Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 908

20 Perusahaan Ini Jaring Pekerja Indonesia untuk Bekerja di Jepang

0

Berempat.com – Sebanyak 20 perusahaan Jepang berpartisipasi dalam kegiatan Japan Career Expo and University Colaboration 2018 yang digelar di Balai Besar Pengembangan Latihan Kerja (BBPLK) Chevest, Bekasi, Jawa Barat.

Ke-20 perusahaan Jepang itu secara langsung membuka kesempatan kerja dan  berharap dapat menemukan tenaga kerja Indonesia yang bersedia bekerja di perusahaan Jepang untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerjanya.

Perusahaan-perusahaan Jepang tersebut bergerak di berbagai bidang, seperti infrastruktur, manufaktur, IT, industri makanan, pertanian, pengolahan air, sampah, energi, kesehatan,  properti, kosmetik, industri kreatif,  serta pendidikan dan pelatihan.

“Kesempatan kerja dari perusahaan-perusahaan ini harus dimanfaatkan secara optimal oleh para pencari kerja di  Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Bambang Satrio Lelono di Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (20/10).

Adapun nantinya para pekerja Indonesia ini akan bekerja di Jepang, bukan di Indonesia. Karena itu, menurut Bambang, ini merupakan kesempatan bagi SDM Indonesia untuk mendapatkan pekerjaan di level profesional di Negeri Sakura. Bambang pun mengklaim bahwa kerja sama ini merupakan upaya pemerintah untuk merebut posisi kerja professional di luar negeri.

Bambang meminta setiap pencari kerja yang mengikuti seleksi di Japan Career Expo memaksimalkan peluang kerja dan menjaga nama baik Indonesia. Sebab itu, Bambang berpesan kepada para pencari kerja agar mempersiapkan diri sebaik-baiknya dan dapat memenuhi harapan dari perusahaan-perusahaan yang sudah jauh-jauh datag dari Jepang.

“Berikan kesan yang baik, dan tunjukkan bahwa tenaga kerja Indonesia berkualitas dan tidak kalah dengan tenaga kerja dari negara lain, seperti Filipina, Vietnam, dan Thailand,” kata Bambang.

Bambang  juga  berharap kedepannya kerja sama bidang ketenagakerjaan yang sudah terjalin baik antara Indonesia dengan Jepang terus meningkat.

“Ke depan kita harap kerja sama penempatan tenaga kerja professional dan pemagangan sebagai salah satu upaya percepatan peningkatan kompetensi terus meningkat,” ungkap Bambang.

Hal senada juga diungkap oleh Presiden Director ASEAN Nagoya Club Mr. Takashi Ori. Ia berharap kerja sama ini bisa terus belanjut dan menguntungkan kedua belah pihak. Agenda ini juga diharapkan bisa meningkatkan kerja sama antara jepang dan Indonesia di bidang ketenagakerjaan.

“Semoga ada beberapa kerja sama ke depan yang bisa kita lakukan, saya selaku perwakilan dari Jepang sangat berterimakasih,” ujar Takashi.

Jabatan dan Peran di Perusahaan Startup yang Perlu Anda Tahu

0

Berempat.com – Saat perusahaan-perusahaan startup kenamaan seperti Facebook, Twitter, Go-Jek, Tokopedia, dan lainnya bermunculan, tentu kita mulai mendengar beberapa jabatan yang sebelumnya tidak pernah ada. Sebut saja seperti Chief Executiver Officer (CEO) yang terbilang baru ada di perusahaan startup.

Umumnya orang menganggap bahwa seorang yang menjabat CEO di perusahaan startup sudah pasti sebagai founder atau pendiri perusahaan tersebut. Barangkali untuk beberapa perusahaan hal itu berlaku layaknya Facebook, Go-Jek, atau Tokopedia. Namun, sejatinya jabatan CEO tak selalu diisi oleh para founder.

Mengetahui dan memahami jabatan serta perannya di perusahaan startup tentu sudah menjadi keharusan untuk saat ini. Sebab, bisa saja Anda akan menempati salah satu jabatan strategis tersebut. Tentunya agar kinerja maksimal Anda perlu tahu tugas pokok dari jabatan yang Anda emban tersebut.

Karena itu, pada kesempatan ini Berempat.com akan berbagi pengetahuan terkait berbagai jabatan dan peran di perusahaan startup.

