Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 873

Sektor Migas Jadi Penyebab Defisitnya Neraca Perdagangan Indonesia

0

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya defisit pada neraca perdagangan Indonesia selama Desember 2018 lalu sebesar US$1,10 miliar dibanding November 2018. Dengan demikian, sepanjang tahun 2018 Indonesia mengalami defisit neraca perdagangan sebesar US$8,57 miliar.

“Penyebab defisit  selama 2018 ini lebih disebabkan defisit migas  sementara non migas surplus,” ungkap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (15/1).

BPS pun mencatat nilai ekspor Indonesia pada Desember turun 4,89% atau menjadi US$14,18 miliar dibanding November 2018 yang tercatat sebesar US$14,83 miliar. Hal serupa terjadi pada Desember 2017 yang turun 4,62% atau sebesar US$14,79 miliar.

Suhariyanto menjelaskan, turunnya ekspor merupakan pengaruh dari sektor non-migas yang mengalami penurunan ekspor 16,77%, sedangkan sektor migas mengalami kenaikan sebesar 27,34%.

Menurutnya, nilai ekspor minyak mentah turun 16,77%, hasil minyak turun 9,43%, namun nilai gas naik 51,57%.

Turunnya ekspor non-migas, tutur Suhariyanto, disebabkan turunnya komoditi bijih kerak, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.

“Penurunan ekspor Desember didorong fluktuasi harga komoditas serta penurunan ekonomi di beberapa Negara mitra ekonomi dagang,” tambahnya.

Suhariyanto menyebut bahwa sepanjang November-Desember 2018 pergerakan komoditas non-migas masih mengalami ketidakpastian. Adapun beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga antara lain minyak kernel, karet, perak, dan emas. Sebaliknya, komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni tembaga, nikel, dan minyak kelapa sawit.

“Harga CPO Indonesia di pasar dunia turun. Bila pada November 2018 harga CPO US$62,98/barel, maka pada Desember 2018 menjadi US$54,81/barel,” ungkapnya.

Sehingga, nilai ekspor kumulatif Januari–Desember 2018 naik 6,65% atau menjadi US$180,06 miliar dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, nilai impor nasional pada Desember 2018 turun 9,60% atau menjadi US$15,28 miliar dibanding impor pada November 2018 yang tercatat sebesar US$16,88 miliar. Namun, jika dibandingkan Desember 2017, meningkat 1,16% atau sebesar US$15,10 miliar.

Suhariyanto menjelaskan, penurunan impor disebabkan oleh turunnya impor migas sebesar 31,45% dan  nonmigas 5,14 %. Sehingga nilai impor kumulatif Januari–Desember 2018 adalah US$188,63 miliar atau naik 20,15% dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Infinix Bocorkan 3 Jagoan Teranyar yang Akan Rilis di Awal Tahun 2019

0

Berempat.comMeningkatnya kesuksesan penjualan hingga 30% di tahun 2018 membuat Infinix Indonesia kini berhasil bersanding dengan Nigeria, Egypt dan Kenya sebagai yang sukses memasarkan smartphone Infinix.

Setelah meluncurkan produk terakhir untuk pasar Indonesia di tahun 2018, Infinix HOT S3X di bulan Agustus  lalu, kini Infinix Indonesia siap kembali meramaikan pasar smartphone Tanah Air di awal tahun 2019 dengan 3 jagoan terbarunya. Namun, Infinix masih merahasiakan secara detail ketiga produknya tersebut.

“Perkembangan smartphone yang cukup pesat di Indonesia menjadi penyemangat tersendiri bagi kami. Rehatnya kami sejak Agustus lalu membuat kami memiliki waktu tersendiri untuk memahami pangsa pasar di Indonesia, serta keinginan sebenarnya dari para pengguna,” ujar Senior Digital Marketing Infinix Indonesia, Jefry Fernando Sinaga dalam keterangan resminya, Senin (14/1).

Menurutnya, 3 produk teranyar tersebut diluncurkan berdasarkan banyaknya permintaan pengguna dan X-Fans (Sebutan Fans Infinix).

Salah satu dari jagoan Infinix tersebut adalah smartphone yang sudah ditunggu-tunggu pengguna. Seperti unit smartphone dengan persentase layar hingga 87% yang tentunya menjadi salah satu nilai jual dari anggota smartphone terbaru Infinix tersebut.

