Bermodal Rp 800 Ribu, Pemuda Ini Sukses Kembangkan Momo Milk

0
3547

 

Menjadi seorang pengusaha sukses merupakan idaman setiap orang. Betapa tidak, dengan penghasilan yang menggiurkan dan juga banyak waktu luang yang bisa digunakan untuk keluarga, kerabat maupun teman-teman merupakan suatu hal yang mengasyikan.

Sadar dengan hal tersebut, membuat rela meninggalkan cita-citanya menjadi seorang doktor untuk terjun menjadi seorang pengusaha. Pilihan pria yang akrab disapa Haidhar ini, tercetus ketika ia melihat orang tua dari salah seorang temannya yang seorang pengusaha sukses banyak memiliki waktu untuk keluarga. “Dibandingkan dengan orang tua Saya yang bekerja dari pagi hingga sore sehingga waktu untuk keluarga menjadi sedikit,” ujarnya.

Mencoba Berbagai Usaha

Demi untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pengusaha, Haidhar yang waktu itu masih duduk di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA) kelas 3 mulai mencoba terjun untuk membangun sebuah usaha kuliner Jepang  dengan konsep gerobak pada tahun 2007.

Namun karena tidak memiliki pengalaman, usaha yang dirintis dengan modal Rp 4 juta dari pinjaman ibundanya tersebut tidak bertahan lama. Diakui Haidhar, kegagalan tersebut terjadi karena selain dilakukan di tengah kesibukannya menghadapi Ujian juga sistem manajemen yang masih berantakan.

“Tapi Alhamdulillah Saya mendapatkan banyak pengalaman tentang membangun sebuah usaha,” jelasnya.

Setelah gagal di usaha perdana, Haidhar mencoba untuk membangun usaha kembali tepatnya pada pertengahan tahun 2008. Dan pada saat itu usaha yang diliriknya adalah usaha penjualan aksesori gadget BlackBerry. Namun alih-alih sukses di usaha ini, Haidhar kembali mengalami kegagalan dalam menjalankan usaha.

“Karena sibuk kuliah Saya mempercayakan pada karyawan, namun ternyata pengeluaran lebih besar dari pemasukan dan itu membuat usaha tersebut berhenti di tengah jalan,” ungkapnya.

Meski sudah mengalami dua kali kegagalan dalam menjalankan usaha, tidak membuat Haidhar jera dalam mewujudkan impiannya. Karena itu, Haidhar mencoba untuk kembali membangun sebuah usaha. Dan kali ini usaha makanan ringan creps menjadi pilihannya. Karena diawali dengan perencanaan yang matang membuat usaha creps yang dijalankan mulai memperlihatkan hasil yang lumayan.

Namun keberuntungan ternyata belum berpihak pada pemuda yang saat ini masih merampungkah kuliahnya di Institut Pertanian Bogor (IPB) ini. Usaha yang dijalankan pada tahun 2008 ini masih terkendala pada tempat yang masih harus berpindah.

“Awalnya buka di depan SMA 1, Bogor. Tapi karena gak boleh berjualan disitu maka kita pindah daerah IPB, namun tetap saja mengalami kebangkrutan” tambahnya.

Sukses Di Usaha Cafe SUSU

Kegagalan dalam beberapa usaha sebelumnya tidak membuat Haidhar patah semangat bahkan, hal tersebut malah membuat pemuda kelahiran 12 Januari 1990 ini semakin penasaran dan tertantang untuk menjalankan usaha. Melihat masih jarangnya pelaku usaha susu di masyarakat dan bahan baku yang mudah di dapat membuat Haidhar memutuskan untuk menjalankan usaha susu aneka rasa dengan nama Momo Milk.

Dalam menjalankan usahanya kali ini, Haidhar mendapatkan keberuntungan seperti dalam hal tempat usaha. Untuk dapat berjualan di pusat perbelanjaan Yogya Bogor Junction ternyata Haidhar tidak perlu mengeluarkan biaya sewa tempat. Karena memang pihak pengelola memberikan syarat bagi hasil 20% dari omset per bulan sebagai biaya sewanya. “Tanpa berfikir panjang Saya langsung mengajukan proposal dan akhirnya di terima oleh pihak pengelola,” ungkap Haidhar.

Diakui Haidhar, pada awal menjalankan usaha cafe susunya ia hanya mengeluarkan modal Rp 800 ribu yang digunakan untuk membeli bahan baku susu, gelas dan juga sendok. Sedangkan untuk peralatan lainnya di siapkan oleh pihak pengelola tempat usaha. Tanpa di duga usaha susu yang dijalankan Haidhar di terima oleh pasar dan terus mengalami perkembangan.

Produk

Susu yang ditawarkan Momo Milk berbeda dari susu kebanyakan, karena memang susu murni yang digunakan diolah pada suhu rendah dan dengan waktu yang lama sehingga dapat membunuh semua bakteri namun tidak menghilangkan kandungan nutrisi yang dikandung di dalam susu.

Selain itu, yang membuat Momo Milk banyak diminati konsumen yang kebanyakan anak muda adalah pada varian rasa yang ditawarkan seperti rasa melon, anggur, cokelat, vanilla dan lain sebagainya serta disajikan dengan menggunakan tempat-tempat yang unik seperti botol, gelas besar, toples beling kecil dan yang lainnya.

Adapun untuk harga yang ditawarkan Haidhar mengaku range harga produk susu di Momo Milk berkisar Rp 14 ribu hingga Rp 18 ribu, Seperti misalnya Rp 14 ribu untuk chocolate milkshake, Rp 14 ribu untuk stowberry, Rp 16 ribu untuk momo green tea milkshake, Rp 18 ribu untuk momo matcha milkshake, dan berbagai jenis rasa susu lainnya. Selain menawarkan berbagai macam minuman serba susu, Momo Milk juga  menawarkan berbagai makanan seperti classic cordon bleu white rice Rp 23 ribu, mie ayam jamur bakso Rp 15 ribu dan berbagai makanan lainnya.

Kemajuan yang dicapai Momo Milk dalam 3 tahun bisa dibilang sangat menakjubkan dengan memiliki 3 cabang yang terletak di beberapa daerah seperi kampus IPB, Yogya Bogor Junction, Taman Kencana Bogor, Pajajaran dan Taman Yasmin. Dari ketiga lokasi tersebut dalam satu hari Momo Milk bisa menghabiskan 150 liter hingga 200 liter susu segar, dan omset yang di dapat dalam satu bulan bisa mencapai Rp 250 juta. “Yang tadinya di bantu oleh 1 orang karyawan, sekarang Saya sudah memiliki 40 karyawan,” jelasnya.

Kesuksesan yang diraih Haidhar saat ini ternyata belum membuat pemuda penyuka kuliner ini puas dan ia terus melakukan berbagai terobosan untuk membesarkan usahanya.  Haidhar pun memiliki rencana untuk membuka sebuah resto yang menyajikan berbagai menu khas nusantara.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.