Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 886

Bukalapak Gandeng Dian Sastrowardoyo Meriahkan Harbolnasnya Bukalapak

0

Berempat.com – Menyambut Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) pada 12 Desember 2018 lusa, Bukalapak menggandeng Dian Sastrowardoyo. Bukalapak sejatinya mengusung programnya sendiri, yakni After.11 Harbolnasnya Bukalapak Promo Tiada Ampun.

After.11 Harbolnasnya Bukalapak Promo Tiada Ampun merupakan program promo Bukalapak khusus di Harbolnas dengan memberi kesempatan pelanggan untuk bisa menaikkan nego harga hingga 12 kali.

Selain itu, Bukalapak menggelar program Flash Deal Serba 12 Rupiah, Cashback Rp1,2 juta, dan Gratis Ongkir 12 Kali Setiap Hari hadir dalam After.11 Harbolnasnya Bukalapak yang dimulai Rabu (12/12) lusa.

Co-Founder dan President Bukalapak Fajrin Rasyid mengatakan, momentum Harbolnas merupakan momen yang sangat dinantikan masyarakat, khususnya para pengguna Bukalapak di seluruh Indonesia.

“After.11 Harbolnasnya Bukalapak merupakan salah satu upaya kami mendorong para pelaku UKM untuk naik kelas, dan juga untuk mengajak serta mengedukasi masyarakat mengenai kemudahan berbelanja online secara menyenangkan, aman, dan terpercaya,” ungkap Fajrin di Jakarta, Senin (10/12).

Pada momentum After.11 Harbolnasnya Bukalapak Promo Tiada Ampun ini, Bukalapak menggandeng Dian Sastrowardoyo yang sebelumnya meluncurkan film pendek After.11 yang disutradarai Timo Tjahjanto. Dalam film pendek tersebut Dian Sastrowardoyo berperan sebagai Agent D yang hidupnya selalu penuh bahaya, namun tidak mampu menahan godaan Harbolnas.

Vice President of Marketing Bukalapak Bayu Syerli mengatakan bahwa pihaknya memilih Dian Sastrowardoyo sebagai ikon dalam After.11 Harbolnasnya Bukalapak karena menilai Dian memiliki misi yang sama dengan Bukalapak, yaitu mendorong kemajuan masyarakat dari akar rumput.

“Bukalapak juga memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat dari akar rumput melalui optimalisasi dan pemanfaatan teknologi, seperti saat ini sebanyak lebih dari 4 juta pelapak dan lebih dari 400 ribu warung atau mitra Bukalapak telah bergabung dan naik kelas bersama Bukalapak,” imbuh Fajrin.

Figur Dian Satro dianggap tepat bagi Bukalapak untuk berkolaborasi dalam Harbolnas dan membantu para UKM di seluruh Indonesia untuk naik kelas bersama Bukalapak.

“Kami berharap masyarakat selalu menantikan dan menikmati keseruan yang kami hadirkan dalam setiap kampanye-kampanye kreatif kami, tidak hanya di momentum Harbolnas. Kami berharap konten-konten kreatif yang kami hadirkan dapat memberikan angin segar bagi masyarakat Indonesia,” tutup Bayu Syerli.

UBER Berencana IPO Tahun Depan

0

Berempat.com – UBER dikabarkan memajukan rencana untuk melakukan penawaran saham perdana (Initial public offering/IPO) tahun depan. Hal tersebut diketahui setelah UBER mengajukan dokumen kepada Komisi Sekuritas dan Bursa di Amerika Serikat (AS) minggu lalu, seperti dilansir dari The Financial Times.

Selain itu, dikabarkan juga bahwa UBER bersama pesaingnya, Lyft, mengajukan dokumen dengan SEC, menyiapkan keduanya untuk go public secepat mungkin. Adapun menurut laporan paling cepat keduanya sudah bisa IPO pada kuartal pertama tahun depan. Diharapkan keduanya dapat menjadi salah satu IPO teknologi terbesar di Tahun Baru.

Adapun IPO ini dimaksudkan sebagai upaya pengumpulan dana untuk bisa membiayai tahap pertumbuhan UBER selanjutnya. UBER juga berharap langkah IPO dapat mempercepat sebagian laju perusahaan karena volatilitas di pasar saham dan prospek pertumbuhan global yang dapat menurunkan selera untuk IPO. Hal ini juga dalam perlombaan dengan Lyft untuk sampai ke pasar publik pertama.

Selain UBER, The Financial Times juga mencatat ada juga aplikasi pesan tempat kerja, Slack yang berencana IPO tahun depan. Beberapa perusahaan teknologi lain yang diprediksi berpotensi besar untuk IPO tahun depan yaitu Airbnb, Palantir, dan Stripe.

