Rabu, November 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 5

Dipompa Setiap Hari, Kenapa Cadangan Minyak Bumi Tidak Kunjung Habis?

Cadangan Minyak Bumi menjadi salah satu sumber energi yang terus menopang aktivitas ekonomi dunia. Setiap hari, jutaan barel minyak diekstraksi dari dalam tanah untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan, industri, pembangkit energi, hingga bahan baku plastik dan produk kimia. Menariknya, meskipun eksploitasi berlangsung selama puluhan tahun, minyak bumi masih terus ditemukan dan diproduksi di berbagai belahan dunia. Lantas, mengapa persediaannya seolah tidak pernah habis?

Jawabannya berkaitan dengan proses pembentukan minyak bumi, cara manusia menghitung cadangan yang tersedia, serta perkembangan teknologi eksplorasi. Minyak bumi memang terbentuk secara alami di dalam lapisan bumi, tetapi prosesnya membutuhkan waktu jutaan tahun. Artinya, persediaan yang digunakan manusia saat ini sebagian besar merupakan hasil proses geologi yang berlangsung jauh sebelum peradaban modern muncul.

Fenomena tersebut juga menjelaskan mengapa keberadaan minyak bumi tidak bisa dinilai hanya dari aktivitas pengeboran yang terlihat di permukaan. Sumur minyak yang terus berproduksi belum tentu memiliki persediaan tanpa batas. Ada lapisan batuan yang menyimpan minyak dalam jumlah besar, ada pula sumur yang produksinya terus menurun seiring berkurangnya minyak yang dapat diangkat.

Bagaimana Minyak Bumi Terbentuk di Dalam Perut Bumi?

Minyak bumi berasal dari material organik, terutama sisa organisme mikroskopis seperti plankton dan alga yang hidup di lingkungan perairan purba. Ketika organisme tersebut mati, sisa-sisanya mengendap bersama lumpur dan material lain di dasar perairan. Dalam kondisi tertentu, endapan ini tertimbun lapisan sedimen selama jutaan tahun.

Seiring bertambahnya kedalaman, tekanan dan suhu meningkat. Material organik kemudian mengalami perubahan kimia yang menghasilkan hidrokarbon, yaitu senyawa yang menjadi komponen utama minyak bumi dan gas alam.

Minyak yang terbentuk dapat berpindah melalui pori-pori batuan hingga terperangkap dalam lapisan batuan reservoir. Lapisan batuan penutup yang relatif kedap membantu menahan hidrokarbon agar tidak terus bermigrasi ke permukaan. Struktur geologi seperti inilah yang kemudian menjadi sasaran eksplorasi perusahaan migas.

Proses tersebut berlangsung sangat lambat jika dibandingkan dengan kecepatan manusia mengonsumsi minyak. Pembentukan minyak bumi yang baru tidak mampu menggantikan minyak yang diekstraksi dalam skala industri saat ini. Karena itu, minyak bumi digolongkan sebagai sumber daya alam tidak terbarukan.

Lalu, mengapa produksi minyak tetap berjalan selama bertahun-tahun? Salah satu penyebabnya adalah jumlah minyak yang tersimpan di dalam bumi sangat besar dan tersebar di berbagai cekungan geologi. Tidak semua lokasi sudah ditemukan, tidak semua lapisan sudah dibor, dan tidak semua minyak yang diketahui keberadaannya bisa langsung diproduksi secara ekonomis.

Cadangan Minyak Bumi Terus Ditemukan, Ini Penjelasannya

Salah satu alasan minyak bumi seolah tidak pernah habis adalah karena jumlah cadangannya tidak bersifat tetap. Angka yang dilaporkan pemerintah dan perusahaan migas bisa berubah seiring penemuan lapangan baru, pengembangan sumur lama, kemajuan teknologi, serta perubahan harga minyak.

Menurut U.S. Energy Information Administration (EIA), cadangan terbukti merupakan perkiraan minyak yang secara teknis dan ekonomis dapat diproduksi dari reservoir yang telah diketahui, berdasarkan data geologi dan rekayasa yang tersedia. Dengan kata lain, cadangan terbukti tidak mencakup seluruh minyak yang mungkin tersimpan di dalam bumi.

Gambaran ini terlihat dari data Indonesia. Dalam laporan International Energy Statistics yang dirangkum EIA, Indonesia memiliki cadangan terbukti minyak mentah sekitar 2,3 miliar barel pada 2024. Angka tersebut turun sekitar 67 juta barel atau 2,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun yang sama, produksi minyak mentah dan kondensat Indonesia tercatat sekitar 582.000 barel per hari.

Sementara itu, laporan kinerja Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM mencatat cadangan minyak terbukti Indonesia pada 2025 sekitar 2,326 miliar barel, sedangkan cadangan potensial mencapai 2,098 miliar barel. Perbedaan angka antarlaporan dapat dipengaruhi periode pencatatan, pembaruan estimasi, serta metode perhitungan yang digunakan.

Data tersebut menunjukkan bahwa persediaan minyak bisa mengalami perubahan dari tahun ke tahun. Eksplorasi dan peningkatan kemampuan produksi dapat menambah volume yang dikategorikan sebagai cadangan, sementara ekstraksi akan mengurangi minyak yang tersisa jika tidak diimbangi penambahan cadangan.

Teknologi juga berperan besar. Survei seismik membantu ahli geologi memetakan struktur bawah permukaan, sedangkan pengeboran eksplorasi digunakan untuk memastikan keberadaan hidrokarbon. Setelah minyak ditemukan, teknologi seperti injeksi air atau gas dapat membantu mendorong minyak menuju sumur produksi.

Meski demikian, tidak seluruh minyak yang tersimpan di dalam batuan dapat diangkat. Sebagian tetap terperangkap karena karakteristik batuan, tekanan reservoir, dan keterbatasan metode produksi.

Apakah Minyak Bumi Bisa Habis? Memahami Batas Cadangan yang Tersedia

Jawabannya adalah bisa. Minyak bumi termasuk sumber daya tidak terbarukan dalam skala waktu kehidupan manusia. Persediaan yang bisa diproduksi akan berkurang seiring eksploitasi, terutama ketika penemuan baru dan peningkatan perolehan minyak tidak mampu mengimbangi produksi.

Untuk memperkirakan berapa lama cadangan bisa bertahan, industri energi mengenal indikator reserves-to-production ratio atau rasio cadangan terhadap produksi. Perhitungan sederhana ini membandingkan jumlah cadangan dengan tingkat produksi tahunan.

Sebagai ilustrasi, jika suatu negara memiliki cadangan 2,3 miliar barel dan memproduksi 200 juta barel per tahun, rasio cadangan terhadap produksinya adalah 11,5 tahun. Angka tersebut merupakan ilustrasi matematis, bukan ramalan pasti kapan minyak di negara tersebut akan habis.