Chief Executive Officer (CEO)

Jika di perusahaan konvensional kita lebih mengenal posisi Direktur Utama sebagai pengemban tanggung jawab tertinggi perusahaan, maka di perusahaan startup posisi tersebut diisi oleh CEO.

CEO adalah nahkoda bagi sebuah perusahaan. Ia yang bisa menentukan seperti apa nasib perusahaan ke depan. Adapun beberapa tugas penting yang diemban oleh seorang CEO antara lain:

  • Merancang dan mengkomunikasikan visi misi perusahaan
  • Menentukan strategi bisnis perusahaan
  • Menjalin hubungan bisnis dengan investor
  • Merekrut dan memotivasi tim work
  • Merancang dan mengatur anggaran pembiayaan

Chief Technology Officer (CTO)

Sebab kita sudah berada di era teknologi dan informasi, maka tak heran bila hampir semua startup akan memanfaatkan kemajuan teknologi dalam perkembangan bisnisnya. Karena itulah diperlukan peran seorang CTO di dalamnya.

Tugas dan peran dari seorang CTO adalah:

  • Memantau dan menyatukan pengembangan produk
  • Memilih, mengadopsi, dan mengimplementasikan teknologi yang cocok dengan produk yang dikembangkan
  • Mengelola pengembangan produk

Chief Financial Officer (CFO)

Bila di perusahaan konvensional tanggung jawab keuangan perusahaan ada pada direktur keuangan, maka di startup tanggung jawab tersebut diemban oleh CFO. Adapun tugas yang diemban seorang CFO:

  • Merancang strategi penggalangan dana
  • Ikut mengambil keputusan dalam menentukan pengembangan SDM, seperti penggajian, perekrutan, dan pemecatan karyawan, bahkan termasuk keputusan akuisisi
  • Merumuskan dokumen keuangan serta menyampaikan laporan kesehatan keuangan perusahaan

Vice President Pemasaran

Vice President atau wakil presiden pemasaran bertanggungjawab jawab dalam proses pemasaran produk yang telah diciptakan oleh perusahaan startup. Orang yang mengemban jabatan ini memiliki tanggung jawab sebagai berikut:

  • Merancang strategi penjualan bersama Chief Marketing Officer (CMO) guna menghasilkan keuntungan bagi perusahaan
  • Memahami kebutuhan konsumen dan mengembangkan nilai tambah yang menarik bagi konsumen

Chief Marketing Officer (CMO)

Melihat dari namanya, peran CMO sebetulnya tak fokus pada pemasaran produk, melainkan lebih kepada relationship perusahaan. Bisa dibilang bahwa tugas public relation (PR) diemban oleh CMO. Tanggung jawab yang diemban CMO antara lain:

  • Melakukan kampanye PR
  • Melakukan riset pasar dan menerapkan strategi pemasaran yang paling cocok
  • Memperbaiki citra perusahaan untuk mendongkrak pemasaran sekaligus menarik modal investor

Chief Operating Officer (COO)

COO memiliki tanggung jawab untuk memastikan operasional di internal perusahaan dapat berjalan baik. Namun, secara detail COO memiliki beberapa peran, diantaranya:

  • Mengatur perusahaan
  • Menjadi jembatan antara karyawan dan CEO
  • Mengatur dan mengelola bisnis inti

Inilah jabatan dan peran dari perusahaan startup yang perlu Anda tahu. Bila Anda bertanya dari mana jabatan dan peran ini ditentukan, maka bisa dikatakan bahwa pengelolaan perusahaan startup berkiblat pada Silicon Valley, Amerika Serikat yang tak lain gudangnya startup dunia.

4 Franchise Logistik yang Bisa Jadi Pilihan Berwirausaha

0

Berempat.com – Semakin besarnya pasar jual-beli online tentu berdampak pada pemerataan ekonomi di Indonesia, karena setiap orang di daerah sudah bisa memasarkan langsung produknya ke end customer yang ada di kota maupun sebaliknya. Namun, di samping itu, tingginya jual-beli online di Indonesia turut menumbuhkan bisnis logistik.

Sebab sebagaimana yang kita tahu, jasa logistik sangat dibutuhkan dalam proses jual-beli online untuk dapat mendistribusikan produk sampai ke tangan konsumen. Tak heran bila kemudian bisnis logistik ini memiliki prospek masa depan yang sangat baik.

Oleh karena itu, bagi Anda yang ingin menjajal bisnis logistik bisa memilih mengambil kemitraan atau franchise jasa logistik yang sudah ada. Berikut 5 franchise logistik yang Berempat.com rekomendasikan.

