Menjaga Ketahanan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Kerja Sama Global

0
46
Menjaga Ketahanan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Kerja Sama Global
Menjaga Ketahanan Ekonomi, Pemerintah Perkuat Hilirisasi dan Kerja Sama Global (Dok Foto: Ekon)
Pojok Bisnis

Pemerintah terus mengakselerasi langkah strategis dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi nasional melalui penguatan program hilirisasi industri. Upaya ini diposisikan sebagai pilar utama transformasi ekonomi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperluas lapangan kerja, sekaligus memperkuat daya saing industri domestik di tengah ketidakpastian global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyoroti bahwa dinamika geopolitik global, terutama di kawasan Timur Tengah dan jalur vital seperti Selat Hormuz, berpotensi memicu gangguan rantai pasok serta lonjakan harga energi. Kondisi tersebut dinilai menjadi tantangan serius dalam konteks Menjaga Ketahanan Ekonomi Indonesia agar tetap stabil.

Meski tekanan global meningkat, kinerja ekonomi nasional masih menunjukkan resiliensi yang solid. Pada 2025, pertumbuhan ekonomi tercatat sebesar 5,11 persen dan diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 5,3 persen pada 2026. Stabilitas ini didukung oleh inflasi yang terkendali serta tingkat kepercayaan konsumen yang tetap berada di zona optimistis. Selain itu, neraca perdagangan yang terus mencatat surplus turut memperkuat fondasi eksternal Indonesia.

Kontribusi permintaan domestik yang mencapai lebih dari separuh Produk Domestik Bruto (PDB) menjadi faktor penting dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi. Struktur pembiayaan yang sehat, termasuk rasio utang luar negeri yang relatif rendah, juga memberikan ruang fiskal yang lebih fleksibel. Di sisi lain, sektor perbankan tetap dalam kondisi kuat dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kokoh, sehingga mampu menopang stabilitas sistem keuangan nasional.

PT Mitra Mortar indonesia

Strategi Kebijakan dan Ekspansi Kerja Sama Global

Dalam menghadapi tekanan eksternal, pemerintah terus mengoptimalkan bauran kebijakan lintas sektor. Dari sisi fiskal, penguatan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dilakukan melalui peningkatan penerimaan, efisiensi belanja, serta pengalihan anggaran ke sektor-sektor produktif. Sementara itu, koordinasi dengan Bank Indonesia diperkuat guna menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi pasar dan penguatan skema transaksi mata uang lokal.

Langkah lain dalam Menjaga Ketahanan Ekonomi juga dilakukan melalui perlindungan daya beli masyarakat. Pemerintah mempercepat penyaluran bantuan sosial dan pangan, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Implementasi program biodiesel B50 serta pengembangan energi baru terbarukan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk meredam dampak fluktuasi harga energi global.

Di ranah internasional, Indonesia aktif memperluas kerja sama ekonomi untuk mendiversifikasi risiko dan membuka akses pasar baru. Sejumlah perjanjian perdagangan seperti Indonesia–EU CEPA, Indonesia–Canada CEPA, serta kemitraan dengan kawasan Eurasia menjadi langkah konkret dalam memperkuat posisi Indonesia dalam rantai nilai global.

Selain itu, penguatan hubungan bilateral juga terus didorong, termasuk melalui kerja sama strategis dengan Rusia. Kolaborasi ini mencakup sektor energi, industri, hingga perdagangan. Dalam bidang energi, kerja sama difokuskan pada pengamanan pasokan minyak mentah dan LPG melalui skema antar-pemerintah dan bisnis. Sementara di sektor industri, kedua negara mendorong hilirisasi mineral guna meningkatkan nilai tambah domestik.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan