Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 907

SilverPush Raih The Best Cross Platform Campaign di APAC 2018

0

Berempat.com – SilverPush, platform teknologi pemasaran lintas-layar yang didukung oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) didaulat sebagai peraih The Best Cross Platform Campaign di ajang penghargaan The Drum Digital Trading Awards APAC 2018. Anugerah tersebut diberikan berdasarkan kampanye yang dijalankan SilverPush bersama Clear di Filipina.

Selain SilverPush, penghargaan serupa juag diberikan kepada Mindshare. Kedua startup ini pun masuk sebagai finalis teratas dalam kategori Best Mobile Campaign.

CRO SilverPush Kartik Mehta mengungkap kegembiraannya atas penghargaan tersebut. “Penghargaan ini meyakinkan kami bahwa produk yang kami bangun mampu memberikan nilai nyata bagi pengiklan untuk mengukur dan memaksimalkan jangkauan TV mereka melalui platform pemasaran layar-silang yang didukung oleh algoritma yang dipatenkan dan AI,” tuturnya pada rilis yang diterima Berempat.com, Selasa (23/10).

Di tengah persaingan yang ketat, SilverPush bersama dengan strategi media utama dari Mindshare muncul dengan pendekatan unik untuk periklanan lintas platform. Managing Director – Team Unilever, Mindshare Philippines, Abhishek Gupta mengungkapkan, lebih dari 60% konsumen memerhatikan lebih dari satu layar (multi-layar) saat menonton televisi.

“Clear bermitra dengan teknologi sinkronisasi layar silang SilverPush untuk mendeteksi iklan di TV & memicu di media sosial pada saat yang bersamaan. Solusi ini membuat kampanye dapat ditindaklanjuti dari offline menjadi online, mengarahkan konsumen ke konversi e-Commerce, ”ujar Abhishek.

Clear menemukan bahwa 35% dari target konsumen laki-laki muda mereka mengonsumsi konten olahraga dengan menggunakan internet. Selanjutnya, selama Piala Dunia FIFA 2018 dan musim PBA 2018, bekerja dengan Mindshare, SilverPush membantu Clear untuk memperluas jangkauan mereka dari TV ke ponsel dengan mengidentifikasi momen-momen kontekstual yang relevan dari siaran TV, yang dapat digunakan sebagai pemicu untuk menyampaikan komunikasi lintas tinggi, menjangkau platform online.

Teknologi inovatif SilverPush dan pemahaman yang mendalam tentang kebiasaan konsumen mampu menangkap segmen yang berkembang dan meningkatkan keterlibatan postingan Clear dari 0,4% menjadi 14,1%. Permintaan ini diterjemahkan ke peningkatan tajam dalam transaksi produknya di situs web e-commerce Lazada.

Ke depan, SilverPush bersiap untuk ekspansi ke Amerika Serikat serta pasar negara berkembang di Asia Selatan, Afrika, dan Timur Tengah. Mereka juga bertujuan untuk lebih mengembangkan solusi real-time mereka yang unik dalam format kontekstual di luar TV untuk pasar Asia Tenggara sebagai upaya memberikan pengalaman digital tanpa batas untuk merek yang besar dan berkembang, serta pelanggan mereka.

Johnson & Johnson Terpilih sebagai Tempat Kerja Terbaik 2018

0

Berempat.com – Sebuah situs perekrutan pekerja terpercaya di dunia, Glassdoor, tahun ini mendaulat Johnson & Johnson (J&J) sebagai Tempat Kerja Terbaik dalam ajang Glassdoor’s 2018 List of Best Places to Work. 88% penilai merekomendasikan perusahaan ini kepada teman mereka dengan beragam manfaat, yaitu etos hidup dan bekerja yang seimbang.

Head of HR & Business Development/Strategy Indriyati Sumarsono mengungkapkan bahwa J&J adalah perusahaan pilihan para pekerja, di mana para calon pekerja sangat antusias bergabung dan bekerja di J7J.