  1. JNE

PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) sudah eksis di jasa logistik sejak November 1990. JNE tumbuh begitu cepat di Indonesia seiring dengan maraknya jual-beli online. Tercatat, pada 2017 JNE sudah memiliki 6.000 agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Angka tersebut pun naik menjadi 6.800 agen sampai dengan semester pertama 2018.

Saat ini JNE sudah menjadi salah satu pemain utama pada bisnis pengiriman paket atau barang, baik regional, impor maupun ekspor.

2. JET Express

JET Express merupakan salah satu perusahaan logistik yang terbilang baru di Indonesia dan cukup menarik perhatian. Selain karena warna merah yang mencolok sebagai identitas, JET Express juga tak sungkan merogoh kantong untuk beriklan.

Saat ini, JET Express sudah memiliki total 3.500 cabang, 500 di antaranya adalah milik franchisee dan sisanya adalah cabang JET Express. Tahun ini, JET Express menargetkan memiliki 4.000 cabang dengan membuka peluang franchise sebesar-besarnya.

Sebagai informasi, dalam sehari JET Express bisa mengirim 500.000 paket di seluruh Indonesia yang didominasi di pulau Jawa.

3. SiCepat

SiCepat merupakan perusahaan ekspedisi yang sudah fokus merambah pasar e-Commerce sejak awal berdiri pada 2014 silam.

Diketahui, SiCepat telah memiliki 120 gerai di Indonesia dengan jumlah karyawan mencapai 1.800 orang. Dalam sehari, SiCepat bisa mengirim 40.000–60.000 paket.

Selain itu, SiCepat juga mempunyai data konsumen yang berjumlah 63.000 orang. 500 di antaranya termasuk kategori loyal dengan sumbangsih Rp 55 juta per bulan.

4. SAP Express

SAP Express adalah pelopor bisnis logistik berbasis android yang sudah berdiri sejak 2014. Boleh dikatakan SAP Express memiliki pertumbuhan yang cukup menjanjikan. Sampai dengan saat ini sudah ada 200 gerai yang tersebar hampir di seluruh Indonesia.

SAP Express bahkan baru saja melantai di bursa saham pada September 2018 lalu. Dengan dana segar yang didapatkan, SAP Express menargetkan petumbuhan gerai sebanyak 1.000 di tahun depan. Artinya, kesempatan besar untuk bergabung menjadi franchisee SAP Express sangat terbuka lebar.

Yang menjadikan SAP Express ini unggul karena orang-orang di baliknya yang merupakan pemain lama di bisnis jasa logistik sehingga paham betul pada perjalanan bisnis satu ini.

Alasan Go-Jek Buat Kampanye #UdahWaktunya

0

Berempat.com – Go-Jek merilis hasil survei internal yang sudah dilakukan kepada 1.000 responden di 8 kota besar di Indonesia. Hasilnya, Go-Jek mengungkapkan bahwa rata-rata masyarakat Indonesia yang menggunakan kendaraan pribadi menghabiskan waktu hingga 4 jam per hari di jalan akibat kemacetan. Lamanya waktu tersebut sejatinya bisa digunakan untuk melakukan berbagai hal produktif. Hal itulah yang mendasari GO-JEK luncurkan kampanye #UdahWaktunya.

“Data kami menunjukkan, bila masyarakat menggunakan layanan ride-hailing mereka bisa hemat waktu. Contohnya, masyarakat Surabaya bisa hemat hingga 45% waktu perjalanan dengan memanfaatkan GO-RIDE. Sedangkan, yang memanfaatkan layanan roda empat bisa melakukan kegiatan lainnya sambil menunggu macet,” ujar VP Marketing Transport GO-JEK Monita Moerdani dalam keterangan resminya, Jumat (19/10).

Menurut Monita, banyak konsumen atau pengguna kendaraan pribadi tidak memperhitungkan waktu macet dan cari parkir dalam rencana perjalanan mereka. Sebab berdasarkan survei, Go-Jek mendapati kedua aktivitas tersebut lumayan menghabiskan waktu perjalanan.

“Dengan kampanye #UdahWaktunya, kami mengajak masyarakat untuk berpindah dari kendaraan pribadi ke layanan ride-hailing dari GO-JEK, karena ini udah waktunya masyarakat tidak terhambat macet,” tambah Monita.

