Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 903

Perjanjian Dagang 11 Negara Akan Berlaku pada Akhir Tahun Ini

0

Berempat.com – Perjanjian dagang antara 11 negara atau Trans-Pacific Partnership (TPP) akan berlaku pada akhir Desember 2018. Menurut keterangan dari Menteri Perdagangan dan Pertumbuhan Ekspor Selandia Baru, kepastian tanggal berlakunya TPP tersebut didapat setelah Australia meratifikasi kesepakatannya, setelah sebelumnya sudah dilakukan oleh Kanada, Jepang, Meksiko, Selandia Baru, dan Singapura.

“Hal ini menjadi awal perhitungan mundur 60 hari hingga dimulainya perjanjian tersebut dan tahap pertama pemotongan tarif,” terangnya di Wellington, Selandia Baru, seperti dilansir dari Reuters, Rabu (31/10).

Selandia Baru sendiri merupakan negara yang mengemban tanggung jawab sebagai pihak yang menerima dan menyebarluaskan notifikasi dari negara-negara anggota pakta perdagangan tersebut.

Diberlakukannya TPP ini berarti akan ada pemangkasan tarif yang nilainya lebih dari 13% PDB global yang totalnya mencapai US$10 triliun.

“Dengan menguatnya proteksionisme di seluruh dunia, pentingnya aturan yang adil dan bebas semakin diperlukan,” ujar Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi dalam konferensi pers terpisah di Tokyo, Jepang.

Sementara itu, bagi Pemerintah Australia TPP akan mendorong ekspor produk pertanian dengan nilai lebih dari US$36,91 miliar pada tahun ini. Adapun lima negara lainnya yang belum melakukan ratifikasi adalah Brunei Darussalam, Chile, Malaysia, Peru, dan Vietnam.

Sebagai informasi, Amerika Serikat sebelumnya turut menjadi negara yang ikut dalam TPP ini, namun negara tersebut memutuskan keluar tak lama setelah Donald Trump menjabat sebagai presiden. Selepas keluarnya Amerika, Jepang kemudian memimpin negara-negara lainnya untuk memfinalisasi revisi pakta perdagangan tersebut pada Januari 2018, yang diberi nama Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP)

Ini yang Ditawarkan Apple pada Produk iPad Pro Terbaru

0

Berempat.com – Bersamaan dengan diumumkannya Macbook Air dan Mac Mini teranyar di Brooklyn Academy of Music, Howard Gilman Opera House, New York, Selasa (30/10) waktu setempat, Apple pun meluncurkan produk terbarunya, yakni iPad Pro.

“iPad Pro terbaru ini tidak hanya mengubah cara pandang kita terhadap iPad, tetapi juga mengubah cara kita melihat komputer,” ujar CEO Apple Tim Cook seperti dikutip dari Antara.

iPad Pro tampil dengan dua ukuran, yakni 11 inci dan 12,9 inci dengan pembaruan pada desain dan hardware. iPad Pro ini pun mengusung layar Liquid Retina yang juga sudah digunakan pada iPhone XR.

Tampil dengan bezel-less tanpa home button, iPad Pro terbaru dilengkapi gesture intuitive, semacam split screen yang dapat membagi layar untuk menjalankan dua aplikasi berbeda. iPad Pro ini juga dilengkapi oleh Apple Pencil yang juga sudah diperbarui. Apple Pencil kini merespons sentuhan dan dapat mengubah kuas menjadi penghapus. Apple Pencil pun kini dapat menempel pada sisi iPad Pro dan akan secara otomatis mengisi daya. Dengan demikian, Apple Pencil siap digunakan kapan pun.

Selain itu, iPad Pro hadir dengan FaceID yang dapat bekerja saat digunakan, baik dalam keadaan potret maupun lanskap. Teknologi ini dapat digunakan untuk membuka kunci, log in ke aplikasi, hingga pembayaran online.

