Sabtu, Agustus 29, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 7

El Nino Mengancam, Jurus Pemerintah Kendalikan Harga Beras Mulai Digeber

0

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk Kendalikan Harga Beras di tengah ancaman El Nino yang mulai aktif pada 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan fenomena tersebut berpotensi menguat hingga kategori sangat kuat, sehingga pemerintah mulai mengantisipasi dampaknya terhadap pasokan dan harga pangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi perberasan dari sisi produksi masih cukup baik. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani bahkan berada pada level yang dinilai menguntungkan. Namun, kenaikan harga gabah turut memberikan tekanan terhadap harga beras ketika memasuki tahap penggilingan dan distribusi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan harga GKP terendah yang terpantau berada di Sulawesi Tenggara sekitar Rp6.500 per kilogram. Sementara di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di Jawa, harga GKP mencapai hampir Rp7.700 per kilogram.

“Kondisi GKP saat ini memang relatif sangat bagus bagi petani, tapi berdampak pada harga beras di penggilingan,” ujar Ketut di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan pemantauan hingga 30 Juli, harga beras medium di tingkat penggilingan rata-rata mencapai Rp13.251 per kilogram. Sementara beras premium berada di sekitar Rp14.673 per kilogram. Harga beras medium di tingkat konsumen masih relatif terkendali, sedangkan harga beras premium tercatat sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

GPM dan SPHP Diperkuat untuk Kendalikan Harga Beras

Bapanas memperkuat intervensi di tingkat konsumen melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga pasokan sekaligus membantu Kendalikan Harga Beras di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan intervensi.

Sejak Januari hingga akhir Juli 2026, GPM telah digelar sebanyak 6.589 kali di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota. Sementara penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 1,43 juta ton.

Bantuan Pangan Disiapkan, Inflasi Beras Mulai Melandai

Pemerintah juga akan mempercepat bantuan pangan beras tahap kedua pada Agustus. Program tersebut mencakup penyaluran 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima, dengan alokasi 10 kilogram per keluarga selama tiga bulan.

Dengan tambahan program tersebut, stok CBP yang saat ini sekitar 5,25 juta ton dapat kembali disalurkan untuk memperkuat stabilisasi pasar.

Upaya Kendalikan Harga Beras juga terlihat dari perkembangan indikator harga daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras meningkat menjadi 43 daerah pada pekan keempat Juli.

Dari sisi inflasi, harga beras pada Juni 2026 tercatat naik 3,98 persen secara tahunan, melandai dari 4,55 persen pada Mei. Secara bulanan, inflasi beras berada di level 0,45 persen.

Sinyal Positif Industri Indonesia, Kenaikan PMI Manufaktur Capai Level Ekspansi

0

Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia menjadi sinyal positif bagi industri nasional setelah sektor pengolahan kembali masuk zona ekspansi pada Juli 2026. Data S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia berada di level 50,2, naik cukup tajam dari 46,9 pada Juni. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mulai mengalami pertumbuhan setelah sebelumnya berada dalam fase kontraksi.

Perbaikan tersebut terlihat dari kembali meningkatnya output produksi untuk pertama kalinya sejak Februari 2026. Pesanan baru juga mulai stabil seiring membaiknya kepercayaan pelanggan dan munculnya sejumlah proyek baru. Kondisi ini ikut mendorong penyerapan tenaga kerja yang kembali tumbuh setelah empat bulan berturut-turut mengalami penurunan.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, Kenaikan PMI Manufaktur mencerminkan mulai pulihnya aktivitas produksi sekaligus meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek pasar domestik.

“Kami menyambut baik kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke level ekspansif 50,2 pada Juli 2026,” ujar Febri di Jakarta, Senin (3/8).

Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja Mulai Menguat

Survei S&P Global menunjukkan pemulihan tidak hanya terjadi pada sisi produksi. Optimisme perusahaan terhadap kondisi bisnis selama 12 bulan mendatang juga mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Pada saat bersamaan, tekanan kenaikan harga bahan baku melambat ke level terendah dalam empat bulan.

Febri menilai perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa sektor manufaktur mulai mendapatkan ruang untuk kembali memperkuat aktivitas produksinya. Pemerintah pun terus mendorong kebijakan yang dapat menjaga biaya produksi sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri.

Salah satu kebijakan yang dinilai berpengaruh adalah Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kepastian harga dan pasokan gas dinilai membantu industri pengguna gas menjaga daya saing, termasuk sektor pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, dan oleokimia.

