Senin, Juli 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 3

Produk Tembakau Indonesia Jadi Penopang Ekonomi, Serap Ratusan Ribu Tenaga Kerja

Keberadaan Produk tembakau Indonesia masih menjadi salah satu penopang penting sektor industri nasional karena melibatkan rantai usaha yang panjang, mulai dari petani, industri pengolahan, hingga pasar ekspor. Dengan karakteristik tersebut, pemerintah menilai sektor pertembakauan memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional maupun kesejahteraan masyarakat di berbagai daerah.

Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria, menjelaskan bahwa Indonesia memiliki ekosistem pertembakauan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Luas lahan tembakau nasional mencapai sekitar 267 ribu hektare dan hampir seluruhnya merupakan perkebunan rakyat.

Lebih dari 527 ribu petani menggantungkan mata pencaharian pada komoditas tersebut. Setiap tahun, industri hasil tembakau juga menyerap sekitar 508 ribu ton daun tembakau serta 134 ribu ton cengkeh yang mayoritas berasal dari produksi dalam negeri.

Menurut Merrijantij, sekitar 68 hingga 72 persen hasil panen petani berhasil diserap industri sebagai bahan baku. Sementara kebutuhan yang belum dapat dipenuhi dari produksi domestik masih dilengkapi melalui impor sebagai bahan pencampur untuk menjaga kualitas produksi.

Produk Tembakau Indonesia Dorong Industri dan Lapangan Kerja

Data Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas) menunjukkan terdapat sekitar 1.700 pelaku usaha di sektor hasil tembakau. Sebanyak 87 persen di antaranya merupakan industri kecil dan menengah yang berperan besar dalam menggerakkan ekonomi daerah.

Sepanjang 2025, sektor ini mencatatkan investasi sekitar Rp6,1 triliun dengan penyerapan hampir 540 ribu tenaga kerja langsung. Selain menciptakan lapangan pekerjaan, Produk tembakau Indonesia juga menjadi salah satu penyumbang utama penerimaan negara melalui cukai hasil tembakau yang nilainya menembus lebih dari Rp200 triliun setiap tahun.

Tak hanya memenuhi pasar domestik, Produk tembakau Indonesia juga telah dipasarkan ke berbagai negara. Posisi Indonesia bahkan tercatat sebagai salah satu eksportir tembakau terbesar di dunia, sehingga sektor ini dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat kinerja ekspor nasional.

Kebijakan Industri Dinilai Perlu Pertimbangkan Dampak Ekonomi

Di sisi lain, pembahasan mengenai rencana penerapan kemasan rokok polos atau plain packaging kembali memunculkan perhatian dari sejumlah pemerintah daerah. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama sejumlah kepala daerah menyampaikan penolakan terhadap usulan tersebut karena dikhawatirkan berdampak pada keberlangsungan industri pertembakauan.

Menurut Khofifah, sektor ini selama bertahun-tahun memberikan kontribusi besar terhadap penerimaan negara, penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan petani. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan yang memengaruhi Produk tembakau Indonesia perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak mengganggu stabilitas industri maupun penerimaan cukai nasional.

Data menunjukkan Jawa Timur menjadi penyumbang terbesar cukai hasil tembakau di Indonesia. Pada 2024, kontribusinya mencapai sekitar Rp133,2 triliun atau lebih dari 61 persen dari total penerimaan cukai nasional. Karena itu, berbagai kebijakan yang berkaitan dengan industri hasil tembakau dinilai perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap investasi, tenaga kerja, serta keberlanjutan rantai usaha dari petani hingga pelaku industri.

Mau Saldo Dompet Digital Awet? Mulai Kelola Pengeluaran Bulanan dengan Cara Ini!

0

Kemudahan transaksi digital membuat banyak orang semakin praktis dalam berbelanja. Namun di balik kenyamanan tersebut, tantangan untuk Kelola Pengeluaran Bulanan juga semakin besar. Di Berempat.com, kami melihat dompet digital kini bukan hanya alat pembayaran, tetapi juga menjadi tempat yang paling sering “bocor” karena berbagai transaksi kecil yang sering luput dari perhatian.

Membayar kopi, berlangganan aplikasi, membeli makanan lewat layanan pesan antar, hingga memanfaatkan promo cashback memang terasa ringan jika dilakukan satu per satu. Masalahnya, ketika semua transaksi itu dikumpulkan selama satu bulan, nominalnya bisa jauh lebih besar dari yang dibayangkan.

Fenomena ini juga tercermin dalam meningkatnya penggunaan uang elektronik di Indonesia. Data Bank Indonesia menunjukkan bahwa nilai transaksi uang elektronik terus bertumbuh dari tahun ke tahun dan telah mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahunnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin terbiasa melakukan pembayaran digital untuk berbagai kebutuhan.

