Kamis, Mei 14, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 800

Manjajal Peruntungan Bisnis Cover Mobil

 

Laju perkembangan industri otomotif masyarakat Indonesia saat ini relatif menunjukkan kemajuan yang signifikan, hal tersebut tidak terlepas dari perkembangan perekonomian masyarakat Indonesia yang tiap tahunnya makin membaik. Hal itu dapat dilihat dari makin banyaknya permintaan akan alat transportasi baik roda dua maupun empat untuk menunjang segala aktivitas yang dilakukan oleh masyarakat Indonesia. Bahkan menurut Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Sudirman Maman Rusdi mengatakan, industri otomotif Indonesia bisa menyalip Thailand dalam tiga hingga empat tahun mendatang.

Pertumbuhan industri otomotif yang terus menunjukkan tren positif di Indonesia ternyata berdampak langsung pada peningkatan permintaan terhadap aksesori pendukungnya salah satunya yaitu cover mobil. Jenis usaha penutup atau pelindung mobil ini bisa dibilang cukup menjanjikan, hal tersebut lantaran banyak pengguna mobil yang ingin menjaga kebersihan mobilnya saat ditinggalkan baik di luar maupun di luar ruangan. Selain itu dengan cover ini kondisi cat kendaraan beroda empat tersebut akan tetap baik karena terhindar dari panas dan hujan secara langsung.

Cover mobil sebetulnya bisa dibilang usaha yang sudah ada sejak lama, namun seiring perkembangan dunia otomotif dalam hal ini perkembangan bentuk dan model mobil, usaha ini pun ikut berinovasi. Jika dahulu cover mobil identik dengan warna silver dan bentuk yang itu-itu saja, maka pada saat ini bentuk dan warna cover mobil bisa di modifikasi. Untuk bentuk memang masih mengikuti bentuk mobil, namun perbedaan dengan cover mobil yang dahulu terletak pada bentuk cover yang lebih press mengikuti bentuk mobilnya, sedangkan untuk warna saat ini warna cover sudah bisa di modifikasi tergantung bahan apa yang akan digunakan.

Untuk memulai usaha ini tidaklah sulit, selama calon pelaku usaha mengetahui tentang dunia jahit menjahit dan mengerti tentang bahan-bahan waterproof. Namun bagi mereka yang tidak memiliki pengetahuan tentang kedua hal tersebut bukanlah menjadi sebuah penghalang. Keran masih ada cara lain yang dapat dilakukan yaitu dengan memaklonkan proses pembuatannya kepada orang lain seperti halnya yang kami jalani saat ini.

Bicara mengenai modal awal usaha, untuk menjalani usaha ini akan tergantung kepada dengan cara apa pelaku akan memuali usahanya. Jika memulainya dengan cara memproduksi sendiri tentu modal yang dikeluarkan cukup besar kira-kira Rp 10 juta. Hal tersebut lantaran calon pelaku selain membeli bahan, juga harus membeli beberapa peralatan penunjang seperti mesin jahit dan beberapa peralatan lainnya. Selain itu pelaku juga harus menyewa atau membeli lokasi yang akan dijadikan sebagai tempat untuk produksi.

Beda halnya bila pelaku usaha memilih untuk memaklumkan proses produksinya. Bila memilik skema ini modal yang dibutuhkan berkisar Rp 5 juta, karena pelaku hanya mengeluarkan modal untuk membeli bahan baku dan ongkos jahitnya saja. Adapun harga untuk ongkos jahit untuk sebuah cover sekitar Rp 60 – 100 ribu tergantung kepada ukuran mobil.

Dari kedua cara tersebut tentu pilihannya tergantung kepada calon pelaku usaha yang memilih yang mana, sebagai info saja walau memulai usaha sendiri membutuhkan modal yang cukup besar namun jika dilihat dari segi keuntungan kebanyakan pelaku usaha mengakui keuntungan yang didapat lebih besar ketimbang dengan maklon.

Inovasi Produk dan Cara Pembuatan

Harga cover kendaraan roda empat ini bervariasi tergantung dari ukuran mobilnya. Seperti misalnya untuk mobil seukuran Honda jazz dan sejenisnya Rp 300 – 320 ribu, ukuran sedang seperti Kijang Avaza dan sejenisnya Rp 340 – 360 ribu dan ukuran besar seukuran Kijang Inova dan sejenisnya Rp 380 – 400 Ribu. Dari ketiga ukuran tersebut, ukuran yang paling laku dan paling banyak dipesan adalah cover untuk mobil ukuran sedang.

Sekarang ini banyak bahan yang bisa digunakan untuk membuat cover mobil, diantara bahan milky, taslan dan nolan. Ketiga bahan tersebut dikenal sebagai bahan terbaik yang sering digunakan untuk membuat produk-produk berbasis waterproof (Anti air). Bahan tersebut dapat dibeli di beberapa pusat bahan yang ada di Jakarta diantaranya di daerah Tanah Abang, Jakarta Pusat atau Cipadu, Tangerang. Adapun harga bahan tersebut untuk satu kilo (6 yard) bahan Taslan, Milky, Nolan seharga Rp 70 – 100 ribu.

Untuk membuat cover mobil ini cukuplah mudah yaitu mobil yang akan dibuatkan cover akan kita cari di database blueprint kita, setelah itu akan kita gambar (dengan autocad/3Dmax) untuk memastikan detail pemotongan serta ukuran cover sesuai dengan ukuran mobil.  Cover yang telah kita design kemudian akan kita buatkan cetakan pemotongan ke kain, kemudian baru disablon (apabila ada request tulisan atau gambar).

Langkah selanjutnya adalah proses penjahitan dan pemasangan karet. Bila telah selesai, proses berikutnya memasangkan ke kendaraan yang dinginkan untuk penyesuaian ukuran. Apabila sudah cocok maka cover pun siap digunakan. Untuk mobil ukuran sedang membutuhkan bahan sebanyak 14-15 meter dan untuk yang kecil 12 meter atau setara 2 Kg bahan

Promosi

Ada beberapa langkah untuk mempromosikan usaha ini, yang pertama adalah memperjelas segmentasi pasar. Kenali produk yang ada dengan baik, lalu pilihlah segmentasi pasar yang diinginkan. Menentukan segmen pasar ini banyak caranya, dan tergantung pada produk yang ada. Dengan memperjelas segmen pasar yang akan dibidik, kita akan lebih mudah menentukan strategi harga, cara beriklan, bahasa iklan, dan kepada siapa kita harus bersinergi.

Kedua, promosi efektif dan terukur. Kalau sudah menentukan target pasar dengan jelas, akan lebih mudah untuk kita merencanakan model promosi dan strategi perencanaan pemasaran yang kita lakukan. Pilihlah beberapa dari aneka model promosi yang ada. Lalu rencanakan periodenya, besaran anggaran yang akan dikeluarkan serta media apa yang akan digunakan. Lalu catatlah hasilnya dengan lengkap.

Mengukur efektifitas promosi misalnya dapat dilakukan dengan memberi kuisioner pada setiap pelanggan yang datang, dari manakah dia atau informasi mengenai usaha kita. Beri hadiah kecil bagi yang bersedia mengisi kuisioner dengan lengkap. Data-data yang diperoleh akan memudahkan lagi untuk menentukan jenis dan model promosi yang akan kita lakukan di masa yang akan datang.

Ketiga, membuat paket produk, Membuat paket-paket produk membuat calon konsumen mempunyai lebih banyak pilihan. Selain itu juga mampu ‘memaksa’ konsumen untuk membeli produk dalam jumlah yang banyak. Paket produk ini bertujuan agar konsumen membeli produk kita lebih dari satu produk, misalnya saja paket bundling, paket hemat, paket premium ataupun paket-paket saat periode tertentu (hari besar, hari istimewa dan sebagainya).

