Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 799

Gelontorkan Dana 1,25 Triliun, Jaya Real Property Bangun Mal, Hotel dan Oceanarium

0

 

Sejak didirikan pertama kali tahun 2013, Bintaro Jaya Xchange Mall menjadi shopping mall berkonsep one stop entertainment di jantung kawasan Bintaro Jaya. Enam tahun berlalu, PT Jaya Real Property Tbk siap menghadirkan epicentrum for everything dengan dimulainya pembangunan Bintaro Jaya Xchange Mall 2 yang menggabungkan mall, hotel dan hiburan eduakatif Oceanarium dengan nilai investasi Rp 1,25 triliun.

Trisna Muliadi, Presiden Direktur Jaya Real mengatakan pembangunan mall tahap 2 ini berada dalam kawasan mix use seluas 25 ha. Menurutnya, pembangunan dan pengembangan terus dilakukan secara bertahap dan terintegrasi hingga 10 tahun ke depan. Karenanya perusahaan terus melakukan ekspansi land bank yang kini mencapai 50 ha.

“Sama seperti Mal pertama yang memiliki ice skeating BX Rink, di mal kedua juga kita akan lengkapi oceanarium bekerjasama dengan PT Jaya Ancol yang sukses menghadirkan Sea World. Jadi masyarakat Tangsel (Tangerang Selatan, red) nggak perlu lagi ke Ancol untuk melihat aquarium park. Tak hanya itu, kami juga akan bangun hotel bintang 4 yang akan menambah tinggi investasi di Bintaro. Kita akan mulai pembangunan bulan ini dan akan selesai 2021,” katanya dalam acara ground breaking Bintaro Xchange Mall 2 di Bintaro, Tangerang Serang, Rabu (07/08/2019).

Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie yang turut hadir mengatakan dengan jumlah penduduk 1,6 juta jiwa dan laju pertumbuhan 3,4 dan diprediksi jumlah penduduk jadi 3 juta jiwa 10 tahun ke depan. “Ini menjadi potensi bagi pengembang bekerjasama dengan pemerintah guna memfasilitasi masyarakat dengan kawasan hunian, hotel, pendidikan, hingga pusat perdagangan dan jasa yang menjadi fokus kami ke depan,” paparnya.

Ia menyambut baik pembangunan mal, hotel dan pusat edutainment yang bisa dinikmati masyarakat Tangsel 2,5 tahun ke depan. “Kadang kami sulit cari ruang rapat, ballroom, selalu penuh, sehingga kami support pengembang yang ikut membangun infrastruktur yang dibutuhkan masyarakat yang akan meningkatkan daya saing Tangsel,” tambah Wakil Walikota Airin Rachmi Diany ini.

Menurutnya, dengan menjadi pembeli tenan di mal kawasan mix use Bintaro Jaya ini berarti membeli masa depan dengan harga saat ini. “Nah bagi bapak-ibu (pembeli tenan), Anda membeli masa dengan dengan harga sekarang. Selamat atas ground breaking. Karena ada banyak masyarakat yang manatuh harapan besar pada pembangunan Bintaro Jaya,” tutupnya.

Bintaro Jaya Xchange Mall 2 dirancang seluas 85.000 m2 akan diisi tenan premium seperti Ranch Market, Cinema Premier XXI, Ace Hardware, Funworld dan lainnya. Sementara hotel yang dibangun mencakup 185 kamar dilengkapi sejumlah ruang pertemuan dan ruang serbaguna. Sedangkan untuk Oceanarium menempati area seluas 7.354 meter persegi yang dilengkapi 25 ribu biota laut dan 160-an jenis spesies unik dengan 36 visual biota laut.

Berada di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, kawasan mix use ini mengusung konsep TOD yang dekat dengan gerbang pintu tol, stasiun KRL Commuterline Jurangmangu hingga terdapat feeder bus Bintato MRT, TransJakarta dan Intrans Bintaro.

 

 

 

 

Kemitraan Es Krim Pasarnya Tidak Pernah Mati, 2 BEP

0

 

Perkembangan usaha es krim dari tahun ke tahun cenderung stabil karena memang usaha jenis ini bukan termasuk usaha seasonable (musiman). Menurut  Konsultan Es Krim, Muliadi Halim,  meskipun tren es krim berada di bawah (tidak booming), tapi demand-nya (permintaan) masih tetap tinggi, apalagi dalam usaha es krim tidak ada pelanggan yang benar-benar loyal pada satu produk.

Sebagian besar masyarakat Indonesia akan mengonsumsi es krim jika memang menginginkannya dan memilih produk yang paling dekat dengan lokasi di mana ia berada, sehingga peluang bagi para pendatang baru untuk mengambil sebagian ceruk pasar masih sangat terbuka lebar.

Usaha  es krim juga merupakan usaha yang tidak menyisakan produk, dalam artian produk yang diperjual-belikan mampu bertahan lama karena disajikan dalam keadaan beku. Tak salah jika pelaku usaha es krim saat ini kian menjamur di berbagai daerah, bahkan tak sedikit pula yang menawarkan kerja sama baik melalui sistem keagenan, kemitraan, hingga waralaba.

Investasi yang ditawarkan pun bermacam-macam, mulai yang paling murah dengan investasi Rp 2-8 juta, seperti ICEGOJA, Bingrae Ice Cream, dan Top Ice 99, sampai investasi tinggi yang mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah untuk sebuah paket kerja sama yang biasanya dipatok oleh waralaba es krim asing seperti Ice Cream Mingo-Mingo dan Snow Monsters.

Cepat Balik Modal

Meskipun nilai investasi yang ditawarkan bermacam macam, namun perhitungan balik modal yang ditargetkan Pewaralaba cukup cepat, yaitu berkisar antara 2-15 bulan. Namun balik modal tersebut masih berupa prediksi Pewaralaba karena pada praktek di lapangan banyak pula Terwaralaba yang lebih cepat maupun yang ngaret dari target yang ditetapkan Pewaralaba. Seperti diakui Novan Pewaralaba ICEGOJA, jika target yang dibuatnya merupakan hitung-hitungan di atas kertas, tetapi dalam prakteknya semua kembali kepada Terwaralaba. Keseriusan mengelola usaha menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan dari target tersebut.

