Sabtu, Agustus 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 5

Investor Makin Selektif, Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Bakal Diperkuat

0

Pemerintah mendorong penguatan Kredibilitas Pasar Modal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Kepercayaan investor dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga arus investasi sekaligus memastikan pasar modal mampu menopang kebutuhan pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi berbagai tekanan eksternal. Pada Semester I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen dengan tingkat inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88 persen.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45 persen pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global,” ujar Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Perkembangan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan pasar modal. Hingga Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten. Sementara itu, jumlah investor telah menyentuh 28,9 juta dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Di kawasan ASEAN, Indonesia tercatat memiliki jumlah investor terbesar. Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat dan rata-rata nilai transaksi harian, serta berada di peringkat ketiga dari sisi kapitalisasi pasar.

Pemerintah Dorong Pasar Modal Lebih Berkualitas

Pemerintah menilai pengembangan pasar modal tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten. Penguatan kualitas, kedalaman pasar, likuiditas, tata kelola, serta keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan Kredibilitas Pasar Modal.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga Juli 2026 terdapat tujuh perusahaan baru yang mencatatkan saham melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan total dana sekitar Rp2,16 triliun. Pemerintah melihat masih terbuka ruang untuk memperkuat pipeline perusahaan berkualitas yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang.

Investor juga semakin mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menanamkan modal, mulai dari likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan free float, transparansi, tata kelola, hingga kualitas informasi yang disampaikan perusahaan.

Penguatan pasar modal dilakukan melalui sinergi pemerintah dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, KSEI, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Sejumlah instrumen investasi baru juga dikembangkan, termasuk PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas.

Kepastian Usaha Ikut Diperkuat

Selain pembenahan pasar modal, pemerintah mempercepat penyelesaian hambatan investasi melalui Satgas Debottlenecking. Hingga 30 Juli 2026, tercatat 170 aduan pelaku usaha dan 124 di antaranya telah diselesaikan.

Persoalan yang ditangani mencakup perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi. Langkah tersebut diharapkan menciptakan kepastian bagi dunia usaha.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan peningkatan Kredibilitas Pasar Modal perlu berjalan bersama perbaikan kualitas perusahaan tercatat. Penguatan tata kelola dan transparansi diharapkan membuat penghimpunan dana semakin optimal untuk mendukung ekspansi, investasi, inovasi, serta produktivitas perusahaan.

Kenapa Gaji Cepat Habis? Bisa Jadi Bukan karena Penghasilan Kecil

0

Gaji cepat habis sering terasa seperti teka-teki sederhana: baru beberapa hari menerima penghasilan, saldo rekening sudah kembali menipis. Di Berempat.com, kami melihat persoalan ini menarik karena penyebabnya tidak selalu berasal dari penghasilan yang terlalu kecil. Kebiasaan belanja, biaya rutin, cicilan, gaya hidup, hingga pengeluaran kecil yang berulang bisa membuat uang menghilang tanpa terasa.

Fenomena tersebut semakin mudah terjadi ketika pembayaran digital membuat transaksi terasa praktis. Membeli makanan, berlangganan layanan, memesan transportasi, atau checkout barang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Karena uang tidak selalu berpindah secara fisik, seseorang terkadang kurang merasakan akumulasi pengeluaran yang terjadi sepanjang bulan.

Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai sekitar Rp305,4 triliun sepanjang 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan transaksi digital ini menggambarkan bagaimana pembayaran elektronik semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat. Namun, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin penting pula kemampuan mengendalikan pengeluaran.

Bukan Hanya Pengeluaran Besar yang Menguras Gaji

Banyak orang langsung memeriksa biaya besar ketika merasa gaji cepat habis. Sewa tempat tinggal, cicilan kendaraan, biaya sekolah, atau tagihan rumah tangga memang memiliki pengaruh besar.

Namun, ada jenis pengeluaran lain yang sering luput dari perhatian: transaksi kecil yang dilakukan berkali-kali.

Contohnya kopi Rp25 ribu, biaya pesan makanan Rp15 ribu, ongkos tambahan Rp10 ribu, atau pembelian barang kecil melalui marketplace. Masing-masing terlihat tidak signifikan.

Masalah muncul ketika transaksi tersebut dilakukan hampir setiap hari.

Sebagai ilustrasi sederhana, pengeluaran Rp30 ribu setiap hari selama 25 hari kerja sudah mencapai Rp750 ribu per bulan. Jika terdapat beberapa kebiasaan kecil lainnya, jumlahnya bisa berkembang menjadi jutaan rupiah.