Keempat, lakukan variasi dan pengembangan produk. Langkan waktu untuk melakukan pengembangan produk (product development). Pengembangan produk ini bisa kita lakukan dengan cara membuat varian produk/jasa yang lebih variatif. Hal yang penting dari strategi ini adalah kita peka terhadap kebutuhan konsumen. Varian produk ini bisa dalam hal ukuran yang berbeda, fitur yang berbeda, jenis produk, tipe serta variasi lainnya.

 

Oleh: Poppi Arisanti dan Ovie Mega

Pemilik Usaha Cover Mobil Alfa Poppi

Jalan Pesantren Al Makmur No 12

RT 02 RW 03 Kreo Selatan Tangerang 15156

Blog. http://www.alfapoppi.blogspot.com

Email : alfapoppi@gmail.com

 

Dilengkapi UPS dan 2 Generator, Kualitas Embrio di Klinik Morula IVF Tetap Terjaga

 

Pemadaman listrik serempak yang terjadi Minggu (04/08/2019) siang hingga malam hari di Jakarta tak mengganggu kinerja dan pelayanan Morula IVF. Klinik yang memberikan pelayanan penyimpanan embrio ini tetap tersimpan dengan baik. Suhu storage tank dan suhu ruangan incubator bekerja dengan normal dan tetap menjaga kualitas embrio yang tersimpan.

Selama pemadaman aliran listrik serempak kemarin, Embrio dikultur di in vitro dalam inkubator dalam kondisi baik karena arus listrik langsung terhubung dengan generator. Sebagai pengamanan saat terjadi kejadian darurat mengenai kelistrikan, Morula IVF Jakarta dilengkapi dengan UPS dan 2 generator yang cukup unt back up pada saat kejadian darurat.

Dengan demikian Sperma, oosit, dan embrio beku dalam kondisi aman. Sperma, oosit dan embrio beku disimpan dalam tangki berisi nitrogen cair dengan suhu -196 derajat celcius. Saat kejadian listrik mati, sperma, oosit dan embrio beku tidak terganggu karena suhu pembekuan dikontrol oleh ketersediaan Nitrogen  cair, bukan dari energi listrik. Ketersediaan Nitrogen ciar pada setiap tangki dilakukan secara rutin setiap 3 hari sekali.

Klinik Morula sendiri tak hanya memberikan pelayanan program bayi tabung, namun pelayanan lain yang mendukung terwujudnya impian pasangan dalam memiliki buah hati. Produk-produk layanan Klinik Morula IVF mulai dari ovulation induction, tracking cycle, insemination intra uterine dan masih banyak lagi.

Menyadari betapa tingginya kebutuhan akan pelayanan program fertilitas yang terstandar baik dan menghasilkan outcome yang baik, maka Bundamedik Healthcare system berkomitment untuk terus mengembangkan klinik-klinik fertilitas Morula IVF di Indonesia dibawah payung Morula IVF Indonesia, yang hingga kini telah ada 10 klinik Morula IVF, yang tersebar di Jakarta, Ciputat, Tengerang, Depok, Bandung, Jogjakarta, Padang, Surabaya, Pontionak hingga Makassar.

Morula IVF Indonesia merupakan bagian dari Bundamedik Healthcare System yang fokus dalam pengembangan klinik fertilitas “Morula IVF” di Indonesia. Dalam pengembangan Bundamedik Healthcare System, pada tahun 1997 mendirikan Klinik Fertilitas Morula yang saat ini telah berganti nama menjadi Morula IVF Jakarta, telah menjadi salah satu klinik fertilitas terbesar di Indonesia dengan peningkatan pasien yang mengikuti program Bayi Tabung semakin bertambah setiap tahunnya dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 30% pertahun.

Klinik Morula IVF fokus dalam membantu pasangan yang mendambakan buah hati. Dengan produk-produk layanan berupa program-program fertilitas yang sesuai dan berdasarkan indikasi yang tepat bagi calon orang tua dengan standarisasi yang ketat dipantau oleh Morula IVF Indonesia. Menggunakan brand “Morula IVF” menjadi tambahan keunggulan karena saat ini brand Morula IVF telah kuat berkat kualitas dan kompetensi dokter-dokter ahli serta Embriolog dan Perawat berpengalaman lebih dari 16 tahun.

Tiga Kunci Sukses Marketing Bisnis

0

 

Bicara tentang pemasaran tentunya salah satu hal yang sangat penting dalam pengembangan usaha. Tanpa pemasaran yang tepat, usaha yang dijalankan tentunya tidak akan berkembang dengan baik. Karena itu kita akan membicarakan apa yang perlu dilakukan bersamaan dengan penjualan, yakni pemasaran. Bicara tentang pemasaran adalah bicara strategi dan taktik pendukung penjualan agar dapat dijalankan secara efektif dan efisien.

Yang saya lakukan pada saat saya menjalankan usaha adalah belajar secara otodidak mengenai pemasaran. Sama seperti penjualan, saya pun membaca banyak sekali buku dan literatur yang saya dapatkan dari internet, yang dikarang oleh para begawan – begawan marketing nasional maupun internasional seperti Hermawan Kertajaya, Rhenald Kasali, Phillip Kottler, Jack Trout, Al Rise, Seth Godin dan lain-lain.

Namun saya tidak dapat menjabarkan yang saya pelajari disini. Selain akan menjadi tulisan yang panjang, Anda pun bisa membaca tulisan – tulisan mereka di buku-buku yang banyak tersebar di toko-toko buku di seluruh nusantara. Saya hanya akan membicarakan tentang apa saja yang saya lakukan dalam usaha yang saya lakukan.

Pertama, tentu saja Anda harus sudah memilih kira-kira Anda memiliki minat dan gairah pada bidang usaha apa. Dengan dua faktor pendukung tersebut, Anda sudah cukup bisa bertahan untuk tidak berhenti pada saat Anda mengalami berbagai macam hambatan yang biasa terjadi pada awal-awal melakukan usaha. Anda akan belajar untuk terus menerus melakukan perbaikan dalam menjalankan usaha Anda sehingga sesuai dengan permintaan pasar.

Kedua, Anda harus tahu kira-kira kebutuhan pasar seperti apa yang diperlukan dari usaha yang Anda lakukan, baik barang maupun jasa. Jangan terlalu terjebak dalam idealisme diri karena kita bicara usaha berarti bicara hukum pengadaan dan permintaan (Supply and Demand ). Makin tinggi demand, makin besar kemungkinan Anda diterima oleh pasar. Disini kita belajar 5P dari pemasaran yakni Place ( Tempat ), Product ( Barang atau Jasa ), Price ( Harga ), Promotion ( Promosi ) dan People ( Pelaku, Anda dan staff Anda ).

Lakukan riset dan pengembangan secara seksama dari awal dan lakukan berkesinambungan, sehingga Anda dapat mengetahui tuntutan pasar terhadap usaha yang Anda lakukan dan Anda dapat melakukan update terus menerus. Mengenai hal yang sebutkan diatas, beragam sesuai dengan bidang usaha yang Anda tekuni masing – masing.

Ketiga, Anda perlu membangun brand (merek) yang mencirikan diri Anda dan usaha Anda dengan baik sehingga pasar bisa mengenal merek Anda dengan cepat. Dengan cara seperti itu ketika pasar membaca merek Anda, mereka langsung bisa mengetahui barang atau jasa apa yang bisa mereka dapatkan dari Anda. Kata – kata yang terdengar bagus dan enak didengar memang baik, akan lebih baik lagi kalau kata – katanya sederhana tetapi langsung diketahui maksudnya khan ?

