untuk menambah stok produk atau memperluas kapasitas usaha.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko kerugian karena setiap keputusan bisnis didasarkan pada permintaan yang sudah terbukti ada.

Google Prediksi Dampak Ekonomi dari AI di Indonesia Tembus Rp66 Triliun per Tahun

0

Dampak ekonomi dari AI semakin menjadi perhatian setelah pemerintah bersama pelaku industri dan perusahaan teknologi memperkuat kolaborasi untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan di sektor ekonomi kreatif. Langkah tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi yang memiliki daya saing di pasar global.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menghadiri peluncuran AI Economic Impact Report: Building the Future: Shaping Indonesia’s AI Era dalam forum Google & YouTube untuk AI dan Ekonomi Kreatif di Jakarta. Forum tersebut mempertemukan pemerintah, akademisi, pelaku industri, hingga komunitas kreatif guna membahas pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) secara bertanggung jawab.

Irene menegaskan bahwa AI bukanlah teknologi yang menggantikan kreativitas manusia. Menurutnya, kecerdasan buatan justru menjadi alat untuk memperkuat kemampuan para kreator dalam menghasilkan karya yang lebih inovatif dan kompetitif.

Ia menilai Indonesia perlu mempersiapkan sumber daya manusia yang mampu menguasai teknologi, memahami pengolahan data, dan mengembangkan produk kreatif yang mampu bersaing di pasar internasional. Dengan strategi tersebut, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berperan sebagai pengembang solusi digital.

Dampak Ekonomi dari AI Diproyeksikan Capai Puluhan Triliun Rupiah

Laporan yang disusun Google bersama Public First memperkirakan dampak ekonomi dari AI terhadap sektor ekonomi kreatif Indonesia dapat mencapai sekitar Rp66 triliun setiap tahun. Selain menciptakan nilai ekonomi yang besar, adopsi AI juga diproyeksikan melahirkan sekitar 1,8 juta kreator profesional baru pada 2035.

Teknologi berbasis AI juga diyakini mampu memperluas pasar ekspor melalui pengembangan konten digital dan proses lokalisasi yang lebih efisien. Potensi ekspor dari sektor tersebut diperkirakan mencapai Rp6,7 triliun setiap tahun.

Untuk mendukung target tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Google akan menghadirkan program Creative Technology Future Talents. Program beasiswa tersebut mencakup pelatihan daring di bidang Artificial Intelligence, Data Analytics, Project Management, dan Cybersecurity guna meningkatkan kompetensi pelaku ekonomi kreatif.

Selain memperkuat kemampuan teknologi, pemerintah juga menekankan pentingnya perlindungan hak kekayaan intelektual agar inovasi yang dihasilkan para kreator tetap terlindungi.

Vice President of Government Affairs & Public Policy Google, Markham Erickson, menilai Indonesia memiliki peluang besar dalam mengembangkan ekosistem AI berkat jumlah penduduk usia produktif yang tinggi dan tingkat adopsi digital yang terus meningkat. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor akan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat maupun pelaku usaha.

Jangan Asal Bungkus! Packing Barang yang Benar Bisa Tingkatkan Kepercayaan Pelanggan!

0

Persaingan bisnis online kini tidak hanya bergantung pada harga atau kualitas produk. Cara sebuah usaha mengirimkan pesanan juga ikut memengaruhi kepuasan pelanggan. Itulah mengapa Packing Barang yang Benar menjadi hal yang tidak boleh diabaikan oleh pemilik UMKM maupun toko online. Produk yang dikemas dengan baik akan lebih aman selama perjalanan, sedangkan kemasan yang asal-asalan dapat meningkatkan risiko kerusakan hingga memicu komplain.

Kebutuhan akan pengemasan yang baik semakin relevan karena transaksi digital di Indonesia terus meningkat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah usaha e-commerce mencapai sekitar 4,4 juta unit pada 2024 atau naik sekitar 15,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Semakin banyak usaha yang memanfaatkan jasa logistik, semakin besar pula tantangan untuk memastikan barang tiba dalam kondisi sempurna.

