Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 933

Di Balik Kisah Terpilihnya KiosTix Sebelum Diputus Kontrak INASGOC

Berempat.com – Kiostix secara resmi tak lagi mengurusi penjualan tiket Asian Games 2018 setelah Panitia Pelaksana Asian Games 2018 (INASGOC) mengonfirmasi hal tersebut. Dalam konferensi pers, Deputi II bidang administrasi INASGOC Francis Wanandi memastikan bahwa INASGOC telah memutus kontrak KiosTix pada Jumat (24/8).

“Kami memindahkan kepada vendor berbeda. Dari KisoTix ke blibli (tiket.com), dan loket.com,” ujar Francis dalam konferensi pers di Jakarta.

Sebelumnya, penunjukkan Loket.com dilakukan INASGOC untuk melengkapi kongsi penjualan tiket Asian Games 2018 yang sudah dipegang oleh Kiostix dan Blibli. Namun, tak lama berselang rupanya Kiostix tak lagi tergabung dalam kongsi tersebut.

Memang, buruknya kemampuan KiosTix soal urusan pendistribusian dan penjualan tiket Asian Games 2018 menjadi sorotan publik. Mulai dari situs yang tak bisa diakses sebab server yang down, muncul kasus tiket ganda, pembeli yang tak menerima kode voucher meskipun telah mentransfer nominal sesuai harga dan telah mendapatkan konfirmasi, hingga menyebabkan antrean panjang saat penukaran e-voucher dengan tiket fisik.

Sebetulnya, ditunjuknya Kiostix sebagai pengelola tunggal tiket Asian Games 2018 cukup dipertanyakan. Pasalnya, sebuah vendor harus benar-benar siap untuk bisa mengelola tiket sendirian untuk event sebesar Asian Games 2018 yang tentu dapat menarik animo masyarakat yang besar. Sementara itu, kemampuan KiosTix dalam mengelola tiket dengan animo yang cukup besar pernah sangat mengecewakan.

Tak memuaskannya layanan Kiostix pernah dirasakan penggemar sepak bola tanah air saat Tim Nasional Indonesia berhasil lolos ke semifinal AFF Cup 2016 silam. Saat itu, PSSI memberikan jatah kepada Kiostix untuk mendistribusikan 27 ribu tiket. Namun, sayangnya, Kisotix justru tak sanggup optimal dalam melayani pembelian tiket. Situs yang tak bisa diakses sebab server down selama berhari-hari menjadi pemicunya. Kendala yang sama dengan saat ini.

“Animonya sangat luar biasa, kami menghadapi traffic yang luar biasa. Sebenarnya kami siap (menjual), tapi kami tak bisa menghadapi kendala akses yang ini luar biasa. Seperti antrean yang panjang, jadi harus menunggu,” kilah Head of Sales Kiostix Andika Putra saat itu sebagaimana dikutip dari Goal.com.

Lantaran hal tersebut, PSSI pun sampai harus turun tangan dan menjual tiket secara offline di markas Kostrad.

Bila melihat ketidakmampuan Kiostix saat harus mengelola 27 ribu tiket kala itu, maka sudah semestinya INASGOC tak boleh begitu saja menyerahkan sepenuhnya penjualan tiket Asian Games 2018 kepada KiosTix sendirian. Sebab dilihat dari jumlah pembeli tiket, sudah pasti akan berkali-kali lipat lebih banyak dibanding saat semifinal AFF Cup 2016. Bila mengurus tiket untuk semifinal AFF Cup 2016 saja sudah kepayahan, apalagi untuk mengurusi event sebesar Asian Games 2018?

Sementara itu, di pihak KiosTix pun semestinya sudah bisa mempersiapkan diri lebih baik saat ditunjuk menjadi pengelola tiket Asian Games 2018. Namun, sepertinya hal tersebut tak dilakukan. Pasalnya, selain situs yang kembali sulit diakses, ruwetnya proses penukaran tiket juga masih diterapkan.

Karena semestinya, sudah tak perlu lagi ada penukaran ke dalam bentuk tiket fisik untuk pembelian tiket secara daring. Panitia seyogianya cukup melakukan scaning pada barcode tiket daring yang dipegang pembeli. Namun, teknologi scanning barcode itu sepertinya tak diterapkan oleh KiosTix.

Karena itulah, sempat muncul pertanyaan, bagaimana bisa pengelolaan tiket Asian Games 2018 hanya diserahkan kepada satu vendor saja dan membuat INASGOC menafikan banyak perusahaan ticketing besar dalam tender macam Rajakarcis dan Tiket.com untuk turut andil di awal.

Pernyataan yang Kontradiktif

Kisah terpilihnya KiosTix sebagai vendor tunggal pengelolaan tiket Asian Games 2018 sendiri sebetulnya cukup menarik. Dalam konferensi pers saat pemutusan kontrak KiosTix, Francis menyebut bahwa KiosTix sebetulnya bukan pilihan pertama. Di awal, Francis mengaku bahwa INASGOC sudah memilih Yosong, perusahaan asal Korea yang menjadi vendor tiket Olympic Winter dan Asian Games Incheon.

“Mereka ini secara sistem bagus karena sudah terbukti sistemnya di olimpaide, sudah digunakan,” ujar Francis.

Namun, Francis menyebut bahwa Yosong secara tiba-tiba memilih mundur. Saat itulah Kiostix menjadi pilihan INASGOC. Dalam keterangannya, Francis seolah menyebut bahwa KiosTix tak punya cukup kesiapan dalam sisa waktu menuju Asian Games 2018 sehingga terjadilah kendala seperti saat ini.

