Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 887

SAP Dinobatkan Sebagai 2019 Top Employer di Indonesia

0

Berempat.com – SAP Indonesia telah diakui sebagai 2019 Top Employer di Indonesia karena dianggap berhasil memberdayakan praktik pengembangan karyawan serta memiliki kondisi kerja luar biasa bagi karyawan.

Penelitian internasional tahunan yang dilakukan oleh Top Empoyer Institute mengakui pengusaha terkemuka di seluruh dunia yang memberikan kondisi karyawan yang luar biasa, memelihara dan mengembangkan bakat di seluruh tingkat organisasi, dan berusaha untuk terus memajukan praktik kerja terbaik di kelasnya.

Hal terpenting pada prosedur Top Employer adalah perusahaan yang berpartisipasi harus menyelesaikan proses penelitian ketat dan memenuhi standar tinggi yang diperlukan di berbagai benua dan negara. Top Employer Institute mengevaluasi karyawan SAP dalam beberapa kriteria, seperti strategi bakat, perencanaan tenaga kerja, on-boarding, pembelajaran dan pengembangan, manajemen kinerja, pengembangan kepemimpinan, karir dan manajemen suksesi, kompensasi dan manfaat, dan budaya perusahaan.

Standar tingkat kelulusan juga meningkat setiap tahun sehingga mengharuskan perusahaan untuk tetap serius saat mengambil proses sertifikasi setiap tahun sama seperti tahun sebelumnya. Dengan demikian, hanya perusahaan terkemuka di dunia yang mendapatkan sertifikasi sebagai Top Employer.

Penelitian independen yang komprehensif dari Top Employer Institute telah mengungkapkan bahwa SAP Indonesia menyediakan kondisi karyawan yang luar biasa, memelihara dan mengembangkan bakat di seluruh tingkatan organisasi, dan telah menunjukkan status kepemimpinannya di lingkungan SDM, selalu berusaha untuk mengoptimalkan praktik ketenagakerjaannya untuk mengembangkan karyawannya.

Managing Director SAP Indonesia Andreas Diantoro mengatakan, pihaknya sangat senang dikenali lagi untuk praktik SDM ‘people-first’ melalui sertifikasi ini.

“Menjadi salah satu dari sedikit perusahaan IT di Indonesia yang diakui sebagai Top Employer berarti bahwa orang-orang kami di SAP adalah inti dari kesuksesan dan penggerak utama dalam visi kami untuk membantu dunia berjalan lebih baik, dan dengan demikian meningkatkan kehidupan di Indonesia,” ujar Andreas.

Amartha Gandeng PrivyID Jangkau Masyarakat Unbanked

0

Berempat.com – Dalam rangka mengoptimalkan kerja pada petugas lapangan yang menjangkau masyarakat desa, Amartha berinovasi dengan mengusung tanda tangan digital. Penggunaan tanda tangan digital ini dimaksudkan untuk meminimalisir penggunaan kertas dan meningkatkan efisiensi. Dalam kegiatan tersebut, Amartha akan bekerja sama dengan perusahaan penyedia tanda tangan digital, PrivyID.

“Amartha menyambut baik penggunaan tanda tangan digital ini. Hal ini akan memudahkan kami dalam mengunakan tanda tangan digital terutama untuk masyarakat unbanked di daerah pelosok. Melalui kerja sama dengan PrivyID diharapkan dapat mempercepat proses dengan men-digitize semua dokumen,” ungkap Vice President Amartha, Aria Widyanto dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (6/12).

Aria menjelaskan, pada 12 Desember 2018, Amartha telah menyalurkan pembiayaan modal usaha kepada lebih dari 166.000 pelaku usaha mikro perempuan di Indonesia. Dengan semakin bertambahnya para pelaku usaha mikro perempuan yang bergabung di Amartha, para agen lapangan pun dituntut untuk bekerja cepat, akurat, dan efisien. Karena itu, kerja sama ini akan membantu para petugas lapangan Amartha dalam menjangkau lebih banyak lagi masyarakat unbanked di desa.