Karena itu, mengelola saldo dompet digital tidak cukup hanya dengan rutin mengisi ulang. Yang lebih penting adalah memahami ke mana uang tersebut mengalir setiap hari.

Kenali Pola Pengeluaran Sebelum Menentukan Anggaran

Langkah pertama untuk Kelola Pengeluaran Bulanan bukan langsung memangkas semua pengeluaran, melainkan memahami kebiasaan belanja.

Selama satu hingga dua minggu, coba catat setiap transaksi yang dilakukan melalui dompet digital. Tidak perlu menggunakan aplikasi khusus jika belum terbiasa. Catatan sederhana di ponsel pun sudah cukup membantu.

Setelah itu, kelompokkan pengeluaran ke dalam beberapa kategori seperti:

  • Makanan dan minuman
  • Transportasi
  • Belanja kebutuhan rumah tangga
  • Langganan digital
  • Hiburan
  • Belanja impulsif

Sering kali seseorang baru menyadari bahwa pengeluaran terbesar bukan berasal dari kebutuhan utama, melainkan transaksi kecil yang dilakukan berulang kali.

Misalnya membeli minuman seharga Rp30.000 sebanyak empat kali dalam seminggu. Dalam satu bulan, totalnya bisa mencapai hampir Rp500.000. Nominal tersebut sebenarnya sudah cukup untuk menambah dana darurat atau investasi rutin.

Pisahkan Saldo Berdasarkan Fungsinya

Salah satu penyebab saldo dompet digital cepat habis adalah semua kebutuhan menggunakan satu sumber dana yang sama.

Cara yang lebih efektif adalah membagi anggaran berdasarkan fungsi.

Sebagai contoh:

  • Saldo khusus transportasi
  • Saldo untuk makan di luar
  • Saldo belanja harian
  • Saldo cadangan

Beberapa dompet digital maupun rekening digital kini sudah menyediakan fitur kantong atau budgeting yang memudahkan pengguna memisahkan dana sesuai kebutuhan.

Pendekatan ini membantu mengurangi risiko menggunakan anggaran kebutuhan pokok untuk belanja yang sebenarnya bisa ditunda.

Strategi Kelola Pengeluaran Bulanan Tanpa Merasa Terlalu Dikekang

Banyak orang gagal menjaga kondisi keuangan karena menerapkan aturan yang terlalu ketat. Padahal tujuan mengatur pengeluaran adalah menciptakan kebiasaan yang dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

1. Manfaatkan Promo Secara Selektif

Promo memang menguntungkan jika digunakan pada barang yang memang dibutuhkan.

Namun jangan sampai cashback atau diskon justru menjadi alasan membeli sesuatu yang sebelumnya tidak ada dalam daftar kebutuhan.

Menurut survei Populix mengenai perilaku pembayaran digital, promo menjadi salah satu alasan utama masyarakat menggunakan dompet digital. Karena itu, penting untuk membedakan antara menghemat uang dan sekadar tergoda potongan harga.

2. Jadwalkan Hari Tanpa Belanja

Cobalah menetapkan satu atau dua hari setiap minggu tanpa melakukan transaksi digital sama sekali.

Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi pembelian impulsif sekaligus melatih disiplin dalam mengendalikan pengeluaran.

3. Evaluasi Langganan Otomatis

Banyak saldo dompet digital terkuras oleh layanan berlangganan yang sudah jarang digunakan.

Periksa kembali aplikasi streaming, penyimpanan cloud, musik digital, atau layanan premium lainnya. Jika sudah tidak memberikan manfaat maksimal, menghentikan langganan bisa menjadi langkah sederhana untuk menghemat pengeluaran setiap bulan.

Kebiasaan Kecil Memberikan Dampak Besar

Mengatur keuangan tidak selalu membutuhkan perubahan besar. Justru kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten sering memberikan hasil yang lebih terasa.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif bahwa semakin banyak masyarakat mulai memahami pentingnya mengelola keuangan secara lebih bijak.

Karena itu, Kelola Pengeluaran Bulanan tidak seharusnya dipandang sebagai pembatas gaya hidup. Sebaliknya, kebiasaan ini menjadi cara untuk memastikan setiap rupiah digunakan sesuai prioritas.

Ekosistem Musik Nasional Tumbuh Pesat, Royalti Musisi Indonesia Terus Meningkat

0

Penguatan ekosistem musik Indonesia kembali menjadi perhatian pemerintah seiring berkembangnya industri kreatif berbasis digital. Kementerian Ekonomi Kreatif menilai kehadiran platform streaming telah membuka peluang lebih luas bagi musisi lokal untuk memperkenalkan karya mereka hingga ke pasar internasional, sekaligus menciptakan sumber pendapatan yang lebih berkelanjutan.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, saat menghadiri acara Spotify Loud & Clear Indonesia di Jakarta. Menurutnya, musik kini bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga media yang mampu membawa identitas budaya Indonesia ke berbagai belahan dunia.