“Selain itu, para pekerja senior kami masih memiliki semangat dan antusias yang tinggi, sehingga mereka sangat loyal selama bekerja di Johnson & Johnson,” tuturnya dalam keterangan resmi, Senin (22/10).

J&J sendiri menerapkan banyak kebijakan yang sangat memerhatikan para pekerjanya, seperti Kebijakan Cuti Orangtua Global (Global Parental Leave Policy) agar orangtua memperoleh waktu bonding yang lebih lama dan berkualitas. Misalnya pemberian cuti bagi ibu yang baru melahirkan sebanyak 3,5 bulan dan cuti selama 2 bulan bagi bapak yang isterinya memiliki bayi, di mana mereka tetap mendapatkan gaji penuh sepanjang periode cuti tersebut.

“Mengedepankan integrasi antara kehidupan di rumah dan pekerjaan sangatlah penting bagi kami dan masa depan perusahaan. Berbagai manfaat yang kami berikan membuat pekerja generasi milenial dan generasi Z menjadi lebih tertarik, mengingat merekalah yang akan menjadi sumber daya masa depan perusahaan,” terang Indriyati.

Pemberian cuti pun tak hanya diberikan bagi yang baru melahirkan, tapi juga berlaku bagi yang baru mengadopsi anak.

Selain itu, dalam mendukung etos hidup dan bekerja yang seimbang, J&J menetapkan jam bekerja yang fleksibel, di mana para karyawan diberikan kebebasan untuk mengatur waktu bekerja, terutama di saat jam padat lalu lintas di Jakarta dan sekitarnya.

Selain mengedepankan etos hidup dan bekerja yang seimbang, dan sebagai perusahaan yang bergerak di bidang kesehatan, J&J memiliki komitmen untuk meningkatkan kualitas kesehatan, baik bagi masyarakat Indonesia maupun karyawan J&J sendiri. Hal ini diperlihatkan melalui perluasan layanan kesehatan dan terciptanya berbagai program wellness di seluruh dunia.

Country Leader of Communications & Public Affairs Devy Yheanne menuturkan, sebanyak 90% karyawan J&J di seluruh dunia telah memiliki akses terhadap program yang mendukung gaya hidup sehat.

“Kami yakin konsistensi dalam menjalankan program ini akan mendorong perubahan perilaku karyawan menjadi pribadi yang lebih sehat dan bahagia,” ujarnya.

Beberapa program kesehatan tersebut antara lain, promosi kesehatan dan wellness, perangkat kesehatan digital, penilaian kesehatan, kebijakan tempat bekerja bebas rokok, kebijakan lingkungan kerja HIV/AIDS, menyediakan fasilitas seperti pusat kebugaran, rehat dari posisi duduk dalam pekerjaan sehari-hari, dan sebagainya.

Sementara itu, program kesehatan yang ditujukan untuk karyawan J&J di Indonesia mengaplikasikan program Health Force 2020 sejak 2017 untuk menciptakan tempat kerja paling sehat.

Sepanjang 2017-18 Dubes RI Selesaikan 405 Kasus Ketenagakerjaan di Yordania

0

Berempat.com – Duta Besar RI di Yordania Andy Rachmianto mengungkapkan, sejak dirinya menjabat Dubes di Amman, pada 2017 hingga saat ini telah menyelesaikan berbagai kasus ketenagakerjaan. Sebanyak 405 kasus pekerja migran berhasil diselesaikan dan dipulangkan dengan total hak-hak pekerja migran sebanyak Rp 6,6 miliar dari majikannya di Amman.

“Selama 18 bulan terakhir, kami telah mengumpulkan hak-hak pekerja migran dari majikannya senilai Rp 6,6 miliar. Termasuk kasus yang heboh pekerja Dastin, berhasil kami pulangkan ke Indonesia setelah hilang 15 tahun,” ungkap Andy saat menemui Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri di Jakarta, Senin (22/10).

