Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 905

SHARP Luncurkan SHARP Mobile Service Station Model Baru

0

Berempat.com – Dalam rangka melengkapi pelayanan purnajual, SHARP Indonesia baru saja memperbaharui model SHARP Mobile Service Station (SMSS). SMSS dihadirkan dengan tampilan yang lebih bergaya ditambah interior yang ditata dengan jajaran produk SHARP guna menarik konsumen.

Sebelumnya, SHARP Indonesia sendiri sudah meluncurkan SMSS, namun kali ini SHARP melakukan beberapa perubahan. DI antaranya ialah menambah dua jenis kendaraan yang digunakan, yakni truk dan elf. Jika sebelumnya mobil SMSS dibalut dalam warna biru, namun kini mobil SMSS didominasi oleh warna merah agar senada dengan citra SHARP Indonesia selama ini.

Untuk jenis truk sendiri dirancang dengan dimensi lebih besar yang memberikan nuansa megah. Hebatnya, mobil SMSS dilengkapi pula dengan two-sid wing yang punya sistem hidrolik sehingga sisi kanan dan kirinya bisa dibuka. Dengan demikian, mobil SMSS akan mudah beroperasi dan menjangkau wilayah dengan medan apa pun.

Customer Satisfaction General Manager Ronald R. Huwae mengungkapkan, SHARP menargetkan SMSS dapat mengunjungi 18 kota pada kuarter 4 ini. Selain itu, Ronald pun mengungkapkan bahwa ada promo khusus yang akan dihadirkan pada SMSS.

“Kami juga sudah menyiapkan promosi khusus seperti servis gratis bahkan diskon spare part hingga 50%. Proses perbaikan produk pun tak kalah dengan armada layanan purna jual lainnya, kami bisa pastikan agar produk selesai tepat waktu,” imbuh Ronald R. Huwae.

Sebagai informasi, sampai dengan Oktober 2018 sebanyak 390 kota telah dijangkau oleh layanan mobil SMSS. SHARP Indonesia juga masih memegang posisi terkuat selaku perusahaan elektronik dengan titik layanan purnajual terbanyak, yakni mencapai lebih dari 515 titik layanan.

Dukung Program Wonderful Indonesia, Grab Luncurkan Kampanye Ini

0

Berempat.com – Sebagai bentuk dukungan terhadap program Wonderful Indonesia, Grab Indonesia meluncurkan kampanye bertajuk #JelajahIndonesiaLebihDekat. Dalam kampanye ini, Grab pun menggandeng Kementerian Pariwisata. Pasalnya, kampanye ini merupakan bagian dari strategi smart tourism yang mendorong Grab untuk menghadirkan pengalaman digital bagi para wisatawan.

Menteri Pariwisata Arief Yahya pun mengungkapkan harapannya dalam kerja sama ini agar dapat mewujudkan target pemerintah untuk mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara pada tahun 2019 mendatang. Sementara dari pihak Grab Indonesia, kerja sama strategis ini merupakan wujud dari master plan 2020 yaitu ‘Grab 4 Indonesia’ (Grab For Indonesia).

Sebagai informasi, Indonesia sendiri baru masuk dalam daftar 16 terbaik dunia dalam kategori branding pariwisata terbaik. Sedangkan untuk program Wonderful Indonesia masuk dalam daftar 47 terbaik branding di dunia. Hal itulah yang melandasi Grab untuk ikut berperan dalam mempromosikan pariwisata Indonesia yang nyaman dan aman kepada turis mancanegara.

Selain itu, bersamaan dengan peluncuran kampanye #jelajahIndonesialebihdekat pada Jumat, (26/10) di Tangerang, Grab pun meluncurkan layanan sewa GrabCar dengan pengemudi bersertifikasi sebagai tour guide di berbagai fasilitas atraksi wisata.