Dalam praktiknya, produksi dapat naik atau turun, cadangan bisa direvisi, dan lapangan baru mungkin ditemukan. Karena itu, rasio tersebut tidak bisa diperlakukan sebagai tanggal kedaluwarsa yang pasti bagi persediaan minyak.

EIA juga menjelaskan bahwa perkiraan sumber daya minyak berubah mengikuti perkembangan teknologi, pemahaman geologi, harga pasar, dan biaya produksi. Minyak yang sebelumnya sulit atau terlalu mahal untuk diproduksi dapat masuk kategori ekonomis ketika kondisi berubah. Sebaliknya, sebagian cadangan bisa kehilangan kelayakan ekonomi ketika biaya meningkat.

U.S. Energy Information Administration (EIA) Dampaknya terasa langsung pada bisnis dan perekonomian. Ketika cadangan menurun atau biaya eksplorasi meningkat, perusahaan migas harus mengeluarkan investasi lebih besar untuk mempertahankan produksi. Kondisi tersebut dapat memengaruhi harga energi, biaya transportasi, ongkos distribusi barang, hingga biaya operasional industri.

Bagi negara yang masih bergantung pada impor minyak, persoalan ini juga berkaitan dengan ketahanan energi dan neraca perdagangan. Ketersediaan minyak dalam negeri yang terbatas membuat diversifikasi sumber energi menjadi semakin penting.

Mengapa Sumur Minyak Bisa Bertahan Puluhan Tahun?

Sumur minyak yang terus berproduksi tidak selalu berarti minyak di dalamnya terus terbentuk. Produksi berlangsung karena sumur tersebut mengakses reservoir yang telah menyimpan hidrokarbon selama jutaan tahun.

Pada tahap awal, tekanan alami reservoir terkadang cukup kuat untuk mendorong minyak ke permukaan. Seiring produksi berjalan, tekanan dapat menurun dan jumlah minyak yang keluar ikut berkurang. Operator kemudian dapat menerapkan metode enhanced oil recovery atau peningkatan perolehan minyak, misalnya melalui injeksi air, gas, atau teknik lain yang sesuai dengan karakteristik lapangan.

Pengembangan lapangan juga dapat dilakukan secara bertahap. Perusahaan mungkin mengebor sumur tambahan, memperbaiki fasilitas produksi, atau menggunakan data terbaru untuk menemukan bagian reservoir yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal.

Langkah-langkah tersebut dapat memperpanjang usia operasional lapangan minyak. Namun, metode ini tetap memiliki batas teknis dan ekonomis. Ketika minyak yang tersisa semakin sulit diangkat, produksi menurun dan pada akhirnya sumur dapat ditutup.

Masa Depan Minyak Bumi dan Tantangan Ketahanan Energi

Keberadaan minyak bumi masih penting bagi perekonomian karena penggunaannya mencakup banyak sektor, mulai dari transportasi, petrokimia, logistik, hingga manufaktur. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada satu sumber energi dapat meningkatkan risiko ekonomi ketika produksi menurun atau harga global mengalami gejolak.

Karena itu, strategi energi jangka panjang perlu mempertimbangkan efisiensi penggunaan bahan bakar, pengembangan energi terbarukan, peningkatan teknologi produksi, serta eksplorasi yang dilakukan dengan memperhitungkan dampak lingkungan.

Bagi Indonesia, optimalisasi lapangan minyak yang sudah beroperasi dapat berjalan beriringan dengan eksplorasi wilayah baru dan pengembangan sumber energi alternatif. Keputusan investasi perlu mempertimbangkan biaya, potensi produksi, kebutuhan pasar, dan risiko lingkungan.

Cek Penerima Bansos PKH 2026 Pakai NIK KTP, Begini Langkahnya!

0

Masyarakat dapat memeriksa status Penerima Bansos PKH tahap 4 untuk periode Oktober hingga Desember 2026 melalui layanan resmi Kementerian Sosial (Kemensos). Pengecekan ini dapat dilakukan secara mandiri menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP, sehingga keluarga bisa mengetahui apakah namanya tercatat sebagai penerima bantuan.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bantuan sosial pemerintah yang ditujukan bagi keluarga miskin dan rentan sesuai kriteria yang berlaku. Besaran bantuan disesuaikan dengan kategori penerima. Ibu hamil dan anak usia dini, misalnya, masing-masing berhak memperoleh bantuan sebesar Rp750 ribu per tahap.

Untuk memastikan status kepesertaan, masyarakat bisa menggunakan situs Cek Bansos Kemensos atau aplikasi resminya. Kedua layanan tersebut dapat membantu mengecek informasi berdasarkan data yang tersedia dalam sistem pemerintah.

Cara Cek Penerima Bansos PKH Lewat Situs Resmi

Pengecekan melalui situs menjadi salah satu cara praktis untuk mengetahui status Penerima Bansos PKH. Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  1. Buka situs resmi https://cekbansos.kemensos.go.id/.
  2. Masukkan 16 digit NIK sesuai KTP pada kolom yang tersedia.
  3. Isi kode verifikasi sesuai karakter yang ditampilkan.
  4. Klik tombol “Cari Data”.
  5. Tunggu hingga sistem menampilkan informasi mengenai status bantuan sosial.

Masyarakat perlu memastikan NIK yang dimasukkan benar agar proses pencarian berjalan lancar. Informasi yang muncul mengikuti data yang tersedia pada sistem Kemensos.

Selain melalui situs, pengecekan juga bisa dilakukan menggunakan aplikasi Cek Bansos resmi. Unduh aplikasi tersebut melalui toko aplikasi pada ponsel, kemudian buat akun apabila belum terdaftar. Setelah berhasil masuk, pilih menu “Cek Bansos”, masukkan NIK, lalu ikuti petunjuk hingga informasi kepesertaan ditampilkan.

Rincian Bantuan PKH dan Jadwal Penyaluran

Nominal bantuan PKH berbeda menurut kategori penerima. Pada setiap tahap, ibu hamil dan anak usia dini dapat memperoleh Rp750 ribu. Sementara itu, kategori penerima lainnya memiliki besaran bantuan sesuai ketentuan program.

Karena itu, Penerima Bansos PKH sebaiknya memeriksa kategori dan periode bantuan yang tercantum dalam informasi resmi. Status terdaftar juga perlu dibedakan dari status pencairan, sebab nama yang tercatat sebagai penerima belum tentu berarti dana sudah masuk ke rekening atau dapat diambil.

Penyaluran bantuan dilakukan secara bertahap sehingga waktu penerimaan antarkeluarga dapat berbeda. Masyarakat disarankan memantau informasi terbaru melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos dan tidak mudah mempercayai kabar pencairan dari sumber yang tidak jelas.

Dengan melakukan pengecekan secara berkala, Penerima Bansos PKH dapat memperoleh informasi kepesertaan secara lebih akurat serta mengetahui perkembangan penyaluran bantuan sesuai data pemerintah.

