Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 884

Apa yang Perlu Dilakukan kepada Anggota Agar Koperasi Berkembang?

0

Berempat.com – Keberadaan koperasi sejatinya sangat diperlukan bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Karena koperasi dapat menjadi alternatif bagi mereka untuk mendapatkan modal di kala tak mendapatkan akses ke perbankan. Di sisi lain, koperasi juga membantu menjalankan roda perputaran uang.

Karena itu tak mudah sebenarnya untuk bisa mengelola apalagi mengembangkan koperasi. Dibutuhkan anggota atau pengurus yang berkompeten. Dan untuk bisa menjadi sumber daya yang berkompeten, maka para anggotanya perlu mendapatkan pelatihan dan pendidikan berjenjang.

Hal tersebut pernah diungkap oleh Kepala Badan Data Kementerian Koperasi dan UMKM Catur Susanto. Menurutnya, pelatihan dan pendidikan sangat perlu untuk memberikan bekal yang memadai kepada anggota koperasi agar mereka dapat berperan secara aktif dan dinamis.

“Memang harus disadari bahwa pada dasarnya maju mundurnya koperasi ada di tangan pengurus dan pengawas, sedangkan jatuh bangunnya koperasi ada di tangan anggota,” ujarnya dalam sebuah keterangan resmi beberapa waktu lalu.

Lantas, pendidikan seperti apa yang perlu diberikan kepada anggotanya?

Catur membaginya menjadi tiga jenjang, yaitu pendidikan dan pelatihan dasar, menengah, dan lanjut.

Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) bermanfaat untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan, menumbuhkan sikap dasar yang diperlukan dalam koperasi, serta mempersiapkan anggota, pengurus, pengawas, dan manajemen untuk mengikuti pendidikan menengah.

Diklatsar ini perlu diberikan kepada pengurus, pengawas, dan anggota maupun manajemen, yaitu manajer dan karyawan yang memberikan pembekalan dan pemahaman yang bersifat dasar, seperti jati diri koperasi.

Kemudian pendidikan dan pelatihan akan berlanjut ke jenjang menengah yang lebih banyak memberikan pembekalan dan pemahaman yang bersifat menengah, seperti organisasi dan manajemen koperasi, akuntansi dan keuangan menengah koperasi, serta hal-hal tentang organisasi dan manajemen (keuangan dan usaha) koperasi yang merupakan tahap kedua atau menengah.

Menurut Catur, pada jenjang ini pendidikan akan lebih mempersiapkan anggota, pengurus, pengawas, serta manajemen menjadi internal ekosistem koperasi yang memiliki kemampuan mengadakan hubungan timbal-balik dengan lingkungan sosial, budaya dan pemegang saham koperasi.

Catur berpendapat bahwa pendidikan anggota yang tersistem, terstruktur dan berkelanjutan akan mewujudkan soliditas koperasi.

Karena itu pendidikan dan pelatihan, menurutnya, perlu diselenggarakan secara masif, tersistem, terstruktur atau berjenjang untuk mendorong proses internalisasi dan transformasi ilmu pengetahuan bagi pelaku internal koperasi agar semakin baik.

“Dengan begitu kekuatan koperasi dalam menyikapi perubahan lingkungan internal dan eksternal yang sangat dinamis juga semakin baik,” ujarnya.

Catur juga mengungkapkan, sudah banyak koperasi yang menjalankan sistem pendidikan terstruktur seperti yang disebutkan di atas, antara lain Koperasi Kredit (Credit Union), Koperasi Wanita dan Koppontren, dan gerakan koperasi lainnya.

Mudahnya Berbisnis ala KFC Bersama Cryspiku Fried Chicken

0

Berempat.com – Bicara bisnis kuliner memang tidak ada habisnya. Bisnis satu ini masih menjadi bisnis yang ‘basah’ sekalipun kondisi perekonomian dianggap sedang tak stabil. Apalagi untuk bisnis fried chicken ala KFC dengan skala lebih ramah di kantong. Salah satu merek yang bermain di lini bisnis ini adalah Cryspiku Fried Chicken.

Setidaknya, merek yang didirikan oleh Alexander Theo ini sudah memiliki 670 gerai yang tersebar di Aceh, Jawa, Bali, dan Kalimantan. Banyaknya gerai Cryspiku Fried Chicken tak terlepas dari kepercayaan para mitranya yang mau mengambil paket kemitraan. Bahkan, baru dua bulan memasuki tahun 2018, Alex mengaku mereknya berhasil membuka 25 gerai baru.

