Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 902

SAP Jadi Penyedia Layanan DBMS Terbaik 6 Tahun Beruntun

0

Berempat.comSAP SE hari ini mengumumkan bahwa Gartner Inc., penyedia analisis dan penelitian terkemuka di industri teknologi informasi global, kembali menobatkan SAP sebagai pemimpin dalam laporan Magic Quadrant for Operational Database Management Systems (DBMS). Sebagai informasi, penghargaan ini telah diterima SAP sejak 2013. Artinya sudah 6 kali berturut-turut SAP didaulat sebagai yang terbaik dalam penyedia layanan DBMS.

Evaluasi pada laporan tersebut didasarkan pada kelengkapan visi dan kemampuan untuk menjalankan peran. Menurut laporan tersebut, pasar operasional DBMS didefinisikan oleh produk-produk pengelolaan database yang relasional dan non-relasional yang cocok untuk berbagai transaksi tradisional yang biasanya digunakan untuk mendukung proses bisnis.

“Kami meyakini bahwa kemajuan kami dalam poros “kemampuan untuk melaksanakan” di kuadran pemimpin untuk laporan Gartner`s Magic Quadrant for Operational DBMS – dibandingkan dengan tahun lalu – merefleksikan kepuasan pelanggan terhadap kapabilitas ekspansi produk dan inovasi melalui platform data bisnis SAP HANA, dan perkembangan ekosistem mitra kami,” ujar Global Head of Sales, platform and Data Management SAP Irfan Khan dalam keterangan resminya, Kamis (1/11) malam.

“Kami berdedikasi untuk mendorong perkembangan intelligent enterprise melalui platform digital, teknologi cerdas, dan rangkaian aplikasi cerdas untuk basis pelanggan kami yang kian meningkat–yang saat ini terdiri lebih dari 27,000 pelanggan pengguna SAP HANA,” imbuhnya.

Agar memenuhi syarat untuk dimasukkan dalam Magic Quadrant ini, para vendor harus mendukung dua dari empat kasus penggunaan berikut: transaksi tradisional, data variabel terdistribusi, konvergensi analisis operasional, dan pemrosesan acara atau data yang sedang bergerak. Penelitian ini bertujuan untuk membantu vendor yang berbasis non-relasional dan berbasis cloud untuk membuat pilihan modernisasi yang lebih baik.

Balance Agri-Nutrients Ltd. merupakan salah satu dari puluhan ribu perusahaan yang menggunakan SAP HANA.

“Untuk memenuhi janji kami membantu para petani menciptakan bisnis yang layak dan berkelanjutan serta mendorong produktivitas dan profitabilitas yang lebih baik, kami membutuhkan landasan data yang tepat untuk membangun masa depan digital kami,” ungkap Chief Digital Officer Ballance Agri-Nutrients Dave Scullin.

Dengan menerapkan SAP pada inti digital Ballance Agri-Nutrients, Dave menyebut bahwa pihaknya secara signifikan mampu meningkatkan produktivitas penjualan dan pelaporan dengan mempercepat proses bisnis utama sebesar 75% dan memberikan wawasan subsecond ke dalam data.

“Kami sekarang beroperasi seperti perusahaan cerdas yang dapat mengeksplorasi teknologi baru di sekitar IoT (Internet of Things) dan CRM (Customer Relationship Management) untuk menciptakan pengalaman digital pelanggan yang hebat di setiap titik kontak perusahaan,” imbuhnya.

Menaker: Generasi Muda Harus Siap Hadapi Revolusi Industri 4.0

0

Berempat.com – Saat ini Indonesia sudah menjajaki era Revolusi Industri 4.0. Sebab itu sekarang hampir semua lini bisnis telah serba digital dan otomatis. Oleh karena itu, Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menegaskan bahwa saat ini generasi muda sudah harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan yang lahir dari revolusi industri. Namun, Hanif mengatakan bahwa generasi muda tak perlu takut untuk menyongsongnya.

