Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 910

Mantan Eksekutif GIC dan Grab Kini Jadi Komisaris di Horangi Cyber Security

0

Berempat.com – Perusahaan platform keamanan cyber global bersertifikat CREST, Horangi Cyber Security baru saja mengumumkan Kevin Lee sebagai Komisaris Eksekutif yang baru. Kevin Lee adalah pendiri GIC dan mantan petinggi Grab. Kini, dalam peran barunya Kevin bertugas meningkatkan kemampuan cybersecurity Horangi dengan memanfaatkan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan untuk membangun tim eksekutif kelas dunia.

Namun, sejatinya Kevin sendiri bukan wajah baru bagi Horangi. Ia sudah berada di Horangi sejak Agustus 2016 sebagai Dewan Direksi.

“Kevin membawa banyak keahlian ke Horangi dan kami senang bekerja dengannya untuk mengembangkan produk dan kemampuan keamanan cyber baru yang akan meningkatkan kemampuan kami untuk melindungi pelanggan kami,” ungkap Chief Executive Officer dan Co-Founder Horangi Cyber Security Paul Hadjy, dalam rilis yang diterima Berempat.com, Senin (15/10).

Paul meyakini, latar belakang Kevin sebagai ahli terkemuka dalam bidang kecerdasan buatan akan sangat membantu Hongari dalam menemukan peluang baru bersama para ahli terbaik di kelasnya.

Kevin Lee pun mengungkapkan antusiasnya pada posisi barunya saat ini. Menurutnya, ini adalah kesempatan baik untuk bermitra dengan Paul dan Lee di Horangi dalam upaya membangun perusahaan keamanan cyber terkemuka di Asia.

“Jelas bahwa keamanan cyber adalah salah satu tantangan besar di masa kita dan para pendiri Horangi telah menjadi visioner sejati dalam mengembangkan solusi yang terukur dan efektif untuk organisasi yang menghadapi ancaman ini. Saya senang bisa meningkatkan pengalaman saya di AI untuk meningkatkan platform Horangi bersama para ahli keamanan elit cyber di perusahaan. Saya juga berharap untuk membangun tim eksekutif kelas dunia di Horangi untuk sepenuhnya menangkap peluang pasar di depan kami,” ungkap Kevin Lee.

Sebagai informasi, Kevin adalah pendiri dan Kepala GIC Labs di GIC, di mana ia memimpin upaya GIC untuk memanfaatkan inovasi, teknologi, dan ilmu data dalam berinvestasi. Ia juga pernah menjabat sebagai VP of Data and Growth di Grab, di mana dia memulai dan membangun kemampuan Grab di sektor AI dan data. Kevin juga Kepala Asia di Palantir Technologies, di mana dia memulai kariernya dan membangun bisnis Palantir Asia untuk bekerja dengan pelanggan dari berbagai macam industri dengan memanfaatkan kekuatan data dalam organisasi.

OJK Beri Respon Atas Kasus Menunggaknya Pembayaran Polis Jiwasraya

0

Berempat.com –PT Asuransi Jiwasraya mengaku teledor dalam hal pengelolaan investasi yang mengakibatkan menunggaknya pembayaran polis sebesar Rp 802 miliar. Sebab itu, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pun mengimbau agar Jiwasraya bisa lebih meningkatkan kehati-hatian dalam investasi dengan memanfaatkan teknologi. Selain itu, direksi Jiwasraya pun diminta agar lebih memerhatikan implementasi tata kelola dan manajamen risiko yang lebih baik.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank (IKNB) OJK Riswinandi pun mengapresiasi sikap Jiwasraya yang menunjukkan komitmen untuk memperbaiki hal tersebut. Kendati demikian, Riswinandi menegaskan OJK akan memonitor Jiwasraya dengan seksama.

“OJK akan memonitor kesepakatan yang telah dicapai antara PT Jiwasraya (Persero) dengan pemegang polis, sehingga masing-masing pihak memiliki kejelasan mengenai kewajiban yang jatuh tempo, dengan berbagai opsi yang dipahami dan disetujui oleh kedua belah pihak,” tulis Riswinandi dalam keterangan resminya, Senin (15/10).

Selain itu, Jiwasraya juga diminta agar selalu berkoordinasi dan melaporkan kepada regulator serta pemegang saham.

Jiwasraya menyatakan telah melakukan pembayaran bunga di awal senilai Rp 96,8 miliar atas 1.286 polis sebagai bentuk komitmen untuk membayar polis yang tertunda.