Bicara mengenai promosi, saat ini Anda dapat melakukan berbagai kegiatan promosi. Promosi itu semacam investasi, kenapa saya katakan sebagai investasi? Karena kegiatan pemasaran seperti Anda menanam benih, kalau Anda melakukan segala sesuatunya dengan tepat maka Anda akan menuai hasil yang baik.

Saat ini, dengan kemajuan teknologi, Anda bisa melakukan kegiatan pemasaran melalui internet, membuat website atau memanfaatkan situs jejaring social, dan karena banyak orang yang mencari sesuatu di internet menggunakan Search Enggine maka banyak pemasar berlomba memanfaatkan itu.

Namun kembali lagi pada apa dan siapa sasaran yang dituju dari kegiatan promosi tersebut. Karena itu brosur, spanduk, iklan di media cetak, televise bahkan reklame masih banyak dilakukan. Tentunya disesuaikan dengan sasaran dan kemampuan Anda untuk melakukannya. Dalam memilih media pun, harus dipilih yang sesuai dengan target pasar yang dituju.

Salah satu cara lagi yang bisa Anda gunakan adalah bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang memang merupakan pengguna barang dan jasa Anda. Pada saat ini, kekuatan komunitas sangat berarti jika kita berbicara mengenai pemasaran.

Apabila sebagian dari komunitas menggunakan barang atau jasa Anda dan mereka puas, biasanya yang sebagian lagi cepat atau lambat akan mengikuti juga karena ikatan dalam komunitas cukup kuat untuk bisa saling membangun kepercayaan satu sama lain. Jadi cari tahu dan bergabunglah segera dengan komunitas yang sesuai dengan target market Anda.

Nah, demikian masukan dari Saya. Sekarang tergantung Anda memilih pemasaran seperti apa yang cocok untuk usaha yang ada jalankan. Semoga sukses dan usaha Anda semakin berkembang.

 

Oleh: Antonius Karya

Master Trainer and Lead Consultant,

dari FinanSaleS MindTech TCC

Sudianto Oei, Dari Warnet Jadi Pengusaha Internet Service Provider (ISP) Kelas Dunia

 

Banyak cara seseorang menuju kesuksesan, salah satunya bisa berawal dari sebuah hobi. Seperti yang dialami Sudianto Oei atau yang akrab disapa Apin. Hobinya bermain game online membuat Apin bisa membangun sebuah usaha warung internet, tak cuma satu melainkan tiga warung internet berhasil ia bangun secara bertahap, padahal jika diukur dari usianya kala itu yang masih duduk di bangku SMA tentu membuat banyak orang tidak percaya terhadap kemajuan usahanya.

Namun dalam menjalankan usaha warnet, Apin kerap terkendala lemahnya sinyal internet serta gangguan jaringan internet, sehingga membuat jumlah pengunjung warnetnya menurun. Karena itu Apin mencoba mencari solusi dengan menanyakan kepada teman-teman sesama pengusaha warnet di sekitarnya, ternyata masalah yang sama pun dialami oleh teman-temannya.

Tak puas sampai di situ Apin mencoba mengganti provider internet dari yang sudah kenamaan ke pelaku lokal, ternyata masalah pun masih saja tetap sama. Putus asa hampir saja dialami Apin kala itu hingga ia sempat ingin menutup usahanya karena semakin besar  pengeluaran dari pada pemasukan.

Di tengah mencari solusi terhadap permasalahan yang ada, muncul ide Apin untuk membangun Internet Service Provider sendiri. “Selain itu dorongan dari teman-teman yang meminta saya mencoba untuk membangun Internet Service Provider sendiri menjadi amunisi tambahan saya,” ucapnya.

Internet Service Provider (ISP)

Guna memperlancar niatnya membangun ISP sendiri, Apin terlebih dahulu mencari tahu tentang seluk beluk usaha ini. Salah satunya dengan menanyakan kepada teman yang telah memiliki pengalaman bekerja di salah satu perusahaan Internet Service Provider lokal. Dari perbincangan tersebut, Apin memutuskan untuk memulai usahanya dengan bermodalkan uang Rp 40 juta. Bersama dengan teman yang mengerti seputar ISP, Apin mulai merintis usaha ISP dengan mengambil lokasi di daerah Bogor, Jawa Barat. “Kenapa di Kota Bogor, karena kita merasa perusahaan baru seperti kita belum bisa masuk market kota besar seperti Jakarta,” ujarnya.

Tak lama sejak didirikan, pada 2008 izin dari Pemerintah pun diraih HyperNet sebagai perusahaan ISP resmi. Sejak saat itulah HyperNet di bawah komando Apin terus menunjukkan perubahan dan kemajuan. Berbagai event skala nasional dan internasional telah didukung oleh HyperNet, antara lain official internet partner Konferensi APEC 2012 di Surabaya, hingga full coverage seluruh area Gelora Bung Karno pada pertandingan sepak bola Inter Milan, Chelsea, serta Liverpool saat melakukan kunjungan ke Indonesia yang menjadi kebanggaan tersendiri bagi Apin.

Ada dua layanan produk yang ditawarkan HyperNet, yang pertama adalah layanan personal service yang terdiri atas Apartment Buildings, Home Wireless, Jyper Hotspot, dan Hyper Tunnel. Dan yang kedua yaitu Corporate Service yang terdiri atas Internet Wireless, Inter Fiber Optic, Inter Vsat, VPN Data Communication, Internet Hotspot Managemen dan masih banyak lagi.

Sedangkan berbicara kecepatan data dan layanan HyperNet didukung kapasitas jaringan internasional hingga 1Gbps yang menggunakan media direct submarine Fiber Optic cable yang terhubung ke data center di Singapura sehingga menjamin kualitas, kecepatan, dan kestabilan layanan komunikasi internet perusahaan.

Terkendala Teknologi

Kesuksesan yang diperoleh Apin saat ini ternyata tidak didapat dengan mudah. Bayang-bayang menjadi pengusaha sukses Internet Service Provider sempat buyar dalam seketika akibat berkendala pada sistem teknologi yang diterapkan menggunakan sistem wireless. Adapun kendala pada sistem wireless ini diakui Apin terletak pada pemasangan antena yang di setiap pemasangan hampir sebagian ditolak oleh warga.

Bahkan ada satu ketika Apin yang kala itu belum mengerti betul soal perizinan membangun tower pemancar pernah diarak oleh warga yang menolak pembangunan tower miliknya ke kantor kelurahan setempat gara-gara dirinya bersikukuh mempertahankan tower tersebut.

Kalah dengan jumlah warga yang terus menolaknya, membuat Apin harus memindahkan lokasi bisnisnya dari awalnya di Kota Bogor ke tetangganya yaitu Kabupaten Bogor tepatnya di Kota Cibinong. Namun lagi-lagi Apin harus menelan pil pahit dari usahanya, sepinya respons dari para pembeli serta cuaca Kabupaten Bogor yang sering hujan membuat Apin lagi-lagi harus memutar otak dalam membangun usahanya.

Putus asa, mungkin tidak ada dalam kamus Apin karena walaupun kembali gagal di tempat kedua, tidak membuat Apin menyerah dan terus melakukan segala inovasi pada produk sambil mencari lokasi yang tepat untuk mengembangkan usaha. Betul saja, kesabaran Apin akhirnya terbayar pada saat ia bergabung dengan Tim Laboratorium Bina Nusantara untuk membangun jaringan internet di sekitaran kampus tersebut.