“Sekarang baru dua bulan jalan 2018 sudah buka 25 outlet baru. Sudah sampe ke Aceh, Pontianak,” ungkap Alex saat ditemui Berempat.com beberapa waktu lalu di Jakarta.

Dapat menarik minat dan kepercayaan masyarakat untuk bermitra tentu bukan pekerjaan yang mudah. Alex mengungkap apa yang membuat mereknya bisa dipercaya oleh ratusan mitranya. Pertama ada pada terjangkaunya paket kemitraan yang ditawarkan. Untuk yang berkonsep gerai atau booth saja, mitra diberikan tiga pilihan, yakni paket Rp 20 juta, Rp 26 juta, dan Rp 49 juta.

Selain itu, Alex juga menawarkan paket kemitraan yang tergolong baru, yakni mini resto dengan nilai investasi Rp 250 juta. Dengan nilai tersebut mitranya akan mendapatkan furniture, desain interior, pelatihan kartawan, neon box, peralatan masak, dan menu-menu baru.

Saat ini, untuk mini restonya baru terdapat di dua lokasi, yakni di Cikarang dan Bali. “Prospek mini resto sudah buka di Cikarang, (menempati) dua ruko. Itu belum banyak, baru di Bali, Cikarang, Medan nanti. Itu (punya) franchisee full,” papar pria berkacamata ini.

Yang menjadi keunggulan Cryspiku Fried Chicken berikutnya ada pada sistem. Sistem yang dimaksud ada pada kemudahan mitra dalam mengelola bisnisnya. Ditambah dengan diberikannya fasilitas pengiriman yang menggunakan mobil berpendingin untuk menjaga kualitas daging ayam layaknya merek-merek besar seperti KFC.

“Jadi kita sistemnya dropship. Jadi mitra itu gak perlu repot mengambil bahan baku, jadi kita kirim ke tempat mitra. Pengirimannya itu juga free ongkir (ongkos kirim). Dan kita juga pake mobil pendingin, bukan pakai motor atau mobil biasa,” terang pria yang profilnya masuk di dalam buku Indonesia Successful Young Entrepreneur ini.

Crispyku Fried Chicken sendiri memang bukan pemain baru di  bisnis ayam goreng. Alex sudah mendirikan bisnisnya sejak 2010 dan telah memiliki Surat Tanda Pendaftaran Waralaba (STPW).

Konsep bisnis yang mudah dan memberikan pelayanan terbaik memang selalu menjadi fokus utama Alex. Bahkan untuk menghadapi persaingan di 2018 Alex mengaku terus melakukan penyempurnaan di internal manajemen.

“Kita kuatin internal manajemen biar mitra-mitra kita bisa dilayani, terpuaskan, baru kita nanti perkembangan di produk, penambahan outlet,” tambah pria yang profilnya masuk ke dalam buku Indonesia Successful Young Entrepreneur ini.

Ketiga, adalah inovasi yang diberikan Alex bagi mereknya. Saat ini, untuk menunya saja, Crispyku Fried Chicken memiliki menu yang baru diperkenalkan, yakni Ayam Geprek Sambel Cobek. Selain itu, ada juga menu Fried Chicken Barbeque yang sudah diperkenalkan lebih dulu.

“Kalo sambel cobek baru, kalo barbeque sudah 3-4 bulan yang lalu (ada),” ujar Alex. “Nanti ada lagi (rasa) lada hitam. Lagi di-develope,” sambungnya.

Total, ada empat menu yang ditawarkan Cryspiku Fried Chicken kepada para pelanggannya, yakni Original, Keju, Barbeque, dan Ayam Geprek Sambel Cobek. Dari keempat menu tersebut, Alex menuturkan bahwa rasa barbeque paling banyak diminati para pelanggannya.

Bambu Spa Terus Berkembang dengan Konsep Berbeda yang Diusungnya

Berempat.com – Hadir dengan konsep yang berbeda, tepatnya menggunakan media bambu asli sebagai media treatment, Bambu Spa telah mampu menempatkan diri sebagai tempat spa dengan keunikan tersendiri dibandingkan kompetitornya. Tak pelak, banyak para konsumen yang langsung kepincut dengan Bambu Spa begitu tahu akan media treatment tersebut.