Karena itu, jangan hanya bertanya “Apa barang mahal yang saya beli bulan ini?” Coba periksa juga “Transaksi apa yang paling sering saya lakukan?”

Pertanyaan kedua sering memberikan jawaban yang lebih mengejutkan.

Gaji Besar Tidak Otomatis Membuat Keuangan Aman

Kenaikan pendapatan memang memberikan ruang finansial lebih luas, tetapi pengeluaran sering ikut berubah.

Ketika penghasilan meningkat, seseorang mungkin mulai memilih tempat makan yang lebih mahal, mengganti kendaraan, meningkatkan paket langganan, lebih sering bepergian, atau membeli barang yang sebelumnya dianggap terlalu mahal.

Fenomena ini berkaitan dengan lifestyle inflation, yaitu kondisi ketika pengeluaran meningkat seiring bertambahnya pendapatan.

Akibatnya, seseorang bisa tetap merasa kekurangan meskipun penghasilannya sudah lebih besar.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai literasi keuangan juga menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan dan pengeluaran sebagai bagian dari kesehatan keuangan masyarakat.

Artinya, persoalan keuangan pribadi tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar gaji, tetapi juga bagaimana uang tersebut dikelola.

Bedakan Kebutuhan, Keinginan, dan Pengeluaran Spontan

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui penyebab gaji cepat habis adalah mengelompokkan transaksi.

Buat tiga kategori:

  1. Kebutuhan: biaya yang memang harus dibayar, seperti makanan pokok, tempat tinggal, transportasi, listrik, dan kewajiban lainnya.
  2. Keinginan: pengeluaran yang memberikan kenyamanan atau kesenangan, tetapi sebenarnya masih dapat ditunda.
  3. Spontan: pembelian yang terjadi karena tergoda promo, melihat rekomendasi media sosial, atau sekadar ingin mencoba sesuatu.

Kategori ketiga patut mendapatkan perhatian khusus.

Promo “gratis ongkir”, cashback, flash sale, dan diskon memang terlihat menguntungkan. Tetapi membeli barang Rp100 ribu hanya karena mendapat diskon 30 persen tetap berarti mengeluarkan Rp70 ribu.

Diskon mengurangi harga barang, bukan menghilangkan pengeluaran.

Jangan Menunggu Sisa Gaji untuk Menabung

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menggunakan sebagian besar penghasilan terlebih dahulu, lalu berharap masih ada uang yang tersisa untuk ditabung.

Dalam praktiknya, uang yang tersedia sering memiliki kecenderungan untuk digunakan.

Pendekatan yang lebih terstruktur adalah menetapkan alokasi tabungan sejak awal. Begitu gaji masuk, sisihkan nominal yang sudah ditentukan sebelum uang digunakan untuk kebutuhan lain.

Besarnya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Tidak semua orang memiliki kemampuan menyisihkan persentase yang sama.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.

Dana tersebut dapat diarahkan untuk dana darurat, tujuan jangka pendek, investasi, pendidikan, atau kebutuhan lain yang sudah direncanakan.

Coba Lakukan Audit Pengeluaran Selama 30 Hari

Jika masih bingung kenapa gaji cepat habis, jangan langsung membuat aturan keuangan yang terlalu rumit.

Mulai dengan eksperimen sederhana selama satu bulan.

Catat semua pengeluaran, termasuk transaksi kecil. Tidak perlu menunggu akhir bulan. Setiap kali melakukan pembayaran, langsung masukkan ke catatan keuangan.

Setelah 30 hari, kelompokkan seluruh transaksi berdasarkan kategori.

Dari sana biasanya mulai terlihat pola yang sebelumnya tidak disadari. Mungkin pengeluaran makan di luar terlalu besar. Bisa juga biaya langganan digital menumpuk, transaksi marketplace terlalu sering, atau biaya transportasi ternyata mengambil porsi cukup besar.

Setelah mengetahui polanya, barulah tentukan bagian mana yang perlu dikurangi.

Tujuannya bukan membuat hidup menjadi serba terbatas. Pengelolaan uang yang sehat justru memberi ruang untuk menikmati penghasilan tanpa terus merasa bersalah setelah membelanjakannya.

Bitcoin Kembali Tertekan, Pasar Kripto Dibayangi Suku Bunga The Fed

0

Bitcoin Kembali Tertekan pada awal pekan setelah harganya merosot di bawah level US$65 ribu. Pergerakan tersebut terjadi ketika kenaikan harga minyak kembali membebani sentimen terhadap aset berisiko. Tekanan pasar juga datang dari aksi penjualan Bitcoin oleh Strategy yang menjadi perhatian investor.