ASUS ROG Strix GL10, Desktop Gaming Teranyar Versi Mainstream

0

Berempat.com – Bersamaan dengan diluncurkannya ROG Strix GL12, ASUS juga memperkenalkan gaming desktop lainnya, yaitu ROG Strix GL10. Jika ASUS ROG Strix GL12 merupakan gaming desktop kelas premium, maka berbeda dengan ROG Strix GL10 yang merupakan versi mainstream. Selain itu, gaming desktop ini juga hadir dengan dengan case tipe tower yang lebih besar.

ROG Strix GL10 memiliki desain yang lebih sederhana dari ROG Strix GL12. Ia dibalut oleh tower case berwarna hitam yang tentu saja telah dilengkapi dengan RGB LED. Case yang digunakan juga memiliki desain yang sederhana namun terlihat sangat solid. Untuk mempermudah penggunanya, ASUS juga sudah menyediakan dua port USB dan satu port audio 3.5mm di bagian atas case ROG Strix GL10.

Tidak hanya sederhana dan solid, case ROG Strix GL10 sudah dirancang khusus agar bisa mengalirkan udara dengan sangat baik. Bagian dalam case gaming desktop ini juga dibagi menjadi dua ruangan, satu khusus untuk prosesor dan kartu grafis, sedangkan satu lagi khusus untuk power supply. Dengan demikian, udara panas tidak akan tercampur dan sirkulasi akan lebih lancar.

Menariknya, ROG Strix GL10 juga sudah lolos dari berbagai uji ketahanan. Beberapa pengujian mulai dari uji guncangan, suhu, dan tegangan listrik sudah berhasil dilampaui oleh gaming desktop ini. ROG Strix GL10 bahkan sudah lolos uji kebisingan, yang artinya gaming desktop ini bisa beroperasi dengan senyap.

ASUS ROG Strix GL10 hadir dalam dua varian dengan opsi prosesor Intel Core i5-8400 atau Core i7-8700. Keduanya juga telah ditenagai oleh kartu grafis Nvidia GeForce GTX 1050 yang sudah bisa menjalankan berbagai game mainstream, bahkan game AAA terkini. Sementara untuk penyimpanannya, ROG Strix GL10 mengandalkan HDD sebesar 1TB. Salah satu modelnya bahkan sudah ditopang oleh Intel Optane Memory agar performanya lebih optimal.

Gaming Desktop ASUS Pengusung Intel Core i9 Generasi ke-9 Kini Hadir di Indonesia

0

Berempat.com – Bersamaan dengan diselenggarakannya acara “Slim Bezel Gaming Notebook For Champs” beberapa waktu lalu, ASUS memperkenalkan dua branded gaming desktop terbaru, yakni ROG Strix GL12.

ASUS ROG Strix GL12 sendiri mengusung prosesor Intel Core i9 generasi ke-9. Gaming desktop ini merupakan yang pertama yang mengusung prosesor super kencang Intel Core i9-9900K dan didukung dengan kartu grafis premium terbaru, Nvidia GeForce RTX 2080. Tidak heran jika ROG Strix GL12 dikatakan sebagai branded gaming desktop paling kencang yang ada saat ini.

“ASUS memang tidak pernah berkompromi soal performa di perangkat ROG. Kami selalu menghadirkan yang terbaik,” ujar Country Manager ASUS Indonesia Jimmy Lin dalam keterangan tertulisnya, Senin (10/12).

Prosesor Intel generasi ke-9 yang tertanam di ROG Strix GL12 juga merupakan versi “unlocked” sehingga bisa di-oveclock. Pengguna yang ingin memacu prosesor ini lebih jauh bisa menggunakan software Armoury Crate yang sudah disediakan ASUS di gaming desktop ini. Selain itu, berbagai fitur inovatif terbaru lainnya juga hadir di gaming desktop ini.

ASUS ROG Strix GL12 juga hadir dengan hardware terbaik yang ada saat ini, salah satunya adalah prosesor Intel Core i9-9900K. Prosesor Intel Core generasi ke-9 tersebut sudah tampil menggunakan konfigurasi 8 core 16 thread yang mampu menghadirkan performa super kencang dan terbaik di kelasnya. Bahkan, dengan dukungan core dan thread yang melimpah tersebut, pengguna ROG Strix GL12 bisa bermain gim sambil melakukan kegiatan lain, seperti live streaming tanpa hambatan.

Tidak hanya untuk para gamer, ROG Strix GL12 juga sangat optimal untuk para pekerja kreatif profesional. Melalui performanya yang sangat kencang, gaming desktop ini bisa digunakan untuk melakukan pekerjaan kelas profesional seperti 3D rendering, transcoding, dan lain-lain.

