Sabtu, Agustus 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 6

Potensi Besar, Industri Agro Indonesia Didorong Perluas Pasar Internasional

0

Kementerian Perindustrian terus mendorong penguatan Industri Agro nasional agar mampu menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi sekaligus semakin kompetitif di pasar internasional. Strategi tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas produksi dan percepatan hilirisasi agar komoditas berbasis sumber daya alam dapat diolah menjadi produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang dapat menjadi modal penting bagi pengembangan industri. Namun, potensi tersebut perlu diikuti kemampuan pelaku usaha dalam menghasilkan produk berkualitas, memenuhi standar internasional, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan konsumen global.

Menurut Agus, persaingan ekspor tidak hanya ditentukan oleh kualitas barang. Pelaku Industri Agro juga perlu memahami karakter pasar tujuan, memenuhi ketentuan regulasi, serta membangun reputasi perusahaan agar dipercaya pembeli internasional.

Kemenperin Perkuat Kompetensi Pelaku Industri

Agus menilai persyaratan pasar global semakin kompleks, terutama terkait mutu, keamanan pangan, dan keberlanjutan. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi bagian penting agar produk Indonesia mampu mempertahankan posisi di pasar luar negeri dalam jangka panjang.

Upaya tersebut salah satunya dilakukan Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Ekspor yang digelar pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta.

Kegiatan itu diikuti 20 peserta dari 16 perusahaan yang bergerak di sektor rempah, rumput laut, mikroalga, dan sagu. Keempat komoditas tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk olahan bernilai tambah sekaligus menyasar pasar internasional.

Strategi Ekspor Jadi Fokus Pengembangan

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan pelatihan tersebut dirancang untuk memberikan bekal praktis kepada pelaku usaha dalam menghadapi perubahan perdagangan global.

Pelaku usaha didorong mampu membaca peluang pasar secara lebih akurat, memahami persyaratan negara tujuan, serta mengkomunikasikan keunggulan produk kepada calon pembeli dari luar negeri.

Penguatan kemampuan tersebut diharapkan membuat Industri Agro tidak berhenti pada ekspor komoditas mentah. Dengan hilirisasi dan strategi pemasaran yang lebih matang, produk berbasis rempah, rumput laut, mikroalga, hingga sagu dapat memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Kemenperin menilai kesiapan industri menjadi faktor penting dalam memperluas pasar ekspor. Melalui peningkatan kompetensi dan pemahaman perdagangan internasional, Industri Agro nasional diharapkan semakin kuat menghadapi persaingan sekaligus mampu memperbesar kontribusinya terhadap rantai pasok global.

Strategi Marketing Jualan Online yang Membuat Orang Mau Mendengar Sebelum Membeli

0

Di tengah banjir promosi yang muncul setiap hari, strategi marketing jualan online tidak lagi cukup jika hanya berisi ajakan membeli atau potongan harga. Di Berempat.com, kami melihat bahwa banyak konsumen kini lebih tertarik pada bisnis yang mampu memberikan informasi, inspirasi, atau solusi sebelum menawarkan produknya. Pendekatan seperti ini membuat promosi terasa lebih alami sehingga calon pelanggan tidak merasa sedang menjadi sasaran iklan.

Perubahan perilaku konsumen tersebut dipengaruhi oleh mudahnya akses terhadap informasi. Sebelum membeli, seseorang bisa membandingkan harga, membaca ulasan, hingga mencari pengalaman pengguna lain hanya dalam hitungan menit. Akibatnya, promosi yang terlalu agresif justru sering diabaikan karena dianggap tidak memberikan nilai tambah.

Menurut laporan HubSpot State of Marketing, konten yang bersifat edukatif dan membantu audiens memahami suatu masalah menjadi salah satu pendekatan pemasaran yang paling efektif untuk membangun hubungan dengan calon pelanggan. Artinya, konsumen semakin menghargai bisnis yang memberikan manfaat terlebih dahulu sebelum meminta mereka melakukan transaksi.

Karena itu, menjual tanpa terlihat sedang menjual bukan berarti menyembunyikan produk, melainkan mengubah cara menyampaikan pesan agar terasa lebih relevan dengan kebutuhan pelanggan.