“Kita tidak perlu takut dengan revolusi industri generasi ke-4. Yang penting, kita bisa menyesuaikan diri,” ujar Hanif saat menerima kunjungan Pengurus Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Kantor Kemenaker Jakarta, Kamis (1/11).

Menurut Hanif, kualitas SDM suatu negara di masa mendatang dapat dilihat dari kualitas generasi mudanya saat ini. Indonesia misalnya, akan mulai memasuki fase bonus demografi pada tahun 2020. Pada saat itu, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun) akan lebih besar dibandingkan dengan penduduk usia non-produktif, dan puncaknya diperkirakan terjadi pada tahun 2030-2035.

Di tengah tantangan bonus demografi tersebut, Indonesia masih dihadapkan pada tantangan angkatan kerja yang masih didominasi lulusan pendidikan menengah ke bawah. Hanif mencatut data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut 58% dari 133 juta angkatan kerja Indonesia masih lulusan SD dan SMP.

“Bonus demografi pun harus kita manage dengan baik, agar kita dapat berkah dari sana. Jadi, banus demografi ini tidak menjadi bencana,” kata Hanif.

Untuk menjawab tantangan tersebut, sebut Hanif, pemerintah mengambil 3 langkah strategis. Tiga langkah tersebut dilakukan dengan cara meningkatkan link and match antara supply and demand SDM, masifikasi pelatihan kerja dan sertifikasi profesi, dan penanaman transversal skill dan entrepreneurship.

“Itu tantangan terbesarnya. Jadi suka nggak suka itu bahan baku kita, suka nggak suka Indonesia harus tetap maju dan sejahtera,” imbuh Hanif.

Karena itulah, Hanif berharap kaum muda untuk ikut berperan dalam membangun bangsa dan negara sejak dini, sesuai dengan proporsinya.

“Makanya pemerintah tidak bisa sendiri. Pemerintah harus bersama-sama dengan dunia usaha, dengan teman-teman serikat pekerja dan elemen masyarakat sipil lainnya,” ujarnya.

Selain itu, di tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini, informasi dapat tersebar dari satu orang ke orang lain dengan mudah dan cepat. Hanif pun mengingatkan kepada generasi muda agar hati-hati dan selektif dalam mencerna isu dan informasi yang berkembang sehingga tidak mudah termakan provokasi dan perpecahan.

“Kaum muda harus turut menyebarluaskan informasi dan edukasi ketenagakerjaan sesuai dengan realitas pembangunan ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Terjerat Kasus Meikarta, Lippo Cikarang Bisa Atribusikan Laba Hingga Rp 2,9 Triliun

0

Berempat.com – Meski saat ini Lippo Group tengah terjerat kasus suap Meikarta, namun salah satu unit usahanya, PT Lippo Cikarang Tbk. pada kuartal 3-2018 masih bisa mengantongi laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada entitas induk dan kepentingan nonpengendali hingga Rp 2,9 triliun.

Presiden Direktur Lippo Cikarang Sie Subiyanto menerangkan bahwa laba tersebut naik signifikan, yakni 593% dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 419 miliar.

“Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan pada periode ini sebesar Rp 2.905.659.000.000, dengan rincian diatribusikan kepada entitas induk sebesar Rp 2.87.068.000.000 dan diatribusikan kepada kepentingan nonpengendali sebesar Rp 33.591.000.000,” papar Sie dalam keterbukaan informasi, Kamis (1/11).

Selain peningkatan laba berjalan, emiten berkode LPCK ini pun mendapati peningkatan 214% pada penjualan di kuartal 3-2018 dari periode tahun lalu sebesar Rp 49 miliar menjadi Rp 154 miliar.

Peningkatan penjualan ini bisa menjadi hal positif yang didapat LPCK setelah mencuatnya kasus suap Meikarta.