Mengutip Investing, Selasa (11/8/2026), harga Bitcoin tercatat melemah 1,6 persen menjadi US$64.147,9. Pelemahan ini membuat pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah sebelumnya sempat mendapat sentimen positif dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Pada Jumat sebelumnya, Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya sempat menguat setelah data menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS mengalami penurunan bulanan untuk pertama kalinya sejak Februari. Penurunan tersebut terutama berasal dari berkurangnya lapangan kerja di sektor pendidikan pemerintah daerah.

Data ketenagakerjaan juga menunjukkan revisi turun terhadap angka payroll Mei dan Juni dengan total 103 ribu pekerjaan. Kondisi tersebut membuat arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) semakin sulit diprediksi.

Di satu sisi, pasar tenaga kerja AS masih dinilai cukup tangguh. Namun, tekanan inflasi berpotensi meningkat akibat gejolak harga minyak yang berkaitan dengan konflik Iran. Situasi tersebut membuat investor harus mencermati keseimbangan antara risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja.

Pasar Kripto Menanti Data Inflasi AS

Perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan The Fed. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk Juli dijadwalkan terbit pada Rabu dan Kamis.

Selanjutnya, pasar akan mencermati data penjualan ritel AS pada Jumat. Serangkaian indikator tersebut diperkirakan menjadi bahan pertimbangan investor dalam memperkirakan arah suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter September sebelumnya mengalami perubahan setelah rilis data tenaga kerja. Namun, tingkat suku bunga yang tetap tinggi masih menjadi faktor yang dapat membatasi ruang penguatan aset spekulatif, termasuk kripto.

Strategy Ikut Membebani Harga Bitcoin

Tekanan terhadap Bitcoin semakin terasa setelah Strategy mengungkapkan penjualan 1.690 BTC sepanjang 3-9 Agustus. Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), aset tersebut dijual dengan harga rata-rata US$64.262 per Bitcoin dan bernilai sekitar US$108,6 juta.

Setelah transaksi tersebut, Strategy masih memegang 840.447 BTC dengan nilai sekitar US$54,7 miliar. Harga perolehan rata-rata kepemilikan perusahaan berada di US$75.385 per Bitcoin, dengan total basis biaya sekitar US$63,4 miliar termasuk biaya dan pengeluaran.

Sebelumnya, perusahaan juga menjual 6,58 juta saham MSTR senilai US$653,1 juta. Sebagian dana digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC, sementara sekitar US$650 juta dialokasikan untuk menambah cadangan kas.

Per 9 Agustus, cadangan kas Strategy mencapai US$4,65 miliar. Kombinasi tekanan makroekonomi dan aksi korporasi tersebut membuat Bitcoin Kembali Tertekan, sementara investor masih menunggu sinyal baru dari data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.

Status UMKM bagi Ojol Segera Resmi, Ini Manfaat yang Bakal Didapat Pengemudi

0

Pemerintah memastikan Status UMKM bagi Ojol akan membawa sejumlah manfaat bagi pengemudi ojek online, terutama dalam hal fleksibilitas menjalankan usaha dan akses terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM. Kebijakan tersebut tengah dimatangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital yang memasuki tahap finalisasi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan masih terdapat sejumlah ketentuan yang perlu diselaraskan sebelum regulasi tersebut ditetapkan. Pemerintah berharap proses finalisasi dapat rampung dalam waktu dekat.

“Sekarang kita sedang dalam tahap finalisasi akhir terkait Perpres mengenai ekosistem transportasi digital. Tinggal ada beberapa pasal lagi yang sedang kita sinkronisasi dan finalisasi,” ujar Maman usai rapat koordinasi di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Maman, pemerintah telah memiliki kesepahaman untuk mengategorikan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan masukan dari berbagai komunitas dan asosiasi pengemudi yang selama ini berdialog dengan pemerintah.

Maman menyebut telah bertemu dengan hampir 20 asosiasi dan komunitas ojol. Aspirasi yang disampaikan mayoritas mengarah pada skema usaha mikro.

Status UMKM bagi Ojol Beri Fleksibilitas

Maman menilai Status UMKM bagi Ojol memungkinkan pengemudi mempertahankan karakter pekerjaan yang fleksibel. Di sisi lain, pengemudi berpeluang memperoleh manfaat dari sejumlah paket kebijakan dan insentif yang memang ditujukan kepada pelaku UMKM.