Kewajiban Sertifikat Halal Diperpanjang, Ini Daftar Produk yang Terdampak

0

Pemerintah memperpanjang masa penahapan Kewajiban Sertifikat Halal untuk sejumlah produk dan layanan usaha hingga Oktober 2028. Keputusan ini diambil setelah pemerintah menilai kesiapan ekosistem halal nasional serta mempertimbangkan masukan dari asosiasi dunia usaha dan industri yang masih membutuhkan waktu untuk memenuhi ketentuan tersebut.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menjelaskan bahwa aturan sertifikasi halal sebelumnya dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2026. Ketentuan itu mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 42 Tahun 2024, yang kini akan disesuaikan melalui peraturan perubahan.

Menurut Susiwijono, perpanjangan tersebut diperlukan agar pelaku usaha memiliki waktu lebih panjang untuk menyiapkan dokumen, proses sertifikasi, serta pemenuhan standar yang ditetapkan. Pemerintah juga ingin memastikan penerapan kebijakan berjalan efektif tanpa mengabaikan kesiapan pihak-pihak yang terlibat.

Sejumlah Produk Mendapat Tambahan Waktu

Perubahan tenggat Kewajiban Sertifikat Halal mencakup beberapa kelompok produk dan jasa. Untuk layanan yang berkaitan dengan makanan, minuman, dan hasil sembelihan, selain jasa penyembelihan, kewajiban sertifikasi dijadwalkan mulai berlaku pada 18 Oktober 2028.

Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) juga memperoleh tambahan waktu. Penahapan sertifikasi halal untuk produk makanan, minuman, hasil sembelihan, serta jasa penyembelihan diperpanjang hingga 17 Oktober 2028. Kebijakan ini diharapkan memberi kesempatan bagi usaha berskala kecil untuk melengkapi persyaratan yang dibutuhkan.

Penyesuaian serupa berlaku bagi produk makanan, minuman, hasil sembelihan, dan jasa penyembelihan dari luar negeri. Penerapannya dijadwalkan mulai 18 Oktober 2028, dengan mempertimbangkan penyelesaian kerja sama saling pengakuan sertifikat halal antarnegara.

Selain sektor pangan, pemerintah memperpanjang masa penahapan bagi sejumlah produk lain yang sebelumnya ditargetkan memenuhi ketentuan pada 2026. Kelompok tersebut meliputi obat bahan alam, obat kuasi, suplemen kesehatan, kosmetik, produk kimiawi, produk rekayasa genetik, serta kategori barang gunaan tertentu. Batas penahapannya ditetapkan hingga 17 Oktober 2028.

Aturan Teknis Akan Mengikuti Perubahan

Penyesuaian Kewajiban Sertifikat Halal turut diikuti pembaruan aturan pelaksanaan PP Nomor 42 Tahun 2024. Pemerintah juga akan mencabut Peraturan BPJPH Nomor 4 Tahun 2026 yang mengatur pemastian kesesuaian produk halal luar negeri yang masuk ke Indonesia.

Susiwijono menegaskan, perubahan jadwal tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah terhadap jaminan produk halal. Perpanjangan dilakukan untuk memberi ruang bagi penguatan ekosistem dan meningkatkan kesiapan seluruh pihak sebelum ketentuan diterapkan.

Pemerintah berharap tambahan waktu ini dapat dimanfaatkan pelaku usaha untuk mempersiapkan sertifikasi sesuai kategori produknya. Dengan persiapan yang lebih matang, pelaksanaan kebijakan halal diharapkan berjalan lebih tertib dan memberikan kepastian bagi produsen maupun konsumen.

Beli BBM Ganjil Genap Diperpanjang di Bali, Stok Pertalite Ditambah 48 Juta Liter

0

Pemerintah Provinsi Bali memperpanjang kebijakan Beli BBM Ganjil Genap untuk pembelian Pertalite hingga Jumat (23/10/2026). Kebijakan ini diterapkan untuk membantu mengendalikan antrean di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), sekaligus memberi waktu bagi pemerintah dan Pertamina untuk memulihkan kelancaran distribusi bahan bakar di Pulau Dewata.

Aturan tersebut sebelumnya berlaku pada 17–19 Oktober 2026. Gubernur Bali Wayan Koster memutuskan memperpanjang pelaksanaannya dengan mempertimbangkan kondisi pasokan dan antrean kendaraan di lapangan. Pemerintah daerah akan mengevaluasi kebijakan tersebut sesuai perkembangan situasi.

Gangguan distribusi sempat terjadi akibat keterlambatan bongkar muat kapal pengangkut BBM. Kondisi itu membuat persediaan bahan bakar di Bali menurun hingga diperkirakan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan selama tiga sampai empat hari. Dampaknya, antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU.

Pemerintah Tambah Kapal dan Cadangan BBM

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah telah menyiapkan langkah tambahan untuk menjaga pasokan tetap aman. Salah satunya melalui penambahan kapal pengangkut BBM dari tiga unit menjadi tujuh unit agar pengiriman bahan bakar ke Bali berlangsung lebih cepat.

Bahlil juga meminta Pertamina meningkatkan cadangan BBM dari rata-rata 11–12 hari menjadi 15 hari. Pernyataan itu disampaikan setelah rapat koordinasi distribusi BBM di Terminal BBM Sanggaran, Denpasar, Senin (19/10/2026).

“Sekarang cadangan di Bali rata-rata 11 hari atau 12 hari, saya tingkatkan menjadi 15 hari. Jadi kapal saya tambah tujuh untuk menyuplai BBM,” ujar Bahlil, dikutip Antara.

Selain memperkuat armada laut, Pertamina Patra Niaga menambah persediaan Pertalite hingga total 48 juta liter. Pasokan tersebut dikirim secara bertahap sejak 7 Oktober hingga 17 Oktober 2026.

Distribusi ke SPBU Dipercepat

Upaya pemulihan juga dilakukan dengan menambah truk tangki untuk mempercepat pengiriman BBM dari terminal ke SPBU. Terminal BBM dan SPBU turut dioperasikan selama 24 jam guna memperlancar penyaluran kepada masyarakat.

Pasokan Bali saat ini ditopang dua terminal utama, yakni Terminal BBM Manggis di Karangasem dengan cadangan sekitar 11 hari serta Terminal BBM Sanggaran di Denpasar yang memiliki persediaan untuk empat hingga lima hari.

Melalui kombinasi penambahan pasokan dan kebijakan Beli BBM Ganjil Genap, pemerintah berharap antrean berangsur berkurang dan kebutuhan bahan bakar masyarakat tetap terpenuhi.

Rapat koordinasi penanganan distribusi tersebut dihadiri Bahlil, Wayan Koster, Direktur Utama Pertamina Simon Aloysius Mantiri, perwakilan kepolisian dan TNI, serta jajaran BPH Migas dan Pertamina Patra Niaga. Pemerintah menegaskan pemantauan akan terus dilakukan agar distribusi BBM di Bali kembali stabil.