Konferensi INSEAD The Force for Good Soroti Tumbuhkan Pemimpin Bisnis Dunia

0

Berempat.com – CEO Unilever Paul Poman membuka pidatonya dalam Konferensi INSEAD The Force for Good dengan tagline “tepat di prinsip, tepat di praktik”. Melalui pidatonya tersebut, Paul yang merupakan alumni INSEAD berusaha menyoroti bahwa penumbuhan pemimpin yang digerakkan oleh tujuan dan bisnis dapat mengubah dunia dalam mencapai masa depan yang berkelanjutan.

“Bisnis mewakili sekitar 60 persen dari GDP global, 80 persen arus keuangan, dan 90 persen penciptaan lapangan kerja. Bisnis tidak bisa menjadi pengamat dalam sistem yang memberikan kehidupan di tempat pertama. Kami tidak dapat menemukan solusi untuk tantangan dunia ini jika kami tidak mulai melakukan sesuatu dengan cara berbeda dan melihat berbagai hal secara berbeda,” ujar Paul dalam rilis yang diterima Berempat.com, Kamis (1/11).

Paul menunjukkan bagaimana visi ambisius Unilever untuk sepenuhnya memisahkan pertumbuhan dari jejak lingkungan secara keseluruhan dan meningkatkan dampak sosial yang positif, yang tidak hanya membawa keberlanjutan dan dampak sosial yang positif, tetapi sekaligus menciptakan dua kali pertumbuhan pasar dan 300% pemegang saham kembali ke bawah Unilever baris selama periode 10 tahun.

“Dengan dua setengah miliar konsumen yang menggunakan produk Unilever setiap hari di sekitar 190 negara di dunia, perusahaan menetapkan sasaran untuk mencapai satu miliar orang. Tidak ada pemerintah sendirian di dunia yang bisa melakukan itu,” tambah Paul.

Paul menyimpulkan bahwa penting untuk memiliki pemimpin dan organisasi yang berorientasi pada tujuan yang berfokus pada keberlanjutan dalam mendorong pertumbuhan dengan tidak hanya melihat pada garis bawah, tetapi juga pada dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Dekan INSEAD dan Profesor Ekonomi Ilian Mihov berbagi wawasan serupa. Selama pidatonya mengenai Visi Dekan untuk Bisnis dan Masyarakat, dia menguraikan tujuan ambisius INSEAD, yakni mengubah norma sosial untuk mengubah cara berpikir tentang apa yang diperlukan untuk melakukan bisnis.

“Dan kami ingin mengubah pola pikir. Kami ingin siswa kami, alumni kami, komunitas kami untuk melanjutkan transisi dalam cara kami berpikir tentang bagaimana kami membuat keputusan. Pada level strategis, apa yang harus kita lakukan? Di tingkat operasional, bagaimana kita melakukan hal-hal ini? Jadi, dalam proses pengambilan keputusan, kami ingin secara otomatis, secara naluriah untuk mengintegrasikan ide-ide dari apa yang kita miliki sebagai dampak pada masyarakat,” terang Ilian.

Paulman sendiri menyatakan dukungannya terhadap INSEAD untuk bisa melakukan lebih banyak hal karena ini adalah salah satu lembaga yang dapat menghasilkan para pemimpin yang dibutuhkan dunia.

“Investasi terbaik yang dapat kita lakukan adalah pada pemimpin masa depan kita – dan pada orang yang lebih berorientasi pada tujuan, yang berpikir jangka panjang, antargenerasi, orang yang memahami nilai-nilai kerja dalam kemitraan dan memiliki tingkat kemanusiaan dan kerendahan hati yang tinggi sebagai global tantangan sedang ditangani,” imbuh Paul.

Lebih dari 600 pemimpin dan praktisi bisnis global menghadiri Konferensi INSEAD The Force for Good Conference dan Peluncuran INSEAD Eropa di Fontainebleau pada 5 Oktober 2018 nanti. Sementara untuk diskusi tentang peran bisnis dalam kemajuan kemasyarakatan yang positif akan berlanjut di Forum Alumni INSEAD Asia dan dalam Peluncuran INSEAD Asia di Singapura pada 10 November 2018 mendatang.