Banyak pelaku usaha fokus mencari produk berkualitas dan strategi promosi yang menarik. Namun, mereka sering melupakan pengalaman pelanggan saat menerima paket. Padahal, kesan pertama muncul ketika pelanggan membuka kemasan. Oleh sebab itu, menerapkan Packing Barang yang Benar dapat menjadi investasi sederhana yang memberikan dampak besar bagi perkembangan bisnis.

Kesalahan Packing yang Masih Sering Dilakukan Pelaku UMKM

Tidak semua kerusakan terjadi karena proses pengiriman. Dalam banyak kasus, masalah justru muncul sejak proses pengemasan. Beberapa kesalahan berikut masih sering ditemukan pada bisnis online maupun UMKM.

  • Memilih kardus yang terlalu besar. Ruang kosong membuat produk mudah bergeser saat kendaraan melewati jalan yang tidak rata.
  • Menggunakan pelindung terlalu sedikit. Barang pecah belah atau elektronik membutuhkan bubble wrap atau foam agar benturan tidak langsung mengenai produk.
  • Memakai kardus bekas yang sudah lemah. Kardus yang lembap atau penyok lebih mudah robek ketika menahan beban paket lain.
  • Menutup kemasan dengan lakban seadanya. Sambungan kardus dapat terbuka jika lakban tidak menutup seluruh sisi dengan rapat.
  • Mengabaikan label khusus. Produk yang mudah pecah sebaiknya memiliki tanda seperti Fragile agar petugas logistik lebih berhati-hati saat memindahkannya.

Kesalahan tersebut terlihat sederhana, tetapi dampaknya cukup besar. Pelanggan bisa meminta penggantian barang, memberikan ulasan buruk, atau bahkan tidak lagi berbelanja di toko yang sama. Biaya mengganti produk juga sering kali lebih mahal dibandingkan biaya membeli material packing yang lebih baik.

Cara Menerapkan Packing Barang yang Benar agar Produk Tetap Aman

Setiap produk membutuhkan perlakuan yang berbeda. Meski begitu, ada beberapa prinsip yang dapat diterapkan oleh hampir semua jenis usaha.

Pertama, sesuaikan ukuran kemasan dengan produk yang akan dikirim. Kardus yang pas membuat posisi barang lebih stabil sehingga tidak mudah bergeser selama perjalanan. Jika masih ada ruang kosong, isi bagian tersebut menggunakan kertas kraft, air cushion, atau bubble wrap agar produk tetap berada di tempatnya.

Kedua, pilih material kemasan sesuai karakteristik barang. Produk fashion umumnya cukup menggunakan plastik pengiriman berkualitas. Sebaliknya, produk elektronik, keramik, atau kaca membutuhkan perlindungan berlapis karena lebih rentan terhadap benturan.

Ketiga, gunakan lakban yang memiliki daya rekat kuat. Rekatkan seluruh sambungan kardus hingga membentuk pola huruf H pada bagian atas dan bawah. Teknik ini banyak digunakan perusahaan logistik karena mampu menjaga kardus tetap tertutup selama proses distribusi.

Keempat, tambahkan identitas bisnis pada kemasan. Langkah ini tidak harus mahal. Stiker logo, kartu ucapan terima kasih, atau informasi kontak sudah cukup untuk membuat paket terlihat lebih profesional. Kemasan yang rapi juga membantu pelanggan mengingat merek ketika ingin melakukan pembelian ulang.

Terakhir, lakukan pemeriksaan sebelum paket diserahkan kepada kurir. Pastikan alamat tujuan sudah benar, kemasan tertutup rapat, dan tidak ada bagian produk yang bergerak di dalam kardus. Pemeriksaan singkat ini hanya membutuhkan beberapa menit, tetapi mampu mengurangi risiko kesalahan pengiriman.

Pengalaman menerima paket sering kali menjadi penilaian terakhir pelanggan terhadap sebuah bisnis. Laporan Dotcom Distribution bahkan menunjukkan sekitar 40% konsumen bersedia membagikan pengalaman unboxing di media sosial ketika menerima kemasan yang menarik. Kondisi tersebut membuktikan bahwa kemasan dapat berfungsi sebagai media promosi sekaligus membangun citra merek.