“Kami akan siapkan penerapan manajemen risiko yang lebih baik lagi dan upayakan investasi yang lebih prudent dan optimal. Hal ini juga kami lakukan dan kami laporkan ke pemegang saham,” terang Direktur Utama Jiwasraya Asmawai Syam dalam konferensi pers di Kantor Jiwasraya, Jakarta.

Selain itu, bagi pemegang polis yang ingin melakukan roll over, Jiwasraya telah mempersiapkan pembayaran di muka atas bunga roll over sebesar 7% per annum (p.a/setiap tahun) netto dibayar di muka, atau setara 7,49% p.a nett efektif.

Bursa Pantau Saham Holcim yang Terus Melesat

0

Berempat.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan saham PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB) sejak akhir pekan lalu. Pemantauan tersebut berkenaan dengan saham SMCB yang terus melesat.

Berdasarkan pantauan, pada perdagangan kemarin, Senin (15/10), saham SMCB ditutup menguat hingga 17,83% atau di level Rp 1.850.

“Sehubungan terjadinya unusual market activity [UMA], bursa sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulis Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Lidia M. Panjaitan dalam rilis, Senin (15/10).

Lidia pun meminta agar investor memerhatikan jawaban perusahaan tercatat atas permintaan konfirmasi bursa. Ia juga meminta agar investor mencermati kinerja perusahaan tercatat dan keterbukaan informasi.

Sementara itu, keterbukaan informasi terakhir mengenai SMCB adalah pada 11 Oktober lalu mengenai kepemilikan saham perseroan.

Kemudian bursa juga mewanti-wanti agar investor mengkaji kembali rencana aksi korporasi apabila belum mendapatkan persetujuan dalam RUPS. Termasuk mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi.

Namun, Lidia menegaskan bahwa hal ini bukan berarti SMCB telah melakukan pelanggaran terhadap peraturan pasar modal. “Pengumuman UMA ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tutupnya.

3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Baru Menjalani Bisnis

0

Berempat.com – Dalam berbisnis tentu kita perlu melalui tahap demi tahap, proses demi proses dengan baik agar kelak bisnis kita semakin berkembang dengan baik. Startup besar macam Go-Jek, Tokopedia, atau Bukalapak pun di awal kemunculannya mesti melewati tahap perjuangan yang tak mudah, sebelum kemudian bisa diterima konsumen dan investor datang.

Bagi pengusaha yang baru menjalani bisnis, tentu harus jeli dan lebih berhati-hati dalam melangkah. Sebab jika tidak, maka bisnis hanya akan berjalan stagnan bahkan jatuh sebelum bisa berkembang. Besarnya modal yang dipunya pun tak menjamin bisa membesarkan bisnis jika langkah yang diambil tidak tepat. Sebut saja Foodpanda atau Rakuten yang gagal bersinar di Indonesia.

Untuk itu, sebagai pengusaha yang baru saja menjalankan bisnis di tahap awal sangat perlu mengetahui apa saja yang mesti dilakukan dan diperhatikan. Founder Bawang Goreng Soy Yossa Setiadi pun berbagi tips dan trik. Menurutnya, ada 3 hal penting yang mesti diperhatikan oleh pengusaha saat menjalankan bisnis di awal.

  1. Jangan Berinovasi Terlalu Luas

Menurut Yossa, selalu berinovasi tak menjamin bisnis akan berjalan sukses. Pasalnya, bila inovasi yang dilakukan terlalu tergesa-gesa dan tanpa perhitungan yang matang, maka justru inovasi tersebut bisa berdampak buruk pada bisnis Anda.

“Jangan ambil keputusan hanya sekali hasil menentukan keputusan harus ganti inovasi,” tutur Yossa dalam keterangan tertulisnya kepada Berempat.com.

Maksud Yossa, jangan karena sebuah inovasi di awal tak mendapat respon positif dari konsumen maka kita langsung menggantinya dengan inovasi yang baru. Justru, Yossa mengatakan bahwa ada juga yang lambat dalam berinovasi justru sangat kuat.

Yossa pun membagi kisahnya sewaktu menghadiri sebuah seminar bersama Owner Upnormal Sarita Suteja. Saat itu ada salah satu petinggi BCA yang menjadi pembicara dan mengatakan kalau BCA tidak jor-joran berinovasi.

“Tapi mereka tahu betul, jika sudah mengeluarkan produk pasti akan sangat matang. Jadi yang suka inovasi, tolong ngerem dulu ya. Instrospeksi dulu energi yang sudah kamu salurkan sudah besar dan fokus belum,” terang Yossa.

2. Hadiri 3-5 Kali Seminar Bisnis Setiap Bulan

Menghadiri seminar bisnis, bagi Yossa, bukan sekedar mencari atau menambah ilmu di dunia bisnis, tapi juga menjaring relasi. Itulah kenapa Yossa menyarankan agar pengusaha bisa meluangkan waktu untuk menghadiri seminar bisnis antara 3-5 kali dalam sebulan.