Relaksasi Bea Masuk Jadi Penopang Industri

Selain HGBT, pemerintah juga memberikan dukungan melalui relaksasi bea masuk bahan baku plastik. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan beban biaya input yang sebelumnya meningkat akibat pelemahan nilai tukar dan gangguan pasokan global.

Kementerian Perindustrian menilai kebijakan ini dapat memberikan ruang bagi industri kemasan, makanan dan minuman, otomotif, hingga elektronika untuk menjaga efisiensi produksi.

Dengan membaiknya produksi, pesanan baru, tenaga kerja, dan optimisme bisnis, Kenaikan PMI Manufaktur pada Juli menjadi salah satu indikator awal pemulihan industri nasional. Pemerintah berharap tren tersebut berlanjut sehingga momentum ekspansi dapat terjaga pada bulan-bulan berikutnya.

Cara Mempertahankan Pembeli agar Tidak Berhenti di Transaksi Pertama

0

Cara mempertahankan pembeli sering kali luput dari perhatian ketika pemilik bisnis terlalu sibuk mengejar pelanggan baru. Padahal, pelanggan yang sudah pernah membeli sebenarnya telah melewati satu tahap penting: mereka sudah mengenal produk dan bersedia mengeluarkan uang. Di Berempat.com, kami melihat kondisi ketika pelanggan datang sekali lalu tidak pernah kembali sebagai sinyal yang layak diperiksa, bukan sekadar persoalan sepi pembeli.

Ada banyak alasan seseorang tidak melakukan pembelian kedua. Bisa karena pengalaman pertama kurang berkesan, komunikasi setelah transaksi terputus, produk tidak sesuai harapan, atau pelanggan memang tidak pernah mendapatkan alasan untuk kembali.

Persoalan retensi juga memiliki dampak langsung terhadap biaya pemasaran. Menurut Bain & Company, peningkatan retensi pelanggan sebesar 5% dapat meningkatkan keuntungan perusahaan secara signifikan, bahkan dalam beberapa industri bisa mencapai 25% hingga 95%. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelanggan lama memiliki nilai ekonomi yang besar bagi bisnis.

Artinya, mencari pembeli baru tetap penting, tetapi menjaga orang yang sudah pernah percaya pada bisnis juga tidak kalah strategis.

Pelanggan Tidak Selalu Pergi karena Harga

Ketika pelanggan tidak kembali, harga sering menjadi tersangka pertama. Padahal keputusan membeli kembali dipengaruhi banyak faktor.

Bayangkan seseorang membeli makanan dari sebuah kedai. Rasanya memang enak, tetapi pesanannya lama datang, kasir kurang responsif, atau informasi menu tidak jelas. Pada transaksi pertama, pelanggan mungkin masih memberikan kesempatan. Namun ketika memiliki pilihan lain, pengalaman tersebut dapat membuat mereka berpindah.

Hal serupa terjadi pada toko online. Produk bisa saja sesuai pesanan, tetapi proses pengiriman lambat, kemasan kurang rapi, atau penjual menghilang setelah pembayaran dilakukan.

Pengalaman kecil seperti ini membentuk persepsi terhadap sebuah bisnis.

Riset PwC Voice of the Consumer Survey menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan konsumen. Jadi, cara mempertahankan pembeli tidak cukup hanya dengan memberikan potongan harga.

Yang perlu dilihat adalah keseluruhan pengalaman sejak pelanggan menemukan bisnis hingga setelah transaksi selesai.

Beri Alasan untuk Datang Kembali

Pelanggan tidak selalu membutuhkan diskon untuk melakukan pembelian kedua. Terkadang mereka hanya membutuhkan alasan yang jelas.

Bisnis kuliner misalnya bisa memperkenalkan menu mingguan. Toko fashion dapat memberi informasi ketika stok baru masuk. Jasa perawatan bisa mengingatkan pelanggan ketika sudah waktunya melakukan kunjungan berikutnya.

Bentuknya sederhana, tetapi membuat bisnis tetap muncul dalam ingatan pelanggan.

Program loyalitas juga bisa digunakan jika sesuai dengan model bisnis. Poin, voucher pembelian berikutnya, bonus setelah transaksi tertentu, atau akses khusus bagi pelanggan lama dapat menciptakan dorongan tambahan.

Menurut Antavo Global Customer Loyalty Report, program loyalitas tetap menjadi salah satu pendekatan yang digunakan bisnis untuk meningkatkan keterikatan pelanggan. Namun mekanismenya perlu dibuat relevan dengan kebiasaan konsumen agar tidak sekadar menjadi kartu atau aplikasi yang akhirnya dilupakan.

