Rabu, November 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 4

Bisnis Sepatu Lukis Handmade, UMKM Lokal Raup Omzet Rp 100 Juta per Bulan

0

Sepatu Lukis menjadi salah satu peluang usaha kreatif yang mampu membawa produk UMKM Indonesia ke pasar internasional. Berbekal keterampilan menggambar dan kreativitas dalam mengolah desain, sejumlah pelaku usaha lokal berhasil mengembangkan produk alas kaki bernilai seni yang diminati konsumen dari berbagai negara.

Salah satu kisah datang dari pelaku UMKM asal Malang, Jawa Timur. Usaha sepatu dengan desain lukisan khusus ini dirintis pada 2014, ketika pemiliknya masih duduk di bangku SMA. Ide bisnis tersebut berawal dari tugas mata pelajaran seni budaya yang kemudian berkembang menjadi kegiatan usaha.

Seiring berjalannya waktu, pesanan mulai berdatangan dan bisnisnya semakin berkembang. Pemilik usaha melayani permintaan desain khusus pada berbagai jenis alas kaki, mulai dari sepatu kanvas, bahan kulit imitasi, sepatu lari, hingga sepatu bola. Untuk menjaga kualitas hasil lukisan, ia menggunakan cat khusus yang dirancang agar tidak mudah retak saat sepatu digunakan.

Produk buatan tangan tersebut kini telah menjangkau sejumlah pasar luar negeri, termasuk Belanda, Taiwan, dan Jepang. Pencapaian ini menunjukkan bahwa produk kerajinan lokal memiliki peluang bersaing di pasar global melalui desain yang unik dan pengerjaan yang mengutamakan detail.

Harga setiap pasang sepatu bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Penentuan harga bergantung pada tingkat kesulitan gambar, detail desain, serta proses pengerjaannya. Dalam satu minggu, pelaku usaha tersebut mampu menyelesaikan sekitar lima pasang sepatu sesuai pesanan pelanggan.

Sepatu Lukis Handmade dari Sleman Raup Omzet Rp 100 Juta

Peluang serupa juga dikembangkan oleh UMKM asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Usaha ini memproduksi sepatu lukis handmade dengan bahan kulit asli dan telah memasarkan produknya ke sejumlah negara, seperti Kanada, Jepang, Australia, Arab Saudi, Malaysia, serta Filipina.

Untuk memperkuat karakter produknya, pelaku usaha tersebut menggandeng seniman lokal dalam proses pembuatan desain. Kolaborasi ini membuat setiap sepatu memiliki sentuhan artistik sekaligus memberi ruang bagi seniman untuk terlibat dalam kegiatan ekonomi kreatif.

Usaha tersebut kini melibatkan delapan pekerja dan mampu mencatatkan omzet rata-rata sekitar Rp 100 juta per bulan. Capaian itu memperlihatkan potensi bisnis kerajinan yang menggabungkan keterampilan seni, kualitas bahan, dan strategi pemasaran ke pasar luar negeri.

Salah satu produk unggulannya adalah signature series yang ditawarkan dengan harga Rp 2,2 juta per pasang. Harga tersebut mencerminkan nilai pengerjaan manual, penggunaan kulit asli, serta desain yang menjadi ciri khas produk.

Kisah dua UMKM ini memperlihatkan bahwa kreativitas dapat menjadi modal penting untuk mengembangkan usaha bernilai tambah. Dengan menjaga mutu, menghadirkan desain yang khas, dan memperluas jangkauan pemasaran, produk sepatu lukis buatan Indonesia berpeluang terus menarik perhatian konsumen di pasar internasional.

Harga Bitcoin Tertahan di US$81.970, Arus Dana ETF Mulai Menguat

0

Harga Bitcoin Tertahan di tengah meningkatnya kehati-hatian investor terhadap perkembangan pasar keuangan global. Pelemahan saham teknologi dan lonjakan harga minyak dunia menjadi dua faktor yang membatasi pergerakan aset kripto, meskipun aliran dana ke produk investasi Bitcoin mulai menunjukkan perbaikan.

Mengutip Investing.com, Sabtu (24/10/2026), Bitcoin menguat tipis 0,3% menjadi US$81.970 pada perdagangan Jumat waktu setempat. Meski mencatat kenaikan terbatas, aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut masih bergerak dalam rentang US$80.000 hingga US$87.000 yang terbentuk selama sebulan terakhir.

Pergerakan terbatas juga terlihat pada sejumlah aset kripto lainnya. Pasar menghadapi tekanan setelah investor mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, menyusul pelemahan saham teknologi global dan kekhawatiran terhadap arah kebijakan suku bunga.

Aksi jual saham teknologi terjadi setelah laporan keuangan sejumlah perusahaan besar di Wall Street dinilai belum memenuhi harapan pasar. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai prospek pertumbuhan perusahaan teknologi, termasuk keberlanjutan investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kekhawatiran mengenai suku bunga tinggi turut membuat investor lebih berhati-hati. Dalam situasi tersebut, aset kripto yang sensitif terhadap perubahan selera risiko ikut merasakan dampaknya.

Harga Bitcoin Tertahan akibat Tekanan Saham Teknologi dan Minyak

Meski tekanan terhadap saham teknologi mulai mereda pada Jumat, kerugian yang terakumulasi sepanjang pekan masih membebani sentimen pasar. Investor kini mencermati laporan keuangan perusahaan teknologi lainnya serta agenda pertemuan sejumlah bank sentral pada pekan berikutnya.

Kenaikan harga minyak dunia juga menambah ketidakpastian. Harga minyak mentah menyentuh level tertinggi dalam lebih dari lima bulan pada Jumat, seiring berlanjutnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Sejumlah laporan mengindikasikan permusuhan yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran berpotensi berlanjut hingga November. Situasi tersebut memicu kekhawatiran terhadap kelancaran pasokan energi global dan kemungkinan kenaikan inflasi.