Prosesor yang disematkan di ROG Strix GL12 juga dipilih secara khusus dan sudah melalui berbagai stress test. Hal tersebut dilakukan demi memastikan kestabilan performa karena prosesornya tampil dalam kondisi factory overclocked.

Agar bisa berjalan lebih stabil, ASUS menghadirkan sistem pendingin khusus dari Cooler Master. Sistem pendingin tersebut menggunakan liquid cooling yang dipadukan dengan kipas 90mm sehingga tidak ada hawa panas yang tertahan di hardware-nya. Berkat sistem pendingin ini, prosesor di ROG Strix GL12 bisa berjalan stabil di kecepatan 4,9GHz pada semua core dan thread.

Kemampuan prosesor yang super kencang tersebut juga didukung oleh kartu grafis terbaru dari Nvidia GeForce RTX 2080. Kartu grafis dengan arsitektur Turing terbaru tersebut memiliki fitur baru yaitu kemampuan mengkombinasikan metode rasterization tradisional lewat CUDA core dengan ray-traced lewat RT core untuk menghasilkan detail grafis yang sangat realistis. Kartu grafis ini juga sudah mendukung teknologi Deep Learning Super Sampling berkat kehadiran Tensor core di dalamnya.

GeForce RTX 2080 merupakan kartu grafis terbaik untuk prosesor Intel Core i9-9900K. Kombinasi keduanya memastikan pengalaman penggunaan tanpa hambatan sedikitpun.

“Performanya yang sangat kencang juga membuat ROG Strix GL12 tidak hanya untuk bermain gim. Para profesional pun bisa mengandalkan gaming desktop ini. Berkat kombinasi prosesor Intel Core i9-9900K dan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 2080, gaming dektop ini sudah memiliki performa luar biasa sekelas workstation untuk para profesional,” ujar Jimmy.

ASUS ROG Strix GL12 tidak hanya hadir dengan konfigurasi prosesor Intel Core i9-9900K dan kartu grafis Nvidia GeForce RTX 2080. ASUS juga memiliki dua varian ROG Strix GL12 lainnya yang memiliki konfigurasi prosesor, kartu grafis, dan storage berbeda.

Untuk memenuhi kebutuhan gamer saat bermain game, ASUS menyediakan sederet fitur konektivitas terkini dan tercanggih di ROG Strix GL12. Konektivitas tersebut terdiri dari WiFi 802.11ac Wave 2 yang mampu memastikan sesi bermain game akan tetap lancar lewat kecepatan transfer data yang sangat tinggi. Selain itu ada juga fitur koneksi melalui Bluetooth 5.0 sehingga pengguna bisa menghubungkan berbagai peripheral gaming.

Untuk kebutuhan konektivitas lainnya, ASUS juga menyediakan berbagai port seperti USB 3.1 dan USB 2.0. Terdapat juga 2-in-1 card reader serta DVD drive sehingga pengguna tetap bisa menikmati konten yang disimpan di DVD ataupun kartu memori.

Generasi Milennial Perlu Mempertimbangkan Beberapa Jenis Investasi Ini

0

Berempat.com – Saat ini bisa dikatakan banyak generasi milennial yang sudah memasuki usia produktif. Beberapa di antaranya bahkan sudah bisa mendapatkan pemasukan yang fantastis. Tak heran mengingat generasi milennial dihadapkan pada banyak pilihan profesi, mulai dari yang pekerjaan formal hingga industri kreatif.

Namun, milennial dikenal sebagai generasi yang konsumtif. Bahkan, menurut CEO Jouska Indonesia Aakar Abyasa Fudzuno generasi milennial merupakan generasi pemalas. Dalam artian semuanya ingin serba instan, tapi ingin mendapatkan pemasukan besar.

“Milenial ini orangnya malas-malas, dia enggak mau kerja capek-capek tapi maunya uangnya banyak. Enggak mau kerja sering, tapi liburnya banyak. Enggak mau keluar duit banyak, tapi foto di Instagram harus hits,” ujar nahkoda firma penasehat keuangan independen tersebut dalam acara BukaTalks beberapa waktu lalu di Jakarta.

Tapi, justru karena ‘kemasalan’ itulah generasi milennial ini menjadi kreatif. “Memang itu karakter milenial, yaitu kreatif dan inovatif,” sambungnya.

Menurut Aakar, apa yang membuat generasi milennial memiliki karakter seperti itu lantaran mereka sudah merasakan hampir semua era, mulai dari analog sampai digital. Karena itu karakter mereka pun menjadi labil. Apalagi dari kecil hanya dibiasakan menabung dengan pola pikir untuk dibelikan sesuatu, bukan untuk investasi. Itulah kenapa generasi milennial dianggap malas berinvestasi.