Cadangan Beras Melonjak 244 Persen, Indonesia Lebih Siap Hadapi Musim El Nino

Hadapi Musim El Nino menjadi salah satu fokus utama pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, memastikan Indonesia kini memiliki cadangan beras yang jauh lebih kuat dibandingkan saat menghadapi fenomena El Nino pada tahun-tahun sebelumnya. Dengan stok yang melimpah, pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi meski musim kemarau diperkirakan berlangsung lebih panjang.

Saat melakukan kunjungan kerja di Sidoarjo, Jawa Timur, Amran menjelaskan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) saat ini telah mencapai sekitar 5,2 juta ton. Jumlah tersebut meningkat drastis dibandingkan periode sebelum puncak El Nino 2023, ketika stok nasional masih berada di kisaran 1,5 juta ton.

Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak El Nino pada 2023 terjadi antara Oktober hingga Desember. Menjelang periode tersebut, tepatnya awal September 2023, stok CBP yang dikelola pemerintah hanya sekitar 1,52 juta ton.

Kini kondisinya jauh berbeda. Data per 22 Juli 2026 menunjukkan stok beras yang dikelola Perum Bulog telah mencapai 5,24 juta ton. Artinya, persediaan beras nasional meningkat lebih dari 240 persen dibandingkan menjelang puncak El Nino tiga tahun lalu.

Stok Beras Dinilai Cukup Hadapi Musim El Nino

Amran menilai pengalaman menghadapi kekeringan pada 2015, 2023, hingga 2024 menjadi bekal penting bagi pemerintah dalam menyusun strategi Hadapi Musim El Nino tahun ini. Berbagai langkah antisipasi telah disiapkan agar distribusi pangan tetap berjalan dan pasokan beras tidak terganggu.

Menurutnya, kebutuhan beras selama musim kemarau umumnya berada di kisaran 3 juta ton. Dengan stok yang kini mencapai lebih dari 5 juta ton, pemerintah masih memiliki cadangan lebih dari 2 juta ton setelah kebutuhan pokok masyarakat terpenuhi.

Karena itu, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras di pasaran. Pemerintah memastikan cadangan pangan berada dalam kondisi aman sekaligus siap digunakan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menjaga stabilitas pasokan maupun harga.

Selain menjaga stok, pemerintah juga terus menggulirkan berbagai program penyaluran beras. Hingga 22 Juli 2026, realisasi Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah mencapai sekitar 507,75 ribu ton atau lebih dari 61 persen dari target distribusi periode Maret hingga Desember sebanyak 828 ribu ton.

Distribusi Beras Terus Diperkuat

Pemerintah juga akan menyalurkan bantuan pangan beras tahap kedua untuk alokasi Juli hingga September. Sebanyak 997,2 ribu ton beras dijadwalkan mulai disalurkan sekaligus pada Agustus melalui Perum Bulog kepada sekitar 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia.

Langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat kesiapan pemerintah Hadapi Musim El Nino sekaligus menjaga daya beli masyarakat di tengah potensi tekanan cuaca terhadap sektor pertanian.

Upaya tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras secara tahunan pada Juni 2026 berada di angka 3,98 persen, lebih rendah dibandingkan Mei yang mencapai 4,55 persen. Sementara secara bulanan, inflasi beras hanya sebesar 0,45 persen atau masih berada di bawah satu persen.

QRIS Antarnegara Kian Populer, Nilai Transaksi Bersih Capai Rp1,52 Triliun

0

QRIS Antarnegara semakin menunjukkan peran penting dalam mendukung transaksi lintas batas setelah Bank Indonesia (BI) mencatat nilai transaksi bersih (net inbound) mencapai Rp1,52 triliun sepanjang triwulan II 2026. Capaian tersebut menjadi sinyal bahwa sistem pembayaran digital Indonesia semakin banyak dimanfaatkan wisatawan asing saat beraktivitas di dalam negeri sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital.

Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai transaksi inbound atau pembayaran yang dilakukan pengguna luar negeri di Indonesia mencapai Rp1,85 triliun. Sementara itu, transaksi outbound, yakni pembayaran yang dilakukan masyarakat Indonesia di luar negeri menggunakan layanan serupa, tercatat sekitar Rp330 miliar.

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengatakan kinerja positif QRIS Antarnegara menunjukkan layanan pembayaran lintas negara tersebut semakin diterima oleh pengguna dari berbagai negara. Menurutnya, kemudahan transaksi menjadi salah satu faktor yang mendorong peningkatan penggunaan sistem pembayaran digital tersebut.

Selain memudahkan wisatawan asing bertransaksi di Indonesia, perkembangan QRIS Antarnegara juga dinilai memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), hingga berbagai kegiatan ekonomi lainnya yang bergantung pada konsumsi wisatawan.

BI Perluas Kerja Sama QRIS Antarnegara

Bank Indonesia terus mendorong perluasan kerja sama pembayaran digital lintas negara dengan sejumlah mitra internasional. Saat ini, pembahasan implementasi sistem pembayaran bersama masih berlangsung dengan India, sementara komunikasi yang lebih mendalam juga dilakukan bersama Arab Saudi dan Hong Kong.

Filianingsih menjelaskan realisasi kerja sama tersebut tetap membutuhkan kesiapan dari masing-masing negara. Aspek yang menjadi perhatian meliputi regulasi, infrastruktur pembayaran, kesiapan industri, hingga koordinasi antarlembaga yang berwenang.

Di sisi lain, transaksi ekonomi dan keuangan digital nasional juga menunjukkan pertumbuhan yang kuat sepanjang triwulan II 2026. Volume transaksi melalui layanan mobile banking dan internet banking mencapai 16,07 miliar transaksi atau meningkat 36,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kenaikan transaksi internet banking sebesar 16,88 persen secara tahunan, sedangkan transaksi melalui aplikasi mobile meningkat 31,39 persen.

Transaksi Digital Nasional Terus Bertumbuh

Bank Indonesia mencatat transaksi menggunakan QRIS Antarnegara dan QRIS domestik menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan sistem pembayaran digital. Secara keseluruhan, transaksi QRIS melonjak 100,12 persen dibandingkan tahun sebelumnya berkat bertambahnya jumlah pengguna dan merchant di berbagai daerah.

Sementara itu, sistem BI-FAST memproses sekitar 1,529 miliar transaksi dengan nilai mencapai Rp3.777 triliun atau tumbuh 38,09 persen secara tahunan. Untuk transaksi bernilai besar melalui BI-RTGS, volumenya mencapai 2,63 juta transaksi dengan nilai Rp53.492 triliun.

Bank Indonesia juga melaporkan uang kartal yang beredar pada triwulan II 2026 meningkat 14,03 persen menjadi Rp1.315 triliun. Data tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi nasional tetap bergerak positif, didukung oleh pertumbuhan transaksi digital dan perluasan layanan pembayaran lintas negara.

Peluang Usaha Online Pemula yang Cocok untuk Menambah Penghasilan

0

Bekerja dari rumah sekarang bukan sekadar tren; itu sudah menjadi pilihan untuk banyak orang untuk menambah penghasilan mereka. Menariknya, ada banyak peluang untuk pemula yang ingin memulai bisnis online tanpa harus memiliki toko fisik atau modal besar, karena berbagai platform digital memudahkan hal itu. Kami menemukan di Berempat.com bahwa peluang usaha online pemula cocok untuk orang-orang seperti lulusan bisnis atau ahli teknologi. Peluang ini juga cocok untuk karyawan, mahasiswa, ibu rumah tangga, pensiunan, dan orang-orang yang ingin secara bertahap mendapatkan lebih banyak uang.

Salah satu pendorongnya adalah pertumbuhan internet di Indonesia. Jumlah pengguna internet di Indonesia telah mencapai lebih dari 212 juta orang, atau sekitar 74% dari populasi, menurut laporan DataReportal Digital 2025. Kondisi ini menciptakan pasar yang sangat besar bagi perusahaan digital yang menjual barang dan jasa secara online.

