Di Era Internet yang ‘Pintarlah’ yang Memenangkan Persaingan

0
1122
Ilustrasi. (Score.org)

Berempat.com – Sejak internet telah mengambil sisi sentral kehidupan manusia, tak ada lagi istilah keterbatasan yang sebelumnya selalu menjadi penghalang seseorang untuk meraih mimpi. Bahkan pintu seseorang untuk menjadi seorang pebisnis amat terbuka lebar saat ini. Berbagai profesi kreatif pun bisa ditekuni untuk kemudian membawa penghidupan yang lebih baik, seperti menjadi YouTuber, Selebgram, Selebtwit, musisi, dan banyak lagi.

Tapi, kenyataannya tetap saja tak semua orang bisa memanfaatkan teknologi internet ini dengan baik. Karena memang kenyataannya di era serba cepat ini bukan lagi kejelian yang dibutuhkan seseorang untuk bisa memanfaatkan momentum, melainkan juga kepintaran dalam memaksimalkan peluang tersebut.

Kesimpulan itu saya dapatkan setelah di tahun 2015 lalu saya sempat berkirim pesan dengan CEO Bukalapak, Achmad Zaky melalui surat elektronik untuk membahas hal ini. Memang itu sudah hampir tiga tahun lalu, tapi apa yang kami bahas masih relevan sampai hari ini.

Zaky sendiri tak menampik bila saat ini internet begitu mengambil peran dalam kehidupan. Ia menganggap bahwa di era yang serba teknologi ini semua orang akan menggunakan internet untuk berbagai hal dalam kehidupan. Bahkan, ia berani memprediksi bila lima tahun lagi akan ada tsunami internet.

“Lima tahun lagi akan ada tsunami besar, di mana seluruh manusia, tak terkecuali  Indonesia, akan menggunakan internet. Jadi, tak terelakkan bahwa bisnis harus memanfaatkan opportunity ini,” ujarnya.

Lima tahun lagi dari pembicaraan itu terjadi berarti akan jatuh pada 2020. Masih ada dua tahun lagi untuk bisa membuktikan perkataan Zaky. Tapi, setidaknya bila kita melihat apa yang terjadi hari ini, semua aspek benar-benar telah memanfaatkan peran internet. Bahkan para politikus memanfaatkan internet untuk berkampanye.

Menurut suami dari Diajeng Lestari ini, dunia daring adalah dunia yang terbuka. Siapa yang berhasil menjadi pemenang dalam persaingan di dunia daring, maka orang itu akan memenangkan persaingan dalam segala hal, tak terkecuali yang konvensional atau offline.

Bahkan, Zaky berpendapat bahwa sekalipun ada pemain besar yang bisa menunjukkan tajinya dalam bisnis konvensional, dia belum tentu bisa menunjukkan hal yang sama bila bersaing secara daring.

“Karena dunia online lebih kompetitif player-nya,” tukasnya.

Zaky juga mengatakan bila kunci utama untuk bisa memenangkan persaingan di dunia internet ini adalah kepintaran. “Di online, banyak uang bukan berarti menang. Kalau di offline pasti akan begitu. Tapi, di online yang pintarlah yang menang,” ujarnya.

Meski tak menyebutkan detail ‘pintar’ seperti apa yang dimaksudkan, tapi Zaky melanjutkan bila para pengusaha bukan hanya pintar dalam mencari peluang, tapi juga dalam memaksimalkan dan memanfaatkan peluang tersebut.

Tools di internet ada jutaan dan itu terbuka bisa dipelajari sama siapa pun,” terangnya.

Seperti apa yang terjadi tiga tahun lalu hingga sekarang, semua pemain bisnis berbasis teknologi dan informatika terus berlomba secara terbuka, mulai dari layanan, harga, dan keunggulan fitur benar-benar mereka perlihatkan. Karena itu Zaky pun menganggap sektor ini tak ubahnya perang terbuka.

Tapi, Zaky sendiri amat yakin bila para entrepreneur di Indonesia mampu bersaing secara global. “Kita ini bangsa petarung, harusnya bisa. Tinggal dipoles sedikit-sedikit. Terutama untuk produk makanan, fashion, herbal, produk kecantikan, dan rumahan,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here