Menteri UMKM juga menepis anggapan bahwa perubahan status tersebut otomatis membuat pengemudi ojol harus membayar pajak. Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, pelaku UMKM dengan omzet sampai Rp500 juta per tahun tidak dikenai PPh.

Sementara itu, rata-rata omzet pengemudi ojol disebut berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta. Dengan demikian, Maman menegaskan pengemudi ojol tidak perlu khawatir mengenai kewajiban PPh selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh, Status UMKM bagi Ojol diharapkan menjadi pijakan bagi pengemudi untuk mengembangkan kapasitas ekonominya. Pengemudi dapat diposisikan sebagai pelaku usaha yang memiliki peluang memperbesar aset produktif, termasuk melalui kepemilikan kendaraan yang mendukung aktivitas usaha.

Setelah Perpres diterbitkan, kementerian dan lembaga terkait akan menyiapkan aturan turunan sesuai kewenangan masing-masing. Regulasi tersebut nantinya harus tetap sejalan dengan Perpres, terutama dalam menjaga kesejahteraan pengemudi sekaligus memastikan ekosistem transportasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan.

Strategi Marketing Menggunakan Diskon agar Pelanggan Tidak Hanya Datang Saat Sale!

0

Strategi marketing menggunakan diskon memang bisa menjadi cara cepat untuk menarik perhatian pembeli. Namun, apakah potongan harga selalu membuat pelanggan mengingat sebuah bisnis? Belum tentu. Di Berempat.com, kami melihat diskon seharusnya ditempatkan sebagai salah satu alat pemasaran, bukan satu-satunya alasan seseorang memilih sebuah brand.

Ketika promosi dilakukan terlalu sering, pelanggan bisa terbiasa menunggu harga turun sebelum membeli. Kondisi ini membuat keputusan pembelian lebih bergantung pada harga daripada kualitas produk, pelayanan, atau pengalaman yang diberikan bisnis.

Padahal, ada banyak cara untuk membuat pembeli kembali tanpa harus terus memangkas harga. Brand yang mudah diingat biasanya memiliki sesuatu yang lebih kuat daripada sekadar promo: pengalaman yang konsisten, komunikasi yang khas, produk yang relevan, atau pelayanan yang membuat pelanggan merasa diperhatikan.

Menurut laporan PwC Voice of the Consumer Survey, harga memang menjadi salah satu pertimbangan konsumen, tetapi pengalaman, kualitas, dan faktor lain juga berperan dalam keputusan pembelian. Ini menunjukkan bahwa harga hanyalah satu bagian dari pertimbangan pelanggan.

Diskon Bisa Menarik Pembeli, tetapi Tidak Selalu Membuat Mereka Loyal

Bayangkan sebuah toko yang setiap minggu mengadakan promo. Pada awalnya, pelanggan mungkin antusias. Mereka merasa mendapatkan kesempatan membeli dengan harga lebih murah.

Namun, setelah promosi berlangsung terus-menerus, diskon dapat kehilangan efek kejutnya.

Bahkan, pelanggan bisa mulai berpikir, “Nanti saja belinya, pasti ada promo lagi.”

Di titik ini, strategi marketing menggunakan diskon justru perlu dievaluasi. Diskon sebaiknya memiliki tujuan yang jelas, misalnya memperkenalkan produk baru, menghabiskan stok tertentu, mendorong pembelian pertama, atau meningkatkan transaksi pada periode tertentu.

Promosi yang memiliki batas waktu dan alasan yang masuk akal biasanya lebih mudah dipahami daripada potongan harga yang muncul tanpa konteks.

Bisnis juga perlu memperhatikan margin. Diskon 20 persen pada produk dengan margin tipis tentu memiliki dampak berbeda dibandingkan diskon dengan margin yang jauh lebih besar.

Karena itu, sebelum membuat promo, hitung terlebih dahulu apakah peningkatan volume penjualan benar-benar mampu mengimbangi margin yang hilang.

Buat Pelanggan Punya Alasan untuk Mengingat Brand

Pelanggan mungkin lupa berapa harga yang mereka bayar beberapa minggu lalu. Namun, mereka bisa mengingat pengalaman yang berbeda.

Misalnya, sebuah kedai selalu menuliskan nama pelanggan dengan pesan singkat di kemasan. Toko online tertentu terkenal karena packaging-nya rapi. Sebuah bisnis jasa selalu memberikan laporan hasil pekerjaan yang mudah dipahami.

Hal-hal kecil semacam itu dapat menjadi identitas.

Brand tidak harus melakukan sesuatu yang spektakuler. Yang penting, ada pengalaman yang konsisten dan relevan sehingga pelanggan memiliki cerita untuk diingat.