Andy menambahkan, mayoritas kasus yang dihadapinya adalah masalah gaji tak dibayar dan denda izin tinggal yang harusnya menjadi kewajiban  majikan tapi tak dibayar.

“Dua hal itu yang selama ini kita perjuangkan bagi 405 pekeja migran. Total jumlah pekerja migran di Yordania sebanyak 2.800 orang dan mayoritas bekerja di sektor informal,” katanya.

Untuk itu, demi meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran Indonesia, Pemerintah RI melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) akan memperkuat kerja sama dengan pemerintah Yordania.

Salah satu langkah yang tengah ditempuh kedua negara adalah penyusunan nota kesepahaman terkait perlindungan tenaga kerja Indonesia yang bekerja di sektor formal.

Hanif menyambut positif upaya perlindungan dan penempatan pekerja migran sektor formal di Yordania yang mesti dilandasi dengan nota kesepahaman. Melalui perjanjian tersebut Hanif yakin dapat memberikan perlindungan pekerja migran di Yordania, khususnya perlindungan jaminan sosial.

“Indonesia mempunyai regulasi baru terkait pekerja migran yang menyebutkan bahwa penempatan pekerja migran Indonesia di suatu negara harus didasari MoU,” kata Hanif.

Hanif juga memberikan apresiasi pemerintah Yordania yang fokus memberikan perlindungan terhadap pekerja migran  atas relasi ketengakerjaan dengan pekerja migran yang relatif kondusif.

“Nota kesepahaman pekerja formal ini diperlukan agar komitmen diantara kedua negara dalam perlindungan dan penempatan pekerja migran formal dapat dilakukan,”  katanya.

Langkah berikutnya, kata Hanif, jajaran Kemenaker akan terus berkordinasi dengan Atnaker, BNP2TKI dan Kemlu membahas draft-draft dalam nota kesepahaman yang akan ditawarkan ke pemerintah Yordania dan menunggu balasan dari pemerintah Yordania.

Dubes Andy menambahkan, upaya kerja sama yang akan dibuat dengan pemerintah Yordania yakni kesepakatan perlindungan untuk pekerja migran formal di sektor pariwisata, pertambangan, dan garmen.

Mertani Tawarkan Solusi IT untuk Efisiensi Industri Agrobisnis

0

Berempat.com – Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam berlimpah. Sebab sebagaimana yang kita tahu, industri agrobisnis bisa tumbuh subur di negeri ini, seperti kelapa sawit, kopi, teh, dan banyak lagi. Namun, rupanya ada sejumlah tantangan yang harus dihadapi oleh industri agorbisnis di Indonesia, salah satunya ialah efisiensi dalam pembudidayaan.

Mertani, adalah startup Indonesia berbasis information technology (IT) yang hadir untuk memenuhi efisiensi yang diperlukan oleh industri agorbisnis. Divisi Eksternal Mertani, Ashid Hujjatul Islami mengungkapkan, Mertani hadir sebagai solusi untuk perusahaan agrobisnis dalam mengetahui kondisi lahan.

“Jadi kita di sini menyediakan alat berupa hardware sekaligus software-nya berupa aplikasi di hape. Jadi kita di sini fokus bagaimana cara meng-collecting data. Kita punya alat di sini ada sensornya. Sensornya ada banyak: ada suhu, kelembapan, ada pH dan sebagainya. Nah, ini data-data kita tangkap dari sensor ini, kita langsung sambungkan ke smartphone secara real time. Jadi waktu itu juga kita bisa tahu kondisi lingkungan seperti apa. Setelah tahu kondisi kelembapan kita bisa memberikan perlakuan yang tepat,” terang Ashad kepada Berempat.com di Jakarta beberapa waktu lalu.