Ia menuturkan, ketika lagu-lagu karya musisi Indonesia didengarkan di negara lain, secara tidak langsung budaya dan cerita yang terkandung di dalamnya ikut dikenal oleh masyarakat global. Kondisi itu dinilai memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai salah satu sektor yang berkontribusi terhadap citra Indonesia di tingkat internasional.

Spotify Loud & Clear sendiri merupakan program tahunan yang menghadirkan transparansi mengenai mekanisme distribusi royalti dari layanan streaming. Melalui inisiatif tersebut, para pelaku industri dapat memahami bagaimana pendapatan dari karya musik dihasilkan sekaligus melihat peluang memperluas pasar di luar negeri.

Streaming Digital Perluas Peluang Musisi Indonesia

Teuku Riefky menilai perkembangan platform digital telah mengubah cara musisi membangun karier. Kini, talenta dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk dikenal tanpa harus bergantung pada jalur distribusi konvensional.

Menurutnya, pembangunan ekosistem musik yang sehat membutuhkan kolaborasi erat antara pemerintah, pelaku industri, dan para kreator. Sinergi tersebut penting agar industri musik nasional mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi para pelakunya.

Saat ini sektor ekonomi kreatif tercatat menyerap sekitar 27,4 juta tenaga kerja. Lebih dari separuh jumlah tersebut berasal dari generasi muda, terutama kalangan milenial dan Generasi Z, yang menjadi motor penggerak lahirnya inovasi baru di berbagai subsektor kreatif, termasuk musik.

Musik Lokal Semakin Diminati Pasar Global

Managing Director Spotify Southeast Asia, Gustav Back, mengungkapkan bahwa sepanjang 2025 karya musisi Indonesia ditemukan lebih dari 6,3 miliar kali oleh pendengar baru melalui platform Spotify. Selain itu, pendapatan royalti musisi Indonesia meningkat lebih dari 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Menariknya, sekitar 60 persen royalti tersebut berasal dari pendengar di luar negeri, seperti Amerika Serikat, Jepang, Jerman, Malaysia, hingga Inggris. Fakta tersebut menunjukkan bahwa ekosistem musik Indonesia semakin mampu menembus pasar internasional melalui dukungan teknologi digital.

Data Spotify juga memperlihatkan dominasi karya anak bangsa di dalam negeri. Sepanjang 2025, sekitar 80 persen lagu yang masuk dalam daftar Spotify Indonesia Daily Top 50 berasal dari musisi lokal. Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa ekosistem musik nasional terus berkembang, didukung kolaborasi pemerintah dan industri dalam menciptakan ruang yang lebih inklusif, adaptif, serta kompetitif bagi para pelaku musik Indonesia.

Cuaca El Nino Segera Melanda, Bapanas Optimistis Stok Beras Cukup hingga 2027

0

Pemerintah memastikan kesiapan menghadapi potensi Cuaca El Nino yang diperkirakan mulai memengaruhi Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Salah satu langkah antisipasi yang telah dilakukan adalah memperkuat cadangan pangan nasional, khususnya beras, sehingga kebutuhan masyarakat tetap terjaga meski terjadi gangguan produksi akibat perubahan iklim.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, mengatakan pemerintah telah belajar dari pengalaman menghadapi El Nino pada 2023. Persiapan dilakukan jauh sebelum potensi musim kering kembali datang, termasuk memperbesar Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Menurut Amran, stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 5,2 hingga 5,3 juta ton. Jumlah tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan cadangan beras pemerintah dan dinilai cukup untuk menjaga stabilitas pasokan apabila Cuaca El Nino berdampak pada sektor pertanian.

Ia optimistis ketersediaan beras masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir 2026. Bahkan, berdasarkan perhitungan pemerintah, stok yang tersedia diperkirakan masih mencukupi sampai sekitar Mei tahun berikutnya apabila kondisi berjalan sesuai proyeksi.

Stok Beras Dinilai Cukup Hadapi Cuaca El Nino

Berdasarkan pembaruan Proyeksi Neraca Pangan nasional, stok beras pada akhir 2026 diperkirakan mencapai 16,24 juta ton. Angka tersebut berasal dari stok awal tahun yang dipadukan dengan proyeksi produksi sekitar 34,76 juta ton, kemudian dikurangi kebutuhan konsumsi nasional sepanjang tahun.

Dengan proyeksi tersebut, pemerintah menilai cadangan yang tersedia mampu memenuhi kebutuhan konsumsi selama kurang lebih lima bulan pada 2027. Selain itu, memasuki musim panen raya pada Maret dan April, persediaan beras diperkirakan kembali bertambah sehingga ketahanan pangan nasional semakin kuat menghadapi Cuaca El Nino.

