Kondisi Pasar Belum Pulih, Intiland Catat Penurunan Pendapatan Penjualan

0
298
Intiland Surabaya. (Vividargini.com)

Berempat.com – PT Intiland Development Tbk. mencatatkan kinerja kurang menggairahkan pada pendapatan penjualan (marketing sales) di kuartal 3-2018 ini. Emiten berkode DILD tersebut membukukan pendapatan penjualan sebesar Rp 1,6 triliun atau baru menyentuh 46% dari target tahun ini. Pendapatan penjualan tersebut lebih rendah 40% dibanding periode sama tahun lalu yang mampu membukukan Rp 2,7 triliun.

Kurang menggairahkannya pendapatan penjualan perseroan ini merupakan dampak dari belum pulihnya pasar properti di Indonesia. Perseroan merasa kinerja penjualan masih akan tertekan seiring dengan belum pulihnya minat beli dan investasi properti para konsumen.

Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland Archied Noto Pradono mengungkapkan, masih lemahnya minat beli konsumen menjadi penyebab turunnya kinerja penjualan. Konsumen saat ini diperkirakan masih cenderung wait and see. Namun, di samping itu Archied pun menyebut bahwa belum adanya peluncuran proyek baru selama 9 bulan 2018 ini menjadi pemicu turunnya kinerja penjualan.

Segmen pengembangan mixed-use dan high rise tercatat masih memberikan kontribusi marketing sales terbesar mencapai Rp 1,1 triliun, atau 71% dari keseluruhan. Penyumbang terbesar kedua berasal dari segmen pengembangan kawasan perumahan sebesar Rp 405 miliar atau 26% dari keseluruhan. Penjualan terbesar di segmen ini berasal dari proyek Graha Natura di Surabaya dan Serenia Hills Jakarta.

Sementara segmen pengembangan kawasan industri membukukan nilai marketing sales Rp 45 miliar atau 3% dari keseluruhan. Kontribusi tersebut berasal dari penjualan lahan industri di Ngoro Industrial Park Mojokerto, Jawa Timur.

Menurut Archied, ditinjau dari lokasi pengembangannya, kontribusi marketing sales terbesar masih berasal dari proyek-proyek di Jakarta dan sekitarnya yang mencapai Rp 1,2 triliun atau 80%. Sementara sisanya berasal dari penjualan proyek-proyek di Surabaya yang mencapai Rp 319 miliar atau 20% dari keseluruhan.

Dalam keterangannya, perseroan masih terus mencermati setiap tren perkembangan dan perubahan pasar. Pasalnya, perubahan minat beli konsumen, tren investasi, dan perkembangan kebijakan pemerintah menjadi faktor-faktor yang akan mempengaruhi perkembangan pasar properti tahun depan.

Manajemen Intiland berharap kepercayaan pasar kepada sektor properti bisa segera pulih. Stabilitas kondisi makro ekonomi, tren penurunan suku bunga, dan relaksasi peraturan perpajakan serta penetapan peraturan kepemilikan properti bagi warga negara asing diharapkan mampu menjadi katalis bagi pasar untuk kembali berinvestasi di sektor properti.

Selain merilis pendapatan penjualan, Intiland juga telah merilis pendapatan usaha pada kuartal 3-2018 ini yang tercatat sebesar Rp 2,4 triliun, atau tumbuh 40% dibanding periode sama tahun lalu sebesar Rp 1,7 triliun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.