Namun, sudah diciptakan dengan memiliki keunikan dan perbedaannya tersebut rupa-rupanya tak membuat Bambu Spa berpuas diri hanya dengan mempertahankan identitasnya tersebut. Seperti yang dituturkan oleh Trisya Suherman, CEO Bambu Spa, mereknya selalu menghadirkan terobosan baru untuk memenuhi permintaan para konsumennya sendiri.

“Kalau dulu kami adalah spa yang hadir khusus untuk treatment wanita saja, kini kami pun sudah hadir untuk family spa juga. Jadi, kalau di outlet itu, lantai satu khusus untuk family, sedangkan lantai dua khusus untuk wanita,” paparnya.

Sebenarnya, lanjut Ica—biasa dirinya akrab disapa, konsep family spa ini pun mulanya terbentuk karena banyak permintaan dari para pelanggan Bambu Spa. “Karena biasanya ketika para costumer tengah merasakan treatment Bambu Spa, suami mereka hanya menunggu. Dari situlah akhirnya kami membuka family spa. Dan sejauh ini pun mereka merasakan kenyamanan dari konsep family spa kami,” terangnya.

Selain itu, Bambu Spa sendiri memiliki keunggulan di jaringan kerja sama yang terbilang luas. Lihat saja, perusahaan ternama yang sudah menjalin kerja sama di antaranya ialah Mandiri Prioritas, Card Connection, Garuda Indonesia, MNC, Bukopin, BCA, Cartic and Co, dan Nasya Collyer Fashion. “Kami sangat bersyukur karena bisa di-support oleh perusahaan-perusahaan besar seperti mereka,” ungkap Ica.

Namun, kendati demikian Ica mengaku bila kali ini ia lebih selektif dalam menjalin kerjasama. “Banyak yang mengajak kerjasama tapi kami sekarang lebih selektif. Karena kalau kebanyakan akan kebingungan juga. Kami akan perpanjang juga (kerja sama) dengan Garuda, Samsung, dan MNC,” terangnya.

Penggagas Precious Woman Community ini pun menghadirkan kartu khusus yang akan banyak berguna bagi para membernya. “Kegunaannya, setiap kali treatment di Bambu Spa sudah turut menyumbang 2% untuk ke yayasan. Lalu dilindungi juga oleh perlindungan KDRT 24 jam, pelecehan dan kekerasan juga. Ada diskon di seluruh merchant Bambu Spa. Tinggal klik cci.co.id saja,” tutur Ica.

Bambu Spa sendiri masih membuka peluang bagi siapa saja yang ingin menjadi mitra. Paket kemitraan yang ditawarkan Bambu Spa dimulai dari Rp 588 juta. “Itu sudah termasuk renovasi, perlengkapan, dan terapisnya,” tandas ibu tiga anak ini.

Lulusan Perguruan Tinggi Harus Kompeten, Percaya Diri, dan Terkoneksi

0
Berempat.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Khairul Anwar, berharap perguruan tinggi bisa mencetak calon tenaga kerja yang kompeten, percaya diri, dan terkoneksi.

“Lulusan perguruan tinggi harus memiliki tiga c, yaitu competence, confidence, dan connected,” kata Sekjen Khairul Anwar dalam sambutan yang dibacakan Kepala  Biro Keuangan Aris Wahyudi saat menghadiri kegiatan bertajuk “Kemnaker Menyapa” Mahasiswa Universitas Bakrie di Jakarta, Kamis (13/12).

Kegiatan yang dihadiri 100 mahasiswa Universitas Bakrie ini bertujuan memberikan pengetahuan tentang dunia industri dan pasar kerja kepada mahasiswa agar mereka tidak gagap ketika lulus kuliah.

Khairul melanjutkan, mahasiswa harus memiliki kompetensi agar bisa memenangkan persaingan di pasar kerja. Mereka harus dibekali hard skill dan soft skill yang baik.

“Kampus harus menciptakan calon tenaga kerja yang tidak hanya memiliki pengetahuan dan kemampuan yang baik tetapi juga memiliki sikap yang baik pula,” ujar Khairul.