Produk teranyarnya itu juga masih mengusung teknologi AI camera Selfie. Infinix meyakini teknologi tersebut sudah menjadi teknologi yang wajib dimiliki kamera smartphone masa kini guna mendeteksi wajah pengguna dan menghasilkan gambar terbaik. Bedanya, Infinix mepersiapkan salah satu produk terbarunya ini dengan harga terbaik di kelasnya.

“Aktivitas pengguna sehari-hari hampir dihabiskan dengan smartphone, layar yang lebih luas tanpa memperbesar ukuran smartphone menjadi keutamaan produk ini untuk membuat pengguna merasakan pengalaman yang imersif yang lengkap dan akses yang lebih mudah,” sambung Jefry.

Citra sebagai vendor smartphone yang menghadirkan berbagai fitur premium dengan harga terjangkau yang telah melekat pun akan terus dijaga oleh Infinix. Jadi, unit terbaru yang akan dibawa Infinix di awal tahun ini merupakan salah satu produk yang layak ditunggu-tunggu.

Aturan Pajak e-Commerce Masih Jadi Pertentangan

0

Berempat.com – Pemerintah baru saja menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 210 tentang e-commerce. Aturan tersebut mewajibkan pedagang dan e-commerce yang menjual barang membayar pajak penghasilan (PPh) sesuai dengan ketentuan perundang-undangan di bidang pajak penghasilan. Aturan tersebut akan berlaku pada 1 April 2019.

Namun, ketentuan tersebut masih mendapatkan pertentangan. Utamanya dari para pengusaha. Bahkan, Asosiasi e-commerce Indonesia (idEA) meminta Sri Mulyani untuk menunda dan mengkaji ulang terlebih dahulu pemberlakuan tersebut.

“Ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan idEA meminta penundaan dan mengkaji ulang PMK 210 tentang e-commerce.  Pertama, PMK tersebut belum disosialisasikan. Kedua, aturan tersebut bisa menganggu UMKM berkembang,” terang Ketua idEA Ignasius Untung di Jakarta, Senin (14/1).

Saat ini, idEA mengklaim bahwa yang banyak berjualan di e-commerce adalah pengusaha mikro yang masih mencoba-coba. Sementara bila dipaksa menjadi UMKM, Ignasius khawatir hal itu justru akan membuat mereka memilih untuk berhenti.

Selain itu, PMK 210 juga dianggap tidak adil bagi e-commerce karena pemerintah tidak menerapkan aturan yang sama ketatnya bagi pengusaha yang berjualan online di media sosial.

Karena itu, ia pun khawatir kebijakan tersebut akan mendorong pengusaha UMKM lebih memilih berjualan secara mandiri di media sosial sehingga berdampak pada bisnis marketplace yang tidak berkembang nantinya.

“Berdasarkan beberapa pertimbangan di atas, idEA meminta Kementerian Keuangan untuk menunda dan mengkaji ulang pemberlakuan PMK 210 ini sambil bersama-sama melakukan kajian untuk menemukan rumusan yang tepat dan tidak mengorbankan salah satu dari dua target pemerintah,” pintanya.

Apalagi, ia berpendapat bahwa PMK-210 ini tengah minim studi, uji publik, sosialisasi, hingga kesepakatan akan tersedianya infrastruktur dan sistem untuk melakukan validasi NPWP, sebagaimana yang disebutkan di dalam aturan tersebut.

Selain PPh, dalam PMK-210 ada dua pajak lain yang akan ditarik dari e-commerce, yakni pajak pertambahan nilai (PPN) yang tertunggak sebesar 10%, pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah (PPNBM).

Namun, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meminta agar e-commerce mau melaksanakan ketentuan tersebut. Sebab, menurutnya, aturan tersebut diambil untuk meningkatkan kesetaraan.

Sri Mulyani sendiri tak menampik jika masalah pajak e-commerce masih merupakan hal sensitif di Indonesia. Sebab itu, ia menyusun aturan ini dengan sangat hati-hati agar iklim investasi ekonomi digital di Indonesia tidak terganggu.

“Saya selaku Menteri Keuangan juga harus menjaga iklim investasi. Masalah perpajakan itu bukanlah hal mudah,” ujarnya.