Mengapa Tukang Masih Ragu Menggunakan Mortar? Ini Penyebab dan Solusinya

Menggunakan mortar memang masih terasa seperti hal baru bagi sebagian tukang, terutama karena kebiasaan mencampur semen dan pasir sendiri sudah berjalan bertahun-tahun. Di sebuah proyek rumah dua lantai, dua tukang mendapat tugas yang sama: memasang dinding dengan material mortar yang sama. Sore harinya, yang satu berkata, “Praktis, kerjaan cepat beres.” Yang lain mengeluh, “Cepat kering, susah diratakan, buang-buang bahan.”

Materialnya sama, tetapi pengalamannya berlawanan. Apa yang membuat keduanya berbeda?

Jawabannya jarang sesederhana “produknya bagus” atau “produknya jelek.” Biasanya ada rangkaian faktor di baliknya: takaran air, cara mengaduk, kondisi permukaan, cuaca, jenis mortar yang dipilih, sampai kebiasaan yang sudah tertanam bertahun-tahun.

Kali ini Berempat.com akan mengurai faktor-faktor itu supaya Anda, apa pun perannya, bisa mengambil keputusan yang lebih tepat. Anda mungkin pemilik rumah, owner toko bangunan, atau tukang yang sedang menimbang apakah menggunakan mortar layak dicoba.

Mengapa Tukang Masih Ragu Menggunakan Mortar?

Mortar instan adalah campuran material kering yang sudah diformulasikan dan dikemas pabrik. Di lapangan, pemakai tinggal menambahkan air sesuai petunjuk.

Komponen yang umum ada, tergantung jenis produk:

  • Semen atau pengikat sebagai perekat utama
  • Pasir dengan gradasi tertentu
  • Filler atau bahan pengisi halus
  • Additive untuk mengatur kelekatan, kemudahan pengerjaan, atau waktu kerja

Analogi sederhananya adalah adonan kue. Kue yang diracik dengan takaran terukur akan lebih konsisten dibanding adonan “kira-kira”. Tetapi mortar sama seperti adonan kue: hasilnya tetap bergantung pada cara membuat dan memanggangnya. Takaran air yang tepat dan pengadukan yang benar tetap menentukan.

Perbedaan dengan semen dan pasir konvensional:

Aspek Semen + pasir konvensional Mortar instan
Penyusun campuran Dicampur sendiri di lokasi Sudah diformulasikan pabrik
Variasi material Bergantung kualitas pasir dan semen yang tersedia Lebih terkontrol, bergantung konsistensi produsen
Peran tukang Mengatur komposisi sendiri Mengikuti petunjuk produk
Risiko utama Variasi takaran dan kualitas pasir Salah takaran air, salah jenis, salah aplikasi

 

Konsistensi penting karena hasil kerja dipengaruhi dua hal: keterampilan tukang dan konsistensi material. Tukang yang terampil pun bisa kesulitan kalau karakter materialnya berubah-ubah dari sak ke sak. Mortar instan berusaha mengurangi satu variabel itu, tetapi tidak menghilangkan variabel yang lain.

Alasan sebagian tukang masih memilih semen dan pasir jarang sekadar soal “malas belajar.” Ada kebiasaan yang sudah terbukti di banyak proyek, harga material yang terlihat lebih murah, ketersediaan yang familiar, rasa kontrol atas campuran, serta kekhawatiran terhadap hasil pekerjaan. Pengaruh senior, mandor, atau rekomendasi toko bangunan juga sering menjadi penentu keputusan.

Keraguan terhadap mortar tidak otomatis berarti tukang menolak belajar. Sering kali itu manajemen risiko yang rasional.

Kendala Menggunakan Mortar yang Sering Dihadapi Tukang

Banyak keluhan mortar muncul bukan karena produknya tidak bisa dipakai, tetapi karena metode pengerjaannya belum menyesuaikan karakter material. Berikut kendala yang paling sering muncul di lapangan.

1. Takaran Air Tidak Tepat

Air sering ditambahkan “kira-kira” supaya adukan terasa lebih enak diaduk atau diratakan. Padahal, rasio air dirancang bersama formulasi produk. Kelebihan air dapat membuat mortar lebih encer, mengubah karakter adukan, dan berpotensi menurunkan performa.

Solusinya sederhana: gunakan wadah ukur dan ikuti rasio air pada kemasan atau lembar data teknis produk.

2. Pengadukan Tidak Homogen

Adukan yang diaduk terlalu singkat atau hanya dengan cara manual sekadarnya dapat menyisakan gumpalan kering. Kondisi ini membuat hasil tidak konsisten dan memengaruhi kemudahan pengerjaan.

Gunakan alat aduk yang sesuai, aduk hingga homogen, dan ikuti durasi yang dianjurkan. Beberapa produk juga memerlukan waktu istirahat sebelum digunakan, jadi periksa petunjuk teknisnya.

3. Workability Terasa Berbeda

Mortar instan terkadang terasa lebih lengket, lebih berat, atau berbeda dari adukan konvensional. Tukang yang belum terbiasa bisa langsung menyimpulkan produknya susah dipakai.

Padahal, perbedaan tersebut sering kali merupakan karakter formulasi. Solusi terbaik adalah mencoba di area kecil terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk pekerjaan besar.

4. Open Time Tidak Diperhatikan

Open time atau waktu kerja adalah durasi di mana mortar masih layak diaplikasikan. Jika adukan dibuat terlalu banyak sekaligus, bagian awal bisa mulai mengeras sebelum sempat dipasang.

Kerjakan per segmen yang bisa diselesaikan dalam waktu kerja produk. Jangan mencoba “menghidupkan kembali” adukan yang sudah mengeras dengan menambah air, karena hal ini dapat merusak karakter material.

5. Ketebalan Aplikasi Tidak Sesuai

Ketebalan yang terlalu tebal dapat membuat mortar lama kering dan berisiko retak. Sebaliknya, terlalu tipis bisa membuat lapisan tidak menutup permukaan atau tidak merekat dengan baik.

Ikuti rentang ketebalan yang tertera pada data teknis setiap produk. Untuk pekerjaan berbeda, kebutuhan ketebalannya juga bisa berbeda.

6. Permukaan Tidak Dipersiapkan

Debu, minyak, sisa cat, atau permukaan yang terlalu kering dan menyerap dapat mengganggu daya rekat mortar. Hasilnya, pasangan bata atau plesteran berisiko kopong dan mudah lepas.

Bersihkan permukaan dari kotoran, periksa bagian yang rapuh, dan siapkan substrat sesuai instruksi produk sebelum aplikasi.

7. Cuaca Tidak Diperhitungkan

Pekerjaan di bawah terik matahari, angin kencang, atau hujan dapat memengaruhi proses pengeringan. Air dalam mortar bisa menguap terlalu cepat, atau adukan rusak karena terkena hujan langsung.

Atur waktu kerja, lindungi area aplikasi, dan lakukan perawatan sesuai petunjuk produk.

