Kiat Mengatasi Pembayaran Macet

0
226
Bisnis bimbel (dok bisikanbisnis.com)

 

Manjalani usaha bimbingan belajar yang kerap berhadapan dengan pembayaran yang macet, Anda bisa tetap menjalankan sistem dan mekanisme yang dilakukan selama ini. Selain itu Anda bisa membuat mekanisme pembayaran yang bekerja sama dengan pihak perbankan.

Misalnya pembayaran dilakukan via bank dengan cara autodebet. Atau yang sederhana, kita menyediakan beberapa rekening bank sehingga memudahkan konsumen untuk membayar via rekening bank yang dimilikinya. Cara ini dimaksudkan karena terkadang ada konsumen yang malas transfer antarbank atau tidak mau kena biaya tambahan transfer.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan sistem manual, maksudnya dengan cara menggunakan kasir. Kasir ini lebih baik buka di waktu di mana ramai konsumen (peserta bimbingan belajar) atau biasanya sore. Kasir diharapkan tidak hanya buka mengikuti jam buka kantor atau hanya sampai jam 4 saja karena seringkali tempat kursus atau bimbel (bimbingan belajar) ramai di sore dan malam hari. Kasir juga akan lebih baik jika dilengkapi dengan EDC (alat baca kartu kredit/debet) sehingga bisa memudahkan konsumen untuk membayar non-tunai.

Hal kedua yang terkait adalah mengenai perilaku konsumen itu sendiri. Walaupun sistem sudah dibuat dengan baik, tapi jika perilaku konsumen tidak mendukung, masalah penagihan ini akan tetap ada. Perilaku konsumen yang malas, tidak disiplin, dan lupa akan pembayaran selalu ada di setiap usaha.

Dibuatnya sistem adalah untuk mengantisipasi perilaku negatif konsumen seperti itu. Konsumen yang malas kita mempermudah dengan penyediaan pilihan rekening, mesin EDC, dan lainnya. Konsumen yang lupa dan tidak disiplin perlu terus-menerus diingatkan dengan ditelepon setiap beberapa hari sebelum jatuh tempo pembayaran bimbel.

Perlu diingat bahwa perilaku konsumen akan lebih negatif jika pelayanan juga dipandang negatif. Konsumen yang tidak puas atau merasa kecewa cenderung lebih lambat lagi dalam menyelesaikan pembayaran. Akan tetapi yang menjadi dilema adalah konsumen yang puas belum tentu akan lebih baik dalam membayar.

Hal ini bisa ditangani dengan cara peraturan yang “menghukum” konsumen yang terlambat bayar. Selain cara itu, bisa juga dengan dibuatnya aturan yang memberikan reward bagi yang lancar dalam pembayaran atau membayar lebih cepat dari jatuh tempo pembayaran.

Reward tersebut dapat berupa pemberian discount atau cash back untuk pembayaran sebelum tanggal tertentu. Harga bayar bimbel dengan lunas tanpa cicilan lebih murah dari bayar cicil. Atau bisa juga diadakan undian dengan memberikan kupon undian hanya bagi konsumen yang sudah membayar uang bimbel.

 

Diasuh oleh: Ahmad Gozali

Konsultan Perencana Keuangan

Email   : [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.