Tak Hanya Influencer, SociaBuzz Tambah Layanan Hingga Pemesanan Model dan DJ

0

Berempat.com – Online marketplace khusus jasa kreatif, SociaBuzz.com menambah pelayanan pada platform-nya dalam rangka mendukung industri kreatif di Indonesia. Selain influencer marketing atau jasa endorse, kini SociaBuzz.com juga menyediakan jasa fotografer, make up artist, penyanyi, DJ, band, MC, pembicara, stand up comedian, model, hingga penulis.

CEO sekaligus Co-founder SociaBuzz.com Rade Tampubolon mengatakan, pihaknya percaya kreativitas adalah aset terbesar manusia dan menjadi salah satu modal terpenting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi negara menuju revolusi industri 4.0.

“Dengan memanfaatkan teknologi, kami ingin mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif dengan membantu para pelaku industri kreatif lebih mudah ditemukan oleh calon klien yang membutuhkan jasa mereka, dan mendapatkan lebih banyak orderan dan job melalui online marketplace SociaBuzz,” ujar Rade dalam keterangan resminya, Kamis (1/11)

Mengutip dari hasil survei yang dilakukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Badan Pusat Statistik (BPS), ekonomi kreatif di Indonesia berkembang pesat. Karena menilik di tahun 2015, kontribusi ekonomi kreatif terhadap PDB nasional sebesar 7,38%, dan diprediksi akan terus meningkat 12% di tahun 2019.

Beroperasi sejak Maret 2015, hingga saat ini lebih dari 30.000 pengguna terdaftar di SociaBuzz.com yang terdiri dari pencari jasa (klien) dan penyedia jasa (pelaku kreatif). Mengusung konsep marketplace, pencari jasa kini bisa dengan mudah mendapatkan berbagai jasa kreatif berdasarkan kebutuhan, harga, lokasi, dan berbagai kriteria lainnya dalam satu tempat.

Pencari jasa tidak lagi perlu menghabiskan banyak waktu mencari melalui media seperti Instagram atau Google, hingga menghubungi penyedia jasa satu per satu untuk menanyakan harga, kesediaan jadwal dan lainnya.

Dengan bergabung di SociaBuzz.com pun penyedia jasa kreatif dapat lebih mudah ditemukan dan mendapatkan job tambahan dari berbagai calon pelanggan yang membutuhkan jasa mereka.

“Misi kami di SociaBuzz.com adalah ‘memberdayakan kreativitas untuk kehidupan yang lebih baik’, bagi para pelaku kreatif serta para pelanggannya. Kami akan terus berinovasi dan memberikan upaya terbaik dalam menghadirkan solusi bermanfaat yang berdampak positif bagi mereka yang membutuhkan maupun yang menyediakan jasa kreatif,” papar Rade.

Kondisi Pasar Belum Pulih, Intiland Catat Penurunan Pendapatan Penjualan

0

Berempat.com – PT Intiland Development Tbk. mencatatkan kinerja kurang menggairahkan pada pendapatan penjualan (marketing sales) di kuartal 3-2018 ini. Emiten berkode DILD tersebut membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun atau baru menyentuh 46% dari target tahun ini. Pendapatan penjualan tersebut lebih rendah 40% dibanding periode sama tahun lalu yang mampu membukukan Rp 2,7 triliun.

Kurang menggairahkannya pendapatan penjualan perseroan ini merupakan dampak dari belum pulihnya pasar properti di Indonesia. Perseroan merasa kinerja penjualan masih akan tertekan seiring dengan belum pulihnya minat beli dan investasi properti para konsumen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan, masih lemahnya minat beli konsumen menjadi penyebab turunnya kinerja penjualan. Konsumen saat ini diperkirakan masih cenderung wait and see. Namun, di samping itu Archied pun menyebut bahwa belum adanya peluncuran proyek baru selama 9 bulan 2018 ini menjadi pemicu turunnya kinerja penjualan.