Kuartal 3-2018, Indomie dan Bukalapak Jadi Merek Terloyal Belanja Iklan

0

Berempat.com – Nielsen telah mengeluarkan hasil riset untuk urusan belanja iklan di 9 bulan pertama tahun ini. Pada hasil risetnya, terdapat pertumbuhan belanja iklan hingga 5% dibanding periode sama tahun lalu, baik di media cetak dan televisi yang mencapai Rp 114,4 triliun. Bahkan, untuk di kuartal 3-2018 saja, belanja iklan tumbuh di kisaran 4% year to year (yoy) atau mencapai Rp 39 triliun.

Penyumbang belanja iklan tersebut rupanya tak berasal dari pihak swasta, melainkan dari pihak pemerintah. Seperti pada iklan televisi yang paling banyak disumbang oleh Kementerian Kesehatan dengan total belanja Rp 523,8 miliar dengan pertumbuhan mencapai 31%.

Urutan kedua barulah berasal dari pihak swasta dengan merek Indomie yang menyumbang Rp 394 miliar dengan pertumbuhan 40%. Bukalapak menjadi satu-satunya perusahaan e-commerce yang paling loyal dan menempati urutan ketiga dengan total belanja Rp 368,5 miliar atau tumbuh 403%. Posisi keempat terdapat Kapal Api dengan total belanja iklan Rp 248,7 Miliar atau naik 263%, dan Pantene di posisi kelima dengan total belanja Rp 246,6 miliar atau tumbuh +24%.

Sementara untuk media cetak, institusi pemerintah kembali menjadi penyumbang terbesar. Komisi Pemilihan Umum (KPU) berkontribusi besar dengan total belanja iklan Rp 517,3 miliar. Urutan kedua ialah Pemerintah Daerah Sumatera Selatan dengan total belanja Rp 115,9 miliar atau tumbuh 14%. Lalu Honda Motorcycles menjadi penyumbang iklan terbesar dengan total belanja Rp 99 miliar atau tumbuh 38% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan hasil riset Nielsen, sepanjang kuartal tiga 2018 penyumbang terbesar total belanja iklan memang berasal dari institusi pemerintah dan segemen politik. Total belanja iklan mencapai Rp 2,9 triliun atau tumbuh 40%. Menurut Nielsen besarnya porsi belanja iklan politik berkaitan dengan pelaksanaan pemilihan anggota DPRD.

Menaker Dorong Korporasi Pekerjakan Disabilitas Sesuai Undang-Undang

0

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengingatkan lagi kepada perusahaan, baik swasta maupun Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk menerapkan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Undang-undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tersebut mewajibkan agar perusahaan swasta mempekerjakan penyandang disabilitas 1% dari jumlah total karyawan, sedangkan BUMN sebanyak 2%.

Bagi Hanif, penerapan tersebut perlu dilakukan untuk menjawab isu penting berupa pasar kerja didorong menjadi inklusi.

“Perusahaan  harus memberikan ruang kepada penyandang disabilitas untuk bekerja secara formal serta  memiliki ikatan kerja yang jelas dengan perusahaan,“ ujar Hanif saat membuka acara Seminar Inklusi Film Disabilitas  dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif di kantor Kementerian Ketenagakerkaan, Jakarta, Selasa (30/10).

Menurut Hanif, sudah saatnya semua pihak memperkuat komitmen dan keberpihakan kepada penyandang disabilitas dan perwujudan masyarakat inklusif tanpa melihat latar belakang apa pun, menyandang disabilitas atau tidak.

“Mereka harus memiliki kesempatan dan ruang yang sama untuk bisa bekerja, berkarya, dan berkontribusi bagi Republik Indonesia yang tercinta ini,“ ungkap Hanif.

Sementara soal menyangkut kompetensi, Hanif menegaskan bahwa itu bukan hanya peran pemerintah, tapi juga bicara peran korporasi. Kedua institusi tersebut pun punya peran bagaimana penyandang disabilitas ini juga memiliki daya saing, keunggulan, kompetensi yang bersifat softskill dan hardskill agar mereka juga bisa berkompetisi di pasar kerja dengan yang lain.

Menurut Hanif, untuk mengakomodir kepentingan tersebut, maka akses terhadap pelatihan berkualitas bagi penyandang disabilitas juga sangat penting. Hingga saat ini, Kemnaker memiliki 19 Balai Latihan Kerja (BLK).

“Kita semakin memperkuat akses bagi penyandang disabilitas di berbagai kejuruan yang mereka minati. Misalnya BLK Bekasi, kita kembangkan IT, dan sekarang sudah punya kejuruan untuk animasi. Ke depan, proses kejuruan games,“ katanya.

Hanif mengatakan, kebijakan pelatihan di Kemnaker saat ini dibuat sesederhana mungkin tanpa adanya batasan. Siapa saja yang membutuhkan pelatihan, tidak peduli sekolah atau tidak, tanpa batas usia, baik penyandang disabilitas atau tidak, Hanif sebut bahwa mereka dapat ikut pelatihan secara gratis.

Seminar dan Expo Tenaga Kerja Disabilitas Produktif 2018 sendiri merupakan rangkaian kegiatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada 3 Desember 2018 bertema “Indonesia Inklusi dan Ramah Disabilitas”. Juga menjadi salah satu wujud kepedulian Kemnaker terhadap pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas.

“Seminar dan expo ini sekaligus mendorong upaya menghilangkan praktik/tindak diskriminasi, khususnya di dunia kerja,” kata Hanif.

Astra International Raih Laba Bersih Rp 7 Triliun di Kuartal 3-2018

0

Berempat.com – PT Astra International Tbk. (ASII) mencatatkan peningkatan pada pendapatan laba bersih sebesar 7% atau menjadi Rp 7 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencatat Rp 6,6 triliun.

Presiden Direktur Astra International Prijono Sugiarto mengungkapkan, peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh naiknya penjualan sepeda motor di tengah penurunan penjualan mobil Astra International. Padahal, menurut Prijono, penjualan mobil secara nasional meningkat 7% menjadi 857.000 unit.

“Namun, penjualan mobil Astra turun sebesar 4% menjadi 424.000 unit sehingga menghasilkan penurunan pangsa pasar dari 55% menjadi 50%. Grup telah meluncurkan 17 model baru dan 6 model revamped selama periode ini,” ungkap Prijono di Jakarta, Senin (29/10).

Untuk penjualan sepeda motor secara nasional pun mengalami peningkatan 9% menjadi 4,7 juta unit. Peningkatan tersebut pun berdampak pada peningkatan penjualan sepeda motor oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sebesar 9% menjadi 3,5 juta unit.

“Ini mengakibatkan pangsa pasar AHM stabil di angka 75%. Sampai September, grup telah meluncurkan 5 model baru dan 16 model revamped selama periode ini,” tambah Prijono.

Peningkatan pendapatan laba bersih juga dialami oleh Astra Otoparts sebesar 12% atau menjadi Rp 414 miliar. Peningkatan ini didukung oleh pertumbuhan kontribusi dari penjualan pasar pabrikan otomotif dan pasar suku cadang pengganti.

Untuk diketahui, pendapatan Astra pada kuartal 3-2018 tumbuh 16% menjadi Rp174,9 triliun dari Rp 150,22 triliun di periode yang sama tahun lalu. Kinerja keuangan Astra ini ditopang oleh lini bisnis perseroan, yakni alat berat pertambangan, konstruksi, dan energi.

Segmen Bisnis Mobile Jadi Penyumbang Tertinggi Pendapatan Telkom di Kuartal 3

0

Berempat.com – Memasuki kuartal 3-2018, PT Telkom mencatatkan peningkatan pendapatan 8,8% dibanding kuartal 2-2018. Menurut Direktur Keuangan PT Telkom Harry M. Zen, segmen bisnis mobile menjadi penyumbang tertinggi di samping segmen bisnis fixed line.