“Amartha punya agen lapangan di 108 lokasi di daerah pelosok dengan rata-rata dua puluh ribu kontrak baru per bulan. Menggunakan tanda tangan digital PrivyID akan membantu kami mengurangi paper works, datanya juga masuk secara real-time dan akhirnya menaikkan efisiensi dan transparansi,” ujar Aria.

Diharapkan, dengan begitu agen lapangan Amartha bisa fokus untuk mengedukasi warga dan dapat mencegah maladministrasi hingga penipuan.

Co-founder PrivyID, Guritno Adi Saputro mengatakan, penggunaan tanda tangan digital selama ini terbukti bisa memangkas waktu pemrosesan dokumen dan mengurangi penggunaan kertas pada perusahaan fintech. Namun, ini merupakan tantangan yang baru bagi PrivyID. Pasalnya, mereka akan menjangkau masyarakat unbanked.

“Tantangannya yaitu penetrasi internet yang belum merata di daerah pelosok, tapi PrivyID menyambut semua tantangan demi menjangkau masyarakat unbanked,” ujar Guritno.

Selain itu, imbuh Guritno, kerja sama dengan Amartha ini diharapkan dapat menjadi contoh agar para startup tidak hanya memikirkan orang-orang di kota besar saja.

Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penggunaan tanda tangan digital dalam pengesahan perjanjian antara penyelenggara, pemberi, dan penerima pinjaman. OJK mewajibkan perusahaan fintech menggunakan tanda tangan digital lewat Pasal 41 Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.

“Saat ini, OJK mendukung fintech dalam menggunakan tanda tangan digital untuk membangun ekosistem fintech yang sehat makanya kita engage dengan PrivyID,” tandas Aria.

Wow! Infinix Beri Diskon 90% untuk Produk Unggulan di Harbonas 12.12

0

Berempat.com – Menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 12.12, Infinix akan menggelar program Slash It dengan menggandeng Lazada Indonesia. Program tersebut merupakan pemberian diskon kepada produk-produk unggulan Infinix sampai 90%. Artinya, pelanggan bisa mendapatkan produk-produk smartphone Infinix dengan hanya dengan Rp 100 ribu-an.

Mengusung tagline Infinix Year and Surprise, produk-produk Infinix yang akan mendapat diskon pada program tersebut yaitu Infinix HOT S3X, Infinix HOT 6 PRO, Infinix HOT S3, dan Infinix Note 4.

SEA Regional Head Infinix Mobility, Marcia Sun mengungkapkan, pihaknya optimis dapat menarik animo pasar berbekal kesuksesan Flash Sale yang telah pihaknya adakan beberapa waktu terakhir

“Kami optimis bahwa program Slash It mampu menyempurnakan kesuksesan penjualan sebelumnya. Melalui situasi yang demikian, kami percaya jajaran ponsel pintar unggulan Infinix layak untuk diperhitungkan,” ujar Marcia dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (7/12).

Pada campaign 11.11 November lalu, penjualan Infinix meningkat hingga 28% dari bulan sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa jajaran smartphone Infinix masih mendapat tempat tersendiri di kalangan masyarakat, khususnya bagi para X-Fans. Hal ini dibuktikan melalui ribuan unit ponsel pintar Infinix yang habis terjual dalam waktu singkat pada campaign 11.11 kemarin.

“Kami yakin bahwa program Slash It Harbolnas 12.12 pada periode Desember 2018 ini akan menunjukkan hasil penjualan smartphone kelas menengah yang semakin meningkat,” lanjut Marcia.

Infinix sendiri memiliki produk unggulan yang menjadi favorit konsumen di Lazada Indonesia, diantaranya Infinix HOT S3X dan Infinix HOT 6 Pro. Kedua produk unggulan Infinix ini pun memiliki keunggulannya masing-masing dalam spesifikasinya.

Infinix HOT S3X disesuaikan untuk generasi muda yang kekinian ditambah desain poni pertama dari Infinix. Sesuai dengan hashtag-nya #AILoveSelfie, Infinix HOT S3X siap menangkap momen selfie sempurna dengan resolulsi kamera depan yang mencapai 16 MP dan fitur 4 in 1 Low-light Technology.

Sedangkan Infinix HOT 6 Pro hadir untuk mendukung kegiatan berfoto dengan Dual Kamera unggulannya, yakni 13MP + 2MP dan lensa adopsi PDAF untuk fokus lebih cepat yang memiliki harga terbaik di kelasnya.