Jika harga energi terus meningkat, tekanan inflasi dapat mempersulit pelonggaran kebijakan moneter. Kondisi ini berpotensi membuat investor menunda pembelian aset berisiko, termasuk Bitcoin.

Arus Dana ETF Bitcoin Mulai Menguat

Di tengah kondisi pasar yang belum kondusif, produk exchange-traded fund (ETF) Bitcoin spot justru mencatatkan perkembangan positif. Data SoSoValue menunjukkan produk tersebut membukukan arus masuk dana sebesar US$442,7 juta pada pekan yang berakhir 22 Oktober 2026.

Angka itu menjadi arus masuk mingguan terbesar sejak akhir September sekaligus mengakhiri tren keluarnya dana selama dua pekan berturut-turut.

Namun, peningkatan aliran modal tersebut belum mampu mendorong lonjakan harga secara signifikan. Harga Bitcoin Tertahan dalam rentang perdagangan yang relatif sempit karena sentimen makroekonomi masih membayangi pasar.

Ke depan, pelaku pasar akan mencermati perkembangan geopolitik, harga energi, laporan keuangan perusahaan teknologi, serta arah kebijakan bank sentral. Faktor-faktor tersebut berpotensi menentukan apakah Bitcoin mampu menembus kisaran harga saat ini atau kembali menghadapi tekanan jual.

Pendapatan Bukalapak Tumbuh 19%, Segmen Gaming Jadi Penopang Bisnis

0

PT Bukalapak.com Tbk mencatatkan pendapatan sebesar Rp5,6 triliun selama sembilan bulan pertama 2026. Nilai tersebut tumbuh 19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika pendapatan perusahaan tercatat Rp4,7 triliun. Kinerja ini menunjukkan perkembangan bisnis perseroan di tengah penyesuaian strategi pada sejumlah segmen usaha.

Pada kuartal III 2026, pendapatan Bukalapak mencapai Rp1,6 triliun, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski pertumbuhan pendapatan kuartalan belum terlihat signifikan, perusahaan berhasil meningkatkan laba kotor menjadi Rp158 miliar dari sebelumnya Rp123 miliar.

Kenaikan laba kotor tersebut terjadi bersamaan dengan bertambahnya biaya penjualan dan pemasaran menjadi Rp71 miliar, dibandingkan Rp49 miliar pada kuartal III 2025. Peningkatan anggaran itu digunakan untuk mendukung ekspansi bisnis Gaming ke pasar baru.

Secara kumulatif, laba kotor Bukalapak selama Januari hingga September 2026 mencapai Rp459 miliar, meningkat dari Rp376 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, biaya penjualan dan pemasaran naik dari Rp149 miliar menjadi Rp201 miliar. Pertumbuhan laba kotor yang lebih besar daripada kenaikan biaya pemasaran memperlihatkan bahwa investasi tersebut masih memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan.

EBITDA Bukalapak Berbalik Positif, Segmen Gaming Jadi Penopang

Bukalapak juga mencatatkan perbaikan EBITDA yang disesuaikan atau Adjusted EBITDA. Pada kuartal III 2026, indikator tersebut mencapai positif Rp1 miliar, berbalik dari posisi negatif Rp18 miliar setahun sebelumnya.

Sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini, Adjusted EBITDA tercatat positif Rp11 miliar. Capaian tersebut membaik Rp64 miliar dibandingkan posisi negatif Rp53 miliar pada periode Januari-September 2025.

Segmen Gaming menjadi salah satu kontributor penting. Bisnis yang menaungi marketplace seperti Itemku dan Lapakgaming itu membukukan pendapatan Rp1,4 triliun pada kuartal III 2026. Laba kotornya meningkat menjadi Rp65 miliar dari Rp49 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Untuk periode sembilan bulan, pendapatan Gaming tumbuh 27% menjadi Rp4,9 triliun. Laba kotor naik dari Rp144 miliar menjadi Rp193 miliar. Adjusted EBITDA segmen ini mencapai Rp11 miliar pada kuartal III, melonjak 111% secara tahunan, sedangkan nilai kumulatifnya mencapai Rp48 miliar.

Segmen Mitra Bukalapak juga memperlihatkan perbaikan profitabilitas. Meski pendapatan sembilan bulan turun 21% menjadi Rp487 miliar akibat peralihan model bisnis dari penjualan langsung ke kemitraan pihak ketiga, laba kotor meningkat menjadi Rp117 miliar. Adjusted EBITDA segmen tersebut tercatat positif Rp11 miliar selama sembilan bulan.

Sementara itu, segmen Investment melalui BMoney membukukan pendapatan Rp69 miliar hingga September, tumbuh 54% secara tahunan. Segmen Retail mencatat pendapatan Rp209 miliar, turun dari Rp228 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Di sisi keuangan, Bukalapak memiliki kas, setara kas, dan investasi likuid sebesar Rp16,8 triliun per akhir September 2026. Posisi tersebut memberikan ruang bagi perseroan untuk mengembangkan bisnis, memperluas jangkauan pasar, meningkatkan pengalaman pengguna, serta menjaga efisiensi biaya demi mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Viral di Media Sosial, Bisnis 3D Printing Anak Muda Ini Melejit!

0

Bisnis 3D Printing semakin menarik perhatian sebagai peluang usaha bagi generasi muda yang ingin membangun brand sendiri dengan modal awal relatif terjangkau. Salah satu contoh datang dari Mike Satterlee, pengusaha muda asal Amerika Serikat yang sukses mengembangkan CruiseCup, merek aksesori minuman berbasis teknologi cetak tiga dimensi. Produk buatannya viral di media sosial dan mendorong bisnis tersebut berkembang dari produksi rumahan menjadi operasi manufaktur dengan puluhan hingga ratusan mesin.