Jangan Putus Hubungan Setelah Pembayaran

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan bisnis kecil adalah menganggap transaksi sebagai garis akhir.

Justru setelah pembayaran, bisnis memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih panjang.

Pesan terima kasih, panduan penggunaan, permintaan ulasan, informasi produk terkait, atau sekadar pemberitahuan mengenai layanan terbaru dapat membuat pelanggan merasa masih diperhatikan.

Komunikasi tersebut tidak harus dilakukan setiap hari. Terlalu sering menghubungi pelanggan justru dapat terasa seperti spam. Yang lebih penting adalah memilih momen yang relevan.

Misalnya, bisnis skincare dapat memberikan panduan penggunaan setelah produk diterima. Toko elektronik dapat mengirim tips perawatan. Sementara bisnis jasa bisa melakukan follow-up untuk memastikan layanan sebelumnya berjalan dengan baik.

Pendekatan seperti ini membuat cara mempertahankan pembeli terasa lebih manusiawi karena komunikasi tidak selalu berujung pada ajakan membeli.

Cari Tahu Kenapa Mereka Tidak Kembali

Daripada menebak-nebak, bisnis bisa bertanya langsung kepada pelanggan.

Tidak perlu membuat survei panjang. Satu pertanyaan sederhana seperti “Apa yang bisa kami perbaiki dari pengalaman pembelian kemarin?” sudah dapat menghasilkan masukan berharga.

Keluhan yang muncul berulang kali perlu dicatat. Jika beberapa pelanggan mengeluhkan respons admin yang lambat, berarti ada persoalan pada proses pelayanan. Kalau banyak orang mempertanyakan cara penggunaan produk, mungkin informasi di kemasan atau media sosial belum cukup jelas.

Data sederhana dari pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi yang jauh lebih berguna daripada sekadar melihat jumlah penjualan.

Intinya, cara mempertahankan pembeli berangkat dari pemahaman bahwa transaksi pertama hanyalah awal dari hubungan. Pelanggan akan kembali ketika mereka mendapatkan pengalaman yang memuaskan, merasa dihargai, dan memiliki alasan yang masuk akal untuk memilih bisnis yang sama.

Komdigi Tegur YouTube Gegara Konten Vape Bigmo Libatkan Anak!

0

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memanggil YouTube untuk meminta penjelasan terkait Konten Vape Bigmo yang diduga mempromosikan rokok elektronik dengan melibatkan anak di bawah umur. Pemanggilan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah mengirimkan teguran pertama kepada platform digital itu pada Minggu (2/8).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, surat pemanggilan telah disampaikan kepada YouTube. Pemerintah memberikan waktu bagi platform tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai konten yang dibuat kreator Muhammad Jannah alias Bigmo.

“Kita juga sudah keluarkan surat pemanggilan untuk mendengar jawaban dari platform YouTube,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Meutya, masih munculnya promosi rokok elektronik di ruang digital menunjukkan bahwa sistem moderasi platform belum berjalan secara konsisten. Pemerintah menilai persoalan tersebut semakin serius karena Konten Vape Bigmo melibatkan anak-anak dalam siaran langsung.

Komdigi Soroti Moderasi Konten YouTube

Komdigi menilai konten promosi vape tidak hanya berpotensi melanggar ketentuan di Indonesia, tetapi juga dapat bertentangan dengan aturan internal platform. Berdasarkan informasi pada Pusat Bantuan YouTube, produk yang mengandung nikotin, termasuk rokok elektronik, masuk kategori produk yang tidak diperbolehkan untuk dipromosikan melalui konten kreator.

Meutya menegaskan, pemerintah berkepentingan memastikan ruang digital tetap aman, terutama bagi kelompok anak dan masyarakat yang rentan terpapar konten berbahaya.

“Ini membahayakan tidak hanya anak-anak tapi juga banyak pihak, masyarakat Indonesia yang dirugikan,” katanya.

Komdigi juga menilai platform digital memiliki tanggung jawab dalam memastikan konten yang beredar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna.

Fokus Pemanggilan Ditujukan kepada Platform

Dalam penanganan Konten Vape Bigmo, Komdigi menegaskan fokus pengawasan diarahkan kepada YouTube sebagai platform yang menyediakan ruang bagi konten tersebut. Pemerintah belum menjelaskan langkah terhadap kreator karena aspek hukum terhadap individu berada dalam ranah aparat penegak hukum.