Mengatasi Dilema Antara Ide dan Eksekusi Dalam Bisnis

0

Berempat.com – Bisnis saat ini sudah menjadi hal yang menarik untuk didiskusikan. Obrolan seputar bisnis sudah menjadi santapan umum semua kalangan, baik di lobi hotel, meja kafe, atau pun bangku warung kopi sekali pun. Fenomena bermunculannya perusahaan-perusahaan rintisan (startup) akhir-akhir ini telah melahirkan banyak pengusaha sukses meski usianya masih mudah.

Hal ini tentu menarik banyak generasi milenial untuk terjun ke dunia bisnis. Bahkan, sekarang sudah banyak perusahaan startup yang anggotanya didominasi anak muda yang masih kuliah atau pun sekolah.

Namun demikian, dalam pratiknya, mempunyai ide bisnis dan mengeksekusi bisnis tentu dua hal yang berbeda. Disadari atau tidak, kedua hal ini kerap menjadi sumber masalah generasi milenial dalam berbisnis. Sebuah penelitian oleh Shikhar Gosh di Harvard Business School mengindikasikan bahwa sebanyak 75% startup yang didanai oleh venture capital berujung pada kegagalan.

Untuk itu bagi Anda generasi milenial yang berencana terjun ke dunia startup, Anda perlu memperhatikan hal-hal berikut ini.

Ide itu penting karena memberi arah dan motivasi

Menurut teori Organizational Behavior (Perilaku Organisasi), sebuah perusahaan/organisasi pada dasarnya adalah kumpulan orang yang mempunyai tujuan bersama. Dalam perspektif bisnis, sebuah ide adalah awal segalanya. Anda hanya butuh sebuah ide yang kuat untuk menunjukkan apa tujuan (goal) yang hendak Anda raih dan bersama siapa saja Anda akan mewujudkannya. Selain itu, sebuah ide yang sangat kuat juga bisa menjadi sumber kekuatan dan semangat, khususnya saat sedang menghadapi badai dan cobaan di tengah perjalanan bisnis Anda.

Ide itu pasif dan belum teruji

Setiap orang bisa saja menelurkan ide. Bahkan mungkin mereka mengklaim idenya hebat. Namun sejauh ide tersebut belum mempunyai wujud nyata, maka Anda baru ditataran konsep saja. Sebuah penelitian di tahun 2018 yang dilakukan oleh CB Insight menunjukkan bahwa penyebab nomor satu kegagalan sebuah startup adalah karena produk atau jasa yang mereka tawarkan TIDAK ada market-nya. Jadi di sini penting bagi Anda untuk tidak overconfidence dengan ide Anda. Pastikan Anda terus melakukan pengujian/validasi terhadap kelayakan ide Anda.

Eksekusi yang brilian itu sangat menantang

Sebuah pepatah lama mengatakan: Lebih mudah mengatakan daripada menjalankan. Inilah persisnya yang dihadapi oleh siapapun yang terjun ke dunia bisnis. Dalam bisnis, hasil itu penting—bahkan seringkali menjadi penentu hidup mati sebuah perusahaan. Dan untuk mendapatkan hasil yang baik, dibutukan eksekusi yang brilian di beragam bidang bisnis, seperti: keuangan, operasional, marketing, dll. Itulah mengapa John Doerr, seorang investor terkemuka di Amerika, berkata: “Ideas are easy. Execution is everything. It takes a team to win.”

Tangan Di Atas (TDA), sebagai komunitas pengusaha terbesar di Indonesia, berencana mengadakan event Pesta Wirausaha yang akan dilaksanakan pada tanggal 25-27 Januari 2018 di Ecovention Hall Taman Impian Jaya Ancol Jakarta. Di acara ini, pengusaha-pengusaha dari pelosok Nusantara akan berkumpul untuk berjejaring sekaligus saling berbagi pengalaman dan ilmu bisnis.

Bagi Anda kaum milenial yang memang mempunyai jiwa bisnis, kami mengundang Anda untu hadir di acara ini. Di sana Anda bisa menambah wawasan dan ilmu bisnis, berjejaring dengan banyak orang sefrekuensi yang potensial menjadi menjadi partner Anda, atau bahkan bertemu dengan pengusaha-pengusaha hebat yang bisa menjadi investor untuk ide startup Anda. Salah satu kunci keberhasilan startup adalah mencari investor yang bukan hanya mau menggelontorkan uang, tapi juga mau ikut membantu usaha kita, mau ikut mempromosikan produk atau jasa kita ke networknya, dan bahkan mau menjadi mentor kita.