Sementara itu, realisasi penyaluran Cadangan Beras Pemerintah hingga 23 Juni 2026 telah mencapai lebih dari satu juta ton. Penyaluran tersebut mencakup bantuan pangan beras, program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), kebutuhan anggaran pemerintah, serta penanganan keadaan darurat.

Di sisi lain, stok beras yang tersimpan di Perum Bulog tercatat mencapai sekitar 5,17 juta ton. Sebagian besar berasal dari hasil pengadaan produksi dalam negeri sepanjang 2026, ditambah sisa stok akhir 2025 yang juga berasal dari serapan gabah petani lokal.

Penerbangan AirAsia Jakarta-Singapura Resmi Dihentikan Mulai Juli 2026, Apa Alasannya?

Layanan Penerbangan AirAsia untuk rute langsung Jakarta-Singapura akan resmi dihentikan mulai 1 Juli 2026. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi maskapai dalam menata kembali jaringan penerbangannya agar lebih efisien di tengah meningkatnya biaya operasional, termasuk lonjakan harga bahan bakar pesawat akibat konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Mulai awal Juli, penumpang yang hendak bepergian dari Jakarta ke Singapura menggunakan AirAsia tidak lagi dapat menikmati penerbangan non-stop. Sebagai gantinya, perjalanan akan dilakukan melalui Kuala Lumpur sebelum melanjutkan penerbangan ke tujuan akhir.

Chief Executive Officer AirAsia X Group, Bo Lingam, mengatakan langkah tersebut diambil setelah perusahaan melakukan evaluasi terhadap performa sejumlah rute internasional. Menurutnya, kapasitas penerbangan kini akan difokuskan pada jalur yang memiliki permintaan lebih tinggi sehingga operasional maskapai tetap berkelanjutan.

Ia menegaskan penghentian Penerbangan AirAsia di rute Jakarta-Singapura bukan dilakukan tanpa pertimbangan. Maskapai juga berupaya mengurangi dampak terhadap pelanggan dengan menyediakan layanan transit melalui pusat operasionalnya di Kuala Lumpur maupun hub lainnya.

Selain itu, AirAsia akan terus memantau perkembangan pasar dan melakukan penyesuaian jadwal apabila diperlukan.

Rute Transit Diprediksi Kurang Kompetitif

Perubahan skema perjalanan membuat durasi penerbangan menjadi jauh lebih lama dibanding sebelumnya. Jika selama ini perjalanan langsung Jakarta-Singapura hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam, kini total waktu tempuh dapat melampaui 10 jam, bergantung pada lamanya transit di Kuala Lumpur.

Di sisi lain, Penerbangan AirAsia masih harus bersaing dengan sejumlah maskapai lain yang tetap mempertahankan layanan langsung pada rute Jakarta-Singapura. Penumpang masih memiliki banyak pilihan penerbangan non-stop dengan jadwal keberangkatan yang beragam setiap harinya.

Analis penerbangan independen Brendan Sobie menilai kondisi tersebut berpotensi membuat layanan transit AirAsia kurang diminati. Menurutnya, ketika alternatif penerbangan langsung masih tersedia dengan harga kompetitif, sebagian besar penumpang cenderung memilih perjalanan yang lebih singkat.

Penghentian rute ini juga mencerminkan berkurangnya aktivitas Indonesia AirAsia di Singapura. Data industri menunjukkan frekuensi Penerbangan AirAsia dari Bandara Changi menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari strategi penyesuaian jaringan yang dilakukan perusahaan sebagai respons terhadap perubahan pasar dan tantangan industri penerbangan global.

NIB untuk Konten Kreator Mulai Jadi Perhatian, Siapa yang Wajib Mengurusnya?

0

Pemerintah mulai menerapkan aturan baru mengenai legalitas pelaku usaha digital melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19 Tahun 2026 tentang Penyelenggaraan Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE). Kebijakan ini membuat isu NIB untuk Konten Kreator menjadi sorotan publik setelah muncul berbagai anggapan bahwa seluruh kreator digital kini diwajibkan memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat terus berkarya di platform digital.

Regulasi tersebut sebenarnya tidak hanya menyasar kreator digital, melainkan seluruh pelaku usaha yang menjalankan aktivitas perdagangan melalui marketplace, media sosial, hingga layanan live shopping. Pemerintah menegaskan bahwa kepemilikan NIB bertujuan menciptakan ekosistem usaha digital yang lebih tertib sekaligus memberikan perlindungan kepada konsumen.

Melalui sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS-RBA), pelaku usaha dapat mengurus legalitas secara daring. NIB berfungsi sebagai identitas resmi usaha yang sekaligus membuka akses terhadap berbagai layanan pemerintah, mulai dari pembiayaan hingga pengembangan usaha.

