Harga Tanah di Kalimantan Merangkak Naik, Investor Tetap Waspada

0
203
Ibukota pindah (dok VOA Indonesia)

 

Rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla memindahkan Ibu Kota dari Jakarta ke Kalimantan member efek pada meningkatnya harga tanah di Kalimantan. Seperti jargon di bisnis properti umumnya, harga naik setiap Senin. Hal itu pula yang saat ini terjadi di seputar Kalimantan utamanya kawasan segitiga emas Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng).

Harga naik setiap minggu juga diungkap makelar tanah di Kalteng. Jika sebelum Agustus harga tanah seluas 400 meter dijual Rp 30-35 juta, pada minggu pertama Agustus harga naik menjadi Rp 49 juta. Dengan demikian dalam waktu singkat harga tanah naik lebih dari 40%. Maklum lokasi itu konon akan menjadi lokasi ibukota baru.

Menyikapi harga tanah yang naik gila-gilaan ini di peringatkan Frans Martinus  Ketua DPD REI Kalteng. Menurutnya jangan cepat tergersa membeli tanah yang dikerek makelar sehingga calon pembeli membeli tanah lebih cepat. Bagi REI yang dominasi membangun rumah subsidi, terkereknya harga tanah membuat masalah sendiri, karena semakin tak terjangkau untuk membangun rumah rakyat itu.

Sekadar mengingatkan sebelum pemerintah jelas menentukan lokasi Ibu Kota akan dipindahkan, harus tetap waspada. Maklum, rencana pemindahan ibukota juga pernah terjadi beberapa waktu lalu. Bahkan pengembang properti besar pun banyak yang pusing pasca membeli tanah di Jonggol, Jawa Barat, namun  rencana pemindahan ibukota dari Jakarta ke Jonggol pun tak kunjung terealiasasi hingga ini.

Khusus di Kalteng, ada kawasan segitigas emas di sana yang memang cocok untuk mendukung Ibu Kota baru karena infrastruktur sudah memadai. Yaitu Kabupaten Gunung Mas, Katingan, dan Palangkaraya. Presiden Jokowi sendiri belum mengumumkan lokasi persis ibu kota baru, apakah di Kalteng, atau Kaltim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.