Menurut Kantar BrandZ, brand yang memiliki diferensiasi dan makna yang kuat cenderung memiliki posisi yang lebih baik dalam membangun nilai merek.

Itulah mengapa bisnis perlu memikirkan apa yang ingin diingat pelanggan setelah transaksi selesai.

Jangan Jadikan Diskon sebagai Satu-Satunya Bentuk Apresiasi

Ada banyak cara membuat pelanggan merasa mendapatkan sesuatu tanpa harus selalu memberikan potongan harga.

Bisnis bisa menawarkan akses lebih awal untuk produk baru, bonus kecil, layanan tambahan, poin loyalitas, atau konten eksklusif.

Contohnya, toko kopi bisa memberikan kesempatan mencoba menu baru lebih dulu kepada pelanggan tertentu. Bisnis fashion dapat memberikan informasi koleksi terbaru sebelum peluncuran umum. Sementara bisnis jasa dapat memberikan konsultasi singkat atau panduan tambahan setelah transaksi.

Pendekatan seperti ini membuat hubungan dengan pelanggan terasa lebih personal.

Program loyalitas juga dapat membantu jika dirancang sesuai kebiasaan pelanggan. Menurut Antavo Global Customer Loyalty Report, loyalitas pelanggan berkaitan dengan pengalaman dan manfaat yang dirasakan konsumen, bukan hanya besarnya potongan harga.

Dengan begitu, strategi marketing menggunakan diskon dapat dikombinasikan dengan berbagai bentuk penghargaan lainnya.

Cari Ciri Khas yang Sulit Ditiru

Diskon mudah ditiru oleh kompetitor. Ketika satu toko memberikan potongan 10 persen, toko lain dapat memberikan 15 persen.

Perang harga seperti ini dapat berlangsung tanpa akhir.

Karena itu, bisnis perlu memiliki keunggulan lain yang tidak mudah digantikan oleh promosi. Bisa berupa kualitas produk, kecepatan layanan, kemudahan pemesanan, keunikan kemasan, gaya komunikasi, komunitas, atau keahlian tertentu.

Ciri khas tersebut membuat pelanggan memiliki alasan untuk memilih bisnis berdasarkan nilai, bukan sekadar harga termurah.

Ini juga membantu membangun brand awareness. Ketika pelanggan sudah mengetahui apa yang membuat sebuah bisnis berbeda, promosi dapat berfungsi sebagai pemicu transaksi tanpa harus menjadi fondasi utama hubungan dengan pelanggan.

Gunakan Diskon dengan Tujuan yang Jelas

Diskon tetap memiliki tempat dalam strategi pemasaran. Yang perlu dihindari adalah memberikan potongan harga secara spontan setiap kali penjualan menurun.

Sebelum membuat promo, tentukan terlebih dahulu tujuan yang ingin dicapai.

Apakah ingin mendapatkan pelanggan baru? Menghabiskan stok lama? Mendorong pembelian produk tertentu? Meningkatkan transaksi pada hari yang biasanya sepi? Atau mengajak pelanggan mencoba layanan baru?

Tujuan yang berbeda membutuhkan mekanisme promo yang berbeda pula.

Misalnya, bisnis baru bisa memberikan diskon pembelian pertama untuk mengurangi hambatan calon pelanggan. Sementara bisnis yang memiliki pelanggan lama dapat memberikan voucher khusus untuk transaksi berikutnya.

Dengan pendekatan tersebut, strategi marketing menggunakan diskon menjadi lebih terukur dan tidak sekadar mengorbankan margin untuk mengejar angka penjualan.

Intinya, pembeli tidak selalu kembali karena mendapatkan harga paling murah. Mereka kembali karena merasa produk tersebut layak dibeli, pengalaman yang diberikan memuaskan, dan brand tersebut memiliki tempat tersendiri dalam ingatan mereka.

Diskon dapat membuka pintu transaksi, tetapi pengalaman yang baik membantu membuat pelanggan ingin kembali.

Aturan Baru BGN, Ompreng MBG Wajib Diberi Batas Waktu Konsumsi

0

Badan Gizi Nasional (BGN) resmi memperketat standar keamanan pangan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mulai pekan depan, seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah diwajibkan mencantumkan batas waktu konsumsi pada setiap wadah makanan atau Ompreng MBG yang dibagikan kepada para siswa.

Kepala BGN, Sudaryono, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan langkah penting untuk memastikan makanan yang diterima peserta didik tetap aman dikonsumsi. Menurutnya, informasi waktu konsumsi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi panduan langsung di lapangan bagi guru dan siswa.