Terlepas dari cepat lambatnya balik modal, yang terpenting dalam usaha es krim adalah bagaimana para pelaku usaha baik Pewaralaba maupun Terwaralaba mengelola usahanya, sehingga kualitas dan mutu produk yang ditawarkan sesuai dengan SOP (Standard Operating Procedure) yang ditetapkan.

Kendala dan Risiko

Henry Gustaf, pemilik Gustaaf’s Ice Cream mengakui bila kendala yang sering dihadapinya sebagian besar adalah pola pikir masyarakat yang cenderung berpikir bahwa memulai usaha es krim harus menggunakan mesin dengan harga yang mahal. Masyarakat seakan tak percaya dengan peralatan sederhana, sebenarnya bisa membuat es krim yang tak kalah lembut dan lezat seperti brand ternama.

Selain itu, mengingat es krim mudah cair, maka kendala utama dalam usaha ini adalah proses pengiriman. Jika Pewaralaba tidak jeli mempersiapkannya, maka hal ini akan menjadi bom waktu bagi usahanya. Karena itu Pewaralaba wajib mempersiapkan dan merencanakan proses pengiriman mulai dari cara yang paling sederhana dengan menggunakan box, styreofoam yang disertai dengan dry ice (biang es), maupun cara yang lebih modern dengan menggunakan mobile ice storage (mobil box pendingin).

Datangnya musim hujan juga dapat menghambat laju usaha es krim. Namun bagi Anda yang sudah terlanjur menekuni ataupun membeli waralaba es krim, tak perlu mengkhawatirkan permasalahan ini. Karena banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghindari pemerosotan omset, salah satunya dengan menggencarkan promosi kepada pelanggan. Seperti yang dilakukan Al Riez Ice Cream yang menggunakan strategi promosi dengan memberikan sebuah produk secara gratis untuk pembelian tiga produk Al Riez atau memberikan potongan harga (discount) untuk produk tertentu atau minimal pembelian tertentu.

Pemasaran

Kafi Kurnia, Pengamat Marketing mengatakan, agar usaha es krim yang dijalankan bisa berjalan langgeng dibutuhkan pemasaran yang baik dan efektif. Dan untuk mendukung keberhasilan dari kegiatan promosi tersebut ada beberapa hal yang harus diperhatikan seperti produk yang kita jual harus memiliki sifat yang potensial, dengan begitu walaupun tidak melakukan promosi secara gencar produk kita akan selalu diburu konsumen. Lalu penetapan harga jual secara cerdas akan sangat membantu mendobrak penjualan khususnya bagi pendatang baru di usaha ini.

Dengan pemilihan strategi yang tepat akan membantu produk sampai ke konsumen dengan cepat dan tepat melalui pemasaran getok tular atau WOM (word of mouth) communication, walaupun tetap harus dilakukan secara terkendali. Penggunaan iklan di bioskop dinilai paling cocok untuk memasarkan produk es krim. Kafi Kurnia mengingatkan agar para pelaku usaha tidak terpaku pada slide-slide kaku yang dipasang pada saat ruang beriklan di bioskop, tapi manfaatkan momen berkumpulnya orang pada saat menunggu. Caranya bisa dengan melibatkan mereka dalam aktivitas-aktivitas kecil seperti games kecil-kecilan namun sarat pesan tentang brand.

Kue 3D Cetak Omset Puluhan Juta

0

 

Kesuksesan yang dirasakan Hesti Merina saat ini bisa dibilang berawal dari ketidak-sengajaan. Pasalnya niat awal wanita yang akrab disapa Hesti ini dalam menjalankan usaha adalah untuk mengisi waktu luang di sela-sela mengurus keluarga.

Dari berbagai jenis usaha yang ada, Hesti memilih menjalankan usaha pembuatan camilan atau makanan ringan. “Usaha camilan saya pilih karena tidak memakan banyak waktu dan saya bisa mengerjakannya sambil mengurus keluarga saya,” ujar Hesti.

Untuk memasarkan camilan tersebut, Hesti mengandalkan sistem titip jual ke beberapa warung yang ada di sekitar kediamannya. Namun, impian Hesti untuk sukses di usaha ini kandas setelah selama tujuh hari ia menitipkan ke warung-warung ternyata di tempat tersebut sudah ada camilan sejenis sehingga ia kalah saing.

Pantang Menyerah

Gagal dalam usaha camilan tidak membuat Hesti jera. Ia kembali menjalankan usaha lain, kali ini menawarkan salah satu makanan khas kota Palembang yaitu pempek. Ide usaha lantaran Hesti melihat masih jarang pelaku usaha sementara peminat terhadap makanan berbahan dasar ikan tengiri ini cukup banyak.

Benar saja, pilihannya kali ini tidak salah lantaran usaha ini pun berjalan cukup sukses, dengan hasil penjualan yang lumayan banyak setiap hari. Namun bukannya fokus terhadap usaha ini Hesti justru mulai jenuh yang diakuinya karena lamanya perputaran keuntungan yang didapat, ditambah mulai banyak pedagang pempek keliling membuat pendapatan usahanya kian hari kian menurun.

Hesti hampir saja menyerah. Namun jauh sebelum keinginan untuk menyerah semakin besar, Hesti cepat-cepat membangun semangatnya kembali, dan kali ini ia mencoba untuk menjalankan usaha lain yaitu usaha kue dekorasi. Dipilihnya usaha ini karena Hesti memang memiliki hobi membuat kue tart sejak ia masih duduk di bangku SMP.

Terus Belajar

Agar tidak terjadi kegagalan yang sama seperti pada usaha sebelumnya, wanita berhijab ini lebih berhati–hati. Hesti tidak terburu-buru memasarkan atau menjual kue buatannya melainkan lebih mendalami tata cara mulai dari pembuatan kue dekorasi, promosikan, hingga cara menjual.

Dalam proses tersebut, Hesti belajar secara autodidak melalui dunia maya dan buku panduan membuat kue yang ada di beberapa toko buku. “Hal ini saya lakukan agar kue buatan saya memiliki kualitas terbaik dan disukai konsumen,” ujar Sarjana Komunikasi ini.

Berbekal ilmu yang didapat, dan bermodalkan peralatan membuat kue seperti oven dan mixer milik ibundanya, Hesti pun mulai mencoba membuat kue dekorasi kreasi sendiri, mulai dari satu kue ke kue dekorasi lainnya hingga berpuluh-puluh kue telah dibuatnya, tak ada satu pun yang memuaskan hatinya. Namun Hesti tidak menyerah dan terus belajar dari setiap kegagalan.

Tak kurang dari tiga bulan melakukan trail and error, akhirnya Hesti memberanikan diri untuk memposting hasil kreasinya ke situs jejaring sosial, bukan untuk dijual melainkan ingin menunjukkan kepada teman-temannya. Namun hal terbalik justru terjadi bukannya memberikan komentar akan hasil karyanya, teman-teman justru menanyakan apakah itu dijual.

Respons positif itu pun tak mau disia-siakan begitu saja oleh Hesti, ia pun memberanikan diri untuk menjualnya dan juga menawarkan diri membuka jasa pembuatan kue dekorasi bagi siapa saja yang ingin dibuatkan kue seperti itu. “Dari situ pesanan datang satu per satu, mulai dari teman hingga ke orang lain dan hingga ke luar daerah,” tuturnya.

Tiga Dimensi

Menurut wanita yang memiliki workshop di Jalan Kair, No. 42 A, Ragunan, Jakarta Selatan ini, yang dimaksud kue tiga dimensi adalah kue dekorasi yang jika dilihat dari segala sisi bentuknya menyerupai bentuk aslinya. Contoh, kue kamera SLR yang pernah dibuatnya. Pada kue kamera ini Hesti memperhatikan betul detil kamera dan menirunya dalam bentuk kue sehingga persis seperti aslinya. Tak cuma itu, bahkan sampai hasil gambar fotonya pun ia buat.

Selain kue kamera tiga dimensi, kue tiga dimensi lainnya yang pernah dibuat Hesti antara lain kue Ninja Turtles Cake, Motor Cycle Cake, Cars Birthday Cake, Camera Cake, Barbie in a Mermaid Tale cake Frozen Cake, My little Pony Birthday Cake, Alice in Wonderland cake, Rapunzel & The Castle cake, Oggy and The Cockroaches Cake, Timmy Time Cake, Teddy Bear Cake dan beberapa jenis kue tiga dimensi lainnya.

Dari berbagai jenis kue tiga dimensi yang telah dibuatnya kue dalam bentuk animasi atau kartun yang paling banyak diminati pasar. Adapun harganya, jika dulu Hesti menjual 3D cakes dengan harga Rp 350 ribu, saat ini naik menjadi Rp 550 ribu hingga Rp 4 juta tergantung bentuk dan tingkat kesulitan pembuatan kue.

Keunggulan kue tiga dimensi buatan Hesti antara lain dari segi rasa yang pas, karena biar bagaimanapun dalam usaha kue rasa menjadi poin penting, berikutnya sudah tentu bentuk kue. Hesti menjamin bentuk apapun yang dipesan oleh konsumen ia akan bisa membuatkan. Selain itu, pelayanan yang baik selalu diberikan Hesti kepada para pelanggannya.

Promosi dan Prospek

Pada awal usaha, Hesti mempromosikan kue dekorasi buatannya melalui situs jejaring sosial seperti Twitter culinarycorners dan Facebook Culinary Corners miliknya. Namun, lambat laun ia juga mengandalkan promosi lain seperti mengikuti bazaar dan event yang tentunya berkaitan dengan produk buatannya. Tak sampai di situ, untuk lebih memanjakan konsumen, Hesti juga menerapkan promosi jitu yaitu dengan cara membuka kursus bagi siapa saja yang ingin belajar membuat kue tiga dimensi ini.

Dari berbagai promosi tersebut, perkembangan usaha Hesti kian hari kian pesat, bahkan saat ini ia tidak hanya membuat kue tiga dimensi, melainkan juga melengkapi usahanya dengan kue ringan seperti cupcakes dan cookies dan juga butik baju. Dan, omset usaha kue Hesti setiap bulan tidak kurang dari Rp 80 juta, dari penjualan 30 sampai 40 kue, baik 3D cakes, cupcakes, maupun cookies.

Anda yang ingin mengikuti jejaknya, Hesti menyarankan agar tidak pantang menyerah. Coba terus apa yang Anda yakini bisa dan jangan pernah menganggap remeh pekerjaan tersebut. Menurutnya, semua bisa berhasil karena ada niat dan mau menjalankan. “Intinya niat, soalnya kalau nggak punya duit kalau dia niat pasti bisa, nggak punya skill kalau dia niat pasti bisa. Jadi intinya niat yang paling utama,” sarannya.

Sengketa Perebutan Merek Dagang

0

 

Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2001 tentang Merek yang menyatakan bahwa merek merupakan tanda yang berupa gambar, nama, kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa.

Dari sini dapat dipahami bahwa hal yang terpenting dari ketentuan pasal ini adalah dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa, sehingga Anda dapat menyimpulkan apakah merek yang Anda daftarkan tersebut memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis yang dimiliki oleh orang yang menggugat Anda.

Biasanya sebelum dilakukan pendaftaran merek, pendaftar meminta atau melakukan pengecekan mengenai merek yang akan didaftarkan tersebut telah terdaftar di  Ditjen HKI dan dimiliki oleh orang lain apa belum. Sehingga hal tersebut menjadi dasar pendaftaran merek dapat dilakukan atau tidak.

Pada tahap pemeriksaan kelengkapan persyaratan pendaftaran merek, apabila ditemukan adanya persamaan atau memiliki persamaan pokok atau keseluruhannya terhadap barang atau jasa yang sejenis yang sudah didaftarkan sebelumnya namun terdapat kekurangan dalam kelengkapan persyaratan, Ditjen HKI meminta agar kelengkapan persyaratan tersebut dipenuhi dalam waktu paling lama 2 (dua) bulan terhitung sejak tanggal pengiriman surat permintaan untuk memenuhi kelengkapan persyaratan tersebut.

Dari hal tersebut di atas Anda dapat mengestimasi bahwa apakah benar Anda orang yang pertama menggunakan merek yang dimaksud atau orang yang menggugat Anda. Selama proses pendaftaran berlangsung, dan sebelum adanya putusan atas persetujuan Ditjen HKI diterima atau ditolak dan diumumkan dalam Berita Resmi Merek, maka masih ada kemungkinan-kemungkinan persamaan, ditolak atau diterima pendaftaran merek yang Anda ajukan.