Maka dari itu, yuk hadir di Pesta Wirausaha Tangan Di Atas. Jangan lewakan kesempatan ini. Untuk mendapatkan tiketnya, silahkan kunjungi link berikut ini:  http://bit.ly/tiketpw2019

#Adv

BNI Terima Sertifikasi Manajemen Mutu ISO 9001:2015

0

Berempat.com – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. baru saja mengumumkan penerimaan sertifikasi sistem manajemen mutu ISO 9001:2015 untuk layanan pemrosesan transaksi RTGS, Remitansi, dan penerbitan Garansi Bank dari PT SGS Indonesia selaku lembaga sertifikasi ISO.

Direktur Teknologi Informasi dan Operasi BNI, Dadang Setiabudi mengatakan, Sertifikat ISO 9001:2015 tersebut semakin membuktikan bahwa kualitas layanan transaksi RTGS, Remitansi, dan penerbitan Garansi Bank dari BNI sudah terstandardisasi internasional.

Menurut Dadang, BNI dinilai layak menerima sertifikat ISO 9001:2015 karena mampu memenuhi tuntutan tujuh prinsip Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2015 yang dikenal dengan CLPEIER (Customer focus, Leadership, Proses approach, Engagement of People, Improvement, Evidence Based Decision Making, dan Relationship Management).

“Dengan telah diterapkannya tujuh prinsip SMM ISO 9001:2015 tersebut, kami meyakini transaksi Remitansi, RTGS, dan Garansi Bank yang diproses telah memenuhi harapan seluruh nasabah secara konsisten,” terangnya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (14/1).

Memperhatikan transaksi per Desember 2018 volume transaksi RTGS mencapai Rp 10,711 triliun. Adapun, volume transaksi Remitansi mencapai US$85,3 milliar, sedangkan volume penerbitan Garansi Bank mencapai Rp 34,5 triliun.

“Dengan bertambahnya implementasi SMM ISO 9001:2015, besar harapan kami akan terus meningkatkan kepercayaan nasabah kepada BNI yang selaras dengan visi perseroan yaitu menjadi lembaga keuangan yang unggul dalam layanan dan kinerja,” tandasnya.

Black Box CVR Lion Air JT 610 Ditemukan di Timbunan Lumpur 8 Meter

0

Berempat.com – Bagian dari black box atau kotak hitam Lion Air JT 610, yakni Cockpit Voice Recorder (CVR) berhasil ditemukan. Hal tersebut dikonfirmasi oleh Komando Armada (Koarmada) I Letkol Laut (P) Agung Nugroho. CVR yang ditemukan sekitar pukul 09.10 WIB tersebut pun sudah diangkat ke kapal milik TNI AL.

“(Ditemukan) oleh penyelam Kopaska dan Dislambair I. Sekarang sudah dipegang, sudah diangkat ke kapal (CVR-nya),” terangnya di Jakarta Utara, Senin (14/1).

Agung pun menjelaskan bahwa CVR Lion Air tersebut ditemukan oleh Dislambair dan Kopaska tertimbun oleh lumpur sedalam 8 meter di dasar laut.

“(CVR) Itu berada di bawah kedalaman 30 meter tapi berada di bawah lagi 8 meter. Jadi dasar laut 8 meter lagi karena di dasar laut ketutupan oleh lumpur,” terangnya.

Namun, Agung mengaku tak tahu secara pasti titik lokasi penemuan CVR tersebut. Ia hanya bisa memastikan bahwa lokasi penemuan tak terlalu jauh dari titik jatuhnya pesawat Lion Air PK-LQP dengan nomor penerbangan JT-610 tersebut.

Pencarian CVR Lion Air sendiri dipimpin Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ada dua KRI yang dikerahkan dalam pencarian yang dimulai pada 8 Januari Januari.

“Ini hari keenam dan Alhamdulillah berhasil menemukan,” sambungnya.

Pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610 jatuh di perairan Karawang pada Senin, 29 Oktober 2018 lalu. Akibat peristiwa tersebut, sebanyak 189 orang penumpang dan kru pesawat tujuan Pangkalpinang menjadi korban.