Selain itu, kata Khairul, penting bagi mahasiswa mempunyai rasa percaya diri. Kampus harus mampu memberikan rasa percaya diri yang tinggi bagi para calon tenaga kerja.

“Rasa percaya diri ini diberikan oleh pihak perguruan tinggi dengan pembekalan-pembekalan yang telah diberikan kepada para calon tenaga kerja, salah satunya yakni pembekalan bahasa asing,” ungkap Khairul.

Dan yang tak kalah penting, sambung Khairul, selain kompetensi dan rasa percaya diri adalah bagaimana menciptakan para calon tenaga kerja untuk dapat terkoneksi dengan dunia luar, termasuk dengan informasi pasar kerja.

“Koneksi dengan dunia industri dan pasar kerja akan memudahkan mahasiswa terserap ke pasar kerja. Untuk itu, kampus harus menjalin kerja sama dengan industri sehingga kompetensi lulusan perguruan tinggi sesuai dengan kebutuhan industri,” ucap Khairul.

Sementara itu, Kepala Program Studi  Manajemen Universitas Bakrie, M Taufik Amir, mengapresiasi atas terselenggaranya acara ini. Menurutnya, kegiatan ini menjadi bekal positif bahkan bukan hanya untuk mahasiswa melainkan juga bagi dosen.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja setelah lulus nanti. Selain itu, pengetahuan yang diberikan pada kesempatan ini juga sebenarnya akan sangat bermanfaat jika diikuti juga oleh para dosen pengajar,” ujar Taufik.

3,7 Juta Jenis Pekerjaan Baru Diprediksi Akan Muncul

0

Berempat.com — Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengungkapkan di era revolusi industri 4.0 mendatang akan ada pekerjaan baru yang muncul dan akan ada beberapa pekerjaan lama yang menghilang. Dunia industri akan mengalami disrupsi dan mengalami koloborasi beberapa jenis platform baru sehingga menghasilkan jenis industri baru, hal ini berdampak pada jenis pekerjaan dalam industri tersebut.

“Saat ini kita telah memasuki era revolusi industri 4.0, dalam era ini 3,7 Juta Pekerjaan baru akan muncul sebagai dampak ekonomi digital dan 52,6 juta pekerjaan berpotensi akan hilang,” kata Menaker Hanif Dhakiri dalam Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh The Habibie Center bersama Hanns Seidel Foundation, Jakarta, Kamis (13/12).

Masa depan pekerjaan dalam era revolusi industri 4.0 akan banyak dipengaruhi oleh kehadiran big data. Keberadaan big data memiliki peluang menjanjikan untuk merevolusi dunia industri secara global.

“Dibandingakan dengan era revolusi industri sebelumnya, generasi ke 4.0 lebih sulit untuk diprediksi arah perubahannya. Kehadiran big data menjadi faktor penting yang melandasi perubahan tersebut,” terang Hanif.

Untuk itu, Jelas Menaker Hanif, kuncinya ada pada penciptaan tenaga kerja kompeten secara kualitas, kuantitas, dan persebaran. Dimana kualitas harus sesuai kebutuhan pasar kerja. Kuantitas atau jumlah tenaga kerja harus banyak (memadai). Persebaran, tersebar merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Saat ini, terjadi perubahaan paradigma tehadap pekerjaan. salah satu pola yang terbentuk adalah manusia tidak lagi mengejar status pekerjaan tetap, tetapi memilih untuk tetap bekerja. Kita tidak bahagia dengan keadaan ini, tapi begini lah dunia sekarang ini, kita harus siap menghadapinya,” jelas Hanif.

Menaker Hanif kemudian memaparkan tiga kelemahan pekerja Indonesia, yang pertama adalah mengenai karakter dan etos kerja. Di dunia kerja karakter itu menjadi modal utama agar pekerja kita siap bersaing di pasar kerja global.

“Pekerja Indonesia kurang memiliki etos kerja yang kuat, selain itu bila melihat kondisi SDM di Indonesia, kita juga lemah dalam penguasaan bahasa asing (Inggris). Kelemahan lainya pada umumnya adalah penguasaan komputer / IT,” terang Hanif.