Meski demikian, pembahasan mengenai NIB untuk Konten Kreator memunculkan beragam informasi yang tidak sepenuhnya benar. Di media sosial beredar anggapan bahwa seluruh pemilik akun yang aktif membuat video atau konten wajib segera mengurus NIB. Narasi tersebut memicu kebingungan, terutama di kalangan kreator pemula.

NIB Bukan Aturan Baru Khusus untuk Konten Kreator Digital

Pemerintah menegaskan bahwa NIB bukanlah kebijakan baru yang dibuat khusus untuk profesi kreator digital. Nomor Induk Berusaha telah lama menjadi bagian dari sistem perizinan usaha di Indonesia, sedangkan yang mengalami pembaruan adalah klasifikasi jenis usaha melalui Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) 2025.

Perubahan KBLI membuat berbagai profesi di sektor ekonomi digital, termasuk kreator konten, memiliki klasifikasi usaha yang lebih jelas. Artinya, yang diperbarui adalah pengelompokan kegiatan usahanya, bukan kewajiban baru mengenai kepemilikan NIB.

Dengan demikian, NIB untuk Konten Kreator hanya diperlukan apabila aktivitas yang dilakukan telah memenuhi kategori sebagai kegiatan usaha. Pemerintah menilai pendekatan tersebut penting agar pelaku ekonomi digital memperoleh kepastian hukum sekaligus pengakuan resmi atas bisnis yang dijalankan.

Pemerintah Pastikan Kewajiban Disesuaikan dengan Aktivitas Usaha

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa tidak semua kreator digital otomatis wajib memiliki NIB. Penilaian dilakukan berdasarkan bentuk kegiatan usaha yang dijalankan, bukan semata-mata karena seseorang memiliki akun media sosial atau rutin mengunggah konten.

Pemerintah juga menjelaskan bahwa kreator dengan penghasilan di bawah batas Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) tidak diwajibkan mengurus legalitas usaha tersebut. Penjelasan ini sekaligus meluruskan berbagai informasi yang berkembang di masyarakat.

Melalui kebijakan NIB untuk Konten Kreator, pemerintah ingin memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha digital yang telah menjalankan bisnis secara profesional. Regulasi tersebut diharapkan mampu menciptakan iklim usaha digital yang lebih sehat tanpa menghambat kreativitas masyarakat. Karena itu, pelaku usaha maupun kreator digital diimbau memahami ketentuan NIB untuk Konten Kreator secara utuh agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang keliru.

In This Economy, Gimana Cara Berhemat Tapi Tetap Masuk Akal?

0

In This Economy bukan lagi sekadar ungkapan yang ramai di media sosial. Kalimat tersebut kini sering digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika biaya hidup terasa terus meningkat sementara banyak orang berusaha menjaga kondisi keuangan tetap sehat. Di Berempat.com, kami melihat fenomena ini tidak hanya memengaruhi keputusan belanja konsumen, tetapi juga cara masyarakat mengatur pengeluaran sehari-hari.

Ketika harga kebutuhan pokok, biaya transportasi, hingga tagihan rumah tangga mengalami kenaikan, banyak orang mulai mencari cara berhemat. Namun, berhemat bukan berarti memangkas semua pengeluaran tanpa perhitungan. Justru dalam situasi In This Economy, kemampuan mengelola uang secara bertanggung jawab menjadi semakin penting.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi tahunan Indonesia masih berada di kisaran yang memengaruhi daya beli masyarakat, terutama pada kelompok pengeluaran makanan, transportasi, dan perumahan. Sementara itu, survei dari Bank Indonesia menunjukkan bahwa sebagian rumah tangga mulai lebih berhati-hati dalam mengatur konsumsi karena mempertimbangkan kondisi ekonomi ke depan.

Kondisi tersebut membuat pola hidup hemat mengalami pergeseran. Jika dahulu hemat sering diartikan sebagai mengurangi pengeluaran sebanyak mungkin, kini pendekatannya lebih mengarah pada penggunaan uang yang efektif dan sesuai prioritas.

Hemat Bukan Berarti Menunda Semua Kesenangan

Salah satu kesalahan yang sering terjadi saat kondisi ekonomi menantang adalah menerapkan penghematan secara ekstrem. Akibatnya, seseorang merasa tertekan dan akhirnya kembali melakukan pengeluaran impulsif dalam jumlah besar.

Pendekatan yang lebih sehat adalah membedakan kebutuhan, keinginan, dan pengeluaran yang benar-benar memberikan manfaat jangka panjang.

Misalnya, mengurangi frekuensi membeli kopi premium setiap hari bisa menjadi langkah penghematan yang masuk akal. Namun menunda pemeriksaan kesehatan rutin atau mengabaikan perawatan kendaraan demi menghemat biaya justru berpotensi menimbulkan pengeluaran lebih besar di masa depan.

Konsep ini dikenal sebagai “smart spending”, yaitu mengalokasikan uang berdasarkan nilai manfaat, bukan semata-mata berdasarkan harga yang paling murah.