Dengan inisiatif “Smart Tourism” Grab menawarkan sebuah nilai tambah bagi turis seperti berwisata di berbagai kota dengan aman dan nyaman, mendapatkan rekomendasi lokal, serta menikmati keuntungan tambahan di berbagai atraksi wisata. Layanan Sewa GrabCar pun telah dilengkapi fitur GrabChat untuk mengurangi kendala berbahasa saat mengantar turis mancanegara.

Baru 9% UMKM Indonesia yang Melek Teknologi

0

Berempat.com – Profil ekonomi Indonesia tampaknya didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Menurut data Kementerian Koordinasi Bidang Ekonomi, UMKM memegang porsi 93,4% ekonomi di Indonesia, sedangkan usaha kelas menengah 5,1% dan korporasi hanya 1%. Sebab itu, tak heran jika UMKM dianggap punya andil besar dalam kemajuan ekonomi Indonesia.

Namun, rupanya dari presentase tersebut, masih sangat kecil pelaku UMKM yang melek teknologi. Padahal, saat ini Indonesia sudah memasuki Revolusi Industri 4.0 yang menempatkan teknologi sebagai pemeran utama dalam bisnis.

Founder & Consultant Cultivate Brand Anke Dwi Saputra mengatakan, pemanfaatan teknologi digital dalam strategi pemasaran perlu dilakukan oleh pelaku UMKM untuk meningkatkan daya saing. Namun, data dari PWC Indonesia menunjukkan bahwa hanya 9% pengelola UMKM yang memahami teknologi.

“Dengan pertumbuhan penjualan online sebesar 40% per tahun, tentu promosi secara online dinilai sangat penting. Sayangnya, baru 9% UMKM yang melek teknologi,” ujar Anke saat berbicara di Indonesia CSR Exhibition (ICE) 2018 di Kinanti Building, Jakarta, Jumat (26/10).

Menurut Anke, saat ini calon pengusaha perlu membekali diri dengan pengetahuan teknologi dan digital agar bisnisnya dapat terus berjalan dan berkembang. Jika tidak ada pengembangan, tentu bisnis akan berjalan statis dan tak mengalami kemajuan. Maka dari itu, kreativitas juga dibutuhkan dalam proses peningkatan UMKM.

Menurut Anke, kreativitas menjadi modal bisnis di era digital. Sebab dengan kreativitas, kita bisa mengembangkan usaha menjadi besar. Namun, Anke mewanti-wanti bahwa kreativitas juga harus diiringi dengan technology savvy, yakni membawa penjualan ke platform digital dengan strategi marketing yang telah dirancang sebelumnya.

Selain inovasi dari segi pemasaran, Anke juga menekankan pentingnya inovasi pada produk atau jasa yang ditawarkan. Apalagi, bila produk yang ditawarkan menyasar generasi millennial. Pasalnya, menurut Anke, generasi tersebut cenderung mudah penasaran sekaligus bosan.

Namun, di samping itu produk juga harus memiliki kualitas baik dengan harga yang tetap terjangkau. Bahkan, jika memungkinkan buatlah produk yang dapat menjadi bagian dari ekspresi atau emosi komunitas tertentu.

“Contohnya, batik Trusmi dan produk-produk kaus Yogya, mereka mewakili kebudayaan dan kota sehingga menjadi ciri khas di sana,” terang Anke.

CEO Ammana Fintek Syariah Terpilih sebagai Ketua Eksekutif AFPI

0

Berempat.com – Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang financial technology syariah, Ammana Fintek Syariah hadir dalam kegiatan Fintech Days 2018 di Bali 25-27 Oktober 2018 yang diinisiasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hadirnya Ammana Fintek Syariah ini menjadi komitmen Ammana dalam mendukung industri halal di Indonesia.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, CEO dan Co-Founder Ammana Fintek Syariah Lutfi Adhiansyah diberi kepercayaan penuh oleh OJK melalui pelantikan resminya sebagai Ketua Eksekutif Syariah Asosiasi Fintek Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI).