“Percaya sama saya, ketika Anda punya target dan prinsip kenalan 10 kartu nama, dalam 3 bulan ke depan, teman WA (WhatsApp), FB (Facebook), dan IG (Instagram) Anda akan bertambah jadi 200 orang. Jurus ini bagus untuk brand dan merek Anda. Mereka akan ingat dan melekat,” ujar Yossa.

3. Cerminkan Siapa Anda dan Ingin Jadi Apa di Media Sosial

Bagi Yossa, mencerminkan diri sendiri sebagai siapa dan ingin menjadi apa di setiap media sosial yang digunakan adalah penting. Maksudnya, gambarkan siapa diri Anda melalui pesan, status, maupun broadcast yang bisa mewakili diri Anda.

“Contoh, saya pribadi ingin dikenal sebagai pengusaha, ya isi status dan broadcast saya tentang edukasi mengenai bisnis, pengalaman hidup, dan buku atau tips yang dibaca atau didapatkan,” ungkap Yossa.

Bagi Yossa, kesederhaan dalam setiap langkah inilah yang justru menjadi cara ampuh bagi pengusaha yang baru saja menjalani bisnisnya.

Bagaimana Kesiapan dan Prospek Bisnis Helikopter Jadi Taksi Udara di Jakarta

0

Dengan helikopter, dari Jalan Radio Dalam Raya ke Soekarno Hatta cukup 6 menit

Berempat.com“Kalo macet gini rasanya pengen terbang aja.”

Ungkapan semacam itu barangkali pernah didengar oleh sesama pengguna jalan raya di Jakarta, atau mungkin pernah terlontar dari mulut kita sendiri. Tak heran mengingat di waktu-waktu tertentu kemacetan di ibu kota bisa sangat menjengkelkan sehingga keinginan untuk terbang untuk bisa terlepas dari kemacetan pun terbersit.

Merentas kemacetan ibu kota dengan terbang sebetulnya bukan hal yang muskil. Tapi bukan layaknya Harry Potter, terbang di sini tentu menggunakan alat transportasi. Helikopter adalah alat transportasi yang paling memungkinkan untuk digunakan merentas kemacetan jalanan ibu kota.

Sebagai alat transportasi udara, helikopter tak memiliki badan sebesar pesawat penumpang, bisa terbang di antara gedung-gedung, juga tak perlu memiliki landasan pacu melainkan cukup heliport yang tak perlu tempat terlalu luas. Kelebihan inilah yang membuat helikopter bisa menjadi alat transportasi alternatif di Jakarta.

“Saya ingat ucapan duta besar Kanada saat mau perpisahan. Beliau bercerita, ‘saya tinggal di Indonesia 2 tahun, tapi 1 tahun lebih saya ada di jalan’. Karena begitu beratnya traffic yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta,” kisah Presiden Director CSE Aviation Consulting Edwin Soedarmo saat berbicara di depan peserta pada hari pertama Rotary Wing Indonesia Conference 2018 berlangsung di JW Marriott, Jakarta, September lalu.

Pada kesempatan yang sama Edwin pun menggambarkan bagaimana helikopter bisa memangkas banyak waktu dalam perjalanan. Dalam slide presentasinya, ia memperlihatkan screenshot Google Maps dari ponselnya yang sudah diatur untuk menghitung estimasi waktu tempuh dari kantor CSE Aviation yang beralamat di Jalan Radio Dalam Raya ke Bandara Soekarno-Hatta.

Google Maps lantas menangkap jalur yang mesti ditempuh, yakni 46 menit dengan jarak 31 km melalui tol lingkar dalam. Itu pun kondisi jalanan dalam tangkapan Google Maps berwarna biru atau amat lancar pada pukul 12.20 WIB. Namun apabila menggunakan helikopter, waktu tempuh yang perlu dilalui lebih cepat 40 menit. Itu karena helikopter tak melalui kemacetan dan bisa memangkas jarak yang semula 31 km menjadi hanya 21 km (ditarik garis lurus).

Penggunaan helikopter sebagai alat transportasi di Jakarta dan sekitarnya memang bukan hal baru. Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saja, setidaknya di Indonesia sudah terdapat 29 perusahaan penyewa helikopter yang beroperasi. “Di mana saat ini beroperasi di udara Jakarta dan sekitarnya 12, dan yang khusus mengoperasikan di kawasan Jakarta itu hanya 1,” ujarnya pada kesempatan yang sama.