Mengutip laporan Liputan6 pada 18 Oktober 2026 yang merujuk CNBC Make It, CruiseCup membukukan pendapatan kotor sekitar US$808.000 sepanjang 2025, setara kurang lebih Rp14,5 miliar berdasarkan kurs yang digunakan dalam laporan tersebut. Angka itu merupakan omzet, bukan keuntungan bersih. Lonjakan penjualan terjadi setelah produk pendingin kaleng minuman dengan mekanisme unik menarik perhatian pengguna Instagram dan platform belanja daring.

Kisah ini memperlihatkan bagaimana ide produk sederhana bisa berkembang menjadi bisnis serius ketika dipadukan dengan teknologi, pemasaran digital, dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen. Satterlee tidak memulai dengan pabrik besar atau investasi manufaktur berskala industri. Ia memanfaatkan printer 3D untuk menguji desain, membuat produk, dan meningkatkan kapasitas produksi secara bertahap.

Bagi pelaku usaha muda, pendekatan tersebut menawarkan pelajaran penting: peluang bisnis tidak selalu berawal dari produk yang rumit. Produk yang memiliki fungsi jelas, tampilan menarik, dan mudah diperagakan dalam video pendek pun bisa menciptakan permintaan besar.

Bisnis 3D Printing Bermula dari Modal Sekitar Rp9 Juta

Perjalanan Satterlee dimulai ketika ia membeli printer 3D pertamanya pada September 2022 dengan harga sekitar US$500 atau setara Rp9 juta berdasarkan kurs yang digunakan dalam sejumlah laporan. Ketertarikannya terhadap teknologi ini tumbuh saat mengikuti kelas desain dan produksi di sekolah menengah atas.

Pada awalnya, ia menggunakan printer tersebut untuk bereksperimen dengan berbagai produk. Pada Juni 2023, Satterlee mendirikan Solefully, usaha yang menjual aksesori dekoratif untuk sepatu Crocs. Bisnis pertamanya itu mencatat penjualan sekitar US$250.000 pada 2024, menurut laporan yang dikutip sejumlah media internasional.

Pendapatan tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan kapasitas produksi. Pada November 2024, Satterlee mulai menyewa gudang seluas sekitar 3.000 kaki persegi atau 279 meter persegi di Clifton Park, New York. Tempat yang awalnya menampung puluhan printer itu kemudian berkembang menjadi fasilitas produksi yang menggunakan sekitar 160 mesin.

Pengalaman menjalankan Solefully juga memberinya kesempatan untuk memahami perilaku konsumen, mengelola pesanan, dan menguji produk baru. Ketika menemukan ide aksesori minuman dengan mekanisme yang berbeda, ia sudah memiliki bekal untuk mengubah konsep menjadi barang yang siap dijual.

Perjalanan tersebut memperlihatkan bahwa keberhasilan sebuah usaha teknologi tidak selalu bergantung pada penemuan yang benar-benar baru. Kemampuan memperbaiki produk yang sudah ada dan menawarkan pengalaman penggunaan yang lebih menarik juga dapat menciptakan peluang komersial.

Produk Unik dan Media Sosial Menjadi Kunci Pertumbuhan

Produk andalan CruiseCup berupa pendingin minuman berbentuk wadah keras yang dirancang untuk menampung dua kaleng minuman berukuran 12 ons atau sekitar 355 mililiter. Daya tariknya terletak pada mekanisme yang memungkinkan pengguna memasukkan kaleng pengganti dari bagian atas maupun bawah wadah.

Konsep tersebut mudah dipahami ketika diperlihatkan melalui video. Satterlee mengunggah demonstrasi produknya ke Instagram, termasuk memperlihatkan cara kerja mekanisme penggantian kaleng. Video tersebut dilaporkan meraih lebih dari 50 juta penayangan dan mendorong lonjakan pesanan hingga ratusan unit dalam sehari.

Dampaknya langsung terasa pada operasional. Dengan puluhan printer yang tersedia saat itu, perusahaan memperkirakan waktu pemenuhan pesanan bisa mencapai sekitar enam minggu. Situasi ini menunjukkan bahwa perhatian publik yang besar dapat berubah menjadi tantangan produksi apabila kapasitas bisnis belum siap menghadapi lonjakan permintaan.

Satterlee kemudian menambah mesin dan mengalokasikan pendapatan untuk mengembangkan usahanya. Berdasarkan laporan CNBC Make It yang dikutip NDTV Profit, CruiseCup menghasilkan sekitar US$100.000 pada Agustus 2025. Sepanjang tahun tersebut, pendapatan kotor bisnis mencapai US$808.000 atau sekitar Rp14,5 miliar menurut kurs yang digunakan sejumlah media.

Angka itu perlu dipahami sebagai omzet, bukan laba bersih. Biaya bahan baku, listrik, perawatan printer, pengemasan, pengiriman, pemasaran, dan operasional lainnya tetap harus diperhitungkan untuk mengetahui keuntungan sebenarnya.

Industri 3D Printing Global Ikut Berkembang

Peluang usaha ini juga didukung pertumbuhan industri manufaktur aditif atau additive manufacturing, istilah teknis untuk proses pembuatan objek dengan menambahkan material secara bertahap berdasarkan model digital.

Menurut Wohlers Report 2026 yang diterbitkan Wohlers Associates bersama ASTM International, pendapatan industri manufaktur aditif global mencapai US$24,2 miliar pada 2025, meningkat 10,9% dibandingkan tahun sebelumnya. Layanan pencetakan menyumbang 48% dari total pasar, diikuti penjualan dan servis sistem sebesar 26%, material 20%, serta perangkat lunak 6%.

Data tersebut memperlihatkan bahwa peluang industri ini mencakup lebih banyak bidang daripada sekadar menjual printer. Pengusaha dapat menawarkan jasa cetak berdasarkan pesanan, membuat prototipe produk, memproduksi suku cadang tertentu, hingga menjual barang jadi melalui toko daring.