Padahal, Aakar mengangap bahwa investasi merupakan hal penting di tengah masifnya era digital yang penuh ketidakpastian.

“Kita hidup di era yang serba enggak pasti, hidup juga bisa naik turun, makanya investasi ini penting untuk Anda berani lakukan,” jelasnya.

Lantas, jenis investasi apa yang cocok bagi generasi milennial?

Aakar menyebut paper asset merupakan produk investasi yang baik dan cocok bagi generasi milenial. Pasalnya harga paper asset tidak terlalu mahal untuk dibeli.

Paper asset yang paling bagus buat generasi millenial. Karena, dananya tidak terlalu besar, bisa dimulai dengan Rp100 ribu,” tukasnya.

Sementara itu, hal lain pernah diungkapkan oleh Head of Wealth Management & Retail Digital Bussiness Commonwealth Bank Indonesia Ivan Jaya. Mengutip dari MSN, Ivan pernah menuturkan bahwa jenis investasi yang perlu dicoba oleh generasi milennial adalah reksa dana.

”Generasi milenial perlu coba reksa dana. Risikonya lebih rendah dibandingkan emas, deposito atau bitcoin. Di reksa dana, bisa memulai dengan Rp 100 ribu,” kata Ivan di awal tahun 2018.

Namun, menurut Ivan, selain reksa dana generasi milennial juga perlu mencoba berinvestasi di tabungan emas dan mata uang digital. Namun, risiko investasi keduanya memang tergolong tinggi.

”Bitcoin memang investasi yang fenomenal dan murah. Namun, fluktuasinya luar biasa. Risikonya tinggi,” ujarnya.

Ivan pun sempat membeberkan rumus sederhana untuk rencana investasi, yaitu 50:20:30.

”Sebanyak 50 persen pendapatan untuk biaya kehidupan sehari-hari, 20 persen untuk tabungan, dan 30 persen untuk kebutuhan khusus,” terangnya.

Kapal Api Buka Peluang Siapa Saja Jadi Pengusaha Kedai Kopi

0

Berempat.com – Kafe atau kedai kopi sudah menjadi salah satu jenis bisnis yang banyak diminati pengusaha. Seperti yang bisa kita lihat, di mana pun hampir tersemat kedai kopi dengan beragam konsep, mulai dari lokal banget sampai yang eksklusif sekelas Starbucks. Konsumen tinggal memilih kafe mana yang ingin dimasuki.

Tapi, anehnya, sekalipun kedai kopi banyak tersebar tak ada yang tampak benar-benar sepi pengunjung. Paling tidak, memasuki jam makan siang hingga malam kedai kopi di mana pun akan tampak penuh. Tentu hal itu menjadi gambaran bagaimana menjanjikannya bisnis kedai kopi saat ini.

Tak heran kalau akhirnya Kapal Api yang sudah merajai pasar kopi kemasan sejak lama mulai kepincut merambah bisnis ini. Seperti yang dituturkan OOH Manager PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api) Musa Hartanto, potensi bisnis ini selalu ada.

“Potensi itu selalu ada, tinggal bagaimana kita menjawab kebutuhan konsumen itu dengan tepat. Makanya konsep kita pun sudah kita kembangkan,” ujar Musa saat ditemui di Jakarta awal Maret.

Sebenarnya sudah lama Kapal Api merambah bisnis kedai kopi ini. Menurut Musa, segmen ini sudah dilakoni Kapal Api sejak 6-7 tahun lalu. Hanya saja masih konsep gerobak (booth) yang memajang merek Kapal Api dan Good Day yang jumlahnya capai 300 gerai.

“Sudah kita coba di sebagian besar wilayah di Indonesia. Dan untuk saat ini jumlahnya sekitar 300 outlet, baik yang dikelola sendiri maupun oleh mitra,” papar Musa.

Karena dirasa sudah cukup banyak mengembangkan booth, setahun belakangan ini Kapal Api pun mulai serius mengembangkan konsep bisnisnya ke jenis kedai kopi atau coffee corner. Tapi, Musa menerangkan bahwa konsep bisnis yang ditawarkan ini bukanlah berbentuk franchise, melainkan business opportunity (peluang bisnis).

“Jadi kita siapkan peluang usaha. Di sana itu gak ada management fee, royalty fee, maupun franchise fee,” terangnya.

Keuntungan yang ditawarkan Kapal Api tak hanya melepaskan mitra dari beban management fee, royalty fee, dan franchise fee, tapi juga dari sisi merek dan produk yang sudah melekat di benak masyarakat.