Monita pun menerangkan, layanan ride-hailing dari GO-JEK  memiliki beberapa keunggulan yaitu lebih fleksibel, terjangkau, dan dapat diandalkan. Dalam kampanye ini Go-Jek pun meluncurkan fitur inovatif edit destination. Fitur tersebut memudahkan pelanggan bila ingin mengganti tujuan lewat aplikasi ketika berkendara dengan GO-CAR tanpa perlu membatalkan orderan.

“Misalnya, saat konsumen di tengah perjalanan tiba-tiba perlu menuju ke arah yang berbeda dari tujuan yang telah diinput, konsumen tinggal menekan tombol edit destination dan langsung mengubah tempat akhir dari perjalanan,” tuturnya.

Selain itu, GO-JEK juga meluncurkan fitur GO-CAR L. Lewat fitur ini mobil yang disediakan lebih besar dan mampu memuat hingga 6 orang. “Namun demikian, fitur ini baru diluncurkan di Surabaya, ke depannya tidak menutup kemungkinan kota-kota lain akan bisa menikmati fitur yang serupa,” kata Monita.

Di sisi lain, supaya lebih ramah di kantong, GO-JEK juga menawarkan SOLUSI AMPUH berupa promo khusus lewat voucher baik untuk kode promo dan kartu diskon hingga 50% untuk pengguna GO-RIDE dan GO-CAR yang sudah disebarkan di beberapa media komunikasi di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

Sementara itu, VP Corporate Affairs GO-JEK Michael Say mengatakan GO-JEK dalam setiap pengembangan produk dan layanan selalu berusaha memecahkan tantangan yang dihadapi oleh masyarakat, termasuk tantangan terkait produktivitas.

“Semua layanan GO-JEK bertujuan supaya hidup konsumen kami semakin mudah. Mau bepergian tinggal pilih tanpa repot GO-RIDE atau GO-CAR, ingin pesan makan ada GO-FOOD, mau pijat ada GO-MASSAGE,” kata Michael.

“Udah waktunya juga konsumen lebih produktif dan bebas stres. Tidak perlu takut pesan GO-CAR dan GO-RIDE karena kami memberikan pelatihan safety driving untuk para mitra. Sehingga mereka mampu memberikan keamanan dan kenyamanan bagi konsumen saat sedang berkendara di jalan,” tutup Michael.

HAMA Asia Pasifik Prediksi Gold Rush Akan Berpengaruh ke Industri Perhotelan

0

Berempat.com – Hospitality Asset Managers Association (HAMA) Asia Pasifik Memprediksi Investasi Properti investasi “gold rush” di kawasan Asia Pasifik akan memengaruhi para pemilik hotel untuk memosisikan ulang dan menginvestasikan kembali properti yang berkinerja buruk. HAMA secara global termasuk anggota yang bertanggung jawab untuk sekitar 6.700 hotel dengan 1,4 juta kamar di dunia.

Pada Pertemuan Global Leader HAMA tahun 2018 yang berlangsung di Hong Kong pada tanggal 17 Oktober, para delegasi mendengar bahwa gelombang investasi potensial ini didorong oleh serangkaian tantangan yang kini dihadapi banyak pemilik hotel di Asia Pasifik.

Tantangan yang paling utama adalah tingkat melonjaknya persediaan kamar hotel yang sekarang disuntikkan ke wilayah tersebut. STR baru-baru ini mengungkapkan bahwa sekarang ada lebih dari 370.000 kamar baru yang sedang dibangun di Asia Pasifik, dan lebih dari 350.000 dalam tahap perencanaan. Fenomena ini pun memberi dampak besar pada hotel-hotel yang ada untuk mempertahankan tingkat hunian dan hunian. Selain itu, perkembangan yang kurang dipahami, lokasi yang menantang dan tren pasar yang berubah menyebabkan ratusan hotel di Asia berkinerja buruk.

Tetapi dari ancaman ini HAMA melihat adanya peluang yang meningkat. Menurut HAMA, pemilik hotel dapat berhasil jika mereka mengambil tindakan yang menentukan, seperti menginvestasikan kembali dalam proyek mereka sendiri, memposisikan ulang untuk pasar yang berubah, atau bahkan mengubah aset mereka ke penggunaan lain.

Selain itu pun akan ada peluang untuk membeli dan mengubah posisi hotel yang berkinerja buruk. Jika digabungkan, faktor-faktor ini dapat menyebabkan doronga potensial dari reinvestasi regional.

