Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 909

Boost Raih Investasi Baru dari Sekolah Perhotelan Kenamaan Swiss

0

Berempat.comPlatform pendidikan khusus karyawan perhotelan berbasis aplikasi mobile, Boost mengumumkan kemitraan terbaru dengan École hôtelière de Lausanne (EHL). Kerja sama ini memungkinkan universitas manajemen perhotelan Swiss tersebut menjadi perusahaan pembelajaran dengan teknologi seluler.

Sebagai informasi, EHL merupakan pelopor pendidikan perhotelan di Swiss sejak 1893 yang telah meluluskan 25 ribu manajer perhotelan. Dengan kerja sama ini, maka Boost pun bisa memanfaatkan keunggulan EHL dalam hal pendidikan yang sudah lebih dari 100 tahun dijalani.

Platform Boost akan memanfaatkan teknologi seluler untuk menyediakan sistem manajemen tim holistik yang menyatukan pembelajaran seluler, pesan, komunikasi, rekrutmen (termasuk penilaian), pengukuran, dan kemampuan organisasi di bawah payung seluler yang mudah digunakan.

“Sejak berdiri pada 1893, EHL telah menetapkan standar internasional untuk pendidikan tinggi di perhotelan, dengan lebih dari 25.000 alumni akan mengambil posisi kepemimpinan di seluruh industri,” ujar Chief Innovation Officer EHL Rémi Walbaum pada rilis yang diterima Berempat.com, Kamis (18/10).

“Inovasi adalah salah satu nilai inti kami, dan hari ini di 2018 kami melihat teknologi sebagai sarana utama untuk belajar baik di sekolah dan universitas, dan di tempat kerja, itulah sebabnya kami memutuskan untuk berinvestasi di Boost,” sambung Rémi.

Menurut Remi, kebutuhan industri berubah dengan sangat cepat, seperti keterampilan bahasa yang diperlukan oleh karyawan hotel, banyak di antaranya lebih terbiasa membaca dan belajar dari layar daripada dari buku. Dengan mengembangkan kemampuan pembelajaran mobile, EHL mengklaim pihaknya akan tetap terdepan dalam bidang perhotelan, mendorong pendidikan, meningkatkan keterampilan dan belajar, dan membantu siswa berbakat di seluruh dunia membangun karier perhotelan yang sukses dan memuaskan .

EHL adalah sekolah manajemen perhotelan pertama di dunia dan didirikan pada tahun 1893 untuk memenuhi permintaan untuk karyawan perhotelan yang lebih profesional yang dapat memenuhi kecanggihan tamu hotel yang sedang berkembang saat itu.

Sekolah ini memelopori pendidikan perhotelan, mencampur pengajaran berbasis kelas dengan pembelajaran langsung di hotel, sambil memastikan kurikulum mereka memenuhi tuntutan industri pada saat itu. Lulusan yang dihasilkan dengan demikian dapat meninggalkan sekolah dengan pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki untuk mengambil posisi kepemimpinan di industri dan mendorong inovasi.

Kehadiran EHL di ruang belajar mobile akan memungkinkan mereka untuk mengatasi banyak tantangan yang dihadapi oleh hotel saat ini dan di masa depan, yaitu perubahan dalam cara karyawan perhotelan yang banyak di antaranya muda, mengkonsumsi informasi dan belajar, dan kebutuhan untuk bertemu tuntutan tamu yang harapannya telah meningkat di usia media sosial dan ulasan instan.

“Rangkaian solusi pembelajaran mobile Boost dirancang khusus untuk industri perhotelan, tidak hanya memungkinkan karyawan hotel individu untuk belajar bahasa baru dan keterampilan lain, tetapi memungkinkan manajemen untuk mengatur tim mereka, merekrut anggota tim baru dan berkomunikasi lebih baik,” ujar Managing Direktur dan Chief Commercial Officer (CCO) Boost Allan Taylor.

“20.000 karyawan hotel sudah menggunakan solusi pembelajaran mobile kami. Kami telah melihat mereka belajar bahasa Mandarin yang memungkinkan mereka untuk berkomunikasi dengan tamu China mereka. Kami telah melihat mereka belajar bagaimana meningkatkan penjualan pendapatan hotel,” tambah Allan.

Tidak seperti pengajaran berbasis ruang kelas, menurut Allan, pembelajaran seluler memungkinkan karyawan hotel untuk belajar pada waktu dan tempat yang mereka pilih. Yang penting, dapat diukur dan dapat diskalakan, serta tersedia di tingkat perusahaan yang memungkinkan untuk organisasi kelompok dan tim, fungsi SDM dan rekrutmen dan komunikasi antartim.

