GK-PnP Indonesia Bicara Pentingnya Kolaborasi Antara Startup dan Korporasi Besar

0
418

Berempat.com – Hadir di Indonesia pertama kali pada 2017 silam, kini GK-Plug and Play (GK-PnP) Indonesia telah membantu 32 startup untuk berinovasi, berkolaborasi, hingga mendapatkan pendanaan melalui 3 batch yang berbeda.

President Director GK-PnP Indonesia Wesley Harjono, kolaborasi harus dilakukan oleh startup dan korporasi besar karena merupakan win-win solution. Sebab, menurutnya, keduanya bisa saling mengisi dan melengkapi.

“Saya sering umpamakan perusahaan besar itu gajah, sedangkan startup semut. Peran perusahaan besar ini adalah membuka pintu sebesar-besarnya kepada startup, membagi ilmu, memberikan mentorship, dan bahkan mungkin memberikan capital untuk mengayomi startup-startup ini,” terang Wesley di Jakarta, Selasa (16/10).

Dulu, kisah Wesley, banyak perusahaan besar yang menyadari bahwa mereka sudah harus go digital, tapi belum tahu arahnya ke mana dan bagaimana memulainya. Inilah pentingnya kolaborasi antara semut dan gajah, menurut Wesley. Sebab melalui kolaborasi perusahaan besar bisa menemui bisnis model yang baru dan mengefisiensikan bisnis yang sudah ada. Sementara untuk startup bisa mendapatkan investasi dan market yang besar karena perusahaan besar mempunyai ekosistem yang membutuhkan solusi yang ditawarkan startup.

“Hasilnya apa? Selama 3 batch yang kita jalankan, kita sudah ada 17 kolaborasi antara startup dan perusahaan partner kita. Mungkin angka yang kecil, tapi itu sesuatu hal yang enggak mudah karena kita menjadi jembatan antara semut dan gajah. Culture yang 180 derajat beda. Semut yang geraknya cepat, gajah yang geraknya lambat. Tetapi di situlah peran Plug and Play Indonesia. Kita masih ada 20 lebih on going discussion antara startup dengan partner korporasi kita,” papar Wesley.

Kemudian terkait pendanaan, Wesley pun menyebut bahwa GK-PnP turut membantu startup yang dibina agar bisa bertemu dengan investor. Menurutnya, sampai dengan batch 3 ini GK-PnP sudah membantu startup mendapatkan pendanaan hingga US$ 5 juta atau sekitar lebih dari Rp 75 miliar (kurs Rp 15.000).

“Plug and Play mengakselerasi startup itu kita perlu surround mereka dengan suatu ekosistem, suatu lingkungan yang benar-benar inovatif, mendukung, kondusif, di mana benar-benar memberikan apa saja yang startup itu butuhkan,” imbuh Wesley.

Menurut Wesley, startup di Indonesia rata-rata didirikan oleh generasi milennial yang masih belum begitu memahami bagaimana masuk ke dunia usaha. Bahkan, Wesley berkisah bahwa ia pernah bertemu dengan startup yang mengaku pernah tertipu atau bahkan ‘dimakan’ oleh perusahaan besar.

“Makanya Plug and Play dalam hal ini hadir di Indonesia untuk meng-create ultimate ecosystem,” tegasnya.

Selain itu, selama dibina para startup juga akan mendapatkan mentoring dari berbagai individu yang berkompeten.

Adapun, Wesley mengklaim bahwa startup yang telah dibina oleh GK-PnP berdampak besar pada ekonomi digital di Indonesia. Ia menyebut setidaknya para startup yang dibina sudah menciptakan 17.000 job opportunities.

“Mungkin bukan dari startup-nya. Mungkin Sayurbox sendiri employee 50 orang, tapi impact dari adanya startup SayurBox ini makin banyak petani yang bisa survive. Lebih banyak lagi petani yang bisa jual ke end customer-nya. Contohnya satu lagi, Karta yang membuat iklan di belakang motor. Sekarang ini orang kerja dari rumah sampai kantor mereka bisa mendapatkan side income,” jelas Wesley lebih lanjut.

Dampak-dampak seperti itulah yang menurut Wesley sangat berperan dalam membangun ekonomi digital di Indonesia.

Dan kini, GK-PnP pun sudah membuka kesempatan bagi startup yang ingin bergabung dan dibina pada batch ke-4. Wesley sempat menyinggung bahwa pada batch ke-4 ini pihaknya akan fokus pada 3 vertikal bisnis, yakni fintech/insurtech; internet of things/Mobility; serta Food, Agriculture, dan Sustainbility.

“Kenapa kita pilih 3 vertikal ini? Karena 3 vertikal inilah yang dibutuhkan Indonesia. Kita harus fokus di 3 vertikal ini. Jadi saya mengundang teman-teman audiens kalau memang ada yang mau membangun startup, join kita, join our ecosystem. Dan juga corporate yang looking innovation, let’s build ecosystem together,” tandas Wesley.

Adapun pendaftaran batch ke-4 GK-PnP sudah dibuka dan akan ditutup pada 6 November 2018. Untuk pendaftaran bisa dilakukan di link ini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.