Mengingat tren ini, tidak mengherankan bahwa semakin banyak pemilik hotel di Asia Pasifik yang beralih dari manajer aset profesional ke pelayanan, atau membawa para ahli in-house. Direktur Pelaksana Pariwisata Solusi Internasional (TSI) dan Presiden HAMA Asia Pasifik Eric Levy mengungkapkan peningkatan tajam dalam portofolio anggota regional HAMA.

“Organisasi kami di Asia telah berkembang dari tidak kurang dari satu dekade yang lalu untuk menjadi pemain yang kuat di dalam industri secara regional. Properti di bawah bimbingan anggota HAMA telah berkembang secara regional sekitar 100 persen dalam total kamar selama tiga tahun terakhir,” ujar Levy.

Principal at Perceptions Hospitality dan anggota dewan HAMA Asia Pasifik Douglas Louden menambahkan, evolusi manajemen aset di pasar saat ini mirip dengan apa yang terjadi pada akhir 1980-an, ketika pemilik menjadi sadar akan nilai konsultan pengembangan perhotelan dan mulai untuk menggunakan layanan mereka.

“Pemilik dan pemberi pinjaman yang penting dengan cepat memahami nilai dari manajer aset yang berdedikasi, dan [semakin] mengadopsi atau menuntut mereka,” tutur Louden.

HAMA kini memiliki lebih dari 140 anggota di Asia Pasifik, termasuk manajer aset pihak ketiga dan tim manajemen aset di hotel pemilik hotel. Keanggotaan dibagi sekitar 50/50 di antara kategori-kategori yang berbeda ini.

Revolusi Industri 4.0 Juga Tuntut Generasi Z Persiapkan Diri di Dunia Kerja

0

Berempat.com – Dalam menyikapi revolusi industri 4.0, seluruh pemangku kepentingan tidak boleh hanya fokus pada pengembangan kompetensi SDM saja. Lebih dari itu, Generasi-Z (Gen-Z) harus diperkuat pada aspek soft skill-nya.

“Selain kemampuan teknis, hal lain yang tak kalah pentingnya diberikan kepada para tenaga kerja adalah bekal soft skill atau transversal skill,” ujar Direktur Bina Kelembagaan Pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan Dudung Heryadi dalam keterangan resminya, Jumat (19/10).

Gen-Z adalah generasi yang lahir dari tahun 1995 hingga sekarang. Gen-Z menjadi topik pembicaraan dunia karena generasi ini akan mendominasi populasi manusia di masa depan. Generasi inilah yang akan berjibaku dengan dinamika era revolusi industri 4.0.

Bloomberg of United Nation memberi label Gen-Z sebagai generasi realis, inovatif, dan mandiri. Oleh karenanya, penguatan soft skill menjadi penting bagi Gen-Z sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan zaman.

Hanya saja, penanaman soft skill yang mencakup karakter inti manusia seperti kreativitas, imaginasi, intuisi, emosi, dan etik membutuhkan waktu yang tidak singkat.

“Oleh karena itu, sinergi lembaga pelatihan, BLK dengan dunia pendidikan menjadi sangat penting dalam memastikan internalisasi soft skill,” ujarnya.

Menurut Dudung, soft skill sangat penting untuk ditenkankan bagi Gen-Z. Karena, dalam laporan World Economic Forum, 80% skill yang diperlukan tenaga kerja untuk bisa bersaing dalam era revolusi industri 4.0 adalah penguasaan soft skill. Selebihnya, technical skill hanya berada dalam skala 12%.

Secara lebih rinci, 3 di antara 10 skill yang diperlukan saat ini adalah complex problem solving, critical thinking, dan creativity. Selain soft skill, penanaman jiwa kewirausahaan dan penguasaan teknologi digital juga menjadi bagian penting dalam upaya mencetak tenaga kerja yang siap berkompetesi.

Dalam kesempatan ini, Dudung juga menyebut beberapa langkah pemerintah untuk menghadapi tantangan perubahan era revolusi industry 4.0. Di antaranya, kebijakan link and match untuk memastikan kompetensi SDM sesuai dengan kebutuhan pasar kerja dengan industri yang berbasis teknologi digital.

“Dengan demikian, konsep pendidikan dan pelatihan kerja mengacu kepada kebutuhan dunia industri,” kata Dudung.

Selain itu, pemerintah juga mengambil kebijakan masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi. Strategi ini dibingkai dalam kebijakan Triple Skilling, yaitu skilling; up-skilling; dan re-skilling.