Investasi dari EHL akan memungkinkan Boost untuk terus mengembangkan solusi pembelajaran mobile yang ada dan mengembangkan solusi baru untuk memenuhi kebutuhan industri perhotelan. Terakhir, Boost akan dapat memanfaatkan pengetahuan dan keahlian dari beberapa pemikir terkemuka dunia dan akademisi di bidang perhotelan, memastikan solusi mobile mereka disesuaikan dengan kebutuhan industri yang unik dan selalu berubah.

Sariwangi Agriculture Pailit, Unilever Pastikan Penjualan Teh Sariwangi Tetap Berjalan

0

Berempat.com – Dua perusahaan perkebunan teh, PT Sariwangi Agriculturan Estate Agency (SAEA) dan PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (MPISW) diputus pailit oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat akibat persoalan utang dengan PT Bank ICBC Indonesia. Namun, kendati dua perusahaan tersebut dinyatakan pailit, PT Unilever Indonesia Tbk. memastikan bahwa penjualan teh Sariwangi tetap berjalan normal.

Melalui akun Facebook resmi Unilever, dijelaskan bahwa PT SAEA dan PT MPISW merupakan perusahaan rekanan yang pernah bekerja sama dengan Unilever. Namun, saat ini Unilever sudah tak lagi menjalin kerja sama dengan kedua perusahaan tersebut. Selain itu, Unilever memastikan bahwa kedua perusahaan tersebut bukan anak perusahaan dari Univeler sehingga sama sekali tak memengaruhi penjualan teh Sariwangi yang merupakan merek Unilever.

“SAEA pernah menjadi rekanan usaha Unilever untuk memproduksi merek teh Sariwangi, namun saat ini Unilever sudah tidak memiliki kerja sama apapun dengan SAEA,” tulis Unilever di akun Facebook resmi perusahaan, Kamis (18/10).

“Unilever sebagai pemilik brand ingin menyampaikan: Unilever tetap memproduksi Sariwangi sehingga masyarakat Indonesia tetap bisa menikmati teh Sariwangi.”

Sebagai informasi, Pengadilan Niaga Jakarta Pusat memutus pailit SAEA dan MPISW karena telah melanggar perjanjian perdamaian terkait utang piutang dengan PT Bank ICBC Indonesia.

Sebelumnya, kesepakatan telah tercapai antara kedua perusahaan dengan PT Bank ICBC Indonesia dalam perjanjian perdamaian pada 9 Oktober 2015. Namun, kedua perusahaan tak pernah mencicil utang yang seharusnya dibayarkan.

Cara Takaful Keluarga Rebranding

0

Berempat.com – Perusahaan asuransi jiwa syariah, Takaful Keluarga melakukan rebranding dalam menjawab tantangan dan meningkatkan pelayanan serta kinerja. Melalui rebranding, Takaful Keluarga berkomitmen untuk menghadirkan solusi asuransi jiwa syariah kepada seluruh customer.

Direktur Utama PT Asuransi Takaful Keluarga Arfandi Arief pun berharap, melalui rebranding pihaknya dapat menghadirkan pengalaman baru bagi customer dalam asuransi syariah.

“Kami menargetkan Takaful Keluarga tidak hanya sebagai pelopor asuransi  syariah di Indonesia, tapi menjadi pilihan pertama dan market leader dengan menghadirkan one-stop sharia life insurance solution untuk seluruh masyarakat Indonesia,” imbuh Arfandi di Jakarta, Rabu (17/10).

Dalam bagian rebranding, Takaful Keluarga sendiri telah mengubah logo sebagai langkah dalam menunjukkan identitas barunya. Selain itu, hal tersebut juga menjadi bagian dari transformasi struktur dan budaya perusahaan. Logo baru tersebut pun sebagai gambaran bahwa Takaful Keluarga telah merespon perkembangan pasar, dinamika industri, serta kemajuan teknologi dengan lebih baik.

Adapun solusi terbaru yang dihadirkan Takaful Keluarga yakni adanya produk terbaru bernama Takaful Falah Series serta layanan Customer Portal yang dapat diakses melalui takaful.co.id.

Melalui layanan Customer Portal, customer dapat dengan mudah mengakses informasi polis, klaim, tabungan, dan investasi baik melalui komputer maupun gawai. Informasi yang bisa diperoleh meliputi informasi data diri peserta, polis, klaim dan progress klaim,  saldo tabungan dan unit link, serta laporan investasi tahunan.