Solusi yang coba dihadirkan Mertani sendiri muncul dari pengalaman sang co-Founder, Yustafat Fawzi yang pernah bekerja di sebuah perusahaan kelapa sawit sebagai analyze. Dulu, Yustafat kerap menemukan bahwa perusahaan kelapa sawit tempatnya bekerja masih menggunakan cara lama untuk menentukan waktu dan jumlah pemberian pupuk pada sebuah pohon sawit. Sehingga perusahaan pun hanya mengandalkan jadwal rutin dalam pemberian pupuk dengan jumlah yang juga selalu sama.

“Padahal setelah dicek di lapangan ini (pupuk) berlebih. Maksudnya tidak efisien. Ada yang kurang ada yang lebih, jadi tidak efisien. Padahal di kelapa sawit ini kan (lahan) skalanya besar,” kisah Ashad.

Menurut Ashad, pengeluaran terbesar perusahaan kelapa sawit umumnya ada pada biaya pupuk. “60 persen biaya usaha sawit itu (habis) dari pupuk,” terangnya. Sebab itu, sambung Ashad, dengan bisa menekan 10% dari biaya pengeluaran pupuk biasanya, tentu perusahaan akan lebih efisien. Biaya yang ditekan pun bisa digunakan untuk membiayai tenaga kerja.

“Di situ perannya. Efisiensi itu sebegitu pentingnya,” tegas Ashad.

Ashad pun menjelaskan, berlebihan dalam pemberian pupuk juga bisa berdampak negatif pada tumbuhan, seperti turunnya produksi hingga bisa menjadi racun untuk tanaman itu sendiri.

Sejatinya, perlu diketahui bahwa alat sensor lahan ini sudah ada di luar negeri. Namun, Ashad menyebut bahwa banyak produk dari luar negeri yang kesulitan masuk ke Indonesia karena mahalnya harga yang ditawarkan untuk sebuah alat. Belum lagi produsen tak bisa membuat alat sesuai dengan permintaan perusahaan.

“kita ini Indonesia kan keberagamannya sangat diperhitungkan, tanamannya, lingkungannya, jadi kalo nggak bisa custome itu fatal banget,” terang Ashad.

Di sinilah Mertani menonjolkan kelebihannya, yakni mereka bisa membuat alat sesuai dengan kebutuhan perusahaan. “Klien kita punyanya (tanaman) apa, kondisinya (lahan) seperti apa, kita bisa sesuaikan,” imbuh Ashad.

Bahkan, menurut Ashad, sekalipun lahan yang ingin diberikan alat sensor ini berada di daerah terpencil yang tak memiliki jangkauan internet Mertani akan tetap bisa mengusahakan bagaimana pun caranya. Bisa memanfaatkan infrared, misalnya.

Sementara untuk harga, Ashad menjamin lebih murah. Untuk sebuah alat yang memiliki sekitar 5 sensor—sudah termasuk sensor kelembapan dan pH—ditawar di kisaran Rp 3-5 juta per alat.

Alat yang dibuat pun sifatnya portable. Artinya, bila kita sudah mendapatkan data pada satu titik lahan, maka kita bisa memindahkan alat ini untuk mendapatkan data di sisi yang berbeda. Untuk luasan jangkauan sensor, Ashad menyebut satu alat ini cukup untuk lahan seluas 2 hektare.

Saat ini, Mertani yang sudah berdiri selama 2 tahun sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan di Blitar dan Lampung. Perusahaan-perusahaan tersebut bergerak di bidang kelapa sawit dan yang sifatnya multicultural.

Sampai September, BSDE Kantongi 75% Marketing Sales dari Target Tahun Ini

0

Berempat.com – PT Bumi Serpong Damai Tbk. mencatatkan kenaikan marketing sales atau pendapatan penjualan periode Januari-September 2018 sebesar 12% dibanding periode sama tahun lalu. Pada tahun lalu, BSDE mencatatkan pendapatan penjualan sebesar Rp 4,8 triliun, sedangkan di tahun ini tercatat Rp 5,4 triliun.