Prioritaskan Dana Darurat Sebelum Menambah Gaya Hidup

Data dari berbagai survei keuangan menunjukkan masih banyak masyarakat yang belum memiliki dana darurat memadai.

Padahal, In This Economy, dana darurat berfungsi sebagai bantalan ketika terjadi hal-hal tidak terduga seperti kehilangan pekerjaan, penurunan pendapatan, atau kebutuhan mendesak lainnya.

Banyak perencana keuangan menyarankan dana darurat minimal setara tiga hingga enam bulan pengeluaran rutin. Dengan adanya cadangan dana tersebut, seseorang tidak perlu langsung berutang ketika menghadapi kondisi darurat.

In This Economy, Begini Strategi Hemat yang Tetap Realistis!

Menghemat uang tidak harus dilakukan melalui perubahan besar. Justru kebiasaan kecil yang konsisten sering kali memberikan dampak lebih signifikan dalam jangka panjang.

1. Buat Anggaran yang Fleksibel

Anggaran yang terlalu ketat sering kali sulit dipertahankan.

Sebaliknya, alokasikan dana untuk kebutuhan pokok, tabungan, investasi, dan hiburan dalam porsi yang realistis. Cara ini membantu menjaga keseimbangan antara tanggung jawab finansial dan kualitas hidup.

2. Evaluasi Langganan Digital

Layanan streaming, aplikasi premium, dan berbagai platform digital sering kali menguras anggaran tanpa disadari.

Cobalah mengecek kembali layanan yang benar-benar digunakan setiap bulan. Menghapus satu atau dua langganan yang jarang dipakai bisa menghemat ratusan ribu rupiah dalam setahun.

3. Terapkan Aturan Menunggu Sebelum Membeli

Banyak pembelian impulsif terjadi karena keputusan yang terlalu cepat.

Sebelum membeli barang non-prioritas, beri jeda 24 hingga 48 jam. Dalam banyak kasus, keinginan tersebut akan berkurang setelah beberapa waktu.

4. Fokus pada Nilai, Bukan Diskon

Diskon sering menciptakan ilusi penghematan.

Padahal membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan tetap merupakan pengeluaran. Karena itu, pertimbangkan apakah barang tersebut benar-benar memberikan manfaat sebelum tergoda potongan harga.

Tanggung Jawab Finansial Juga Berarti Memikirkan Masa Depan

In This Economy, banyak orang fokus bertahan untuk hari ini hingga lupa mempersiapkan masa depan.

Padahal investasi, asuransi, dan pengembangan keterampilan tetap perlu mendapat perhatian. Menyisihkan sebagian pendapatan untuk meningkatkan kompetensi kerja atau membangun sumber penghasilan tambahan dapat menjadi investasi yang memberikan manfaat jangka panjang.

Laporan World Economic Forum bahkan menunjukkan bahwa kemampuan beradaptasi dan meningkatkan keterampilan menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan ekonomi global. Artinya, investasi pada diri sendiri sering kali sama pentingnya dengan investasi keuangan.

Aturan Pajak untuk Pedagang Online Resmi Berlaku, Siapa Saja yang Dikecualikan?

0

Kebijakan baru terkait Pajak untuk Pedagang Online akan mulai diberlakukan pemerintah pada Juli 2026. Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menyiapkan mekanisme pemungutan Pajak Penghasilan (PPh) bagi transaksi yang berlangsung di berbagai platform marketplace sebagai bagian dari penguatan sistem perpajakan ekonomi digital.

Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 Tahun 2025. Melalui regulasi ini, marketplace yang ditunjuk pemerintah akan berperan sebagai pemungut PPh Pasal 22 atas penghasilan yang diperoleh pedagang dalam negeri dari aktivitas jual beli melalui platform digital.

Penerapan Pajak untuk Pedagang Online dilakukan secara otomatis melalui sistem marketplace. Selain memungut pajak, platform juga berkewajiban menyetorkan serta melaporkan hasil pemungutan tersebut kepada DJP. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi transaksi sekaligus memudahkan pengawasan di sektor perdagangan elektronik yang terus berkembang.

Besaran pajak yang dikenakan ditetapkan sebesar 0,5 persen dari peredaran bruto yang tercantum dalam dokumen tagihan. Nilai tersebut dihitung di luar komponen Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM).

Sejumlah Transaksi Dikecualikan dari Pajak untuk Pedagang Online

Dalam aturan tersebut, pemerintah juga mengatur perlakuan pajak bagi pelaku usaha yang menggunakan skema perpajakan berbeda. Untuk wajib pajak yang menggunakan ketentuan umum, pungutan dalam skema Pajak untuk Pedagang Online dapat diperhitungkan sebagai kredit pajak pada tahun berjalan.