“Jadi waktu itu aku ada tugas kuliah untuk membangun sistem jaringan internet di Binus, dan tugas itu berhasil,” ucapnya.

Dari situ, muncul sebuah ide untuk membangun jaringan internet lebih luas dengan biaya terjangkau untuk semua mahasiswa Binus yang tinggal di lokasi tersebut. Namun belajar dari kasus-kasus sebelumnya Apin tidak lagi menggunakan media wireless yang sering kali mendapat masalah melainkan menggantinya dengan sistem kabel optik.

“Tiga bulan pertama sudah ada 100 customer, dan dalam satu tahun sudah dapat 1.000 customer yang rata-rata mahasiswa,” tuturnya.

Seiring berjalannya waktu, permintaan pemasangan internet terus bermunculan terutama dari teman-temannya. Dan hal tersebut membuat Apin semakin bersemangat untuk lebih membesarkan usaha ISP-nya. Mendapatkan dukungan dari kampusnya, Apin menjadikan usaha tersebut sebagai sebuah perusahaan yang bertujuan memberikan solusi jaringan dengan kecepatan dan layanan yang jauh lebih tinggi dari rata-rata untuk memuaskan pelanggan.

Promosi

Pada saat memulai usaha ini Apin mengandalkan promosi kepada komunitas sesama pelaku warnet. Dengan relasi itulah ia berhasil membangun jaringan di kota dan Kabupaten Bogor walaupun pada akhirnya tidak berjalan dengan lancar. Namun setidaknya mengandalkan komunitas sesama pelaku warnet sangat efektif pada saat ia memulai usaha ini.

Sedangkan untuk promosi pada saat dirinya membangun jaringan internet di lingkungan kampus Binus Apin menggunakan cara dari pintu ke pintu setiap mahasiswa dan mahasiswi yang ngekost di sekitar kampus tersebut. Cara ini cukup efektif, terlebih iming-iming internet cepat dengan biaya murah menjadi tambahan amunisi ampuhnya dalam mempromosikan usaha.

Lebih jauh, Apin menjalin kerja sama dengan beberapa event organizer dalam negeri yang kerap mengadakan acara skala internasional. Berbagai cara tersebut diakui Apin sangat efektif, bahkan saat ini HyperNet sudah memiliki cabang di Bandung, Denpasar, Cirebon, Surabaya dan yang terbaru Lampung.

Strategi Mendongkrak Penjualan

0

 

Pada dasarnya suatu usaha itu harus untung, karena dari usaha inilah kita harus hidup. Kalau usaha rugi atau tombok berarti ada berbagai masalah yang sedang dihadapi dan harus segera diatasi.  Bila tidak usaha yang dijalankan akan berhenti atau gulung tikar. Kalau harga sudah ditentukan pasar, berarti usaha yang kita jalankan harus efisien.

Dalam pemasaran roti aneka rasa ini, harus dilihat dari produk roti yang kita tawarkan. Sebenarnya yang kita jual itu bukan hanya sekadar rotinya saja, tetapi yang dijual adalah rasa dari roti itu sendiri. Bila rotinya tidak enak, maka tentu menjualnya juga sukar. Untuk mengetahui roti itu enak kita perlu melihat dan merasakan roti pesaing. Bisa juga melakukan riset dengan membeli berbagai macam roti, kemudian hilangkan bungkus plastik mereknya, dan orang lain diminta untuk merasakan yang paling enak yang mana. Dengan demikian kita tahu apakah roti kita benar-benar enak atau tidak.

Bila tidak enak, maka perlu dilakukan perbaikan dari hal rasa. Bila enak roti perlu diberi merek sebagai tanda, sehingga pelanggan tahu bahwa roti merek tersebut enak. Pemberian kemasan dengan merek adalah teknik promosi yang sederhana dalam pemasaran. Selain itu, untuk menarik konsumen roti bisa dibuat dengan berbagai cara. Misalnya bentuk agak beda dan menarik. Bisa juga dengan berbagai rasa, misalnya cokelat, keju, strawberry, dan aneka rasa lainnya.

Selain membuat roti itu lebih menarik, ada baiknya kita menentukan pasar konsumen. Menentukan pasar konsumen dilihat dari kebutuhan siapa yang membutuhkan makan roti, karena masih belum banyak orang sarapan dengan roti. Kebanyakan dari mereka membeli roti untuk bekal kantor atau sekolah. Umumnya roti seperti ini yang paling banyak dicari orang, terutama bila ada perayaan atau event, dijadikan sebagai snack yang dimasukkan dalam kotak atau box. Maka menjual roti untuk pertemuan adalah salah satu alternatif sebagai target konsumen. Dengan demikian perlu ada brosur yang disebar ke kantor, atau sekolah kalau menerima pesanan snack kotak.

Untuk lebih mengembangkan usaha roti aneka rasa yang Anda jalankan, dipastikan agar rasa roti selalu konsisten untuk semua produknya dari hari ke hari. Langkah berikutnya adalah perluasan pasar. Selain dengan cara menerima pesanan dan menyebarkan brosur, perluasan pasar juga dengan masuk ke kios-kios lainnya. Untuk perluasan pasar ini memang yang Anda butuhkan adalah para sales yang siap memasarkan produk kita.

Mencari sales yang bisa bertahan lama bukanlah hal yang mudah. Tetapi bila produk yang Anda jual laku, maka para sales juga akan senang bekerja. Tetapi sebaliknya, jika produk tidak laku maka para sales jadi tidak betah. Bila produk laku, maka akan memberi motivasi untuk mereka. Dan pendapatan mereka sebaiknya cukup untuk memenuhi kebutuhan, karena kalau tidak para sales akan mundur dan mencari pekerjaan di tempat lain.

 

Oleh: Yanto Sidiq Pratiknyo, Ir., MA

Pengamat Bisnis dan Entrepreneurship PPM Manajemen

Jl. Menteng Raya 9, Jakarta 10340

Web: ppm-manajemen.ac.id

Melihat Peruntungan Ternak Kenari

0

Ternak Kenari pada saat ini seolah sudah menjadi primadona bagi penggemar satwa, karena burung Kenari atau yang dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut serinus canaria ini adalah salah satu jenis burung yang termasuk dalam kelompok burung hias. Ukuran tubuh yang kecil nan mungil namun memiliki bulu yang cantik dan suara yang nyaring membuat burung ini kini sangat digemari oleh penggemar burung di tanah air.

Meski burung Kenari pada saat ini sangat digemari, namun pelaku usaha ternak Kenari tergolong masih sangat jarang. Karena itu, prospek ternak Kenari ini sangat menjanjikan. Yang terpenting dalam menjalankan usaha ini kita harus menguasai betul bagaimana cara perawatannya, sehingga apabila ada pembeli yang ingin berkonsultasi maka kita maka bisa menjelaskannya. Selain itu kita juga dapat menghasilkan burung yang berkualitas.

Meski burung Kenari memiliki harga jual yang tergolong mahal, namun dalam menjalankan usaha ternak Kenari ini sebetulnya tidak harus mengeluarkan modal yang besar, karena dalam menjalankan usaha ternak Kenari bisa dimulai dengan satu pejantan dan 3 betina. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta mengingat harga indukan masih di kisaran Rp 400-500 ribu untuk indukan Kenari lokal dan Rp 600-700 ribu untuk indukan impor.

