3 Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Baru Menjalani Bisnis

0
960
Ilustrasi. (rawpixel.com)

Berempat.com – Dalam berbisnis tentu kita perlu melalui tahap demi tahap, proses demi proses dengan baik agar kelak bisnis kita semakin berkembang dengan baik. Startup besar macam Go-Jek, Tokopedia, atau Bukalapak pun di awal kemunculannya mesti melewati tahap perjuangan yang tak mudah, sebelum kemudian bisa diterima konsumen dan investor datang.

Bagi pengusaha yang baru menjalani bisnis, tentu harus jeli dan lebih berhati-hati dalam melangkah. Sebab jika tidak, maka bisnis hanya akan berjalan stagnan bahkan jatuh sebelum bisa berkembang. Besarnya modal yang dipunya pun tak menjamin bisa membesarkan bisnis jika langkah yang diambil tidak tepat. Sebut saja Foodpanda atau Rakuten yang gagal bersinar di Indonesia.

Untuk itu, sebagai pengusaha yang baru saja menjalankan bisnis di tahap awal sangat perlu mengetahui apa saja yang mesti dilakukan dan diperhatikan. Founder Bawang Goreng Soy Yossa Setiadi pun berbagi tips dan trik. Menurutnya, ada 3 hal penting yang mesti diperhatikan oleh pengusaha saat menjalankan bisnis di awal.

  1. Jangan Berinovasi Terlalu Luas

Menurut Yossa, selalu berinovasi tak menjamin bisnis akan berjalan sukses. Pasalnya, bila inovasi yang dilakukan terlalu tergesa-gesa dan tanpa perhitungan yang matang, maka justru inovasi tersebut bisa berdampak buruk pada bisnis Anda.

“Jangan ambil keputusan hanya sekali hasil menentukan keputusan harus ganti inovasi,” tutur Yossa dalam keterangan tertulisnya kepada Berempat.com.

Maksud Yossa, jangan karena sebuah inovasi di awal tak mendapat respon positif dari konsumen maka kita langsung menggantinya dengan inovasi yang baru. Justru, Yossa mengatakan bahwa ada juga yang lambat dalam berinovasi justru sangat kuat.

Yossa pun membagi kisahnya sewaktu menghadiri sebuah seminar bersama Owner Upnormal Sarita Suteja. Saat itu ada salah satu petinggi BCA yang menjadi pembicara dan mengatakan kalau BCA tidak jor-joran berinovasi.

“Tapi mereka tahu betul, jika sudah mengeluarkan produk pasti akan sangat matang. Jadi yang suka inovasi, tolong ngerem dulu ya. Instrospeksi dulu energi yang sudah kamu salurkan sudah besar dan fokus belum,” terang Yossa.

2. Hadiri 3-5 Kali Seminar Bisnis Setiap Bulan

Menghadiri seminar bisnis, bagi Yossa, bukan sekedar mencari atau menambah ilmu di dunia bisnis, tapi juga menjaring relasi. Itulah kenapa Yossa menyarankan agar pengusaha bisa meluangkan waktu untuk menghadiri seminar bisnis antara 3-5 kali dalam sebulan.

“Percaya sama saya, ketika Anda punya target dan prinsip kenalan 10 kartu nama, dalam 3 bulan ke depan, teman WA (WhatsApp), FB (Facebook), dan IG (Instagram) Anda akan bertambah jadi 200 orang. Jurus ini bagus untuk brand dan merek Anda. Mereka akan ingat dan melekat,” ujar Yossa.

3. Cerminkan Siapa Anda dan Ingin Jadi Apa di Media Sosial

Bagi Yossa, mencerminkan diri sendiri sebagai siapa dan ingin menjadi apa di setiap media sosial yang digunakan adalah penting. Maksudnya, gambarkan siapa diri Anda melalui pesan, status, maupun broadcast yang bisa mewakili diri Anda.

“Contoh, saya pribadi ingin dikenal sebagai pengusaha, ya isi status dan broadcast saya tentang edukasi mengenai bisnis, pengalaman hidup, dan buku atau tips yang dibaca atau didapatkan,” ungkap Yossa.

Bagi Yossa, kesederhaan dalam setiap langkah inilah yang justru menjadi cara ampuh bagi pengusaha yang baru saja menjalani bisnisnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.