Dengan capaian tersebut, BSDE telah berhasil mengantongi 75% dari target tahun ini sebesar Rp 7,2 triliun. Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk. Hermawan mengatakan, peningkatan marketing sales tahun ini lantaran BSDE berasil mencapai target penjualan produk baru dari segmen residensial maupun strata title.

Penjualan strata title, terang Hermawan, melonjak hampir dua kali lipat atau mencapai 199%, menjadi sebesar Rp 963,33 miliar dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 322,46 miliar.

“Jumlah unit apartemen yang terjual per 30 September 2018 mencapai 1.025 unit,” terang Hermawan dalam keterangan resminya, Senin (22/10).

Tingginya penjualan apartemen didukung oleh dua proyek baru di Jakarta Selatan dan Surabaya. Untuk Jakarta Selatan yaitu Apartment Southgate yang membukukan marketing sales sebesar Rp 293 miliar, sedangkan di Surabaya yaitu Klaska Residence yang mencapai Rp 369 miliar.

Sementara itu, penjualan segmen residensial tumbuh 90% menjadi Rp 2,65 triliun dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 1,39 triliun. Di segmen ini, BSDE telah menjual total sebanyak 1.205 unit rumah.

“Pencapaian segmen residensial per September 2018 setara dengan 73% dari target tahun 2018,” tambah Hermawan.

Adapun tingginya penjualan di segmen residensial didorong oleh sejumlah klaster baru seperti Zora – KEIA, Jadeite, Savia – Tevana, Savia – Zeva, Zora – Kimora, Greenwich – Caelus, dan Savia – Visana di BSD City.

Kemudian untuk segmen bisnis komersial menyumbang marketing sales sebesar Rp 2,7 triliun atau setara 77% dari target tahun ini. Penjualan tersebut terdiri dari lahan komersial senilai Rp 1,4 triliun, yang terbagi Rp 963 miliar di segmen strata title dan Rp 377 miliar di segmen rumah toko (ruko). Hermawan menjelaskan, penjualan lahan komersial berada di kawasan BSD City, terutama lokasi fase 2 BSD City yang diminati pembeli individual maupun komersial.

Dari sisi lokasi, sumbangsih tertinggi marketing sales BSDE masih didominasi oleh penjualan di kawasan BSD City dengan presentase 49% dari total penjualan.

Perusahaan MLM pun Sudah Harus Beradaptasi ke Digital

0

Berempat.com – Tuntutan dunia bisnis untuk bisa beradaptasi pada kemajuan teknologi dan informasi saat ini rupanya juga dirasakan oleh bisnis multi level marketing (MLM). Salah satu perusahaan MLM yang menyadari tuntutan itu ialah PT Citra Nusa Insan Cemerlang (CNI).

Head of Marketing Support CNI Marselinus Ferdinand menuturkan, era digital saat ini akan sangat berdampak bagi perkembangan bisnis di Indonesia, termasuk CNI. Menurutnya, saat ini sudah banyak perusahaan yang memanfaatkan internet sebagai media untuk menjalankan bisnisnya. Tepatnya dengan membuat aplikasi.

“Banyak perusahaan yang memanfaatkan internet sebagai media untuk menjalankan bisnisnya dan mendulang pendapatan. Salah satunya membuat aplikasi yang mudah digunakan di smartphone,” tutur Marselinus dalam perayaan Ulang Tahun CNI ke-32 di Jakarta, akhir pekan lalu.

Sebab itu, Marselinus pun mengklaim bahwa saat ini CNI sudah bisa beradaptasi sehingga dapat bergerak lebih modern, yang berdampak pada mudahnya menjalankan bisnis CNI cukup dengan melalui aplikasi. Dengan hadirnya aplikasi m-CNI versi terbaru, Marselinus yakin akan memudahkan anggota dalam menjalankan bisnis CNI.