Sementara itu untuk Takaful Falah Series terdapat produk asuransi yang meliputi Takaful Falah Proteksi dan Takaful Falah Saving. Keuda produk asuransi ini memiliki manfaat sebagai perlindungan finansial dan dana tabungan.

Unuk Takaful Falah Proteksi memprioritaskan perlindungan finansial bagi customer atas risiko hidup, sedangkan Takaful Falah Saving mengutamakan pengembangan dana yang optimal lewat tabungan. Unsur perlindungan pada Takaful Falah menggunakan akad tabaru, sedangkan unsur investasinya menggunakan akad mudharabah.

Menurut Direktur Operasional PT Asuransi Takaful Keluarga Yurivanno Gani, saat ini masyarakat membutuhkan solusi perlindungan jiwa dan perencanaan investasi yang sederhana, aman, serta sesuai syariah agar tujuan keuangannya tercapai. Takaful Falah mencoba menjawab kebutuhan customer yang ingin berasuransi sambil menabung.

“Jika hanya menabung, maka hanya akan mendapatkan sejumlah saldo tabungan. Sedangkan Takaful Falah tidak hanya memberikan saldo tabungan saja, tetapi juga manfaat dari tolong menolong untuk proteksi finansial atas risiko hidup sesuai kebutuhan,” terang Yurivanno.

Sementara itu, untuk target konsumen Takaful Falah membidik customer retail atau individu  dengan profil investasi konservatif sampai moderat yang ingin berasuransi sambil menabung. Produk asuransi ini dipasarkan dengan nilai kontribusi mulai dari Rp 300 ribu dan manfaat perlindungan finansial mulai dari Rp 150 juta.

Dari produk Takaful Falah Series, Yurivanno menargetkan penambahan 300 polis senilai Rp 3 miliar hingga akhir 2018. Sementara di 2019, Takaful Keluarga menargetkan penambahan polis baru senilai minimum Rp 20 miliar.

GK-PnP Indonesia Bicara Pentingnya Kolaborasi Antara Startup dan Korporasi Besar

0

Berempat.com – Hadir di Indonesia pertama kali pada 2017 silam, kini GK-Plug and Play (GK-PnP) Indonesia telah membantu 32 startup untuk berinovasi, berkolaborasi, hingga mendapatkan pendanaan melalui 3 batch yang berbeda.

President Director GK-PnP Indonesia Wesley Harjono, kolaborasi harus dilakukan oleh startup dan korporasi besar karena merupakan win-win solution. Sebab, menurutnya, keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi.

“Saya sering umpamakan perusahaan besar itu gajah, sedangkan startup semut. Peran perusahaan besar ini adalah membuka pintu sebesar-besarnya kepada startup, membagi ilmu, memberikan mentorship, dan bahkan mungkin memberikan capital untuk mengayomi startup-startup ini,” terang Wesley di Jakarta, Selasa (16/10).

Dulu, kisah Wesley, banyak perusahaan besar yang menyadari bahwa mereka sudah harus go digital, tapi belum tahu arahnya ke mana dan bagaimana memulainya. Inilah pentingnya kolaborasi antara semut dan gajah, menurut Wesley. Sebab melalui kolaborasi perusahaan besar bisa menemui bisnis model yang baru dan mengefisiensikan bisnis yang sudah ada. Sementara untuk startup bisa mendapatkan investasi dan market yang besar karena perusahaan besar mempunyai ekosistem yang membutuhkan solusi yang ditawarkan startup.

“Hasilnya apa? Selama 3 batch yang kita jalankan, kita sudah ada 17 kolaborasi antara startup dan perusahaan partner kita. Mungkin angka yang kecil, tapi itu sesuatu hal yang enggak mudah karena kita menjadi jembatan antara semut dan gajah. Culture yang 180 derajat beda. Semut yang geraknya cepat, gajah yang geraknya lambat. Tetapi di situlah peran Plug and Play Indonesia. Kita masih ada 20 lebih on going discussion antara startup dengan partner korporasi kita,” papar Wesley.

Kemudian terkait pendanaan, Wesley pun menyebut bahwa GK-PnP turut membantu startup yang dibina agar bisa bertemu dengan investor. Menurutnya, sampai dengan batch 3 ini GK-PnP sudah membantu startup mendapatkan pendanaan hingga US$ 5 juta atau sekitar lebih dari Rp 75 miliar (kurs Rp 15.000).

“Plug and Play mengakselerasi startup itu kita perlu surround mereka dengan suatu ekosistem, suatu lingkungan yang benar-benar inovatif, mendukung, kondusif, di mana benar-benar memberikan apa saja yang startup itu butuhkan,” imbuh Wesley.