AFPI sendiri dibentuk oleh OJK sebagai asosiasi yang akan menaungi perusahaan fintech yang terdaftar di OJK dan bergerak khusus pada bidang pendanaan/pembiayaan. AFPI dibentuk guna menjadi katalisator sekaligus penyeleksi perusahaan fintech baru yang belum terdaftar di OJK.

AFPI juga berguna sebagai inspirator sehingga para perusahaan fintech di Indonesia tidak hanya berpikir tentang bisnis tapi juga memiliki semangat untuk mendukung program literasi keuangan secara lebih optimal lagi.

Dalam kesempatan ini, Lutfi menyampaikan semangatnya bersama Ammana untuk memposisikan fintech syariah sebagai jembatan emas untuk kemajuan halal industri di Indonesia.

“Secara pribadi saya berterima kasih dan merasa terhormat atas kepercayaan yang diberikan oleh OJK kepada kami. Insya Allah dengan kolaborasi dan kerja sama yang baik dari para pelaku industri fintech syariah dapat berkontribusi nyata demi merealisasikan kemajuan halal industri di Indonesia,” ujar Lutfi dalam keterangan tertulis, Jumat (26/10).

Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan industri halal dan membawa Indonesia semakin siap bersaing di pasar global. Hal ini menjadi optimis karena kehadiran sumber daya generasi muda yang berkualitas dengan semakin kreatif dan inovatif mengeluarkan ide-ide untuk memaksimalkan peluang yang ada. Salah satunya terbukti dari semakin banyak perusahaan startup di Indonesia.

OJK pun berharap generasi muda Indonesia mampu mengembangkan perpaduan yang baik antara teknologi dan keuangan melalui fintech.

Event Masih Jadi Penyumbang Tertinggi Pendapatan Dyandra

0

Berempat.com – PT Dyandra Media International Tbk. membukukan pendapatan usaha mencapai Rp 674,04 miliar terhitung pada Januari-September 2018. Pendapatan tersebut naik 12,33% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 599,46 miliar.

Naiknya pendapatan perseroan pada tahun ini dikarenakan keberhasilan dalam menyelenggarakan event-event besar seperti Garuda Indonesia Travel Fair (GATF), Synchronize Festival, dan YouTube FanFest.

Menurut Presiden Direktur Dyandra Media International Rina R. Maksum, kontribusi terbesar pada kinerja perseroan kali ini masih disumbang oleh bisnis Penyelenggaraan Event, disusul oleh lini Ruang Konvensi dan Pameran.

“Kami mengoptimalkan kinerja perusahaan untuk memenuhi permintaan pasar MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) di Indonesia yang potensinya cukup besar,” ungkap Rina dalam keterangan resminya, Kamis (25/10).

Adapun, Dyandra membawahi empat anak perusahaan yang memiliki fokus pada empat bidang usaha, yakni PT Dyandra Promosindo sebagai pengelola bisnis Penyelenggaraan Event, PT Dyamall Graha Utama sebagai usaha Pendukung Event, PT Nusa Dua Indonesia sebagai penyedia bisnis Ruang Konvensi dan Pameran, dan PT Graha Multi Utama yang mengelola bisnis Hotel.

Menurut Dyandra, berdasarkan data Statisita volume pasar MICE di Indonesia akan tembus US$24,47 miliar pada 2023. Dan di tahun ini, Statista memprediksi potensi pendapatan di segmen event bertiket bisa mencapai US$12,79 miliar.

Secara global, potensi pasar MICE tahun 2018 paling besar masih dipimpin Amerika Serikat yang menyentuh angka US$28,08 miliar. Sementara itu, berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA) 2017, potensi pasar Indonesia berada di urutan 40 dunia dengan 89 meeting dengan compound annual growth rate (CAGR) di angka 13,8%.

Face to Face dan Pick Me Up Service, Layanan Infinix yang Manjakan Konsumen

0

Berempat.com – Infinix Mobility sepertinya menyadari betul bahwa tuas memuaskan konsumen tak hanya sampai pada menjual produk smartphone yang dibutuhkan, tapi juga dalam hal maintenance konsumen. Salah satunya adalah dengan memuluskan pelayanan servis perangkat smartphone.