Hal yang terpenting dalam proses pendaftaran merek ini adalah orisinalitas, memiliki ciri khas yang tidak dimiliki yang lain dan waktu pertama menggunakan merek tersebut. Apabila Anda meyakini adanya hal-hal tersebut di atas berdasarkan bukti-bukti yang ada bahwa Anda yang pertama kali menggunakannya, maka merek tersebut dapat tetap digunakan. Namun sebaliknya, apabila merek yang Anda gunakan tersebut mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis milik pihak lain, pemilik merek terdaftar dapat mengajukan gugatan terhadap pihak lain atas hak menggunakan merek yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya untuk barang atau jasa yang sejenis.

Langkah-langkah yang dapat Anda lakukan ada 3 tahap: Tahap pertama, mengecek kembali ke Ditjen HKI apakah benar merek yang Anda pakai sudah terdaftar dan dimiliki oleh orang lain untuk kelas barang yang sejenis; Tahap Kedua, apabila sudah terdaftar dan dimiliki oleh orang lain, serta yang Anda lakukan murni ketidaktahuan Anda bahwa merek tersebut dimiliki pihak lain maka usahakan diselesaikan secara musyawarah; Tahap ketiga, apabila Anda yakin bahwa yang menggunakan pertama merek tersebut adalah Anda, berdasarkan bukti-bukti yang ada maka Anda tetap dapat menggunakan merek tersebut.

Berkenaan dengan merek usaha yang masih dalam proses pendaftaran dan belum keluar sertifikat HKI merek bisa digunakan dengan catatan memang tidak ada yang memiliki merek tersebut. Demikian pula dalam waralaba, sebagaimana dinyatakan dalam lampiran Keputusan Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Nomor: 138/PDN/KEP/10/2008 tentang Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Waralaba Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, menyatakan bahwa pendaftaran prospektus penawaran waralaba bagi pemberi waralaba yang melampirkan tanda bukti pendaftaran HKI belum dalam bentuk sertifikat atau masih dalam proses pendaftaran pada instansi yang berwenang, maka:

  1. a) dalam perjanjian waralaba antara pemberi waralaba dan penerima waralaba harus memuat klausul yang mengatur kemungkinan terjadinya penolakan pendaftaran HKI; dan
  2. b) apabila pendaftaran HKI ditolak, maka STPW pemberi waralaba dan STPW penerima waralaba yang telah diterbitkan batal demi hukum.

Demikian yang dapat saya sampaikan semoga bermanfaat, salam sukses dan terima kasih.

 

Oleh: Siswadi,S.H.,M.H.

Law Office Jamaludin & Partners

  1. Tipar Cakung Cilincing,Jakarta Utara

JRTP Gelar Ground Breaking Ceremony BXc Mall 2

0

 

PT Jaya Real Property Tbk (JRPT), pengembang kawasan mandiri Bintaro Jaya segera menghadirkan pembangunan kawasan Bintaro Jaya Exchange Mall tahap 2 (BXc Mall 2) dengan dilakukannya ground breaking ceremony, Rabu (07/08/2019).

Berada di Jalan Boulevard Bintaro Jaya, kawasan mix use BXc Mall 2 diprediksi akan menjadi epicenter of everything. Dengan mengusung konsep TOD, kawasan ini dekat dengan gerbang pintu tol, stasiun KRL Commuterline hingga terdapat feeder bus Bintato MRT, TransJakarta dan Intrans Bintaro.

Kawasan Bintaro Jaya Xchange akan semakin lengkap dengan segera hadirnya mega project tahap 2 dengan nilai investasi Rp 1,25 triliun yang merangkum shopping mall, hotel bintang 4, oceanarium, taman interaktif dan underground tunnel terkoneksi stasiun Jurangmangu dan feeder bus.

“Seperti Mal pertama yang memiliki ice skeating BX Rink, di mal kedua juga kita akan lengkapi oceanarium bekerjasama dengan PT Jaya Ancol yang sukses menghadirkan Sea World. Edutainment akuarium raksaksa ini akan berisi 4,5 juta liter air, dengan 25 ribu biota laut dan 160-an jenis spesies unik,” paoar Adithya Sasongko, Manager Perencanaan PT Jaya Real Preoperty.

Beberapa tenan yang memastikan bergabung di BXc Mall 2 seperti Ranch Market, Cinema Premier XXI, Ace Hardware, Funworld dan lainnya.

Garry Misnan, Manager Marketing BXc Mall 2 mengatakan mal dan hotel yang menawarkan entertainment dan experience ini diprediksi akan rampung tahun 2021. “Disetiap lantai mal akan kita padukan antara mini anchor fesyen dengan food&baverages yang saling berhadapan sehingga bisa saling berbagi market di antara keduanya. Sementara hotel akan dikelola operator ternama dunia yang banyak digunakan di negara-negara maju saat ini,” jelasnya.

Diharapkan kehadiran BXc Mall 2 dapat menghadirkan kawasan modern dengan nilai investasi yang menguntungkan sebagai pilihan investasi yang berkelas berkonsep one stop entertainment.

Strategi Sukses Kembangkan Kedai Kopi dengan Modal Patungan

 

Bekerja sama dengan orang lain (Patungan) dalam membuka usaha merupakan alternatif untuk memulai berbisnis. Meski demikian, memang pilihan ini ada kelebihan dan kekurangannya.

Dari segi manfaat, membuka usaha dengan patungan pasti akan meringankan beban atau menurunkan risiko dalam menjalankan sebuah usaha. Mengapa? Karena kekurangan modal bisa ditutup dengan melibatkan keikutsertaan orang lain. Juga dimungkinkan transfer pengetahuan atau keahlian kalau ternyata teman kita memiliki kompetensi bisnis yang lebih dari yang kita miliki. Jejaring atau network juga bisa bertambah luas karena ditambah dengan jejaring dari mitra. Selain itu risiko bisnis menjadi lebih tersebar karena kita tidak sendirian menanggungnya. Tentu dengan bekerja sama kita merasa terbantu dengan adanya mitra.