Menurut Wesley, startup di Indonesia rata-rata didirikan oleh generasi milennial yang masih belum begitu memahami bagaimana masuk ke dunia usaha. Bahkan, Wesley berkisah bahwa ia pernah bertemu dengan startup yang mengaku pernah tertipu atau bahkan ‘dimakan’ oleh perusahaan besar.

“Makanya Plug and Play dalam hal ini hadir di Indonesia untuk meng-create ultimate ecosystem,” tegasnya.

Selain itu, selama dibina para startup juga akan mendapatkan mentoring dari berbagai individu yang berkompeten.

Adapun, Wesley mengklaim bahwa startup yang telah dibina oleh GK-PnP berdampak besar pada ekonomi digital di Indonesia. Ia menyebut setidaknya para startup yang dibina sudah menciptakan 17.000 job opportunities.

“Mungkin bukan dari startup-nya. Mungkin Sayurbox sendiri employee 50 orang, tapi impact dari adanya startup SayurBox ini makin banyak petani yang bisa survive. Lebih banyak lagi petani yang bisa jual ke end customer-nya. Contohnya satu lagi, Karta yang membuat iklan di belakang motor. Sekarang ini orang kerja dari rumah sampai kantor mereka bisa mendapatkan side income,” jelas Wesley lebih lanjut.

Dampak-dampak seperti itulah yang menurut Wesley sangat berperan dalam membangun ekonomi digital di Indonesia.

Dan kini, GK-PnP pun sudah membuka kesempatan bagi startup yang ingin bergabung dan dibina pada batch ke-4. Wesley sempat menyinggung bahwa pada batch ke-4 ini pihaknya akan fokus pada 3 vertikal bisnis, yakni fintech/insurtech; internet of things/Mobility; serta Food, Agriculture, dan Sustainbility.

“Kenapa kita pilih 3 vertikal ini? Karena 3 vertikal inilah yang dibutuhkan Indonesia. Kita harus fokus di 3 vertikal ini. Jadi saya mengundang teman-teman audiens kalau memang ada yang mau membangun startup, join kita, join our ecosystem. Dan juga corporate yang looking innovation, let’s build ecosystem together,” tandas Wesley.

Adapun pendaftaran batch ke-4 GK-PnP sudah dibuka dan akan ditutup pada 6 November 2018. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di link ini.

Yang Terpenting Bagi Startup Bukan Model Bisnis, tapi Passion Pendirinya

0

Berempat.com – Indonesia bisa dikatakan sebagai salah satu gudangnya perusahaan rintisan (startup). Pasalnya, berdasarkan laporan dari Startup Ranking, Indonesia berada di urutan empat negara dengan jumlah startup terbanyak yang mencapai 1.705. Sementara di urutan pertama ada Amerika Serikat (28.794), disusul India (4.713), dan tempat ketiga Inggris (2.971).

Indonesia pun menyumbang 4 dari 7 startup di kawasan ASEAN yang berstatus Unicorn. Keempat startup itu ialah Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, dan Bukalapak. Melihat fakta-fakta tersebut, maka tak heran jika di Indonesia terus bermunculan startup-startup baru. Namun, di samping itu tentu kita tak menampik bahwa jumlah yang berguguran pun tak sedikit. Umumnya, persoalan yang dihadapi ada pada minimnya inovasi.

Inovasi menjadi penting karena hal tersebut yang bisa mendatangkan konsumen bagi startup, tak terkecuali investor. Bahkan, menurut President Director GK-Plug and Play Indonesia Wesley Harjono, yang terpenting bagi startup bukanlah model bisnis yang ditawarkan atau dipunya, melainkan passion si pendiri.

Passion mereka (pendiri) untuk membangun sebuah startup itu yang paling penting, bisnis model itu yang kedua. Karena banyak sekali startup yang saya lihat itu baru beroperasi 6 bulan, setahun, bisnis modelnya berubah. Bahkan kadang logonya pun berubah. Jadi menurut saya, inovasi itu harus didukung dengan passion,” ujar Wesley dalam perhelatan Expo Day 3.0 di Soehanna Hall, Jakarta, Selasa (16/10).

Wesley pun mencontohkan bagaimana pihaknya tertarik pada salah satu startup asal Bali bernama Gringgo untuk diakselerasi di batch 2. Gringgo merupakan startup yang fokus pada pengolahan sampah.