Memenangkan kategori Most Valuable Smartphone bersama Selular Award 2018, Infinix HOT S3 juga tetap ikut tampil di jadwal Slash It dengan 2 varian yang berbeda, yakni kapasitas 3/32 GB dan kapasitas 4/64GB.

Jadwal Slash It setiap produk unggulan Infinix akan hadir secara eksklusif pada tanggal 06 Desember, 10 Desember, 11 Desember dan pada puncak Harbolnas 12.12, yakni 12 Desember 2018 di Infinix Official Store Lazada Indonesia.

OutSystems Kembangkan Program Kecerdasan Buatan dan Machine Learning

0

Berempat.com – Penyedia platform ​untuk pengembangan aplikasi ​low-code, OutSystems baru saja mengumumkan bahwa telah mengembangkan outsystems.ai, sebuah program baru yang mendukung misi perusahaan dalam memanfaatkan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dan machine learning (AI/ML) untuk pengembangan perangkat lunak.

Proyek ini memperkenalkan ​domain ​baru outsystems.ai, yang menghasilkan penunjukan pemimpin baru tim AI/ML OutSystems, serta meluncurkan riset baru dan lanjutan dalam pengembangan perangkat lunak yang dibantu kecerdasan buatan.

Proyek outsystems.ai sendiri merupakan kelanjutan kegiatan kecerdasan buatan perusahaan yang telah diumumkan sebelumnya, yakni “​Project Turing​”. Nama Project Turing sendiri diambil dari nama bapak teori ilmu komputer dan kecerdasan buatan Alan Turing.

Center of Excellence​ baru di Lisbon dengan menggunakan 20% dari keseluruhan anggaran riset dan pengembangan perusahaan untuk AI/ML, dan mengembangkan kemitraan dengan pakar industri, pemimpin teknologi, serta universitas untuk mendorong penelitian dan inovasi.

“Delapan bulan yang lalu kami mengumumkan visi kami yang berani untuk Project Turing. Peluncuran outsystems.ai hari ini semakin mendorong upaya pengurangan kompleksitas pengembangan dan mengubah perangkat lunak perusahaan menjadi sebuah pengembangan yang berbasis AI, melalui penelitian baru dan berkelanjutan yang menarik,” tutur CEO OutSystems Paulo Rosado dalam keterangan resminya.

Proyek outsystems.ai ini dipimpin oleh Antonio Alegria, seorang ahli di bidang teknik komputer dan machine learning ​, dan seorang yang berpengalaman dalam merancang dan membangun berbagai produk untuk memanfaatkan kecerdasan buatan.

“Outsystems.ai merupakan wujud komitmen OutSystems dalam mengeksplorasi teknologi baru yang memperbaiki proses pengembangan perangkat lunak. Kami menantikan pengembangan selanjutnya dari Project Turing, yang bertujuan untuk meneruskan evolusi pengembangan intuitif yang dimulai oleh bahasa pemrograman Turing,” terang Alegria.

Menurut Alegria, kemampuan manusia untuk mengerti bahasa komputer telah membawa perkembangan teknologi jauh ke depan. Tetapi dengan adanya perubahan yang terus-menerus dan semakin maraknya penggunaan mesin dalam kehidupan sehari-hari, OutSystems tetap perlu mengembangkan komunikasi dua arah dengan cara yang lebih mudah bagi semua orang.

Bulan ini, Gartner mengidentifikasi pengembangan yang digerakkan kecerdasan buatan ​ sebagai salah satu dari​ ​10 tren teknologi strategis di tahun 2019 ​. Menurut Gartner, pada 2022 setidaknya 40 persen dari proyek pengembangan aplikasi baru akan memiliki pengembang kecerdasan buatan di tim mereka.

Di Asia Pasifik, organisasi-organisasi semakin menyadari potensi pengembangan perangkat lunak yang digerakkan oleh kecerdasan buatan untuk meningkatkan pengalaman pengguna dan menciptakan perangkat lunak yang lebih baik dan lebih efisien. Saat ini, OutSystem sedang menjelajahi penggunaan teknik kecerdasan buatan dan ​machine learning​ dalam sintesis ​neural program​ dan ​natural language processing​ untuk meningkatkan pengembangan perangkat lunak di perusahaan di seluruh wilayah.