Bangun Percakapan, Bukan Sekadar Promosi

Salah satu kesalahan yang masih sering dilakukan pelaku usaha adalah menjadikan seluruh media sosial sebagai katalog penjualan.

Setiap unggahan berisi harga, promo, atau ajakan membeli. Dalam jangka pendek mungkin ada transaksi, tetapi dalam jangka panjang audiens bisa kehilangan minat karena tidak mendapatkan alasan untuk terus mengikuti akun tersebut.

Sebaliknya, cobalah membangun percakapan.

Jika menjual perlengkapan olahraga, bagikan tips menjaga kebugaran. Bila memiliki bisnis makanan, ceritakan proses memilih bahan baku atau inspirasi di balik menu yang dibuat. Untuk bisnis jasa, tampilkan studi kasus atau pengalaman menyelesaikan masalah klien.

Konten seperti ini membuat bisnis lebih dekat dengan audiens tanpa harus terus-menerus meminta mereka membeli.

Inilah salah satu bentuk strategi marketing jualan online yang lebih sesuai dengan kebiasaan konsumen saat ini.

Tunjukkan Manfaat Sebelum Menawarkan Produk

Orang jarang membeli karena fitur semata. Mereka membeli karena memahami manfaat yang akan diperoleh.

Misalnya, daripada hanya mengatakan sebuah aplikasi memiliki puluhan fitur, lebih baik tunjukkan bagaimana aplikasi tersebut membantu menghemat waktu kerja. Jika menjual alat dapur, perlihatkan bagaimana alat tersebut membuat proses memasak menjadi lebih praktis.

Pendekatan berbasis manfaat juga dapat diwujudkan melalui video singkat, demonstrasi penggunaan, atau cerita dari pelanggan yang telah merasakan hasilnya.

Menurut riset Google Consumer Insights, banyak konsumen melakukan pencarian informasi dan membandingkan berbagai pilihan sebelum memutuskan membeli. Hal ini menunjukkan bahwa proses edukasi memiliki peran penting dalam perjalanan pelanggan.

Ketika bisnis membantu calon pembeli memahami manfaat produk, keputusan pembelian biasanya terasa lebih alami.

Jadikan Kepercayaan sebagai Tujuan Utama

Tidak semua orang langsung membeli saat pertama kali melihat sebuah produk. Sebagian membutuhkan waktu untuk mengenal bisnis, memahami kualitas layanan, dan memastikan bahwa keputusan mereka tepat.

Karena itu, membangun kepercayaan sebaiknya menjadi prioritas.

Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:

  • Menampilkan testimoni pelanggan yang asli.
  • Membagikan proses di balik layar agar bisnis terasa lebih transparan.
  • Menjawab pertanyaan pelanggan secara terbuka.
  • Konsisten memberikan informasi yang bermanfaat.
  • Menjaga kualitas pelayanan setelah transaksi.

Menurut Edelman Trust Barometer, tingkat kepercayaan terhadap sebuah bisnis menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan seseorang untuk membeli maupun merekomendasikan produk kepada orang lain.

Dengan kata lain, pelanggan yang percaya pada bisnis tidak selalu membutuhkan promosi yang agresif untuk melakukan pembelian.

Konsistensi Lebih Penting daripada Promosi Sesaat

Banyak pelaku usaha berharap satu unggahan viral dapat langsung mendongkrak penjualan. Padahal dalam banyak kasus, pertumbuhan bisnis justru dibangun melalui komunikasi yang konsisten.

Audiens akan lebih mudah mengingat bisnis yang rutin memberikan informasi bermanfaat dibanding akun yang hanya muncul ketika ada promo besar.

Di sinilah strategi marketing jualan online berperan sebagai proses membangun hubungan, bukan sekadar mengejar transaksi sesaat. Semakin sering bisnis hadir dengan konten yang relevan, semakin besar pula peluang calon pelanggan mengingat brand ketika mereka benar-benar membutuhkan produk tersebut.