8. Penyimpanan Material Kurang Baik

Kemasan yang disimpan di tempat lembap, bocor, atau ditumpuk terlalu lama dapat membuat bubuk menggumpal. Karakter material pun bisa berubah.

Simpan mortar di tempat kering dan beralas, tutup kemasan yang sudah dibuka, serta perhatikan masa simpan produk.

9. Alat yang Digunakan Tidak Sesuai

Alat yang tidak cocok dengan jenis pekerjaan dapat membuat hasil kurang rata atau material jadi boros. Misalnya, perekat keramik umumnya membutuhkan trowel bergerigi agar lapisan terbentuk merata.

Pilih alat sesuai produk dan jenis pekerjaan, lalu ikuti rekomendasi aplikasinya.

10. Semua Mortar Dianggap Sama

Mortar untuk bata ringan, plester, acian, perekat keramik, dan grout memiliki fungsi yang berbeda. Menggunakan satu jenis produk untuk semua kebutuhan dapat membuat hasil kurang optimal.

Baca label, tanyakan ke toko atau teknisi, dan pastikan produk dipilih berdasarkan jenis pekerjaan yang akan dilakukan.

Ketika Mortar Terasa Susah Dipakai, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Saat hasil tidak sesuai harapan, kesimpulan pertama biasanya: “Produknya bermasalah.” Padahal, ada beberapa kemungkinan sumber masalah yang perlu dicek.

  • Masalah produk. Bisa terjadi karena cacat produksi atau ketidaksesuaian spesifikasi. Produsen yang bertanggung jawab harus siap menangani keluhan ini.
  • Masalah aplikasi. Air berlebih, pengadukan kurang, ketebalan tidak sesuai, atau metode kerja yang salah.
  • Masalah permukaan. Substrat terlalu kering, berdebu, tidak rata, atau kualitas bata kurang baik.
  • Masalah keterampilan. Tukang belum terbiasa dengan karakter material tertentu, bukan berarti tidak mampu bekerja.
  • Masalah lingkungan. Panas, angin, kelembapan, atau hujan memengaruhi proses pengeringan.

Diagnosis yang salah bisa membuat pengguna berhenti memakai produk yang sebenarnya cocok, sementara masalah utamanya tidak pernah diperbaiki. Sebaliknya, produsen yang baik juga tidak boleh langsung menyalahkan pengguna. Diagnosis yang jujur perlu mengecek kelima kemungkinan tersebut.

Apa Kesalahan Menggunakan Mortar yang Sering Terjadi?

Selain kendala teknis, ada kebiasaan di lapangan yang sering membuat hasil mortar tidak maksimal.

  • Menambah air berlebihan karena ingin adukan lebih encer atau lebih mudah diratakan.
  • Tidak membaca petunjuk produk sebelum mulai bekerja.
  • Permukaan tidak dibersihkan atau tidak disiapkan dengan benar.
  • Memakai adukan yang sudah melewati waktu kerja.
  • Ketebalan aplikasi tidak mengikuti spesifikasi produk.
  • Menyimpan kemasan di tempat lembap atau bocor.
  • Menggunakan jenis mortar yang tidak sesuai dengan pekerjaan.
  • Mengabaikan kondisi cuaca saat aplikasi.
  • Menambahkan semen, pasir, atau bahan lain tanpa dasar teknis.
  • Mengaduk tidak merata sehingga masih ada gumpalan.
  • Mengerjakan area terlalu luas sekaligus.
  • Tidak mendokumentasikan masalah ketika hasil pekerjaan gagal.

Untuk mengurangi risiko, gunakan checklist sederhana sebelum dan selama aplikasi:

  1. Pastikan nama produk sesuai jenis pekerjaan.
  2. Cek kemasan tidak bocor, lembap, atau menggumpal keras.
  3. Bersihkan permukaan sebelum aplikasi.
  4. Siapkan alat dan wadah ukur air.
  5. Baca petunjuk pada kemasan.
  6. Aduk sesuai takaran air hingga homogen.
  7. Kerjakan per segmen sesuai waktu kerja.
  8. Perhatikan ketebalan dan kondisi cuaca.
  9. Evaluasi hasil setelah pekerjaan selesai.

Apakah Mortar Lebih Mahal?

Jawaban “ya” atau “tidak” terlalu sederhana. Harga per sak memang sering terlihat lebih tinggi dibanding semen, tetapi biaya pekerjaan tidak hanya ditentukan dari harga material.

Komponen biaya pekerjaan meliputi harga material, kebutuhan pasir, tenaga kerja, proses pengadukan, waktu pengerjaan, produktivitas, sisa bahan, pengangkutan, penyimpanan, pekerjaan ulang, hingga finishing. Pada sistem konvensional, biaya pasir dan proses mencampur ikut dihitung. Pada mortar instan, beberapa komponen tersebut berkurang, meski harga material per sak biasanya lebih tinggi.

Cara yang lebih tepat adalah menghitung biaya per meter persegi pekerjaan yang selesai, bukan hanya harga per sak. Hasil perbandingannya bergantung pada jenis pekerjaan, harga lokal, upah tukang, dan tingkat pemborosan bahan.

Lalu, apa yang Sebenarnya Dibutuhkan Tukang?

Tukang tidak hanya mencari material murah. Mereka mencari material yang mudah dipahami, hasilnya konsisten, pekerjaannya efisien, risiko kegagalan rendah, stoknya tersedia, dan ada dukungan ketika masalah muncul.

Dalam banyak kasus, tukang bukan hanya membeli material. Mereka membeli kepastian bahwa pekerjaan dapat diselesaikan dengan baik. Kepastian itu dibangun dari petunjuk yang jelas, stok yang tersedia, serta ada pihak yang bisa ditanya ketika terjadi kendala.

Bagi pemilik toko bangunan, peran ini penting. Toko bisa menjadi sumber informasi, tempat konsultasi, penghubung antara brand dan tukang, hingga tempat pelanggan mencoba produk. Pertanyaan sederhana seperti jenis pekerjaan apa yang akan dikerjakan, area dalam atau luar, substratnya apa, serta siapa yang mengerjakannya dapat membantu mengurangi salah beli.

Bagaimana Memilih Mortar yang Tepat?

Sebelum membeli mortar, pertimbangkan beberapa hal berikut:

  • Jenis pekerjaan, apakah perekat, plester, acian, atau grout.
  • Material yang akan dipasang, misalnya bata ringan, bata merah, beton, keramik, atau granit.
  • Spesifikasi produk, termasuk rasio air, ketebalan, dan waktu kerja.
  • Metode aplikasi, apakah manual atau menggunakan mesin.
  • Kebutuhan proyek, seperti area basah, luar ruangan, atau target waktu pengerjaan.
  • Petunjuk penggunaan yang jelas dan mudah diikuti.
  • Ketersediaan stok secara berkelanjutan.
  • Dukungan teknis jika terjadi masalah.
  • Kredibilitas produsen dan konsistensi produk.
  • Kesesuaian standar yang relevan, seperti SNI atau TKDN.