“Peluncuran outsystems.ai mencerminkan keyakinan kami pada potensi AI/ML untuk meningkatkan manajemen siklus hidup perangkat lunak, dari pemodelan aplikasi baru hingga pengujian. Kami berkomitmen untuk mendorong evolusi ini dengan memungkinkan organisasi di seluruh Asia Pasifik untuk lebih memanfaatkan pembelajaran kognitif dan analitik dalam pembangunan aplikasi yang lebih intuitif,” ujar ​Vice President Asia Pasifik OutSystems Mark Weaser.

OutSystems juga mengumumkan ​ Early Access Program ​ (EAP) untuk pengembangan aplikasi baru proyek outsystems.ai, yaitu AI co-pilot, yang merupakan andalan pengembang untuk pengembangan yang lebih cepat dan intuitif. Peserta program ini akan mendapatkan akses awal ke riset terapan outsystems.ai yang dapat mempercepat pengembangan aplikasi hingga 25%. Melalui penggunaan dan umpan balik, peserta EAP juga akan membantu OutSystems meningkatkan akurasi outsystems.ai dan mempengaruhi ​roadmap outsystems.ai ke depan.

AIA Healty Living Index 2018: Kepuasan Masyarakat Indonesia pada Kesehatan Naik

0

Berempat.com – PT AIA Financial telah mengeluarkan hasil riset terbaru terkait kepuasan masyarakat di kawasan Asia terhadap kesehatan mereka. Riset bertajuk AIA Healty Living Index 2018 tersebut pun mengungkapkan bahwa tingkat kepuasan masyarakat di ASIA terhadap kesehatan pada 2018 sebesar 81%. Angka tersebut menurun jika dibanding dengan tahun 2016 dengan tingkat kepuasan 84%.

Hal tersebut diungkap oleh Head of Brand Communication PT AIA Financial, Kathryn Monika Parapak saat konferensi pers di Elite Club Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kamis (6/12).

“AIA Healty Living Index adalah survei yang kami lakukan di Asia Pasifik untuk mengetahui pandangan masyarakat mengenai kesehatan dan harapan mereka untuk hidup yang lebih baik. Melalui survei ini, kami dapat memahami tren kesehatan saat ini sehingga kami dapat membantu masyarakat hidup lebih sehat, lebih lama, dan lebih baik,” terang Kathryn.

Selain itu, Kathryn pun mengaku bahwa hasil riset ini bisa menjadi acuan bagi AIA untuk mengembangkan produk dan layanan yang dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk untuk melakukan berbagai inisiatif untuk memotivasi masyarakat menjalankan pola hidup sehat.

Namun kendati merasa kurang puas terhadap tingkat kesehatan, imbuh Kathryn, hasil riset AIA menemukan bahwa masyarakat Asia mengalami peningkatan pada pola hidup sehat dibanding tahun 2016 sebesar 4.7 menjadi 5.0 di 2018.

Meskipun di kawasan Asia mengalami penurunan, namun ternyata di Indonesia tingkat kepuasan masyarakat terhadap kesehatan terus mengalami peningkatan sejak 2013. Pada tahun ini sebanyak 96% masyarakat Indonesia puas terhadap tingkat kesehatan mereka, naik 3% dibanding tahun 2016. Hal tersebut pun membawa Indonesia berada di peringkat 11 dari 16 negara di Asia Pasifik. Peringkat ini pun naik dibanding tahun 2013 yang ada di posisi 15 dan 2016 di posisi 14.

AIA Healty Living Index 2018 merupakan riset yang sudah dilakukan oleh AIA sejak 2011 dan menjadi riset edisi ke-empat. Tahun ini, survei dilakukan kepada 11.000 responden usia di atas 18 tahun yang berada di 16 negara di Asia di mana AIA beroperasi. Metode survei dilakukan dengan 3 cara, yakni melalui kuesioner online, wawancara tatap muka, dan telepon.