Meski demikian, pasar manufaktur aditif juga memiliki tantangan. Pelaku usaha perlu mempertimbangkan kualitas hasil cetak, kecepatan produksi, biaya material, dan persaingan dengan metode manufaktur konvensional. Tidak semua produk cocok dibuat menggunakan printer 3D, terutama ketika permintaan sudah sangat besar dan biaya produksi per unit harus ditekan.

Pelajaran Bisnis yang Bisa Dipetik dari Kisah CruiseCup

Ada beberapa hal yang dapat dipelajari pengusaha muda dari perjalanan Satterlee.

Pertama, mulai dari produk yang menyelesaikan kebutuhan spesifik. Produk CruiseCup memiliki fungsi yang jelas sekaligus mekanisme unik yang membuatnya mudah diperagakan. Kombinasi tersebut membantu calon pembeli memahami manfaat produk tanpa penjelasan panjang.

Kedua, gunakan media sosial untuk menguji respons pasar. Video pendek dapat menjadi sarana memperkenalkan produk sekaligus mengukur minat calon pelanggan. Namun, jumlah penayangan yang tinggi tidak otomatis menjamin penjualan. Produk tetap harus memiliki nilai guna, harga yang sesuai, dan kualitas yang konsisten.

Ketiga, siapkan operasional sebelum memperbesar pemasaran. Lonjakan pesanan dapat menjadi masalah apabila kapasitas produksi, persediaan bahan, pengemasan, dan pengiriman tidak mampu mengikutinya. Pertumbuhan yang sehat membutuhkan perencanaan kapasitas dan pengelolaan arus kas.

Keempat, manfaatkan keuntungan untuk membangun bisnis jangka panjang. Satterlee dilaporkan mengambil sebagian kecil pendapatan untuk kebutuhan pribadinya dan menginvestasikan kembali sebagian besar dana ke mesin, pemasaran, serta pengembangan produk. Strategi tersebut membantu perusahaan meningkatkan kapasitas, meskipun tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan kas dan risiko usaha.

Kisah CruiseCup menunjukkan bahwa Bisnis 3D Printing dapat berkembang dari eksperimen sederhana menjadi usaha dengan omzet besar ketika inovasi produk bertemu pemasaran digital yang efektif. Namun, viralitas sebaiknya diperlakukan sebagai pintu masuk untuk mendapatkan pelanggan, bukan sebagai satu-satunya fondasi bisnis.

Wajib Halal Ditunda, Pelaku UMKM Kini Punya Waktu hingga 2028

0

Kebijakan Wajib Halal Ditunda hingga 2028 mendapat sambutan positif dari Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Penyesuaian tenggat sertifikasi halal dinilai memberi kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menjaga produktivitas sekaligus mempersiapkan pemenuhan ketentuan yang berlaku.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, menilai sertifikasi halal memiliki tujuan yang baik. Namun, penerapannya perlu mempertimbangkan kondisi pelaku usaha agar tidak mengganggu keberlangsungan bisnis, terutama bagi UMKM yang masih menghadapi berbagai keterbatasan.

“Niat sertifikasi halal baik, tapi juga kita mesti lihat momentumnya, kapan baiknya, dan alhamdulillah sudah ada penyesuaian,” ujar Anindya dalam konferensi pers Rapimnas Kadin 2026 di Menara Kadin, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Menurutnya, kesiapan pelaku usaha perlu menjadi pertimbangan sebelum kewajiban diberlakukan secara menyeluruh. Untuk saat ini, UMKM perlu memiliki ruang untuk mengembangkan kegiatan produktif dan memperkuat usahanya.

Meski mendukung kebijakan Wajib Halal Ditunda, Anindya mengingatkan bahwa industri halal memiliki peluang besar, baik di pasar Indonesia maupun internasional. Ia menilai Indonesia masih perlu memperkuat daya saing agar mampu mengambil peran lebih besar dalam industri tersebut.

Pemerintah Perpanjang Tenggat Sertifikasi Halal hingga 2028

Pemerintah memperpanjang masa penahapan kewajiban sertifikasi halal bagi sejumlah produk dan jasa hingga Oktober 2028. Sebelumnya, beberapa ketentuan dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan bahwa penyesuaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesiapan ekosistem halal nasional. Perubahan kebijakan akan dituangkan melalui revisi Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Bidang Jaminan Produk Halal.

Dalam ketentuan yang disesuaikan, pelaku usaha mikro dan kecil memperoleh waktu hingga 17 Oktober 2028 untuk memenuhi kewajiban sertifikasi halal bagi produk makanan, minuman, hasil sembelihan, serta jasa penyembelihan.

Sementara itu, kewajiban sertifikasi halal untuk jasa yang berkaitan dengan makanan, minuman, dan hasil sembelihan, selain jasa penyembelihan, mulai berlaku pada 18 Oktober 2028.

Produk Impor Juga Mendapat Penyesuaian

Perpanjangan tenggat turut mencakup produk impor berupa makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan. Kewajibannya ditetapkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2028, dengan mempertimbangkan penyelesaian kerja sama saling pengakuan sertifikat halal.

Kebijakan Wajib Halal Ditunda ini memberikan tambahan waktu bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan pemenuhan regulasi. Pemerintah diharapkan dapat memanfaatkan masa transisi tersebut untuk memperkuat ekosistem sertifikasi halal, sementara UMKM memiliki kesempatan meningkatkan kapasitas usaha sebelum ketentuan diterapkan sepenuhnya.

KUR untuk Ojol Dibuka, Pengemudi Bisa Ajukan Kredit Motor dan Modal Usaha

0

Program KUR untuk Ojol menjadi salah satu upaya pemerintah memperluas akses pembiayaan bagi pengemudi ojek online yang ingin memiliki kendaraan sendiri atau mengembangkan usaha tambahan. Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman memastikan pengemudi ojol berhak mengakses fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Pelindungan Ekosistem Transportasi Berbasis Platform Digital.