Burung Kenari

Burung Kenari dikenal sebagai burung berkicau dan mempunyai pasar yang stabil, sehingga tingginya permintaan Kenari biasanya tidak tergantung musim atau tidak naik turun. Dengan kestabilan permintaan pasar, harga Kenari pun relatif stabil, dan kestabilan harga tersebut sangat menguntungkan penghobi terutama pembudidaya.

Ada dua jenis burung Kenari yaitu impor dan lokal. Untuk jenis Kenari lokal biasanya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis Kenari impor berkisar Rp 300-400 ribu untuk Kenari usia 1-2 bualan dan Rp 400 ribu hingga jutaan untuk usia di atas 2 bulan. Sedangkan harga Kenari impor Rp 500-600 ribu untuk usia di bawah satu bulan dan Rp 700 ribu atau lebih untuk usia di atas 2 bulan.

Proses Ternak Kenari

Pada proses ternak Kenari ini sebenarnya tidaklah sulit, yang terpenting kita mempunyai kejelian dan teliti. Adapun untuk tahapan-tahapan dalam proses ternak Kenari pertama adalah proses pembedaan antara burung  jantan dan betina, apabila dilihat dari anakkan biasanya burung jantan berumur di atas 1 bulan sudah dipisah dari indukan dan lebih sering berbunyi (ngerol), sedangkan pada burung betina biasanya tidak berbunyi.

Bila dilihat dari bentuk tubuh pejantan biasanya terlihat lebih ramping memanjang sedangkan burung betina cenderung bulat, ada juga sebagian orang yang percaya bisa membedakan jenis burung dari bentuk telur. Burung jantan biasnya berbentuk lonjong atau oval sedangkan betina berbentuk cenderung bulat.

Setelah proses pembedaan antara jantan dan betina diketahui, proses selanjutnya dilanjutkan pada proses menentukan batas usia minimal burung yang akan dijadikan indukan, karena untuk mengetahui minimal usia burung menjadi salah satu faktor yang penting dalam memulai budidaya Kenari. Pada umumnya indukan yang sudah siap di kawinkan berumur sekitar 8 bulan untuk jantan dan 6 bulan untuk betina. Bila usia Kenari terlalu muda untuk dikawinkan maka dapat mempengaruhi kualitas anakkan yang dihasilkan.

Setelah mengetahui usia burung yang sudah dapat dijadikan indukan, proses selanjutnya adalah dilanjutkan pada proses penjodohan. Pada proses penjodohan ini ada berbagai macam cara untuk menjodohkan indukan, ada yang menggunakan sangkar khusus yang di tengahnya diberi sekat pembatas agar burung bisa saling mengenal selama beberapa hari sehingga pada saat disatukan indukan jantan dan betina sudah terbiasa sehingga tidak berkelahi. Namun ada juga yang langsung disatukan, itu pun apabila keduanya sudah siap untuk dikawinkan.

Apabila pada masa penjodohan, indukan sudah terlihat kawin maka kita bisa langsung menyiapkan tempat untuk mengeram berbentuk serabut, dan untuk tempat penggeraman ini bisa dibeli di pasaran. Setelah terlihat mengeram, biasanya tidak lama kemudian indukan betina akan bertelur. Untuk telur yang dihasilkan biasanya antara 4-6 butir.

Pada proses penggeraman ini sebaiknya sangkar burung ditempelkan pada dinding, hal ini bertujuan agar sangkar tidak mudah goyang. Selain itu sebaiknya sangkar juga ditempatkan pada tempat yang teduh dan jauh dari keramaian agar saat Kenari mengerami telurnya tidak merasa terganggu dan tempatkan sangkar di daerah yang aman dari gangguan semut atau pun serangga lainnya.

Pada proses pengeraman ini biasanya membutuhkan waktu antara 12-14 hari tergantung cuaca atau suhu. Pada proses ini biasanya memakai tambahan lampu 5 watt di dalam sangkar atau box tujuannya agar suhu di dalam sangkar atau box lebih hangat. Setelah 12-14 hari mengeram telur akan menetas satu persatu.

Biasanya berselang sehari semua telur akan menetas, pada proses ini pejantan bisa di pisahkan atau di satukan tergantung karakter sipejantan itu sendiri apakah mengganggu atau tidak. Pada masa pemberian pakan, anakan burung Kenari sebaiknya kita siapkan extra fooding tambahan agar anakan bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dan proses pembudidayaan pun berjalan dengan baik.

Pemasaran Burung Kenari

Untuk memasarkan usaha ternak Kenari ini, kita bisa melakukannya dengan cara bergabung pada komunitas pencinta burung yaitu dengan cara mengikuti kontes-kontes yang sering diadakan. Dengan begitu kita bisa menawarkan langsung pada mereka yang memang menyukai burung.

Selain itu, kita juga dapat melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media internet. Dengan begitu usaha kita dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Apabila kita memiliki budget yang lebih, kita juga bisa dapat melakukan pemasaran dengan memasang iklan di beberapa media, baik itu media cetak maupun media lainnya.

Kendala Ternak Kenari

Dalam menjalankan usaha ternak Kenari ini kendala yang sering dirasakan adalah dalam hal perawatan, karena apabila burung Kenari tidak dirawat dengan baik, maka bukan tidak mungkin Kenari-Kenari hasil budidaya kita pun akan mengalami kematian.

Untuk itu sebaiknya kita harus lebih teliti lagi dalam memperhatikan Kenari-Kenari yang kita budidayakan agar selalu terhindar dari penyakit dan untuk membedakan Kenari yang terkena penyakit dan tidaknya biasanya Kenari yang terkena penyakit lebih murung dan itu harus cepat diberikan perawatan dan dipisahkan dari yang lainnya

 

Oleh : Dr. Ir. Elang Ilik Marta Wijaya,

Budidaya Kenari

  1. Taman Kencana No.3 Bogor, Jawa Barat

Email: penerbitipbpress@gmail.com

Twitter: @elangilikM

 

Bisnis GPS Tracking Semakin Diminati Pasar

0

 

Bagi para pemilik kendaraan khususnya roda empat, tentu tidak asing lagi dengan alat pelacak yang satu ini. Global Positioning System atau yang lebih dikenal dengan GPS Tracker memang merupakan salah satu alat berteknologi canggih yang banyak diburu para pemilik kendaraan roda empat beberapa waktu belakangan.

Angka pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) khususnya roda empat yang semakin meningkat di beberapa kota besar beberapa waktu belakangan adalah alasan utama mengapa GPS banyak diminati pasar.

Melihat semakin tingginya angka pencurian kendaraan setiap tahun menurut pengamat otomotif Adirizal Nizar, merupakan salah satu alasan utama mengapa kebutuhan akan GPS Traker terus mengalamai peningkatan.

Senada dengan Adirizal, pengamat usaha otomotif yaitu Yunelvi, mengatakan para pemilik kendaraan tidak segan untuk mengeluarkan dana lebih guna melindungi kendaraan mereka dari pencurian yang kerap terjadi saat ini.

GPS Tracker

Bila dilihat dari fungsinya, Global Positioning System (GPS) Tracker memang dibuat untuk memberikan perlindungan bagi para pemilik kendaraan khususnya roda empat. Pasalnya, dengan teknologi AVL (Automated Vehicle Locater) yang memungkinkan pengguna untuk melacak posisi kendaraan, armada ataupun mobil dalam keadaan real-time.

GPS Tracking memanfaatkan kombinasi teknologi GSM dan GPS untuk menentukan koordinat sebuah obyek, lalu menerjemahkannya dalam bentuk peta digital. ”GPS tracker merupakan pengembangan dari GPS, yang memang dikhususkan untuk melacak objek bergerak seperti kendaraan dan lainnya dengan kombinasi GSM dan GPS,” ungkap Wahyu Hadi Kusuma, pengamat usaha teknologi.