Intinya, menjual tanpa terlihat seperti sedang menjual bukan berarti menghilangkan unsur promosi. Yang berubah adalah cara berkomunikasi. Bisnis yang mampu mengedukasi, membantu menyelesaikan masalah, dan membangun kepercayaan akan lebih mudah menarik perhatian tanpa harus terus meneriakkan kata “beli sekarang”. Dalam jangka panjang, strategi marketing jualan online yang berorientasi pada nilai seperti ini dapat menciptakan hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan sekaligus mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

OJK Terbitkan Aturan Baru, Transaksi Pinjol Wajib Dilaporkan Tepat Waktu

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperketat tata kelola Transaksi Pinjol dengan mewajibkan seluruh penyelenggara pinjaman online menyampaikan data pendanaan secara lengkap, akurat, mutakhir, utuh, dan tepat waktu. Ketentuan tersebut tertuang dalam Peraturan OJK (POJK) Nomor 8 Tahun 2026.

Aturan baru ini menjadi bagian dari langkah OJK membangun sistem pelaporan industri pinjaman online yang lebih terintegrasi. Data yang disampaikan penyelenggara diharapkan dapat membantu regulator melakukan pengawasan secara lebih cepat sekaligus mendeteksi risiko yang berpotensi mengganggu stabilitas sektor jasa keuangan.

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan regulasi tersebut diarahkan untuk memperkuat infrastruktur data industri jasa keuangan digital. Dengan data yang lebih berkualitas, pengawasan dapat dilakukan secara akurat dan berbasis risiko.

“Penerbitan POJK Nomor 8 Tahun 2026 merupakan salah satu langkah OJK dalam memperkuat infrastruktur data industri jasa keuangan digital sehingga proses pengawasan dapat dilakukan secara lebih efektif, akurat dan berbasis risiko,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Sistem Pelaporan Transaksi Pinjol Diperkuat

Berdasarkan aturan tersebut, penyampaian Transaksi Pinjol dilakukan melalui Sistem Pelaporan yang dikelola OJK. Penyelenggara juga diwajibkan mengirimkan data transaksi pendanaan kepada asosiasi melalui sistem Data Transaksi Pendanaan atau Fintech Data Center sesuai ketentuan yang berlaku.

POJK 8/2026 turut mengatur mekanisme permintaan Informasi Penerima Dana. Informasi tersebut dapat digunakan penyelenggara untuk mendukung penyaluran pembiayaan, penerapan manajemen risiko, serta memenuhi ketentuan regulator.

Namun, pemanfaatan data dibatasi untuk kepentingan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan. Pembatasan ini ditujukan untuk menjaga prinsip kehati-hatian sekaligus melindungi data pengguna.

Dari sisi tata kelola, setiap penyelenggara wajib menunjuk anggota direksi yang bertanggung jawab atas pelaporan data transaksi. Perusahaan juga harus memiliki kebijakan dan prosedur tertulis terkait pelaporan maupun penggunaan informasi penerima dana.

Perlindungan Data Jadi Perhatian OJK

OJK juga mewajibkan penyelenggara melakukan audit internal secara berkala terhadap sistem pelaporan. Pengendalian internal, termasuk pemisahan fungsi dalam pengelolaan sistem, harus diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan data.

Penyelenggara dan asosiasi pinjaman daring dilarang memberikan atau memperjualbelikan informasi pengguna kepada pihak lain, kecuali untuk memenuhi ketentuan hukum. Tanggung jawab penggunaan data juga berada pada penyelenggara sesuai tujuan yang diperbolehkan.

Jika kewajiban tersebut dilanggar, OJK dapat menjatuhkan sanksi administratif. Ketentuan ini diharapkan meningkatkan disiplin pelaku usaha dan menjaga kredibilitas ekosistem Transaksi Pinjol.

Harga Bitcoin Sedikit Turun ke US$64.457, Pasar Kripto Belum Pulih?

0

Harga Bitcoin Sedikit Turun pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, seiring melemahnya sentimen terhadap aset berisiko di pasar global. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang ikut menekan minat investor terhadap aset kripto, sementara perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Investing, Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia tercatat melemah 0,4 persen menjadi sekitar US$64.457,4. Pergerakan tersebut berlangsung ketika mayoritas pasar kripto masih menghadapi tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada awal tahun.

