Besar Kecilnya Nilai Investasi Franchise Tak Bisa Menjamin Bagus Tidaknya Bisnis Itu

0
1256
Ilustrasi bisnis franchise. (printingnews)

Berempat.com – Bicara konsep bisnis kemitraan, waralaba, franchise, maupun keagenan memang menjadi salah satu alternatif pilihan bagi yang ingin berbisnis dengan cara instan. Tak perlu pusing menjalankan bisnis dari nol, cukup membeli paket kemitraan seseorang sudah bisa memiliki bisnis yang menguntungkan.

KFC, McDonald’s, Rumah Makan Sederhana, Carvil, atau Sabana, merupakan contoh bisnis berkonsep kemitraan dan franchise yang menjanjikan. Tapi, memang untuk bisa mengambil paket kemitraan merek-merek besar itu diperlukan biaya investasi yang tak sedikit. Tapi, apakah lantas besar-kecilnya paket kemitraan yang ditawarkan bisa menjamin bila bisnis itu akan menjanjikan?

Seorang praktisi bisnis pernah memberi jawaban mengenai hal itu beberapa tahun lalu. Founder sekaligus CEO PT Reitech Solusindo, Reiner Bonifasius Rahardja mengakui bila bisnis berkonsep kemitraan sudah sangat menjamur sejak 10 tahun belakangan.

“Saya pun dulu memulai bisnis dari usaha kecil yang menggunakan konsep kemitraan. Namun satu hal yang harus selalu diperhatikan oleh calon mitra sebelum memilih, yaitu kualitas dari pendiri usaha tersebut,” ujarnya yang dulu pernah membuka bisnis cireng ini.

Kualitas pendiri usaha yang dimaksud Reiner ialah rekam jejaknya dalam berbisnis atau pengalaman beriwirausaha. Sementara dari segi bisnisnya yang harus diperhatikan adalah sistem dan benefit yang ditawarkan, bantuan yang diberikan setelah menjadi mitra, dan kualitas produk yang dijual selama ini.

Reiner juga menekankan agar jeli dalam memilih bisnis, karena saat ini banyak juga produk dan konsep kemitraan abal-abal yang ujung-ujungnya justru merugikan mitra. Kerugian yang dimaksud bisa dalam bentuk minimnya bantuan yang diberikan, tidak transparannya laporan keuangan, kualitas bahan baku yang tak stabil, hingga tutupnya bisnis hanya dalam hitungan 3 tahun.

Menurut pria berkacamata yang juga menjabat President Commissioner PT Nanohair Indonesia ini, banyaknya bisnis berkonsep kemitraan abal-abal yang muncul karena memang semua jenis bisnis bisa dimitrakan, sehingga akhirnya banyak yang berlomba memitrakan bisnisnya sekalipun sistemnya belum siap.

“Baiklah-baiklah dalam memilih. Dan lebih baik lagi jika memiliki mentor atau kurator bisnis yang bisa dijadikan sumber jawaban sebelum Anda mengambil tindakan,” imbuh pria yang dulu tersohor sebagai Pemuda Berusia 26 Tahun dengan Total Pendapatan Seperempat Triliun Rupiah ini.

Karena itu, Reiner menganggap bila besar-kecilnya nilai investasi untuk kemitraan maupun franchise bukan acuan tersendiri menjanjikan atau tidaknya bisnis tersebut untuk ke depan. Sebab, menurutnya, banyak sekali bisnis dengan modal cukup besar yang ternyata tidak memiliki prospek bagus sehingga angka kegagalannya pun cukup tinggi.

“Bisnis dengan angka investasi kecil jika dilakukan dengan sangat baik dan gencar, maka skala bisnisnya pun menjadi besar. Dan bisnis ini bisa memberikan banyak kualitas yang diberikan oleh bisnis lain dengan skala investasi yang jauh lebih besar, karena bisnis dengan investasi kecil harus bergerilya dan mengakselerasi bisnisnya secara cepat dan gila-gilaan,” tukas pria yang profilnya masuk dalam buku Indonesia Successful Young Entrepreneur ini.

Reiner justru menguraikan tiga faktor utama yang bisa dilihat untuk menilai apakah bisnis tersebut menjanjikan atau tidak. Pertama ialah aktivitas marketing, penjualan dan sistem, dan kekuatan multiplikasi dari keuangan.

“Intinya, kualitas sebuah bisnis tidak bisa dilihat hanya dari skala investasi, tapi harus dilihat juga dari kualitas si pengusaha yang mampu menguasai teknik berbisnis terapan yang benar. Kembali lagi kepada komunitas dan edukator bisnis yang ia miliki, tanpa dua hal itu, ya, siap-siap menjadi 80% pengusaha yang gagal di 3 tahun pertama,” tukas pendiri The Accelerator ini.

Menurutnya, peluang bisnis apa pun sangat baik. Jadi jangan terpaku hanya pada nilai investasi.

Sudah aktif menulis sejak 2011. Menggemari fiksi. Beberapa karya cerpen sudah dibukukan dan dimuat di berbagai media online. Sudah menelurkan 4 buah buku bertema inspirasi bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here