Meutya mengatakan, apabila ditemukan unsur pidana, proses selanjutnya dapat ditangani oleh aparat berwenang. Sementara itu, Komdigi akan menilai kepatuhan platform terhadap kewajiban menjaga keamanan ruang digital.

Pemanggilan YouTube diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai mekanisme moderasi yang diterapkan sekaligus menjadi evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.

Pembelian Emas Fisik Menguat, Peran Emas Sebagai Aset Strategis Kian Penting!

0

Emas Sebagai Aset Strategis masih menunjukkan daya tarik di tengah dinamika pasar global yang cukup bergejolak. Laporan World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas tetap relatif solid sepanjang kuartal II 2026, terutama berkat kuatnya minat investasi di Asia yang mampu menahan tekanan dari melemahnya konsumsi perhiasan serta arus keluar dana dari produk Exchange-Traded Fund (ETF).

Melansir Kitco News, Senin (3/8/2026), WGC menyebut total permintaan emas dunia, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.269 ton pada kuartal II. Jika dihitung sepanjang semester pertama 2026, permintaan mencapai 2.522 ton atau meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi nilai, permintaan emas pada paruh pertama tahun ini bahkan mencapai rekor US$380 miliar atau sekitar Rp6,8 kuadriliun. Capaian tersebut menunjukkan minat terhadap logam mulia masih bertahan meski harga mengalami koreksi dibandingkan level tinggi yang tercatat pada awal tahun.

Tekanan terhadap emas sempat meningkat akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik AS-Iran yang turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta kondisi energi dunia. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi. Situasi tersebut membuat sebagian investor mempertimbangkan kembali kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala seperti emas.

Permintaan Investasi Emas Asia Tetap Menjadi Penopang

Meski menghadapi tekanan tersebut, WGC menilai prospek jangka panjang emas masih cukup kuat. Harga rata-rata emas pada kuartal II tercatat US$4.056,59 per ons. Angka itu memang turun 8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih mencatat kenaikan 37 persen secara tahunan.

WGC memperkirakan permintaan investasi akan tetap menjadi salah satu penggerak utama pasar emas hingga akhir 2026. Investor Asia dan transaksi OTC dinilai memiliki peran penting dalam menjaga permintaan tersebut.

Di luar pasar OTC, investasi emas turun menjadi 262 ton pada kuartal II. Sementara itu, ETF emas berbasis aset fisik mencatat arus keluar bersih 45 ton setelah sebelumnya membukukan aliran dana masuk yang cukup kuat pada awal tahun.

Amerika Utara menjadi kawasan dengan kontribusi terbesar terhadap aksi jual ETF. Namun, secara keseluruhan, kepemilikan ETF masih bertambah 18 ton sepanjang semester pertama 2026 berkat arus dana dari Asia dan permintaan Eropa yang relatif rendah.

Emas Sebagai Aset Strategis Masih Diminati Investor

Di tengah fluktuasi pasar keuangan, pembelian emas fisik juga masih menunjukkan ketahanan. Permintaan global terhadap emas batangan dan koin mencapai 307 ton pada kuartal II, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu meski lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

China menjadi pasar retail investasi emas terbesar. Pembelian emas batangan dan koin di negara tersebut mencapai 107 ton pada kuartal II dan 314 ton sepanjang semester pertama 2026. Capaian semester pertama itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

WGC menilai sebagian investor masih memanfaatkan koreksi harga sebagai kesempatan menambah kepemilikan. Kondisi ini memperlihatkan Emas Sebagai Aset Strategis tetap memiliki tempat di tengah perubahan arah kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.

Dengan dukungan permintaan dari Asia, pembelian emas fisik, serta potensi kembalinya arus investasi ETF, Emas Sebagai Aset Strategis diperkirakan masih menjadi salah satu instrumen yang diperhitungkan investor hingga akhir 2026.

Jangan Cuma Kasih Diskon, Coba Promosi Secara Halus dengan Cara Ini!