Pada konferensi pers yang digelar, turut hadir ahli gizi dr. Raissa E. Djuanda M.Gizi, Sp.GK dan instruktur zumba yang juga pemilik Sana Studio Laila Munaf. Setelah konferensi pers berlangsung, AIA beserta teman media dan blogger yang diundang pun melakukan zumba bersama-sama sebagai bentuk hidup sehat.

Hanwha Life Insurance Tawarkan 4 Keuntungan Hanwha Future Protection

0

Berempat.com – Hanwha Life Insurance baru saja meluncurkan produk asuransi jiwa berjangka untuk perencanaan dana waris yang bernama Hanwa Future Protection. Produk ini diluncurkan sebab Hanwha Life melihat begitu pentingnya mempersiapkan warisan.

Dengan Hanwha Future Protection, masyarakat Indonesia bisa mempersiapkan warisan lewat produk asuransi dengan premi terjangkau mulai dari Rp 200 ribu per bulan untuk nasabah berusia 30 tahun.

CEO Hanwha Life Insurance Indonesia David Yeom mengungkapkan, sangat penting mempersiapkan warisan sejak dini untuk melindungi masa depan keluarga dan orang terkasih.

“Kami harap hal ini bisa meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk melakukan perencanaan dana waris, serta memilih asuransi sebagai salah satu instrumen waris yang memiliki beragam keunggulan,” ujar David pada keterangan resminya di Jakarta, Rabu (5/12).

Hanwha Future Protection menawarkan 4 keunggulan yang bisa didapat oleh pemegang polis, yaitu:

  1. Premi tetap dan terjangkau, mulai dari Rp 200 ribu per bulan.
  2. Bebas menentukan masa asuransi, mulai dari 10, 15, atau 20 tahun.
  3. Nilai uang pertanggungan naik 10% setiap tahun.
  4. Manfaat pengembalian ekstra dana mulai dari 10%-20% untuk masa asuransi 10-20 tahun.

Untuk bisa menggunakan produk Hanwha Future Protection sendiri bisa dilakukan sejak usia dini, mulai dari 17 tahun-65 tahun dengan masa perlindungan hingga usia 75 tahun, serta minimum uang pertanggungan mulai dari Rp 100 juta.

“Hanwha Life menargetkan 7.500 polis baru dan Rp 19 miliar premi tahunan ekuivalen (APE) selama 5 tahun ke depan untuk produk Hanwha Future Protection,” terang David.

Sebagai informasi, Hanwha Life Insurance Indonesia berhasil membukukan total aset sebesar Rp 2,07 triliun pada kuartal III-2018. Hanwha Life memiliki total investasi senilai Rp 1,85 triliun dengan hasil investasi mencapai lebih dari Rp 79,47 miliar dan tingkat solvabilitas (RBC) sebesar 4.886,94%.

Sambut Harbolnas, Bank Mandiri Siapkan Berbagai Program untuk Nasabah

0

Berempat.com – Bank Mandiri merupakan sponsor utama pada perhelatan Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2018. Sebagai sponsor utama, Bank Mandiri pun menyiapkan berbagai program menarik untuk nasabah mereka.

“Mulai dari cashback hingga Rp 1.212.000, bonus 1.212 fiesta poin, dan program cicilan hingga 12 bulan dengan bunga 0% yang tersedia di beberapa merchant,” ungkap Vice President Credit Cards Group Bank Mandiri, M. Haris Budiman saat Grand Launching Harbolnas 2018, Rabu (5/12).

Pada perhelatan Harbolnas tahun ini, Haris mengungkapkan bahwa Bank Mandiri menargetkan bisa merengkuh nilai omzet sebesar 20-30% dari target transaksi.

“Kami menargetkan pertumbuhan di atas 90% dan nominal omzet di angka 20-30% dari 7 triliun,” terangnya lebih jauh.

Haris pun mengungkapkan, tahun lalu volume transaksi pada perhelatan ini melonjak hingga 90% dibanding 2016. Begitu pun dengan jumlah transaksi yang naik sekitar 95% pada momen Harbolnas (yoy).

Harbolnas, menurut Haris, merupakan event yang ditunggu-tunggu oleh konsumen dan menjadi puncak dari transaksi di e-commerce.