“Perusahaan seperti KiosTix itu untuk menyiapkan selama dua bulan itu terlalu pendek,” jelasnya.

Dipilihnya KiosTix pun, menurut Francis, lantaran pihak KiosTix berani memberi minimum garansi yang besar.

“Dulu itu, ada parameter-parameternya, ada sistem menjual hak kepada pihak ketiga. Kami minta garansi minimal yang harus dijaminkan. Itu salah satu faktornya, memang ada sisi komesil. Mereka berani memberi minimum garansi yang besar,” dia menjelaskan.

Menilik dari penjabaran Francis dalam proses penunjukkan KiosTix, agaknya terlalu kontradiktif dengan pernyataan Direktur Ticketing Panitia Pelaksana Asian Games 2018 Sarman Simanjorang saat konferensi pers bulan Juni lalu.

“Perlu diketahui sejak 2016, sudah ada 11 perusahaan ticketing yang sudah mendaftar, tapi akhirnya yang menang adalah KiosTix. Setidaknya ada beberapa kireteria yang dipenuhi KiosTix, yakni dari segi IT atau kemanan, cakupan distribusi yang luas dan kemampuan perusahaan itu sendiri dalam mengatur tiket,” jelas Sarman kala itu sebagaimana dikutip dari Tribunnews.

Dalam pernyataan tersebut Sarman seolah sangat yakin bahwa INASGOC telah memilih vendor yang tepat. Pasalnya, KiosTix diyakini memiliki kecakapan dari segi IT dan keamanan, serta kemampuan perusahaan dalam mengatur tiket. Tentu, keyakinan tersebut agaknya mesti dievaluasi bila melihat kemampuan KiosTix dalam mengelola tiket AFF Cup 2016 silam.

Dan kelalaian INASGOC dalam memberikan kepercayaan tunggal kepada KiosTix pun akhirnya terjawab saat ini. Kendati mulanya INASGOC memilih memecah lebih dulu pengelolaan tiket Asian Games 2018 dengan memasukkan BliBli dan Loket, namun pada akhirnya INASGOC memilih memutus kontrak KiosTix kemudian.

Jessica Iskandar yang Makin Kaya dengan Deretan Bisnis yang Dijalani

0

Berempat.com – Sosok Jessica Iskandar tentu sudah tak asing lagi di layar kaca Indonesia. Pasalnya, perempuan yang sudah memiliki seorang anak ini sudah malang melintang di dunia entertainment Indonesia. Mulai dari aktif bermain film, sitkom, komedi, hingga menjadi host pun dilakoninya.

Jessica Iskandar juga dikenal sebagai artis yang punya kekayaan berlimpah. Memang belum ada data yang menyebut berapa kekayaan artis yang akrab disapa Jedar ini. Namun, bila dilihat dari berbagai aktivitas, terutama bisa masuknya Jedar sebagai anggota Girls Squad—yang dikenal sebagai geng sosialita artis kaya raya, tentu harta ibu El Barack Alexander ini tak sedikit.

Namun, perempuan yang sekarang tengah dekat dengan Richard Kyle ini nyatanya memang punya banyak bisnis. Jadi, tak heran kalau ia bisa hidup mewah di samping banyaknya pemasukan di dunia entertainment. Nah, kira-kira apa saja bisnis yang dimiliki oleh Jedar ini?

  1. Jedar Cosmetics by Jessica Iskandar

Sebagai seorang artis sekaligus seorang wanita, Jedar tentu sadar betul betapa ia tak bisa lepas dari kosmetik. Menyadari kebutuhan perempuan akan kosmetik yang tak pernah berkurang, Jedar pun melihat peluang yang bisa dimaksimalkannya.

Ada ragam kosmetik yang diproduksinya, mulai dari lip matte, BB Cushion, hingga lotion. Dan, jangan dikira kalau harga kosmetik keluaran Jedar ini mahal. Karena kenyataannya beberapa produknya dimulai dari harga Rp 99 ribu. Cukup terjangkau, bukan?

2. Kimi Kids

Memiliki seorang anak rupanya membuat Jedar juga melihat sebuah peluang bagus. Ia pun mendirikan Kimi Kids, sebuah bisnis clothing line khusus anak-anak. Lebih tepatnya menjual aneka kaus kaki lucu untuk buah hati.

Kabarnya, Jedar terlibat langsung dalam mendesain gambar. Dan, lagi-lagi, nyatanya harga untuk setiap produk Kimi Kids cukup terjangkau, yakni sekitar Rp 20 ribu.

3. Jedar Koofee

Bermula dari kesukaannya terhadap kopi membuat Jedar memutuskan untuk terjun ke industri bisnis kopi. Sebab itu lahirlah kedai kopinya sendiri yang diberi nama Jedar Koofee. Dan sadar bahwa bisnis kopinya mesti tampak beda, Jedar pun membuat produk kopinya ramah pada penderita diabetes.

Jedar Koofee menawarkan 5 varian rasa, yakni latte, mocha, hazelnut, tiramisu, dan red velvet. Dan harga yang ditawarkan pun relatif terjangkau, yakni Rp 25 ribu.

4. Baby El Bakery

Bisnis kue artis sempat booming beberapa waktu lalu. Jessica termasuk salah satu artis yang ikut menjalani bisnis kue tersebut. Mulanya, Jedar menggunakan nama Barack Bakery untuk produk roti kasur yang dijualnya. Namun, Jedar kemudian memutuskan untuk mengganti nama merek kuenya menjadi Baby El Bakery. Pasalnya, merek Barack Bakery sudah lebih dulu ada dan dimiliki oleh orang lain.

