Kapal Api Buka Peluang Siapa Saja Jadi Pengusaha Kedai Kopi

0
1684
Kapal Api memperkenalkan konsep coffee corner di IFBC Expo Jakarta pada Maret 2018. (Berempat.com/R. Shandy)

Berempat.com – Kafe atau kedai kopi sudah menjadi salah satu jenis bisnis yang banyak diminati pengusaha. Seperti yang bisa kita lihat, di mana pun hampir tersemat kedai kopi dengan beragam konsep, mulai dari lokal banget sampai yang eksklusif sekelas Starbucks. Konsumen tinggal memilih kafe mana yang ingin dimasuki.

Tapi, anehnya, sekalipun kedai kopi banyak tersebar tak ada yang tampak benar-benar sepi pengunjung. Paling tidak, memasuki jam makan siang hingga malam kedai kopi di mana pun akan tampak penuh. Tentu hal itu menjadi gambaran bagaimana menjanjikannya bisnis kedai kopi saat ini.

Tak heran kalau akhirnya Kapal Api yang sudah merajai pasar kopi kemasan sejak lama mulai kepincut merambah bisnis ini. Seperti yang dituturkan OOH Manager PT Santos Jaya Abadi (Kapal Api) Musa Hartanto, potensi bisnis ini selalu ada.

“Potensi itu selalu ada, tinggal bagaimana kita menjawab kebutuhan konsumen itu dengan tepat. Makanya konsep kita pun sudah kita kembangkan,” ujar Musa saat ditemui di Jakarta awal Maret.

Sebenarnya sudah lama Kapal Api merambah bisnis kedai kopi ini. Menurut Musa, segmen ini sudah dilakoni Kapal Api sejak 6-7 tahun lalu. Hanya saja masih konsep gerobak (booth) yang memajang merek Kapal Api dan Good Day yang jumlahnya capai 300 gerai.

“Sudah kita coba di sebagian besar wilayah di Indonesia. Dan untuk saat ini jumlahnya sekitar 300 outlet, baik yang dikelola sendiri maupun oleh mitra,” papar Musa.

Karena dirasa sudah cukup banyak mengembangkan booth, setahun belakangan ini Kapal Api pun mulai serius mengembangkan konsep bisnisnya ke jenis kedai kopi atau coffee corner. Tapi, Musa menerangkan bahwa konsep bisnis yang ditawarkan ini bukanlah berbentuk franchise, melainkan business opportunity (peluang bisnis).

“Jadi kita siapkan peluang usaha. Di sana itu gak ada management fee, royalty fee, maupun franchise fee,” terangnya.

Keuntungan yang ditawarkan Kapal Api tak hanya melepaskan mitra dari beban management fee, royalty fee, dan franchise fee, tapi juga dari sisi merek dan produk yang sudah melekat di benak masyarakat.

“Tentunya hal ini satu modal utama bagi calon mitra, kalo mau jual produk yang diterima masyarakat pasti lebih mudah,” klaim Musa.

Belum lagi, para mitra Kapal Api dijamin oleh Musa mendapatkan berbagai dukungan berupa pelatihan—karyawan maupun pemilik bisnis—yang juga dijamin gratis selama masih menjadi mitra Kapal Api.

Selain itu, dukungan dari segi pemasaran pun tak luput diberikan. Menurut Musa, kantor pusat akan memberikan strategi pemasaran berdasarkan karakteristik lokasi kedai.

“Jadi kita ada tim yang untuk survei, controlling mitra, tim-tim ini yang akan melihat apa sih tantangannya, apa sih kendalanya. Tim-tim inilah yang akan mengevaluasi dan memberikan masukan,” jelasnya lebih jauh. Jadi, Musa menerangkan bahwa Kapal Api memiliki dua jenis strategi pemasaran, yakni secara nasional dan per gerai.

Bila tertarik memiliki kedai kopi bersama Kapal Api, modal yang perlu dipersiapkan di awal dimulai dari Rp 75 juta untuk dimensi tempat 3x3 meter per segi. “Jadi konsep coffee corner ini sangat bisa menyesuaikan kesediaan tempat, seluas apa pun tempatnya kita bisa custom-kan. Tapi dengan minimal 3x3,” terang Musa.

Tahun ini, Kapal Api menargetkan akan memperluas cakupan wilayah kedai kopi mereka yang selama ini masih berpusat di Pulau Jawa. “Dalam waktu dekat ini Sumatera, Kalimantan, Sulawesi pun akan mulai kita buat cabang di sana,” pungkas Musa.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.