“Tentunya hal ini satu modal utama bagi calon mitra, kalo mau jual produk yang diterima masyarakat pasti lebih mudah,” klaim Musa.

Belum lagi, para mitra Kapal Api dijamin oleh Musa mendapatkan berbagai dukungan berupa pelatihan—karyawan maupun pemilik bisnis—yang juga dijamin gratis selama masih menjadi mitra Kapal Api.

Selain itu, dukungan dari segi pemasaran pun tak luput diberikan. Menurut Musa, kantor pusat akan memberikan strategi pemasaran berdasarkan karakteristik lokasi kedai.

“Jadi kita ada tim yang untuk survei, controlling mitra, tim-tim ini yang akan melihat apa sih tantangannya, apa sih kendalanya. Tim-tim inilah yang akan mengevaluasi dan memberikan masukan,” jelasnya lebih jauh. Jadi, Musa menerangkan bahwa Kapal Api memiliki dua jenis strategi pemasaran, yakni secara nasional dan per gerai.

Bila tertarik memiliki kedai kopi bersama Kapal Api, modal yang perlu dipersiapkan di awal dimulai dari Rp 75 juta untuk dimensi tempat 3×3 meter per segi. “Jadi konsep coffee corner ini sangat bisa menyesuaikan kesediaan tempat, seluas apa pun tempatnya kita bisa custom-kan. Tapi dengan minimal 3×3,” terang Musa.

Tahun ini, Kapal Api menargetkan akan memperluas cakupan wilayah kedai kopi mereka yang selama ini masih berpusat di Pulau Jawa. “Dalam waktu dekat ini Sumatera, Kalimantan, Sulawesi pun akan mulai kita buat cabang di sana,” pungkas Musa.

Kemitraan Barbershop Ini Proyeksikan Balik Modal Hanya Dalam 2 Tahun

0

Berempat.com – Sekarang kita sudah tak asing dengan modernisasi pangkas rambut yang lebih menyentuh generasi muda, kita lebih akrab menyebutnya barbershop. Memang, secara kasat mata yang membedakan barbershop dengan pangkas rambut hanya pada tampilan tempat, tapi sebenarnya perbedaan juga terdapat pada kualitas SDM dan peluang yang ditawarkan.

Salah satu pemain di industri tata rambut pria kekinian ini adalah Hunky-Dory Barbershop. Barbershop ini bahkan berani mengklaim dapat memberikan pelayanan dengan standar premium kepada konsumennya.

“Hunky-Dory Barbershop ini merupakan usaha di bidang jasa untuk pangkas rambut yang di mana kita memberikan standar yang premium untuk menangani rambut customer,” tutur Founder sekaligus CEO Hunky-Dory Barbershop Bagas Gumilang saat ditemui di Jakarta di awal bulan Maret ini.

Pelayanan dengan standar premium, mungkin ucapan itu memang bukan isapan jempol semata mengingat pada awal tahun lalu gerai Hunky-Dory Barbershop di bilangan Bogor kedatangan orang nomor satu di negeri ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi). Selepas kunjungan tersebut, barbershop-nya bahkan diminta datang setiap dua minggu sekali ke Istana Negara.

“Jadi, sempat di bulan Januari tahun 2017 kita mendapat kunjungan dari Bapak Presiden (Jokowi). Alhamdulillah sampe sekarang kita dua minggu sekali rutin ke Istana untuk mencukur rambut beliau dan keluarga,” ungkapnya semringah.

Serupa dengan kaum Hawa, pergi mencukur dan menata rambut ke tangan yang ahli saat ini seperti sudah menjadi bagian dari gaya hidup kaum Adam. Gaya hidup inilah yang kemudian menjadi pendorong bermunculannya barbershop yang mengusung berbagai tema dan keunikan.

Bagas bahkan menyiratkan kalau kondisi rambut seseorang bisa sangat menentukan suasana hati seseorang. Karena itulah sekarang kaum Adam butuh pangkas rambut. “Babershop saat ini sudah menjadi lifestyle. Setiap orang (cowok) sudah butuh pangkas rambut. Karena rambut bisa merubah harinya orang. Kalo sekarang cewek ke salon, cowok ke barber(shop),” tukasnya.

Tingginya minat kaum Adam untuk datang ke barbershop tentu berdampak pada bermunculannya para pelaku usaha pangkas rambut ini, hingga kemudian persaingan pun terbentuk. Sebagai salah satu pelaku usaha barbershop, Bagas pun merasakan aura persaingan itu.

“Persaingan di babershop itu sudah banyak, sudah menjamur. Jadi kalo kita sekarang masuk ke daerah itu kanan-kiri sudah barber(shop),” ujarnya.