“Ketiga kebijakan ini menjadi penting untuk memastikan terpenuhinya kebutuhan tenaga kerja terampil sekarang dan di masa yang akan datang,” paparnya.

Kasus Suap Meikarta Bikin Harga Saham Lippo Anjlok

0

Berempat.com – Kasus suap Meikarta yang melibatkan pejabat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat berdampak pada anjloknya harga saham beberapa perusahaan di bawah Lippo Group. Mengutip dari CNBC Indonesia, Jumat (19/10), PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA) anjlok 2,82% atau menjadi Rp 172 per saham.

Kemudian penurunan saham juga terjadi pada Matahari Departement Store Tbk. (LPPF) sebesar 0,41% atau menjadi Rp 6.125 per saham. Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) sahamnya pun anjlok 3,47% menjadi Rp 278 per saham.

Lalu untuk saham PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK) turun 1,13% atau menjadi Rp 1.315 per saham.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kabupaten Bekasi terkait kasus suap proyek Meikarta. Ada 10 orang yang diamankan dalam OTT KPK tersebut.

Adapun pihak yang ditangkap KPK meliputi Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Najor, Dewi Tisnawati (Kepala Dinas DPMPTSP Kabupaten Bekasi), dan Neneng Rahmi (Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi).

Sementara dari pihak Lippo, KPK juga menangkap Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro. Billy ditangkap setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap proyek Meikarta.

Total suap dari proyek Meikarta diperkirakan mencapai Rp 13 miliar, namun para pejabat Bekasi diduga baru menerima suap sebesar Rp 7 miliar.

Paramount Land Luncurkan 94 Unit Tahap Pertama Proyek Grand Amarillo

0

Berempat.com – Paramount Land kembali memperkenalkan proyek terbarunya yang terletak di kawasan Gading Serpong, yakni Grand Amarillo. Berlokasi di antara Gading Serpong dan Tol JORR II melalui BSD City, Grand Amarillo menawarkan konsep hunian berdesain klasik dan modern.

Pada tahap pertama ini Paramount Land akan meluncurkan 94 unit rumah dengan harga Rp 1,2 miliar (sudah termasuk PPN). Yang spesial, untuk uang muka Kredit Pembelian Rumah (KPR) konsumen cukup membayar Rp 66 juta dan bisa langsung akad.

Managing Director Paramount Land Andreas Nawawi mengungkapkan, secara geografis letak Kota Gading Serpong berada di tengah-tengah kawasan terpadu yang saling terkoneksi karena terdapat Alam Sutera di bagian Timur, BSD City di bagian selatan, dan Lippo Karawaci di bagian barat.

“Untuk menangkap kebutuhan masyarakat akan hunian yang nyaman dengan akses yang strategis, kami melakukan peluncuran produk terbaru Grand Amarillo yang sebelumnya telah memulai penjualan early bird pada bulan lalu dan mendapat respons yang baik dari konsumen,” ujar Andreas dalam keterangan resminya, Jumat (19/10).

Grand Amarillo juga dikelilingi fasilitas kota yang lengkap, seperti rumah sakit, hotel, mal, universitas, dan lapangan golf (Gading Raya Padang Golf dan Klub) bertaraf internasional, serta berada tepat di jantung Kota Gading Serpong.

Selain itu, saat ini tengah dilakukan pembangunan infrastruktur jalan baru yang akan membuka akses dari Grand Amarillo ke Jalan Boulevard Raya Gading Serpong dan BSD, sekaligus menghubungkan Grand Amarillo dengan klaster-klaster Paramount Land lain. Pembangunan tersebut direncanakan selesai  pada akhir Desember 2018.

Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho menjelaskan, pertumbuhan infrastruktur dan akses yang semakin baik di Gading Serpong berdampak pada tingginya permintaan properti. Koneksi antarkawasan yang semakin terbuka pun turut mendorong perekonomian Kota Gading Serpong dan kawasan-kawasan lain di sekitarnya untuk tumbuh lebih cepat.

“Grand Amarillo yang kami luncurkan adalah pilihan tepat dan investasi terbaik bagi konsumen. Potensi peningkatan investasi properti di Gading Serpong masih sangat besar, ditambah dengan akses langsung jalan tol dan sarana transportasi umum (stasiun kereta dan terminal) di Tangerang, yang menjamin perkembangan kawasan di masa depan,” pungkas Ervan.