“Semua orang beberapa tahun yang lalu selalu memikirkan e-commerce maupun fintech. Tapi startup ini namanya Gringgo melirik sampah. Sebelumnya saya nggak kepikiran apanya yang mau diinovasi dari sampah? Tapi ternyata mereka melakukannya,” ungkap Wesley.

Bahkan, Wesley mengungkapkan bahwa Gringgo sering ditolak oleh investor karena pihak investor belum tahu apa yang bisa menguntungkan dari pengolahan sampah.

“Tapi karena passion itu mereka sekarang sudah maju. Sampah-sampah yang mereka kumpulkan itu sudah bisa ada offtaker-nya dan sekarang mereka lagi fundraising,” tambahnya.

Keberadaan Gringgo pun diyakini Wesley sangat membantu lingkungan, masyarakat, bahkan pemerintah.

Startup lain yang bisa berkembang karena passion yaitu Sayurbox. Sayurbox merupakan startup yang dipilih GK-Plug and Play untuk diakselerasi pada batch pertama. Wesley mengakui ketertarikan pihaknya untuk mengakselerasi Sayurbox karena sang pendirinya memiliki passion di bidang pertanian.

“SayurBox yang membantu petani-petani. Founder-nya suka berkebun dan punya passion di agriculture,” papar Wesley.

Wesley pun melanjutkan, Sayurbox beranjak dari kecemasan pendirinya saat melihat petani yang banyak mendapatkan harga jual rendah karena keberadaan tengkulak yang curang.

“Inovasi mereka didukung dengan passion, sampai sekarang mereka sudah bantu ratusan petani,” tutur Wesley.

Berdasarkan pengalaman itulah Wesley menilai bahwa passion menjadi hal penting dan utama bagi startup bila ingin tumbuh. Karena dengan adanya passion di bidang tersebut maka akan muncul inovasi-inovasi di kemudian hari.

Sinar Mas Klaim Produk Minyak Kelapa Sawitnya Bebas dari Lemak Trans

0

Berempat.com – Sebagaimana diketahui, kandungan lemak dalam olahan minyak dipercaya dapat menyebabkan penyakit jantung. Namun, jenis lemak yang berbahaya dan dapat menyebabkan penyakit jantung koroner ialah lemak trans. Hal tersebut disampaikan oleh ahli gizi, dr. Marya Haryono

“Lemak kerap kali dipandang sebagai penyebab dari penyakit jantung koroner sehingga dianggap sebagai sesuatu yang jahat. Namun nyatanya lemak memiliki fungsi sebagai sumber energi, menjaga struktur sel, regulasi hormon dan juga untuk menjaga suhu tubuh dan melindungi organ penting. Lemak yang seringkali identik dengan penyakit jantung koroner adalah lemak trans,” jelas dr. Marya Haryono dalam keterangan tertulis yang diterima Berempat.com, Rabu (17/10).

Mengacu pada data yang dilansir World Health Organization (WHO), 500 ribu kematian di dunia setiap tahunnya terjadi akibat penyakit jantung koroner yang dipicu oleh konsumsi berlebihan makanan yang mengandung lemak trans. Sebab itu, WHO pun gencar menyuarakan penghapusan lemak trans sebagai hasil produksi industri dari pasokan pangan global pada tahun 2023.

Salah satu produsen minyak kelapa sawit, Sinar Mas Agribusiness and Food mengklaim bahwa produknya telah bebas dari lemak trans yang berbahaya tersebut. Menurut Head of Global R&D Innovation Dr. Paul Wassell, sejak 2016 pihaknya telah menyempurnakan proses produksi. Sehingga melalui teknologi yang ada, Sinar Mas Agribusiness and Food dapat menghadirkan produk bebas lemak trans yang lebih sehat bagi konsumen.

“Produk-produk dari Sinar Mas Agribusiness and Food seperti Filma Cooking Oil, Filma Good Fry, dan Palmboom Margarine merupakan produk yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Namun demikian, kami tidak berhenti untuk berinovasi untuk memberikan pembaharuan maupun peningkatan formula bagi produk-produk kami,” tambah GM Marketing Sinar Mas Agribusines and Food Davy Djohan pada keterangan yang sama.

Dalam sebuah kegiatan edukasi bertema “Belajar dari Ahlinya: Aplikasi Produksi Minyak Kelapa Sawit Sehat dan Bernutrisi” di Global Research and Development Centre Sinar Mas Agribusiness and Food, Marunda, Bekasi, Chef Nina Bertha menekankan bahwa selain harus diperhatikan dari sisi penampilan, produk olahan makanan juga harus memiliki nutrisi yang baik.