Namun, persaingan di ranah Barber tak membuat Bagas gusar. Karena pemuda ini sudah percaya diri pada branding Hunky-Dory Barbershop yang pernah disinggahi presiden dan pada kualitas SDM yang dimiliki. Untuk kualitas SDM, rupanya Bagas punya akademinya sendiri.

“Ketika kita mempunyai bisnis di bidang jasa, SDM sangat penting. Untuk menangani itu kita punya akademi. Di mana sebelum kita menjual franchise untuk bermitra kita sudah menyiapkan SDM terbaik. Jadi di Bogor kita punya akademi, kemudian di-training untuk menangani customer yang baik sehingga kita unggul di SDM-nya,” terangnya.

Karena itu, Bagas pun tak segan menawarkan paket kemitraan untuk barbershop-nya agar masyarakat umum pun dapat merasakan keuntungan berbisnis pangkas rambut. Setidaknya ada dua paket yang ditawarkan Bagas saat ini.

“Nggak mahal untuk bermitra dengan Hunky-Dory. Paket Hoki itu Rp 260 juta (kapasitas) 4 kursi, paket Dory Rp 360 juta (kapasitas) 6 kursi. Baru dua paket,” ujarnya.

“Kita BEP (break event point) 1 tahun 6 bulan, kita back cash-nya (balik modal) 2 tahun,” sambungnya.

Dengan modal tersebut, Bagas memastikan dirinya akan membimbing dan membantu mitra dalam menjalankan bisnis.

“Yang pasti kita berikan support di SDM, di equipment, di trainingtraining Owner dan SDM juga, dan kita berikan evaluasi setiap bulan. Jadi ketika mitra beli franchise, tidak kami lepas. Kita maintenance terus,” paparnya yang juga menargetkan dapat membuka 10 cabang Hunky-Dory Barbershop pada 2018 ini.

Hunky-Dory Barbershop saat ini sudah memiliki 8 cabang yang tersebar di Bekasi, Makassar, Bandung, Cibinong, dan Bogor. Mereknya pun baru saja menerima penghargaan Startup Awards 2018 dari Majalah Franchise Indonesia dan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI).

Di Era Internet yang ‘Pintarlah’ yang Memenangkan Persaingan

0

Berempat.com – Sejak internet telah mengambil sisi sentral kehidupan manusia, tak ada lagi istilah keterbatasan yang sebelumnya selalu menjadi penghalang seseorang untuk meraih mimpi. Bahkan pintu seseorang untuk menjadi seorang pebisnis amat terbuka lebar saat ini. Berbagai profesi kreatif pun bisa ditekuni untuk kemudian membawa penghidupan yang lebih baik, seperti menjadi YouTuber, Selebgram, Selebtwit, musisi, dan banyak lagi.

Tapi, kenyataannya tetap saja tak semua orang bisa memanfaatkan teknologi internet ini dengan baik. Karena memang kenyataannya di era serba cepat ini bukan lagi kejelian yang dibutuhkan seseorang untuk bisa memanfaatkan momentum, melainkan juga kepintaran dalam memaksimalkan peluang tersebut.

Kesimpulan itu saya dapatkan setelah di tahun 2015 lalu saya sempat berkirim pesan dengan CEO Bukalapak, Achmad Zaky melalui surat elektronik untuk membahas hal ini. Memang itu sudah hampir tiga tahun lalu, tapi apa yang kami bahas masih relevan sampai hari ini.

Zaky sendiri tak menampik bila saat ini internet begitu mengambil peran dalam kehidupan. Ia menganggap bahwa di era yang serba teknologi ini semua orang akan menggunakan internet untuk berbagai hal dalam kehidupan. Bahkan, ia berani memprediksi bila lima tahun lagi akan ada tsunami internet.

“Lima tahun lagi akan ada tsunami besar, di mana seluruh manusia, tak terkecuali  Indonesia, akan menggunakan internet. Jadi, tak terelakkan bahwa bisnis harus memanfaatkan opportunity ini,” ujarnya.

Lima tahun lagi dari pembicaraan itu terjadi berarti akan jatuh pada 2020. Masih ada dua tahun lagi untuk bisa membuktikan perkataan Zaky. Tapi, setidaknya bila kita melihat apa yang terjadi hari ini, semua aspek benar-benar telah memanfaatkan peran internet. Bahkan para politikus memanfaatkan internet untuk berkampanye.

Menurut suami dari Diajeng Lestari ini, dunia daring adalah dunia yang terbuka. Siapa yang berhasil menjadi pemenang dalam persaingan di dunia daring, maka orang itu akan memenangkan persaingan dalam segala hal, tak terkecuali yang konvensional atau offline.