Sedangkan Hadi Kuntjara, Direktur Eksekutif The Habibie Center menambahkan bahwa keadilan sosial dalam Sila kelima dari Pancasila dapat dipenuhi melalui ketersediaan lapangan kerja yang merata bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Namun, persaingan global akan kualitas tenaga kerja dan keniscayaan hadirnya disruptif teknologi, merupakan tantangan yang harus dihadapi tenaga kerja Indonesia yang 60 persennya masih didominasi lulusan SD-SMP,” ungkap Hadi.

Dalam Seminar Nasional yang mengambil tema ‘Keadilan Sosial dan Tantangan Ketersediaan Lapangan Kerja di Indonesia” hadir empat pembicara lainnya yaitu Greg Chen (Komite Regulasi dan Hubungan Kelembagaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Anis Hidayah (Aktivis Migrant Care), Muhamad Reza (CEO Toleap Inkubator Bisnis), dan Umar Juoro (Dewan Pakar The Habibie Center).

Tingkatkan Perlindungan Tenaga Kerja, Indonesia Teken Mou dengan Taiwan

0

Berempat.com – Pemerintah Indonesia melalui Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia di Taipei (IETO) melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) dengan Kantor Dagang dan Ekonomi Taipei di Jakarta (TETO) mengenai perekrutan, penempatan, dan perlindungan pekerja migran Indonesia.

Penandatangan MoU dilakukan oleh Kepala IETO, Didi Sumedi, dan Kepala TETO, John C. Chen, dan disaksikan langsung oleh Menteri Ketenagakerjaan RI, M. Hanif Dhakiri,  dan Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun,  di Taipei, Taiwan pada Jumat (14/11/2018).

Dengan adanya MoU ini para pihak sepakat untuk mempromosikan kolaborasi bilateral dan pertukaran dalam hal pelatihan kejuruan, pengembangan keterampilan, bantuan kerja, start-up untuk wanita, pembangunan kapasitas bagi disabilitas melalui platform organisasi internasional atau mekanisme kemitraan regional.

Menaker Hanif  mengatakan  penandatangan MoU ini  menjadi acuan kerja sama kedua belah pihak untuk  meningkatkan kualitas SDM Pekerja migran Indonesia yang bekerja di Taiwan  sehingga lebih terlindungi dan meningkat kesejahteraannya

“Kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Taiwan  dapat diperkuat  dalam upaya meningkatkan perlindungan dan kesejahteraan pekerja migran yang bekerja luar negeri  serta mencegah masuknya pekerja migran ilegal yang unprosedural dan undocumented,” kata Hanif.

Taiwan merupakan negara tujuan pekerja migran Indonesia yang menempati urutan kedua, setelah Malaysia. Sejak Januari hingga Oktober 2018, tercatat sebanyak 60.408 pekerja migran Indonesia ditempatkan di Taiwan untuk bekerja pada berbagai sektor, antara lain sektor domestik, manufaktur dan perikanan.

Menteri Tenaga Kerja Taiwan, Hsu Ming Chun, sangat mengapresiasi pekerja Indonesia baik dari sisi kedisiplinan maupun sopan-santun.

“Pekerja asal Indonesia memiliki perilaku yang sangat baik, mereka sering memenangkan penghargaan yang kami berikan bagi para pekerja domestik, hampir seluruh pemenang dari Indonesia,” kata Hsu.

Selain itu, Hsu berharap jika ada permasalahan mengenai pekerja akan lebih baik jika diselesaikan secara bilateral.

“Kami sangat ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia, bagaimanapun juga kerja sama yang selama ini dibangun sangat menguntungkan bagi pertumbuhan ekonomi,” ujar Hsu.

Namun, Hsu menyarankan supaya para calon pekerja mengambil uji kompetensi Bahasa terlebih dahulu sebelum datang ke Taiwan. “Bahasa adalah hal yang sangat penting, setidaknya calon pekerja harus bisa memahami kata-kata dasar yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Hsu.

Untuk diketahui, nota kesepahaman ini wajib berlaku untuk jangka waktu 4 (empat) tahun sejak tanggal penandatanganan, dapat diperpanjang dengan kesepakatan bersama dari para pihak. Salah satu pihak dapat mengakhiri nota kesepahaman ini dalam masa berlakunya dengan memberikan pemberitahuan tertulis dan paling lambat 3 (tiga) bulan sebelum tanggal berakhirnya nota kesepahaman.