Segmen pengembangan mixed-use dan high rise tercatat masih memberikan kontribusi marketing sales terbesar mencapai Rp 1,1 triliun, atau 71% dari keseluruhan. Penyumbang terbesar kedua berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp 405 miliar atau 26% dari keseluruhan. Penjualan terbesar di segmen ini berasal dari proyek Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills Jakarta.

Sementara segmen pengembangan kawasan industri membukukan nilai marketing sales Rp 45 miliar atau 3% dari keseluruhan. Kontribusi tersebut berasal dari penjualan lahan industri di Ngoro Industrial Park Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Archied, ditinjau dari lokasi pengembangannya, kontribusi marketing sales terbesar masih berasal dari proyek-proyek di Jakarta dan sekitarnya yang mencapai Rp 1,2 triliun atau 80%. Sementara sisanya berasal dari penjualan proyek-proyek di Surabaya yang mencapai Rp 319 miliar atau 20% dari keseluruhan.

Dalam keterangannya, perseroan masih terus mencermati setiap tren perkembangan dan perubahan pasar. Pasalnya, perubahan minat beli konsumen, tren investasi, dan perkembangan kebijakan pemerintah menjadi faktor-faktor yang akan mempengaruhi perkembangan pasar properti tahun depan.

Manajemen Intiland berharap kepercayaan pasar kepada sektor properti bisa segera pulih. Stabilitas kondisi makro ekonomi, tren penurunan suku bunga, dan relaksasi peraturan perpajakan serta penetapan peraturan kepemilikan properti bagi warga negara asing diharapkan mampu menjadi katalis bagi pasar untuk kembali berinvestasi di sektor properti.

Selain merilis pendapatan penjualan, Intiland juga telah merilis pendapatan usaha pada kuartal 3-2018 ini yang tercatat sebesar Rp 2,4 triliun, atau tumbuh 40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun.

Segmen Pengembangan Kawasan Perumahan Sumbang 50% Pendapatan Intiland

0

Berempat.com – Perusahaan pengembang properti PT Intiland Development Tbk. telah merilis laporan kinerja keuangan sampai dengan kuartal 3-2018. Emiten berkode DILD ini telah membukukan pendapatan usaha sebesar Rp 2,4 triliun, atau tumbuh 40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan, segmen pengembangan kawasan perumahan menjadi penyumbang terbesar pada pendapatan usaha perseroan. Sumbangan terbesar itu didapat dari penjualan tanah yang masuk kategori bukan bisnis inti.

Selain penjualan tanah, beberapa proyek di segmen tersebut juga turut mendongkrak pendapatan perseroan, seperti Serenia Hills Jakarta, Graha Famili dan Graha Natura Surabaya, Talaga Bestari, dan Magnolia Residence di Tangerang.

“Pengembangan kawasan perumahan mampu memberikan kontribusi Rp 1,2 trilun atau sekitar 50 persen dari keseluruhan pendapatan usaha. Kalau dibandingkan tahun lalu, pendapatan usaha di segmen ini naik 255 persen,” ungkap Archied dalam keterangan resminya, Rabu (31/10) malam.

Setelah segmen pengembangan kawasan perumahan, segmen pengembangan mixed-use & high rise tercatat paling berkontribusi dengan pendapatan usaha sebesar Rp 729,1 miliar atau 30% dari keseluruhan. Kemudian segmen properti investasi yang merupakan sumber pendapatan berkelanjutan (recurring income) berkontribusi sebesar Rp 430,6 miliar atau 18% dari keseluruhan. Nilai pendapatan itu naik 24,5% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 345,9 miliar.

Archied menjelaskan, meningkatnya pendapatan dari segmen properti investasi karena pendapatan sewa ruang perkantoran, seperti South Quarter dan Intiland Tower naik. Selain dari penyewaan ruang perkantoran, segmen ini turut menyumbang pendapatan dari penyewaan ruang ritel, pergudangan, serta pengelolaan klub olahraga dan lapangan golf.

Recurring income sebagian besar bersumber dari pengelolaan sarana dan prasarana, perkantoran, dan kawasan industri,” jelasnya.