Berita baiknya adalah bahwa memulai bisnis dari rumah tidak harus langsung menghasilkan pendapatan besar. Yang lebih penting adalah memilih pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan Anda dan kemudian mengembangkannya secara konsisten hingga menjadi sumber pendapatan yang berkelanjutan.

Peluang Usaha Online Pemula Bisa Dimulai dari Keahlian yang Sudah Dimiliki

Banyak orang pikir mereka tidak memiliki kemampuan yang bisa dijual. Padahal, hampir setiap keterampilan memiliki nilai jika dijual kepada orang yang tepat.

Misalnya, orang yang mahir dalam desain dasar dapat menawarkan jasa desain media sosial; orang yang senang menulis juga dapat membuka jasa penulisan artikel, copywriting, atau proofreading.

Pelaku UMKM kini semakin mencari keterampilan seperti mengelola akun media sosial, membuat presentasi, dan mengedit video pendek.

Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan untuk keterampilan digital dan komunikasi telah meningkat, menurut Laporan Pembelajaran Kantor LinkedIn.

Ide Kegiatan Online yang Bisa Menjadi Bisnis

Tidak semua bisnis online harus dimulai dengan menjual barang fisik; ada banyak pilihan yang dapat disesuaikan dengan minat dan waktu yang dimiliki.

1. Menjadi Distributor atau Dropshipper

Karena Anda tidak perlu membuat produk sendiri, model bisnis ini adalah pilihan yang baik untuk pemula.

Memberikan pelayanan dan memasarkan produk adalah fokus utama.

Selain itu, risiko modal untuk memulai bisnis produksi jauh lebih rendah.

2. Mengembangkan Layanan Digital

Semakin banyak bisnis kecil maupun perusahaan yang membutuhkan jasa seperti desain grafis, penulisan konten, penerjemahan, administrasi virtual, dan editing video.

Jasa dapat menjadi sumber pendapatan jangka panjang jika portofolionya terus berkembang.

3. Membuat Konten yang Mengedukasi

Cobalah membagikan pengetahuan Anda tentang topik melalui media sosial, blog, atau video.

Peluang untuk menghasilkan uang melalui kerja sama, afiliasi, dan penjualan produk digital meningkat seiring dengan jumlah audiens yang tersedia.

Manfaatkan Platform Gratis yang Ada

Saat ini, hampir setiap orang dapat mengakses berbagai platform online tanpa biaya.

Media sosial adalah alat yang bagus untuk memamerkan bisnis Anda.

Pasar membantu pengiriman dan transaksi.

Namun, komunikasi pelanggan lebih mudah dengan aplikasi pesan instan.

Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2024, ekonomi digital Indonesia masih menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, dengan pertumbuhan positif dalam e-commerce dan layanan digital. Hal ini menunjukkan bahwa peluang untuk menjangkau pelanggan melalui internet masih sangat terbuka.

Bangun Kebiasaan, Bukan Semangat Seketika

Banyak bisnis online gulung tikar bukan karena konsepnya buruk, tetapi karena pemiliknya kehilangan konsistensi.

Mulailah dengan tujuan yang dapat dicapai dan dapat dicapai.

Misalnya, mengunggah konten tiga kali seminggu, menawarkan layanan kepada sejumlah calon pelanggan setiap hari, atau memperbarui katalog produk secara teratur.

Bisnis biasanya berkembang melalui langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.

Dalam buku Atomic Habits, James Clear menjelaskan bahwa kebiasaan kecil yang dilakukan secara teratur dapat membawa perubahan besar. Prinsip-prinsip ini sangat relevan bagi siapa saja yang ingin memulai bisnis mereka sendiri di rumah.

Berkonsentrasi pada Proses daripada Hasil

Membangun kepercayaan pelanggan, mengumpulkan portofolio, dan memahami kebutuhan pasar adalah proses yang diperlukan sebelum setiap peluang bisnis online pemula langsung menghasilkan keuntungan dalam waktu singkat.

Oleh karena itu, jangan terlalu cepat membandingkan kemajuan bisnis Anda dengan bisnis orang lain yang mungkin sudah beroperasi lebih lama.

Yang terpenting adalah terus meningkatkan kualitas layanan, belajar dari setiap pengalaman, dan berani mencoba pendekatan baru ketika diperlukan.