Pada pencarian sebelumnya, tim baru berhasil menemukan bagian dari black box, yakni Flight Data Recorder (FDR). Dari FDR tersebut beberapa temuan pun berhasil terungkap. Seperti adanya temuan bahwa airspeed indicator Lion Air PK LQP mengalami kerusakan dalam empat penerbangan terakhir PK-LQP. Termasuk kerusakan sensor AOA (angle of attack). AOA adalah pengukur sudut pesawat terhadap aliran udara. Sensor AOA menunjukkan perbedaan pada saat penerbangan sebelum JT 610, yaitu dari Bali ke Jakarta.

Namun, itu belum bisa menjadi kesimpulan akhir dari apa yang menjadi penyebab kecelakaan pesawat Lion Air terjadi. Sebab itu, KNKT pun melanjutkan penyelidikan.

INACA Pastikan Harga Tiket Pesawat Akan Turun

Berempat.com – Beberapa bulan belakangan ini harga tiket pesawat melambung hingga dua kali lipat. Namun, Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA) Ari Ashkara menyebut bahwa maskapai yang tergabung di dalam INACA berkomitmen untuk menurunkan harga tiket.

“Kami sejak minggu lalu, khususnya Jumat, sudah menurunkan tarif harga domestik,” ujar Ari di hadapan awak media di Jakarta, Minggu (13/01).

Keputusan ini diambil, imbuh Ari, karena adanya komitmen positif dari stakeholder, seperti dari Angkasa Pura I, Angkasa Pura II, Airnav, dan Pertamina. Di samping itu, adanya keluhan dari masyarakat atas tingginya harga tiket pesawat juga menjadi pertimbangan keputusan ini diambil.

“Walaupun di tengah kesulitan maskapai nasional yang ada, tapi kami lebih mendengar keluhan masyarakat tentang harga tiket,” klaim Ari.

Ari menjelaskan bahwa harga tiket pesawat untuk beberapa rute penerbangan sudah turun sejak Jumat, seperti rute Jakarta-Denpasar, Jakarta-Yogyakarta dan Bandung-Denpasar, dan Jakarta-Surabaya. Sementara mulai Minggu atau Senin ini, beberapa rute yang harga tiketnya diturunkan di antaranya Jakarta-Padang, Jakarta Pontianak, dan Jakarta-Jayapura.

Sebelumnya, Ari menyebut ada banyak komponen yang membuat harga tiket pesawat untuk penerbangan domestik menjadi mahal Selain komponen tarif penerbangan yang ditentukan pihak maskapai, Ari menyebut yakni adanya Pajak Pertambahan Nilai (PPN).

“Kalau di dalam negeri kita kena Pajak Pertambahan Nilai, sedangkan di luar negeri tidak kena. Jadi hal hal itu yang bikin adanya perbedaan harga antara internasional dengan domestik,” ujarnya.

Ternyata Begini Trik agar Pengusaha Pemula Mudah Dapat Pinjaman dari Bank

0

Berempat.com – Dalam dunia bisnis, melakukan pinjaman ke bank adalah hal lumrah. Entah untuk tujuan ekpansi dalam membesarkan bisnis, atau membantu menopang perputaran uang yang sedang tersendat. Apalagi, saat ini banyak produk pembiayaan yang ditawarkan bank kepada calon kreditur. Mulai dari Kredit Tanpa Agunan (KTA) hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Kendati demikian masih banyak pelaku usaha, khususnya yang pemula, mengaku kesulitan mendapatkan pinjaman dari bank. Bahkan banyak yang beranggapan bahwa pengajuan pinjaman ke bank cukup rumit.

Namun, Kepala Cabang Bank BRI Diponegoro, Surabaya, Eko Jayaputra justru beranggapan bahwa sebetulnya pengajuan pinjaman ke bank tak serumit itu. Menurutnya, selama ini banyak calon peminjam, khususnya dari pengusaha pemula yang kurang tahu ‘celah’ sehingga merasa kesulitan dalam mendapatkan pinjaman bank.