Marselinus menjabarkan, melalui m-CNI anggota dapat mengetahui berbagai informasi terkini terkait CNI, seperti informasi promo-promo terbaru CNI. Anggota pun dapat memantau perkembangan poin harian, statement komisi, info jaringan, e-Cash, dan Champion Point. Selain itu aplikasi juga dapat digunakan sebagai kartu keanggotaan versi digital.

“Dengan m-CNI bahkan Anda dapat mendaftarkan anggota baru dalam jaringan Anda secara online. Selain itu, Anda bisa mengetahui berbagai informasi terkini mengenai produk maupun bisnis CNI melalui majalah CNI News yang kini dapat dibaca melalui m-CNI,” tandas Marsel.

Startup Sudah Bisa Daftar Program Akselerasi BE-X!

0

Berempat.com – Berdasarkan riset yang dikeluarkan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), kontribusi ekonomi kreatif Indonesia pada Pendapatan Domestik Bruto (PDB) pada 2016 naik 4,95% atau senilai Rp 922,59 miliar. Secara keseluruhan, ekonomi kreatif Indonesia menyumbang 7,44% terhadap ekonomi nasional.

Dari angka tersebut diketahui bahwa sektor arsitektur menjadi penyumbang tertinggi sebesar 2,34%, disusul sektor aplikasi dan game developer 1,86%, serta desain produk sebesar 0,22%.

Bahkan, menurut Bekraf, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB di Indonesia lebih tinggi dibanding negara ASEAN lainnya. Singapura tercatat hanya mendapat kontribusi 5,70% dan Filipina 4,92%.

Untuk itu, sebagai bentuk dukungan Bekraf dalam mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di Indonesia, maka Bekraf meluncurkan program akselerasi bagi startup, BE-X. Melalui program tersebut, Bekraf bakal menyeleksi puluhan startup untuk dapat berkembang menjadi lebih besar dan berkelanjutan.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Joseph Pesik mengatakan, program ini akan menjaring startup yang berada di Jakarta, Medan, Yogyakarta, Surabaya, dan Makassar.

“Program akselerasi ini berfokus pada aspek kemampuan pengembangan bisnis, supaya para founder bisa mengembangkan dan mengeksekusi ide yang lebih tepat dan sesuai dengan kebutuhan pasar,” terang Ricky di Jakarta pekan lalu.

Startup yang terpilih nantinya berkesempatan untuk memperoleh pendampingan pengembangan kapasitas oleh beragam mentor dan akses pendanaan dari investor.  Selain itu, startup  juga akan mendapat pelatihan dan pengembangan pada bidang pemasaran dan pengembangan produk dari praktisi bisnis digital.

Nantinya, seluruh startup yang berpartisipasi akan memaparkan gagasan dan produknya dalam demo day di hadapan berbagai stakeholder dan pemodal ventura.

Pendaftaran program akselerator ini pun sudah dibuka sejak 19 Oktober 2018 yang bisa diakses melalui http://be-x.bekraf.go.id/. Dalam proses seleksi, Bekraf akan mengkurasi proposal secara daring untuk kemudian menilai dan mengundang startup yang terpilih untuk melakukan pitching lebih dulu.

Program BE-X ini diklaim sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan ekosistem startup dalam menghadapi revolusi industri 4.0. Menurut Ricky, pendampingan melalui program akselerasi dibutuhkan bagi startup agar dapat memiliki mental yang lebih tangguh dalam menghadapi persaingan pasar.

Genjot Produktivitas, Kemenperin Lanjutkan Program Bantuan Mesin Bagi IKM

0

Berempat.com – Guna mendorong produktivitas bagi Industri Kecil dan Menengah (IKM), tahun ini Kementerian Perindustrian (Kemenperin) melanjutkan program peremajaan mesin bagi IKM. Dirjen IKM Kemenperin Gati Wibawaningsih mengatakan, program tersebut dijalankan sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian dan Petunjuk Pelaksanaan yang tertuang dalam Keputusan Dirjen IKM Kemenperin.