Melihat fungsi dari GPS tracker tersebut, tidak heran saat ini banyak orang yang mencoba terjun ke usaha pemasangan GPS tracker ini. Salah satunya adalah Cecep Sofyan Hamdani, Pemilik Best GPS Tracker, dengan kemampuan dalam perakitan GPS tracker berbasis handphone, pria yang akrab disapa Sofyan ini mulai mengembangkan usaha GPS-nya.

Menurut Sofyan dari perkembangan GPS tracker yang ada, saat ini GPS tracker dengan berbasis smartphone atau jaringan internet banyak diminati pasar. Karena memang GPS tracker yang satu ini memiliki banyak kelebihan dibandingkan dengan GPS terdahulu.

Selain bisa memantau posisi kendaraan dari jarak ratusan kilometer, GPS tracker juga memiliki fitur lainnya yaitu  auto refresh map tracking, user web tracking untuk setiap konsumen, manajemen obyek pelacak dan trip report history. “Selain itu juga bisa mematikan dan menyalakan mesin dari jarak jauh dengan menggunakan pesan singkat atau SMS,” ucapnya.

Tidak jauh berbeda dengan apa yang ditawarkan Sofyan, pelaku usaha GPS tracker lainnya yaitu Rendy Kuswadi, Pemilik Rendy Tech juga mengakui bahwa GPS tracker yang terkoneksi dengan smartphone banyak dipilih konsumen.

Penambahan Fitur

Agar mampu bersaing dengan palaku usaha sejenis di masyarakat, pelaku usaha GPS tracker mencoba mengembangkan produk GPS tracker yang ditawarkannya. Seperti misalnya Rendy Kuswadi yang menambahkan Fuel Pump Setting pada saat pemasangan GPS.

Pria yang memiliki pengalaman di bidang IT khususnya hardware ini menuturkan, Fuel Pump Setting merupakan salah satu kelebihan yang dimiliki oleh usaha GPS tracker-nya. Fuel Pump Setting tersebut dibuat Rendy karena melihat saat ini pelaku kejahatan yang semakin canggih. Di mana mereka bisa mengetahui letak GPS dipasang dan mencopotnya sehingga keberadaan kendaraan tidak bisa terlacak.

Berdasarkan hal tersebut Rendy mencoba menggunakan  Fuel Pump Setting pada saat pemasangan GPS pada kendaraan konsumen. Secara garis besar, sistem ini menjadikan alat GPS sebagai salah satu sumber tenaga dengan memberikan penambahan kabel yang disambungkan dari fuel pump yang ada di kendaraan dengan GPS. Dengan menggunakan sistem yang ditemukan oleh Rendy ini, apabila GPS dilepas baik oleh pencuri maupun hal apapun, maka kendaraan akan secara otomatis mati karena tidak adanya aliran listrik ke mesin.

Sofyan juga melakukan pengembangan pada usahanya, yaitu dengan Web Based GIS Solution yang dianut, konsumen dapat mengakses sistem dengan lebih mudah kapan pun dan di mana pun. Selain itu pria ramah ini juga memberikan garansi satu tahun, dan adanya baterai backup kepada konsumennya sehingga tidak perlu khawatir kehabisan baterai pada saat pengoperasian.

Selain berbagai kelebihan yang ditawarkan para pelaku usaha GPS tracker ini, harga jual yang terjangkau juga merupakan nilai lebih dari usaha yang mereka jalankan. Seperti Sofyan yang memasarkan produk GPS tracker dengan harga Rp 1,6 juta untuk alat GPS dan pemasangannya.

Sedangkan Rendy Kuswadi, Pemilik Rendy Tech juga menawarkan harga yang tidak jauh berbeda. Untuk produk GPS tracker Randy menawarkan harga mulai dari Rp 1,8 juta hingga Rp 2,5 juta sedangkan untuk pemasangannya mulai dari 150 ribu hingga Rp 200 ribu.

Pangsa Pasar Luas

Pengamat marketing Cahyo Adinugroho mengatakan, memasarkan produk GPS tracker ini bisa dibilang tidak sulit. Karena memang produk ini sedang banyak dicari para pemilik kendaraan roda empat. Karena itu, sekarang tinggal bagaimana para pelaku usaha memasarkan produknya ke masyarakat.

Untuk target market, selain individu juga bisa menyasar pada instansi maupun pelaku usaha yang mengandalkan armada roda empat sebagai ujung tombaknya seperti usaha rental mobil yang saat ini sedang marak di masyarakat atau usaha taksi yang memiliki armada yang tidak sedikit. “Saya mencoba melakukan penawaran langsung ke beberapa perusahaan rental maupun perusahaan taksi dan travel, hasilnya sangat menggembirakan,” tutur Rendy Kuswadi pemilik Rendy Tech.

Dengan pemasaran yang tepat sasaran tersebut, tidak heran para pelaku GPS tracker ini banyak mendapatkan pesanan dari para konsumen. Seperti Sofyan yang bisa memasang 70 unit GPS tracker setiap bulan dengan omset mencapai Rp 112 juta. Sedangkan Rendy Kuswadi yang bisa memasang 200 GPS tracker bisa mendapatkan keuntungan bersih sekitar 60% dari omset.

Dengan pangsa pasar yang besar tersebut, tentu saja prospek usaha GPS tracker ini masih sangat bagus. Bagaimana dengan Anda? Selamat mencoba.

Uang; Pendorong untuk Bertindak

0

 

Metodologi Penelitian adalah salah satu mata kuliah yang pernah saya ikuti tahun 2009 yang lalu. Mata kuliah ini apabila mahasiswa serius mengikuti dan melakukan tugas-tugasnya, maka saat perkuliahan usia sama dengan telah menulis skripsi sampai bab III.

Diantara aktifitas selama perkuliahan yang berkesan bagi saya, saat dosen—Ibu Lela Fatmawati—meminta kami untuk mencari masalah yang mau diteliti dengan membaca journal-journal baik telah dibukukan atau berbentuk pdf di dunia maya.

Selama penugasan tidak ada gambaran dalam kepala saya, seperti apakah yang namanya journal itu? Apa bedanya dengan artikel atau essay? Yang lebih parahnya lagi, sedikit pun tidak ada celetukan-celetukan penasaran dalam diri, masalah apa yang mau saya teliti?

Saya mengamati pancaran sinar dalam bola mata teman-teman seangkatan. Betapa tatapan penasaran berbinar-binar dalam mata mereka. Jari jemari juga siap membuka halaman demi halaman journal-journal Akuntansi yang ada di perpustakaan.

Sementara saya kebingungan harus melakukan apa? Bingung apa yang mau dibaca? sebenarnya menurut saya itu bukan bingung, akan tetapi tanda betapa sangat tidak mengertinya saya tentang Akuntansi sehingga tidak tau apa yang bisa dijadikan topik penelitian. Maka saya memutuskan membaca majalah Marketing terbaru dan Swa.

Gairah Membaca Jurnal

Namun pagi ini, saya merasa ada gairah membara dalam diri saya mencari informasi penelitian dalam journal-journal ilmiah di dunia maya. Sangking semangatnya, bukan hanya berbahasa Indonesia, berbahasa Inggris pun saya berusaha memahaminya.

Dalam benak saya terbersit, “Seandainya keingintahuan dan penasaran ini bisa muncul dalam konteks akuntansi, mungkin dari dulu skripsiku telah terdokumentasikan pada rak perpustakaan“.