Maman mengatakan pemerintah ingin mendorong pengemudi ojol memiliki sumber penghasilan lain di luar pekerjaan utama mereka. Dukungan pembiayaan disiapkan agar para mitra dapat mengembangkan usaha secara mandiri sesuai kebutuhan masing-masing.

“Apabila mereka membutuhkan dukungan akses pembiayaan, akan kami dorong dan kita berikan akses,” ujar Maman, dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pengajuan pembiayaan bagi pengemudi ojol berpotensi lebih mudah karena aktivitas operasional mereka telah tercatat secara digital di platform transportasi online. Data tersebut dapat menjadi pertimbangan dalam menyusun skema pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik pengemudi.

Kementerian UMKM juga telah berkoordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk membahas mekanisme penyaluran pembiayaan tersebut.

KUR untuk Ojol Bisa Digunakan untuk Beli Motor dan Modal Usaha

Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moraza menjelaskan bahwa pengakuan pengemudi ojol sebagai bagian dari pelaku UMKM membuka kesempatan bagi mereka untuk mengakses pembiayaan formal. Fasilitas ini dinilai penting karena sebagian pengemudi masih menggunakan sepeda motor sewaan untuk bekerja.

Melalui skema KUR untuk Ojol, pengemudi dapat memanfaatkan kredit konvensional dengan bunga enam persen per tahun. Pembiayaan tersebut bisa digunakan untuk peremajaan kendaraan pribadi maupun menambah modal usaha yang sudah berjalan.

Pemerintah juga mengusulkan skema pembiayaan berbasis transaksi harian dengan memanfaatkan data aktivitas pada platform digital. Dalam skema yang disepakati, perusahaan platform berpeluang dilibatkan sebagai penjamin atau avalis. Pembayaran angsuran dan kinerja keuangan mitra nantinya dapat dipantau melalui transaksi berjalan, disertai pendampingan usaha.

Perempuan Pengemudi Juga Mendapat Dukungan Pembiayaan

Selain KUR untuk Ojol, Kementerian UMKM menyiapkan pemberdayaan bagi perempuan pengemudi atau lady ojol serta istri pengemudi melalui Program Kredit Perempuan Prasejahtera (KPPS). Program yang melibatkan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) ini menawarkan pinjaman hingga Rp15 juta per akad untuk setiap penerima.

Fasilitas tersebut menerapkan bunga flat delapan persen per tahun tanpa agunan, sehingga diharapkan dapat memperluas kesempatan perempuan membangun usaha produktif.

Sementara itu, aturan turunan Perpres Nomor 27 Tahun 2026 berupa Peraturan Menteri ditargetkan selesai pada akhir Desember 2026. Penyelesaian regulasi ini menjadi tahap penting untuk memperjelas pelaksanaan program dan mekanisme akses pembiayaan bagi pengemudi ojol.

Jangan Asal Menimbun, Ini Cara Mengatur Stok Toko Bangunan dengan Lebih Cerdas

0

Menjelang sore, seorang tukang masuk ke toko dan menanyakan perekat bata ringan untuk pekerjaan dinding yang dimulai besok pagi. Di rak, sisanya tinggal beberapa sak. Pemilik toko tahu, jika pelanggan itu pulang tanpa membawa barang, besok ia akan mampir ke toko sebelah.

Menambah stok berarti memikirkan banyak hal sekaligus: ongkos kirimnya, berapa sak yang masuk akal dipesan, dan apakah uang yang ada sebaiknya dipakai untuk barang ini atau untuk kebutuhan lain. Situasi ini hanya ilustrasi, bukan kisah toko tertentu, tetapi banyak pemilik toko bangunan mungkin mengenalinya.

Dalam kondisi seperti itu, mengelola Stok Toko Bangunan bukan sekadar soal membeli barang sebanyak mungkin. Toko perlu menjaga keseimbangan antara barang yang tersedia, modal yang tidak tertahan terlalu lama, dan kemampuan melayani pelanggan saat kebutuhan datang mendadak.

Pasar Bergerak, Tetapi Tidak Merata

Wilayah pasar toko bangunan di Daerah Istimewa Yogyakarta dan sekitarnya sedang bergerak. BPS DIY mencatat ekonomi DIY tumbuh 5,75 persen secara tahunan pada triwulan II 2026, tertinggi di Pulau Jawa. Di Jawa Tengah, BPS mencatat pertumbuhan 5,71 persen pada periode yang sama, dan sektor konstruksi provinsi itu tumbuh 11,91 persen pada triwulan I. Dari sisi bahan bangunan, konsumsi semen domestik Januari–Juli 2026 mencapai 36,1 juta ton, naik 9,5 persen dibanding tahun lalu, menurut analisis Mirae Asset Sekuritas yang dikutip Bisnis.com.

Angka-angka itu perlu dibaca hati-hati. Kenaikan konsumsi semen sebagian terjadi karena tahun lalu relatif lemah. Asosiasi Semen Indonesia mencatat penjualan semester I 2025 turun 2,5 persen. Bank Indonesia juga mencatat penjualan rumah baru di pasar primer pada triwulan II 2026 masih turun 2,36 persen secara tahunan, meski jauh lebih baik dari kontraksi 25,67 persen pada triwulan sebelumnya.

Data tingkat nasional dan provinsi ini tidak otomatis memotret omzet toko, apalagi kebutuhan renovasi di Sleman, Bantul, Solo, atau Klaten. Pasar yang tumbuh tidak selalu membuat setiap toko untung. Yang menentukan tetap cara toko mengelola pengadaan dan Stok Toko Bangunan di rak maupun gudang.