Sentimen terhadap aset digital juga belum sepenuhnya pulih. Di tengah kondisi tersebut, sebagian aliran modal investor justru mengarah ke saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang dinilai menawarkan prospek pertumbuhan lebih menarik.

Selat Hormuz Jadi Perhatian Investor

Perkembangan terkait Selat Hormuz menjadi salah satu isu yang ikut memengaruhi sentimen pasar sepanjang pekan ini. Iran disebut tengah mengupayakan kesepakatan dengan Oman untuk mengatur kembali lalu lintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik. Namun, Teheran disebut masih membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington.

Kantor berita Fars melaporkan rancangan awal kesepakatan mengenai Selat Hormuz tengah ditinjau oleh otoritas Iran. Dalam skema tersebut, kapal Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara yang dianggap sebagai pihak bermusuhan disebut tidak diperbolehkan melintasi jalur tersebut sebelum persoalan kompensasi diselesaikan.

Rencana itu juga mencakup pengaturan jalur pelayaran melalui koridor utara dan selatan yang masing-masing berada di dekat pantai Iran dan Oman. Jika terealisasi, skema tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari Washington.

ETF Bitcoin Mulai Catat Arus Dana Positif

Di tengah Harga Bitcoin Sedikit Turun, terdapat sinyal positif dari pasar ETF Bitcoin spot. Produk investasi tersebut mencatat arus masuk sekitar US$626 juta sepanjang Agustus hingga saat ini. Nilainya meningkat tajam dibandingkan arus masuk US$172,4 juta yang tercatat sepanjang Juli berdasarkan data SoSoValue.

Meski demikian, investor masih perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan. Sebelumnya, ETF Bitcoin mengalami arus keluar hampir US$7 miliar sepanjang Mei dan Juni.

Pergerakan altcoin juga cenderung mengikuti Bitcoin. Ether turun 0,1 persen menjadi US$1.907,78, sedangkan XRP melemah lebih dalam sebesar 2,9 persen.

Dengan sentimen risiko yang masih rapuh, Harga Bitcoin Sedikit Turun menjadi gambaran pergerakan pasar kripto yang masih menghadapi tekanan. Investor kini mencermati perkembangan harga minyak, geopolitik, serta keberlanjutan arus dana ETF untuk melihat arah pasar berikutnya.

Industri Keuangan Syariah Makin Kuat, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

0

Industri Keuangan Syariah nasional terus menunjukkan perkembangan positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. OJK menilai pertumbuhan sektor tersebut mulai diikuti penguatan kualitas dan daya saing, sejalan dengan kebijakan yang dijalankan bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perkembangan tersebut perlu dijaga agar sektor jasa keuangan tetap kuat menghadapi perubahan ekonomi dunia, fragmentasi perdagangan, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut Friderica, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid. Perekonomian nasional tumbuh 5,11 persen pada 2025, meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi ekspansi Industri Keuangan Syariah.

Data OJK menunjukkan total aset keuangan syariah nasional sepanjang 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,56 persen secara tahunan sekaligus menjadi rekor tertinggi yang pernah dicatat sektor ini.

Perbankan dan Pasar Modal Syariah Terus Tumbuh

Dari total aset tersebut, perbankan syariah mencatat nilai Rp1.067,73 triliun dengan pertumbuhan 8,92 persen secara tahunan. Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun atau meningkat 8,18 persen.

Pertumbuhan juga terlihat pada sektor industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencapai Rp74,27 triliun atau tumbuh 10,59 persen. Adapun aset lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, serta lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun dengan pertumbuhan 10,29 persen.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem syariah berlangsung di berbagai lini, mulai dari perbankan hingga sektor keuangan non-bank.

OJK Perkuat Koordinasi Pengembangan Keuangan Syariah

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Dian Ediana Rae mengatakan regulator akan terus memperkuat pengembangan sektor syariah melalui regulasi, peta jalan sektoral, dan kebijakan peningkatan daya saing.

KPKS yang dibentuk sejak Juni 2025 menjadi wadah koordinasi antarpemangku kepentingan. Forum ini diarahkan untuk mempercepat pertukaran informasi serta menghasilkan kebijakan yang lebih terintegrasi.