5. Villa Jedar

Bisa dibilang bisnis satu ini menjadi salah satu pemasukan yang besar bagi Jedar. Pasalnya, Jedar punya sebuah villa di kawasan Umalas, Bali, untuk disewakan. Villa yang diberi nama Jedar itu punya fasilitas mewah dan memiliki lokasi strategis. Untuk per malam Villa Jedar disewakan dengan harga Rp 2,5 juta.

6. Jedar Clothing

Desember 2015 menjadi momen bagi Jedar saat memutuskan untuk terjun ke dunia bisnis clothing untuk pertama kali. Ia pun memberi nama produknya Jedar Clothing. Untuk desain bajunya tak perlu ditanya lagi. Sudah pasti sesuai dengan style dan gaya Jedar. Bahkan, produknya sudah masuk ke salah satu e-commerce kenamaan yang identik dengan merek-merek mahal, yakni Zalora.

Dalam menjalani bisnis ini, Jedar mengaku dibantu oleh sang kakak, yakni Erick.

Total, ada 6 bisnis yang dijalani oleh Jedar di sela-sela kesibukannya di dunia entertainment. Rasanya, ketika artis saja memilih untuk terjun ke dunia bisnis meski sudah memiliki bayaran mahal, maka sudah pasti itu menadi petanda bahwa kita pun perlu menjajaki dunia bisnis. Jadi, kapan kamu mulai mau berbisnis?

Pebisnis Spa yang Tak Menutup Mata Pada Nasib Terapis Indonesia

0

“Terapis Indonesia itu sangat diakui di Eropa, di Australia. Mereka sangat happy kalau dapet terapis dari Indonesia.”

Berempat.com – Tepat di tanggal 8 Agustus lalu, Trisya Suherman mengunggah momen bahagianya di akun Instagram @trisya_suherman. Dikelilingi oleh rekan bisnis dan para staf Bambu Spa berseragam kaos Polo kuning, senyum Trisya tampak mengembang. Tepat di hadapannya, nasi tumpeng sebagai simbol syukuran dan kue tart cokelat dengan lilin berbentuk 1 dan 0 (10) ditaruh di meja.

Tanggal tersebut memang menjadi salah satu tanggal spesial dalam hidupnya. Sebab tepat 10 tahun lalu, di tanggal tersebut Trisya untuk pertama kalinya menjalankan bisnis spa. Menempati lantai dua di sebuah ruko di Mutiara Taman Palem Blok A5 No.3, Cengkareng, Jakarta Barat, Trisya untuk kali pertama mengenalkan metode relaksasi yang memanfaatkan bambu sebagai alat pemijatnya di Indonesia.

Kini Bambu Spa (PT Louise and Chlesea Indonesia) sudah tersebar di berbagai kota besar melalui konsep franchise. Total sudah ada 18 cabang Bambu Spa. Bahkan, yang terbaru Trisya sudah akan membuka master franchise Bambu Spa di Manila, Filipina.

“Kita udah ada agreement dengan franchisee di Manila. Sudah ada MoU-nya,” ujar perempuan yang akrab disapa Ica ini saat ditemui Berempat.com di Bambu Spa Tebet, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu.

Berbisnis bagi Ica layaknya sebuah hobi. Ia mengaku lebih memilih mengalokasikan uang yang dipunya untuk berbisnis daripada berbelanja. Karena itu, di luar Bambu Spa ia juga senang mengembangkan bisnis lain.

“Saya tuh ada duit langsung alokasinya ke bisnis. Gak dibuat shopping. Gak tau ya, lebih berani ngeluarin puluhan juta, ratusan juta untuk nanem di bisnis dibanding saya harus gimana-gimana,” ujar perempuan yang sudah memiliki 3 putri ini.

Ica saat ini tengah mengembangkan perusahaan di bidang broker properti bersama orangtuanya. Perusahaan itu diberi nama Anugerah Kembang Sejahtera, atau ia lebih senang menyebutnya Aksea Property.

Untuk di awal tahun ini saja, Ica membocorkan adanya proyek yang sedang dibangunnya bersama beberapa pengusaha. Ica dan beberapa pengusaha lainnya ingin membangun sebuah platform marketplace ilojam.com yang merupakan kependekan dari I Love Jakarta Mal (dot) com.

“Itu semua tentang Jakarta, entah oleh-oleh, souvenir, informasi tentang Jakarta, itu masuk di situ semua,” kisahnya bersemangat.

Selain berbisnis, perempuan kelahiran 28 April 1980 ini juga senang menjalin relasi. Kesenangannya itu yang kemudian membawa langkahnya untuk membangun sebuah komunitas yang kini bernama Yayasan CEO Indonesia. Ica pun dipilih sebagai Ketua Umum dari asosiasi yang kerap mengisi acara CEO Forum di Metro TV itu.

“(CEO Indonesia) Sudah ada 500 member dan kita juga buka chapter di Singapore. Setiap hari Jumat di sana kalo komunitas kita mau kumpul ada tempatnya. Di sana ada ketuanya juga,” tutur Ica.

Keluwesan Ica dalam menjaring koneksi pun turut membawanya tergabung dalam sebuah lembaga di pemerintahan. Tahun ini Ica tengah menjalani peran sebagai Ketua Promosi Kelembagaan di Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK) Spa Nasional. LSK tersebut berada langsung di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

Konsentrasi lembaga tersebut adalah memberikan pendidikan bagi terapis spa di Indonesia. Nantinya, terapis-terapis tersebut akan mendapat sertifikasi setelah mendapatkan berbagai pendidikan dan pelatihan hingga tingkat nasional.