Ya, saat menulis artikel ini, saya lagi senang, semangat, sangat ingin tahu dan berhasrat untuk mencari informasi penelitian tentang “Hubungan Pola Asuh dengan Perilaku Seseorang Saat Remaja atau Dewasa”. Seperti yang Anda ketahui, saya juga. Tema ini bukanlah domainnya Akuntansi, tapi Psikologi. Begitulah tertera dalam file yang saya unduh.

Dan pagi ini saya mencari informasi—Dampak Pola Asuh Terhadap Perilaku—bukan karena ingin menyelesaikan tugas kampus. Akan tetapi, dalam rangka menguatkan materi seminar yang akan saya bawakan untuk para orang tua salah satu TK teman saya. Tema seminarnya, “Meramal Masa Depan Anak; Mengetahui dampak pola asuh terhadap masa depan anak”. Adaptasi penelitian Young and Klosko, Praktisi Schema Therapy dan Cognitive Behavior Therapy.

Seminar ini bertujuan agar orang tua—dan yang akan menjadi orang tua—menyadari bentuk-bentuk pola asuh yang menyebabkan terjadinya hambatan mental (self-limiting belief) dan perilaku-perilaku kurang produktif (tindakan tidak sesuai pada konteksnya). Seperti, suka menunda pekerjaan, tidak percaya diri bertemu orang baru, tetap melanjutkan hubungan walau disakiti secara fisik dan verbal, serta hambatan mental lainnya.

Dua Sumber Motivasi

Akhirnya saya jadi mengerti, kenapa saya termotivasi mencari journal tentang hubungan pola asuh dan perilaku. Alasannya ada dua. Pertama karena saya “SUKA, Penasaran, dan Prihatin“. Sementara satu lagi, banyak orang mementingkan dan mau memilikinya, yakni “UANG“. Sayangnya saya tidak memiliki hal ini dulu saat mau menulis skripsi atau kuliah metodologi penelitian.

Pengalaman ini pula menyadarkan saya, betapa “uang dan rasa ingin tahu” bisa menjadi pendorong bagi seseorang—terutama saya—untuk bergerak dan bertindak. Di lain waktu saya juga pernah mengalami hal serupa. Beberapa bulan silam. Saya pernah duduk di sebuah cafe di mall Pejaten Village–Jakarta Selatan–untuk mengerjakan materi pelatihan “Basic Selling Skill” yang sudah lama diminta oleh EO.

Lumrah, bila mengerjakan tugas di Cafe, tidak mungkin saya hanya minum sebotol air mineral. Apalagi saya di sana hampir 3 jam. Pastinya, saya memesan minuman lain juga makanan yang tertera di menu.  Saat melihat menu, saya menghitung-hitung makanan dan minuman yang saya pesan hampir Rp.100 ribu. Menyadari hal ini, saya merasa ada semacam komitmen membara dalam diri. “Materi ini harus selesai hari ini dan di sini juga“.

Alhamdulillah, hari itu, akhirnya materi yang dipesan oleh EO selesai saya kerjakan. Karena, ada perasaan rugi mengeluarkan Rp.100ribu bila yang saya kerjakan tidak tuntas. Tapi anehnya, bila saya bekerja di Cafe hanya memesan minum dan snack yang biayanya cuma Rp. 30ribuan, apalagi bekerja di rumah tanpa ada biaya. Perasaan akan waktu yang berlalu itu tidak sebanding dengan yang rupiahnya benar-benar bernilai bagi saya.

Contoh lainnya; barang-barang yang saya miliki karena saya peroleh dengan tenaga dan mengkompensasi dengan sejumlah uang, tidak bisa saya pungkiri, perlakuannya pasti berbeda dengan barang yang saya milik secara Gratis. Bahkan terkadang, ilmu pun juga demikian.

Pembaca yang budiman. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga mengalami hal serupa dengan saya?

 

Oleh    : Rahmadsyah Mind-Therapist

Trainer Soft-Skill, Associate Trainer @Tantowi Yahya Plublic Speaking School dan Lembaga Pelatihan Ratih Sang.

 

Tiga Bulan Didirikan, Bisnis Kopi Anak Presiden Ini Punya 12 Gerai

0

Pasca sukses menjalankan bisnis sang pisang, distro, pasta buntel, empal gentong hingga bisnis lele, putra bungsu Presiden Joko Widodo Kaesang Pangarep sukses menjalankan bisnis minuman kpi dingin yang telah memilki 12 gerai sejak diluncurkan April 2019 lalu. Tak hanya itu, bulan Agustus ini, ia kembali akan membuka 3 gerai lagi.

“Bulan depan, (saya) akan buka (gerai) lagi di Jakarta, mungkin satu sampai tiga (gerai). Ternakopi sudah mendapat suntikan dana lagi, tapi dari mana dan berapa rahasia,” katanya saat membuka gerai ke-12 di di Restoran Mangkok Ku, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Dengan brand Ternakopi by Kaesang, bisnis cold brew dikemas dalam botol plastik hitam 250 ml dijual Rp20 ribu. Setidaknya ada 10 varian kopi dingin. Mulai dari rasa original, kopi gula jawa, kopi cokelat, kopi vanila, kopi green tea (teh hijau), kopi mint, kopi karamel, kopi avocado, kopi hazelnut, dan kopi taro.

“Kopi dingin lebih enak serta lebih praktis hingga bisa dinikmati lebih lama, bisa disimpan untuk dikonsumsi esok hari,” kata mahasiswa Singapore Institute of Management University ini

Sebelum menggeluti bisnis minuman kopi, Kaesang telah menjalani pelatihan barista selama setahun. Ia kerap meminta pendapat sang ayah Jokowi untuk mencicipi kopi racikannya. Jika rasa kopi sudah disetujui oleh ia membuat kopi varian baru. Tak jarang minuman kopi buatannya dikritik orang nomor satu di negeri ini.

Ternakopi by Kaesang memang merupakan salah satu dari 16 perusahaan rintisan yang lulus dari program akselerasi startup jilid IV GK Plug and Play Indonesia. Di program ini, perusahaan rintisan mendapat akses ke pemodal ventura, perlengkapan usaha gratis, penjajakan investasi awal serta koneksi, sampai dengan peluang untuk berkolaborasi dengan enam perusahaan besar yang telah bermitra dengan ekosistem GK PnP.

 

Dokter Hewan yang Suskes Berbisnis Distro

 

Pandai melihat peluang, itulah kata yang tepat diberikan kepada Gugi Argamula dalam merintis usaha distronya. Melihat belum adanya distro yang bisa memuaskan komunitas anak muda di kota Hujan, membuat pria yang akrab disapa Gugi ini mencoba membangun usaha distro bersama seorang rekannya.

Namun Gugi sadar untuk membangun distro pada saat ini bukanlah perkara mudah, banyaknya pelaku usaha sejenis ditambah sugesti anak muda Bogor terhadap produk distro Bandung di atas segalanya, membuat membangun usaha ini seperti mempertaruhkan uang untuk sesuatu yang belum jelas. Namun hal tersebut bukan menjadi arang melintang bagi seorang Gugi, melainkan dijadikan motivasi bagi dirinya untuk pembuktian jika ia bisa menjadi pengusaha sukses di bidangnya.

Berbekal motivasi tersebut, Gugi bersama seorang rekannya memutuskan untuk membangun usaha ditro kecil-kecilan dengan nama Restart di Jalan Ciheulut, Bogor pada tahun 2012. Walaupun kecil Gugi tidak mau jika usaha yang dibangunnya ini asal-asalan, melainkan harus dijalaninya dengan serius dan berani bersaing dengan barang-barang brended yang sudah ada. Oleh karena itu, pada awal membangun usaha ini Gugi tidak hanya membangun image distro-nya, melainkan membangun SDM dengan cara merekrut karyawan yang berpengalaman atau yang sudah mengetahui selak beluk usaha distro ini.