Sementara bagi pelaku usaha yang menggunakan skema PPh Final, pungutan tersebut dapat menjadi bagian dari pelunasan kewajiban pajak final. Ketentuan ini berlaku untuk beberapa jenis pajak final yang telah diatur dalam perundang-undangan.

Meski demikian, tidak semua transaksi dikenakan pemungutan pajak. Pemerintah memberikan pengecualian kepada wajib pajak orang pribadi yang memiliki omzet hingga Rp500 juta per tahun dan telah menyampaikan surat pernyataan sesuai ketentuan yang berlaku.

Selain itu, layanan pengiriman atau ekspedisi yang dijalankan mitra perusahaan aplikasi transportasi berbasis teknologi juga tidak termasuk objek pemungutan. Pengecualian lain berlaku untuk penjualan pulsa dan kartu perdana, transaksi emas dan perhiasan tertentu, serta pengalihan hak atas tanah dan bangunan.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan Pajak untuk Pedagang Online bertujuan menciptakan sistem perpajakan yang lebih tertib dan adil di tengah pesatnya pertumbuhan ekonomi digital. Dengan penerapan Pajak untuk Pedagang Online yang lebih terstruktur, aktivitas perdagangan elektronik diharapkan dapat berkembang secara sehat sekaligus memberikan kepastian hukum bagi para pelaku usaha.

Seller Online Produk Lokal Dapat Insentif Khusus, Simak Aturan Terbarunya!

0

Kementerian UMKM menerbitkan Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat perlindungan bagi Seller Online yang menjalankan usaha melalui platform perdagangan elektronik. Aturan baru ini diharapkan mampu menciptakan hubungan kemitraan yang lebih seimbang antara pelaku usaha mikro dan kecil dengan perusahaan e-commerce yang menjadi wadah penjualan produk mereka.

Regulasi tersebut menjadi pedoman bagi penyelenggara perdagangan melalui sistem elektronik (PPMSE) dalam menerapkan kerja sama yang lebih transparan dan adil. Pemerintah menilai keberadaan aturan ini penting mengingat jumlah Seller Online terus bertambah dan memiliki kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi digital nasional.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, menjelaskan bahwa salah satu poin utama dalam aturan tersebut adalah kewajiban platform e-commerce untuk menjelaskan seluruh komponen biaya yang dibebankan kepada pelaku usaha. Informasi mengenai biaya layanan harus disampaikan secara rinci, mulai dari besaran tarif, mekanisme perhitungan, hingga tata cara pembayaran.

Menurut Temmy, kebijakan ini memberikan kepastian bagi Seller Online dalam menjalankan bisnisnya. Selama ini, sejumlah pelaku usaha mengeluhkan perubahan biaya layanan yang dilakukan secara mendadak sehingga memengaruhi perencanaan usaha dan keuntungan yang diperoleh.

Selain itu, platform digital juga diwajibkan menyampaikan rencana perubahan biaya paling lambat 90 hari sebelum kebijakan baru diberlakukan. Dengan adanya tenggat waktu tersebut, para pelaku usaha memiliki kesempatan untuk mempelajari dampaknya terhadap operasional bisnis mereka.

Aturan Baru Beri Ruang Negosiasi dan Insentif bagi Seller Online

Dalam regulasi terbaru tersebut, Seller Online yang merasa keberatan terhadap perubahan biaya dapat mengajukan permohonan fasilitasi negosiasi kepada Kementerian UMKM melalui aplikasi SAPA UMKM. Mekanisme ini dirancang agar perubahan kebijakan tidak lagi ditetapkan secara sepihak oleh platform, melainkan melalui proses komunikasi yang melibatkan kedua belah pihak.

Hasil negosiasi nantinya akan dituangkan dalam perubahan perjanjian kemitraan yang mengikat platform e-commerce dan pelaku usaha. Pemerintah berharap mekanisme tersebut dapat menciptakan iklim usaha digital yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Tidak hanya memberikan perlindungan hukum, aturan baru ini juga menghadirkan insentif bagi Seller Online yang memasarkan produk dalam negeri. Platform e-commerce kategori non-UMK diwajibkan memberikan potongan biaya layanan minimal 50 persen kepada pelaku usaha terverifikasi yang secara eksklusif menjual Produk Dalam Negeri.

Kementerian UMKM menilai langkah tersebut penting untuk memperkuat daya saing produk lokal di tengah ketatnya persaingan dengan barang impor yang semakin mudah ditemukan di pasar digital. Melalui kebijakan ini, pemerintah berharap pelaku usaha mikro dan kecil dapat mempertahankan margin keuntungan yang sehat sekaligus memperluas jangkauan pasar. Dengan perlindungan yang lebih kuat dan insentif yang jelas, keberadaan Seller Online di Indonesia diharapkan semakin berkembang dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi digital nasional.