“Mulai minggu depan, kami mewajibkan setiap ompreng diberi tanda atau peringatan mengenai batas waktu konsumsi,” ujar Sudaryono dalam keterangan resmi di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (9/8/2026).

Ia menekankan bahwa peran tenaga pendidik sangat krusial dalam pengawasan aturan tersebut. Guru diminta bersikap tegas apabila makanan dalam Ompreng MBG sudah melewati waktu yang tertera. Dalam kondisi tersebut, makanan tidak diperbolehkan lagi untuk dikonsumsi oleh siapa pun, termasuk siswa maupun guru.

Ompreng MBG Punya Batas Aman Konsumsi

Sudaryono menjelaskan bahwa makanan dalam program MBG disiapkan dalam kondisi segar tanpa bahan pengawet. Karena itu, terdapat batas waktu tertentu yang harus diperhatikan agar kualitas dan keamanan pangan tetap terjaga.

Ia menyebut, secara umum makanan matang memiliki rentang aman konsumsi sekitar empat jam setelah proses memasak. Jika melewati waktu tersebut, risiko penurunan kualitas hingga potensi gangguan kesehatan dapat meningkat.

“Ini makanan yang benar-benar fresh, tidak menggunakan pengawet, sehingga ada jendela waktu aman untuk dikonsumsi,” jelasnya.

Selain penegasan soal waktu konsumsi, BGN juga mengimbau agar siswa tidak membawa pulang makanan dari program MBG. Makanan diharapkan langsung dihabiskan di sekolah sesuai ketentuan yang berlaku.

Sudaryono menambahkan, kebiasaan membawa pulang makanan berpotensi menimbulkan risiko keracunan. Dalam sejumlah kasus di daerah, dampaknya bahkan tidak hanya dialami siswa, tetapi juga anggota keluarga di rumah setelah makanan ikut dikonsumsi.

Wisatawan Mancanegara Naik, Investasi Pariwisata Indonesia Tembus Rp39,68 Triliun

Sektor pariwisata Indonesia menunjukkan kinerja positif sepanjang Semester I 2026. Salah satu indikatornya terlihat dari jumlah wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Indonesia, disusul peningkatan perjalanan wisatawan nusantara dan investasi pariwisata. Kondisi tersebut memperkuat posisi pariwisata sebagai salah satu sektor yang ikut menopang aktivitas ekonomi nasional.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan pencapaian tersebut tidak terlepas dari strategi pemerintah dalam menyesuaikan pasar dan memperkuat promosi ke negara yang memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi.

Menurut Widiyanti, pemerintah juga mendorong pergerakan wisatawan domestik sembari terus meningkatkan kualitas produk serta destinasi wisata di berbagai daerah di Indonesia.

“Capaiannya tidak terjadi dengan sendirinya. Pemerintah terus menjalankan strategi yang adaptif, termasuk melakukan pivot atau penyesuaian pasar,” ujar Widiyanti dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara selama Januari-Juni 2026 mencapai 7,45 juta kunjungan. Angka tersebut tumbuh 5,71 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pengeluaran Wisatawan Mancanegara Ikut Meningkat

Pertumbuhan kunjungan juga diikuti peningkatan pengeluaran wisatawan. Rata-rata belanja wisatawan mancanegara selama berada di Indonesia naik 6,36 persen menjadi sekitar 1.313 dolar AS per kunjungan.

Kunjungan dari Asia lainnya tercatat meningkat hampir 10 persen, sementara wisatawan asal Asia Tenggara tumbuh 8,22 persen. Pasar Oseania juga mencatat pertumbuhan 6,60 persen. Perkembangan tersebut membuat Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan kunjungan wisman tertinggi kedua di Asia Tenggara.

Di dalam negeri, perjalanan wisatawan nusantara mencapai 630,41 juta perjalanan atau tumbuh 2,71 persen secara tahunan. Sebaliknya, perjalanan warga negara Indonesia ke luar negeri turun 2,40 persen menjadi 4,46 juta perjalanan.

Dari sisi investasi, sektor pariwisata Indonesia membukukan realisasi Rp39,68 triliun atau naik 16,64 persen. Investasi tersebut terdiri atas penanaman modal asing Rp12,19 triliun dan penanaman modal dalam negeri Rp27,48 triliun.

Pemerintah menilai peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara, mobilitas domestik, dan investasi menjadi sinyal positif bagi kontribusi pariwisata terhadap penciptaan lapangan kerja serta pertumbuhan ekonomi daerah.