Segi buruknya terjadi kalau masing-masing pihak yang bekerja sama mulai mementingkan egonya. Ini bisa terjadi kalau salah satu pihak tidak mau kalah, maunya menjadi yang lebih unggul atau mendapat bagian yang lebih besar dari yang telah disepakati. Apalagi kalau sudah sukses, seringkali keinginan untuk menikmati kesuksesan sendiri atau serakah menjadi biang rusaknya kerja sama yang dibangun dari awal. Nafsu serakah ini yang berbahaya sehingga mengorbankan hubungan baik yang terbentuk. Kalau sudah urusan uang, seringkali hubungan baik dilupakan. Namun ini kembali pada sifat atau individunya dan tidak berarti memulai usaha dengan bekerja sama tidak bisa dilakukan.

Prinsip yang harus dipegang kalau kita mau membangun bisnis dengan cara patungan adalah pertama, pastikan bahwa kerja sama ini memungkinkan terjadinya sinergi. Jadi dalam memulai usaha bersama pertimbangkan sinergi yang akan terbentuk. Sebaiknya jangan bekerja sama dengan orang yang sama sekali tidak memberi nilai tambah pada bisnis yang akan dibangun.

Prinsip kedua, carilah mitra yang bisa dipercaya. Ini sangat penting. Kepercayaan adalah fondasi dasar untuk bekerja sama. Untuk itu, seringkali dalam memilih mitra kita lebih suka mengajak teman dekat atau dari lingkungan saudara. Meski ini tidak selalu sebagai jaminan tetapi perasaan kita lebih nyaman bergabung dengan orang yang sudah kita kenal lama. Namun demikian tetap perlu diperhatikan dan diamati sifat dan perilaku orang yang akan diajak sebagai mitra. Ada orang yang menggunakan “hallo effect” dalam menilai mitra. Artinya begitu bertemu langsung merasakan ada tidaknya getaran atau feeling, ‘chemistry’, komunikasi yang klop, kesamaan visi atau tujuan. Orang seperti ini mengandalkan perasaan batinnya. Meski ini barulah menilai dari kesan awal, tetap perlu menyelidiki lebih jauh mitra yang akan diajak.

Seperti dikatakan sebelumnya kejujuran sangat penting dalam bermitra. Kalau kita tahu seseorang gampang bohong atau sering menipu dari soal yang kecil maka sebaiknya pertimbangkan ulang kalau mengajaknya bermitra bisnis. Carilah mitra yang setia kawan. Dari segi perilaku juga perlu mengamati gaya hidup orang atau teman yang akan diajak bermitra. Hati-hati mengajak orang yang hidupnya hura-hura, pengeluaran pribadinya tak terkendali alias besar pasak daripada tiang. Jadi sebisa mungkin mengetahui kondisi “luar dalam” mitra yang akan kita ajak bekerja sama dalam bisnis.

Prinsip ketiga dalam bermitra bisnis adalah bedakan hubungan teman dengan bisnis. Artinya kita memiliki peran yang berbeda sebagai teman dan sebagai mitra bisnis. Sebagai mitra bisnis, urusan yang berhubungan dengan bisnis harus dihitung sebagai bisnis. Artinya perlu pemisahan dari segi modal usaha dan kepentingan pribadi. Uang yang keluar atau masuk di bisnis tidak boleh digunakan untuk keperluan pribadi begitu saja. Sebagai contoh mitra bisnis kita tidak boleh seenaknya menggunakan uang hasil bisnis untuk kepentingan pribadi.

Prinsip keempat, lakukan “hitam di atas putih”. Artinya segala keputusan atau kesepakatan tidak sekadar diucapkan di mulut. Segala sesuatunya harus dimatangkan di awal termasuk misalnya dalam setor modal atau pembagian hasil. Jangan sungkan memakai formalitas di sini. Kalau perlu, gunakan notaris atau saksi dengan menggunakan kertas bermeterai. Pembukuan atau catatan bisnis mutlak dilakukan. Saya temui kasus-kasus yang menyebabkan hubungan rusak dengan mitra karena segala sesuatu urusan bisnis tidak tercatat atau terdokumentasi dengan baik. Akibatnya di kemudian hari timbul perselisihan, saling tuduh, lupa atau melupakan kesepakatan yang hanya diucapkan. Jadi prinsip “hitam di atas putih” atau catatan mengenai penerimaan uang, penerimaan barang, setor modal, ambil uang, dll harus tegas dalam bermitra bisnis!

Semoga solusi ini menjawab masalah dalam membangun bisnis dengan bekerja sama atau bermitra. Selamat memulai usaha.

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

www.istijanto.com

 

Membangkitkan Semangat Usaha yang Kendur

 

Orang-orang yang bermental entrepreneur memiliki daya lentur yang baik. Ia ibarat bola, yang apabila dijatuhkan ke lantai yang keras, ia akan melambung tinggi. Kejatuhan anda saat ini, saya yakini adalah bagian dari upaya Tuhan agar Anda melompat lebih tinggi. Anda sudah tahu soal percetakan, mulai A-Z. mulai hitungan harga, biaya cetak, gaji, bonus dan sebagainya secara komplit. Peluang-peluang bisnis cetakan juga saya yakin Anda sudah kuasai. Jika anda ingin mengembangkan, tinggal  memperbaiki cara-cara merekrut karyawan atau partner.

Untuk mendapatkan satu orang karyawan yang baik, carilah minimal 10 calon. Orang-orang yang direkrut dari hasil seleksi umumnya lebih bangga bekerja dengan kita karena merasa “sudah mengalahkan pesaingnya”.Merekrut yang baik adalah awal keberhasilan bisnis. Saya tidak bisa berpanjang kata. Perihal semangat bertanding yang sedang melemah, berikut ini saran dan pandangan saya yang saya sadur/modifikasi dari sebuah artikel:

Semangat itu ada hubungannya dengan tiga aspek penting yaitu:

1. Daya Tarik Goal.

Ini disebut visi. Jadi Mas Johar harus jelas dan detil tentang apa yang jadi target. Sedetil mungkin, malah sebaiknya ditulis kemudian impikan. Kemudian akan menjadi desire, tambahkan dengan emosi. Maka akan menjadi faith, kurang lebih seperti obsesi.

2. Daya Tarik Pikiran.

Pikiran yang tepat akan menarik fisik untuk bergerak. Jadi mindset harus benar. Jika kita bilang “patah semangat”, cobalah ditest lagi, apa benar semangatnya patah? Jangan-jangan hanya kelesuan sementara. Model berpikir seperti ini, disebut dengan upaya “manifesting“.Caranya, dengan secara positif memahami bahwa bermimpi dan berkhayal saja tidak cukup, seperti juga bertindak saja tidak cukup. Itu mindset yang mendasar. Mengapa? Karena goal dan desire  masih virtual belum real.