Rekomendasi Saham Biar Cuan untuk Investor Pemula dan Jangka Panjang

0

Mencari Rekomendasi Saham biar Cuan menjadi salah satu topik yang paling banyak dicari investor, terutama ketika pasar saham bergerak fluktuatif. Di Berempat.com, kami melihat banyak investor pemula sering terjebak pada saham yang sedang viral tanpa memahami fundamental bisnis di baliknya. Padahal, peluang meraih keuntungan jangka panjang justru lebih sering datang dari perusahaan yang memiliki kinerja stabil dan bisnis yang kuat.

Tahun 2026 menjadi periode yang cukup menarik bagi pasar modal Indonesia. Di satu sisi, volatilitas masih terjadi akibat sentimen global. Namun di sisi lain, banyak saham berkapitalisasi besar yang tetap menunjukkan fundamental yang solid. Bagi investor yang ingin membangun portofolio lebih sehat, fokus pada emiten dengan kinerja konsisten bisa menjadi strategi yang lebih bijak dibanding mengejar saham spekulatif.

Data Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa meskipun IHSG mengalami tekanan pada beberapa periode tahun 2026, sejumlah saham berkapitalisasi besar masih menjadi penopang utama pasar. Saham-saham seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan TLKM tetap masuk dalam kelompok emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia.

Namun, sebelum memilih saham, penting untuk memahami bahwa tidak ada instrumen investasi yang bebas risiko. Karena itu, istilah “cuan” sebaiknya dipahami sebagai hasil dari strategi investasi yang terukur, bukan sekadar keberuntungan.

Saham Perbankan Masih Menarik untuk Dilirik

Sektor perbankan masih menjadi salah satu pilihan utama investor karena memiliki peran penting dalam perekonomian nasional.

BBCA

Saham BBCA sering dianggap sebagai salah satu emiten dengan kualitas fundamental terbaik di Indonesia. Selain menjadi perusahaan dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI pada kuartal pertama 2026, BBCA juga dikenal memiliki pertumbuhan laba yang relatif konsisten dan kualitas kredit yang baik.

Bagi investor jangka panjang, BBCA sering menjadi pilihan karena stabilitas bisnisnya yang kuat.

BBRI

BBRI tetap menarik berkat dominasinya di segmen UMKM. Pada tahun 2025, pendapatan BBRI tercatat mencapai sekitar Rp140 triliun dengan pertumbuhan lebih dari 6% dibanding tahun sebelumnya.

Selain itu, saham ini juga dikenal sebagai salah satu emiten dengan dividen yang cukup menarik bagi investor yang mencari pendapatan pasif.

BMRI

BMRI juga sering masuk dalam daftar saham unggulan karena pertumbuhan bisnis yang stabil dan posisi kuat di berbagai segmen perbankan nasional. Kapitalisasi pasarnya masih berada di jajaran terbesar di Indonesia.

Rekomendasi Saham Biar Cuan Tidak Harus Selalu dari Sektor Bank

Meskipun sektor perbankan mendominasi pasar, investor juga dapat mempertimbangkan emiten dari sektor lain untuk menciptakan diversifikasi.

TLKM

TLKM masih menjadi salah satu emiten telekomunikasi terbesar di Indonesia. Perkembangan ekonomi digital dan kebutuhan internet yang terus meningkat membuat bisnis telekomunikasi tetap relevan dalam jangka panjang.

Bahkan dalam beberapa periode perdagangan tahun 2026, TLKM termasuk saham yang turut menopang penguatan IHSG bersama emiten perbankan besar.

ASII

ASII menawarkan eksposur bisnis yang lebih beragam. Banyak investor mengenalnya sebagai perusahaan otomotif, padahal Astra juga memiliki lini usaha di sektor keuangan, pertambangan, infrastruktur, hingga agribisnis.

Menurut laporan grup Astra, pendapatan perusahaan telah berkembang hingga lebih dari Rp320 triliun dan tidak lagi bergantung sepenuhnya pada penjualan kendaraan.

Diversifikasi bisnis inilah yang membuat ASII sering dianggap lebih tahan terhadap perubahan kondisi ekonomi.

Jangan Hanya Mengejar Harga Murah

Kesalahan yang sering dilakukan investor pemula adalah menganggap saham murah pasti memiliki potensi keuntungan lebih besar.

Padahal, harga saham yang rendah tidak selalu mencerminkan valuasi yang menarik. Yang lebih penting adalah memahami kondisi keuangan perusahaan, pertumbuhan bisnis, kemampuan menghasilkan laba, dan prospek industrinya.

Karena itu, saat mencari Rekomendasi Saham biar Cuan, fokuslah pada kualitas bisnis terlebih dahulu. Saham dengan fundamental kuat mungkin tidak selalu memberikan keuntungan instan, tetapi memiliki peluang lebih baik untuk bertumbuh dalam jangka panjang.