Sejauh ini, porsi transaksi e-commerce memang belum sebesar transaksi ritel, yakni sekitar 10%-20% dari total transaksi. Namun, bila ditelaah dari pertumbuhan per tahun, transaksi di e-commerce berkembang jauh dari pada transaksi ritel.

“Sekarang ini transaksi ritel untuk bertumbuh 10% saja sulit. Sementara e-commerce pertumbuhannya mencapai 80% hingga 90% dari tahun ke tahun,” ungkap Haris.

Cocoon Capital Anggarkan Dana Ventura US$20 Juta untuk Asia Tenggara

0

Berempat.com – Sebuah perusahaan modal ventura yang berbasis di Singapura, Cocoon Capital telah kembali menyiapkan dana baru untuk diinvestasikan kepada startup di kawasan Asia Tenggara sebesar US$20 juta. Ini merupakan dana kedua setelah pada tahun 2016 Cocoon Capital menyiapkan investasi sebesar US$7 juta.

Rencananya, dana tersebut ditargetkan untuk diinvestasikan ke beberapa perusahaan yang bergerak di bidang teknologi finansial, medtech, hingga yang berbasis teknologi mendalam.

“Kami melihat potensi yang membanjiri start-up di kawasan ini (ASEAN) dengan kumpulan bakat muda dan cerdas yang tahu bagaimana memanfaatkan teknologi untuk memecahkan masalah nyata. Kualitas ide dan kemungkinan telah melampaui apa yang dapat dibayangkan dan Asia Tenggara terbukti berada di jalur untuk menjadi tujuan inovasi komersial terkemuka,” ungkap Founder sekaligus Managing Partner Cocoon Capital Michael Blakey pada keterangan tertulisnya, Rabu (5/12).

Namun, Co-Founder Cocoon Capital Will Klippgen menambahkan, dari miliaran dolar modal yang ada bagi sebuah modal ventura di Asia Tenggara, hanya sedikit yang menargetkan perusahaan yang benar-benar startup sebagai tujuan investasi.

“Dan Cocoon Capital berusaha untuk membantu mengisi kesenjangan ini. Kesenjangan pendanaan bahkan lebih umum di luar Singapura, yang mengapa kami memperluas kehadiran kami ke negara-negara tetangga seperti Vietnam, Indonesia dan Filipina, yang semuanya memiliki potensi luar biasa,” imbuhnya.

Sebagai informasi, beberapa nama investor di balik Cocoon Capital yaitu Manajer Hedge Fund berbasis di Singapura, Steve Diggle; Vulpes Innovative Technologies Investment Company, Martin Hauge (Mitra dalam Creandum – streaming raksasa investor keuangan Spotify pertama); Playfair Capital, Jani Rautiainen (Co-founder PropertyGuru); Martin Roll (konsultan strategi global dan penulis buku terlaris); Oliver Tonby (Chairman of McKinsey di Asia (tidak termasuk Greater China)); dan Michelle Yong (Direktur Aurum Investments Singapura).

Mitra Cocoon Capital percaya bahwa investor harus mengambil peran yang lebih aktif di perusahaan startup untuk melepaskan potensi mereka. Dengan membatasi jumlah investasi yang dilakukan per tahun, para mitra memiliki cukup waktu untuk memberikan dukungan ini. Cocoon Capital menyediakan seperangkat layanan dukungan untuk membantu perusahaan muda yang bergerak cepat dan pendekatan langsung membedakannya dengan jelas dari gaya kerja yang khas oleh VC tradisional.

“Mitra Cocoon benar-benar menyingsingkan lengan baju mereka dan membuat diri mereka berguna. Mereka sangat tepat waktu dengan saran mereka yang telah membantu mempercepat momentum kami ke arah yang benar,” tutur CEO dan Co-Founder SensorFlow Sai Ranganathan.

“Saya percaya kami tidak menyadari betapa banyak perbedaan yang dapat dilakukan oleh investor berdedikasi untuk bisnis, ”tambahnya.

