Konsulife, Startup Konseling Online Ini Hadir untuk Korporasi

0
518
Konsulife saat tampil di GK-Plug and Play Indonesia Expo Day 3.0 di Soehanna Hall, Jakarta, Selasa (16/10). (Berempat.com/Shandy)

Berempat.com – Ketika ditanya seberapa penting memerhatikan tingkat stres karyawan bagi sebuah perusahaan, maka Konsulife akan menjawab sangat penting. Pasalnya, ada potensi loss yang besar dan tak disadari oleh perusahaan terhadap tingkat stres karyawan.

Business Development Manager Konsulife, Sulaiman mengatakan bahwa tingkat stres karyawan yang tak bisa dikelola dengan baik oleh perusahaan akan berdampak pada HR crisis.

“Karena stres seorang karyawan kan bisa ‘menular’ ke teman-teman yang lain karena cerita, karena mungkin, istilahnya mengeluh ke temennya tentang resignation, kemudian temannya jadi berpikir apa aku perlu resign juga ya,” terang Sulaiman kepada Berempat.com saat ditemui di Expo Day 3.0 GK-Plug and Play Indonesia di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Kaitannya kami membantu HR untuk karyawan bisa me-manage dan mengatasi stres mereka. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan oleh perusahaan,” sambung Sulaiman.

Pria berkacamata ini pun mengungkapkan, berdasarkan data yang didapat oleh Konsulife sebanyak 69% karyawan yang datang ke dokter sebenarnya bukan karena benar-benar ‘sakit’ dalam hal tubuh, tapi lebih ke persoalan psikis.

Bahkan, Sulaiman menyebut bahwa di salah satu perusahaan konstruksi besar Indonesia yang menjadi klien Konsulife, ditemukan bahwa karyawan mereka membutuhkan konsultasi ke profesional. Pasalnya, besarnya tekanan kerja dan kerap jauh dari keluarga menjadi salah satu pemicu stres karyawan yang pelu ditangani secara benar.

Persoalannya, tak semua masalah yang mendera karyawan bisa tersentuh dengan baik oleh bagian HR perusahaan itu sendiri. Hal inilah yang kemudian mendorong Konsulife untuk hadir sebagai solusi bagi perusahaan.

Sulaiman melanjutkan, potensi loss perusahaan akan sangat besar bila tingkat karyawan sudah tak bisa dikendalikan. Kerugian pertama tentu datang dari menurunnya produktivitas karyawan.

“Orang itu jadi malas, lebih banyak down time-nya di perusahaan. Misalkan, buka Facebook-nya lebih lama, buka internetnya lebih lama daripada bekerjanya. Kalo bosnya dateng baru (bekerja),” paparnya.

Potensi kerugian yang tak begitu diperhatikan oleh perusahaan adalah seringnya cuti sakit ‘palsu’ yang dibuat oleh karyawan. Tentu itu menjadi cost yang harus dibayar oleh perusahaan.

Sementara kerugian jangka panjang yang digambarkan Sulaiman ialah saat perusahaan harus berkali-kali mencari orang baru. Dalam prosesnya, tentu perusahaan akan mengeluarkan biaya untuk training, dan penyesuaian diri karyawan pada perusahaan. Itu pun bila cocok, sebab andai tak cocok maka belum sampai enam bulan karyawan akan keluar lagi.

“Jadi resikonya itu terlalu besar. Dan projection dari loss itu bisa sampai ratusan juta sampai miliaran setiap tahunnya. Dan itu tidak dirasakan karena kejadiannya memang seperti itu, jadi seolah-olah itu baik-baik saja,” klaim Sulaiman.

Sebab itu, Konsulife menilai bahwa mengelola tingkat stres karyawan bagi perusahaan sangatlah penting. Di samping itu, Konsulife tak hanya menawarkan jasa konseling yang bisa dilakukan secara online (e-counseling), tapi juga dalam hal men-developed lebih dalam karyawan.

“Kami juga ada report untuk misalkan intervention solution-nya. Misalkan, oh ternyata sudah happy semua, (lalu) bagaimana men-developed lebih jauh lagi, butuh training macam apa, kita bisa provide semua,” tambah Sulaiman.

Sebab itu, kendati baru berusia satu tahun, namun Konsulife sudah mendapatkan klien dari perusahaan di berbagai industri. Meski enggan menyebut jumlah, namun Sulaiman menyebut bahwa Konsulife sudah masuk ke industri konstruksi, perhotelan, energi, bahkan sekolah. Untung jangkauan wilayah, Konsulife sudah merambah Jakarta dan Yogyakarta.

Sulaiman pun mengungkapkan bahwa setiap perusahaan memiliki pola pendekatan yang berbeda. Pasalnya, permasalahan yang muncul di setiap perusahaan pun berbeda-beda. Karena itu, setiap memulai kerja sama dengan klien maka Konsulife akan membukanya dengan pertemuan untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh perusahaan.

“Apakah untuk me-manage stres karyawannya, ataukan men-developed karyawannya, ataukah yang mana, setelah itu baru nanti kami tawarkan layanan yang tepat untuk perusahaan seperti apa,” jelasnya.

“Kalo untuk kerja sama, bisa langsung hubungi kami di halo@konsulife. Lalu kita bisa ngobrol,” tambah Sulaiman.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.