Saat ini, Infinix Mobility sudah menghadirkan dua layanan purnajual yang bisa dimanfaatkan konsumen, yakni Face to Face di 3 kota (Jakarta, Bandung dan Surabaya) dan Pick Me Up Service.

Dengan layanan Face to Face memungkinkan konsumen dapat menunggu smartphone yang diservis karena cepatnya proses servis. Sementara untuk Pick Me Up Service, Infinix menyediakan jasa penjemputan unit smartphone yang bermasalah secara gratis, sehingga para pengguna tidak perlu jauh-jauh mendatangi service center.

Untuk bisa menggunakan layanan ini, konsumen cukup mengirimkan email berisi data-data, termasuk permasalahan pada produk ke alamat e-mail resmi Infinix Indonesia (service.id@infinixmobility.com), maka produk yang bermasalah siap diperbaiki oleh tenaga ahli hanya dalam kurun waktu 72 jam.

“Produk yang sudah menggunakan Pick Me Up Service tentu langsung kita proses di Infinix House Jakarta oleh tenaga ahli sesuai keluhan yang disampaikan pengguna melalui emailnya.” tutur After Sales Manager Infinix Indonesia Ahmad Faisal dalam keterangan resminya, Jumat (26/10).

Infinix, imbuh Ahmad, mendapat respon baik dari para pengguna yang telah mencoba layanan Pick Me Up Service. Para pengguna diklaim puas dengan pelayanan spesial yang Infinix berikan.

Pick Me Up Service ini sebenarnya telah diluncurkan sejak Oktober 2016 lalu. Namun, sebelumnya Pick Me Up Service hanya bisa digunakan oleh konsumen yang rumahnya minimal berjarak 120 KM dari service center. Tapi, kini layanan jasa ini dapat digunakan oleh pengguna produk Infinix yang memiliki jarak tempuh minimal 60 KM menuju ke service center dari tempat tinggal pengguna.

Pick Me Up ini merupakan bagian dari komitmen Infinix kepada konsumen. Dan kami berharap layanan ini konsumen mendapat kemudahan untuk menghubungi tenaga ahli kami langsung untuk memperbaiki smartphone mereka secara resmi,” tambah SEA Regional Head Infinix Mobility Marcia Sun.

Selain pelayanan terbaik untuk konsumen, Infinix juga mempersiapkan kejutan menarik untuk menyambut dan merayakan Harbolnas 11.11 dan 12.12 nanti. Salah satunya, Infinix akan mengadakan kuis berhadiah 1 unit smartphone dan ratusan ribu voucher pulsa bersama Lazada Indonesia.

APINDO Sebut 3 Langkah Ini Bisa Tingkatkan Daya Saing Agribisnis Indonesia

0

Berempat.com – Saat ini masih berlangsung Forum Diskusi Bakohumas Kementerian Ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang, Cikole, Jawa Barat. Forum diskusi yang berlangsung selama 2 hari (25-26 Oktober) tersebut berfokus untuk membahas peningkatan daya saing produk agribisnis di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Antonius Joenoes Supit mengatakan, setidaknya ada tiga langkah besar yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia. Pertama, ujar Antonius, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.

“Hal ini mutlak dilakukan karena petani sangat rentan terkena dampak dari perdagangan bebas saat ini. Keterbukaan akses informasi, pengembangan inovasi dan IPTEK serta perluasan jaringan pemasaran untuk petani pun masih sangat diperlukan,” jelasnya di hadapan kurang lebih 100 undangan dari Kementerian/Lembaga.