Namun, penggunaan helikopter ini memang baru bisa diakses oleh kalangan menengah atas karena memang tarif untuk sekali sewa helikopter yang cukup mahal. Sebagai gambaran, salah satu perusahaan penyedia Helicity (Helicopter City Transport), PT Whitesky Aviation mematok tarif sekitar Rp 7 juta untuk sekali jalan untuk rute Jakarta sebagaimana dikutip dari Kompas.

Tetapi, kendati demikian peminat alat transportasi yang mirip capung ini di Jakarta dan sekitarnya cukup banyak. Menurut Bisnis.com, sejak diluncurkan pada Desember 2017 sampai dengan Juni 2018, layanan Helicity telah melayani 200 penerbangan atau rata-rata 40 penerbangan per bulan.

Selain Whitesky Aviation, perusahaan penyedia helikopter yang berbeda, PT Jaya Trishindo Tbk. juga merasakan pertumbuhan bisnis penyewaan helikopter. Menurut Direktur Utama Jaya Trishindo Edwin Widjaja, konsumen perusahaannya paling banyak berasal dari perusahaan pertambangan dan perkebunan. Presentasinya sebesar 90%, sedangkan sisanya adalah konsumen per orang.

“Sebenarnya kalau perorangan banyak juga. Jadi banyak orang-orang biasa yang hanya mau coba, perlu kejar waktu dari tengah kota ke Cikarang, Jababeka, banyak juga ke pabrik-pabrik. Ada juga karena kunjungan principal dari luar negeri mereka jemput pakai helikopter,” ungkap Edwin seperti dikutip dari Detik.com.

Terkait tarif untuk penyewaan pribadi, Jaya Trishindo mematok harga di kisaran US$ 3.600 per jam.

Memang, saat ini helikopter baru bisa digunakan oleh masyarakat kalangan menengah atas. Namun, bukan tak mungkin kelak helikopter akan menjadi moda transportasi umum, dengan syarat ada permintaan dan kebutuhan yang tinggi. Sebab sebagaimana prinsip bisnis yang menyesuaikan suplai berdasarkan demand.

Uber dan Grab Pernah Menjajal Bisnis ‘Taksi Udara’

Kemungkinan untuk menjadikan helikopter sebagai moda transportasi massal atau taksi udara pernah dijajal oleh dua perusahaan aplikasi ride share, yakni Uber dan Grab. Saat masih berdiri sendiri 2015 lalu, Uber pernah berinovasi dengan menyediakan pemesanan helikopter di Jakarta, seperti dikutip dari CNN Indonesia. Namun, karena helikopter membutuhkan heliport sebagai landasan, maka layanan ini hanya bisa mengantar dan menjemput konsumen di lokasi tertentu saja.

Dan di tahun yang sama, Grab pun turut menjajal sektor bisnis tersebut dengan nama layanan GrabHeli.

Kendati layanan ini tak begitu terdengar raungnya pada dua perusahaan aplikasi ride-share tersebut, tentu tak berarti bahwa bisnis taksi udara ini tak menjanjikan. Sebab bila melihat kondisi jalanan yang semakin padat dari hari ke hari meski pembangunan infrastruktur terus dilakukan, maka bukan tak mungkin keberadaan helikopter sebagai taksi udara sangat dibutuhkan.

Komisaris Utama CSE Aviation, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim  pun menganggap bahwa Indonesia harus sudah siap menghadapi hal tersebut sejak ini.

“Bagi masyarakat luas, kita harus melihat secara realistis bahwa kebutuhan rotary wing dalam konteks transportasi yang aman, cepat, dan terpercaya, itu harus kita sponsor, harus kita antisipasi jauh sebelumnya. Cepat atau lambat, mampu atau tidak mampu, kehadiran rotary wings di negara kepulauan seperti di Indonesia tidak bisa dihindari,” katanya.

Chappy bahkan mengungkapkan kekhawatirannya andai Indonesia belum menyiapkan diri untuk kemungkinan seperti itu, baik dari segi regulasi hingga infrastruktur, maka bukan tak mungkin orang-orang dari negara lain yang akan mengambil alih.

Ketakutan Chappy tentu bukan tanpa alasan. Bila melihat dari kenyataan bahwa Uber dan Grab saja sudah berani menjajaki bisnis taksi udara ini, maka bukan tak mungkin saat Grab benar-benar fokus menggarap taksi udara dapat menyebabkan persaingan ketat di kemudian hari, yang juga kemungkinan justru dapat meyikut para pemain lama.