“Selain izin usaha, yang paling penting kalau kita mau pake jasa bank perkreditan, kita harus juga menggunakan jasa bank di sisi simpanan,” ungkap Eko kepada Berempat.com saat ditemui di Pondok Indah Mal, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Lebih jelas, Eko menyarankan agar para pelaku usaha sejak dini sudah menjadi nasabah di bank tertentu. Dalam contoh kasus ini menjadi nasabah Bank BRI. Karena dengan demikian, bank bisa lebih mudah menganalisa perputaran keuangan dari nasabah.

“Bank akan terbantu pada saat melakukan analisa jika perputaran keuangan kita tercatat di rekening. Namun kalo kita tidak tercatat di rekening, (untuk) penilaian kelayakannya, bank masih meraba-raba,” papar pria kelahiran Jakarta, September 1983 tersebut.

Eko juga mengatakan kalau pihak bank akan lebih nyaman memberikan pinjaman, khususnya kepada pelaku usaha yang tercatat sebagai nasabah di bank tersebut, baik rekening tabungan atau rekening giro.

Selain itu, Eko juga mengungkapkan bahwa di Bank BRI pelaku usaha tak perlu repot-repot membuat laporan keuangan saat akan melakukan pinjaman. Karena biasanya pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) memang belum memiliki laporan keuangan yang baik. “Laporan keuangan bisa kita bantu,” terang Eko.

Dan saat disinggung kriteria jenis usaha yang mudah mendapatkan pinjaman, Eko memastikan bahwa selama jenis usaha yang dijalankan tak melanggar undang-undang, maka bisa mendapat pinjaman dari bank. Artinya, tak ada kriteria khusus yang diberikan oleh Bank BRI.

“Semua usaha punya potensi masing-masing asalkan tidak ada rapot merah di perbankan. Kedua, usahanya tercermin di rekening bank. Dua itu saja sudah (cukup),” papar Eko.

Rapor merah yang dimaksudkan Eko ialah adanya kredit macet yang pernah dilakukan pelaku usaha. Karena itu Eko pun menekankan agar pelaku usaha bisa menjaga rekam jejak yang baik saat melakukan pinjaman, entah itu pembayaran kartu kredit atau pun pinjaman usaha ke bank.

Dengan memerhatikan setiap langkah yang sudah disebutkan, Eko yakin bahwa pelaku usaha bisa lebih mudah mendapatkan pinjaman dari bank. Khususnya di Bank BRI. Saat ini, setidaknya ada beberapa jenis produk pembiayaan yang ditawarkan oleh Bank BRI. Di antaranya seperti KUR, KTA atau BRIguna, Pinjaman Usaha, hingga KPR.

Untuk Startup: Kelebihan Rekrut Fresh Graduate Dibanding yang Berpengalaman?

0

Berempat.com – Untuk bisa mengembangkan perusahaan startup tentu tidak mudah. Selain dituntut bisa menggunakan dana yang ada untuk bisa beroperasi, perusahaan startup juga kerap dihadapi oleh pilihan dalam membentuk tim atau SDM. Pilihan yang dihadirkan pun ada dua, yakni merekrut fresh graduate atau yang berpengalaman?

Sebetulnya merekrut yang berpengalaman cukup dilakukan untuk bagian supervisor atau manager. Sementara untuk tim di bawah itu, Anda cukup merekrut fresh graduate. Kenapa? Mengutip dari urbanhire.com, setidaknya ada 8 alasan yang bisa menjadi pertimbangan Anda.

  1. Belum Paham Politik Kantor

Para fresh graduate tentu tidak terlalu mengerti yang namanya politik kantor sebab mereka belum mengetahui betul bagaimana budaya yang berkembang di suatu perusahaan. Kebanyakan dari mereka secara tidak sadar lebih memilih menjadi pihak yang netral di antara dua kubu yang saling bertikai. Hal ini bisa menjadi suatu angin segar tersendiri di tempat kerja yang penuh dengan politik kantor.

  1. Lebih Bisa Dibentuk Sesuai Keinginan Kantor

Bila Anda menginginkan karyawan dengan karakteristik dan bakat tertentu, maka Anda bisa merekrut fresh graduate untuk menjadi karyawan Anda. Fresh graduate membutuhkan banyak arahan dalam dunia kerja karena pengalamannya masih nol. Hal inilah yang membuat Anda bisa melatih bakat mereka hingga menjadi seorang profesional baru di bidangnya. Jika Anda melakukan hal ini pada mereka yang sudah berpengalaman, tentu akan sulit.