“Kandungan lemak trans pada makanan harus kita hilangkan. Tentunya kita tidak ingin memberikan makanan yang tidak baik untuk orang-orang tercinta,” ungkap Nina kepada para peserta.

Kemenaker Larang Pengiriman TKI Perseorangan ke Timur Tengah

0

Berempat.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menegaskan pelarangan penempatan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau pekerja migran pada pengguna perseorangan ke kawasan Timur Tengah. Larangan tersebut berlandaskan pada Peraturan Menteri No. 260 Tahun 2015 tentang Penghentian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan ke kawasan Timur Tengah.

“Sampai sekarang pemerintah tidak mencabut larangan pengiriman pekerja migran untuk pengguna perseorangan ke Saudi Arabia dan negara Timur Tengah lainnya,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan, Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja, Kemenaker Maruli A. Hasoloan dalam keterangan resminya, Selasa (16/10).

Maruli merasa perlu menjelaskan hal ini guna menghindari pemahaman keliru pada masyarakat menyusul disepakatinya kerja sama uji coba (pilot project) secara terbatas Sistem Penempatan Satu Kanal (one channel) pekerja migran antara pemerintah Indonesia dengan Saudi Arabia.

Memang kerja sama tersebut terkait penempatan pekerja migran Indonesia pada sektor domestik. Namun, tutur Maruli, tidak berarti calon pekerja migran bisa berangkat dengan mudah. Uji coba hanya untuk jumlah terbatas dan hanya untuk enam profesi (baby sitter, family cook, elderly caretaker, family driver, child careworker, dan housekeeper), serta hanya penempatan di Jeddah, Madinah, Riyadh, Damam, Qobar dan Dahran).

Calon pekerja migran juga harus mengikuti pelatihan dan memiiki sertifikat kompetensi, serta mendaftarkan diri ke Dinas Tenaga Kerja setempat atau Layanan Terpadu Satu Atap di daerah. Bukan melalui perusahaan jasa penempatan swasta.

“Informasi ini harus sampai ke masyarakat agar calon pekerja migran terhindar dari penempatan pekerja migran secara ilegal yang dilakukan oleh pihak tertentu,” jelas Maruli.

Hanif Sebut Indonesia Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

0

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri yakin bahwa Indonesia siap menghadapi revolusi industri 4.0. Hanif yakin sebab dirinya berkaca pada revolusi industri sebelumnya (1.0;2.0;3.0) yang juga pernah dilalui oleh Indonesia. Awalnya pun selalu dipenuhi respon khawatir, namun tetap saja Indonesia mampu bertahan dan melewatinya.

“Demikian pula menghadapi revolusi industri 4.0, semua orang heboh. Tapi saya yakin at the end juga bisa survive. Hanya masalahnya tahapan RI 1.0 hingga RI 3.0, berjalan lebih predictable karena waktunya lebih panjang, “ ujar Hanif dalam  acara Conference regional bertema ”Workshop 4.0 The Fourth Industrial Revolution, Digitalization & Work 4.0 – A Right To Training?” di Jakarta, Selasa (16/10).

Namun, Hanif pun mengingatkan, agar bisa menghadapi revolusi industri 4.0 dan konsekuensi yang muncul di tingkat industri maka dibutuhkan kesiapan dari seluruh pihak, mulai dari industri itu sendiri yang harus menyediakan jenis pekerjaan dan skill yang dibutuhkan, skema perlindungan tenaga kerja di masa depan, serikat pekerja, bahkan dari pemerintah dan perguruan tinggi.

“Semua pihak harus ngepung persoalan ini, sehingga investasi SDM bisa merespon perubahan-perubahan yang begitu cepat terjadi,” terang Hanif.

Revolusi industri 4.0, menurut Hanif, ialah proses produksi di seluruh dunia yang mengombinasikan tiga unsur penting, yaitu manusia, mesin atau robot, dan big data. Kombinasi tiga unsur itu akan menggerakkan seluruh produksi menjadi lebih efisien, cepat, dan massif.

Dan konsekuensi dari revolusi industri 4.0 ini yaitu hilangnya sejumlah pekerjaan dan terciptanya pekerjaan-pekerjaan baru. Selain itu, revolusi industri 4.0 ini pun akan mengubah banyak hal, termasuk perubahan di tingkat industri. Industri akan bertransformasi karena proses produksinya berubah.

“Ini juga belum banyak disadari termasuk oleh serikat pekerja, LSM, dan dunia usaha,” terang Hanif.

Ketika proses produksi berubah maka proses bisnisnya juga berubah. Contohnya, imbuh Hanif, isu job security. “Dalam dunia sekarang ini, pasti konsepnya juga berubah dan responnya kita juga berubah,” tuturnya.