“Pendapatan yang meningkat signifikan ini sebagai hasil dari upaya monetisasi layanan data dan pengendalian biaya yang berjalan dengan baik. Sebagai hasilnya, EBITDA dan Net Income tumbuh cukup tinggi masing-masing 35,5 persen dan 86,7 persen (qoq) dibanding kuartal II tahun ini,” ujar Harry dalam keterangan tertulis, Senin (29/10) seperti dikutip dari Antara.

Harry pun mengungkapkan, segmen bisnis mobile Telkomsel berhasil meraih pendapatan Rp 23 triliun atau tumbuh 10,1% dibanding kuartal-II 2018. Menurut Harry, strategi yang tepat di segmen bisnis digital Telkomsel menjadi pemicu tumbuhnya pendapatan cukup tinggi di segmen ini.

“Segmen bisnis digital, khususnya layanan data, masih menjadi mesin pertumbuhan Telkomsel dan berkontribusi 54,2 persen dari total pendapatan Telkomsel di kuartal III 2018,” tandas Harry.

Kuartal 3-2018, Adira Finance Bukukan Peningkatan Laba Bersih 24%

0

Berempat.com – Adira Finance berhasil mencatat tren positif pada pendapatan laba bersih di kuartal 3-2018. Adira Finance mencatat peningkatan sebesar 24% dibanding periode sama tahun lalu atau sebesar Rp 1,35 triliun. Tumbuhnya laba bersih Adira Finance sejalan dengan membaiknya industri otomotif Tanah Air.

Membaiknya industri otomotif berdampak pada peningkatan pembiayaan baru kendaraan bermotor, baik untuk kendaraan roda dua maupun roda empat. Menurut Direktur Keuangan Adira Finance, I Dewa Made Susila mengungkapkan bahwa Adira Finance berhasil membukukan pembiayaan baru capai Rp 28,2 triliun. Pembiayaan tersebut naik 19% dibanding periode sama tahun lalu.

“Total piutang pembiayaan yang dikelola pun meningkat 12% menjadi Rp 49,7 triliun,” ujar I Dewa saat berbincang dengan media (29/10).

Lebih rinci I Dewa memaparkan, pembiayaan mobil tumbuh 28% pada kuartal 3-2018 dibanding periode sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut paling besar didapat dari pembiayaan mobil baru naik Rp 4,7 triliun yang naik hingga 34% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Adapun kucuran kredit Adira Finance untuk mobil komersial tumbuh 37%, mobil penumpang naik 22%, sedangkan untuk pembiayaan mobil bekas naik sebesar 20%.

Menurut I Dewa, peningkatan pembiayaan mobil di Adira Finance merupakan dampak dari tumbuhnya penjualan mobil nasional 6,8% hingga kuartal 3-2018. Dewa menyebut bahwa penjualan mobil mencapai 857 unit di 9 bulan pertama 2018.

Sementara untuk pembiayaan kendaraan roda dua, Adira Finance membukukan pertumbuhan hingga 20% dibanding periode sama tahun lalu atau menjadi Rp 10,3 triliun. Pencapain pada segmen sepeda motor ini terbilang bagus mengingat pada tahun-tahun sebelumnya relatif flat. Hingga September 2018, penjualan motor nasional mencapai 4,7 juta unit.

Sementara khusus untuk pembiayaan non-otomotif, Adira Finance berhasil mengucurkan hingga Rp 1,8 triliun. Sementara untuk peningkatan pembiayaan baru yang kokoh ini juga mendorong pertumbuhan pendapatan bunga menjadi Rp 8 triliun atau naik 12%. Sementara dari sisi Non-Performing Loan (NPL), Adira Finance berhasil menekan hingga level 1,95%.

“Sampai akhir tahun 2018, kami optimistis bisa meraih target yang ditetapkan di awal tahun, yakni tumbuh 5-10%. Sejauh ini, kami juga masih yakin meraih pertumbuhan pembiayaan baru hingga 19%,” tandas Dewa.

Ini 10 Poin Kerja Sama BKPM dan LPEI untuk Dongkrak Ekspor ke Afrika

0

Berempat.com – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) telah menyepakati kerja sama untuk mengdongkrak ekspor dan investasi Indonesia. Kerja sama ini menekankan pada perluasan pasar ekspor ke Afrika Selatan dan Asia Selatan.