Kekuatan modal menjadi salah satu faktor penting mengapa perusahaan macam Grab dan Go-Jek bisa berkembang pesat saat ini. Lihat saja bagaimana kedua perusahaan ini selalu bersaing lewat berbagai inovasi dan teknologinya, tak terkecuali dengan ragam diskon yang diberikan mampu membuat perusahaan transportasi konvensional harus kehilangan banyak konsumen. Tentu, bukan tak mungkin hal yang sama bisa dilakukan pada persaingan transportasi taksi udara di masa mendatang. Selain dari persaingan tarif, perusahaan macam Grab juga akan memberikan ancaman pada pesaingnya dari segi inovasi dan teknologi yang mumpuni.

Kesiapan Menanti Realisasi Taksi Udara

“Kita berharap beberapa hal yang belakangan ini kita lihat, sektor-sektor yang perlu kita pertimbangkan, katakanlah tentang high school untuk rotary wing, katakanlah tentang regulasi rotary wing, katakanlah tentang manufacturing, tentang maintenance dan banyak hal,” ungkap Chappy Hakim saat bicara soal sektor-sektor yang mesti diperhatikan dan disiapkan saat ini untuk memastikan keberlangsungan industri helikopter di Indonesia.

Sebetulnya banyak pihak yang menilai bahwa Jakarta memerlukan keberadaan moda transportasi alternatif yang tak lagi menambah beban jalan raya. Helikopter pun menjadi solusi yang paling realistis saat ini. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun tak menampik bahwa helikopter sebagai alat transportasi kota sudah menjadi kebutuhan bagi kota besar.

“Hal tersebut memang perlu kita siasati dengan cara-cara yang baik dan kita lakukan suatu persiapan-persiapan, agar apabila nanti traffic itu sudah menjadi kebutuhan yang masif kita sudah siap dengan keadaan itu,” ujar Budi.

Hadir dalam Rotary Wing Indonesia Conference 2018 pun turut meyakinkan Budi bahwa industri helikopter ini banyak diminati dan memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Karena itu, ia memastikan bahwa Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan melakukan berbagai upaya agar nantinya tak ada kendala dalam penerapan di lapangan.

“Mengingat bahwa memang benar operasional helikopter menguntungkan namun memiliki tingkat keselamatan yang tinggi sehingga harus dilakukan suatu operasi yang baik dan ketat dengan regulasi yang mumpuni,” tambahnya.

Regulasi, itulah poin pertama yang harus benar-benar dimatangkan oleh Kemenhub agar jangan sampai kasus ojek online maupun taksi online kembali terulang karena ketidaksiapan pemerintah mengikuti perubahan bisnis yang terjadi.

“Oleh karenanya kami akan menugaskan tim dari Kementerian Perhubungan dan beberapa korporasi, khususnya Airnav untuk membuat regulasi khusus pengoperasian helikopter dengan mengharmonasikan kebutuhan sipil, mengacu ICAO Annexes 6.4.3,” papar Budi.

Untuk saat ini saja, Kemenhub tengah dikejar untuk segera merampungkan regulasi berkaitan dengan penerbangan helikopter di malam hari atau Night VFR. Pasalnya, permintaan helikopter untuk terbang di malam hari pun cukup tinggi. Tentunya keperluan terbang di malam hari pun akan semakin tinggi apabila kelak helikopter benar-benar bisa menjadi taksi udara.

Hal lain yang perlu menjadi perhatian tentu dalam hal keselamatan. Selain faktor maintenance armada, kelayakan dan kualitas pilot menjadi perhatian utama yang tak boleh terelakkan. Dalam satu kesempatan, Komisaris Utama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Dr. Soerjanto Tjahjono sempat memberikan masukan kepada perusahaan penyewa helikopter agar lebih memperketat proses penyaringan pilot agar dapat meminimalisir terjadinya kecelakaan. Pasalnya, Soerjanto menilai dalam beberapa investigasi yang dilakukan KNKT terhadap kasus kecelakaan helikopter terdapat unsur kelalaian pilot karena kurangnya kompetensi yang dimiliki.

Namun, pernyataan tersebut langsung dibantah oleh Ketua Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) Capt. Imanuddin Yunus. Capt. Yunus menilai bahwa kompetensi pilot tak perlu diragukan lagi setelah lulus dari pendidikan. Apalagi, Yunus menilai bahwa usia karier seorang pilot ditentukan setiap tahun.

“Tiap 6 bulan (pilot) dicek kesehatan, tiap tahun dicek kompetensinya. Dan itu nggak cuman masalah terbang, (tapi juga) aerodinamis, teori kesehatan, teknikal mesin, CRM (cockpit research management), ada yang namanya dangerous good. Itu tiap tahun dicek,” terang Yunus.