Bukan Dihapus, Insentif Pembelian Motor Listrik Akan Disalurkan dengan Skema Baru

Pemerintah menjamin bahwa insentif pembelian motor listrik akan tetap diberikan meskipun mekanisme penyalurannya akan berubah. Kebijakan baru ini dirancang untuk membuat bantuan pemerintah lebih tepat sasaran dan membantu memperkuat industri kendaraan listrik di negara ini yang sedang berkembang.

Pemerintah tidak akan menghentikan program Insentif Pembelian Motor Listrik, kata Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Sebaliknya, mereka akan mengubah cara program disalurkan. Kementerian Perindustrian dan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara merekomendasikan agar subsidi nantinya diberikan kepada perusahaan tertentu.

Purbaya menyatakan bahwa pemerintah saat ini menunggu usulan resmi dari perusahaan yang dianggap layak mendapatkan dukungan tersebut. Sigit, Chief Technology Officer (CTO) BPI Danantara, akan berkolaborasi dengan Menteri Perindustrian untuk menetapkan sasaran subsidi.

Ia menyatakan bahwa pemerintah berusaha untuk memastikan bahwa setiap kebijakan yang diberlakukan memiliki efek nyata terhadap pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Oleh karena itu, penyaluran subsidi disesuaikan dengan rencana untuk meningkatkan industri dalam negeri, bukannya dengan cara yang sama seperti sebelumnya.

Strategi untuk Memberikan Insentif untuk Pembelian Motor Listrik Masih Berkembang

Pemerintah masih mempertimbangkan untuk memberikan insentif kepada mobil listrik roda empat selain mobil roda dua. Purbaya menyatakan bahwa karena pembahasan kebijakan masih berlangsung, belum ada keputusan akhir tentang jenis bantuan yang akan diberikan.

Meskipun demikian, ia menjamin bahwa kuota program yang telah ditetapkan sebelumnya tetap tidak berubah. Sambil menunggu hasil diskusi lintas kementerian, pemerintah tetap mempertahankan jumlah alokasi yang sudah ditetapkan.

Purbaya sebelumnya menyatakan bahwa pemerintah telah berbicara dengan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Pertemuan tersebut juga digunakan untuk berbicara tentang berbagai rencana kebijakan yang dapat mempercepat adopsi EV di Indonesia. Pertemuan tersebut juga membahas agenda pameran otomotif nasional.

Untuk mendukung pertumbuhan pasar mobil listrik yang lebih ramah lingkungan, diskusi tersebut mencakup kemungkinan pemberian insentif baru bagi mobil listrik. Namun, sebelum membuat kebijakan resmi, pemerintah masih akan berbicara dengan pelaku industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita juga akan berbicara tentang Insentif Pembelian Motor Listrik untuk kendaraan roda dua. Sekarang ada kesempatan bagi pemerintah untuk meluncurkan rencana baru yang dianggap lebih efektif untuk meningkatkan adopsi motor listrik sambil meningkatkan investasi dalam industri ini.

Perpres Segera Rampung, Konsep Ojol Sebagai UMKM Masuki Tahap Finalisasi

0

Rencana pemerintah menetapkan Ojol Sebagai UMKM semakin mendekati tahap akhir. Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi berbasis aplikasi kini tengah memasuki proses finalisasi. Aturan tersebut diharapkan menjadi landasan hukum yang memberikan kepastian bagi pengemudi, perusahaan aplikator, hingga pelaku usaha yang bergantung pada layanan digital.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan penyusunan Perpres telah melalui berbagai pembahasan lintas kementerian. Menurutnya, proses saat ini tinggal menyelesaikan sejumlah detail sebelum aturan resmi diterbitkan.

Ia menjelaskan regulasi tersebut tidak hanya membahas status Ojol Sebagai UMKM, tetapi juga mengatur pembagian tugas antarinstansi pemerintah dalam mengawasi ekosistem transportasi online.