Tahap Terakhir The Riviera at Puri Meluncur, Ini Hunian yang Ditawarkan

0

Berempat.com – Pembangunan proyek The Riviera at Puri tahap ketiga telah resmi meluncur. Tahap ketiga ini merupakan tahap terakhir dari pengembangan proyek kolaborasi antara PT Mteropolitan Tbk. dan Keppel Land Limited (Keppel Land).

Poyek tahap pertama sudah meluncur dengan 164 unit rumah tahun lalu dan terjual habis hanya dalam tempo satu hari. Kemudian tahap kedua diluncurkan pada Maret 2018 dengan 151 unit, dan terakhir adalah tahap ketiga dengan 145 unit yang 10 di antaranya adalah unit premium tipe D.

Unit premium memang selalu dihadirkan The Riviera pada setiap tahap pembangunan dengan 3 tipe, yakni A, B, dan C. Dan kali ini tipe yang ditawarkan ialah tipe D yang berkonsep couple house atau semi-detached yang dibuat satu unit rumah berpasangnan dangan satu unit lainnya. Istimewanya, tipe D ini berada dalam mini cluster dengan gerbang tersendiri.

“Boleh dikatakan tipe D ini adalah sebuah cluster di dalam cluster, cluster premium di dalam cluster premium. Jadi setelah masuk gerbang The Riviera agar bisa masuk ke tipe D harus melewati gerbang dan sekuriti lagi,” papar Director PT Metropolitan Land Tbk. Olivia Surodjo saat peluncuran tahap ketiga The Riviera, Kamis (18/10).

Karena dibuat lebih eksklusif, harga yang ditawarkan untuk tipe D pun cenderung lebih tinggi dibanding tipe lainnya, yakni sekitar Rp 10 miliar. Tentunya dengan harga yang lebih maka mulai dari kenyamanan dan keamanan akan lebih baik lagi didapatkan oleh penghuninya.

The Riviera sendiri menghadirkan panic button yang terhubung ke pihak keamanan perumahan di setiap hunian. Juga melengkapi setiap rumah dengan IP camera yang membuat penghuni bisa memantau kondisi rumah dari mana dan kapan pun.

Head of Residential Keppel Land Indonesia Supardi Ang mengaku puas pada penjualan The Riviera tahap pertama dan kedua. Supardi pun yakin penjualan di tahap ketiga pun akan menuai hasil positif seperti sebelumnya.

“Kami yakin  penjualan tahap akhir The Riviera akan memberikan hasil positif. Tidak hanya untuk  para konsumen yang mencari tempat tinggal berkualitas dengan standar tinggi dari Keppel dan Metland, maupun para investor yang mencari return bisnis yang baik,” ungkap Supardi.

Menurut Supardi, Sejak peluncuran tahap pertama, saat ini nilai investasi di The Riviera sudah naik 50%.

Di samping itu, konsumen di The Riviera sampai saat ini didominasi oleh end user. Komposisi pembelian untuk dihuni mencapai 70%, sisanya adalah pembeli investor. Artinya, dari komposisi tersebut The Riviera yakin bahwa daya beli masyarakat yang membutuhkan rumah sudah mulai membaik.

Berlokasi di kawasan Metland Puri, Tangerang, The Riviera adalah hunian eksklusif berkonsep resort dengan fasilitas lengkap yang dibatasi oleh aliran sungai. Proyek ini berdiri di area seluas 12 hektar, dan memiliki lokasi strategis karena dekat dengan gerbang tol Karang Tengah yang memiliki akses menuju jalan tol Jakarta-Merak, sehingga mempermudah akses ke pusat kota Jakarta serta kawasan bisnis Puri Indah.

Selain itu, The Riviera juga dekat dengan IKEA Alam Sutera, Mall Alam Sutera, Puri Indah Mall dan Lippo Mall Puri. Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta juga bisa ditempuh dengan hanya dalam 30 menit.

Konsulife, Startup Konseling Online Ini Hadir untuk Korporasi

0

Berempat.com – Ketika ditanya seberapa penting memerhatikan tingkat stres karyawan bagi sebuah perusahaan, maka Konsulife akan menjawab sangat penting. Pasalnya, ada potensi loss yang besar dan tak disadari oleh perusahaan terhadap tingkat stres karyawan.

Business Development Manager Konsulife, Sulaiman mengatakan bahwa tingkat stres karyawan yang tak bisa dikelola dengan baik oleh perusahaan akan berdampak pada HR crisis.