Menangani urusan virtual ini, caranya gini: Get In, Feel Good, Get Out. Get In itu mulai dari visi sampai desire. Feel Good itu faith. Dengan faith,
kita  bisa membayangkan visi tidak lagi sebagai beban atau target, melainkan
sebagai “being” yang nikmat. Ini namanya mulai allowing.

Setelah itu, Get out,  kembali ke dunia nyata, dunia kerja. Jadi tidak terus menerus menghayal. Yang bisa menjadikan seperti ini, adalah mindset tentang kerja keras, belajar, gagal, salah, takut, terlalu menuntut dan sebagainya. Sering-seringlah baca biografi orang sukses, pasti anda akan selalu bahwa setiap kesuksesan mutlak menuntut kerja keras, selalu belajar, pernah atau sering gagal (ada yang sampe ribuan kali), pernah atau sering salah, pasti merasa takut (ini wajar dan manusiawi),  adjust tuntutan, dan sebagainya.

Semua ciri “orang kalah” di atas, justru penting untuk  saat nanti merasakan “apa sih menang itu?” Itu disebut dengan temporary defeat. Dengan kekalahan itu, saat kita menang, kita pasti dan harus bersyukur. Jika tidak, Tuhan pun pasti “nggak rela” kita sukses. Padahal, DIA lah yang memberi kesempatan  untuk sukses. Maka, agar tidak kontradiktif, agar kita kita tidak menjadi sombong dan mengklaim bahwa sukses adalah karya kita sepenuhnya, supaya kita bersyukur, kita memang harus susah dulu.

3. Daya Tarik Energi.

Apa yang tidak akan hilang dari alam semesta adalah energi. Kalo kita merasa sedang “patah semangat”, sebenarnya itu adalah energi yang menjadi negatif karena gesekan-gesekan kendala dan hambatan. Energi itu netral, tergantung kita merasakannya.

You can always being in pain, but you don’t have to suffer all the time. You can experience suffer without suffering. Energi negatif, itu sebenarnya adalah “energi yang terasa negatif”. Jadi, ini soal perasaan dan bukan tentang energi itu sendiri. Hanya bagaimana merubah perasaan, dan ini tidak terlalu sulit sesuai hukum atraksi, susah itu syarat mutlak.

Makin hebat dan besar cita-cita, pasti makin sulit jalannya.Tapi jika daya tarik cita-cita itu luar biasa besar, dan daya tarik pikiran kita atas tubuh fisik juga benar, setiap kali kita jatuh atau patah semangat, kita bisa berkata, “Ah memang belum saatnya kok, coba lagi deh.”Mulai sekarang, mas Johar berusaha keras memaksa pikiran untuk menerima kenyataan susah ini.

Jika tidak bisa, maka pikiran dan tubuh sibuk menolak kenyataan. Tapi jika bisa, tubuh dan pikiran mas Johar akan berkata, “Ok deh kalo gitu. Trus gimana dong?” Pertanyaan mas Johan itu kan mengarah pada kreatifitas dan solusi.

Kalo terjadi lagi, tahap pertama mas Johar cari pengalihan perhatian. Nonton yang  bagus, makan yang enak, baca yang inspiratif, dan curhat.Lakukan semua itu dalam konteks bersyukur. Saat mood membaik selanjutnya, akan merasa lebih ringan dan mulai bisa melihat bahwa apa yang terjadi adalah proses alamiah yang wajib dilalui dan dirasakan dulu sebelum meraih kesuksesan.

 

Oleh:

Bambang Suharno, Director of Indonesian Entrepreneur Society (IES), Penulis Buku “Tujuh Cara Tidak Gila, Jadi Pengusaha”, dan puluhan buku lainnya.

Email: bambangsuharno@yahoo.com

 

 

 

Tips Sukses Kembangkan Usaha Sabun Curah Skala Rumahan

 

Mengambangkan usaha pembuatan sabun  pembersih curah skala rumahan. Bisa dibilang, selain diproduksi oleh para produsen besar, saat ini produsen skala rumahan pun sudah banyak yang membuat pembersih curah seperti yang Anda buat. Untuk itu, Anda harus memiliki strategi yang tepat agar dapat bersaing dengan kompetitor Anda sehingga usaha yang Anda jalankan dapat terus berkembang. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar usaha Anda dapat sukses.

Pertama-tama Anda harus fokus dengan satu produk unggulan. Anda harus mengetahui terlebih dahulu produk unggulan dari usaha Anda apakah produk pembersih curah untuk rumah atau pembersih untuk kendaraan bermotor. Tujuannya adalah agar Anda lebih fokus dengan target market yang menjadi sasaran Anda. Ini disebabkan karakter pembeli shampo mobil/motor berbeda dengan pembeli sabun cuci piring.

Anda tetap boleh menjual semua produk tersebut asalkan Anda memiliki tim penjualan yang berbeda. Dalam arti Anda harus membentuk tim penjualan untuk sabun pembersih untuk keperluan rumah tangga maupun pembersih untuk kendaraan bermotor. Atau Anda dapat juga menjalankan usaha sabun cuci piring setelah usaha shampo mobil/motor berjalan dengan baik atau sebaliknya.

Selanjutnya, Anda juga harus memutuskan tipe usaha yang akan dijalankan, apakah B to B (Business to Business) atau B to C (Business to Customer). Ini sangat penting karena B to B dan B to C punya cara penanganan yang berbeda.  B to B artinya menjual produk ke pemilik bisnis lain misalnya menjual produk ke pemilik bisnis cuci mobil/motor untuk produk sabun cuci motor, dan Anda bisa menawarkan kepada pengusaha laundry untuk sabun cuci pakaian. Sedangkan B to C artinya Anda menjual produk langsung ke market/pembeli langsung (B to C lebih luas target market-nya).

Lalu, tentukan harga jual yang tepat. Harga merupakan salah satu faktor kunci kesuksesan. Harga yang Anda tawarkan tidak boleh lebih mahal dari kompetitor. Lakukan survei harga kompetitor agar Anda benar-benar tahu harga jual mereka. Untuk B to B, Anda dapat memberikan kelonggaran cara pembayaran kepada pembeli.

