Melihat Pertuntungan Budidaya Burung Kenari

0
387
Budidaya kenari (dok jalaksuren.net)

 

Burung Kenari pada saat ini seolah sudah menjadi primadona bagi penggemar satwa, karena burung Kenari atau yang dalam bahasa ilmiahnya biasa disebut serinus canaria ini adalah salah satu jenis burung yang termasuk dalam kelompok burung hias. Ukuran tubuh yang kecil nan mungil namun memiliki bulu yang cantik dan suara yang nyaring membuat burung ini kini sangat digemari oleh penggemar burung di tanah air.

Meski burung Kenari pada saat ini sangat digemari, namun pelaku usaha pembudidayaannya tergolong masih sangat jarang. Karena itu, prospek budi daya burung Kenari ini sangat menjanjikan. Yang terpenting dalam menjalankan usaha ini kita harus menguasai betul bagaimana cara perawatannya, sehingga apabila ada pembeli yang ingin berkonsultasi maka kita maka bisa menjelaskannya. Selain itu kita juga dapat menghasilkan burung yang berkualitas.

Meski burung Kenari memiliki harga jual yang tergolong mahal, namun dalam menjalankan usaha pembudidayaan burung Kenari ini sebetulnya tidak harus mengeluarkan modal yang besar, karena dalam menjalankan usaha budidaya Kenari bisa dimulai dengan satu pejantan dan 3 betina. Modal yang dikeluarkan sekitar Rp 1,6 juta sampai Rp 2 juta mengingat harga indukan masih di kisaran Rp 400-500 ribu untuk indukan Kenari lokal dan Rp 600-700 ribu untuk indukan impor.

Burung Kenari

Burung Kenari dikenal sebagai burung berkicau dan mempunyai pasar yang stabil, sehingga tingginya permintaan Kenari biasanya tidak tergantung musim atau tidak naik turun. Dengan kestabilan permintaan pasar, harga Kenari pun relatif stabil, dan kestabilan harga tersebut sangat menguntungkan penghobi terutama pembudidaya.

Ada dua jenis burung Kenari yaitu impor dan lokal. Untuk jenis Kenari lokal biasanya memiliki harga yang lebih rendah dibandingkan dengan jenis Kenari impor berkisar Rp 300-400 ribu untuk Kenari usia 1-2 bualan dan Rp 400 ribu hingga jutaan untuk usia di atas 2 bulan. Sedangkan harga Kenari impor Rp 500-600 ribu untuk usia di bawah satu bulan dan Rp 700 ribu atau lebih untuk usia di atas 2 bulan.

Proses Pembudidayaan

Pada proses pembudidayaan ini sebenarnya tidaklah sulit, yang terpenting kita mempunyai kejelian dan teliti. Adapun untuk tahapan-tahapan dalam proses pembudidayaan Kenari pertama adalah proses pembedaan antara burung  jantan dan betina, apabila dilihat dari anakkan biasanya burung jantan berumur di atas 1 bulan sudah dipisah dari indukan dan lebih sering berbunyi (ngerol), sedangkan pada burung betina biasanya tidak berbunyi.

Bila dilihat dari bentuk tubuh pejantan biasanya terlihat lebih ramping memanjang sedangkan burung betina cenderung bulat, ada juga sebagian orang yang percaya bisa membedakan jenis burung dari bentuk telur. Burung jantan biasnya berbentuk lonjong atau oval sedangkan betina berbentuk cenderung bulat.

Setelah proses pembedaan antara jantan dan betina diketahui, proses selanjutnya dilanjutkan pada proses menentukan batas usia minimal burung yang akan dijadikan indukan, karena untuk mengetahui minimal usia burung menjadi salah satu faktor yang penting dalam memulai budidaya Kenari. Pada umumnya indukan yang sudah siap di kawinkan berumur sekitar 8 bulan untuk jantan dan 6 bulan untuk betina. Bila usia Kenari terlalu muda untuk dikawinkan maka dapat mempengaruhi kualitas anakkan yang dihasilkan.

