APINDO Sebut 3 Langkah Ini Bisa Tingkatkan Daya Saing Agribisnis Indonesia

0
775
Ilustrasi agribisnis Indonesia. (Dok. Kemenaker)

Berempat.com – Saat ini masih berlangsung Forum Diskusi Bakohumas Kementerian Ketenagakerjaan di Balai Latihan Kerja (BLK) Lembang, Cikole, Jawa Barat. Forum diskusi yang berlangsung selama 2 hari (25-26 Oktober) tersebut berfokus untuk membahas peningkatan daya saing produk agribisnis di Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Bidang Peternakan dan Perikanan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Antonius Joenoes Supit mengatakan, setidaknya ada tiga langkah besar yang bisa dilakukan untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk pertanian Indonesia. Pertama, ujar Antonius, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan petani.

“Hal ini mutlak dilakukan karena petani sangat rentan terkena dampak dari perdagangan bebas saat ini. Keterbukaan akses informasi, pengembangan inovasi dan IPTEK serta perluasan jaringan pemasaran untuk petani pun masih sangat diperlukan,” jelasnya di hadapan kurang lebih 100 undangan dari Kementerian/Lembaga.

Kedua adalah memperbaiki kerangka hukum dan kerangka kebijakan. Sinkronisasi kebijakan ini dilakukan agar kementerian/lembaga yang ada tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Selain itu, juga perlu menimbang kebijaksanaan dari negara lain. Hal ini dilakukan karena daya saing itu tidak berdiri sendiri, melainkan merupakan resulitante dari kebijaksanaan di dalam negeri dan kebijaksanaan dari negara-negara lain,” imbuh Antonius.

Dan ketiga adalah perbaikan infrastruktur dan perbaikan rantai pasok (supply chain management). Sebab, menurutnya, hingga kini belum ada rantai pasok yang stabil dan bisa menjamin kepastian ketersediaan barang.

Di lain sisi, fokus dalam meningkatkan daya saing produk pertanian di Indonesia sangatlah penting. Pasalnya, menurut Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) peluang usaha di bidang agribisnis cukup menjanjikan apabila digarap dengan serius. Tidak sedikit pula pengusaha sukses yang bergelut di bidang agribisnis kreatif.

“Dalam era liberalisasi perdagangan seperti sekarang, kunci utamanya adalah peningkatan daya saing produk. Begitupun di bisnis agribisnis,” ujar Sekertaris Ditjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kemenaker Kunjung Masehat.

Sebagai upaya menghasilkan produk-produk yang berdaya saing di pasar internasional, imbuh Kunjung, pemerintah memprioritaskan untuk mencetak tenaga kerja kompeten melalui pelatihan vokasi.

“Pelatihan vokasi bidang agribisnis di BLK Lembang ini merupakan salah satu contoh upaya pemerintah dalam mendorong tumbuhnya wirausaha-wirausaha mandiri,” kata Kunjung.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.