Harga per Sak Hanya Satu Bagian dari Hitungan

Dalam perbandingan supplier, perhatian sering berhenti pada harga per sak. Padahal, biaya pengadaan terdiri dari beberapa lapis: harga barang, ongkos kirim, modal yang tertahan di stok, dan risiko kehilangan penjualan ketika barang kosong. Ini cara pandang yang lazim dalam manajemen persediaan, bukan temuan survei tentang toko tertentu.

Bayangkan dua penawaran hipotetis. Penawaran pertama memiliki harga per sak sedikit lebih rendah, tetapi ongkos kirim ditanggung toko dan pesanan baru diproses setelah jumlah tertentu terpenuhi. Penawaran kedua harganya sedikit lebih tinggi, tetapi ongkos kirim sudah termasuk dan pesanan kecil tetap dilayani.

Mana yang lebih murah? Jawabannya bergantung pada jarak, seberapa sering toko memesan, dan secepat apa barang berputar. Karena itu, yang perlu dihitung adalah biaya total sampai barang berada di rak, bukan hanya angka di nota.

Mengelola Stok Toko Bangunan Tanpa Menahan Modal

Toko dengan modal dan ruang simpan terbatas tidak selalu menguntungkan jika harus membeli dalam jumlah besar demi memenuhi syarat minimum order. Barang yang menumpuk terlalu lama justru membuat uang tidak berputar, sementara kebutuhan pelanggan bisa berubah.

Sebaliknya, toko yang terlalu hemat dan hanya menyimpan sedikit barang juga berisiko kehilangan penjualan ketika tukang membutuhkan material segera. Di sinilah pengelolaan Stok Toko Bangunan menjadi kunci: cukup tersedia untuk melayani, tetapi tidak berlebihan hingga menguras modal.

Top Mortar menawarkan beberapa program yang dapat dibaca sebagai jawaban atas persoalan tersebut. Manfaatnya tentu bergantung pada kondisi masing-masing toko, dan syarat tiap program perlu dikonfirmasi langsung sebelum dijadikan dasar perencanaan.

  • Pengiriman satu hari dan gratis ongkir. Bagi toko yang sesekali kehabisan stok, kepastian waktu kirim memperpendek jarak antara pelanggan bertanya dan barang tersedia. Gratis ongkir juga menghilangkan satu komponen biaya yang kerap sulit dihitung per pesanan. Perlu dicatat, pengiriman satu hari tidak berarti barang tiba seketika; cakupan area, batas jam pemesanan, serta ketentuan lain perlu ditanyakan terlebih dahulu.
  • Order 10 sak langsung kirim. Ambang pesanan yang relatif kecil memberi toko pilihan untuk mengisi ulang stok sesuai kebutuhan, tanpa harus menimbun demi memenuhi minimum order. Bagi toko dengan modal terbatas, ini membantu menjaga uang tidak terlalu lama tertahan. Bagi toko yang lebih besar, jumlah ini bisa menjadi pengisi di sela pesanan besar.
  • Beli 10 sak perekat bata ringan gratis 1 sak. Secara hitungan, toko menerima 11 sak untuk pembelian 10 sak. Dengan asumsi harga 10 sak yang dibayar tidak berubah, biaya rata-rata per sak turun sekitar 9,1 persen. Namun, ini bonus barang, bukan potongan harga tunai. Nilainya baru nyata jika seluruh sak terjual atau terpakai. Toko dengan perputaran lambat sebaiknya tidak membeli lebih banyak hanya karena ada bonus.

Hubungan dengan Supplier Tidak Berhenti di Harga

Dalam bisnis toko bangunan, hubungan dengan supplier jarang ditentukan oleh satu transaksi. Respons saat ditanya stok, kejelasan informasi tentang jadwal kirim, dan konsistensi barang sampai sesuai janji ikut menentukan apakah toko akan memesan lagi.

Layanan seperti pengiriman dan fleksibilitas order layak dinilai sebagai bagian dari kemitraan, bukan sekadar tambahan. Top Mortar menyebut layanan One Day Service, antar gratis, bonus pembelian, serta pemesanan tanpa minimum order sebagai bagian dari dukungan bagi mitra penjualan.

Tentu saja, janji layanan baru bermakna jika dibuktikan dari pesanan ke pesanan. Pemilik toko berhak mengujinya dengan pesanan awal yang kecil, lalu mencatat apakah waktu kirim dan komunikasinya sesuai.

Tiga Pertanyaan Sebelum Memesan Stok

Terlepas dari supplier mana pun yang dipilih, ada tiga pertanyaan yang membantu pemilik toko mengambil keputusan lebih tenang.

  1. Berapa biaya total sampai barang sampai di rak? Hitung harga barang, ongkos kirim, serta biaya lain yang mungkin muncul.
  2. Berapa lama jumlah yang dipesan akan habis terjual? Perkirakan berdasarkan penjualan sebelumnya dan kebutuhan pelanggan di wilayah toko.
  3. Jika stok habis, seberapa cepat bisa terisi lagi? Kecepatan pengiriman menjadi penting agar pelanggan tidak berpindah ke toko lain.

Jawaban atas tiga pertanyaan ini biasanya lebih berguna daripada selisih beberapa rupiah pada harga per sak. Untuk pemilik toko di Yogyakarta, Sleman, Bantul, Solo, dan Klaten yang ingin menilai apakah skema ini cocok, tanyakan langsung kepada tim Top Mortar mengenai ketersediaan produk, area layanan, ketentuan pengiriman, serta syarat program 10+1. Hitung dulu kebutuhan toko, lalu bandingkan dengan penawaran lain.

Stok Tepat, Toko Lebih Siap Melayani

Harga per sak memang penting, tetapi bukan satu-satunya faktor yang menentukan keuntungan toko. Stok Toko Bangunan yang dikelola dengan baik membantu toko tetap siap melayani pelanggan tanpa membuat modal tertahan terlalu lama.