Ditinjau berdasarkan tipe sumber pendapatan usahanya, pendapatan pengembangan (development income) memberikan kontribusi Rp 2 triliun atau mencapai 82% dari keseluruhan. Sisanya berasal dari segmen recurring income yang tercatat sebesar Rp 430,6 miliar atau memberikan kontribusi sekitar 18%.

Sementara untuk pendapatan keseluruhan, segmen pengembangan kawasan industri yang berasal dari penjualan lahan di Ngoro Industrial Park di Mojokerto, perseroan memperoleh pendapatan usaha sebesar Rp 54,7 miliar, atau berkontribusi 2% dari keseluruhan.

“Secara keseluruhan kinerja pendapatan usaha tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Banyak proyek yang masuk tahap penyelesaian, sehingga hasil penjualan bisa sepenuhnya dibukukan sebagai pendapatan,” papar Archied.

Meskipun pendapatan usaha meningkat, namun kinerja profitabilitas perseroan pada kuartal 3 ini mengalami penurunan. Perseroan mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp 719 miliar atau meningkat tipis dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar Rp 706 miliar.

Perseroan membukukan laba usaha sebesar Rp 202,1 miliar atau turun 20,6% dibandingkan periode sama tahun lalu. Laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp 123 miliar, atau mengalami penurunan sebesar 47% dibandingkan periode sama tahun lalu yang mencapai Rp 233 miliar.

10 Produk UKM Ini Siap Ekspor Produk ke Amerika

0

Berempat.com – Guna terus meningkatkan penetrasi pasar ekspor Usaha Kecil dan Menengah (UKM)-Industri Kecil dan Menengah (IKM) Indonesia, 3 pihak penting ini pun melakuan penandatanganan nota kesepahaman bersama 10 pelaku UKM-IKM pada pekan lalu di sela-sela Trade Expo Indonesia (TEI) 2018 di Tangerang.

Ketiga pihak tersebut ialah Gugus Tugas Pemberdayaan UKM-IKM Ekspor Indonesian Diaspora Network-United (IDN-United), Indonesian Diaspora SME-SMI Export Empowerment Development (ID-SEED), dan Indonesia In Your Hand Network.

Sementara untuk 10 pelaku UKM-IKM yang sudah siap mengekspor produknya ialah produk sepatu running shoes dari Tangerang, produk cokelat dari Bandung, produk olahan kelapa dari Depok, Organic Tea dari Solok-Sumbar, produk Kopi dan rempah dari Medan, Ceramics Tiles dari Banten, produk sambal dari Yogyakarta, Fruit Wine dan Herbal Drink, Apparel Beachwear, Fashion Batik & Tenun serta Silver Jewelry dari Celuk-Bali.

“Dalam upaya masuk pasar global diperlukan sinergi baik dengan perwakilan pemerintah RI di negara tujuan maupun melalui jaringan diaspora yang tersebar di berbagai negara. Kami siap mendukung UKM-IKM Indonesia untuk promosi, branding dan pemasaran ke pasar global,” ujar Direktur Gugus Tugas Pemberdayaan UKM-IKM IDN-United Ira Damayanti dalam rilis yang diterima Berempat.com, Rabu (31/10).

CEO Indonesia In Your Hand Network Amiranto Wibowo menambahkan, dalam menghadapi era industri 4.0 strategi pengembangan ekspor saat ini tidak bisa lepas dari e-commerce atau pedagangan elektronik.

“Pemasaran melalui e-commerce adalah cara jitu untuk memperkenalkan produk di pasar bebas dan kami punya tools untuk membantu UKM-IKM memasarkan produk mereka ke pasar Amerika, Australia, Eropa, dan Dubai,” ujarnya.

Adapun isi dari nota kesepahaman yaitu mengenai sinergi kerja sama promosi dan pemasaran UKM-IKM di luar negeri melalui platform e-commerce oleh USA/Australia In Your Hand webstore, serta bisnis representatif di luar negeri oleh Diaspora Indonesia, dengan target penjualan ekspor berkisar US$10.000–100.000 dalam kurun waktu 1 (satu) tahun.

