Sukses Usaha Jasa Pre-Wedding Bermodal Kamera

0
85
Bisnis pre wedding (dok bisnisfotografi21.blogspot.com)


 Bakat dan kecintaan seseorang pada hobinya merupakan dua anugrah Tuhan yang sangat disyukuri Ali Umar. Betapa tidak, dengan bakat dan kecintaannya di bidang fotografi ia mampu membangun dua usaha di bidang fotografi yang mendatangkan pundi-pundi rupaih yang cukup besar tiap bulannya.

Ali mengatakan tak pernah menyangka dirinya akan menekuni usaha yang jadi hobinya sejak lama. “Sudah lama saya suka foto. Saya suka akan keindahan karunia Ilahi,” jelasnya.

Bersama teman-temannya sesama penyuka foto, Andi bergabung dengan komunitas-komunitas fotografi. Dari sana ia banyak bertemu fotografer yang jauh lebih senior. Seringnya berkumpul dan berbagi informasi, Ali tergerak mendirikan komunitas fotografi di daerah Depok, Jawa Barat yang ia beri nama depokkamera.com

Seringnya bertemu dengan sesama menggemar foto, Ali sering diajak teman-temannya untuk membantu usaha foto wedding dan pre-wedding. Dari sana ia melihat jika dari hobinya itu bisa menghasilkan rupiah yang cukup besar jika diseriusi. “Jadi waktu itu ada teman yang sudah punya usaha jasa wedding ngajak saya ikut setiap ada job foto wedding. Ya saya ikut aja,”ungkapnya.

Modal Kamera

Dari situ Ali mengakui ketagihan. Maklum, selain mengasyikkan bisa memfoto pengentin yang sedang berbahagia, ia pun bisa mendapat uang yang cukup besar. Beberapa kali mengikuti job wedding dan pre-wedding, Ali yang telah memiliki kamera sendiri memutuskan untuk membuka usaha wedding dan pre-wedding di tahun 2010 yang diberi nama alienco.com. “Modal saat itu cuma kamera yang sudah saya miliknya seharga Rp 5 juta,” jelasnya.

Dengan membuka usaha wedding dan pre-wedding, Ali merasakan nikmatnya menekuni usaha yang sangat ia cintai. Namun, dibalik kesenangannya menjalankan usaha tersebut, Ali harus mengorbankan waktu hari liburnya bersama keluarga demi menjalankan roda usahanya.

“Kebanyakan orang nikah di hari Sabtu dan Minggu. Padahal itu hari libu dan keluarga kumpul. Tapi karena sudah jadi pilihan ya saya korbankan waktu keluarga yang saya ganti di hari lainnya,” ungkapnya.

Dalam menjalankan usaha ini Ali juga melibatkan istri sehingga istrinya tahu ritma pekerjaan Ali yang lebih banyak bekerja di hari libur. “Kebetulan istri saya jadi pegawai saya, jadi dia tahu dan merasakan bagaimana kesibukan saya,” ungkapnya

Selain soal waktu, Ali mengatakan ada saja klien yang begitu banyak mengomentari hasil jepretannya, padahal sebelum sesi foto dimulai sudah didiskusikan konspe dan angle yang akan diambil.

“Ada saja klien yang pengen ini dan itu, atau nggak sreg dengan hasil foto padahal itu permintaan dia. Tapi ya kita ikuti saja,” jelasnya tertawa.

Pengembangan Usaha

Tak puas dengan satu usaha, Ali mengambangkan sayap bisnisnya dengan membuka penyewaan dan jual-beli peralatan kamera. Usaha keduanya ini diakui Ali berawal dari ketidak sengajaan yang menurutnya jalan Tuhan.

“Awalnya karena saya suka gobta-ganti alat seperti lampu, tele, dan lainnya ternyata suka susah cari tempat rentalnya. Atau saya mau beli lampu baru kadang susah cari yang jualnya, maka saya kepikiran untuk buka usaha penjualan dan rental peralatan kamera dengan nama yang sama dengan komunitas fotografi yang saya dirikan yakni depokkamera.com,” jelasnya.