UMKM Perlu Ini agar Bisa Ikut Tumbuh Bersama Pemain eCommerce Lainnya

0

Berempat.com – Pasar eCommerce di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Apalagi, belum lama ini Tokopedia mengumumkan telah mendapatkan pendanaan baru senilai US$1,1 miliar atau setara Rp 15,9 triliun (kurs Rp 14.500), membuat pasar eCommerce di Indonesia diprediksi akan terus bertumbuh.

Sebenarnya pertumbuhan eCommerce tak hanya terjadi di Indonesia, tapi di seluruh kawasan Asia Tenggara. Beberapa waktu lalu, Statista memperkirakan bahwa pasar eCommerce di Asia Tenggara akan mencapai keuntungan $88 miliar pada 2025. Founder sekaligus CEO Anchanto, Vaibhav Dabhade menilai bahwa kondisi saat ini sangat memberikan peluang besar bagi pemain eCommerce. Tak terkecuali pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Mengengah (UMKM).

“Menurut saya kunci untuk memenangkan pasar ini adalah dengan memanfaatkan kekuatan gabungan teknologi dan inovasi,” ujar Vaibhav dalam keterangan tertulisnya kepada Berempat.com, Kamis (13/12).

Vaibhav menyebutkan, salah satu inovasi yang ditawarkan Anchanto dan bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM Indonesia ialah platform Saas dari Anchanto. Platform tersbut diklaim dapat merampingkan dan menumbuhkan operasional penjualan multisaluran, serta memberikan pengalaman pascapembelian yang baik bagi pelanggan.

“UKM dapat mendaftar dan mengelola produk dan pesanan mereka di beberapa pasar, dan juga mengelola seluruh saluran melalui satu inventaris terpusat, sehingga mereka dapat menghemat waktu, uang, tenaga, tenaga kerja, dan investasi penting dalam bisnis eCommerce mereka,” imbuhnya.

Anchanto boleh dibilang cukup serius menyasar segmen UMKM Indonesia untuk bisa merasakan manfaat dari produk yang ditawarkan. Keseriusan tersebut makin terlihat setelah beberapa waktu lalu Anchanto mendapatkan pendanaan dari Telkom Indonesia melalui MDI Ventures.

“Seperti yang saya katakan, kami akan berinvestasi dalam fitur baru, integrasi yang lebih baru dan tim baru untuk memberikan pengalaman terbaik untuk seluruh pelanggan kami,” terang Vaibhav.

“Kami juga bermitra dengan Telkom Indonesia untuk menciptakan strategi eksklusif yang hanya berfokus pada segmen UMKM di Indonesia,” katanya lagi.

Vaibhav pun menyebut bahwa Indonesia merupakan pasar yang sangat penting bagi Anchanto. Menurutnya, jumlah penjual online dan UMKM di Indonesia sangat besar namun belum bisa terlayani dengan baik.

“Platform kami, yaitu Sistem Manajemen Gudang eCommerce (eWMS) dan SelluSeller telah diposisikan secara tepat di pusat pasar Indonesia. Kami percaya bahwa kami dapat menawarkan platform pilihan yang dapat berkontribusi besar dalam perekonomian negara,” harap Vaibhav.

Menurut Vaibhav, tahun ini menjadi tahun yang menyenangkan bagi Anchanto Indonesia. Pasalnya, ia mengklaim bahwa Anchanto telah berhasil membuat skala bisnis dengan sangat cepat dan menjangkau seluruh segmen inti, seperti penjual online, pengecer, merek, maupun distributor.

“Kami senang dapat melayani beberapa pemain terbesar di kawasan Asia Tenggara seperti Telkom Indonesia, AsiaCommerce, Nestle, Kargolink, Lazada Indonesia, Luxasia, dan DKSH,” tuturnya.

Anchanto merupakan perusahaan global yang berkantor pusat di Singapura dengan kantor cabang yang sudah beroperasi di lebih dari 14 negara. Anchanto menawarkan Sistem Manajemen Gudang eCommerce yang sangat ideal bagi siapa saja untuk mengelola atau mengoperasikan gudang di industri eCommerce (B2C) atau bisnis ritel (B2B).

“Kami terus tumbuh dengan pesat di kawasan Asia Tenggara, dengan jumlah pesanan pelanggan sebanyak 10.000 setiap menit, hingga mencapai total S$126M + GMV. Produk kami telah diterima di seluruh pasar Asia Tenggara, dan kami berencana untuk terus berkembang hingga kami menyentuh setiap eCommerce ketiga di Asia Tenggara,” tutup Vaibhav.