0

Promosi secara halus bisa menjadi pilihan menarik bagi bisnis yang ingin menawarkan produk tanpa membuat calon pelanggan merasa sedang dikejar untuk segera membeli. Di Berempat.com, kami melihat persoalan ini cukup dekat dengan keseharian pelaku UMKM: konten sudah rutin dibuat, promo sudah diberikan, tetapi audiens justru cepat melewati unggahan ketika setiap posting berakhir dengan ajakan “beli sekarang”. Padahal, orang datang ke media sosial dengan kebutuhan yang beragam. Ada yang mencari informasi, membandingkan produk, mencari inspirasi, atau sekadar melihat-lihat sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Cara komunikasi seperti ini semakin penting ketika pelanggan terbiasa menerima banyak pesan pemasaran dalam satu hari. Menariknya, personalisasi dapat membantu bisnis membuat komunikasi terasa lebih relevan. Dalam laporan State of the Connected Customer, Salesforce mencatat survei terhadap lebih dari 16.000 konsumen dan pembeli bisnis di seluruh dunia. Salah satu temuannya, 73% pelanggan mengatakan perusahaan memperlakukan mereka sebagai individu, bukan sekadar angka.

Artinya, promosi tidak harus selalu terdengar seperti pengumuman diskon. Bisnis dapat mengawali komunikasi dengan sesuatu yang memang berguna bagi calon pelanggan, kemudian menghubungkan informasi tersebut dengan produk secara natural.

Promosi Secara Halus Dimulai dari Masalah Pelanggan

Daripada langsung mengatakan, “Ada promo, buruan checkout!”, coba mulai dari masalah yang sering dialami target pasar.

Misalnya bisnis menjual tumbler.

Konten yang dibuat tidak harus selalu berbunyi, “Tumbler kami diskon 20%.”

Bisa dimulai dengan topik seperti cara memilih tumbler untuk dibawa ke kantor, alasan minuman cepat berubah suhu, atau tips membersihkan botol minum agar tidak berbau.

Setelah memberikan informasi tersebut, produk dapat masuk sebagai bagian dari solusi.

“Kalau sedang mencari tumbler yang praktis untuk dibawa kerja, varian ini bisa dipertimbangkan karena ukurannya pas untuk tas dan tutupnya lebih rapat.”

Ada promosi di dalamnya, tetapi pelanggan tidak merasa sedang diserang iklan.

Inilah inti promosi secara halus: produk tetap ditawarkan, tetapi konteksnya mengikuti kebutuhan audiens.

Jangan Jadikan Semua Konten sebagai Lapak Jualan

Kesalahan yang sering dilakukan bisnis kecil adalah menjadikan setiap unggahan sebagai katalog.

Hari Senin harga produk.

Selasa promo.

Rabu diskon.

Kamis bundling.

Jumat kembali promo.

Lama-kelamaan audiens bisa kehilangan alasan untuk mengikuti akun tersebut.

Konten bisnis sebaiknya memiliki fungsi yang beragam. Sebagian bisa digunakan untuk edukasi, sebagian untuk membangun kedekatan, sebagian menunjukkan proses bisnis, dan sebagian lagi memang digunakan untuk menawarkan produk.

HubSpot dalam State of Marketing 2025 juga menyoroti pentingnya personalisasi. Dalam surveinya terhadap lebih dari 1.700 pemasar B2B dan B2C, 94% responden mengatakan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi berdampak terhadap penjualan perusahaan.

Bagi UMKM, personalisasi tidak harus menggunakan teknologi canggih. Menyebut kebutuhan spesifik pelanggan, membuat contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, atau menyesuaikan penawaran berdasarkan masalah yang mereka hadapi sudah menjadi langkah sederhana.

Buat Konten yang Membuat Orang Berhenti Scroll

Promosi secara halus tetap membutuhkan pembuka yang menarik.

Misalnya, daripada membuat judul:

“Promo Sepatu Sneakers Diskon 30%”

coba ubah menjadi:

“Kenapa Sepatu Baru Cepat Bikin Kaki Pegal?”

Topiknya tetap berhubungan dengan produk, tetapi pembaca memperoleh alasan untuk berhenti dan membaca.

Setelah membahas penyebabnya, bisnis dapat menjelaskan karakteristik sepatu yang nyaman, kemudian memperkenalkan produknya sebagai salah satu pilihan.

Teknik ini membuat alur konten terasa seperti percakapan.

Pola sederhananya bisa berupa:

Masalah → informasi → solusi → produk → ajakan.

Bukan:

Produk → harga → diskon → beli sekarang.

Perbedaannya terlihat kecil, tetapi pengalaman pembaca bisa jauh berbeda.

Berikan Alasan Sebelum Memberikan Penawaran

Calon pembeli biasanya memiliki pertanyaan sebelum mengeluarkan uang.

“Kenapa harus produk ini?”

“Apakah cocok untuk saya?”

“Apa bedanya dengan produk lain?”

“Apakah harganya sepadan?”