OJK juga telah menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025. Laporan bertema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” tersebut menjadi rujukan untuk melihat ketahanan dan arah pengembangan sektor syariah.

Melalui koordinasi dan kebijakan yang berkelanjutan, Industri Keuangan Syariah diharapkan semakin kompetitif sekaligus mampu memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi Naik Harga Emas Masih Kuat, Tapi Investor Perlu Waspadai Profit Taking

0

Potensi Naik Harga Emas masih terbuka pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Dupoin Futures melihat momentum bullish XAU/USD belum kehilangan tenaga setelah logam mulia tersebut berhasil keluar dari fase konsolidasi. Sinyal teknikal menunjukkan buyer masih memiliki kendali dan berpeluang mendorong harga menuju level resistance berikutnya.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan pergerakan emas pada grafik harian telah menembus pola Bullish Pennant. Pola tersebut biasanya menjadi sinyal keberlanjutan tren setelah harga bergerak dalam fase konsolidasi.

Menurutnya, keberhasilan menembus pola tersebut memperbesar ruang penguatan dalam beberapa sesi mendatang. Sinyal positif juga diperkuat dengan terbentuknya Double Bottom, yang mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang dan minat beli kembali menguat.

Emas Berpeluang Menuju US$4.354

Dupoin Futures memperkirakan resistance terdekat berada di kisaran US$4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$4.483.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko profit taking. Aksi ambil untung ketika harga mendekati resistance dapat memicu pergerakan yang lebih volatil dalam jangka pendek.

“Potensi naik harga emas tetap ada, tetapi pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga ketika memasuki area resistance,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dolar AS dan The Fed Jadi Perhatian

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Kemajuan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven jika ketegangan geopolitik mereda.

Sebaliknya, pelemahan dolar AS menjadi katalis positif karena membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Prospek kebijakan Federal Reserve juga menjadi perhatian. Kebijakan moneter yang lebih longgar dapat memberikan dorongan tambahan bagi emas. Sebaliknya, data ekonomi AS yang tetap kuat bisa mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dan membatasi ruang kenaikan.

Dengan kombinasi indikator teknikal dan fundamental tersebut, Potensi Naik Harga Emas masih menjadi perhatian pasar. Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kekuatan breakout dan perkembangan kebijakan The Fed.

Pemilik Tidak Selamanya Harus Turun Tangan, Apa Ciri Usaha Scalable?

0

Membangun usaha scalable berarti memikirkan bisnis sebagai sebuah sistem yang bisa terus tumbuh tanpa seluruh aktivitasnya bergantung pada pemilik. Di Berempat.com, kami melihat konsep ini semakin relevan bagi pengusaha yang suatu hari ingin menjual bisnisnya, mencari investor, atau sekadar membuat usaha tetap berjalan meskipun dirinya tidak lagi terlibat dalam setiap keputusan.

Bayangkan ada dua usaha dengan omzet yang sama. Usaha pertama memiliki pelanggan loyal, pencatatan keuangan rapi, SOP lengkap, tim yang bisa bekerja mandiri, serta pemasaran yang sudah memiliki pola. Usaha kedua memiliki penjualan tinggi, tetapi seluruh pelanggan mengenal pemiliknya secara personal, supplier hanya berhubungan dengan pemilik, dan hampir semua keputusan harus menunggu instruksi pendiri.

Ketika tiba waktunya mencari pembeli, kedua bisnis tersebut tentu memiliki daya tarik yang berbeda.

Pembeli tidak hanya melihat berapa besar omzet yang bisa dihasilkan. Mereka juga ingin mengetahui apakah bisnis tersebut dapat terus menghasilkan uang setelah kepemilikan berpindah tangan.

Menurut U.S. Small Business Administration, persiapan penjualan bisnis perlu mencakup penilaian terhadap kondisi keuangan, aset, operasional, dan aspek lain yang menentukan nilai sebuah usaha. Artinya, membangun bisnis yang mudah dialihkan sebaiknya dilakukan jauh sebelum pemilik benar-benar memutuskan untuk menjualnya.