Top Mortar memiliki lini produk yang mencakup Perekat Bata Ringan, Plester dan Pasangan Bata, Acian Plesteran, Render, Plamir Instan, Perekat Keramik, Tile Grout, Waterproofing, hingga Xpander Grout. Kelengkapan ini memungkinkan pemilihan produk lebih sesuai dengan fungsi pekerjaan, mulai dari pasangan dinding hingga finishing.

Perubahan dari semen konvensional menuju mortar bukan hanya persoalan mengganti material. Ada kebiasaan, keterampilan, persepsi harga, risiko pekerjaan, ketersediaan, dan tingkat pemahaman yang ikut menentukan.

Karena itu, masa depan menggunakan mortar tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk, tetapi juga oleh seberapa baik produsen, distributor, toko, dan tenaga kerja konstruksi membangun pemahaman yang benar mengenai penggunaannya.

Potongan Biaya Layanan E-Commerce Disiapkan untuk Perkuat Daya Saing UMKM

0

Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memastikan kebijakan Potongan Biaya Layanan platform perdagangan elektronik atau e-commerce bagi pengusaha mikro dan kecil (UMK) mulai diterapkan pada 25 Oktober 2026. Melalui kebijakan ini, pedagang yang menjual produk dalam negeri berhak memperoleh pengurangan biaya layanan sedikitnya 50 persen.

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM, Temmy Satya Permana, mengatakan kebijakan tersebut mengacu pada Peraturan Menteri UMKM Nomor 3 Tahun 2026 tentang Pelindungan dan Peningkatan Daya Saing Usaha Mikro dan Usaha Kecil pada Perdagangan Melalui Sistem Elektronik.

Insentif mencakup biaya administrasi, komisi penjualan, hingga biaya aplikasi dasar toko. Fasilitas ini ditujukan kepada pelaku UMK yang telah terverifikasi dan memenuhi ketentuan sebagai penjual produk dalam negeri.

Temmy menyampaikan bahwa sistem pendaftaran telah disiapkan melalui aplikasi SAPA UMKM. Platform tersebut digunakan untuk menerima permohonan sekaligus memeriksa kelayakan penerima insentif berdasarkan Keputusan Menteri UMKM Nomor 398 Tahun 2026.

Syarat Mendapatkan Potongan Biaya Layanan

Untuk memperoleh Potongan Biaya Layanan, pelaku usaha harus memenuhi kriteria skala usaha mikro atau kecil, hanya menjual produk dalam negeri, serta memiliki rekam jejak usaha yang baik. Pemohon juga dilarang melakukan manipulasi transaksi maupun menyalahgunakan fasilitas platform.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2021, usaha mikro memiliki modal paling banyak Rp1 miliar atau penjualan tahunan maksimal Rp2 miliar. Adapun usaha kecil mempunyai modal di atas Rp1 miliar hingga Rp5 miliar atau penjualan tahunan lebih dari Rp2 miliar sampai Rp15 miliar. Perhitungan modal tersebut tidak mencakup tanah dan bangunan tempat usaha.

Pengajuan dilakukan dengan membuat akun SAPA UMKM, memilih platform e-commerce yang digunakan, lalu mengisi identitas pedagang atau nama pengguna. Pemohon juga wajib mencantumkan daftar kode produk atau Stock Keeping Unit (SKU) beserta nama barang yang dipasarkan. Nomor dan tanggal sertifikat produk dapat ditambahkan jika tersedia.

Verifikasi dan Jadwal Pemberian Insentif

Setelah data diteruskan melalui SAPA UMKM, platform e-commerce memiliki waktu maksimal 10 hari kalender untuk melakukan verifikasi. Pemeriksaan mencakup status usaha serta kelayakan produk sebagai barang buatan dalam negeri.

Penilaian produk mempertimbangkan lokasi produksi di Indonesia, penggunaan bahan baku atau komponen lokal, serta keterlibatan tenaga kerja warga negara Indonesia.

Temmy menjelaskan, Potongan Biaya Layanan diberikan paling lambat lima hari setelah kedua tahap verifikasi selesai, yakni pemeriksaan melalui SAPA UMKM dan platform perdagangan elektronik.

Kementerian UMKM juga menyiapkan mekanisme penyampaian alasan secara terperinci bagi pemohon yang belum lolos seleksi. Dengan begitu, pelaku usaha dapat mengetahui kekurangan dokumen atau persyaratan yang perlu diperbaiki.

Pemohon yang ditolak masih dapat mengajukan kembali setelah memenuhi ketentuan, kecuali masuk kategori pengguna berisiko tinggi. Pemerintah berharap Potongan Biaya Layanan ini dapat membantu menekan biaya berjualan daring dan meningkatkan daya saing UMK di pasar digital.

Lihat Orang Lain Cuan, Ikut Beli Aset? Ini Risiko FOMO Investasi Anak Muda

0

Media sosial kini menjadi salah satu tempat anak muda mencari informasi seputar saham, aset kripto, reksa dana, hingga peluang bisnis digital. Namun, konten investasi yang terus muncul di beranda juga bisa memicu keputusan impulsif ketika seseorang melihat orang lain memamerkan keuntungan besar. Fenomena FOMO Investasi Anak Muda semakin relevan untuk dibahas karena rasa takut tertinggal tren dapat mendorong seseorang membeli aset tanpa memahami risiko dan tujuan investasinya.

Algoritma media sosial umumnya memanfaatkan interaksi pengguna, seperti tontonan, pencarian, tanda suka, dan komentar, untuk merekomendasikan konten yang dianggap menarik. Ketika seseorang sering menonton video tentang saham yang sedang naik atau aset kripto yang viral, konten serupa berpotensi semakin sering muncul. Akibatnya, sebuah tren bisa terlihat jauh lebih besar dan menjanjikan daripada kondisi sebenarnya.

Padahal, unggahan yang ramai belum tentu mencerminkan kualitas suatu investasi. Orang cenderung membagikan keberhasilan, sementara kerugian dan keputusan yang keliru sering kali tidak diceritakan dengan porsi yang sama. Gambaran yang tidak lengkap ini dapat membuat calon investor merasa semua orang sedang menghasilkan uang, kecuali dirinya.

Mengapa Algoritma Media Sosial Bisa Memicu FOMO Investasi?

FOMO atau fear of missing out merupakan perasaan takut kehilangan kesempatan yang dianggap berharga. Dalam dunia investasi, perasaan ini bisa muncul ketika melihat teman memperoleh keuntungan, influencer membahas aset yang sedang naik, atau komunitas daring ramai memprediksi harga akan melonjak.

Tekanan tersebut dapat membuat seseorang mengambil keputusan karena takut terlambat, bukan karena sudah melakukan analisis. Misalnya, seseorang membeli saham setelah melihat banyak video yang menyebutnya sebagai peluang besar, tanpa memeriksa kinerja perusahaan, valuasi, maupun kemungkinan penurunan harga.