Sebab itu, Yunus tak mengamini apabila faktor kecelakaan helikopter yang terjadi dihubungkan dengan kompetensi seorang pilot. Justru, Yunus menilai bahwa kecelakaan helikopter kerap terjadi karena penempatan pilot yang tak sesuai dengan pengalamannya.

“Pilot itu kan tipe operasi penerbangannya macam-macam. Nah itu harus sesuai dengan backgroundnya, experience-nya. Misalnya dia belum punya experience di offshore, dia nggak boleh langsung terjun ke situ. Harus di-training dulu, di-experience dulu,” terang Yunus.

“Jadi begitu orang (pilot) lulus itu, belum tentu bisa menerbangkan semua jenis penerbangan,” tambahnya.

Maka itu, Yunus lebih menekankan pada pentingnya pengetahuan perusahaan penyewa helikopter pada hal-hal seperti itu. Sehingga perusahaan tak asal dalam menempatkan pilot di jenis penerbangan yang tak sesuai dengan kemampuannya.

Pendiri Alibaba Ingin Bangun Jack Ma Institute of Entrepreneurs di Indonesia

0

Berempat.com – Pada sebuah kesempatan bincang-bincang di ajang IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali, Jack Ma mengungkapkan keinginannya untuk membangun sebuah institusi pendidikan di Indonesia. Rencananya, pendiri Alibaba tersebut ingin membangun Jack Ma Institute of Entrepreneurs.

Melalui sekolah tersebut, Jack Ma menargetkan 10 tahun ke depan dapat mencetak 1.000 pemimpin teknologi di Indonesia setiap tahunnya.

“Kami akan memberi banyak kesempatan bagi anak muda Indonesia untuk belajar, misalnya melalui pelatihan bagi 300 pengembang dan insinyur tentang pengelolaan komputasi awan,” jelas Jack Ma di Nusa Dua, Bali, beberapa waktu lalu.

Jack Ma pun menegaskan pentingnya berinvestasi di bidang sumber daya manusia (SDM). Utamanya meningkatkan kompetensi melalui pendidikan. Selain itu, Ma juga menekankan pentingnya mendorong keberanian anak muda untuk berinovasi.

Selain itu, Ma juga menyatakan bahwa Alibaba siap membantu pertumbuhan bisnis di sektor industri kecil dan menengah (IKM) di Indonesia.

“Kami akan membuat Indonesia menjadi masyarakat non-tunai. Dengan demikian, pemerintah bisa lebih efisien dan usaha kecil dan menengah bisa meraup lebih banyak uang,” terang Ma.

Sementara itu, menanggapi pernyataan Jack Ma tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pun berharap sekolah itu bisa benar-benar berkontribusi untuk pertumbuhan wirausaha dan SDM di era ekonomi digital.

Sementara itu, terkait materi yang akan diterapkan nantinya pada Jack Ma Institute of Entrepreneurs, Airlangga mengungkapkan bahwa hal tersebut masih disusun. Namun, Airlangga sendiri membocorkan bahwa beberapa materi akan fokus pada pengelolaan komputasi awan, teknologi keuangan, blockchain, termasuk infrastruktur internet.

5 Produk Ini Sudah Siap Diekspor di Program Single’s Day Alibaba

0

Berempat.com – Pemerintah sebelumnya sudah menyatakan rencananya untuk meningkatkan produk ekspor Indonesia ke China melalui e-Commerce. Dan salah satu jalan yang akan dilalui yaitu dengan ikut andil dalam program 11.11 Global Shoping Festival atau lebih dikenal dengan Single’s Day. Program tersebut merupakan program belanja online nasional bagi remaja China yang digagas oleh Alibaba.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada 5 jenis produk yang siap andil dalam program tersebut. “Ada lima produk unggulan yang dipilih yaitu kopi, crackers, kerupuk udang, mi instan, dan sarang burung wallet,” terangnya dalam keterangan tertulis, Minggu (14/10).

Pemilihan kelima produk tersebut didasarkan pada kualitas yang dimiliki dan jumlah peminat yang diprediksi dapat tinggi di China. Utamanya, kelima produk ini sudah memiliki stok yang besar untuk mengikuti program Single’s Day dan siap diekspor ke China.

“Apalagi delivery dan logistik sudah siap. Jumlah order tidak dibatasi. Jadi disiapkan produk-produk tersebut untuk menerima unlimited order,” tambah Airlangga.

Airlangga pun menilai, Single’s Day ini menjadi kesempatan penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kualitas dan daya saing produk-produk nasional. Apalagi, kerja sama dengan Alibaba ini juga bisa menjadi pintu masuk dalam memperluas pasar ekspor bagi produk lokal.