Pentingnya Membuat Bisnis, Pemerintah, dan Media Dapat Kepercayaan Publik

0

Berempat.com – Kepercayaan publik merupakan hal terpenting yang harus bisa dimiliki oleh insan bisnis, pemerintah, maupun media. Namun, sayangnya, menurut Trust Barometer Edelman 2018, kepercayaan publik terhadap bisnis, pemerintah, dan media sangat rendah.

Disebutkan bahwa di beberapa negara kepercayaan publik terhadap bisnis hanya 30%. Bahkan, secara global disebutkan bahwa 60% setuju bahwa para CEO lebih didorong oleh keserakahan daripada keinginan untuk membuat perbedaan positif di dunia. Dan media telah menjadi institusi global yang paling tidak dipercaya.

Lalu, bagaimana pemerintah dan bisnis dapat memperoleh kembali kepercayaan?

Menteri Perdagangan dan Industri Singapura Chan Chun Sing menyebut 3 hal bagaimana membuat bisnis dan pemerintah menjadi kekuatan untuk kebaikan dan mampu membangun kepercayaan publik.

“Pertama, mengembangkan sistem perdagangan global berbasis aturan terbuka sehingga keuntungan ekonomi dibagi secara merata. Kedua, lepaskan potensi orang melalui sistem meritokratis di mana pencapaian didasarkan pada bakat dan upaya. Ketiga, merangkul nilai-nilai yang menempatkan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan menanamkan pada semua orang rasa penatagunaan,” ujarnya dalam pidato di Forum INSEAD Asia dan Kampanye untuk Peluncuran INSEAD di Singapura, Rabu (12/12).

Komentar serupa juga datang dari CEO Group DBS Bank, Piyush Gupta yang menyebut bahwa ide tentang bisnis untuk kebaikan sangat penting karena hal itu tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri, atau oleh masyarakat maupun LSM.

“Satu-satunya platform dan entitas yang paling relevan yang memiliki kapasitas untuk melakukan berbagai hal dan untuk memajukannya, adalah perusahaan sektor swasta. Ini adalah kenyataan di dunia saat ini,” imbuh Piyush.

Sementara itu, Profesor Strategi dan Manajemen di INSEAD Subi Rangan menyoroti bahwa bisnis dan institusi perlu menggunakan kekuatan untuk kebaikan.

“Kita dapat mengatur kekuatan. Kepercayaan selalu kembali pada penggunaan kekuasaan dan tujuan penggunaannya. Ketika kita menyalahgunakan kekuasaan, kepercayaan akan turun, tetapi jika kita menggunakan kekuatan dengan cara positif, kepercayaan dapat ditanamkan,” ujar Subi.

SAP Umumkan Para Mitra Bisa Akses Gratis ke SAP Cloud Platform

0

Berempat.com – SAP SE hari ini mengumumkan bahwa para mitranya dapat mengakses SAP Cloud Platform secara gratis. Tujuan dibukanya akses gratis tersebut untuk menawarkan para mitra pengujian, demonstrasi dan layanan pengembangan lisensi. Platform-as-a-Service (PaaS) ini berperan sebagai kerangka tunggal bagi para mitra SAP untuk membangun dan mengembangan solusi-solusi SAP yang ada.

Melalui dorongan ini, mitra-mitra SAP saat ini dapat memperbaharui langganan merek kepada SAP Cloud Platform inti hingga 12 bulan tanpa biaya.  Mitra-mitra SAP yang baru dapat berlangganan ke salah satu pilihan dari SAP Cloud Platform inti. Dalam hal ini, para mitra SAP juga memiliki pilihan layanan tambahan (hingga 64GB) yang disediakan platform data bisnis SAP HANA untuk SAP Cloud Platform.

Chief Technology Officer dan Presiden SAP Cloud Platform Björn Goerke mengatakan bahwa SAP telah berkomitmen untuk membawa para partner ke cloud dan mempermudah para pelanggan untuk mendorong bisnis mereka ke cloud.

