Jadi Juragan Martabak Manis Bermula dari BBC

0
266
BBC (dok Bogasari baking center)

 

Ada tiga tipe orang penyuka martabak manis. Pertama, mereka yang sudah membuat martabak sendiri, karenanya mereka rajin mencari resep martabak jempolan dan berani bereksperimen di dapurnya. Kedua, mereka yang merasa cukup membeli saja martabak manis kesukaannya. Apalagi saat ini ada ribuan kedai dan gerai penjaja martabak manis yang menawarkan berbagai keunikan dan kekhasan rasanya sendiri-sendiri. Ketiga, mereka yang justru lebih suka berbisnis martabak manis dan meraup rupiah dari berjualan penganan lezat ini.

Pemandangan antrean pembeli di gerai-gerai penjaja martabak manis yang berada di berbagai mal atau ruko jelas menggoda siapapun yang berniat berwirausaha di bidang ini. Apalagi sejak beberapa tahun belakangan ini makin banyak ditawarkan franchise usaha martabak. Maklumlah, martabak manis bukanlah makanan musiman, rasanya sudah dikenal dan disukai hampir semua kalangan masyarakat. Tak usah pusing lagi menciptakan pangsa pasar. Buktinya kedai-kedai martabak sudah ada dan tersebar di kota-kota besar di Indonesia sejak puluhan hingga ratusan tahun yang lalu.

Konon, martabak manis atau juga dikenali dengan nama “Terang Bulan”, “Kue Bulan”, atau “Kue Bangka” adalah kue khas masyarakat keturunan Haka (Khek) Bangka. Nama aslinya Hok Lo Pan atau Fu Lao Pan, arti harafiahnya adalah Kue Orang Suku Hoklo. Entah bagaimana ceritanya dinamai seperti itu sebab sejatinya martabak manis awalnya adalah murni kreativitas warga imigran Hakka di Bangka. Rasanya gurih, manis, dan juicy, sangat cocok dengan lidah orang Indonesia. Apalagi kue ini sangat mudah dibuat.

Panasi loyang di atas kompor, masukkan adonan yang terbuat dari tepung terigu berprotein tinggi, gula, telur, garam, dan air. Diamkan sejenak hingga tampak matang,  olesi dengan mentega, taburi dengan coklat butir campur kacang tanah dan wijen, atau keju parut, lalu dilumuri susu kental manis. Lantas lipat dan potong-potong sesuai keinginan. Bahkan kini martabak manis banyak dijajakan dengan beragam rasa dan isian. Misalnya pisang, stroberi, blueberry, dan sebagainya. Konon, dulu aslinya Hok Lo Pan hanya berisi wijen.

Sebenarnya, seberapa menguntungkan bisnis martabak manis? Perlukah membeli hak franchise yang harganya puluhan atau ratusan juta rupiah agar bisa maju berbisnis martabak manis? Mengapa tidak langsung saja bertanya dan belajar ke para ahlinya di Bogasari Baking Center (BBC)? “Menjual martabak manis itu profit marginnya bisa di atas 50 persen. Modal usahanya pun jauh lebih murah daripada membuat sebuah bakeri atau usaha kuliner lainnya,” jelas Suhaely Ali, baker senior yang juga Operational Assistant Manager BBC Jakarta.

Lebih lanjut, menurut Suhaely Ali, bila berlatih di BBC, Anda bukan saja diajari rahasia membuat martabak yang lezat itu, tapi juga soal bagaimana mengembangkan bisnis martabak manis yang hendak Anda bangun. Mulai dari bagaimana terus mengembangkan inovasi resep untuk menggaet pelanggan, hitung-hitungan untung rugi dagang, hingga kiat-kiat manajemen usaha kuliner lainnya.

“Selepas kursus pun silakan menghubungi kami untuk berdiskusi soal masalah yang dihadapi saat berdagang dengan para instruktur yang ada di sini, atau kepada tak kurang dari 25 ribu alumni BBC yang tersebar di seluruh Indonesia,” tambahnya.

Tunggu apa lagi? Hubungi segera Bogasari Baking Center terdekat di kota Anda. Tempat pelatihan pengolahan makanan berbasis terigu yang telah berdiri sejak 1981 ini punya 22 cabang di 17 kota. “Biaya kursus yang dikenakan bagi peserta antara Rp 100 ribu hingga Rp 600 ribu tergantung durasi hari dan pilihan tema pelatihan dan lokasi BBC. Tiap hari kursus diadakan dari pukul 8.30 sampai 16.00,” jelas Uluan D. Manurung, SME Relations & BBC Development Manager.

“Kami segera tunggu kehadiran Anda di BBC terdekat, dan bergabung bersama keluarga besar ribuan alumni kami yang telah berhasil menjadi pengusaha-pengusaha kuliner terkemuka di Indonesia,” pungkas Uluan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.