Kiat Mendapat Modal Pinjaman dari Bank

0
1104
Kredit usaha rakyat (dok etalasebisnis.com)

 

Menjalankan usaha pasti memiliki pasang surut, apapun usahanya. Bagi Anda yang tengah mencari solusi atas permasalahan keuangan perusahaan, salah satunya meminjam uang dari bank. Hanya ada satu cara agar perbankan bisa membantu permodalan yang Anda butuhkan, yaitu mengikuti semua prosedur dan persyaratan yang mereka minta. Pada dasarnya persyaratan dari bank terbagi menjadi 3 hal.

Pertama, berkaitan dengan identitas Anda dan usaha Anda. Identitas pribadi rasanya tidak ada masalah, sedangkan identitas perusahaan dalam arti akta pendirian CV maupun PT, serta berbagai kelengkapannya. Jika Anda belum memiliki badan usaha, saya sangat sarankan agar mulai dibuat dari sekarang. Apalagi dengan adanya proyek sebesar itu.

Kedua, berkaitan dengan kondisi keuangan usaha Anda. Hal ini dibuktikan dengan pembukuan atau laporan keuangan serta rekening koran Anda di bank. Persyaratan ini dimaksudkan untuk menilai bagaimana kondisi pengelolaan keuangan usaha Anda. Jika pembukuan ini belum ada, biasanya bank bisa membantu selama ada catatan pendukung. Memiliki tenaga pembukuan sendiri juga tidak ada salahnya untuk kerapian keuangan Anda.

Ketiga, berkaitan dengan pembiayaan yang Anda perlukan. Dalam hal ini modal untuk membiayai proyek pembangunan rumah, yang dibuktikan dengan Surat Perintah Kerja (SPK) dari developer. Tentu saja SPK ini harus ada, karena ini menjadi dasar Anda dalam mengerjakan proyek. Jika ini tidak ada, jangan mau mengerjakan proyeknya karena dokumen ini juga yang menjadi dasar penagihan Anda pada developer.

Walaupun tidak untuk proyek ini, ketiga data di atas harus selalu Anda siapkan untuk proyek-proyek berikutnya. Sedangkan untuk proyek ini bisa Anda cari alternatif dari investor perorangan. Bisa dari investor pasif yang hanya modal uang, toko bangunan untuk suplai barang baku, atau mandor tukang yang bisa jadi “outsource” tenaga kerja beserta gajinya. Atau Anda bisa bekerjasama dengan sesama kontraktor yang memiliki sumber daya untuk mengerjakan proyek ini namun tidak memiliki SPK-nya.

Selain itu, Anda juga bisa analisis kembali kebutuhan modal yang diperlukan agar bisa ditekan sekecil mungkin. Coba buat proyeksi arus kas dari proyek ini, kapan Anda harus keluar uang, dan kapan menerima pembayaran dari pemberi kerja. Dengan membuat proyeksi arus kas yang tepat, Anda bisa membuat rencana kerja yang lebih efisien dan juga menekan jumlah modal yang diperlukan.

 

Diasuh oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email   : [email protected]

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.