Tangani 6–8 Event, EO Anak dan Keluarga Raup Omset Rp 150 Juta

0
188
EO anak (dok syber art studio)

 

Ketika  mengawali usahanya pada tahun 2002, Alfi tidak mengeluarkan modal sepeser pun. Modal yang ia miliki  hanya berupa proposal pengajuan untuk mengadakan event  di mal ITC Kuningan Jakarta Selatan. Kebetulan saat itu mal ITC Kuningan masih sepi karena belum lama dibuka.

Untuk menarik pengunjung datang, pihak mal ingin mengadakan event anak-anak dan keluarga. Setelah mengetahui informasi dari pihak mal Alfi langsung mengajukan proposal pengadaan event sebagai EO. Tak disangka, pihak mal pun menyetujui dan langsung memberikan modal pengadaan acara.

Dari sanalah Alfi mulai mengembangkan usaha ini karena keuntungan yang didapat terus diputar untuk mencari klien lain dan lagi-lagi ia pun selalu mendapat modal dari klien yang menggunakan jasanya. Bahkan klien yang pernah melakukan kerja sama dengan Alfi tidak hanya sekali dua kali, tetapi sampai beberapa kali sehingga menjadi langganan tetap.

Dalam menjalankan usaha event organizer dengan nama Cyber Art Studio untuk mengadakan acara anak dan keluarga ini, Alfi tidak membutuhkan tenaga kerja tetap dalam jumlah banyak, sehingga bisa menekan biaya operasional berupa gaji karyawan. Bahkan sejak awal usaha ia hanya memiliki tiga orang karyawan tetap. Selebihnya ia menarik karyawan freelance yang digaji lebih kecil dibandingkan karyawan tetap.

Menurut Alfi usaha di bidang event organizer untuk anak-anak cukup bagus prospeknya. Selama industri/perusahaan terus berkembang, maka usaha ini menurut Alfi akan terus maju, mengingat perusahaan pasti sering mengadakan event termasuk untuk anak-anak dan keluarga, mulai dari event pelatihan kreativitas, ulang tahun, lomba, acara launching dan promosi. Dari segi persaingan, menurut Alfi usaha seperti ini belum terlalu ketat. Meskipun usaha event organizer sudah cukup banyak, namun masih sedikit event organizer yang menawarkan kegiatan kreatif untuk keluarga dan anak-anak seperti miliknya.

Aneka Layanan

Tidak seperti EO lainnya yang hanya fokus pada satu bidang saja, seperti misalnya EO untuk wedding atau pertunjukan musik, Cyber Art Studio justru menawarkan berbagai layanan jasa dalam penyelenggaraan sebuah event, yakni bidang Art Workshop (terdiri atas melukis di berbagai media, keramik, batik dan craft), Entertainment (terdiri atas Story Telling, Acrobatic, Magic Baloon, MC, Face Painting/Tatto Temporary dan layanan lukis karikatur), Contest Organizer (terdiri atas lomba mewarnai, gambar, tari tradisional, modern dance, lomba menyanyi dan lainnya), penjualan Mainan dan Alat Musik Tradisional (seperti congklak, gasing, yoyo, jimbe, bekel dan lainnya), Party Organizer (seperti pesta ulang tahun dan family gathering) dan Toys & Games Rental (seperti bounching, kolam bola, dart game, fishing game, mini golf, dan lainnya).

Tarif termurah berupa event melukis di atas kaos seharga Rp 60 ribu/kaos, sedangkan termahal berupa melukis sepatu Rp 130 ribu/pasang. Total tarif untuk satu event tergantung jumlah peserta dikalikan dengan tarif per produk yang ditawarkan. Kegiatan yang paling banyak diminta klien adalah melukis kreatif, seperti di atas kaos, payung, kaleng, celengan, kap lampu, kelom dan keramik. Menurut wanita yang hobi berenang ini, tarif yang ditawarkannya menyasar kelas menengah atas.

Sebagai EO, Cyber Art Studio cukup membuat konsep dan menyediakan peralatan. Jadi tidak harus memiliki semua yang dibutuhkan dalam acara. Alfi cukup mencari rekanan dalam pengadaan acara. Misalnya dalam penjualan mainan dan alat musik tradisional, Alfi hanya sebagai distributor dari produk mainan dan alat musik tradisional yang dibuat para pengrajin daerah, dan ia menyediakan produk itu ketika ada permintaan saja. Begitu juga dalam event Toys & Games Rental, ia hanya sebagai perantara antara klien dengan pemilik mainan. Nantinya melalui order yang didapat, ia mendapat komisi 20%.

Pemasaran

Dari awal usaha sampai tiga tahun lalu Alfi rajin menawarkan jasanya ke perusahaan, sekolah, industri makanan, bank dengan membuat proposal secara door to door. Hal itu dilakukan untuk membangun brand terlebih dahulu. Selain cara itu, Alfi juga membuat website sejak 5 tahun lalu dan mengikuti pameran untuk anak-anak, seperti Inacraft, Bobo Fair, Mom’s and Baby. Ia juga mengadakan event bagi media (misalnya media cetak), sehingga Cyber Art ikut serta dipromosikan. Kini Cyber Art Studio telah memiliki banyak klien, mulai dari perumahan, properti, mal, perusahaan makanan, obat, asuransi, bank dll.

Untuk pemesanan, klien cukup menelepon. Selanjutnya bisa mengadakan pertemuan atau cukup ditelepon kembali oleh Cyber Art. Misalnya klien ditanya ingin mengadakan kegiatan apa, jumlah target peserta, umur peserta. Jika melukis di atas kaos, misalnya tim Cyber akan menanyakan ukurannya, tema acaranya, apakah ingin ada pencantuman nama perusahaan itu atau tidak. Barulah setelah melakukan pembicaraan tersebut, Alfi mengajukan anggaran. Setelah deal, klien diberlakukan DP 50% sejak 2 minggu sebelum event.

“Tapi kalau klien perusahaan besar yang telah langganan biasanya tidak pakai DP, hanya saja term payment sampai 40 hari setelah acara,” ungkap Alfi. Ia sengaja tidak memberi batasan apapun kepada klien, karena pesanan apapun yang datang merupakan rejeki baginya.

Dalam sebulan setidaknya ada 6-8 event yang dikerjakan Cyber Art Studio, sehingga dari usaha ini Alfi bisa mendapat omset dengan kisaran Rp 60-150 juta per bulan dengan keuntungan sekitar 30-40%. Biasanya pada momen liburan anak, omsetnya selalu di atas Rp 100 juta/bulan karena orderan menjadi lebih ramai.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.