Kedua negara tersebut merupakan pasar ekspor dalam kategori non-tradisional. Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly mengungkapkan negara-negara yang ada di kawasan tersebut memiliki prospek yang bagus.

“Pasar non-tradisional juga pasar yang cukup prospektif. Afrika sekarang punya 1,3 miliar penduduk, populasi cukup besar. 600 juta itu middle class. Pertumbuhan mereka di atas 6% rata rata,” ungkap Sinthya di Kantor Pusat LPEI, Jakarta, Senin (29/10).

Afrika saat ini pun sudah menjadi incaran bagi negara-negara lain untuk memperluas pasar ekspor. Sebab itu, menurut Sinthya, Indonesia perlu menyiapkan strategi yang salah satunya dapat disusun melalui kerja sama BKPM dan LPEI.

Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong mengatakan, dalam kerja sama ini pihaknya akan ikut membantu mendorong investasi di sektor perdagangan guna meningkatkan ekspor. Sebab, menurutnya, semua ekspor berawal dari investasi, seperti untuk membangun pabrik untuk perlu adanya produksi, baru produknya bisa diekspor.

“Jadi, keterkaitan ekspor dan investasi erat sekali. Kalau nggak ada investasi saya jamin nggak ada ekspor, ya kan,” terang Lembong.

Kerja sama antara BKPM dan LPEI ini pun ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong dan Direktur Eksekutif LPEI Sinthya Roesly di kantor pusat LPEI.

Adapun dalam kesepakatan kerja sama ini terdapat 10 poin sebagai acuan ruang lingkup sebagai berikut:

  1. Dukungan terhadap perekonomian nasional, terutama untuk mendorong investasi dan perdagangan internasional;
  2. Pertukaran data dan informasi terkait peningkatan ekspor Indonesia seperti Business Intelligence, serta potensi penanaman modal dan pengusaha potensial di dalam dan di luar negeri, dengan tetap memperhatikan peraturan perundang-undangan;
  3. Sinergitas sebagai Joint Lead Problem Solver untuk mengatasi hambatan investasi ataupun hambatan aktivitas usaha terkait ekspor yang dihadapi oleh para pelaku usaha, dengan menjadi penghubung maupun fasilitator dengan institusi Iainnya di dalam negeri;
  4. Sinergi dalam Joint Research terkait namun tidak terbatas pada penetrasi tujuan ekspor baru seperti penyusunan “Overseas Investment Guidelines”;
  5. Koordinasi luar negeri bersama dengan representasi BKPM di luar negeri maupun dengan lembaga-lembaga Iainnya untuk mengatasi hambatan investasi atau hambatan berusaha;
  6. Kerja sama dalam penyusunan dan pengadaan informasi terkait sumber potensi kerja sama bagi investor dalam mencari mitra kerja sama di dalam negeri (matchmaking);
  7. Kerja sama dengan saling memberikan informasi perkembangan kondisi usaha serta investasi baik di dalam negeri maupun di luar negeri yang dapat berpotensi menghambat atau merugikan iklim usaha bagi para pelaku usaha di dalam negeri maupun di luar negeri;
  8. Sinergi dalam melakukan Joint Marketing Effort untuk meningkatkan inward dan outward investment dalam rangka peningkatan ekspor nasional bagi pelaku usaha, institusi keuangan, investment agencies dan stakeholder Iainnya baik di dalam maupun di luar negeri;
  9. Pengembangan kapasitas sumber daya; dan
  10. Kerja sama Iainnya yang disepakati.

Laba Bersih Astra Graphia Capai Rp 2,67 Triliun pada Kuartal 3-2018

0

Berempat.com – PT Astra Graphia Tbk. mencatatkan laba bersih Rp 2,67 triliun pada kuartal 3-2018. Capaian tersebut naik 31,96% dibanding periode sama tahun lalu yang tercatat Rp 2,02 triliun. Adapun, emiten berkode ASGR ini mencatat pertumbuhan laba bersih disumbang oleh semua unit usaha.