Makin banyak orang tahu usaha yang Anda jalankan, makin cepat juga usaha berkembang. Untuk itu strategi marketing dan promosi yang terintegrasi menjadi penting. Salah satu cara untuk meningkatkan brand awareness adalah dengan beriklan secara offline (majalah, koran, dll) maupun online (website, Facebook, Twitter, dll). Cara lainnya adalah dengan membuat brosur/flyer untuk dibagikan kepada target market.

Anda juga dapat menjadi sponsor sebuah acara tertentu. Dalam acara tersebut Anda bisa memasang spanduk/banner sekaligus membagi brosur agar orang tahu/mengenal produk shampo mobil/motor yang Anda jual.

Pelayanan yang baik tidak hanya sebatas memberikan senyum yang ramah dan tulus kepada pembeli, tetapi lebih dari itu. Pelayanan yang baik dapat juga dilakukan dengan cara memberikan edukasi yang benar kepada pembeli, misalnya tentang cara/teknik mencuci mobil/motor agar cat tetap berkilau. Pelayanan lainnya yang dapat diberikan adalah dengan memberikan kemudahan akses pembeli untuk menghubungi Anda.

Selamat mencoba dan semoga sukses.

 

Oleh: Bambang Wahyu Purnomo

Konsulatan Wirausaha

Email: b_wahyu_purnomo@yahoo.com

 

Kiat Menciptakan Loyalitas Pelanggan

 

Bisnis produk makanan yang dibutuhkan semua kalangan kemudian muncul banyak pesaing, kita perlu menyikapi secara wajar karena memang setiap usaha yang digeluti akan menghadapi persaingan. Dengan munculnya pesaing memang bisa menggerogoti pasar yang sudah kita bangun sebelumnya, namun ada juga sisi positifnya yaitu kawasan kita menjadi sentra atau pusatnya kue kering. Lalu bagaimana strateginya? Langsung saja saya jawab sesuai nomor pertanyaan di atas.

Mengatasi persaingan, dalam ilmu bisnis dikatakan produk kita harus memiliki diferensiasi atau pembeda dari produk sejenis lainnya yang ada di pasaran. Nah coba Anda pikirkan apa pembeda atau nilai lebih yang dimiliki kue kering Anda dibanding para pesaing? Kalau kue kering Anda sebagai yang pertama, boleh mengklaim sebagai “pioneer”. Sebenarnya ada banyak diferensiasi yang bisa dijadikan pembeda, seperti kue lebih renyah, kemasan lebih menarik, rasa lebih enak, dan lainnya. Bisa juga dengan menciptakan rasa-rasa baru, misalnya kue kering rasa strawberry, rasa campuran, ukuran kuenya, bentuknya, dan sebagainya. Serta jangan lupa memberikan pelayanan yang ramah dan sopan pada pelanggan.

Kiat-kiat yang bisa dijalankan. Pertama, seperti yang sudah saya sebutkan di atas, yakni menciptakan perbedaan dari segi produk, misalnya rasa, kerenyahan, bentuk, kemasan, dan sejenisnya. Kedua, pasang papan nama dan spanduk yang mencolok mata sehingga orang memperhatikan. Ketiga, lakukan pelayanan yang lebih bagus dibandingkan kompetitor Anda, misalnya lebih sopan, bersih, higienis, parkir mudah, dan sebagainya. Keempat, lakukan perluasan pasar, misalnya bisa dengan menawarkan kue kering ke para karyawan di gedung perkantoran atau kue kering dibuat parsel atau sebagai ucapan. Sebar brosur ke perumahan sekitar pada radius 1-2 km dari toko.

Loyal customer akan tercipta karena dua syarat. Pertama, pelanggan puas. Dalam arti apa yang diharapkan dari kue dan toko kita bisa terpenuhi, artinya rasa kue enak higienis, tidak basi, serta pelanggan dilayani dengan baik dari datang sampai meninggalkan toko. Syarat kedua, menjalin hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan. Ada banyak media yang bisa digunakan mulai dari kirim SMS ucapan ulang tahun ke pelanggan, memberi informasi melalui jejaring sosial seperti Facebook atau Twitter, kirim email tentang adanya menu atau rasa kue baru, dan kerja sama dengan pihak ketiga. Misalnya kerja sama dengan bengkel motor, kalau servis di bengkel dapat voucher yang dapat ditukar dengan kue tertentu.

Sementara untuk mengubah pelanggan baru menjadi loyal customer bisa dilakukan dengan cara membership atau kartu keanggotaan. Data pembeli dicatat kalau membeli dalam jumlah tertentu (misal beli 5 gratis 1) atau bentuk-bentuk lain, misalnya kalau pada saat pelanggan ulang tahun bisa mendapat diskon 20%.

Brand atau merek juga sangat penting untuk kue, merek harus dibuat dengan serius mulai dari nama sampai desainnya. Ini akan menjadi identitas sehingga pelanggan akan mencari kue kering hanya merek kita. Saat ini banyak kue kering tanpa merek (generik), sehingga pelanggan bingung menentukan mana yang terbaik. Kalau merek kita dipercaya enak atau berkualitas akan membuat pelanggan merekomendasikan ke temannya sehingga mencari kue merek kita.

 

Oleh: Godo Tjahjono

Pengamat Pemasaran

Email: Godo_data@yahoo.com

Sukses Usaha Garmen di Usia 20 Tahun

 

Tumbuh dalam keluarga yang sederhana membuat Dwiky Satrio Putra atau yang akrab disapa Dwiky ini selalu diajarkan disiplin dan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya. Apalagi ketika ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Dwiky sempat iri terhadap kehidupan teman-temannya yang lebih baik dari dirinya sehingg bisa memenuhi semua kebutuhan baik kebutuhan belajar dan lain sebagainya.

Melihat hal tersebut, pemuda yang tidak pernah berpangku tangan terhadap orang lain dan selalu mencari jalan keluar dari permasalahan yang dihadapi mencoba untuk mencari cara agar bisa memenuhi kebutuhan sekolahnya tersebut. Melihat prospek usaha pakaian yang terbuka lebar, khususnya untuk pangsa pasar teman-teman sekolah membuat Dwiky melirik usaha di bidang fesyen.