Dana pertama Cocoon Capital telah memiliki portofolio 10 kisah sukses di Singapura, Vietnam, dan Filipina, termasuk SensorFlow (Sebuah startup bersih mengurangi energi konsumsi dalam bangunan komersial) dan Teknologi See-Mode (Startup medtech memprediksi perubahan stroke berulang). Portofolio Cocoon Capital juga mencakup Hapz.com, Poundit.com, Dexecure, dan Hiip.asia dengan lebih banyak investasi dari yang akan diumumkan.

Investasi sebelumnya oleh duo ini termasuk PropertyGuru (portal properti terbesar di Asia Tenggara), Anchanto (platform SaaS logistik terkemuka di kawasan ini) dan Tickled Media (Asia Tenggara jaringan induk terbesar).

“Asia Tenggara telah terbukti memiliki kemampuan untuk menghasilkan startup tingkat atas, unicorn dan near-unicorn, termasuk Grab, Tokopedia, Go-Jek, Razer dan PropertyGuru. Startups di sini menarik, hanya di bawah US$ 8 miliar pada tahun 2017, tiga kali lipat dibanding tahun 2016, dan kami memprediksi aliran masuk yang berkelanjutan baik dari bakat dan modal ke wilayah di tahun-tahun mendatang,” tambah Will Klippgen.

Banyak Pesaing, Penjualan Bersih Campina Ice Cream Turun 2,8%

0

Berempat.com – Presiden Direktur PT Campina Ice Cream Industry Tbk. Samudera Prawirawidjaja mengklaim bahwa saat ini Campina memegang 20% pangsa pasar di Indonesia. Namun, kendati demikian ia tak memungkiri bahwa tahun depan jumlah tersebut akan menurun di tahun depan.

“Kemungkinan ada penurunan pangsa pasar pada tahun depan karena diprediksi akan semakin banyak pelaku industri es krim yang baru masuk ke Indonesia,” ungkap Samudera di Surabaya, Jawa Timur, Selasa (4/12).

Samudera pun mengungkapkan bahwa Campina mengalami penurunan penjualan bersih di tahun ini sepanjang Januari-November 2018. Tahun lalu, Campina berhasil membukukan penjualan bersih Rp 737,39 miliar, sedangkan tahun ini turun 2,8% atau menjadi Rp 717,08 miliar.

Namun, Campina mencatatkan peningkatan pada laba bersih setelah pajak sebesar 18,05%. Tahun ini, laba bersih setelah pajak yang tercatat mencapai Rp 44,54 miliar, naik dibanding tahun lalu sebesar Rp 37,31 miliar.

Meskipun tak memungkiri akan banyak pesaing di tahun depan, namun Samudera melihat bahwa hal tersebut menunjukkan industri es krim Indonesia sedang tumbuh positif.

Tingkatkan Nilai Saham, Induk SCTV Bakal Buyback Saham

0

Berempat.com – Perusahaan induk PT Surya Citra Televisi (SCTV), PT Surya Cirta Media Tbk. (SCMA) berencana untuk melakukan buyback saham dengan nilai Rp 3 triliun. Rencana tersebut disampaikan usai adanya persetujuan dari para pemegang saham pada Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB), Rabu (5/12).

Menurut Direkur Utama SCMA Sutanto Hartono, dalam rapat tersebut sebanyak 80% lebih investor hadir dengan saham yang dimiliki sebanyak 12 miliar. Total saham yang diterbitkan SCMA mencapai 14 miliar saham.

Sutanto mengungkapkan, tujuan SCMA untuk melakukan buyback adalah agar meningkatkan nilai saham dengan mengembalikan kelebihan arus kas kepada pemegang saham. Melalui aksi ini, imbuhnya, nantinya return on equity perusahaan akan bertambah sehingga bisa berdampak positif bagi para pemegang saham.

SCMA berencana melakukan buyback maksimal 10% dari modal disetor atau maksimum sebanyak 1,46 miliar saham. Aksi tersebut akan dieksekusi dalam waktu 18 bulan ke depan. Kendati demikian Sutanto mengaku bahwa pihaknya akan tetap melihat waktu yang tepat untuk melakukan buyback saham.

“Kami amati sejak beberapa bulan terakhir terjadi fluktuasi di bursa maupun dunia. Waktu 18 bulan akan kami manfaatkan untuk melihat kapan akan masuk dan siapa saja investor yang berkenan melepas saham mereka,” terang Sutanto.