“Program peremajaan mesin dan peralatan penunjang produksi ini dilakukan untuk lebih meningkatkan produktivitas IKM sekaligus memacu daya saingnya sehingga mampu kompetitif di pasar domestik hingga ekspor,” ujar Gati dalam keterangan resmi akhir pekan lalu.

Gati mengklaim, sepanjang 2014-2017 program tersebut telah dimanfaatkan oleh 380 IKM yang berasal dari sektor alat angkut, furnitur, logam, pangan, kimia, mesin, sandang, aneka, serta barang dari kayu.

Sejatinya, Gati mengatakan bahwa upaya strategis ini telah dilaksanakan sejak 2009. Namun, sepanjang 2009-2012 bantuan tersebut hanya menyasar untuk sektor IKM sandang. Setelah 2012 barulah program ini bisa diakses oleh seluruh sektor IKM.

Untuk teknis program ini sendiri, yaitu Kemenperin akan memberikan potongan harga kepada IKM saat membeli mesin dan peralatan penopang aktivitas produksi. Pelaku IKM akan mendapat potongan sebesar 30% dari harga pembelian mesin atau peralatan yang dibuat di dalam negeri. Sementara untuk mesin atau peralatan buatan luar negeri pelaku IKM akan mendapat potongan 25% dari harga pembelian.

Sepanjang periode 2014-2017, total nilai potongan harga yang telah diberikan IKM mencapai Rp 42,306 miliar.

Supaya program ini dapat dirasakan secara merata, Kemenperin menginformasikan kepada seluruh pelaku IKM di Indonesia. Pada 28 Oktober 2018 di Surakarta nanti, Ditjen IKM menyenggarakan kegiatan “Sosialisasi Restrukturisasi Mesin Peralatan IKM untuk Meningkatkan Daya Saing Ekspor” yang diikuti sebanyak 200 pelaku IKM dari berbagai sektor.

Gati pun mengungkapkan, Direktorat Jenderal IKM Kemenperin telah melakukan penyempurnaan dari tahun ke tahun agar memudahkan IKM untuk mengakses atau memanfaatkan program ini. Penyempurnaan yang dimaksud meliputi simplifikasi prosedur, persyaratan, dan kriteria. Selain itu, pendampingan dan asistensi oleh Lembaga Pengelola Program (LPP) terus dilakukan agar program ini dapat lebih mudah diaplikasikan.

Sejak Diluncurkan Agustus, My QR Bank BRI Sudah Catatkan 3 Juta Transaksi

0

Berempat.com – Semakin ke sini transaksi secara cashless makin diminati oleh masyarakat Indonesia. Saat ini pun telah banyak produk dompet digital yang hadir di tengah-tengah masyarakat dengan berbagai kemudahan dan kelebihan. Salah satunya ialah My QR, produk dompet digital dari Bank BRI.

Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menyebutkan, sejak diluncurkan pada Agustus 2018 lalu hingga September jumlah sales volume My QR terus meningkat.

“Per bulan September sudah Rp 18 miliar dari total 3 juta transaksi. Total pengguna My QR sudah 100 ribuan sejak bulan Agustus lalu,” terang Handayani kepada awak media di Ranch Market Surabaya, Sabtu (20/10).

My QR sendiri merupakan produk inovasi dari Bank BRI yang sistem pembayarannya memanfaatkan pindai atau scan kode QR (quick response). Aplikasi My QR pun dapat diunduh di seluruh smartphone.

Selain mudah dalam bertransaksi, nasabah My QR juga dimudahkan saat akan isi ulang saldo (Top-Up), yakni bisa melalui unit ATM BRI atau bank lain, internet banking, agen BRILink hingga mobile banking.