Risikonya semakin besar ketika konten investasi disertai klaim keuntungan fantastis, testimoni yang belum terverifikasi, atau ajakan membeli secepatnya. Komisi, sponsor, dan kepentingan pemilik konten juga dapat memengaruhi cara suatu produk keuangan dipromosikan.

Peringatan dari Investor.gov, lembaga edukasi investor milik SEC Amerika Serikat, menekankan bahwa informasi media sosial bisa menyesatkan dan investor tidak seharusnya mengambil keputusan hanya berdasarkan unggahan daring. Penipu juga dapat menyamar sebagai profesional keuangan atau memanfaatkan dukungan selebritas untuk membangun kepercayaan.

Karena itu, FOMO Investasi Anak Muda perlu dihadapi dengan kemampuan memilah informasi. Konten populer boleh menjadi pintu awal untuk mempelajari sebuah instrumen, tetapi keputusan akhir harus didasarkan pada pemeriksaan yang lebih mendalam.

Tips Pintar Anak Muda Melawan FOMO saat Berinvestasi

Ada beberapa langkah yang bisa diterapkan agar keputusan investasi tidak mudah dikendalikan oleh tren media sosial.

1. Beri jeda sebelum membeli aset

Ketika menemukan investasi yang sedang viral, jangan langsung melakukan transaksi. Berikan waktu untuk memeriksa informasi, membaca dokumen resmi, dan memahami risiko. Jika keputusan terasa harus dibuat saat itu juga karena ada tekanan waktu, justru itulah alasan untuk lebih berhati-hati.

2. Periksa sumber dan legalitasnya

Cari tahu siapa yang menerbitkan informasi, apakah pihak yang menawarkan produk memiliki izin yang sesuai, dan apakah penawaran tersebut dapat diverifikasi melalui kanal resmi regulator. Untuk produk jasa keuangan di Indonesia, gunakan sumber resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai jenis instrumen yang dibahas.

3. Tetapkan tujuan dan batas risiko

Sebelum berinvestasi, tentukan tujuan, jangka waktu, serta jumlah uang yang sanggup ditanggung risikonya. Hindari menggunakan uang kebutuhan pokok, dana darurat, atau dana untuk membayar cicilan. Keputusan investasi seharusnya mengikuti kondisi keuangan pribadi, bukan meniru portofolio orang lain.

4. Kenali tanda promosi yang mencurigakan

Waspadai janji keuntungan pasti, klaim risiko nol, permintaan transfer ke rekening pribadi, dan ajakan bergabung dalam grup eksklusif yang menjanjikan sinyal transaksi. Jangan mudah percaya pada tangkapan layar saldo atau testimoni keuntungan karena materi tersebut bisa dimanipulasi.

5. Atur kembali konsumsi konten finansial

Berhenti mengikuti akun yang terus memicu kepanikan atau membuat keputusan keuangan terasa seperti perlombaan. Perbanyak sumber edukasi yang menjelaskan risiko, strategi jangka panjang, dan dasar-dasar analisis. Media sosial tetap bisa dimanfaatkan untuk belajar selama informasi yang diperoleh diperiksa kembali.

Investasi Tidak Perlu Menjadi Perlombaan

Keberhasilan investasi tidak ditentukan oleh seberapa cepat seseorang mengikuti tren. Setiap orang memiliki penghasilan, tanggungan, toleransi risiko, dan tujuan keuangan yang berbeda. Aset yang cocok untuk satu investor belum tentu sesuai untuk orang lain.

Menghadapi FOMO Investasi Anak Muda berarti berani menerima bahwa tidak semua peluang harus diambil. Melewatkan kenaikan harga suatu aset bukanlah kerugian nyata jika keputusan untuk tidak membeli didasarkan pada pertimbangan yang rasional. Sebaliknya, membeli karena takut ketinggalan bisa menimbulkan kerugian ketika harga berbalik turun.

Anak muda juga perlu membangun kebiasaan mengevaluasi portofolio secara berkala, bukan terus-menerus mengecek harga akibat dorongan konten viral. Tentukan jadwal untuk memantau investasi dan gunakan indikator yang relevan dengan tujuan awal.

Kurang lebih, FOMO Investasi Anak Muda dapat dikendalikan dengan disiplin, literasi keuangan, dan kebiasaan memverifikasi informasi. Algoritma media sosial memang bisa memengaruhi apa yang terlihat di layar, tetapi keputusan finansial tetap perlu berada di tangan investor. Dengan memahami produk, mengukur risiko, dan berpegang pada rencana, anak muda dapat memanfaatkan teknologi sebagai sumber pembelajaran tanpa harus terjebak dalam tekanan mengikuti tren.

Samsung Lampaui Nvidia, Jadi Perusahaan dengan Laba Tertinggi Berkat Ledakan Bisnis Cip AI

0

Samsung Electronics mencatat pencapaian besar setelah melampaui Nvidia dalam laba operasional kuartalan. Kinerja tersebut memperkuat posisi Samsung sebagai Perusahaan dengan Laba Tertinggi di dunia berdasarkan laba operasional kuartalan, seiring meningkatnya kebutuhan cip memori untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Mengutip Investing, Minggu (18/10/2026), Samsung membukukan laba operasional sebesar 107,4 triliun won atau sekitar USD75 miliar pada kuartal III 2026. Nilai itu melonjak 783 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan meningkat 20 persen dari kuartal sebelumnya.

Pencapaian tersebut melampaui estimasi laba operasional Nvidia sebesar 97 triliun won untuk periode yang sama. Pertumbuhan Samsung terutama ditopang bisnis memori yang memperoleh manfaat dari pesatnya pembangunan pusat data dan infrastruktur AI.

KB Securities mempertahankan rekomendasi beli saham Samsung dengan target harga 600.000 won. Analis menilai valuasi saham perusahaan masih belum sepenuhnya mencerminkan potensi keuntungan yang dapat diperoleh dari ekspansi bisnis cip memori.

Cip Memori Jadi Penggerak Laba Samsung

KB Securities memperkirakan laba operasional Samsung pada kuartal IV dapat mencapai 114 triliun won. Dari jumlah tersebut, sekitar 113 triliun won diproyeksikan berasal dari bisnis memori, termasuk DRAM dan cip flash NAND.

Prospek pertumbuhan juga diperkirakan berlanjut pada 2027. Kenaikan harga high-bandwidth memory (HBM), komponen penting untuk akselerator AI, dinilai berpotensi meningkatkan pendapatan perusahaan. KB Securities memperkirakan harga jual rata-rata HBM naik lebih dari 100 persen secara tahunan, didorong kehadiran produk HBM4 generasi terbaru dengan harga premium.

Perkembangan tersebut membuat posisi Samsung sebagai Perusahaan dengan Laba Tertinggi semakin menarik perhatian investor, terutama di tengah persaingan industri semikonduktor global.