Bahkan, Zaky berpendapat bahwa sekalipun ada pemain besar yang bisa menunjukkan tajinya dalam bisnis konvensional, dia belum tentu bisa menunjukkan hal yang sama bila bersaing secara daring.

“Karena dunia online lebih kompetitif player-nya,” tukasnya.

Zaky juga mengatakan bila kunci utama untuk bisa memenangkan persaingan di dunia internet ini adalah kepintaran. “Di online, banyak uang bukan berarti menang. Kalau di offline pasti akan begitu. Tapi, di online yang pintarlah yang menang,” ujarnya.

Meski tak menyebutkan detail ‘pintar’ seperti apa yang dimaksudkan, tapi Zaky melanjutkan bila para pengusaha bukan hanya pintar dalam mencari peluang, tapi juga dalam memaksimalkan dan memanfaatkan peluang tersebut.

Tools di internet ada jutaan dan itu terbuka bisa dipelajari sama siapa pun,” terangnya.

Seperti apa yang terjadi tiga tahun lalu hingga sekarang, semua pemain bisnis berbasis teknologi dan informatika terus berlomba secara terbuka, mulai dari layanan, harga, dan keunggulan fitur benar-benar mereka perlihatkan. Karena itu Zaky pun menganggap sektor ini tak ubahnya perang terbuka.

Tapi, Zaky sendiri amat yakin bila para entrepreneur di Indonesia mampu bersaing secara global. “Kita ini bangsa petarung, harusnya bisa. Tinggal dipoles sedikit-sedikit. Terutama untuk produk makanan, fashion, herbal, produk kecantikan, dan rumahan,” pungkasnya.

Besar Kecilnya Nilai Investasi Franchise Tak Bisa Menjamin Bagus Tidaknya Bisnis Itu

0

Berempat.com – Bicara konsep bisnis kemitraan, waralaba, franchise, maupun keagenan memang menjadi salah satu alternatif pilihan bagi yang ingin berbisnis dengan cara instan. Tak perlu pusing menjalankan bisnis dari nol, cukup membeli paket kemitraan seseorang sudah bisa memiliki bisnis yang menguntungkan.

KFC, McDonald’s, Rumah Makan Sederhana, Carvil, atau Sabana, merupakan contoh bisnis berkonsep kemitraan dan franchise yang menjanjikan. Tapi, memang untuk bisa mengambil paket kemitraan merek-merek besar itu diperlukan biaya investasi yang tak sedikit. Tapi, apakah lantas besar-kecilnya paket kemitraan yang ditawarkan bisa menjamin bila bisnis itu akan menjanjikan?

Seorang praktisi bisnis pernah memberi jawaban mengenai hal itu beberapa tahun lalu. Founder sekaligus CEO PT Reitech Solusindo, Reiner Bonifasius Rahardja mengakui bila bisnis berkonsep kemitraan sudah sangat menjamur sejak 10 tahun belakangan.

“Saya pun dulu memulai bisnis dari usaha kecil yang menggunakan konsep kemitraan. Namun satu hal yang harus selalu diperhatikan oleh calon mitra sebelum memilih, yaitu kualitas dari pendiri usaha tersebut,” ujarnya yang dulu pernah membuka bisnis cireng ini.

Kualitas pendiri usaha yang dimaksud Reiner ialah rekam jejaknya dalam berbisnis atau pengalaman beriwirausaha. Sementara dari segi bisnisnya yang harus diperhatikan adalah sistem dan benefit yang ditawarkan, bantuan yang diberikan setelah menjadi mitra, dan kualitas produk yang dijual selama ini.

Reiner juga menekankan agar jeli dalam memilih bisnis, karena saat ini banyak juga produk dan konsep kemitraan abal-abal yang ujung-ujungnya justru merugikan mitra. Kerugian yang dimaksud bisa dalam bentuk minimnya bantuan yang diberikan, tidak transparannya laporan keuangan, kualitas bahan baku yang tak stabil, hingga tutupnya bisnis hanya dalam hitungan 3 tahun.

Menurut pria berkacamata yang juga menjabat President Commissioner PT Nanohair Indonesia ini, banyaknya bisnis berkonsep kemitraan abal-abal yang muncul karena memang semua jenis bisnis bisa dimitrakan, sehingga akhirnya banyak yang berlomba memitrakan bisnisnya sekalipun sistemnya belum siap.

“Baiklah-baiklah dalam memilih. Dan lebih baik lagi jika memiliki mentor atau kurator bisnis yang bisa dijadikan sumber jawaban sebelum Anda mengambil tindakan,” imbuh pria yang dulu tersohor sebagai Pemuda Berusia 26 Tahun dengan Total Pendapatan Seperempat Triliun Rupiah ini.

