Jack Ma Sebut di Era Digital para Pengusaha Harus Bisa Bangun Infrastruktur Sendiri

0
788
Jack Ma saat berbicara di seminar ‘Disrupting Development - How Digital Platform and Innovation are Changing the Future of Developing Nations’, di Nusa Dua, Bali.(Liputan6.com/Angga Yuniar)

Berempat.com – Jack Ma, pendiri Alibaba Group datang ke pertemuan tahunan IMF-WB 2018 di Nusa Dua, Bali untuk mengisi seminar ‘Disrupting Development – How Digital Platform and Innovation are Changing the Future of Developing Nations’. Pada seminar tersebut, Jack Ma didampingi Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim.

Dalam seminarnya, Jack Ma mengisahkan bagaimana Alibaba dimulai dengan fokus mengembangkan perusahaan kecil. Saat itu, Jack Ma yang memulai Alibaba di sebuah apartemen di Hangzhou, China, menyadari belum adanya infrastruktur untuk pasar online, sistem pembayaran digital, dan jaringan logistik.

“Dengan tidak adanya infrastruktur, para wirausaha seperti kami memiliki kesempatan untuk membangunnya,” ujar Jack Ma di Bali, Jumat (12/10).

Dengan membangun infrastruktur, Jack Ma juga merasa bahwa dirinya bisa berperan dalam membantu bisnis-bisnis kecil untuk berkembang, terutama menjangkau pasar online yang dapat memperluas pasar hingga ke Ibu Kota.

Keinginan membantu bisnis kecil itulah yang lantas mendorong Alibaba kemudian menciptakan Alipay, infrastruktur keuangan digital yang dibangun oleh Alibaba sendiri. Bagi Jack Ma, internet memang diciptakan untuk negara berkembang. Karena itu ia melihat beberapa persamaan di beberapa negara berkembang sengan China pada 19 tahu lalu.

Alipay pun kini sudah berjalan selama 19 tahun dan dari sana Alibaba Group terus melayani usaha kecil. Jack Ma pun mengungkapkan, bila dilihat hanya dari permukaan saja apa yang dilakukannya hanya terlihat seperti memberikan layanan bisnis. Namun, Jack Ma justru menilai bahwa apa yang dilakukannya adalah menunjukkan sebuah tindakan yang mendahulukan orang lain.

Jack Ma pun percaya, di suatu tempat seperti di Afrika ada kesempatan yang sama untuk membangun infrastruktur yang penting. Namun, layaknya di China, Jack Ma mengatakan bahwa para pelaku wirausaha yang harus memimpin pembangunan infrastruktur tersebut.

“Para wirausaha-lah yang menjalankan bisnis dan merekalah yang memiliki mimpi,” ujarnya.

Dan untuk bisa mengembangkan perkembangan digital, Jack Ma menyebut bahwa beberapa infrastruktur seperti logistik dan teknologi harus disiapkan agar para pengusaha dapat memulai bisnisnya. Namun, ia menyebut bahwa para pengusaha pemula masih membutuhkan pelatihan serta regulasi yang mendukung pertumbuhan bisnis.

Selain itu, Jack Ma mengungkapkan bahwa para pengusaha perlu melakukan pendekatan bisnis dengan tiga hal, yakni IQ, EQ, dan LQ.

IQ, papar Ma, merupakan hal penting bagi pengusaha agar dapat menciptakan ide bisnis yang dapat direalisasikan dan bisa bertahan saat melewati masa-masa sulit di masa mendatang. Kemudian seorang pengusaha juga harus memiliki EQ sebagai modal keterampilan dalam bekerja sama dan menjadi pemimpin yang menginspirasi. Dan LQ diperlukan untuk menciptakan sebuah etos kerja yang menggerakan sebuah usaha.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.