Saat ini, My QR sudah menjalin kerja sama dengan beberapa merchant lebih 100 ribu merchant yang tersebar luas di seluruh Indonesia seperti Ranch Market, Amazone, Liberica, Es Teller 77, Dompet Dhuafa, Toro Sushi, Melt , Kafe Betawi, Rumah Zakat, Bebek Ireng Suroboyo, Baznas, dan lainya.

Selain untuk berbelanja, Handayani pun mengungkapkan bahwa ke depan My QR akan dapat digunakan untuk transportasi umum. “Jadi nanti kita akan masuk ke kereta, bus, taksi. Karena transportasi butuh cepat,” jelasnya.

Bahkan, Handayani tak menutup kemungkinan jika pihaknya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak lain seperti Gojek dan Bukalapak.

“Sedang kita pikirkan bersama untuk kolabirasi dengan Go-Pay, juga dengan Bukalapak kita sedang on going process. Ini akan bergerak di hal yang terkecil seperti ticket size yang cepat. Jadi ke depan pasti orang ke depan cenderung non card,” ungkap Handayani.

Bank BRI pun berencana memperbarui fitur My QR dengan menambahkan Map yang berguna untuk menunjukkan lokasi merchant di dekat nasabah.

Handayani pun mengungkapkan, sampai dengan akhir tahun 2018 ini pihaknya menargetkan pengguna My QR tumbuh menjadi 200 ribu pengguna.

“Targetnya 200 ribu pengguna My QR hingga akhir tahun 2018,” ungkap Handayani.

Pada Sabtu kemarin, My QR menggelar promo “Shop For Free With My QR” bagi nasabah Bank BRI untuk berburu belanja gratis di Ranch Market Jalan Basuki Rahmat, Surabaya. Dalam program tersebut, para nasabah BRI dapat berbelanja gratis sampai dengan Rp 500 ribu dalam waktu 10 menit dengan bertransaksi menggunakan My QR.

YZF-R25 2019 Bakal Segera Meluncur di Indonesia

0

Berempat.com – Indonesia bakal menyambut YZF-R25 2019 pada Oktober 2018 ini. Yamaha Motor Co., Ltd juga berencana akan meluncurkan YZF-R3 di AS pada Desember 2018. Dua motor sport ini terbilang populer bagi pecinta motor sport di seluruh dunia. Apalagi, Yamaha menampulkan gaya dan performa yang lebih baik pada model 2019.

Versi kedua model yang dilengkapi dengan ABS ini akan diluncurkan di negara masing-masing pada saat yang sama. Sementara untuk ABS YZF-R3, YZF-R25, dan ABS YZF-R25 baru akan diluncurkan di Jepang pada musim semi berikutnya.

Model 2019 secara styling telah menekankan kemiripan model dengan salah satu motor sport unggulan Yamaha, yakni YZF-R1.

Adapun spesifikasi fitur utama yang disediakan pada dua jenis motor ini yaitu eksterior baru untuk aerodinamis yang ditingkatkan, suspensi depan terbalik berkontribusi pada rasa kontak yang solid dengan tanah ketika roda berputar, dan instrumentasi yang sepenuhnya digital yang menawarkan visibilitas tinggi.

Sejak diluncurkan pada 2014, YZF-R25 telah populer di kalangan pengguna untuk citra dan kinerja balapannya. Ini telah menjadi model terkemuka untuk citra sport Yamaha, khususnya di Indonesia dan telah menjadi model aspiratif, terutama di kalangan anak muda.

Sebagai informasi, YZF-R3 dan YZF-R25 diproduksi oleh perusahaan grup PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM). Artinya, kedua motor ini merupakan produksi dalam negeri.

Untuk harga yang ditawarkan, YZF-R25 dibanderol dengan harga Rp 58,6 juta dan ditargetkan mampu terjual 5.000 unit per tahun di Indonesia. Kemudian untuk YZF-R25 ABS akan meluncur pada November 2018 dengan harga Rp 64,6 juta.