Dalam skema yang disiapkan, Kementerian Perhubungan tetap bertanggung jawab mengatur tarif layanan angkutan penumpang. Sementara itu, kewenangan mengenai tarif layanan pengiriman barang berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Adapun Kementerian UMKM akan berperan dalam melakukan pengawasan terhadap pola kemitraan, pemberdayaan pengemudi, hingga penyediaan berbagai bentuk perlindungan bagi mitra pengemudi.

Ojol Sebagai UMKM Diharapkan Perkuat Ekosistem Digital

Maman menegaskan koordinasi antarkementerian dilakukan agar kebijakan yang lahir mampu menciptakan iklim usaha yang sehat, adil, dan berkelanjutan. Regulasi tersebut diharapkan dapat mengakomodasi kepentingan seluruh pihak, mulai dari pengemudi, perusahaan aplikasi, pelaku usaha mikro, hingga masyarakat sebagai pengguna layanan.

Pembahasan terbaru juga melibatkan sejumlah perusahaan transportasi online seperti GoTo, Grab, dan Maxim. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Perhubungan, pemerintah mengevaluasi implementasi kebijakan pembagian pendapatan yang memberikan porsi 92 persen kepada mitra pengemudi dan delapan persen kepada perusahaan aplikator.

Menurut Maman, hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang cukup baik meski masih terdapat beberapa masukan teknis yang akan dibahas lebih lanjut. Pemerintah ingin memastikan seluruh kebijakan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kesejahteraan para pengemudi.

Di sisi lain, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya tetap berfokus pada pengaturan tarif layanan transportasi online beserta mekanisme pembagian pendapatan. Ketentuan tersebut telah dituangkan dalam Keputusan Menteri Perhubungan sebagai aturan pelaksanaan di lapangan.

Dukungan juga datang dari kalangan industri. Chief Executive Officer GoTo Hans Patuwo menyatakan perusahaan siap bekerja sama dengan pemerintah dalam menyempurnakan regulasi baru.

Cincin Juara Piala Dunia 2026 Dijual ke Publik, FIFA Tuai Kritik!

0

Keputusan FIFA Jual Cincin juara Piala Dunia 2026 kepada publik memicu perdebatan di kalangan pecinta sepak bola. Selain memberikan cincin eksklusif kepada tim juara, FIFA juga akan memasarkan ribuan cincin edisi terbatas dengan harga yang diperkirakan mencapai 112.000 pound sterling atau sekitar Rp2,7 miliar per unit. Kebijakan ini langsung menuai kritik karena dinilai semakin mengedepankan sisi komersial turnamen sepak bola terbesar di dunia.

Berdasarkan informasi yang dirilis melalui Yahoo! Sports, FIFA memperkenalkan tradisi baru berupa cincin kejuaraan bagi pemenang Piala Dunia 2026. Selama ini, simbol utama kemenangan hanyalah medali emas yang diberikan kepada pemain dan staf pelatih. Kini, organisasi sepak bola dunia itu menambah penghargaan berupa cincin, mengikuti tradisi yang lebih dahulu dikenal di liga olahraga Amerika Serikat seperti NBA, NFL, dan MLB.

Sebanyak 30 cincin akan diserahkan kepada anggota tim juara sebagai bentuk penghargaan resmi. Sementara itu, sebanyak 1.996 cincin lainnya akan dipasarkan kepada kolektor dan penggemar melalui lisensi resmi FIFA. Program FIFA Jual Cincin Piala Dunia 2026 tersebut menjadi salah satu inovasi baru yang menyasar penggemar sepak bola sekaligus pasar barang koleksi premium.

Desain Eksklusif Tuai Kritik dari Penggemar

FIFA menjelaskan setiap cincin akan dibuat secara personal dengan desain yang menyesuaikan identitas negara juara Piala Dunia 2026. Salah satu sisi cincin akan menampilkan trofi Piala Dunia, sedangkan sisi lainnya memuat elemen khusus yang mencerminkan karakter tim pemenang.

Menurut FIFA, cincin tersebut dirancang sebagai simbol sejarah yang hanya dimiliki segelintir orang di dunia. Organisasi itu juga menyebut kehadiran cincin kemenangan menjadi momen pertama dalam sejarah turnamen FIFA yang menghadirkan tradisi khas olahraga Amerika ke ajang sepak bola internasional.