Sudah Cair di Sejumlah Daerah, Begini Cara Cek Penerima Bansos PKH

0

Bansos PKH periode Juli-September 2026 mulai disalurkan Kementerian Sosial (Kemensos) secara bertahap. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga menyalurkan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Sembako kepada keluarga penerima manfaat (KPM).

Penyaluran dilakukan secara bertahap sehingga waktu bantuan diterima setiap keluarga dapat berbeda. Masyarakat yang ingin memastikan apakah masih terdaftar sebagai penerima dapat mengecek status bantuan melalui layanan resmi Cek Bansos Kemensos.

Pengecekan bisa dilakukan secara daring melalui situs resmi Kemensos. Masyarakat cukup membuka laman cekbansos.kemensos.go.id, kemudian memilih provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan sesuai alamat pada KTP.

Setelah itu, masukkan nama lengkap sesuai dokumen kependudukan, isi kode verifikasi yang tersedia, lalu pilih opsi pencarian data. Jika data tercatat dalam sistem, informasi mengenai status kepesertaan bantuan akan muncul pada layar.

Cek Bansos PKH Lewat Aplikasi

Selain melalui situs, status Bansos PKH juga dapat diperiksa menggunakan aplikasi Cek Bansos yang tersedia di Google Play Store. Pengguna perlu membuat akun dengan menggunakan NIK KTP, kemudian masuk ke menu Cek Bansos dan mengisi informasi yang diminta.

Kesesuaian data kependudukan menjadi hal penting dalam proses pengecekan. Karena itu, masyarakat perlu memastikan informasi yang dimasukkan sesuai dengan data resmi agar pencarian tidak mengalami kendala.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan penyaluran bansos triwulan ketiga 2026 masih berjalan dan ditargetkan rampung pada Agustus. Lebih dari tujuh juta penerima PKH telah memperoleh bantuan, sedangkan Program Sembako telah menjangkau lebih dari 12 juta penerima.

Data Penerima Terus Dimutakhirkan

Pemerintah menargetkan penyaluran bantuan pada Agustus dapat menjangkau sekitar 18 juta KPM. Kemensos juga terus melakukan pemutakhiran dan pembersihan data untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Evaluasi dilakukan terhadap penerima yang sudah dinilai sejahtera, mengundurkan diri, atau tidak lagi memenuhi kriteria. Jika ditemukan penerima yang tidak memenuhi syarat, kuota dapat dialihkan kepada masyarakat lain yang lebih membutuhkan sesuai ketentuan.

Dengan proses tersebut, Bansos PKH diharapkan benar-benar diterima keluarga yang masih memenuhi persyaratan dan membutuhkan dukungan pemerintah.

Punya Rumah yang Disewakan? Pajak Rumah Kontrakan Kini Jadi Perhatian Pemerintah

0

Pemerintah mulai membidik potensi penerimaan dari pajak rumah kontrakan sebagai bagian dari strategi memperluas basis perpajakan nasional. Langkah ini menyasar kelompok masyarakat yang dinilai masih memiliki potensi kewajiban pajak yang belum tergarap secara optimal, termasuk pemilik properti yang mendapatkan penghasilan dari aktivitas sewa.

Direktur Penyusunan APBN Direktorat Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Rofyanto Kurniawan mengatakan perluasan basis pajak menjadi salah satu perhatian pemerintah dalam mengoptimalkan penerimaan negara.

Menurut Rofyanto, masyarakat yang memiliki lebih dari satu rumah berpotensi memperoleh pendapatan tambahan apabila properti tersebut disewakan atau dikontrakkan. Penghasilan dari aktivitas tersebut menjadi salah satu sumber penerimaan yang dapat dipetakan pemerintah.

“Kalau misalkan orang punya rumah lebih dari satu, tidak mungkin juga rumahnya itu ditinggali semua. Pasti ada yang disewakan, ada yang dikontrakkan,” ujar Rofyanto dalam Konsultasi Publik RUU APBN 2027, Kamis (6/8/2026).

Pemerintah Perkuat Pengawasan Pajak

Upaya mengoptimalkan pajak rumah kontrakan akan berjalan seiring dengan penguatan kepatuhan wajib pajak. Pemerintah berencana meningkatkan koordinasi dan pertukaran data dengan berbagai kementerian serta lembaga untuk memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

Integrasi data dinilai dapat membantu pemerintah memetakan potensi perpajakan secara lebih akurat. Dengan informasi yang semakin lengkap, pengawasan terhadap profil wajib pajak juga dapat dilakukan secara lebih terarah.