Setelah mengetahui usia burung yang sudah dapat dijadikan indukan, proses selanjutnya adalah dilanjutkan pada proses penjodohan. Pada proses penjodohan ini ada berbagai macam cara untuk menjodohkan indukan, ada yang menggunakan sangkar khusus yang di tengahnya diberi sekat pembatas agar burung bisa saling mengenal selama beberapa hari sehingga pada saat disatukan indukan jantan dan betina sudah terbiasa sehingga tidak berkelahi. Namun ada juga yang langsung disatukan, itu pun apabila keduanya sudah siap untuk dikawinkan.

Apabila pada masa penjodohan, indukan sudah terlihat kawin maka kita bisa langsung menyiapkan tempat untuk mengeram berbentuk serabut, dan untuk tempat penggeraman ini bisa dibeli di pasaran. Setelah terlihat mengeram, biasanya tidak lama kemudian indukan betina akan bertelur. Untuk telur yang dihasilkan biasanya antara 4-6 butir.

Pada proses penggeraman ini sebaiknya sangkar burung ditempelkan pada dinding, hal ini bertujuan agar sangkar tidak mudah goyang. Selain itu sebaiknya sangkar juga ditempatkan pada tempat yang teduh dan jauh dari keramaian agar saat Kenari mengerami telurnya tidak merasa terganggu dan tempatkan sangkar di daerah yang aman dari gangguan semut atau pun serangga lainnya.

Pada proses pengeraman ini biasanya membutuhkan waktu antara 12-14 hari tergantung cuaca atau suhu. Pada proses ini biasanya memakai tambahan lampu 5 watt di dalam sangkar atau box tujuannya agar suhu di dalam sangkar atau box lebih hangat. Setelah 12-14 hari mengeram telur akan menetas satu persatu.

Biasanya berselang sehari semua telur akan menetas, pada proses ini pejantan bisa di pisahkan atau di satukan tergantung karakter sipejantan itu sendiri apakah mengganggu atau tidak. Pada masa pemberian pakan, anakan burung Kenari sebaiknya kita siapkan extra fooding tambahan agar anakan bisa tumbuh dengan cepat dan baik. Dan proses pembudidayaan pun berjalan dengan baik.

Pemasaran

Untuk memasarkan usaha pembudidayaan Kenari ini, kita bisa melakukannya dengan cara bergabung pada komunitas pencinta burung yaitu dengan cara mengikuti kontes-kontes yang sering diadakan. Dengan begitu kita bisa menawarkan langsung pada mereka yang memang menyukai burung.

Selain itu, kita juga dapat melakukan pemasaran dengan memanfaatkan media internet. Dengan begitu usaha kita dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat. Apabila kita memiliki budget yang lebih, kita juga bisa dapat melakukan pemasaran dengan memasang iklan di beberapa media, baik itu media cetak maupun media lainnya.

Kendala

Dalam menjalankan usaha budidaya Kenari ini kendala yang sering dirasakan adalah dalam hal perawatan, karena apabila burung Kenari tidak dirawat dengan baik, maka bukan tidak mungkin Kenari-Kenari hasil budidaya kita pun akan mengalami kematian.

Untuk itu sebaiknya kita harus lebih teliti lagi dalam memperhatikan Kenari-Kenari yang kita budidayakan agar selalu terhindar dari penyakit dan untuk membedakan Kenari yang terkena penyakit dan tidaknya biasanya Kenari yang terkena penyakit lebih murung dan itu harus cepat diberikan perawatan dan dipisahkan dari yang lainnya

 

Oleh : Dr. Ir. Elang Ilik Marta Wijaya,

Budidaya Kenari

  1. Taman Kencana No.3 Bogor, Jawa Barat

Email: [email protected]

Twitter: @elangilikM

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.