Dividen dan Pembelian Kembali Saham Jadi Sorotan

Selain pertumbuhan laba, analis memperkirakan Samsung dapat meningkatkan pengembalian kepada pemegang saham melalui dividen tunai dan pembatalan saham. Dari alokasi program pengembalian pemegang saham tiga tahun yang tersisa sebesar 110 triliun won, perusahaan berpotensi membagikan dividen 70–80 triliun won serta membatalkan saham senilai 30–40 triliun won.

KB Securities menilai prospek keuntungan dan potensi distribusi modal tersebut dapat mendorong penilaian ulang harga saham Samsung. Kombinasi kinerja bisnis dan kebijakan pengembalian dana itu memperkuat daya tarik Samsung sebagai Perusahaan dengan Laba Tertinggi di tengah lonjakan permintaan teknologi AI.

Harga Bitcoin Melemah Lagi, Investor Waspadai Inflasi dan Perubahan Metodologi MSCI

0

Harga Bitcoin Melemah Lagi pada perdagangan Jumat waktu Amerika Serikat setelah sentimen risiko di pasar keuangan memburuk. Tekanan terhadap saham teknologi dan perusahaan kecerdasan buatan (AI) di Wall Street turut membebani pergerakan aset kripto terbesar di dunia tersebut.

Mengutip Investing.com, Sabtu (17/10/2026), Bitcoin turun 0,8 persen ke level USD81.592,1. Sehari sebelumnya, harganya sempat merosot di bawah USD80.000 sebelum kembali naik akibat aksi beli ketika harga melemah.

Dalam sepekan, Bitcoin terkoreksi 1,6 persen dan berpotensi mencatat penurunan mingguan selama dua pekan berturut-turut. Sejak awal Oktober, nilainya juga telah turun lebih dari 2 persen. Kondisi ini kembali menggagalkan fenomena Uptober, sebutan bagi kecenderungan penguatan Bitcoin pada Oktober, untuk tahun kedua berturut-turut.

Arus Keluar ETF Menambah Tekanan Bitcoin

Pergerakan Harga Bitcoin Melemah Lagi turut dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk kenaikan imbal hasil obligasi, lonjakan harga minyak, serta keluarnya dana dari produk investasi berbasis Bitcoin.

Data SoSoValue mencatat ETF Bitcoin spot mengalami arus keluar sekitar USD146,2 juta sepanjang pekan berjalan hingga Jumat. Angka tersebut mengindikasikan potensi berlanjutnya penarikan dana selama dua pekan berturut-turut.

Sentimen pasar juga tertekan oleh data inflasi Amerika Serikat pada September yang melampaui perkiraan. Kondisi ini meningkatkan ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) dapat mempertahankan suku bunga tinggi atau mempertimbangkan pengetatan kebijakan lebih lanjut.

Suku bunga tinggi cenderung mengurangi daya tarik aset berisiko seperti kripto karena instrumen berbunga menjadi relatif lebih menarik. Tekanan tersebut juga memicu aksi ambil untung setelah Bitcoin mencatat kenaikan pada kuartal II 2026.

Kebijakan MSCI Tekan Saham Strategy

Tekanan pasar turut terlihat pada saham Strategy yang anjlok 9,6 persen pada Jumat. Perusahaan pemegang Bitcoin dalam jumlah besar itu terdampak pengumuman MSCI mengenai metodologi indeks baru yang berpotensi membuatnya keluar dari sejumlah indeks.

Aturan tersebut dijadwalkan berlaku pada peninjauan indeks November. MSCI akan menilai perusahaan berdasarkan kriteria aset operasional dan sejumlah rasio keuangan, menggantikan pembatasan sementara yang menyasar perusahaan dengan aset digital minimal 50 persen dari total aset.

Rangkaian tekanan tersebut membuat Harga Bitcoin Melemah Lagi dan menunjukkan bahwa pergerakan kripto masih sensitif terhadap perubahan kebijakan moneter, arus investasi, serta dinamika pasar saham global.

Airlangga Buka Suara soal Isu MSCI, Pemerintah Siap Evaluasi Risiko Pasar Modal

0

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto meminta investor menyikapi Isu MSCI secara objektif dengan membedakan sentimen pasar dan kondisi fundamental ekonomi Indonesia. Imbauan ini disampaikan menyusul keputusan Morgan Stanley Capital International (MSCI) memperpanjang tenggat perbaikan pasar modal Indonesia hingga Juni 2027.

Airlangga menilai perekonomian nasional masih memiliki fondasi yang kuat. Menurutnya, gejolak yang muncul setelah pengumuman MSCI lebih banyak dipengaruhi respons investor terhadap perkembangan reformasi pasar modal.

“Sebetulnya fundamental ekonomi kita kuat, tetapi yang dimainkan sekarang adalah faktor sentimen,” ujar Airlangga di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Jumat (16/10/2026).

Ia menjelaskan perhatian MSCI tertuju pada penerapan regulasi dan langkah konkret yang dilakukan Bursa Efek Indonesia (BEI). Proses pembenahan tersebut dinilai membutuhkan waktu relatif panjang dibandingkan dengan sejumlah negara lain.

Airlangga juga mengingatkan bahwa klasifikasi Standalone Market berada di antara Frontier Market dan Emerging Market. Karena itu, investor diminta memahami dasar penilaian MSCI serta mempertimbangkan evaluasi dari lembaga pemeringkat global lainnya sebelum mengambil keputusan.

Airlangga Pertanyakan Waktu Pengumuman MSCI

Di tengah Isu MSCI, Airlangga turut menyoroti waktu penyampaian pengumuman terbaru tersebut. Ia mempertanyakan mengapa persoalan itu tidak dibahas saat pertemuan antara pihak terkait dan pejabat pemerintah Indonesia di Bangkok, Thailand, yang berlangsung kurang dari sepekan sebelumnya.

Meski menyampaikan pertanyaan tersebut, Airlangga meminta pelaku pasar tidak langsung berprasangka buruk terhadap penyedia indeks global itu. Pemerintah, kata dia, akan mencermati perkembangan serta konsekuensi dari mundurnya tenggat perbaikan pasar modal.

“Ya tentu kita lihat saja, tapi kita tidak boleh suudzon,” katanya.

Pemerintah Pantau Dampak terhadap Pasar Modal

Perpanjangan tenggat dari November 2026 menjadi Juni 2027 membuat pelaksanaan reformasi pasar modal kembali menjadi perhatian. Pemerintah akan mengevaluasi potensi risiko yang muncul, terutama terhadap kepercayaan investor dan pergerakan pasar saham.

Airlangga berharap pelaku pasar dapat menilai Isu MSCI secara proporsional. Menurutnya, keputusan investasi perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi secara menyeluruh, bukan semata-mata mengikuti sentimen sesaat.

Pemerintah juga menaruh perhatian pada pelaksanaan pembenahan yang menjadi sorotan MSCI. Langkah konkret dan konsistensi reformasi diharapkan dapat memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal Indonesia.