“Karena stres seorang karyawan kan bisa ‘menular’ ke teman-teman yang lain karena cerita, karena mungkin, istilahnya mengeluh ke temennya tentang resignation, kemudian temannya jadi berpikir apa aku perlu resign juga ya,” terang Sulaiman kepada Berempat.com saat ditemui di Expo Day 3.0 GK-Plug and Play Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kaitannya kami membantu HR untuk karyawan bisa me-manage dan mengatasi stres mereka. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan oleh perusahaan,” sambung Sulaiman.

Pria berkacamata ini pun mengungkapkan, berdasarkan data yang didapat oleh Konsulife sebanyak 69% karyawan yang datang ke dokter sebenarnya bukan karena benar-benar ‘sakit’ dalam hal tubuh, tapi lebih ke persoalan psikis.

Bahkan, Sulaiman menyebut bahwa di salah satu perusahaan konstruksi besar Indonesia yang menjadi klien Konsulife, ditemukan bahwa karyawan mereka membutuhkan konsultasi ke profesional. Pasalnya, besarnya tekanan kerja dan kerap jauh dari keluarga menjadi salah satu pemicu stres karyawan yang pelu ditangani secara benar.

Persoalannya, tak semua masalah yang mendera karyawan bisa tersentuh dengan baik oleh bagian HR perusahaan itu sendiri. Hal inilah yang kemudian mendorong Konsulife untuk hadir sebagai solusi bagi perusahaan.

Sulaiman melanjutkan, potensi loss perusahaan akan sangat besar bila tingkat karyawan sudah tak bisa dikendalikan. Kerugian pertama tentu datang dari menurunnya produktivitas karyawan.

“Orang itu jadi malas, lebih banyak down time-nya di perusahaan. Misalkan, buka Facebook-nya lebih lama, buka internetnya lebih lama daripada bekerjanya. Kalo bosnya dateng baru (bekerja),” paparnya.

Potensi kerugian yang tak begitu diperhatikan oleh perusahaan adalah seringnya cuti sakit ‘palsu’ yang dibuat oleh karyawan. Tentu itu menjadi cost yang harus dibayar oleh perusahaan.

Sementara kerugian jangka panjang yang digambarkan Sulaiman ialah saat perusahaan harus berkali-kali mencari orang baru. Dalam prosesnya, tentu perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk training, dan penyesuaian diri karyawan pada perusahaan. Itu pun bila cocok, sebab andai tak cocok maka belum sampai enam bulan karyawan akan keluar lagi.

“Jadi resikonya itu terlalu besar. Dan projection dari loss itu bisa sampai ratusan juta sampai miliaran setiap tahunnya. Dan itu tidak dirasakan karena kejadiannya memang seperti itu, jadi seolah-olah itu baik-baik saja,” klaim Sulaiman.

Sebab itu, Konsulife menilai bahwa mengelola tingkat stres karyawan bagi perusahaan sangatlah penting. Di samping itu, Konsulife tak hanya menawarkan jasa konseling yang bisa dilakukan secara online (e-counseling), tapi juga dalam hal men-developed lebih dalam karyawan.

“Kami juga ada report untuk misalkan intervention solution-nya. Misalkan, oh ternyata sudah happy semua, (lalu) bagaimana men-developed lebih jauh lagi, butuh training macam apa, kita bisa provide semua,” tambah Sulaiman.

Sebab itu, kendati baru berusia satu tahun, namun Konsulife sudah mendapatkan klien dari perusahaan di berbagai industri. Meski enggan menyebut jumlah, namun Sulaiman menyebut bahwa Konsulife sudah masuk ke industri konstruksi, perhotelan, energi, bahkan sekolah. Untung jangkauan wilayah, Konsulife sudah merambah Jakarta dan Yogyakarta.

Sulaiman pun mengungkapkan bahwa setiap perusahaan memiliki pola pendekatan yang berbeda. Pasalnya, permasalahan yang muncul di setiap perusahaan pun berbeda-beda. Karena itu, setiap memulai kerja sama dengan klien maka Konsulife akan membukanya dengan pertemuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan.

“Apakah untuk me-manage stres karyawannya, ataukan men-developed karyawannya, ataukah yang mana, setelah itu baru nanti kami tawarkan layanan yang tepat untuk perusahaan seperti apa,” jelasnya.

“Kalo untuk kerja sama, bisa langsung hubungi kami di halo@konsulife. Lalu kita bisa ngobrol,” tambah Sulaiman.