Promosi yang baik membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Misalnya menjual jasa desain logo. Daripada hanya mengatakan, “Jasa logo mulai Rp500 ribu,” jelaskan terlebih dahulu mengapa identitas visual yang konsisten membantu bisnis terlihat lebih profesional.

Setelah itu, barulah masuk ke penawaran:

“Kalau sedang menyiapkan identitas visual untuk bisnis baru, kami menyediakan paket desain logo yang bisa disesuaikan dengan karakter brand.”

Penawaran menjadi bagian dari informasi, bukan gangguan di tengah informasi.

Gunakan Cerita Pelanggan untuk Menjual Tanpa Terlihat Menjual

Testimoni dapat menjadi salah satu bentuk promosi secara halus yang cukup kuat karena fokus utamanya adalah pengalaman pelanggan.

Daripada menulis:

“Produk kami bagus dan wajib dibeli!”

ceritakan bagaimana produk tersebut digunakan.

Misalnya:

“Awalnya pelanggan ini mencari tas untuk membawa laptop dan perlengkapan kerja sekaligus. Setelah menggunakan model X selama dua bulan, bagian yang paling disukainya justru kompartemen tambahan yang membuat barang lebih mudah diatur.”

Cerita tersebut memberikan gambaran penggunaan produk tanpa harus memaksa pembaca melakukan pembelian.

Tentu saja, testimoni harus berasal dari pengalaman pelanggan yang benar-benar ada. Jangan membuat cerita atau klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Beri Ruang bagi Orang untuk Memilih

Salah satu kalimat promosi yang paling sering digunakan adalah “Jangan sampai kehabisan!”

Dalam situasi tertentu, urgensi memang bisa membantu keputusan pembelian. Namun, terlalu sering menggunakan kelangkaan atau tekanan waktu justru dapat membuat komunikasi terasa agresif.

Tidak semua pelanggan harus langsung checkout.

Ada yang membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan.

Ada yang ingin bertanya.

Ada pula yang baru akan membeli beberapa minggu kemudian.

Karena itu, ajakan seperti “Kalau cocok, bisa cek detail produknya di katalog” atau “Kalau masih bingung pilih varian, boleh tanyakan kebutuhanmu” terasa lebih ringan.

Bisnis tetap membuka jalan menuju transaksi, tetapi keputusan akhirnya berada di tangan pelanggan.

Ukur Apakah Promosi Benar-Benar Bekerja

Jangan menilai keberhasilan promosi hanya dari jumlah likes.

Perhatikan juga metrik yang lebih dekat dengan tujuan bisnis, seperti jumlah orang yang mengklik katalog, mengirim pesan, menyimpan konten, meminta informasi lebih lanjut, sampai akhirnya membeli.

HubSpot mencatat bahwa banyak pemasar masih menghadapi persoalan kualitas data audiens. Dalam risetnya, hanya 42% pemasar yang mengatakan mereka mengetahui informasi demografis dasar audiensnya.

Untuk UMKM, hal ini menjadi pengingat bahwa mengenali audiens tidak harus dimulai dari data yang rumit. Bisa dimulai dari pertanyaan sederhana: konten apa yang paling sering ditanyakan? Produk mana yang paling banyak dibicarakan? Masalah apa yang berulang kali muncul di kolom komentar atau chat?

Ekosistem Usaha Diperkuat, Pengembangan Kewirausahaan Ditargetkan Makin Kompetitif

0

Pengembangan Kewirausahaan di Indonesia memasuki babak baru setelah pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026. Aturan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih terarah, terintegrasi, serta mampu melahirkan wirausaha yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, selama ini berbagai program kewirausahaan telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga komunitas. Namun, pelaksanaannya masih cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Riza, Perpres 38/2026 dibutuhkan untuk menyatukan arah kebijakan sekaligus memperkuat koordinasi antaraktor dalam Pengembangan Kewirausahaan di Indonesia.

“Regulasi ini menjadi pedoman bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional,” ujar Riza di Jakarta, Jumat (31/7).

Pengembangan Kewirausahaan Punya Target hingga 2045

Melalui aturan tersebut, pemerintah menetapkan Peta Jalan Kewirausahaan Nasional (PKN) hingga 2045. Strateginya dibagi menjadi empat fase, yakni Penguatan Kewirausahaan pada 2025–2029, Akselerasi Kewirausahaan pada 2030–2034, Ekspansi Global Kewirausahaan pada 2035–2039, serta Kewirausahaan Indonesia Emas pada 2040–2045.