  1. Melek Teknologi

Setiap generasi millennial pasti memiliki smartphone dan mereka sangat mudah menyesuaikan diri dengan teknologi terbaru. Karakteristik para fresh graduate ini membuat mereka sangat berharga baru perusahaan. Terlebih teknologi terbaru kini semakin berkembang. Saat muncul teknologi baru, maka mereka dapat menyesuaikan diri lebih cepat dibandingkan karyawan di usia 35 tahun ke atas.

  1. Haus Pengetahuan Baru

Fresh graduate tentu membutuhkan banyak pengetahuan baru untuk bisa mengembangkan diri. Terlebih, mereka masih memiliki motivasi kuat untuk mengembangkan diri lebih baik. Saat diberi tugas, mereka akan menyesuaikan tugas tersebut dengan sepenuh hati dan mereka pun biasanya tidak takut menjawab pertanyaan dan akan mencari jawabannya. Bisa dibilang, fresh graduate seperti kertas kosong yang dapat diisi dengan hal-hal positif dari perusahaan. Dengan begitu mereka dapat berkembang beriringan dan perkembangan perusahaan.

  1. Membawa Perspektif Baru

Fresh graduate sebenarnya tidak benar-benar tidak memiliki pengalaman di dalam dunia kerja. Setidaknya mereka pernah magang saat kuliah meski masih belum terlalu dalam terjun ke dunia kerja. Hal ini membuat pikiran mereka masih segar sehingga dapat membawa perspektif baru pada perusahaan Anda. Terlebih, saat ini sebagian dari universitas menekankan pentingnya sebuah inovasi sehingga mereka bisa mengembangkannya di dunia kerja.

  1. Calon Pemimpin Masa Depan

Tidak ada yang tahu bagaimana nasib seseorang ke depannya. Untuk itu, sebagai perusahaan yang ingin terus berkembang, terbuka dengan fresh graduate adalah jawaban terbaik. Anda harus terlibat dengan bibit-bibit pemimpin ini sejak dini, sehingga mereka merasa ada ikatan tersendiri antara dirinya dengan perusahaan. Hal ini membuat mereka akan melakukan inovasi terbaik untuk perusahaan Anda saat mereka telah memiliki cukup pengalaman untuk mengemban sebuah perusahaan.

  1. Keinginan Belajar dan Berkembang yang Tinggi

Mereka memiliki semangat yang sangat tinggi saat terjun ke dunia kerja. Hal ini membuat mereka ingin melakukan yang terbaik di setiap yang mereka lakukan. Pada pengalaman pertama mereka di dunia kerja, biasanya gaji tidaklah penting. Kebanyakan dari fresh graduate berpikir untuk menunjukkan bahwa dirinya bisa diandalkan sehingga gaji akan menyesuaikan dengan sendirinya. Untuk itu, libatkan mereka pada beberapa projek perusahaan Anda meski di posisi yang tidak terlalu penting. Biarkan mereka belajar banyak hal baru dan jangan batasi perkembangan mereka.

  1. Gaji yang Lebih Rendah

Digaji dengan bayaran lebih murah dibanding mereka yang sudah berpengalaman bukan berarti talenta yang ditawarkan oleh para fresh graduate layak direndahkan. Mereka justru membawa sesuatu yang baru dan membuat atmosfer perusahaan lebih segar.

Gaji yang lebih rendah di sini dikarenakan mereka belum memiliki pengalaman yang menjual sehingga perlu dilatih terlebih dahulu. Fresh graduate pun biasanya sudah tahu akan hal ini sehingga sebagian dari mereka tidak mengharapkan gaji yang besar.

Itulah 8 alasan yang mungkin mendorong Anda untuk merekrut fresh graduate bergabung dengan perusahaan Anda. Mereka mungkin tidak memiliki pengalaman yang cukup, namun mereka siap mempelajari apapun hal baru di hadapan mereka. Kemampuan mereka akan terus berkembang seiring dengan perkembangan perusahaan Anda.

Tips Membersihkan Jaket Parasut Tanpa Merusak ala Timberland

0

Berempat.com – Di tengah kondisi cuaca yang tak menentu seperti saat ini, menggunakan jaket parasut atau jaket hujan bisa menjadi pilihan tepat untuk kegiatan sehari-hari. Selain bisa melindungi diri dari angin kencang atau air hujan, jaket parasut juga bisa menambah gaya fesyen karena kini sudah hadir dengan berbagai gaya trendi.