Dengan memperhitungkan biaya total, kecepatan pengiriman, fleksibilitas pesanan, dan perputaran barang, pemilik toko dapat mengambil keputusan pengadaan yang lebih tenang. Top Mortar, sebagai bagian dari ekosistem Mortar Indonesia, hadir dengan layanan yang dapat menjadi salah satu pertimbangan bagi toko yang ingin menjaga ketersediaan produk tanpa harus menimbun berlebihan.

Masyarakat Indonesia Makin Gemar Jajan Di Luar Rumah, Emang iya?

0

Kebiasaan Jajan Di Luar Rumah tampaknya semakin melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Hal ini terlihat dari meningkatnya pengeluaran untuk membeli makanan dan minuman siap santap berdasarkan laporan Badan Pusat Statistik (BPS). Data tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin banyak mengalokasikan uang untuk makanan jadi dibandingkan sejumlah bahan pangan yang biasa diolah sendiri di rumah.

Dalam laporan Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang dirilis pada Oktober 2026, BPS mencatat pengeluaran makanan dan minuman jadi mencapai Rp277.302 per kapita per bulan. Angka tersebut meningkat dibandingkan periode Maret 2025 yang tercatat sebesar Rp248.501 per kapita per bulan.

Kenaikan ini memperlihatkan besarnya porsi konsumsi makanan siap santap dalam pengeluaran rumah tangga. Nilainya bahkan jauh melampaui pengeluaran untuk beberapa bahan pangan pokok yang umumnya dibeli untuk kebutuhan memasak sehari-hari.

Sebagai perbandingan, pengeluaran masyarakat untuk membeli beras pada Maret 2026 tercatat sebesar Rp92.141 per kapita per bulan. Sementara itu, pengeluaran untuk ikan berada di angka Rp63.533 per kapita per bulan.

Perbedaan tersebut menggambarkan bagaimana pola konsumsi masyarakat terus berkembang. Aktivitas Jajan Di Luar Rumah kini menjadi pilihan praktis bagi banyak orang, terutama mereka yang memiliki rutinitas padat dan membutuhkan makanan tanpa harus melewati proses memasak.

Gaya Hidup Modern Dorong Kebiasaan Jajan Di Luar Rumah

Perubahan gaya hidup menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi meningkatnya konsumsi makanan siap santap. Jadwal kerja, kegiatan pendidikan, hingga aktivitas harian lainnya membuat sebagian masyarakat memilih membeli makanan di warung, restoran, maupun gerai makanan cepat saji.

Kemudahan teknologi juga turut memperkuat kebiasaan tersebut. Kehadiran layanan pesan antar memungkinkan masyarakat memesan makanan melalui ponsel tanpa harus mendatangi tempat penjualan secara langsung. Pilihan menu yang beragam dan akses yang semakin mudah membuat makanan siap santap menjadi alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Di tengah kondisi tersebut, Jajan Di Luar Rumah juga menjadi bagian dari kebiasaan konsumsi masyarakat perkotaan maupun kelompok yang memiliki mobilitas tinggi. Meski menawarkan kepraktisan, pengeluaran yang terus meningkat tetap perlu diperhatikan agar tidak membebani anggaran bulanan.

Data BPS memberikan gambaran bahwa perubahan pola konsumsi masyarakat tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan yang dibeli, tetapi juga cara masyarakat memenuhi kebutuhan pangan. Ke depan, kebiasaan Jajan Di Luar Rumah diperkirakan tetap menjadi bagian penting dari dinamika konsumsi, seiring berkembangnya layanan kuliner dan perubahan aktivitas masyarakat.

Penjarahan di Prancis Hantam Butik Mewah, Louis Vuitton hingga Sephora Jadi Sasaran

0

Penjarahan di Prancis yang terjadi di tengah gelombang demonstrasi akhir pekan lalu meninggalkan kerusakan di sejumlah pusat perbelanjaan dan gerai merek ternama. Para pemilik usaha kini berupaya menghitung kerugian setelah etalase pecah, fasad bangunan dicoret, hingga sejumlah butik mewah menjadi sasaran pencurian. Situasi tersebut juga memunculkan kekhawatiran mengenai kesiapan aparat dalam mengantisipasi kerusuhan.

Melansir CNA, Rabu (21/10/2026), insiden terjadi di Place Vendome, Paris, ketika enam orang bertopeng menggunakan pembatas jalan untuk menghancurkan kaca butik Louis Vuitton pada Sabtu. Aksi mereka disambut puluhan orang berpakaian hitam yang berada di sekitar lokasi. Para pelaku gagal memasuki toko karena terhalang kaca khusus yang terpasang pada bangunan tersebut.

Seorang karyawan butik menyebut kejadian itu sebagai tindakan kriminal, bukan bagian dari aksi demonstrasi. Ia menyesalkan kerusakan yang ditimbulkan dan mengakui pihak toko beruntung karena barang dagangan tidak sampai dijarah.

Gelombang demonstrasi yang dipicu persoalan pendanaan sekolah dan tingginya biaya hidup turut diwarnai aksi perusakan di sejumlah kota. Di Paris, butik Burberry menjadi sasaran, sedangkan gerai Louis Vuitton dan Hermes di Marseille dilaporkan dijarah. Toko perhiasan Graff di Place Vendome bahkan harus tutup pada Senin karena kaca depannya rusak. Sementara itu, fasad butik Dior di Rue Saint-Honoré dipenuhi coretan bernada anti-polisi.

Penjarahan di Prancis Sasar Berbagai Merek Besar

Dampak Penjarahan di Prancis juga meluas ke sektor ritel olahraga, kecantikan, teknologi, dan otomotif. Gerai JD Sports mengalami pengrusakan, sementara sekitar 20 toko Sephora di berbagai wilayah dilaporkan menjadi sasaran. Sebuah toko Apple di Lille turut mengalami kerusakan.