Ica sangat konsen dalam upaya memberikan sertifikasi kepada terapis spa di Indonesia. Pasalnya, ia mengaku sempat kesulitan mendapatkan terapis yang berkompeten untuk Bambu Spa. Apalagi, menurutnya, mendidik terapis pun tak bisa instan layaknya mendidik pramusaji.

“Ini benar-benar langsung ke manusianya. Sudah itu kalo (pelayanan) jelek, brand kita yang jelek. Makanya itu saya sangat bersyukur bergabung di LSK Spa ini. Jadinya terapis kita semua tersertifikasi, saya juga tahu yang dimau pemerintah itu seperti apa standarisasinya,” ungkap lulusan S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Bina Nusantara (Binus) ini.

 

Sangat Konsen Mendidik Terapis Spa

Bagi Ica, sebagai seorang pebisnis ia harus benar-benar berkecimpung dan memahami tentang dunia bisnis yang digelutinya. Dalam hal ini, Ica menganggap dirinya harus paham betul soal spa, baik dari segi perencanaan bisnis, target pasar, hingga yang bersentuhan langsung dengan konsumen seperti pelayanan dan dampak spa terhadap kesehatan. Ica bahkan mengaku bisa melakukan terapi sebagaimana seorang terapis di spa bekerja.

Pengetahuan-pengetahuan tentang spa didapatkan Ica setelah ia mengambil pendidikan CIDESCO School pada 2016 lalu. CIDESCO merupakan asosiasi terapi kecantikan internasional ternama di dunia. Organisasi tersebut berdiri pada 1946 dan berpusat di Zurich, Swiss. Kini CIDESCO tersebar di berbagai dunia, termasuk Indonesia.

Minatnya untuk mengikuti pendidikan di CIDESCO lantaran pendidikan organisasi tersebut di bidang terapis dan kecantikan sangat diakui. Bahkan lulusannya dianggap menjadi paling ahli di bidang tersebut. Ica pun mengaku bahwa ia belajar di CIDESCO sembari merintis Bambu Spa.

“Jadi saya sambil bangun bisnis, sambil belajar juga. Tiap senin-jumat dari jam 8 (pagi) sampai jam 4 (sore). Jadi benar-benar, saya (belajar) massage orang. Kita harus bisa prosesnya. Terus teorinya pun saya sudah kayak belajar anak IPA,” kisah Ica yang kemudian mengaku senang karena dapat lulus dan meraih gelar CIDESCO.

Selepas mendapatkan pendidikan tersebut, Ica mengaku lebih paham bagaimana membentuk dan mendidik terapis di Bampu Spa. Karena itu, ia mengaku lebih senang mencari terapis yang belum berpengalaman untuk kemudian dididiknya sendiri ketimbang mencari terapis yang sudah berpengalaman.

“Kita lebih suka yang dididik dari nol. Pertama, dia lebih tahu apa yang kita mau, terus gak ngebanding-bandingin (dengan tempat spa lain),” ungkap perempuan yang memulai kariernya sebagai Customer Service di Lippo Bank (sekarang CIMB Niaga) 2002 silam.

Ica pun tak main-main dalam memberi pendidikan atau pelatihan kepada terapisnya. Ia bahkan membuat level terapis layaknya pendidikan formal pada umumnya. Ica membagi menjadi 4 level, yakni level 1 yang setara SMP, level 2 yang setara SMA, level 3 yang setara Diploma, dan Level 4 yang setara S1. Setiap terapis akan mendapatkan sertifikasi saat berhasil lulus dari setiap level.

Bagi Ica, memberikan pendidikan dan pelatihan serta sertifikat kepada terapisnya bukan hanya akan membuat Bambu Spa lebih dipercaya oleh pelanggan, tetapi itu semua bisa menjadi bekal bagi para terapis itu sendiri. Sebab Ica berpikir, dengan berbekal semua itu para terapis bisa tetap berdaya di masa pensiun atau ketika mereka memutuskan tak mau lagi bekerja.

“Nanti setelah mereka pensiun atau gak mau kerja lagi, mereka bisa ngajarin anak muda. Jadi mereka lebih ada value-nya bagi generasi baru, bisa untuk ngajarin. Dibanding kerja di pabrik atau jaga toko (selepas pensiun),” tuturnya.

Ica memang terlihat sangat peduli pada nasib terapis spa, baik yang bekerja di Bambu Spa maupun secara nasional. Pasalnya, Ica tahu betul bahwa sebenarnya kualitas terapis di Indonesia sangat mumpuni sehingga semestinya bisa memiliki nasib yang lebih baik, dan peluang yang lebih besar. Ica bahkan berani mengklaim bahwa kualitas terapis Indonesia lebih diakui oleh negara-negara di Eropa dan Australia.

“Terapis Indonesia itu sangat diakui di negara Eropa, di Australia. Mereka sangat happy kalo dapet terapis dari Indonesia. Saya sudah sering ke Maldiev, Eropa, dan mereka senang banget dapat terapis dari Indonesia. (di) Afrika pun terapis Indonesia sangat banyak,” ujar Ica.

Karena itu, Ica menganggap bahwa peluang Indonesia untuk bisa memberdayakan terapis ke luar negeri sangat besar. Ia bahkan menganggap Indonesia jauh lebih baik mengekspor Tenaga Kerja Wanita (TKW) untuk diberdayakan sebagai terapis ketimbang mengekspor asisten rumah tangga.