Kedua adalah memperbaiki kerangka hukum dan kerangka kebijakan. Sinkronisasi kebijakan ini dilakukan agar kementerian/lembaga yang ada tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Selain itu, juga perlu menimbang kebijaksanaan dari negara lain. Hal ini dilakukan karena daya saing itu tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan resulitante dari kebijaksanaan di dalam negeri dan kebijaksanaan dari negara-negara lain,” imbuh Antonius.

Dan ketiga adalah perbaikan infrastruktur dan perbaikan rantai pasok (supply chain management). Sebab, menurutnya, hingga kini belum ada rantai pasok yang stabil dan bisa menjamin kepastian ketersediaan barang.

Di lain sisi, fokus dalam meningkatkan daya saing produk pertanian di Indonesia sangatlah penting. Pasalnya, menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) peluang usaha di bidang agribisnis cukup menjanjikan apabila digarap dengan serius. Tidak sedikit pula pengusaha sukses yang bergelut di bidang agribisnis kreatif.

“Dalam era liberalisasi perdagangan seperti sekarang, kunci utamanya adalah peningkatan daya saing produk. Begitupun di bisnis agribisnis,” ujar Sekertaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Kunjung Masehat.

Sebagai upaya menghasilkan produk-produk yang berdaya saing di pasar internasional, imbuh Kunjung, pemerintah memprioritaskan untuk mencetak tenaga kerja kompeten melalui pelatihan vokasi.

“Pelatihan vokasi bidang agribisnis di BLK Lembang ini merupakan salah satu contoh upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha mandiri,” kata Kunjung.

Sophos Bermitra dengan Tech Data untuk Berikan Perlindungan Siber di ASEAN

0

Berempat.com – Sebuah perusahaan pengembangan solusi keamanan jaringan dan endpoint, Sophos telah mengumumkan kemitraan dengan Tech Data untuk memberikan perlindungan siber terbaik kepada pelanggan di kawasan ASEAN.

Tech Data merupakan distributor produk teknologi terkemuka global. Dengan memanfaatkan jaringan serta pangsa pasar regional Tech Data, Sophos berharap kemitraan ini dapat memperluas penawaran mereka dalam hal keamanan siber di kawasan ASEAN. Apalagi bila mengingat ancaman keamanan siber sedang meningkat secara global.

Direktur Senior ASEAN dan Korea Sophos Sumit Bansal mengatakan, ancaman cybersecurity semakin canggih dan Asia merupakan sasaran empuk serangan siber. Sumit pun menyebut bahwa ia melihat Singapura–negara paling maju di bidang teknologi di ASEAN–pernah mengalami insiden pelanggaran data terbesar dua bulan yang lalu. Sumit pun yakin bahwa serangan seperti itu tidak akan mereda.

“Hal positifnya adalah kalangan bisnis dari berbagai skala menanggapi ancaman tersebut dengan serius dan terus berinvestasi pada keamanan mereka. Kemitraan kami dengan Tech Data akan mempermudah mitra bisnis dan pelanggan mereka di kawasan (ASEAN) untuk mengerahkan perlindungan Sophos,” terang Sumit dalam keterangan tertulisnya, Kamis (25/10).

Produk Sophos hanya tersedia melalui mitra Sophos yang terdaftar. Dengan kemitraan ini, Sophos akan dapat memenuhi kebutuhan mitra bisnis dan pelanggan mereka di kawasan ASEAN secara efisien.

“Tech Data percaya bahwa kekuatan solusi keamanan generasi masa depan terletak pada pendekatan proaktif terhadap ancaman keamanan, dan kami persenjatai mitra bisnis kami dengan teknologi dan pengetahuan yang mereka butuhkan untuk melindungi pelanggan mereka,” ucap Wakil Presiden, Specialist Business Unit Asia Pasifik Tech Data Naresh Desai.

Menjalin kemitraan dengan Sophos, sambung Naresh, akan membantu Tech Data untuk lebih memperkuat portofolio keamanan dan memenuhi kebutuhan cybersecurity bagi 5.000 lebih mitra bisnis di ASEAN.