Di depokkamera.com selain melayani penyewaan juga melayani jual beli peralatan kamera. Karena itu bagi yang ingin menjual peralatan kamera atau membelinya bisa menghubungi Ali yang juga pendiri komunitas pecinta fotografi di Kota Depok itu. Yang membuat ali tertarik di bisnis jual beli alat-alat kamera ini adalah harga jual barang yang dijual di depokkamera.com lebih tinggi dari harga beli yang ia peroleh dari teman-temannya di komunitas fotofgrafi Kota Depok.

“Dari situ saya ketagihan cari peralatan kamera teman-teman komunitas yang mau di jual untuk kemudian saya jual lagi,” ungkapnya sambil tertawa.

Rasa ketigahan itu diakui Ali kian berlanjut hingga akhirnya Ali memberanikan diri untuk mencari distributor peralatan kamera untuk di ajaknya kerja sama dalam hal penjualan asesoris dan peralatan kamera. Bak gayung bersambut, niat Ali pun direspon baik seorang distributor di Jakarta dan di Bogor yang hingga saat ini jadi suplier alat-alat kamera yang dijual di kameradepok.com.

Dari kerja sama itu Ali mengakui tak perlu lagi pusing-pusing mencari orang yang mau menjual peralatan dan asesoris kamera melainkan cukup menghubungi maka barang siap dikirim.

“Bahkan karena jumlah konsumen terus bertambah, saya pun tak sungkan menstok barang. Kalau dulu kalau ada pesanan baru saya order,” Tuturnya.

Selain jual beli alat-alat kamera, usaha penyewaan/rental alat-alat kamera yang telah dimilikinya dalam jumlah banyak pun tak pernah sepi pelanggan. Tak heran ia pun mendapatkan keuntungan besar dari penyewaan alat-alat kamera. Namun ada syarat yang harus dipenuhi konsumen yang akan meminjam alat-alat dari Ali. “Harus ninggalin kartu tanda pengenal dan membayar uang muka 50% dari biaya sewa,” jelasnya.

Keuntungan Berlipat

Dari kedua usaha Ali yakni wedding dan pre-wedding serta jual beli dan rental alat-alat kamera, Ali pun mendapatkan omset yang cukup besar. Tak kurang dari Rp 80 juta omset tiap bulan mampu dikantongi Ali dari kedua usahanya itu. Setelah dikurangi biaya operasional, perawatan alat dan gaji karywan maka keuntungan bersih yang bisa diperoleh sebesart 60%.

Ali mengatakan usaha wedding dan pre-wedding memang lebih besar mendatangkan profit. Namun prosesnya cukup panjang. “Perlua waktu sekitar 1 bulan mulai dari meeting, pre-wedding, wedding dan proses cetak setelah wedding. Kalau mau simpel sih yang jual alat. Kita cuma beli alat dan jual lagi, Cuma perlu modal. Kalau wedding cuma perlu waktu dan keahlian,” jelasnya.

Utamakan Kualitas.

Sama dengan usaha lainnya, Ali mengatakan untuk usaha di bidang fotografi ini juga sangat mengutamakan kualitas seperti hasil foto dan video dengan kaulitas terbaik dan sesuai dengan permintaan klien. Begitu juga dengan rental alat. Sudah tentu alat-alat yang akan disewakan selalu terjaga kaulitas sehingga tidak mengecewakan konsumen. “Karena ini usaha kualitas dan kuantitas ini harus sangat terjaga, kalau tidak habislah kita,” ungkapnya.

Dalam memasarkan usahanya, Ali sangat terbantu dengan adanya komunitas fotografi dan jejaring sosial. Ia juga selalu mempostiong hasil karya fotonya di website di depokkamera.com sehingga calon klien bisa melihat hasil karyanya.

Dipenghujung perbincangannya , Pria yang pernah bekerja di Bank ternama ini mengatakan lebih menikmati menjadi pengusaha daripada menjadi pekerja. “Penghasilannya lebih gede daripada kerja di Bank. Selain dapet duit, hobi kita pun tersalurkan,” jelasnya tersenyum

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.