“Ketika dibahas dengan Alibaba, mereka melihat lima produk kita tersebut yang siap. Ini yang menjadi target pasar di China,” ujar Airlangga.

Kabarnya, Alibaba akan mempromosikan berbagai produk ini sejak awal bulan November. Bahkan, pada perhelatan ini rencananya Presiden Joko Widodo akan mempresentasikan produk-produk tersebut.

“Seteleh double eleventh (11.11), Indonesia akan dapat special pavilion dan akan dibuat untuk lebih dari lima produk. Semua transaksi dilakukan secara online, tetapi barang dikirim secara offline. Oleh karena itu, barang harus siap di sana sehingga memudahkan untuk logistik,” terang Airlangga.

Pada Single’s Day tahun lalu, Alibaba berhasil mendapatkan transaksi mencapai US$ 25,4 miliar atau setara Rp 342,9 triliun (kurs Rp 13.500) hanya dalam tempo 24 jam. Menurut CNN Money, transaksi tersebut pun menjadi yang terbesar sepanjang sejarah e-commercedi dunia. Tak heran memang, sebab Alibaba merupakan pencetus Single’s Day tersebut.

China juga menjadi pasar ritel online terbesar di dunia saat ini. Bahkan, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, retailing online China akan mengalami pertumbuhan dari 17% pada 2017 menjadi 25% pada 2020.

Box Office Global Masih Dikuasai Venom

0

Berempat.com – Sampai dengan pekan kedua rilis, rupanya Venom enggan turun dari daftar puncak penguasa box office global. Venom pun mencatatkan pendapatan US$ 378,1 juta setelah diputar selama dua pekan di 54 negara seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pendapatan tertinggi Venom tercatat berasal dari Korea Selatan sebesar US$ 25,4 juta, seperti dikutip dari Box Office Mojo, Senin (15/10).

Pendapatan Venom diprediksi masih akan terus bertambah sebab masih ada beberapa negara yang belum merilis film adaptasi dari komik Marvel tersebut, seperti Jepang dan China.

Kendati menjadi penguasa Box Office Global saat ini, namun secara keseluruhan Venom hanya menempati urusan ke-16 sebagai film tersukses sepanjang tahun 2018 ini. Film tersukses di tahun ini ditempati oleh Avengers: Infinity War dengan pendapatan US$ 2,04 miliar. Kemudian posisi kedua ditempati oleh Black Panther yang mencatatkan pendapatan US$ 1,34 miliar.

Meski masih terpaut sangat jauh, masih ada kesempatan bagi Venom untuk bisa mengikuti jejak dari dua film pendahulunya tersebut. Selain Venom, ada juga film “A Star is Born” yang menjadi perhatian penikmat film untuk saat ini. Namun, film yang dibintangi Bradley Cooper dan Lady Gaga tersebut belum mampu menyusul Venom karena hanya mampu mencatat pendapatan US$ 135,4 juta.

Film berikutnya yang mendapat perhatian saat ini adalah “First Man”. Dibintangi Ryan Gosling, film semi dokumenter ini menceritakan tentang Neil Armstrong dan perjalanan pertama manusia ke bulan. Film ini baru mencatatkan pendapatan US$ 25,1 juta dari 22 negara.

Jack Ma Sebut di Era Digital para Pengusaha Harus Bisa Bangun Infrastruktur Sendiri

0

Berempat.com – Jack Ma, pendiri Alibaba Group datang ke pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali untuk mengisi seminar ‘Disrupting Development – How Digital Platform and Innovation are Changing the Future of Developing Nations’. Pada seminar tersebut, Jack Ma didampingi Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Dalam seminarnya, Jack Ma mengisahkan bagaimana Alibaba dimulai dengan fokus mengembangkan perusahaan kecil. Saat itu, Jack Ma yang memulai Alibaba di sebuah apartemen di Hangzhou, China, menyadari belum adanya infrastruktur untuk pasar online, sistem pembayaran digital, dan jaringan logistik.

“Dengan tidak adanya infrastruktur, para wirausaha seperti kami memiliki kesempatan untuk membangunnya,” ujar Jack Ma di Bali, Jumat (12/10).

Dengan membangun infrastruktur, Jack Ma juga merasa bahwa dirinya bisa berperan dalam membantu bisnis-bisnis kecil untuk berkembang, terutama menjangkau pasar online yang dapat memperluas pasar hingga ke Ibu Kota.

Keinginan membantu bisnis kecil itulah yang lantas mendorong Alibaba kemudian menciptakan Alipay, infrastruktur keuangan digital yang dibangun oleh Alibaba sendiri. Bagi Jack Ma, internet memang diciptakan untuk negara berkembang. Karena itu ia melihat beberapa persamaan di beberapa negara berkembang sengan China pada 19 tahu lalu.