Hanif menambahkan hingga saat ini pemerintah terus melakukan pemetaan pekerjaan di masa depan, khususnya di sektor dan profesi yang tumbuh dan akan berkembang, serta yang tak lagi relevan.

Hanif menegaskan, isu pelatihan vokasi perlu mendapat perhatian penting karena memiliki kelenturan dalam mendorong perubahan skills di masyarakat.

Vocational training menjadi bagian institusi yang perlu untuk dikembangkan kurikulumnya untuk dapat bersaing sesuai dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Boost, Platform Pendidik Karyawan Perhotelan Berbasis Aplikasi Mobile Resmi Meluncur

0

Berempat.comStartup tak pernah habis-habisnya bermunculan dengan berbagai solusi baru yang ditawarkan. Yang terbaru, ada startup yang bergerak di bidang pendidikan karyawan perhotelan berbasis aplikasi mobile bernama Boost. Boost baru resmi diluncurkan pada hari ini, Selasa (16/10) di Singapura.

Boost hadir sebagai platform yang dirancang untuk memberdayakan karyawan perhotelan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan, komunikasi tim, produktivitas, hingga memungkinkan hotel untuk meningkatkan keterampilan, mengelola, dan mengatur tenaga kerja mereka dengan lebih efisien.

Platform Boost memanfaatkan teknologi seluler untuk menyediakan sistem manajemen tim holistik yang menyatukan pembelajaran seluler, pesan, komunikasi, rekrutmen (termasuk penilaian), pengukuran, dan kemampuan organisasi hanya dengan menggunakan ponsel.

Platform  ini dapat meningkatkan keterampilan karyawan dalam hal kejuruan dan bahasa, di mana hasilnya dapat dipantau dan dilihat secara langsung oleh pimpinan tim berdasarkan kinerja dan keterlibatan staf hotel.

Selain itu, melalui platform ini pemimpin tim dapat mengelola, memantau, dan mengatur tim hanya dengan berkomunikasi melalui aplikasi pesan milik Boost.

Platform ini juga mengklaim dapat dimanfaatkan oleh bagian Human Resource (HR) untuk menyaring calon karyawan dengan lebih akurat.

“Era globalisasi telah mengubah banyak hal dalam industri perhotelan, tidak hanya dalam hal tuntutan tamu, munculnya tempat wisata baru, dan harapan tamu yang semakin meningkat akibat penggunaan media sosial. Nmaun, dibandingkan perubahan-perubahan itu perubahan lebih banyak terjadi pada kompetisi dan kebiasaan karyawan,” ujar Managing Direktur dan Chief Commercial Officer (CCO) Boost Allan Taylor dalam keterangan resminya, Senin (16/10).

Allan pun mengatakan bahwa Boost adalah solusi bagi hotel agar bisa menghubungkan semua titik, mulai dari pendidikan dan peningkatan pengukuran kinerja, penilaian, organisasi tim, dan perekrutan dari tingkat individu hingga perusahaan.

“Kami sekarang memiliki solusi yang akan memberdayakan karyawan untuk memberikan layanan yang lebih baik, dan para pemimpin akan memiliki alat yang dibutuhkan untuk mengatur dan memimpin dengan lebih baik, menghasilkan staf yang lebih bahagia dan tingkat loyalitas atau kepuasan tamu yang lebih baik,” tambahnya.

Adapun berbagai fitur yang dimiliki oleh Boost yang dapat dimanfaatkan oleh hotel di seluruh dunia meliputi:

  • Boost Profil

Fitur ini dapat memberikan Anda akses ke rangkaian solusi seluler Boost. Boost Profil dapat disesuaikan untuk setiap pengguna dan memudahkan pengorganisasian informasi penggunaan serta akses ke aplikasi. Profil Peningkatan memiliki kemampuan untuk disejajarkan dengan strategi hotel.

  • Boost Voice

Boost Voice dapat mengajarkan karyawan dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dan keterampilan berbahasa Mandarin dengan menggunakan konten yang spesifik dari departemen terkait dan dikembangkan oleh para pelaku bisnis perhotelan. Boost Voice memberikan pengalaman belajar berkelanjutan yang sangat interaktif, mengajar karyawan untuk berbicara bahasa yang paling relevan dengan tempat kerja mereka.

  • Boost Skills

Solusi pelatihan kejuruan yang sangat hemat biaya dan berskala. Boost Skills memiliki lebih dari 130 pelajaran praktik yang mensimulasikan skenario layanan kehidupan nyata di layanan makanan dan minuman serta housekeeping. Boost Skills menyediakan program pembelajaran mandiri yang dirancang untuk meningkatkan standar penyampaian layanan dan konsistensi.