Pisahkan Bisnis dari Sosok Pemilik

Salah satu ciri bisnis yang sulit dialihkan adalah ketergantungan yang terlalu besar pada pendirinya.

Jika pelanggan datang hanya karena ingin bertemu pemilik, semua negosiasi harus dilakukan sendiri, dan karyawan tidak bisa mengambil keputusan tanpa menunggu arahan, calon pembeli akan melihat adanya risiko.

Langkah awalnya sederhana: mulai pindahkan pengetahuan yang selama ini hanya ada di kepala pemilik ke dalam sistem.

Catat cara menerima pesanan, menangani komplain, melakukan pembelian bahan, mengelola stok, membuat laporan, hingga menangani pelanggan. Dokumentasi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi SOP yang mudah dipahami tim.

Tujuannya bukan membuat bisnis terasa birokratis. Justru sistem yang jelas membuat orang lain lebih mudah mengambil alih pekerjaan.

Dalam sebuah usaha scalable, pemilik idealnya berperan sebagai pengarah bisnis, bukan menjadi satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana seluruh aktivitas perusahaan berjalan.

Rapikan Keuangan Sebelum Mencari Pembeli

Calon pembeli akan kesulitan menentukan nilai bisnis jika laporan keuangannya berantakan.

Mencampurkan uang pribadi dengan rekening bisnis, tidak menyimpan bukti transaksi, atau hanya mengandalkan catatan omzet bulanan dapat membuat proses evaluasi menjadi panjang.

Mulailah dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Setelah itu, catat pendapatan, biaya operasional, utang, aset, kewajiban, serta arus kas secara konsisten.

Data tersebut akan membantu menunjukkan kondisi bisnis secara lebih objektif.

Menurut U.S. Internal Revenue Service – Business Records, pencatatan keuangan yang baik membantu pemilik usaha memantau kondisi bisnis sekaligus memenuhi kebutuhan dokumentasi terkait kewajiban pajak.

Bagi calon pembeli, laporan yang rapi juga memberikan gambaran mengenai seberapa sehat dan stabil sebuah usaha.

Bangun Tim yang Tidak Bergantung pada Satu Orang

Bisnis akan lebih menarik jika aktivitas utamanya dapat dilanjutkan oleh tim.

Misalnya, sebuah kedai memiliki resep dan standar produksi yang terdokumentasi. Karyawan baru dapat mempelajarinya tanpa harus menunggu pemilik datang setiap hari.

Hal yang sama berlaku pada bisnis jasa. Proses menerima klien, membuat penawaran, mengerjakan proyek, melakukan revisi, sampai mengirim invoice sebaiknya memiliki alur yang jelas.

Ketika fungsi penting sudah tersebar di dalam organisasi, risiko bisnis menjadi lebih rendah.

Ini merupakan salah satu fondasi usaha scalable karena pertumbuhan tidak selalu mengharuskan pemilik menambah jam kerja pribadi.

Pelanggan Harus Mengenal Brand, Bukan Hanya Pemilik

Personal branding dapat membantu bisnis berkembang, tetapi ketergantungan berlebihan pada figur pendiri dapat menjadi masalah ketika bisnis hendak dialihkan.

Coba perhatikan apakah pelanggan memiliki alasan untuk tetap membeli ketika pemilik tidak lagi aktif.

Brand yang kuat biasanya memiliki identitas sendiri, mulai dari nama, kualitas layanan, karakter komunikasi, database pelanggan, hingga pengalaman yang konsisten.

Karena itu, dokumentasikan data pelanggan dan bangun saluran pemasaran yang dapat diteruskan kepada pemilik baru. Website, akun media sosial bisnis, email pelanggan, database penjualan, dan aset digital lainnya dapat menjadi bagian dari nilai usaha.

Ciptakan Bisnis yang Bisa Tumbuh Tanpa Menambah Beban Secara Linear

Konsep scalable menjadi semakin penting ketika bisnis mulai berkembang.

Misalnya, toko online menerima 100 pesanan per hari. Jika setiap kenaikan pesanan selalu membutuhkan tambahan tenaga secara proporsional, kapasitas bisnis akan cepat terbatas.