Alipay pun kini sudah berjalan selama 19 tahun dan dari sana Alibaba Group terus melayani usaha kecil. Jack Ma pun mengungkapkan, bila dilihat hanya dari permukaan saja apa yang dilakukannya hanya terlihat seperti memberikan layanan bisnis. Namun, Jack Ma justru menilai bahwa apa yang dilakukannya adalah menunjukkan sebuah tindakan yang mendahulukan orang lain.

Jack Ma pun percaya, di suatu tempat seperti di Afrika ada kesempatan yang sama untuk membangun infrastruktur yang penting. Namun, layaknya di China, Jack Ma mengatakan bahwa para pelaku wirausaha yang harus memimpin pembangunan infrastruktur tersebut.

“Para wirausaha-lah yang menjalankan bisnis dan merekalah yang memiliki mimpi,” ujarnya.

Dan untuk bisa mengembangkan perkembangan digital, Jack Ma menyebut bahwa beberapa infrastruktur seperti logistik dan teknologi harus disiapkan agar para pengusaha dapat memulai bisnisnya. Namun, ia menyebut bahwa para pengusaha pemula masih membutuhkan pelatihan serta regulasi yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Selain itu, Jack Ma mengungkapkan bahwa para pengusaha perlu melakukan pendekatan bisnis dengan tiga hal, yakni IQ, EQ, dan LQ.

IQ, papar Ma, merupakan hal penting bagi pengusaha agar dapat menciptakan ide bisnis yang dapat direalisasikan dan bisa bertahan saat melewati masa-masa sulit di masa mendatang. Kemudian seorang pengusaha juga harus memiliki EQ sebagai modal keterampilan dalam bekerja sama dan menjadi pemimpin yang menginspirasi. Dan LQ diperlukan untuk menciptakan sebuah etos kerja yang menggerakan sebuah usaha.

Wardah dan Make Over Beberkan Keberhasilan Gaet Konsumen

Berempat.com – PT Paragon Technology & Innovation menggelar Paragon Innovation Summit 2018 yang diisi oleh rangkaian talk show. Beberapa pembicara berasal dari para Brand Manager yang berada di bawah naungan PT Paragon Technology & Innovation, seperti Wardah dan Make Over.

Paragon memiliki merek-merek kosmetik yang tak hanya menjadi pilihan bagi wanita Indonesia, tapi juga di luar negeri. Menurut Product Innovation Manager PT Paragon Technology & Innovation Mario Kristiono, industri kosmetik sedang tumbuh cepat di Indonesia.

Karena itu, konsumen kosmetik pun saat ini menjadi sangat beragam dan memiliki permintaan yang lebih baru. Bahkan, tambah Mario, konsumen ingin agar produknya cepat keluar.

“Konsumen semakin demanding dan kita semakin mempunyai challenge yang lebih untuk menghadapi itu,” ujar Mario pada rilis, Sabtu (13/10).

Brand Manager Wardah, Sabrina pun mengatakan, saat ini Wardah menjadi market leader di Indonesia. Bahkan, menjadi perhatian di luar negeri, khususnya Malaysia.

“Kebetulan Wardah sudah cukup lama ada di Malaysia sejak 2017, respon di sana baik banget, di sana banyak Muslimah tapi tidak ada kosmetik yang halal. Respon di sana juga bagus banget setiap kita bikin exhibition juga bagus hasilnya,” ungkap Sabrina.

Tidak hanya Malaysia, Sabrina pun mengungkapkan bahwa produk Wardah selalu mendapatkan banyak permintaan di beberapa negara lain yang dikunjungi.

Dengan mengusung konsep kosmetik halal yang ditujukan kepada konsumen muslimah, Wardah telah berhasil menempatkan diri pada positioning yang paten.

Kemudian, Brand Manager Make Over Sthepani mengungkapkan, Make Over lebih menyasar konsumen yang ingin tampil cantik namun tak mampu membeli kosmetik yang berasal dari merek luar. Make Over pun berhasil mengingat pasar kosmetik di Indonesia tengah tumbuh sangat cepat sehingga kebutuhan konsumen pada kosmetik kualitas baik dengan harga terjangkau pun tinggi.

“Kata konsumen brand kita jauh lebih bagus dari brand luar,” klaim Sthepani.

Sthepani pun mengatakan, segi persaingan saat ini ialah persaingan digital. Persaingan yang sangat menantang dan memiliki pertumbuhan yang cepat. Hanya perusahan yang bisa bergerak cepat dan mempunyai inovasi hebatlah yang bisa menjadi pemenangnya,” tambah Sthepani.