Turut hadir menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara lain Dirjen PEN Arlinda Jazid, Kadin Indonesia dan Komtap NAFTA (North America Free Trade Association) Jon Masli, dan Kepala ITPC Sydney Agung Haris.

Gudang Garam Raup Laba Bersih Rp 5,76 Triliun di Kuartal 3-2018

0

Berempat.com – Laba bersih PT Gudang Garam Tbk. yang dibukukan pada kuartal 3-2018 mencapai peningkatan 6,33% atau menjadi Rp 5,76 triliun dibanding periode sama tahun lalu Rp 5,42 triliun.

Pada keterbukaan informasi, Rabu (31/10), emiten berkode GGRM ini mencatat total pendapatan di kuartal 3-2018 sebesar Rp 69,89 triliun. Pendapatan tersebut naik 13,59% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 61,52 triliun.

Sementara itu untuk beban pokok penjualan juga meningkat menjadi Rp 56,18 triliun dibanding sebelumnya Rp 48,40 triliun. Namun, laba bruto masih naik mencapai Rp 13,71 triliun dibanding tahun lalu senilai Rp 13,12 triliun.

Kemudian untuk laba usaha naik menjadi Rp 8,24 triliun daripada sebelumnya Rp 7,85 triliun. Laba per saham dasar dan dilusian pada kuartal 3-2018 juga naik menjadi Rp 2.994 daripada sebelumnya Rp 2.816,

Namun, Gudang Garam melaporkan adanya penurunan pada kas bersih untuk investasi yang sebelumnya Rp 2,55 triliun menjadi Rp 1,55 triliun. Kendati demikian, kas bersih untuk pendanaan per kuartal 3-2018 naik menjadi Rp 16,02 triliun dibandingkan per September 2017 sebesar Rp 12,08 triliun.

Jumlah kas dan setara kas pun meningkat menjadi Rp 2,64 triliun dari sebelumnya Rp 1,85 triliun. Peningkatan itu juga didukung dengan kenaikan laba kurs dan setara kas Rp 3,83 miliar dari sebelumnya Rp 133 juta.

Sementara liabilitas GGRM pada kuartal 3-2018 juga mengalami penurunan dari yang tahun lalu Rp 24,57 triliun menjadi Rp 23,82 triliun. Liabilitas jangka pendek juga berkurang menuju Rp 21,75 triliun dari sebelumnya Rp 22,61 triliun.

Dalam laporan tersebut juga disebutkan total ekuitas pada kuartal 3-2018 naik menjadi Rp 42,93 triliun dibanding akhir tahun lalu sebesar Rp 42,18 triliun. Total aset pun terkoreksi tipis menuju Rp 65,75 triliun dari sebelumnya Rp 66,76 triliun.

Direktur Teknik Lion Air Dibebastugaskan

Berempat.com – Direktur Teknik Lion Air kabarnya telah dibebastugaskan pascakecelakaan yang menimpa pesawat Lion Air dengan nomor penerbangan JT 610. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi setelah melakukan rapat sebelumnya.

“Kita per hari ini membebas tugaskan Direktur Teknik Lion untuk diganti dengan yang lain,” ungkap Budi di Jiexpo Kemayoran, Rabu (31/10).

Menurut Budi, direktur teknik bertanggung jawab atas keputusan ‘layak terbang’ pesawat JT 610 rute Jakarta-Pangkal Pinang. Sementara itu, sebelum lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta pada Senin (29/10) pukul 06.20 WIB, pesawat JT610 sempat mengalami permasalahan saat akan terbang dari Bali menuju Jakarta.

Budi pun menyebut bahwa pihaknya berwenang untuk mencopot direksi. Selain itu, Budi memastikan Kementerian Perhubungan juga kan mengintensifkan proses rem cek, khususnya kepada Lion.

Sampai dengan berita ini diturunkan, tim SAR gabungan masih berusaha menemukan badan pesawat, black box, dan jenazah para korban.