“Kasihlah ke saya, nanti saya didik anak-anaknya. Mereka bisa langsung dapat kerja kok, entah di Bambu Spa atau sesuai permintaan dari luar negeri. Mereka habis sertifikasi masa depannya enak. Mereka bisa kerja di hotel-hotel, diakuin, gaji besar. Hotel bintang 5 kalo gak ada spa gak jadi bintang 5 lho,” ungkap Ica yang hari itu tampil dengan dress kuning bermotif batik.

Memperkenalkan The Art of Bamboo Body Spa Pertama di Indonesia

Nama Ica mulai besar dan kerap muncul di media massa seiring semakin luasnya nama Bambu Spa dikenal oleh masyarakat Indonesia. Bambu Spa pertama kali dibuka pada 8 Agustus 2008 silam. Saat itu, Ica membuka spa lantai 2 di sebuah ruko di Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat. Di ruko tersebut Ica menempati lantai 3, sedangkan di lantai 1 dipakai untuk toko.

Untuk bisa menyewa ruko di Taman Palem itu, Ica mengaku harus menyewakan rumahnya sendiri. Bahkan, untuk bisa mendekorasi lantai duanya agar layak menjadi spa Ica harus mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA) ke Bank sebesar Rp 30 juta.

Lucunya, kala pertama kali membuka spa Ica langsung menggunakan nama Bambu Spa sebagai merek karena terinspirasi oleh gambar bambu di lantai kamar mandi rumahnya. Jadi, kala itu pelayanan spa yang Ica tawarkan masih konvensional. Tak ada metode spa dengan bambu.

Metode spa dengan bambu baru didapati Ica saat ia sedang berlibur ke Thailand. Di negara Gajah Putih itu, Ica menemukan tempat spa yang menggunakan bambu. Kala itu ia baru tahu kalau spa dengan menggunakan bambu sudah diakui khasiatnya di dunia internasional.

Spa dengan bambu diketahui Ica berasal dari China sebagai negara Tirai Bambu. Tapi, spa menggunakan bambu justru lebih popular di Jepang. Dan tanpa sengaja Ica menemukannya di Thailand, sebelum kemudian terbersit di benaknya untuk membawa konsep yang serupa ke Indonesia.

Ica menjelaskan bahwa bambu lebih bagus digunakan untuk massage karena lebih stabil dibanding dengan tangan. “Presurnya bagus. Cocok untuk yang berlemak karena bisa meluruhkan lemak,” terang perempuan yang sedang mengambil pendidikan S2 Magister Manajemen di Universitas Esa Unggul ini.

Menurut Ica, bambu yang digunakan pun tak bisa sembarangan. Paling tidak bambu yang digunakan harus memiliki ukuran ruas 40 cm. Alasannya agar bambu tak membuat sakit badan customer. Selain itu bambunya pun harus diolah lebih dulu agar tak ada serbuk maupun bagian lain yang bisa melukai badan saat digunakan.

“Kita namakan The Art of Bamboo Body Spa. Dari situ banyak media yang ngeliput Bambu Spa, media televisi terutama untuk healty and lifestyle,” kisahnya.

Mulanya, Ica mengaku belum terpikir membuka kemitraan atau franchise. Namun, karena dari mulut ke mulut Bambu Spa mulai diminati karena dilihat dari segi peluang bisnisnya, Ica pun mulai belajar soal bisnis franchise.

“Saya belajar sama Pak Anang Sukandar (Ketua Asosiasi Franchise Indonesia saat itu), Pak Tri Raharjo (Konsultan bisnis), Pak Utomo Nyoto (konsultan bisnis). Saat itu aku merasa mereka itu mentor aku. Saya banyak belajar sama mereka, konsultasi, belajar,” kenang Ica.

Selepas mempelajari banyak hal soal seluk beluk bisnis franchise dan menerapkannya pada Bambu Spa, di tahun 2012 Bambu Spa baru resmi membuka peluang bisnis lewat konsep franchise. Saat itu, Ica mengaku baru dinyatakan bisa membuka franchise setelah mendapat restu dari ketiga mentornya.

Sejak itu, Bambu Spa pun mulai melebarkan sayapnya. Meski tak jarang ada cabang yang berguguran karena berbagai faktor. Ica menyebut salah satunya adalah harga sewa tempat yang suka dinaikkan sehingga terlampau mencekik. Bahkan, di awal-awal berdiri Bambu Spa sempat sering dikunjungi oleh Satpol PP karena dikira spa plus-plus. Kendala-kendala seperti itu diakui Ica kerap menerpa bisnisnya di awal berdiri.

Bahkan kendala internal seperti membangun manajemen yang solid, SOP (Standar Operational Procedure), dan sistem yang baik juga kerap ditemukannya. Namun, Ica pantang menyerah. Ia sudah menganggap Bambu Spa sebagai separuh jiwanya yang tak boleh ditinggalkannya begitu saja.

Bagi Ica, bisnis apa pun sudah pasti akan menemui kendala. Tinggal kembali lagi kepada yang menjalaninya.

“Kembali lagi siapa yang ngejalanin, siapa nahkodanya. CEO itu, kan, nahkodanya. Perusahaan yang berhasil itu dari nahkodanya, mau dibawa ke mana kapal ini. Kalo dia mau berhenti, ya kapalnya berhenti. Kalo maju terus, ya maju, apa saja sampai badai dilewatin,” tegas Ica.

Kini, berkat kegigihannya, Bambu Spa sudah memiliki 18 cabang yang tersebar di Jakarta hingga Bali. Bahkan, dalam waktu dekat Bambu Spa akan membuka cabangnya di Manila, Filipina.

Melihat Prospek Bahasa.ai yang Dapat Pendanaan Awal dari East Ventures

0

Berempat.com – Perusahaan rintisan penyedia jasa kecerdasan buatan chatbot, Bahasa.ai telah mengumumkan adanya pendanaan tahap awal dari East Ventures pada Kamis (23/8). Namun, perusahaan rintisan yang berdiri pada 2017 tersebut tak menyebutkan berapa nominal pendanaan yang didapat.

Bahasa.ai hanya mengungkapkan rencananya terkait pengunaan dana segar yang diterimanya. Dana tersebut diklaim untuk membangun mesin NLP/NLU (Natural Language Processing/Understanding) yang paling kuat untuk Bahasa Indonesia, dan membuat kecerdasan buatan dapat memakai bahasa Indonesia dengan lebih relevan dan kontekstual.

Kendati baru berdiri tahun lalu, namun Bahasa.ai telah mempunyai beberapa klien yang bergerak di berbagai industri, mulai dari keuangan, Fast Moving Consumer Goods (FMCG), telekomunikasi, dan teknologi.

Sebelum mendapat pendanaan dari East Ventures, Bahasa.ai pernah masuk dalam program akselerator startup Plug and Play Indonesia.

Saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Hokiman Kurniawan (CEO), Fathur Rachman Widhiantoko (CTO), dan Samsul Rahmadani (Chief Artificial Intelligence) tersebut mengaku tengah mengadapi berbagai tantangan untuk bisa menciptakan chatbot berbahasa Indonesia yang baik.

Menurut Hokiman Kurniawan, teknologi dan desain menjadi tantangan yang mesti dihadapi oleh Bahasa.ai. Hokiman mencontohkan tantangan dari segi teknologi seperti pembuatan modul NLP/NLU bahasa Indonesia yang harus menghadapi bahasa slang yang dinamis serta struktur tata bahasa yang rumit.

Karena itu, Hokiman mengklaim bahwa Bahasa.ai memiliki berbagai mesin untuk terus mempelajari gaya serta penggunaan bahasa orang Indonesia. Salah satunya adalah mesin crawler yang senantiasa terus memantau dari media sosial.

“Kami juga memiliki metode khusus untuk mengatasi kata-kata yang secara semantik terus berulang. Misalnya penggunaan kata ‘saya, aku, dan gue’ yang secara semantik mirip, dapat dipetakan oleh mesin kami,” ungkap Hokiman.

Sementara itu, Fathur Rachman mengklaim bahwa berbagai penerapan dan teknologi yang dimiliki Bahasa.ai sangat bermanfaat untuk bisnis klien.

“Salah seorang klien kami yang merupakan perusahaan distribusi lokal di Banten mampu menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp 600 hingga Rp 900 juta setiap bulan melalui strategi chatbot yang baik,” terangnya.

Hokiman pun menegaskan bahwa misi bahasa.ai adalah membuat mesin dapat mengerti bahasa Indonesia secara komprehensif. Pihaknya pun percaya bahwa teknologi semacam itu tidak hanya dapat diimplementasi pada chatbot, tapi juga mesin lainnya.

“Ketika mesin dapat berbahasa Indonesia dengan baik, akan ada banyak potensi pertumbuhan produktivitas di Indonesia,” tandasnya.

Gubernur BI Sebut Ada Faktor Gonjang-Ganjing Dunia di Balik Melemahnya Rupiah

0

Berempat.com – Rupiah masih belum juga mampu keluar dari tekanan dolar AS. Setidaknya sampai dengan siang tadi, Jumat (24/8), Bloomberg menyebut tadi pagi rupiah dibuka di angka Rp 14.653 per dolar AS, namun rupiah terus melemah hingga menyentuh Rp 14.662 per dolar AS.

Namun, kendati demikian Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Wijayanto menerangkan bahwa pegerakan nilai tukar rupiah masih terkendali. Perry juga mengklaim bahwa kondisi rupiah masih lebih baik dibanding dengan negara lain.

“Jika dibandingkan dengan negara lain secara year to date, itu 7% masih rendah,” ungkap Perry dalam konferensi pers di Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat (24/8).

Lebih lanjut, Perry memaparkan adanya pelemahan year to date mata uang dari negara lain terhadap dolar AS yang lebih parah. Ia menyebut Filipina peso dan India rupee yang melemah 9%, Afrika Selatan 13,7%, Brasil 18,2%, serta Turki yang melemah sampai 40% sehingga menyebabkan krisis.

Sebenarnya, di sisi lain melemahnya rupiah terhadap dolar AS, rupiah justru mencatatkan penguatan terhadap mata uang lain. Mengutip dari berbagai sumber, hingga siang ini rupiah menguat terhadap dolar Australia 0,35%, dolar Singapura 0,07%, bath Thailand 0,2%, dan won Korea 0,23%.

Karena itu, Perry pun menegaskan bahwa untuk melihat stabilitas nilai tukar rupiah tak bisa hanya diambil dari nilai rupiah terhadap dolar. Apalagi fluktuasi nilai tukar yang terjadi saat ini akibat adanya faktor global yang tak stabil.

“Kalau dilihat stabilitas nilai tukar rupiah, jangan dilihat rupiahnya sendiri. Tapi juga lihat negara lain, kan karena gonjang-ganjing dunia,” terang Perry.

Namun, Perry sendiri berani memastikan bahwa BI akan terus berupaya melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah. Salah satunya dengan meningkatkan suku bunga. Perry beralasan hal tersebut peru dilakukan agar aliran modal asing bisa masuk dan memenuhi pasar keuangan di Indonesia.

Semakin Mantap IPO, Ini yang Dipersiapkan Passpod agar Peminat Saham Tinggi

0

Berempat.com – PT Yelooo Integra Datanet, perusahaan yang menggawangi Passpod ini semakin mantap untuk membuka penawaran saham perdana atau Initial Public Officer (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI). Demi memastikan peminat sahamnya tinggi, perusahaan yang bergerak di bidang jasa penyewaan modem Wi-Fi untuk wisata ke luar negeri ini pun semakin matang mempersiapkan diri.

Hal pertama yang dilakukan Passpod ialah masuk sebagai binaan IDX Incubator pada Februari 2018 lalu. IDX Incubator merupakan program inkubasi bisnis perusahaan rintisan berbasis digital yang dimotori oleh BEI. Dengan masuk sebagai binaan BEI, tentu Passpod sudah makin siap untuk memenuhi persyaratan agar dapat tercatat sebagai emiten di pasar modal.

Dan salah satu persyaratan yang mesti dipenuhi oleh perusahaan yang ingin go public, yaitu memiliki keuangan yang stabil. CEO Passpod Hiro Whardana pun mengklaim bahwa Passpod sudah bisa memenuhi hal tersebut

“Saat ini kami optimis dengan kondisi finansial yang sehat dan stabil, Passpod bisa menjadi salah satu emiten pilihan investor ritel di Indonesia. Terlebih, sejak berdirinya Passpod jumlah pelanggan naik sebesar 700 persen atau total 58.500 pelanggan per Juni 2018,” ungkap Hiro di Jakarta, Kamis (23/8).

Selain itu, berbagai ekspansi juga sudah dilakukan oleh Passpod kendati masih berusia muda, seperti menggandeng banyak agen pariwisata kenamaan yang meliputi Panaroma Tours, Dwidaya Tours, JTB, dan lainnya.

Passpod juga saat ini sudah memiliki aplikasi, menggandeng marketplace terkemuka seperti Blibli.com hingga menjalin kerja sama dengan maskapai Garuda Indonesia sebagai mitra penyedia jasa internet bagi pelanggan setianya.

Posisi Passpod pun semakin kuat dan menjanjikan ketika perusahaan ini mampu mendapatkan sertifikasi dan standar yang ditetapkan pemerintah sebagai penyedia perangkat internet 4G.

“Mei 2018 kami mendapatkan dan menjadi satu-satunya perusahaan yang mendapatkan sertifikasi TKDN dan Postel A/B,” ungkap Hiro.

Induk Perusahaan Shopee Buka Beasiswa untuk Mahasiswa di 5 Universitas Ini

0

Berempat.com – Perusahaan induk Shopee asal Singapura, SEA hari ini, Jumat (24/8), membuka kesempatan beasiswa kepada mahasiswa tingkat pertama di 5 universitas favorit Indonesia. Dalam program SEA Undergraduate Scholarship tersebut akan memberikan beasiswa penuh selama 4 tahun kepada mahasiswa yang terpilih.

Adapun kelima universitas tersebut yaitu Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Bina Nusantara (Binus), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Dalam keterangan tertulisnya, SEA Undergraduate Scolarship ini pun akan memberikan gaji bulanan, asuransi kesehatan, dan laptop kepada mahasiswa terpilih. Beasiswa ini memiliki kuota untuk 50 mahasiswa yang berada di jurusan teknik, ilmu komputer, hukum, keuangan, bisnis, akuntansi, dan kewirausahaan.

Deputy Head, Corporate Affairs & Strategy SEA, Natasha mengungkapkan, industri teknologi di Indonesia telah matang dan membutuhkan banyak bakat untuk meningkat. Karena itu, industri teknologi bukan hanya membutuhkan yang akhir di bidang komputer, tetapi juga di bidang hukum, pemasaran, dan lainnya.

“Kami ingin membantu untuk memupuk sehingga talenta dari Indonesia akan lebih banyak kompetitif dan mampu berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi digital lebih cepat di masa depan,” ujarnya.

Dalam penentuan penerima besiswa, mahasiswa akan diseleksi dengan dua tahap, yakni penilaian tertulis dan pemilihan wawancara. Namun, untuk bisa mengikuti program ini, mahasiswa harus bisa memenuhi persyaratan yang berlaku, yakni merupakan mahasiswa tahun pertama yang telah diterima dan terdaftar di 5 universitas tersebut, WNI, terdaftar di jurusan terpilih dan tidak sedang bekerja atau terikat pada komitmen kerja dengan lembaga/lembaga/yayasan lain, dan tidak sedang mendapatkan beasiswa oleh lembaga/lembaga/yayasan lain.

Bagi yang memenuhi persyaratan tersebut, dapat mengikuti seleksi wawancara langsung dengan perwakilan SEA dan universitas yang berlangsung pada 6-11 September 2018. Selanjutnya, pengumuman 50 mahasiswa penerima SEA Undergraduate Scolarship akan diumumkan pada 14 September 2018.

Dengan program beasiswa ini, Komisaris Utama Garena, Shopee, dan Airpay, Pandu Sjahrir berharap pihaknya dapat membantu menumbuhkan minat siswa dalam berkarier di bidang teknologi. Pasalnya, para penerima beasiswa ini pun akan mendapat kesempatan untuk magang di perusahaan yang dibawahi SEA, seperti Shopee, Garena, dan Airpay.

“Kemungkinan juga bahwa kandidat juga akan memiliki kesempatan untuk magang di kantor kami di negara lain di Singapura, Thailand, Vietnam atau Filipina. ” tambah Pandu.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi SEA melalui e-mail id-scholarships@seagroup.com.

Kembali Diminati, Turis Asing yang ke Bali Naik 2 Kali Lipat Dibanding Awal Tahun

0

Berempat.com – Sektor wisata Bali sempat kesulitan untuk menarik turis asing di awal tahun 2018 ini. Namun, memasuki bulan Juli 2018 tercatat sebanyak 635.000 turis asing telah kembali masuk ke Bali. Atau naik dua kali lipat dibanding awal tahun.

Menurut Menteri Pariwisata Arief Yahya, jumlah kedatangan turis asing per Juli 2018 ini sangat berbeda dengan awal tahun ini. Pasalnya, Bali harus memulihkan sektor pariwisatanya kembali setelah erupsi Gunung Agung.

Pada Januari 2018 hanya tercatat 350.000 turis asing yang datang. Memasuki bulan Februari, turis asing yang datang bertambah menjadi 450.000, dan kembali naik 485.000 per Maret 2018.

“Kalau rata-rata normalnya sebanyak 500.000 wisman per bulan, tapi karena pengaruh erupsi Gunung Agung, Januari 2018 baru recover 70%,” terang Arief dalam keterangan resminya, Kamis (23/8).

Pulihnya kunjungan turis asing ke Bali mulai terasa saat memasuki bulan April 2018. Tercatat sebanyak 516.000 turis telah masuk ke Bali. Kondisi tersebut terus membaik hingga pada Juli 2018, sebanyak 635.000 turis asing tercatat datang ke Bali.

Dengan terus membaiknya kunjungan turis asing tersebut, Arief percaya bahwa pariwisata Bali dapat mencapai targetnya di tahun 2019, yakni mencatatkan kunjungan turis asing sebanyak 8 juta.

“Untuk mencapai 8 juta wisman, kita perlu 650.000 per bulan, maka kalau sudah mencapai 630.000 per bulan kita pertahankan,” imbuh Arief.

Selain itu, Arief menilai bahwa Bali tahun ini juga sangat diuntungkan dengan hadirnya 15.000-20.000 delegasi IMF-WB 2018 yang datang pada Oktober 2018 mendatang. Pasalnya, rata-rata uang yang dihabiskan para delegasi tersebut di Bali bisa mencapai lebih dari US$ 2.000 atau setara Rp 29 juta (kurs Rp 14.500). Selain itu, kehadiran delegasi tersebut juga diharapkan dapat menarik minat turis asing untuk datang ke Bali.

JNE Kirimkan 103 Ton Bantuan Barang untuk Korban Gempa Lombok Gratis

Berempat.com – PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) mengklaim telah berhasil mengumpulkan 103 ton bantuan berupa barang dari masyarakan Indonesia untuk korban gempa Lombok. Barang bantuan tersebut didapatkan dari masyarakat Indonesia selama 9 hari (11-19 Agustus) yang mengirimkan melalui kantor cabang utama JNE di 54 kota di seluruh Indonesia.

JNE memang memberikan kesempatan kepada masyarakat yang ingin menyumbangkan bantuan berupa barang bagi korban gempa Lombok. JNE sendiri merekomendasikan beberapa barang seperti makanan siap saji, selimut, peralatan mandi, obat-obatan sehari-hari, obat antinyamuk, popok, dan pembalut.

“Total, sebanyak lebih dari 103 ton barang bantuan masyarakat tersebut dikirimkan secara gratis oleh JNE,” ungkap Presiden Direktur JNE Mohamad Feriadi dalam keterangan resminya, Rabu (23/8).

Selain itu, JNE juga melakukan penggalangan dana secara internal di seluruh kantor JNE di Indonesia. Pada penggalangan dana yang berlangsung 12 hari (8-20 Agustus 2018) tersebut JNE berhasil mengumpulkan uang lebih dari Rp 214 juta. Uang tersebut pun langsung disumbangkan kepada masyarakat melalui Posko Bencana JNE di sana.

JNE memang sudah mendirikan Posko Bencana yang berlokasi di kantor JNE Mataram, Jalan Amir Hamzah Nomor 102 Mataram, Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Holcim Indonesia Tunjuk Rajani sebagai Dewan Komisaris Baru

0

Berempat.com – PT Holcim Indonesia Tbk. telah mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada Kamis (23/8) di Hotel Sheraton, Gandaria, Jakarta. Dalam RUPS tersebut Holcim mengagendakan penunjukkan Dewan Komisaris baru yang kemudian disepakati diisi oleh Rajani Kesari.

Dengan demikian, Rajani Kesari telah resmi menggantikan Daniel Beach yang sebelumnya menjabat sebagai Dewan Komisaris Holcim. Daniel dikabarkan mundur sebagai anggota Dewan Komisaris setelah memutuskan keluar dari Lafarge Holcim Group.

Atas penunjukkan Rajani tersebut, Corporate Communications Manager Holcim Indonesia Diah Sasanawati mengungkapkan, berbekal pengalaman besar di bidang keuangan Rajani dapat memberikan manfaat besar bagi perseroan.

“Perusahaan akan mendapatkan manfaat dari berbagai pengalaman yang dimilikinya dan juga Dewan Komisaris untuk perkembangan Holcim Indonesia yang lebih baik,” ungkap Diah dalam keterangan resminya.

Sebelumnya, Rajani menjabat sebagai Region Finance Head of Asia Lafarge Holcim Group yang mengelola keuangan di India, Asia Tenggara, dan Pasifik.