Sebaliknya, penggunaan sistem inventory, software akuntansi, otomatisasi pemasaran, template layanan pelanggan, dan teknologi pembayaran dapat membantu meningkatkan kapasitas tanpa menambah beban operasional dengan rasio yang sama.

Menurut OECD – Digitalisation of SMEs, digitalisasi dapat membantu usaha kecil dan menengah meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperbaiki proses bisnis.

Teknologi memang bukan satu-satunya jawaban. Namun ketika proses yang tepat digabungkan dengan teknologi, bisnis menjadi lebih mudah direplikasi dan dikembangkan.

Nilai Bisnis Terletak pada Sistem yang Bisa Dipindahkan

Intinya, membuat usaha mudah dijual berarti membangun sesuatu yang memiliki nilai bahkan ketika pemiliknya tidak berada di dalamnya setiap hari.

SOP, laporan keuangan, database pelanggan, brand, aset digital, kontrak supplier, sistem operasional, serta tim yang kompeten merupakan bagian dari aset tersebut.

Karena itu, usaha scalable sebaiknya dipandang sebagai bisnis yang memiliki mesin pertumbuhan, bukan sekadar bisnis dengan omzet tinggi.

Pemilik usaha tidak harus langsung memiliki rencana untuk menjual bisnisnya. Prinsip ini tetap berguna jika suatu hari ingin mencari partner, membuka cabang, mendapatkan pendanaan, atau menyerahkan pengelolaan kepada generasi berikutnya.

Bisnis yang dapat berjalan secara konsisten tanpa bergantung pada satu orang akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadapi perubahan.

Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105 Triliun, OJK Soroti Risiko Kredit Macet

0

Pembiayaan Pinjol terus mencatat pertumbuhan hingga pertengahan 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring atau pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 25,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pertumbuhan bisnis pinjaman daring masih berjalan dengan risiko kredit yang relatif terkendali.

“Outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen secara year on year dengan nilai sebesar Rp105,14 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Meski tumbuh pesat, kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian regulator. OJK mencatat tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari atau TWP90 berada di angka 4,26 persen. Indikator tersebut digunakan untuk melihat tingkat risiko kredit bermasalah pada industri pinjaman daring.

OJK Pantau Permodalan Industri Pinjaman Daring

Selain kualitas kredit, OJK memperketat perhatian terhadap kemampuan permodalan pelaku industri. Hingga Juni 2026, sebanyak tujuh dari 94 penyelenggara pindar tercatat belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar.

Seluruh penyelenggara yang belum memenuhi ketentuan tersebut telah menyampaikan rencana aksi kepada OJK. Regulator meminta perusahaan menjalankan langkah perbaikan agar ketentuan permodalan dapat segera dipenuhi.

Agusman menilai penguatan modal penting untuk menjaga ketahanan industri sekaligus memastikan perusahaan memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Puluhan Penyelenggara Pinjol Dikenai Sanksi

Pengawasan juga diperkuat melalui penegakan aturan. Sepanjang Juli 2026, OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah pelaku industri yang melanggar ketentuan.

Sanksi diberikan kepada 21 perusahaan pembiayaan, delapan perusahaan modal ventura, 39 penyelenggara pindar, 11 perusahaan pergadaian, dua lembaga keuangan mikro, dan dua lembaga keuangan khusus. Secara keseluruhan, regulator menjatuhkan 44 sanksi denda serta 132 peringatan tertulis.

Langkah tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha memperbaiki tata kelola, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.

Dengan pertumbuhan yang masih tinggi, Pembiayaan Pinjol dinilai memiliki ruang ekspansi yang besar. Namun, OJK menegaskan perkembangan industri harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas pembiayaan dan tata kelola agar pertumbuhan tetap sehat.

BPS Ungkap Jumlah Pekerja Bertambah, 148 Juta Orang Kini Berstatus Bekerja

0

Jumlah Pekerja di Indonesia kembali bertambah pada Mei 2026 seiring membaiknya kondisi pasar kerja nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan penurunan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya penduduk yang bekerja. Pada Mei, jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja, sedangkan 7,22 juta lainnya masih menganggur.

“Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 sebesar 4,68 persen atau turun sekitar 0,03 poin persentase,” ujar Edy dalam konferensi pers BPS, Rabu (5/8/2026).

Dibandingkan Februari, jumlah penduduk bekerja bertambah sekitar 522 ribu orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran berkurang sekitar 24 ribu orang.

Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,75 persen dari keseluruhan pekerja. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80 persen serta industri pengolahan dengan porsi 13,53 persen.

Pertumbuhan tenaga kerja paling besar selama Februari hingga Mei terjadi di sektor akomodasi dan makan minum yang menyerap tambahan 195 ribu orang. Transportasi dan pergudangan menyusul dengan tambahan 121 ribu pekerja, sementara sektor aktivitas jasa lainnya bertambah 110 ribu orang.

Pekerja Formal dan Informal Sama-Sama Bertambah

BPS juga mencatat proporsi pekerja formal naik dari 40,58 persen pada Februari menjadi 40,70 persen pada Mei. Secara jumlah, pekerja formal mencapai 60,31 juta orang, sedangkan pekerja informal tercatat 87,88 juta orang.

Mengacu standar International Labour Organization (ILO), seseorang sudah dikategorikan bekerja apabila melakukan pekerjaan sedikitnya satu jam dalam sepekan.

BPS membagi penduduk bekerja berdasarkan jam kerja menjadi pekerja penuh, paruh waktu, dan setengah pengangguran. Pada Mei, pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang atau 66,80 persen. Pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau 25,93 persen, sedangkan setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang atau 7,28 persen.

El Nino Mengancam, Jurus Pemerintah Kendalikan Harga Beras Mulai Digeber

0

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk Kendalikan Harga Beras di tengah ancaman El Nino yang mulai aktif pada 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan fenomena tersebut berpotensi menguat hingga kategori sangat kuat, sehingga pemerintah mulai mengantisipasi dampaknya terhadap pasokan dan harga pangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi perberasan dari sisi produksi masih cukup baik. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani bahkan berada pada level yang dinilai menguntungkan. Namun, kenaikan harga gabah turut memberikan tekanan terhadap harga beras ketika memasuki tahap penggilingan dan distribusi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan harga GKP terendah yang terpantau berada di Sulawesi Tenggara sekitar Rp6.500 per kilogram. Sementara di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di Jawa, harga GKP mencapai hampir Rp7.700 per kilogram.

“Kondisi GKP saat ini memang relatif sangat bagus bagi petani, tapi berdampak pada harga beras di penggilingan,” ujar Ketut di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan pemantauan hingga 30 Juli, harga beras medium di tingkat penggilingan rata-rata mencapai Rp13.251 per kilogram. Sementara beras premium berada di sekitar Rp14.673 per kilogram. Harga beras medium di tingkat konsumen masih relatif terkendali, sedangkan harga beras premium tercatat sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

GPM dan SPHP Diperkuat untuk Kendalikan Harga Beras

Bapanas memperkuat intervensi di tingkat konsumen melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga pasokan sekaligus membantu Kendalikan Harga Beras di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan intervensi.

Sejak Januari hingga akhir Juli 2026, GPM telah digelar sebanyak 6.589 kali di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota. Sementara penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 1,43 juta ton.

Bantuan Pangan Disiapkan, Inflasi Beras Mulai Melandai

Pemerintah juga akan mempercepat bantuan pangan beras tahap kedua pada Agustus. Program tersebut mencakup penyaluran 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima, dengan alokasi 10 kilogram per keluarga selama tiga bulan.

Dengan tambahan program tersebut, stok CBP yang saat ini sekitar 5,25 juta ton dapat kembali disalurkan untuk memperkuat stabilisasi pasar.

Upaya Kendalikan Harga Beras juga terlihat dari perkembangan indikator harga daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras meningkat menjadi 43 daerah pada pekan keempat Juli.

Dari sisi inflasi, harga beras pada Juni 2026 tercatat naik 3,98 persen secara tahunan, melandai dari 4,55 persen pada Mei. Secara bulanan, inflasi beras berada di level 0,45 persen.