  • Boost Upsell

Alat pelatihan peningkatan situasional yang memungkinkan staf hotel untuk memposisikan dan menangkap pendapatan tambahan di hotel dengan upsell makanan dan minuman, peningkatan kamar, dan promosi spesial. Alat ini memiliki program pelajaran yang serba cepat dan beberapa bahasa dukungan Asia dan Eropa, untuk front-ofhouse termasuk makanan dan minuman, front office, serta manajemen Lounge.

  • Boost Fit

Paket perekrutan dan penyaringan yang memungkinkan tim HR secara akurat dalam menyaring pelamar pertama untuk mendapatkan kesesuaian dan mengidentifikasi kandidat yang kemudian dapat melanjutkan ke tahap berikutnya. Tersedia kapan saja dan di mana saja, Boost Fit mengurangi beban kerja tim SDM dan secara efisien mempersempit kumpulan kandidat untuk mengidentifikasi orang yang tepat.

Aplikasi Boost tersedia di perangkat seluler Android dan iOS.

Boost saat ini telah digunakan oleh lebih dari 225 hotel di seluruh kawasan Asia Pasifik, mengajar lebih dari 20.000 karyawan hotel keterampilan kejuruan dan bahasa yang diperlukan. Boost berkantor pusat di Singapura yang juga memiliki kantor perwakilan di Indonesia, Jepang, Thailand, dan China.

Plug and Play Indonesia Pamerkan 13 Startup Binaan di Expo Day 3.0

0

Berempat.com – GK-Plug and Play (GK-PnP) memperkenalkan 13 startup binaan yang berasal dari dalam maupun luar negeri dalam Expo Day 3.0 bertema “Innovation Empowered by Passion” di Soehanna Hall, Energy Building, Jakarta, Selasa (16/10). Pada akselerasi batch 3 ini, GK-PnP tak hanya berfokus pada seed-stage startup, tetapi juga pada later-stage startup.

Adapun startup dalam negeri yang diakselerasi meliputi Bahasa.ai, Bildeco, Circledoo, Gradana, Halofina, Tekno, Mertani, Konsulife, dan Topkarir. Sementara untuk startup luar negeri yang berasal dari Amerika Serikat, yakni Ceres Imaging, YouSolar, dan Data Robot, serta asal Singapura, Resync.

“Alasan startup dari luar negeri kami juga akselerasi adalah untuk memberikan kesempatan bagi startup luar negeri untuk berbagi pengalaman dan pengetahuan dengan startup dalam negeri,” ungkap Managing Director GK-PnP Wesley Harjono saat konferensi pers.

Selain itu, imbuh Wesley, hal itu dimaksudkan agar startup luar dan dalam negeri dapat menjalin kolaborasi. Termasuk memberikan kesempatan kepada startup luar negeri yang ingin berkontribusi menumbuhkan perekonomian Indonesia.

Wesley pun mengklaim bahwa ketiga belas startup binaan GK-PnP telah mendapatkan dana investasi lanjutan dengan total nilai mencapai US$ 5 juta. Investasi tersebut didapatkan setelah program akselerasi selesai dan para startup menjalani kerja sama dengan berbagai pihak, baik investor, korporasi, maupun pemerintah.

Menurut Wesley, total ada 17 proyek kolaborasi yang berjalan antara ketiga belas startup binaan dengan mitra korporasi.

“Ini menunjukkan adanya perkembangan di ekosistem startup Indonesia mengingat beberapa bulan lalu total dana investasi lanjutan baru mencapai US$ 2 juta,” ungkap Wesley.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan kerja sama antara Bank Tabungan Negara (BTN) dengan tiga startup binaan GK-PnP, yakni Gradana, KYCK, dan Manpro. Kerja sama ini merupakan upaya BTN dalam mempercepat proses digitalisasi industri keuangan.

Sealin itu, dengan selesainya Acceleration GK-PnP batch 3 ini maka artinya kesempatan startup lain untuk ikut bergabung dalam program Acceleration GK-PnP batch 4 telah dibuka. Pendaftaran akan ditutup pada 6 November 2018.

Pada batch ke-4 nanti, Wesley menjelaskan bahwa GK-PnP akan lebih fokus pada 6 verticals industry seperti fintech/insurtechinternet of things/Mobility, Food, Agriculture dan Sustainbility.

Bila Anda tengah membangun startup yang dicari GK-PnP, maka segera daftar di sini.