Di sisi lain, pemerintah terus menyempurnakan sistem Coretax sebagai bagian dari transformasi administrasi perpajakan. Sistem tersebut dikembangkan agar mampu mengolah dan menganalisis data perpajakan secara lebih menyeluruh.

Coretax Didorong Optimalkan Penerimaan

Rofyanto mengatakan kelengkapan data akan memudahkan pemerintah melakukan benchmarking terhadap profil wajib pajak dengan indikator ekonomi yang relevan. Langkah ini diharapkan dapat memperkecil potensi penerimaan yang belum tergali.

“Kalau kita melakukan benchmarking, kemudian data wajib pajaknya itu lengkap, dilengkapi dengan data perekonomian, maka penerimaan pajak kita akan bisa lebih optimal,” ujarnya.

Dengan penguatan integrasi data dan pembenahan sistem administrasi, pemerintah berharap potensi pajak rumah kontrakan dapat dipetakan secara lebih baik. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas basis penerimaan tanpa hanya mengandalkan sumber pajak yang selama ini sudah teridentifikasi.

Selat Kembali Hormuz Jadi Perhatian, Harga Minyak Dunia Melambung di Akhir Pekan

0

Harga Minyak Dunia Melambung pada perdagangan Jumat, 7 Agustus 2026, setelah investor kembali mencermati ketidakpastian terkait lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Kenaikan tersebut terjadi meski harga minyak secara mingguan masih mencatat penurunan cukup dalam akibat harapan tercapainya kesepakatan pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut.

Mengutip CNBC, Sabtu (8/8/2026), harga minyak Brent naik lebih dari 1 persen ke US$83,55 per barel. Sementara minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat sekitar 1 persen menjadi US$78,18 per barel. Kendati kembali naik, harga minyak secara kumulatif masih turun lebih dari 7 persen sepanjang pekan ini.

Pasar sebelumnya mendapat sinyal positif dari pemerintah Amerika Serikat mengenai kemungkinan kesepakatan untuk menjamin kebebasan pelayaran di Selat Hormuz. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kesepakatan tersebut berpeluang dicapai sejak pertengahan pekan.

Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga sebelumnya mengisyaratkan bahwa kesepakatan dapat segera terwujud. Namun, hingga Jumat, belum ada pengumuman resmi mengenai tercapainya kesepakatan tersebut.

Lalu Lintas Kapal di Hormuz Menurun

Ketidakpastian semakin meningkat setelah data perusahaan intelijen perdagangan Kpler menunjukkan lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz turun sekitar 33 persen pada Jumat dibandingkan sehari sebelumnya. Sebagian besar kapal tercatat memilih rute yang berada di perairan Iran.

Iran dan Oman disebut tengah merancang kesepakatan mengenai pengaturan jalur transit di kawasan tersebut. Dalam skema yang tengah dibahas, kapal yang masuk akan menggunakan perairan Iran, sedangkan lalu lintas keluar diarahkan melewati wilayah Oman.

Namun, rancangan yang diterbitkan kantor berita pemerintah Iran, Fars, justru menunjukkan adanya pembatasan lebih ketat. Rencana tersebut masih dalam proses pembahasan di parlemen Iran.

Berdasarkan rancangan itu, kapal Amerika Serikat dan Israel akan dilarang melintasi Selat Hormuz. Negara lain yang dianggap telah merugikan Iran juga dapat dikenai larangan transit hingga memenuhi kewajiban kompensasi.

Rancangan Iran Picu Perhatian Pasar Minyak

Sebelumnya, Harga Minyak Dunia Melambung lebih tajam pada Kamis, 6 Agustus 2026, setelah rancangan pembatasan tersebut mencuat. Harga Brent melonjak 3,8 persen menjadi US$82,49 per barel, sedangkan WTI naik 2,8 persen ke US$77,29 per barel.

Rancangan tersebut juga mencantumkan denda bagi pihak yang melanggar ketentuan, dengan nilai mencapai 20 persen dari harga muatan kapal.

Bagi pasar energi, perkembangan ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan minyak dunia. Jika pembatasan benar-benar diterapkan, kekhawatiran terhadap gangguan pasokan dapat kembali meningkat.

Karena itu, Harga Minyak Dunia yang Melambung kini menjadi respons pasar terhadap ketidakpastian geopolitik yang masih berlangsung. Investor kini menunggu kepastian kesepakatan antara pihak-pihak terkait sekaligus mencermati setiap perubahan arus pelayaran di kawasan tersebut.