Laba Bersih Bank Danamon di Kuartal 3-2018 Masih Stabil

0

Berempat.com – PT Bank Danamon Indonesia Tbk. (Bank Danamon) mengumumkan laporan keuangan di kuartal 3-2018. Laba bersih setelah pajak (NPAT) Danamon masih dianggap stabil sebab mengalami kenaikan tipis sebesar Rp 3,038 triliun, dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 3,034 triliun.

“Laba bersih setelah pajak Bank Danamon di sembilan bulan pertama tahun ini berada pada posisi stabil,” ujar Wakil Direktur Utama Bank Danamon Michellina Triwardhany dalam rilis yang diterima, Kamis (25/10).

Sementara untuk giro dan tabungan (CASA) naik 3% menjadi Rp 49,1 triliun. Selain itu, rasio CASA pun membaik menjadi 49,1% dari 47,5% dari periode yang sama tahun sebelumnya karena peningkatan rekening tabungan yang bersifat granular.

“Deposito tercatat turun 3% menjadi Rp50,9 triliun, di mana Bank Danamon melakukan pelepasan dana mahal. Struktur pendanaan yang lebih baik ini menghasilkan biaya dana (cost of fund) yang lebih rendah, serta membangun fondasi yang baik untuk pertumbuhan ke depannya,” jelas Michellina.

Dia menjelaskan bahwa rasio kecukupan modal Bank Danamon (Capital Adequacy Ratio/CAR) tetap menjadi salah satu yang terbaik di antara bank-bank di kelompoknya. CAR konsolidasian berada pada posisi 22,3%, sementara CAR bank only tercatat sebesar 23,1%.

Adapun pendapatan biaya atau fee income (tidak termasuk credit related fee) tercatat Rp 935 miliar atau tumbuh sebesar 13% secara setahunan. Pertumbuhan ini didukung oleh kontribusi net underwriting profit Adira Insurance yang tumbuh 25% menjadi Rp 447 miliar.

“Sementara fee income Bancassurance tumbuh 11% menjadi Rp 266 miliar,” tukasnya.

Besarkan Merek di Kancah Global, PT Dexa Medica Raih Primaniyarta Award 2018

0

Berempat.com – PT Dexa Medica diganjar Primaniyarta Award 2018 dari Kementerian Perdagangan untuk kategori Pembangunan Merek Global. Dexa Medica berhasil membesarkan merek BOSKA di kancah global.

Director Dexa International Business Gracianti Soetikno mengatakan, penghargaan bergengsi ini semakin menegaskan komitemen Dexa dalam mendukung program ekspor obat jadi ke mancanegara di empat benua.

Dexa sendiri sudah mulai melakukan ekspor sejak 1993. Gracianti pun menjelaskan bahwa BOSKA sudah melewati berbagai tahapan sebelum kemudian produknya dapat diterima dan berkibar di pasar Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika.

“Ke depan kami akan terus mengembangkan pasar ekspor ke negara lain,” kata Gracianti.

BOSKA saat ini diklaim telah menjadi salah satu market leader di Nigeria dengan penetrasi dan sebaran yang semakin luas. Gracianti pun mengungkapkan bahwa strategi marketing yang efektif menjadi kunci BOSKA dapat diterima di Nigeria.

“Kami selalu melakukan riset untuk mengenali local insights dan budaya, sehingga BOSKA mendapatkan pasar yang semakin besar,”tambahnya.

Selain melakukan ekspor obat-obatan kimia, Dexa Medica juga mengekspor obat-obat modern asli Indonesia yang merupakan hasil kegiatan riset dan pengembangan menggunaan bahan alam asli Indonesia.

“Pada saat ini HerbaKOF dan produk FitoFarmaka STIMUNO juga sudah diekspor ke berbagai negara di Asia seperti Singapura, Kamboja, Filipina dan Myanmar,” pungkasnya.

Penghargaan Primaniyarta Award 2018 tersebut diserahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo yang didampingi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita pada acara pembukaan Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Rabu (24/10).