Sedangkan untuk promosinya usaha yang Gugi jalani bukan berbentuk promosi pada umumnya yaitu dengan membagikan flayer atau pamphlet melainkan dengan bentuk edukasi kepada setiap pelanggan yang datang ke distronya. Caranya dengan memberikan pengetahuan seluk beluk distro terutama mengenai produk yang di tawarkan seperti jenis bahan yang digunakan, teknik sablon yang dipakai hingga proses penjahitan.

Dengan bentuk edukasi tersebut, Gugi yakin pembeli akan semakin percaya terhadap produk miliknya dan bisa jadi pembeli akan datang kembali di kemudian harinya. “Saya tidak menggagap bahwa konsumen yang datang ke tempat saya adalah pembeli, melainkan menganggap mereka sebagai orang yang ingin belajar tentang usaha distro ini,” ungkapnya.

Sedangkan cara promosi yang kedua yaitu dengan memunculkan public relationship produk miliknya melalui para konsumen, yaitu dengan mensupport setiap acara yang diselenggarakan konsumen, misalnya jika konsumennya berasal dari kalangan pelajar maka Gugi akan mensupport setiap acara yang diadakan oleh pelajar tersebut, begitu pula jika konsumennya berasal dari kalangan komunitas maka Gugi akan melakukan hal yang sama. Cara ini diakui Gugi sangat efektif karena bisa jadi hari itu mereka yang sudah kenal akan semakin kenal dan mereka yang belum kenal akan menjadi kenal.

Produk Distro.

Produk disto yang ditawarkan oleh Gugi sebetulnya tidak jauh berbeda dengan yang lainnya, yaitu kaos, jaket dan tas. Namun Gugi tidak mau jika produknya dianggap sama dengan produk distro lain. Misalkan saja produk tas, jika pada sebagian distro tas hanya menjadi pelengkap dari distro-nya, maka tidak halnya pada distro milik Gugi. Pada distro miliknya tas bisa dikatakan menjadi barang recommended alias banyak dibeli.

Dari segi bentuk, sebetulnya ada kemiripan dengan tas distro pada umumnya namun keunikannya tas buatan Gugi disesuaikan dengan kebutuhan para konsumen. Seperti misalnya pada tas yang dibuat, dilengkapi dengan hoodie yang dapat berfungsi sebagai penutup kepala pada saat hujan. Tak hanya itu, Gugi juga memberikan secara gratis bag cover yang menjadi pelindung tas saat hujan di setiap pembeliannya.

Produk kaos dan jaket yang ditawarkan Gugi juga memiliki perbedaan dengan produk sejenis di pasaran. Walaupun menggunakan bahan yang sama yaitu bahan katun 30S, namun Gugi menjamin jika bahan yang digunakan lebih lembut, lantaran bahan katun yang digunakan telah melewati proses washing.

Tak hanya lembut kualitas sablon yang dihasilkan pun diakui Gugi menjadi keunggulan lainnya, karena tinta sablon yang digunakan adalah tinta plastisol sehingga lebih awet dan tahan lama, serta mampu membuat efek sablon yang tidak dapat dibuat oleh tinta rubber.

Untuk proses finishing, Gugi menggunakan dua finishing yaitu menggunakan conveyor curing dan flash curing pada pengeringan sehingga proses pengeringan lebih merata dan efisien dan teknik press menggunakan bahan penyerap minyak dari bahan plastisol. “Dan yang jelas produk Saya limited edition sehingga banyak konsumen yang menyukainya,” ungkap Gugi. Bicara soal harga jual yang ditawarkan, Gugi mengakui jika harga yang ditawarkan lebih murah dari pada distro lainnya, yaitu Rp 50 – Rp 150 ribu untuk tas, Rp 90 – Rp 110 ribu untuk kaos, dan Switer Rp 150 – 200 ribu.

Kunci Sukses

Gugi mengaku kunci suksesnya menjalani usaha ini tidak terlepas dari prinsip yang di jalani yaitu yakin, bersabar dan ikhlas. Yakin di sini diartikan sebagai keyakinan bahwa usaha yang di bangun akan mengalami kesuksesan, baik di awal maupun pada saat mengalami kemunduran. Bagi Gugi kata yakin ini menjadi sebuah elemen penting dan hal itulah yang menjadi alasan mengapa kata yakin menjadi kalimat pertama pada prinsipnya, karena tidak sedikit orang yang pada akhirnya mengalami kebangkrutan karena kurangnya rasa yakin yang dimiliki.

Sedangkan Bersabar dan Ikhlas, menjadi sangat penting terutama pada saat distronya mengalami penurunan penjualan dan sepi pelanggan. “Dengan adanya rasa sabar dan ikhlas pengusaha distro pasti bisa melewati semua rintangan yang ada,” ungkapnya.

Selain tiga kata tersebut kunci kesuksesan usaha distro milik Gugi ini terletak pula pada filosofi yang dianutnya yaitu “Menjadi accesoris ditempat terang dan menjadi penerang di tempat yang gelap”, Maksud dari filosofi menjadi accesoris di tempat yang terang yaitu sadar bahwa dirinya buka pelaku usaha baru dalam usaha ini, yaitu menjadi pelengkap dari distro yang sudah ada dan tidak menutup diri untuk mengikuti trend serta keinginan para konsumennya.

Sedangkan yang dimaksud menjadi penerang di tempat yang gelap yaitu keinginan kuat jika suatu saat orang-orang akan mengikuti produk distro miliknya, misalnya yang ada pada saat ini selain memproduksi desain sablon yang sedang tren, Gugi juga menyelipkan desain-desain dengan menggambarkan nuansa kota Bogor atau dengan kata lain menyelipkan sisi idealisnya yang memang berkeinginan memajukan kota Bogor melalui kaosnya.

“Saya berharap jika suatu saat pengusaha-pengusaha distro yang lain akan mengikuti jejak Saya tersebut sehingga menjadi penerang di antara mereka,”  ungkapnya.

Satu hal lagi yang menjadi kunci sukses dalam usahanya yaitu Gugi tidak segan berbagi kesuksesan dirinya dengan para pengusaha distro lain, yaitu dengan membuka diri selebar-lebarnya kepada rekan-rekan sesama pengusaha distro untuk menitip jualkan barang dagangannya di distro miliknya baik kaos, jaket, tas dan lain sebagainya.

Selain itu Gugi juga memfasilitasi kepada mereka yang ingin memiliki usaha yang sama dengannya dengan cara menjadi reseller atau pula menjadi distributor produk miliknya.

Prospek dan Kendala

Selama menjalani usaha ini Gugi mengakui namanya usaha pasti ada saja kendalanya, salah satunya dirinya sempat dicibir oleh pelanggan dan kompetitor, dalam hal bahan serta desain sablon yang di buat. Namun begitu Gugi tidak menaruh dendam pada mereka yang pernah mencibir produk miliknya melainkan menjadikannya sebagai motivasi dan introspeksi agar lebih baik lagi.

Untuk prospek usahanya, Gugi mengakui walaupun usaha sejenis sudah banyak namun usaha ini masih menjanjikan. Hal tersebut dibuktikan dengan omset yang diraihnya dalam satu bulan yang mencapai Rp 120 juta, serta perkembangan usaha yang telah memiliki dua cabang ditro yang sudah berjalan dan dua cabang lagi yang akan dibuka dalam waktu dekat.