“Solusi dokumen tumbuh 4%, solusi teknologi informasi tumbuh 11%, solusi perkantoran tumbuh 15% yang dihasilkan terutama dari bisnis e-commerce,” ungkap Investor Relations Department Head ASGR Trivena Nalsalita dalam keterangan resminya, Senin (29/10).

Sementara itu, Astra Graphia juga mengalami keniakan pada beban pokok pendapatan per 30 September sebesar Rp 2,12 triliun. Capaian tersebut naik 40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,51 triliun. Kenaikan beban pokok tersebut berdampak pada sedikitnya peningkatan laba kotor yang berhasil dicapai oleh Astra Graphia sebesar Rp 547,23 miliar, atau naik 6,52% daripada periode sama tahun lalu sebesar Rp 513,74 miliar.

Adapun dari pendapatan bersih tersebut, Astra Graphia akan mendistribusikan ke perusahaan induk sebesar Rp 138,24 miliar. Laba tersebut naik 1,47% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 136,24 miliar.

Besut Program Gapura Digital, Google Gandeng Bekasi Bina 108 Entrepreneur

0

Berempat.com – Google Indonesia turut berupaya mengembangkan ekosistem entrepreneur di Indonesia dengan mengusung program Gapura Digital (Gerakan Pelatihan Usaha Rakyat Berbasis Digital). Gapura Digital merupakan program pelatihan bagi pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di 10 kota di Indonesia. Salah satunya adalah Kota Bekasi, Jawa Barat.

Dalam kerja sama ini, Bekasi dan Google Indonesia akan membina sekitar 108 pengusaha agar dapat membuka peluang pasar melalui teknologi digital.

“Kegiatan dalam rangkaian Gapura Digital dan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) melalui Focus Group Discussion bertema Wirausaha Kota Bekasi Keren Kelas Dunia, Meroket dengan Digital dan Internet,” ujar Kepala Dinas Komunikasi Informasi, Statistik dan Persandian (Diskominfostandi) Kota Bekasi Titi Masrifahati di Bekasi, Minggu (28/10).

Para entrepreneur yang mengikuti Gapura Digital ini nantinya akan mendapatkan panduan digital berupa Google Bisnisku, serta mendapatkan bimbingan dalam mengelola website secara efektif. Kegiatan pelatihan akan digelar secara berkala setiap bulan dengan menghadirkan pemateri dari pakar teknologi informasi di Google Indonesia. Para peserta juga akan mendapat sertifikat kompetensi.

Menurut Titi Masrifahati, Kota Bekasi saat ini berusaha mengembangkan ekonomi kreatif periode 2018-2023 dengan visi cerdas, kreatif, maju, sejahtera dan ihsan.  Pada 2018 ini, Kota Bekasi pun sudah membuka 150 ribu tenaga kerja baru.

“Lewat Gapura Digital kita bekerja sama untuk majukan bisnis digital di Bekasi. Untuk itu saya ucapkan banyak apresiasi setinggi-tingginya,” ucap Titi.

Sementara itu, Head of Small Medium Business (SBM) Marketing Google Indonesia Fida Heyder mengatakan, selain Bekasi, pihaknya juga menggandeng Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar dan kota lainnya dalam program Gapura Digital.

Pelaku usaha akan dilatih setiap pekan dan menentukan sendiri tema-tema pelatihan apa yang diperlukan. Sebetulnya, program Gapura Digital ini merupakan kelanjutan dari program Gapura yang sudah dimulai sejak 2014 dan sudah menjangkau 7.000 UKM di 6 kota di Indonesia.

“Pelaku usaha dilatih memanfaatkan internet untuk mengembangkan usahanya. Bedanya, program Gapura hanya dilakukan satu kali pertemuan. Sementara Gapura Digital dilakukan setiap pekan. Tema-tema pelatihannya semakin beragam sehingga relevan dengan tuntutan era digital,” katanya.