Setiap fase memiliki sasaran berbeda. Pemerintah mulai dari penguatan regulasi dan ekosistem, kemudian mendorong usaha berkembang dan naik kelas, memperluas penetrasi pasar global, hingga menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu penggerak transformasi ekonomi menuju 2045.

Rasio kewirausahaan nasional ditargetkan meningkat dari 3,6 persen pada 2029 menjadi 8 persen pada 2045. Pemerintah menilai target tersebut perlu dibarengi peningkatan kualitas wirausaha agar mampu berinovasi, menyerap tenaga kerja, serta menghasilkan nilai tambah.

Riza menegaskan Pengembangan Kewirausahaan ke depan tidak cukup bertumpu pada pelatihan. Ekosistem usaha harus mampu menyediakan akses informasi, perizinan, inkubasi, digitalisasi, pembiayaan, standardisasi, inovasi, hingga pasar.

Ia menambahkan, keberhasilan Pengembangan Kewirausahaan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi yang kuat, pelaku usaha diharapkan dapat tumbuh sejak tahap awal hingga menjadi bisnis yang mapan, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor agar perjalanan pelaku usaha dapat didampingi sejak tahap perintisan hingga berkembang menjadi bisnis yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pinjol Legal Diawasi OJK, Ini Daftar Pinjol Resmi Agustus 2026

0

Masyarakat yang membutuhkan layanan pinjaman daring perlu mencermati Daftar Pinjol Resmi yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Agustus 2026, tercatat 94 perusahaan pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending yang berstatus legal dan berada di bawah pengawasan regulator.

Keberadaan Daftar Pinjol Resmi menjadi rujukan penting bagi calon pengguna sebelum mengajukan pinjaman. Langkah tersebut diperlukan mengingat penawaran pinjaman melalui platform digital terus bermunculan, termasuk layanan ilegal yang menawarkan pencairan dana cepat dengan persyaratan sangat mudah.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi pinjaman dengan bunga rendah, proses instan, atau iming-iming tanpa syarat. Status legal sebuah perusahaan dapat menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan usaha tersebut berada dalam pengawasan regulator dan wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.

Ciri Layanan Pinjol Legal yang Perlu Diperhatikan

Perusahaan yang masuk dalam daftar OJK wajib memenuhi sejumlah ketentuan, termasuk transparansi mengenai biaya pinjaman, perlindungan data pribadi, serta penerapan mekanisme penagihan sesuai aturan. Ketentuan tersebut dibuat untuk memberikan perlindungan kepada pengguna sekaligus menciptakan industri pendanaan digital yang lebih sehat.

Sebaliknya, pinjaman online ilegal dapat membawa risiko yang lebih besar. Selain bunga dan biaya yang tidak transparan, masyarakat juga perlu mewaspadai praktik penagihan yang tidak sesuai ketentuan serta potensi penyalahgunaan data pribadi.

Sejumlah perusahaan yang tercantum dalam Daftar Pinjol Resmi antara lain Danamas, Amartha, Modalku, Kredit Pintar, Akseleran, AdaKami, Indodana, JULO, Alami, Easycash, Finplus, Uangme, Cicil, Pintek, ModalRakyat, Danacita, Komunal, Gradana, Danain, Indosaku, EDUFUND, GandengTangan, PAPITUPI Syariah, Asetku, dan Findaya.

Jangan Asal Pilih Pinjaman Online

Masyarakat tetap perlu melakukan pengecekan ulang sebelum menggunakan layanan pinjaman digital. Nama perusahaan, status izin, serta informasi terbaru mengenai penyelenggara dapat berubah sehingga pengecekan melalui kanal resmi OJK menjadi langkah penting.

Memahami Daftar Pinjol Resmi juga membantu calon peminjam menghindari platform yang mengaku legal tetapi sebenarnya tidak memiliki izin. Selain mengecek legalitas, calon pengguna sebaiknya memahami bunga, tenor, biaya layanan, denda, serta konsekuensi pembayaran sebelum menyetujui pinjaman.

Dengan semakin banyaknya layanan finansial berbasis digital, kehati-hatian menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan keuangan. Legalitas perusahaan dapat menjadi langkah awal, sementara pemahaman terhadap seluruh ketentuan pinjaman tetap diperlukan agar masyarakat tidak menghadapi beban pembayaran yang melebihi kemampuan.