Karena itu, Reiner menganggap bila besar-kecilnya nilai investasi untuk kemitraan maupun franchise bukan acuan tersendiri menjanjikan atau tidaknya bisnis tersebut untuk ke depan. Sebab, menurutnya, banyak sekali bisnis dengan modal cukup besar yang ternyata tidak memiliki prospek bagus sehingga angka kegagalannya pun cukup tinggi.

“Bisnis dengan angka investasi kecil jika dilakukan dengan sangat baik dan gencar, maka skala bisnisnya pun menjadi besar. Dan bisnis ini bisa memberikan banyak kualitas yang diberikan oleh bisnis lain dengan skala investasi yang jauh lebih besar, karena bisnis dengan investasi kecil harus bergerilya dan mengakselerasi bisnisnya secara cepat dan gila-gilaan,” tukas pria yang profilnya masuk dalam buku Indonesia Successful Young Entrepreneur ini.

Reiner justru menguraikan tiga faktor utama yang bisa dilihat untuk menilai apakah bisnis tersebut menjanjikan atau tidak. Pertama ialah aktivitas marketing, penjualan dan sistem, dan kekuatan multiplikasi dari keuangan.

“Intinya, kualitas sebuah bisnis tidak bisa dilihat hanya dari skala investasi, tapi harus dilihat juga dari kualitas si pengusaha yang mampu menguasai teknik berbisnis terapan yang benar. Kembali lagi kepada komunitas dan edukator bisnis yang ia miliki, tanpa dua hal itu, ya, siap-siap menjadi 80% pengusaha yang gagal di 3 tahun pertama,” tukas pendiri The Accelerator ini.

Menurutnya, peluang bisnis apa pun sangat baik. Jadi jangan terpaku hanya pada nilai investasi.

Memulai Bisnis Bukan Hanya Soal Peluang, tapi Juga Soal Taktik Menjual

0

Berempat.com – Untuk menjadi seorang pengusaha kita memang diwajibkan memiliki kejelian; jeli melihat peluang. “Pintar-pintarlah melihat peluang,” seperti itulah kalimat yang sering diucapkan para motivator bisnis. Cara berpikir seperti ini memang tidak salah, tapi ada lubang yang mesti ditambal.

Pengamat Sales & Marketing, Luthfie Ludino pernah mengatakan bahwa berbisnis bukan bicara soal peluang semata, tapi juga taktik. Maksudnya, selama ini orang selalu terpaku berusaha mencari peluang yang ada untuk dioptimalkan, tapi tak pernah memikirkan bagaimana cara menjalankan dan membesarkannya.

Padahal, menurut Lutfhie arti dari bisnis itu sendiri adalah taktik. Karena itu, penulis buku I’m Possible ini menekankan para pebisnis agar mampu memikirkan taktik sebelum benar-benar menjalankan bisnisnya.

“Nah, para pelaku UKM harus tahu taktik-taktik dalam berbisnis. Karena arti dari bisnis itu sendiri adalah taktik, bukan opportunity (peluang) saja. Sebuah opportunity itu datangnya bisa tiba-tiba atau bisa juga diciptakan. Tapi, justru mempertahankan opportunity yang sudah diambil itu yang sulit. Nah, kita butuh taktik untuk hal itu,” terangnya dari balik sambungan telepon.

Pada dasarnya bisnis adalah melakukan penjualan, begitulah yang dikatakan Luthfie. Dan rahasia menjual adalah bisa mendapatkan orang atau konsumen yang tepat (prospek). “Kalau sampai salah sasaran, pasti akan down. Jadi, sasarannya harus tepat. Apa yang saya sebutkan ini berkaitan dengan lead development,” paparnya.

Namun, diperlukan beberapa tahapan agar bisa menentukan apakah konsumen yang disasar sudah tepat atau belum. Luthfie menjabarkan, tahapan yang dimaksud ialah suspect-prospek-konteks.

Suspect adalah daftar yang berisikan orang-orang yang kita ‘curigai’ bersedia membeli produk kita. Sementara prospek adalah tahapan lebih lanjut dari daftar suspect, yakni orang yang bisa kita dekati secara intens. Dan konteks adalah tahapan akhir di mana kesepakatan hanya tinggal negosiasi harga saja.

“Nah, kalau UKM mau besar, dia harus mencari prospek-prospek baru. Tidak hanya bisa menunggu dengan duduk manis saja. Dan meskipun sudah besar, tetap harus ekspansif keluar. Harus tetap mencari prospek-prospek baru, misal seperti di India, Arab, atau di negara-negara lainnya,” pungkasnya.