Meski diklaim memiliki nilai historis tinggi, langkah FIFA Jual Cincin tidak sepenuhnya mendapat sambutan positif. Banyak penggemar menilai harga yang dipatok terlalu tinggi dan semakin memperlihatkan arah komersialisasi sepak bola modern. Di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan alasan FIFA memproduksi ribuan cincin untuk dijual kepada publik, bukan sekadar sebagai penghargaan eksklusif bagi juara.

Sorotan tersebut menambah daftar kritik terhadap FIFA yang dalam beberapa tahun terakhir dianggap semakin agresif mencari sumber pendapatan baru. Meski demikian, FIFA tetap meyakini cincin edisi terbatas itu akan menjadi salah satu koleksi paling prestisius bagi penggemar yang ingin memiliki bagian dari sejarah Piala Dunia.

Industri Farmasi Masuk Era AI, Transformasi Digital Sektor Farmasi Kian Dipacu

Transformasi Digital Sektor Farmasi terus didorong Kemenperin sebagai bagian dari percepatan implementasi Industri 4.0 di Indonesia. Langkah tersebut diwujudkan melalui pengujian teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di industri farmasi guna meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, dan daya saing manufaktur nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi digital kini menjadi kebutuhan utama bagi industri. Menurutnya, perusahaan manufaktur tidak lagi cukup hanya mengandalkan proses produksi konvensional apabila ingin bersaing di pasar internasional.

Ia menjelaskan, penerapan teknologi canggih seperti AI mampu membantu industri meningkatkan efisiensi proses bisnis sekaligus memperkuat daya saing sektor kimia dan farmasi. Karena itu, pemerintah terus mempercepat adopsi teknologi digital melalui berbagai program pendampingan dan kolaborasi.

Upaya tersebut dijalankan Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) melalui Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0). Selain meningkatkan kompetensi tenaga kerja, lembaga ini juga memfasilitasi implementasi teknologi digital secara langsung di lingkungan industri.

Kepala BPSDMI Doddy Rahadi mengatakan salah satu program yang dijalankan ialah Proof of Concept (PoC), yaitu proses pengujian solusi digital dalam kondisi operasional nyata sebelum diterapkan secara luas. Pendekatan tersebut dinilai mampu mengurangi risiko investasi teknologi sekaligus memastikan solusi yang dipilih benar-benar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.

Kolaborasi Percepat Transformasi Digital Sektor Farmasi

Sebagai implementasi program tersebut, selama April hingga Juni 2026 BPSDMI memfasilitasi pengujian System Invariant Analytics Technology (SIAT) yang dikembangkan PT NEC Indonesia bersama Bogor Technology. Teknologi tersebut diterapkan di PT Kalbe Farma Tbk dengan fokus pada sistem predictive maintenance berbasis AI serta pemantauan kondisi mesin produksi secara real time.

Solusi SIAT memanfaatkan teknologi machine learning untuk menganalisis performa peralatan produksi. Melalui sistem tersebut, potensi gangguan mesin dapat dideteksi lebih awal sehingga perusahaan mampu mengurangi risiko downtime, meningkatkan keandalan aset, serta menyusun jadwal perawatan yang lebih efektif berdasarkan data.

Selain menguji kemampuan analisis prediktif, pelaksanaan PoC juga mengevaluasi tingkat akurasi sistem, kemudahan integrasi dengan infrastruktur digital yang telah dimiliki perusahaan, hingga peluang pengembangannya pada tahap implementasi berikutnya.

Kegiatan penutupan fasilitasi PoC berlangsung di PIDI 4.0 dan dihadiri Direktorat Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian sebagai pembina sektor industri farmasi.

Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan SDM Industri Ronggolawe Sahuri menilai kolaborasi antara pemerintah, penyedia teknologi, dan pelaku industri menjadi model yang efektif dalam mempercepat Transformasi Digital Sektor Farmasi. Menurutnya, sinergi tersebut membuktikan bahwa digitalisasi bukan lagi sebatas konsep, melainkan solusi nyata yang mampu meningkatkan efisiensi industri.