Pasar Global Bergejolak, Harga Emas Kembali Turun pada Awal Agustus

0

Harga Emas Kembali Turun di pasar global dan turut menekan Harga Patokan Ekspor (HPE) serta Harga Referensi (HR) komoditas tersebut untuk periode pertama Agustus 2026. Kementerian Perdagangan mencatat pelemahan patokan harga emas seiring berkurangnya permintaan global terhadap logam mulia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan tekanan terhadap harga emas dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Penguatan mata uang utama dunia, kenaikan imbal hasil obligasi, serta tingginya suku bunga global membuat daya tarik emas ikut berkurang.

Emas tidak memberikan imbal hasil berkala seperti instrumen berbunga. Karena itu, ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke aset lain yang dinilai menawarkan potensi keuntungan lebih menarik.

“Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional,” ujar Tommy, dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

HPE dan Harga Referensi Emas Turun

Untuk periode 1-14 Agustus 2026, HPE emas ditetapkan sebesar US$130.921,50 per kilogram. Angka tersebut turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli yang mencapai US$131.839,51 per kilogram.

Penurunan serupa terjadi pada HR emas. Nilainya terkoreksi menjadi US$4.072,12 per troy ounce dari sebelumnya US$4.100,67 per troy ounce. Secara keseluruhan, harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 0,7 persen selama periode pengumpulan data.

Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

Perhitungan HPE dan HR dilakukan dengan mempertimbangkan data teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta acuan harga internasional London Bullion Market Association (LBMA). Prosesnya melibatkan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Harga Emas Kembali Turun di Pasar Global

Tekanan juga terlihat dalam perdagangan emas dunia pada Jumat (31/7/2026). Harga emas spot merosot 1,8 persen menjadi US$4.027,75 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,9 persen menjadi US$4.025,10.

Meski Harga Emas Kembali Turun, kinerja bulanan emas masih mencatat kenaikan sekitar 0,5 persen sepanjang Juli. Capaian itu menjadi kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Pergerakan emas sebelumnya mendapat dukungan dari data inflasi AS yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sepanjang 2026.

Selain faktor moneter, perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik juga ikut menjadi perhatian pasar. Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif dalam perdagangan berikutnya.

229 Juta Pengguna Internet Jadi Peluang, Jasa Service Handphone Makin Prospektif

0

Jasa Service Handphone kini menjadi salah satu peluang usaha yang ikut berkembang seiring tingginya penggunaan smartphone dan layanan digital di Indonesia. Melihat potensi tersebut, pemerintah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di bidang perbaikan telepon seluler untuk meningkatkan keterampilan agar mampu memberikan layanan yang profesional dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat daya saing industri nasional. Menurutnya, tenaga kerja dengan kemampuan yang sesuai standar dibutuhkan agar pelaku IKM mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

“Seiring meningkatnya penggunaan perangkat handphone dan telekomunikasi, kebutuhan terhadap layanan perawatan dan perbaikan juga terus bertumbuh,” kata Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Data Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan penetrasi internet nasional telah mencapai sekitar 80 persen atau lebih dari 229 juta pengguna. Smartphone menjadi salah satu perangkat utama masyarakat untuk mengakses internet. Kondisi tersebut ikut membuka ruang pertumbuhan bagi bisnis perawatan dan perbaikan telepon seluler.

Kemenperin Perkuat Kompetensi Pelaku Usaha

Untuk menangkap peluang itu, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka menggelar Pendampingan Teknis Sertifikasi IKM Service HP di Brebes, Jawa Tengah, pada 21 Juli 2026.

Program yang dijalankan Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut tersebut diikuti 12 pelaku Jasa Service Handphone. Peserta mendapatkan pembekalan teknis yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan Brebes memiliki potensi untuk mengembangkan usaha perbaikan telepon seluler. Dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, kebutuhan terhadap layanan tersebut dinilai cukup besar dan dapat mendorong lahirnya usaha baru sekaligus lapangan pekerjaan.

Materi pelatihan mencakup kemampuan mendiagnosis kerusakan, melakukan perbaikan, mengganti komponen, hingga menerapkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sertifikasi Jadi Modal Tingkatkan Kepercayaan Pelaku Bisnis Jasa Service Handphone

Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan mengatakan peserta pendampingan selanjutnya dapat mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bukti kompetensi sekaligus meningkatkan profesionalisme pelaku Jasa Servis Handphone. Pengakuan secara nasional juga dapat membantu pelaku usaha membangun kepercayaan pelanggan, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Pemerintah menilai penguatan kompetensi menjadi langkah penting agar pertumbuhan usaha Jasa Service Handphone berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan. Dengan kemampuan teknis yang terukur, pelaku IKM diharapkan mampu menangkap kebutuhan pasar yang terus tumbuh akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital.