Melihat Prospek Bahasa.ai yang Dapat Pendanaan Awal dari East Ventures

0
602

Berempat.com – Perusahaan rintisan penyedia jasa kecerdasan buatan chatbot, Bahasa.ai telah mengumumkan adanya pendanaan tahap awal dari East Ventures pada Kamis (23/8). Namun, perusahaan rintisan yang berdiri pada 2017 tersebut tak menyebutkan berapa nominal pendanaan yang didapat.

Bahasa.ai hanya mengungkapkan rencananya terkait pengunaan dana segar yang diterimanya. Dana tersebut diklaim untuk membangun mesin NLP/NLU (Natural Language Processing/Understanding) yang paling kuat untuk Bahasa Indonesia, dan membuat kecerdasan buatan dapat memakai bahasa Indonesia dengan lebih relevan dan kontekstual.

Kendati baru berdiri tahun lalu, namun Bahasa.ai telah mempunyai beberapa klien yang bergerak di berbagai industri, mulai dari keuangan, Fast Moving Consumer Goods (FMCG), telekomunikasi, dan teknologi.

Sebelum mendapat pendanaan dari East Ventures, Bahasa.ai pernah masuk dalam program akselerator startup Plug and Play Indonesia.

Saat ini, perusahaan yang didirikan oleh Hokiman Kurniawan (CEO), Fathur Rachman Widhiantoko (CTO), dan Samsul Rahmadani (Chief Artificial Intelligence) tersebut mengaku tengah mengadapi berbagai tantangan untuk bisa menciptakan chatbot berbahasa Indonesia yang baik.

Menurut Hokiman Kurniawan, teknologi dan desain menjadi tantangan yang mesti dihadapi oleh Bahasa.ai. Hokiman mencontohkan tantangan dari segi teknologi seperti pembuatan modul NLP/NLU bahasa Indonesia yang harus menghadapi bahasa slang yang dinamis serta struktur tata bahasa yang rumit.

Karena itu, Hokiman mengklaim bahwa Bahasa.ai memiliki berbagai mesin untuk terus mempelajari gaya serta penggunaan bahasa orang Indonesia. Salah satunya adalah mesin crawler yang senantiasa terus memantau dari media sosial.

“Kami juga memiliki metode khusus untuk mengatasi kata-kata yang secara semantik terus berulang. Misalnya penggunaan kata ‘saya, aku, dan gue’ yang secara semantik mirip, dapat dipetakan oleh mesin kami,” ungkap Hokiman.

Sementara itu, Fathur Rachman mengklaim bahwa berbagai penerapan dan teknologi yang dimiliki Bahasa.ai sangat bermanfaat untuk bisnis klien.

“Salah seorang klien kami yang merupakan perusahaan distribusi lokal di Banten mampu menghasilkan pendapatan tambahan sebesar Rp 600 hingga Rp 900 juta setiap bulan melalui strategi chatbot yang baik,” terangnya.

Hokiman pun menegaskan bahwa misi bahasa.ai adalah membuat mesin dapat mengerti bahasa Indonesia secara komprehensif. Pihaknya pun percaya bahwa teknologi semacam itu tidak hanya dapat diimplementasi pada chatbot, tapi juga mesin lainnya.

“Ketika mesin dapat berbahasa Indonesia dengan baik, akan ada banyak potensi pertumbuhan produktivitas di Indonesia,” tandasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.