Di pusat Paris, showroom Tesla dirusak dengan coretan yang menyerang CEO perusahaan tersebut, Elon Musk. Cabang bank Société Générale di dekat lokasi juga ditutup setelah pintunya dilumuri cat merah muda dan jendelanya dipasangi tulisan bernada politik.

Pihak berwenang kini berupaya mencegah barang hasil penjarahan diperjualbelikan melalui internet. Sejumlah menteri telah berdiskusi dengan platform, termasuk Vinted, Amazon, eBay, Meta, dan TikTok, untuk membahas penghapusan iklan mencurigakan serta identifikasi penjual. Nomor seri dan chip khusus pada sebagian produk mewah juga dapat membantu pelacakan barang curian.

Vinted menyatakan telah bergerak untuk mengidentifikasi dan menghapus iklan yang diduga berkaitan dengan barang curian. Platform tersebut juga menegaskan kerja samanya dengan aparat dan otoritas Prancis.

Pengamanan Demonstrasi Jadi Sorotan

Kerusuhan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesiapan pengamanan. Kawasan perbelanjaan di Paris biasanya memasang barikade sebelum demonstrasi besar atau perayaan olahraga yang berpotensi memicu kericuhan. Namun, persiapan kali ini dinilai belum memadai karena pola demonstrasi berbeda dari biasanya.

Seorang karyawan Dior di Rue Royale mengatakan petugas sempat terdesak oleh kerumunan. Toko tempatnya bekerja selamat setelah karyawan menurunkan tirai pengaman sekitar pukul 16.00. Di seberang jalan, jendela Ralph Lauren dihancurkan, sedangkan butik Kenzo dijarah.

Ia mempertanyakan kesiapan aparat karena potensi kerusuhan telah ramai dibicarakan, termasuk melalui media sosial.

Pada Senin malam, situasi di sejumlah kota mulai berangsur tenang. Pemberlakuan jam malam turut membantu meredam kerusuhan. Meski demikian, Penjarahan di Prancis menyisakan pekerjaan besar bagi pemilik usaha dan pemerintah, mulai dari pemulihan toko hingga penguatan pengamanan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Airlangga Tegaskan Tak Ada Pembahasan Pembagian HP Gratis untuk Bansos

0

Isu Pembagian HP Gratis untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos) kembali menjadi sorotan setelah pemerintah memberikan klarifikasi mengenai rencana digitalisasi bantuan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan bahwa pemerintah belum pernah membahas rencana pemberian telepon seluler kepada masyarakat. Meski demikian, program pembukaan rekening bank secara massal tetap disiapkan dan ditargetkan berjalan pada kuartal IV 2026.

Airlangga menyampaikan penegasan tersebut saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (20/10/2026). Ia membantah bahwa pembagian perangkat komunikasi menjadi bagian dari pembahasan pemerintah dalam upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan.

“Enggak. Memang enggak pernah kita bahas (pembagian) HP itu,” kata Airlangga.

Ia menjelaskan bahwa pemerintah saat ini berfokus pada penyusunan regulasi untuk mendukung pelaksanaan pembukaan rekening secara massal. Program tersebut masuk dalam agenda pemerintah pada kuartal IV tahun ini, sehingga aturan teknisnya tengah dipersiapkan sebelum pelaksanaan dimulai.

Pembukaan Rekening Massal Ditargetkan Berjalan Akhir 2026

Pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp3,8 triliun untuk mendukung program pembukaan rekening tersebut. Pelaksanaannya direncanakan melibatkan dua bank milik negara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.

Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar seluruh warga negara Indonesia memiliki rekening bank. Pemerintah berharap kebijakan tersebut dapat memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan perbankan.

Dengan akses rekening yang lebih luas, penyaluran bansos diharapkan berlangsung lebih praktis dan tepat sasaran. Masyarakat juga berpeluang memanfaatkan layanan keuangan formal untuk berbagai kebutuhan transaksi sehari-hari.

Sebelumnya, rencana Pembagian HP Gratis sempat disampaikan sebagai bagian dari gagasan penyediaan telepon seluler dan rekening bank digital bagi masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan. Namun, pernyataan Airlangga menunjukkan bahwa rencana pemberian perangkat tersebut belum pernah dibahas dalam agenda pemerintah yang ia sampaikan.

Digitalisasi Bansos dan Upaya Memperluas Penerimaan Negara

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo sebelumnya mengungkapkan rencana untuk menjangkau sekitar 30 persen penduduk yang belum memiliki rekening bank. Dalam acara Prasasti Indonesia Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026), ia menyebut akses telepon seluler dan rekening digital dapat membantu penyaluran bantuan secara langsung kepada penerima.

Hashim juga menyampaikan bahwa BRI dan BSI ditugaskan memfasilitasi pembukaan rekening masyarakat. Pemerintah berencana menghapus biaya pembukaan rekening sebesar Rp50.000 agar akses layanan perbankan tidak terhambat biaya awal.

Menurut Hashim, peralihan dari transaksi tunai menuju sistem digital berpotensi membantu pemerintah mengidentifikasi aktivitas ekonomi yang selama ini belum tercatat secara optimal. Langkah tersebut diharapkan memperkuat transparansi transaksi sekaligus memperluas basis penerimaan negara.

Ia menyebut rasio penerimaan negara Indonesia masih berada di kisaran 12 persen, lebih rendah dibandingkan Kamboja sebesar 18 persen dan Vietnam yang mencapai 23 persen.

Dengan demikian, pembahasan Pembagian HP Gratis masih perlu dibedakan dari program pembukaan rekening massal yang tengah disiapkan. Pemerintah kini memprioritaskan penyusunan regulasi dan perluasan akses perbankan sebagai bagian dari agenda digitalisasi keuangan nasional.