Namun, karena sifatnya yang tidak menyerap air, banyak orang berpikir bahwa jaket hujan tidak perlu sering dicuci. Padahal, seharusnya jaket parasut perlu dibersihkan dengan seksama. Sebab jika tidak, lambat laun jaket Anda akan mulai bau akibat kotoran, debu, dan keringat yang menyerap ke dalam bahan.

Hanya saja, jaket jenis ini tidak bisa dicuci layaknya baju biasa karena pakaian satu ini terbuat dari bahan khusus yang membuatnya tahan air. Timberland, produsen jaket ramah lingkungan karena bebas dari polivinil klorida (PVC) dan perfluorokarbon (PFC), berbagi beberapa tips untuk membersihkan jaket dengan benar sehingga jaket selalu terlihat bagus dan melindungi pemakai untuk waktu yang lama.

  1. Kenali bahan jaket

Jaket parasut terbuat dari bahan yang memiliki pori-pori kecil agar bahan tetap bisa bernafas dan dengan demikian, kelembaban, termasuk keringat, bisa menguap dengan mudah dan bukannya mengembun di dalam jaket. Kemudian, bagian luar bahan jaket diberi lapisan tambahan yang disebut sebagai “durable water repellent (DWR)” untuk memberi bahan tersebut perlindungan ekstra dari air.

DWR menyebabkan air membutir dengan cepat supaya bisa menggulir dari jaket dengan mudah. Ini mencegah air terdiam lama di atas bahan dan menyerap secara perlahan ke dalam bahan. DWR dapat ditemukan di hampir semua jaket hujan, termasuk windbreaker, parka, dan anorak dari Timberland.

  1. Jaket bisa mengalami “wet-out”

Jaket yang sering dipakai akan terekspos pada panas, hujan, keringat, minyak kulit, dan kotoran yang semuanya akan menyebabkan DWR perlahan-lahan luntur. Akibatnya, jaket akan mudah lembab ketika terkena air dan pemakai tidak akan lagi terlindungi dari basah seperti dahulu. Proses ini disebut sebagai “wet-out”.

  1. Cara pencucian khusus

Untuk mencegah terjadinya “wet-out” pada jaket, semua kotoran dan minyak yang menyebabkan lunturnya lapisan DWR perlu dibersihkan. Namun, jaket hujan tidak boleh dicuci dengan deterjen biasa karena kimia di deterjen terlalu keras bagi bahan DWR. Sebaiknya, bacalah instruksi cara pencucian yang tertera di label jaket. Jika tidak yakin bisa mencuci sendiri, kirimkan jaket ke binatu atau jika tetap ingin mencuci sendiri, gunakan cairan pencuci khusus untuk jaket hujan. Cairan ini biasanya tersedia di toko online.

  1. Jangan terlalu sering mencuci jaket hujan

Mencuci jaket hujan terlalu sering akan menghilangkan lapisan DWR dengan cepat, mengingat bahwa lapisan ini akan terkikis setelah beberapa kali pencucian. Sebagai gantinya, lap semua kotoran dengan kain bersih setelah menggunakan jaket dan angin-anginkan jaket untuk mengeringkan sisa lembab.

  1. Mengembalikan lapisan DWR yang telah luntur

Jika jaket hujanmu kini mudah lembab, itu berarti bahwa lapisan DWR telah luntur. Namun, jangan khawatir karena lapisan DWR dapat dikembalikan dengan membeli cairan DWR yang bisa dibeli secara online. Tutup resleting jaket terlebih dahulu lalu semprot cairan DWR ke seluruh permukaan luar jaket dan beri lapisan tambahan pada area-area yang lebih terekspos atau sering bergesekan dengan benda lain, seperti bagian bahu yang sering terkena tali ransel.

Merawat jaket parasut dengan baik tidak hanya akan menguntungkan bagi pemakai karena menjaganya tetap terlindungi dan terhindar dari basah selama musim hujan. Merawat jaket dengan benar akan membantu menghemat uang karena jaket favorit bisa tetap digunakan untuk jangka lama. Karena itu, sisihkan waktu untuk merawat dengan layak dan memberi perhatian yang dibutuhkan oleh jaket parasut.