“Saat ini, lebih dari 3,700 partner telah bergabung ke dalam strategi cloud kami. Sumber daya yang gratis ini akan membantu mereka mempercepat pengembangan aplikasi dengan cara yang paling sesuai dengan basis pelanggan mereka,” ujarnya dalam rilis yang diterima Berempat.com di Jakarta, Kamis (13/12).

Dengan lebih dari 100 solusi berbasis cloud yang tersedia untuk para mitra melalui SAP Cloud Platform, ekosistem SAP akan memiliki akses yang lebih cepat ke sumber daya yang tersedia di cloud, yang dibangun dengan lebih dari 150 juta pelanggan di SAP Cloud Platform sebagai landasannya. Terlebih, para mitra dapat menjual solusi-solusi yang mereka bangun dalam SAP App Center dan bergabung dengan lebih dari 1,100 mitra lainnya dengan lebih dari 1,600 aplikasi yang telah tersedia di sana.

Mitra baru dapat memilih untuk mengakses sumber daya gratis dalam SAP Cloud Platform melalui portal layanan mandiri. Para mitra yang telah membeili salah satu pilihan dalam SAP Cloud Platform inti atau layanan tambahan dari platform data bisnis SAP HANA untuk SAP Cloud Platform akan menerima ¬e-mail dari SAP guna mengundang mereka untuk memperbaharui langganannya. Para mitra dalam mempelajari lebih lanjut dengan mengunjungi program Web site for the SAP PartnerEdge.

Bahana Artha Ventura Incar Salurkan Dana Rp 100 M kepada UKM Tahun Depan

0

Berempat.com – PT Bahana Artha Ventura (BAV) targetkan dapat menyalurkan dana program kemitraan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) sebesar Rp 100 miliar tahun depan. Selama 10 tahun terakhir, BAV telah menyalurkan dana kepada UKM rata-rata naik sekitar 44% dan total plafonnya yang telah mencapai Rp 424 miliar. Tahun ini, nilai yang telah disalurkan diperkirakan mencapai Rp 65 miliar.

BAV pun berkomitmen akan terus meningkatkan akses pinjaman pada pelaku UKM. Salah satu upaya yang dilakukan BAV ialah memperluas jaringan kepada sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk bisa mendapatkan dana program kemitraan bina lingkungan, yang selanjutnya disalurkan kepada pelaku usaha.

Adapun target penyaluran Rp 100 miliar di tahun depan diharapkan mampu membantu meningkatkan kualitas UKM yang memiliki prospek bisnis cukup besar. Perseroan mengungkapkan bantuan yang diberikan tak terbatas dalam hal permodalan tapi juga pendampingan.

Direktur Utama BAV Muhamad Sidik Heruwibowo mengatakan banyak UKM yang potensial di daerah tapi tidak bankable.

“Melalui bantuan permodalan yang diberikan dengan bunga rendah ini, kami ingin meningkatkan daya saing pelaku UKM yang menjadi nasabah kami dan kami pun akan membantu membuka penetrasi pasar bagi produk-produk yang mereka hasilkan,” ungkap Sidik dalam keterangan resmi, Rabu (12/12).

Di era industri 4.0 saat ini, Sidik menyebut pihaknya bakal membantu meningkatkan penetrasi pasar bagi UKM binaan dengan memanfaatkan sistem digital. Dengan demikian, produk yang dihasilkan dapat dipasarkan ke seluruh Indonesia dan ke luar negeri.

Saat ini, Sidik mengaku bahwa BAV telah menggandeng Bukalapak dan ke depannya akan menjalin kerja sama dengan e-commerce lainnya.

Adapun pendampingan yang diberikan mencakup lokakarya bagi mitra binaan untuk bisa mengakses internet dan memasarkan produknya melalui e-commerce atau media sosial serta teknis pengemasan dan pemotretan produk.

Adapun beberapa perusahaan yang telah bekerja sama dengan BAV yaitu PT Angkasa Pura II (Persero), Perusahaan Pengelola Aset, Airnav Indonesia, Peruri, Indonesia Natour, Perumnas, PT Waskita Karya (Persero) Tbk., PT Pelabuhan Indonesia II (Persero), Indonesia Rei dan ASDP Indonesia Ferry, Jamsostek, LPEI, PT Sarana MultiGriya Finansial (Persero), dan lainnya untuk menyalurkan dana program kemitraan ke sekitar 27 Perusahaan Modal Ventura Daerah (PMVD) di seluruh Indonesia.