Namun karena tidak memiliki keahlian dalam menjahit dan kesibukannya di bangku sekolah membuat Dwiky memutuskan untuk memaklonkan semua proses produksi usahanya kepada para penjahit berpengalaman di sekitar kediamannya.

Seiring dengan semakin banyak peminat terhadap usaha yang ia tawarkan, membuat Dwiky berpikir untuk mengembangkan usahanya dengan melakukan proses produksi sendiri. Pilihan tersebut diambil karena bila bisa memproduksi sendiri maka keuntungan yang diperoleh akan semakin besar.

Dalam mengembangkan usaha yang dimulai sejak 2011 tersebut, Dwiky mengaku mengeluarkan modal sebesar Rp 25 juta yang ia dapat dari hasil jerih payahnya selama menjalankan usaha jasa pembuatan berbagai produk pakaian yang ia jalankan di sela-sela sekolahnya.

Sebelum menjalankan usaha fesyen tersebut Dwiky sebenarnya pernah menjalankan berbagai usaha lainnya seperti usaha jual beli gadget mulai dari handphone dan tablet, namun semua usaha tersebut berhenti di tengah jalan.

“Pada waktu itu Saya masih suka menghambur-hamburkan uang hasil usaha sehingga ketika uang hasil penjualan tersebut mau diputar kembali terkadang habis terpakai sehingga saya kehabisan modal untuk mengembangkan usaha,” jelas pemuda kelahiran 26 November 1992 ini.

Usaha Garmen

Walaupun masih berusia muda, namun Dwiky dengan usaha garmennya yang diberi nama 89 Blue Garmen sudah mampu memenangkan tender pembuatan berbagai macam jenis pakaian seperti misalnya seragam perusahaan, seragam sekolah, klub motor dan berbagai produk jahitan lainnya. Berbagai proyek usaha yang dimenangkan Dwiky bukan tanpa alasan, banyak konsumen yang puas dan juga harga produk yang bersaing dengan perusahaan besar lainnya.

Dwiky memberikan harga yang terjangkau seperti kaos Rp 30-45 ribu per pcs,  baju perusahaan Rp 15-25 ribu, jaket Rp 75-150 ribu dan juga kemeja perusahaan Rp 20-40 ribu per pcs.

“Yang jelas semua harga yang saya tawarkan sudah sesuai dengan tingkat kesulitan penjahitan, bahan dan tentunya sudah sesuai dengan pesanan,” tutur Dwiky.

Bagi yang ingin memesan pakaian secara customized, konsumen bisa langsung menghubungi atau datang langsung ke tempat produksinya, setelah itu bisa langsung menyerahkan desain pesanan yang ingin diproduksi. Setelah desain diserahkan maka konsumen bisa langsung membayar tanda jadi atau DP antara 30-50 %. Lalu pesanan akan langsung diproduksi dan setelah jadi pemesan tinggal melunasinya dan pesanan sudah bisa diambil atau dikirimkan.

Dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya tidak heran saat ini pakaian yang diproduksi Dwiky banyak diminati oleh perusahaan besar di antaranya BUKAKA, Kabel Indonesia, PLN Aceh, PLN Garut, Kantor Pajakan Sulawesi dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dalam satu Minggu Dwiky mampu memproduksi hingga 5 ribu kaos, seribu jaket dan dua ribu kemeja dengan omset hingga  Rp 120 juta per bulan.

Selain membuat produk yang berkualitas, yang membuat usaha garmen Dwiky berkembang pesat ialah ketepatan sistem pemasaran yang dilakukan. Dwiky menggunakan berbagai cara pemasaran. Selain menawarkan kepada orang-orang terdekat, Dwiky juga mengajukan berbagai proposal ke perusahaan-perusahaan serta memanfaatkan media internet sebagai salah satu ujung tombak untuk perluasan usaha.

Satu lagi yang membuat usaha ini cepat menanjak ialah sistem kerja sama reseller yang ditawarkan Dwiky. Syarat menjadi reseller, cukup dengan belanja awal sebesar Rp 20 juta maka akan mendapatkan potongan hingga 30%.

Penuh Tantangan

Kesuksesan yang diperoleh Dwiky sekarang ini bukan tanpa kendala. Namun dengan semangat yang dimilikinya, ia menganggap semua kendala tersebut sebagai suatu tantangan yang perlu dihadapi dan dikalahkan.

Menurut Dwiky, beberapa kendala yang pernah menghadang kelangsungan usahanya bahkan hampir membuatnya frustasi dan mengalami kebangkrutan ialah ketika ada konsumen yang memesan pakaian untuk dijahit dalam jumlah cukup besar namun ketika pesanannya sudah diproduksi ternyata tidak diambil dan tidak dibayar.

“Padahal uang yang saya gunakan untuk membeli bahan harus saya putar kembali untuk belanja bahan yang dipesan oleh pemesan lain,” kenangnya.

Selain itu, ketika Dwiky ingin membuktikan kesuksesan yang diraih kepada kedua orangtuanya sekaligus menunjukkan rasa cinta kepada mereka dengan memberikan hadiah sebuah kendaraan, sayang kendaraan tersebut hilang dicuri.

“Kedua kejadian tersebut sempat membuat saya patah semangat, namun karena dukungan keluarga saya bisa bangkit dari semua keterpurukan tersebut,” ujarnya.

Jika dahulu pada awal usaha Dwiky hanya memiliki dua mesin jahit dan satu mesin potong, namun kini ia sudah mempunyai 11 mesin jahit dan satu mesin potong dengan 7 orang karyawan tetap serta 3 orang karyawan masih freelance.

Tips dan kunci sukses yang selama ini dipegang teguh oleh Dwiky dalam menjalankan usahanya ialah jangan mudah putus asa, semangat, konsisten dengan jalur yang ditekuni, dan yang terakhir intinya adalah berdoa serta ikhtiar agar selalu diberi kelancaran oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.

Meskipun pernah mengalami kendala dalam menjalankan usaha, namun Dwiky tidak pantang menyerah dan benar-benar mempelajari kesalahan tersebut agar tidak terulang kembali. “Berkhayalah yang tinggi karena segala sesuatu juga bisa diawali dari khayalan atau mimpi, namun dalam mewujudkan khayalan tersebut kita harus mempunyai kendaraan untuk menempuhnya,” ungkap Dwiky